BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Lampiran 6. Reduksi Data, Display Data dan Kesimpulan
Peran Karang Taruna Dalam Pemberdayaan Pemuda Melalui Karawitan Gamelan Jawa Dusun Plumbon, Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Eromoko,
Wonogiri
A.Peran Karang Taruna Dalam Pemberdayaan Pemuda.
1. Apa saja yang dilakukan oleh Karang Taruna dalam pemberdayaan pemuda melalui pelatihan karawitan gamelan jawa ini ?
UD : “Yang kami lakukan sebagai sebuah organisasi yang
menyelenggarakan sebuah pemberdayaan adalah yang pertama pasti kami merencanakan terlebih dahulu mas mengenai program ini, kemudian kami juga sebagai pelaksana program dan juga evaluator program ini. Selain kami melakukan pendampingan, kami juga melakukan motivasi dan provokasi kepada para anggota agar mau mengikuti program pemberdayaan ini. Sosialisasi kepada pemuda juga. Kami juga berusaha memberikan kesan yang baik bagi anggota maupun masyarakat sekitar”.
AP : “Yang kami lakukan mengurus program ini mas agar tetap
berjalan dengan lancar. Mengurus dalam artianya sosialisasi, melakukan pendampingan, melaksanakan program. Ya seperti itu mas”.
FP : “Tentunya banyak mas, dari mulai membuat jadwal kegiatan,
menyediakan tempat, menyediakan konsumsi, walaupun hanya air minum gelasan, sosialisasi program, rapat rutin setiap satu bulan sekali itu pasti disisipi oleh ini mas, berdiskusi”.
HK : ”Yang dilakukan banyak mas, yang pasti merencanakan program
membuat jadwal kegiatan, menyediakan tempatnya kita hanya tinggal berangkat saja mas”.
TN : “Banyak mas, Membuat jadwal kegiatan mas, sosialisasi program,
pelaksana program, menyediakan tempat, semua yang menghandel Krang Taruna mas”.
AS : “Yang saya tahu mas, Karang Taruna ini melakukan banyak mas
cotohnya dengan membuat jadwal kegiatan, jadi misalkan nanti jadwalnya pada hari itu tidak ada, nanti diganti hari apa sudah ada yang kasih tau mas. Biasanya dengan SMS”.
LW : “Banyak mas yang dilakukan, dengan membuat jadwal kegiatan, woro-woro untuk latihan mas, terus menyediakan tempat mas”. MR : “Menyusun jadwal mas, terus sosialisasi, semua yang melakukan
Karang Taruna mas. Terus tempat latihan yang menyediakan Karang Taruna, walaupun alat yang dugunakan pinjam mas.”
SA : “Menyusun jadwal kegiatan mas, terus sosialisasi, memberikan
pengumuman-pengumuman saat kumpul bersama mas. Banyak mas, menyediakan tempat untuk pelatihan itu, terus membeli air mineral gelasan.”
WR : “Yang dilakukan ya banyak mas, semua dilakukan oleh Karang Taruna ini. Sosialisasi, terus soal jadwal kegiatan mas.”
Kesimpilan : Karang Taruna melakukan perencanaan, pelaksanaan program, san evaluasi program. Selain itu tentang sosialisasi kegiatan, penyusunan jadwal kegiatan serta penyediaan tempat.
2. Apa yang anda ketahui tentang program pemberdayaan pemuda melalui pelatihan karawitan di Karang Taruna ini ?
FP : “Pemberdayaan ini dimulai agak sudah lama, dan juga sudah rutin
seperti hajatan dll. Sudah banyak juga yang sudah dipelajari di pelatihan ini, tentang tembang-tembang jawa.”
HK : ” Ya pemberdayaan ini merupakan pemberdayaan yang dilakukan
di Karang Taruna ini melalui pelatihan karawitan gamelan jawa, program ini sampai sekarang masih berjalan dan saya berharap juga semoga akan terus berjalan. Program ini sudah lama mas ada, dulu yang saya tahu pencetus program ini adalah dari Karang Taruna ini sendiri.”
TN : “Yang saya tahu tentang pemberdayaan pemuda disini adalah
pemberdayaan pemuda disini adalah pelatihan karawitan gamelan jawa. yang sudah rutin diadakan disini dari dulu, biasanya akhir pekan mas, hari minggu malam. Kalau tidak ya jumat mas.”
AS : “Pemberdayaan melalui karawitan gamelan ini dilakukan sudah
sejak lama mas, dan sekarang juga masih berjalan dengan baik dan lancar.”
LW : “Ya program ini dilaksanakan oleh Karang Taruna mas, sudah lama
dilaksanakan dan sampai sekarang juga masih dilaksanakan mas.”
MR : “Program pemberdayaan ini dilaksanakan setiap minggu mas, dan
sampai sekarang juga masih dilaksanakan. Tapi kalau ada acara, seperti hajatan atau ada yang meninggal biasanya tidak ada mas.”
SA : ”Program pemberdayaan ini setahu saya sudah lama mas
dilaksanakan, biasanya rutin setiap minggu mas, harinya minggu malam dan sampai sekarang juga masih terus mas.”
WR : “Ya program ini dilaksanakan oleh Karang Taruna MAP’S 03 ini
mas, sudah lama dilaksanakan dan sampai sekarang juga masih dilaksanakan juga mas.”
Kesimpulan : Program pemberdayaan ini dalaksanakan oleh Karang Taruna MAPS dalam waktu yang sudah lama.
3. Apa tujuan Karang Taruna menyelenggarakan program pemberdayaan pemuda melalui karawitan gamelan jawa ini ?
UD : “Yang jelas dan utama adalah untuk memberdayakan pemuda
mas, agar pemuda itu lebih berdaya dan memiliki ketrampilan. Selain itu juga agar ada kegiatan positif mas di dalam Karang Taruna. Setidaknya, nanti mengurangi hal-hal negative mas.”
AP : “Intinya sebenarnya biar ada kegiatan positif mas, karena disini sudah lama tidak ada kegiatan yang dilakukan oleh Karang Taruna itu sendiri.”
Kesimpulan : tujuan diadakannya pemberdayaan pemuda melalui pelatihan karawitan gamelan jawa adalah untuk memberdayakan pemuda dan agar ada kegiatan positif.
4. Apa yang menjadi latar belakang diselenggarakaannya pemberdayaan pemuda dalam Karang Taruna ini ?
UD :” Sebenarnya awal yang melatarbelakangi pemberdayaan ini
adalah ketika pergantian pengurus, dari yang dulu menjabat sampai diganti. Ketika itu, ada salah satu orang warga tetangga desa mempunyai seperangkat gamelan, kemudian menawarkan ke karang taruna kami. Selelah disusun sedemikian rupa, akhirnya pemberdayaan itu dimulai. Selebihnya, selain itu, karena didaerah kami jarang ada kegiatan yang bersifat memberdayakan maka dibuat pemberdayaan ini agar pemuda disini memiliki kegiatan positif. Selain itu, karena disini juga rawan kegiatan negatif mas, seperti mabuk-mabukan, perkelaihan antara pemuda, maka dari itu disusun pemberdayaan ini agar lebih positif mas kegiatannya.”
AP : “Awal dulu itu kegiatan ini dilaksanakan adalah ada usulan dari
salah satu warga untuk mencoba bermain gamelan, setelah itu banyak yang antusias mas. Ya sudah sekalian dibuat kegiatan rutin
Kesimpulan : Latarbelakang kegiatan pelatihan ini ada usulan dari warga untuk bermain gamelan dan meminimalisir kegiatan negatif.
5. Bagaimana kedudukan Karang Taruna dalam pemberdayaan ini ?
UD : “Kedudukan kami disini adalah sebagai organisasi masyarakat
yang menyelenggarakan program pemberdayaan pemuda ini mas. Penyelenggara yang merencanakan kegiatan, proses saat pelaksanaan kegiatan maupun saat evaluasi program.”
AP : “Kami disini sebagai penyelenggara program mas, sebagai
organisasi kemasyarakatan yang menyelenggarakan program pemberdayaan.”
FP : “Karang Taruna ini sebagai organisasi mas, yang ada di lingkup
masyarakat yang menyelenggrakan program pemberdayaan pelatihan.”
HK : “Organisasi yang menyelenggrarakan program pemberdayaan ini
mas atau penyelenggara program pemberdayaan peltihan mas.”
TN : “Sebagai penyelenggra program mas, semua dilakukan oleh
Karang Taruna ini mas.”
AS : “Sebagai yang melaksanakan program pemberdayaan melalui
karawitan ini mas.”
LW : “Sebagai yang mengkoordinasi tentang penyelenggaraan program
ini mas. Yang menyelenggarakan juga Karang Taruna.”
MR : “Sebagai penyelenggara kegiatan pelatihan ini mas.”
SA : “Sebagai penyelenggara kegiatan ini mas. Semua dilakukan oleh
Karang Taruna ini mas.”
Kesimpulan : Kedudukan Karang Taruna sebagai organisasi kemasyarakatan yang menyelenggarakan program pelatihan.
6. Siapa sasaran dari program pemberdayaan ini ?
UD : “Sasaran pemberdayaan kami adalah pemuda dari anggota Karang
taruna MAP’S 03 itu sendiri. Tidak ada patokan umur, yang jelas masih anggota karang taruna dan bersedia melaksanakan kegiatan pemberdayaan ini.”
AP : “Sasaran pemberdayaan kami jelas mas adalah pemuda anggota
dari Karang Taruna MAP’S 03 Dusun Plumbon.”
Kesimpulan : Sasaran kegiatan ini adalah pemuda anggota Karang Taruna MAPS 03.
7. Apa saja program-program dalam Karang Taruna ini selain program pemberdayaan ini ?
UD : “Selain program pemberdayaan ini, kami juga mempunyai suatu
kegiatan yang kami namakan itu “jimpitan”. Jimpitan itu merupakan tradisi gotong-royong desa dalam wujud sumbangan sukarela berupa uang atau beras dengan skala kecil 1-2 sendok beras setiap malam minggu yang diletakkan di gelas aqua dan digantung di depan rumah masing-masing warganya. Kegiatan ini di lakukan dari rumah ke rumah, dengan jumlah sedikit secara kontinyu sesuai dengan keikhlasan warga yang memberi. Jimpitan kami gunakan untuk operasional dan untuk kas Karang Taruna. Kas nanti gunannya untuk melaksanakan kegiatan pemberdayaan ini juga, membeli perlengkapan untuk sinoman dll.
AP : “Ada mas, itu jimpitan setiap malam minggu. Sasaran dari jimpitan ini adalah warga, jadi warga memberikan beras yang diletakkan di suatu tempat dan digantung didepan rumah mas. Nanti kami para anggota yang mengambil mas.”
FP :” Selain karawitan ada program jimpitan mas, jimpitan itu seperti memberi dengan ikhlas berupa beras mas, yang memberi semua warga lingkungan Plumbon Nantinya beras ini akan dijual dan untuk kas Karang Taruna mas.”
HK : “Ada mas, itu program jimpitan yang dilaksanakan setiap hari sabtu,
malam minggu. Jadi itu kami setiap malam minggu muter ke seluruh lingkungan Plumbon untuk mengambil beras yang di letakkan di wadah kecil mas, nanti dikumpulkan dan dijual. Uang itu gunannya untuk kas Karang Taruna mas.”
TN : “Itu ada program jimpitan mas, yaitu memberi beras kalau orang jawa biasanya “satu jimpit” diletakkan diwadah dan diambil oleh Karang taruna mas. Itu selanjutnya digunakan untuk kas Karang Taruna mas.”
AS : “Ada program yang namanya jimpitan mas, kami biasanya muter satu lingkungan untuk mengambil beras yang diletakkan diwadah kecil seperti wadah minuman gelasan mas. Biasanya malam minggu mas, dan itu rutin setiap minggu.”
LW : ” Itu program jimpitan mas, yang setiap malam minggu dilakukan,
biasanya kalau tidak hujan, tapi kalau hujan diganti hari lain mas.” MR : “Ada mas, ya itu jimpitan setiap malam minggu. Semua pemuda
anggota Karang Taruna berkumpul, biasanya di perempatan mas yang ada pos kamlingnya. Nah, nanti dibagi menjadi 4 mas, karena disini ada 4 RT.”
SA : “Ya itu mas Jimpitan setiap malam minggu. Itu sudah rutin mas dilakukan, kalau misalkan hujan nanti ya ganti hari mas. Itu kebersamaannya sangat erat mas, semua bisa menyatu jadi satu, yang masih remaja dan mas-masnya yang sudah dewasa.”
WR : “Ada mas, itu program jimpitan mas. Biasanya dilakukan setiap malam minggu, tengah malam itu mas. Kita muter-muter lingkungan sini sambil ronda juga mas, istilahnya jaga malam mas.”
Kesimpulan : Selain program pemberdayaan, juga ada program jimpitan yaitu bentuk gotong royong dengan memberi beras setiap malam minggu. 8. Menurut anda apakah peran Karang Taruna untuk pemberdayaan
pemuda melalui pelatihan karawitan gamelan yang dilakukan sudah maksimal ?
FP : “Menurut saya apa yang dilakukan Karang Taruna sudah maksimal
ya, karena mulai dari awal dulu Karang Taruna sudah konsisten tentang pelatihan ini. Mungkin malah pemudanya yang kurang konsisten, karena semua itu juga dimulai dari diri sendiri mas.”
HK : “Sudah maksimal mas, karena semua yang mengurus dari Karang
Taruna sendiri. Mungkin yang sedikit membuat rancu adalah dari kita sendiri, yang mengikuti pelatihan. Karena sekarang cuaca tidak menentu jadi kadang-kadang males, seperti itu mas. Tapi kalau untuk Karang taruna seniri sudah maksimal mas yang diberikan.”
TN : “Menurut saya sudah mas, Karang Taruna sudah melakukan yang
maksimal. Semua dilakukan dengan baik mas.”
AS : “Kalau untuk pemberdayaan ini saya rasa sudah maksimal ya mas
apa yang dilakukan oleh organisasi ini. Karena cikal bakal pemberdayaan ini juga dari Karang taruna mas, dan anggota semua mendukung mas adanya pemberdayaan ini.”
LW : “sudah maksimal ya mas apa yang dilakukan oleh organisasi ini. Karena awal mula pemberdayaan ini juga dari Karang taruna mas, semua tokoh masyarakat mendukung mas adanya pemberdayaan ini.”
MR : “Sudah mas, karena yang mengurusi semua Karang Taruna. Yang
ikut pelatihan gamelan ini ya tinggal berangkat mas, tempat juga sudah ada.”
SA : “Menurut saya sudah mas, karena ya Karang Taruna yang bertanggung jawab mas dengan pelatihan ini. Yang membuat jadwal ya Karang taruna, uang buat beli minum ya dari kas karang tauna
WR : “Ya menurut saya sudah mas, karena ya yang koordinasi semua adalah Karang Taruna ini mas.kita hanya tinggal melaksanakan pelatihan.”
Kesimpulan : Apa yang dilakukan oeh Karang Taruna mengenai program pemberdayaan ini sudah maksimal.
9. Apakah anda mengetahui tentang program pemberdayaan pemuda melalui pelatihan karawitan gamelan jawa di Karang taruna ini ?
AS : “Iya mas, saya mengetahui betul program yang dijalankan oleh
Karang taruna ini, karena memang kedudukan saya di Dusun Plumbon ini adalah Ketua RW jadi apapun yang dilakukan oleh warga saya, saya mengetahuinya. Terlebih dalam struktur Karang Taruna, saya sebagai penanggung jawab dari Karang Taruna mas.”
SP : “Saya mengetahui program pemberdayaan dari Karang Taruna
ini mas, karena posisi saya di dalam kepengurusan adalah Pembina Karang Taruna mas. Segala program di dalam Karang Taruna ini saya mengetahui mas, selain ini ada program jimpitan itu mas yang biasanya dilakukan anak-anak setiap malam minggu.”
SR : “Saya mengetahui mas pemberdayaan yang dilakukan oleh
Karang taruna ini, karena saya juga sering dari rumah mendengarkan alunan musik gamelan mas. Walapun Karang taruna tidak melakukan sosialisasi kepada kami, namun kami mengetahuinya mas. Kami juga senang para pemuda melakukan kegiatan positif seperti itu, ketimbang melakukan kegiatan yang kuarng berguna mas.”
TR : “Iya mas saya mengetahui program pemberdayaan yang
dilakukan di Karang taruna ini mas, walaupun saya tidak ikut dalam pelatihan ini namun saya juga ikut merasakan antusiasme pera pemuda anggota Karang Taruna untuk melaksanakan pemberdayaan ini mas.”
Kesimpulan : Mengetahui progam peberdayaan pemuda melalui karawitan gamelan jawa yang dilaksanakan oleh Karang Taruna MAPS. 10. Apakah anda mendukung dengan adanya pemberdayaan tersebut ?
AS : “Saya sangat mendukung segala bentuk kegiatan yang dilakukan
oleh Karang Taruna mas, selagi itu adalah kegiatan positif kami akan terus mendukung. Terlebih bila nanti Karang Taruna mengalami hambatan, kami dengan tangan terbuka akan membantu mas. Saya juga sering melihat ketika anak-anak sedang latihan, mereka juga begitu antusias dengan kegiatan ini mas.”
SP : “Saya sebagai Pembina dari Karang Taruna sangat mendukung
dan sangat memberikan apresiasi yang tinggi terhadap apa yang dilakukan oleh anak-anak mas. Segala kegiatan positif yang dilakukan saya sangat amat mendukung mas, semua itu juga nantinya akan berguna bagi anak-anak. Saya selalu memotivasi anak-anak agar mereka lebih maju lagi, lebih giat lagi dalam berbagai hal mas. Mungkin bukan cuma saya yang mendukung program ini, tetapui seluruh lapisan masyarakat Lingkungan Plumbon akan mendukung sepenuhnya mas.”
SR : “Saya sangat mendukung mas pemberdayaan yang dilakukan
oleh Karang Taruna ini, karena memang dari dulu Karang Taruna ini jarang mas ada kegiatan yang sifatnya kontinyu, dan lagi pula sasarannya juga anak-anak mas. Selain mmendapat pengalaman juga akan mendapatkan ilmu mas.”
TR : “Saya sangat mendukung mas apa yang dilakukan oleh Karang
Taruna ini, kebetulan juga anak saya ikut mas dalam pelatihan tersebut. Jadi,nsaya selalu mendukung, apalagi itu kegiatan positif mas. Sebisa mungkin pelatihan tersebut juga berjalann terus mas.” Kesimpulan : Mendukung semua kegiatan yang dilakukan oleh Karang
11. Bagaimana keterlibatan Karang Taruna sebagai organisasi masyarakat dalam kegiatan kemasyarakatan ?
AS : “Untuk soal keterlibatan, Karang Taruna ini sangat terlibat mas
dalam kegiatan kemasyarakatan. Sebagai contoh, misalkan ada orang hajatan, dari Karang taruna sendiri sudah mengkoordinasi jadwal sinoman, menyiapkan segala macam barang yang diperlukan seperti meja, kursi, kotak uang itu mas. Semua dilakukan gotong royong oleh anggota Karang taruna. Selain itu waktu, rabat beton pembuatan jalan. Anggota karang taruna juga membantu mas, dengan suka rela. Pembangunan tempat wudhu pun juga demikian mas. Saya kira Karang taruna sebagai oraganisasi cukup membantu dan terlibat dalam segala kegiatan Lingkungan mas.”
SP : “Sangat terlibat mas, bahkan dalam segala hal di Lingkungan ini
Karang taruna pasti terlibat mas. Dari gotong royong, rapat desa, dan hal-hal lain pasti Karang taruna ini terlibat dan selalu kami libatkan.”
SR : “Sangat terlibat mas, entah itu acara hajatan, orang yang
meninggal, atau pun kerja bakti gotong royong Karang Taruna selalu terlibat mas dalam kegiatan. Bahkan mas, Idul Adha pun juga terlibat, ya ikut membantu membagikan daging hewan kurban maupun melayani semua pengurus yang melaksanakan pemotongan hewan kurban mas.”
TR : “Kalau Karang Taruna sini sangat terlibat mas dalam kegiatan
kemasyarakatan, tanpa disuruh pun mereka juga sudah tahu mas. Misalnya gotong royong, mereka juga ikut terlibat mas.”
Kesimpulan : Karang Taruna MAPS terlibat dengan segala kegiatan kemasyarakatan.
B. Proses Pemberdayaan Pemuda Melalui Pelatihan Karawitan Gamelan Jawa 1. Bagaimana proses perencanaan program pemberdayaan pemuda ini ?
UD : “Proses perencanaan program ini, kami awalnya membuat jadwal
kegiatan, jadwal kegiatan meliputi hari dan jam. Biasanya dilakukan pada hari minggu malam, atau hari jumat sesudah sholat jumat. Kalau soal jam, biasanya menyesuaikan saja. Selain itu juga sosialisasi kepada pemuda anggota Karang Taruna mas, itu menjadi penting karena kal"au tidak disosialisasikan saat rapat atau pertemuan, para anggota tidak tahu mas.”
AP : “Awalnya ya membuat jadwal kegiatan mas, menentukan hari dan
jam. Setelah itu sosialisasi kepada para anggota mas.”
Kesimpulan : Proses perencanaan dengan membuat jadwal kegiatan kemudian disosialisasikan kepada anggota.
2. Bagaimana sosialisasi yang dilakukan oleh Karang Taruna dalam pemberdayaan ini ?
UD : “Biasanya kita sosialisasikan dengan teman-teman saat rapat rutin
Karang Taruna mas. Biasnya itu satu bulan sekali mas. Nanti kita lihat respon dari teman-teman bagaimana, seperti itu.”
AP : “Biasanya disosialisasikan saat rapat mas, kalu tidak ya saat ngumpul bareng-bareng. Di tempat hajatan, atau pas ada gotong royong.”
FP : “Sosialisasi yang dilakukan saat rapat rutin satu bulan sekali mas, kalau tidak ya saat ada acara, misalnya gotong royong,atau saat acara hajatan. Tidak harus formal mas sosialisasinya, hanya sebatas diskusi-diskusi kecil.”
HK : “Sosialisasi yang dilakukan biasanya saat rapat rutin Karang Taruna mas, itu dilaksanakan satu bulan sekali. Tidak harus formal
sih mas, saat ngumpul-ngumpul juga kadang disisipi evaluasi, kadang-kadang juga untuk sekedar dibuat humor mas”
TN : “Kalau untuk sosialisasi dilakukan saat rapat Karang Taruna mas,
biasanya dilakukan satu bulan sekali. Sebenarnya disini kalau rapat tidak selalu formal mas, yang pasti biasanya penting semua pemuda anggota Karang taruna berkumpul, untuk mempererat persaudaraan juga.”
AS : “Biasanya saat rapat Karang Taruna dilaksanakan mas, malam
minggu setiap awal bulan mas. Jadi satu bulan sekali mas.”
LW : “Biasanya setiap rapat rutin Karang Taruna mas, setiap satu bulan sekali pasti ada sosialisasi atau “woro-woro”.”
MR : “Sosialisasinya biasanya saat rapat Karang Taruna mas, satu bulan
sekali mas dilaksanakan. Terus saat kumpul-kumpul bersama mas.” SA : “Sosialisasinya biasanya pas kumpul-kumpul bareng mas, saat
mau jimpitan atau saat cuma kumpul biasa dan saat rapat Karang Taruna mas.”
WR : “Sosialisasinya ya saat rapat itu mas, rapat rutin setiap satu bulan sekali mas. Kalau tidak ya pas kumpul-kumpul itu mas, hanya seperti ngobrol-ngobrol dan tanya jawab mas.”
Kesimpulan : Sosialisasi dilakukan saat rapat rutin Karang Taruna dan saat ada acara-acara lain atau saat kumpul yang tidak formal.
3. Bagaimana proses pelaksanaan program pemberdayaan pemuda ini ?
UD : “Untuk pelaksanaan program biasanya dilakukan selama kurang
lebih ya 2 jam. Dengan dibantu oleh bapak Suratno. Bapak suratno ini adalah sebagai penanggung jawab sekaligus seperti tutor, kebetulan beliau dulu menjabat sebagai ketua Rw Dusun Plumbon. Pan suratno juga dibantu dengan bapak Agus Rahadi, beliau berprofesi sebagai kepala Sekolah, yang juga menjadi seorang
dalang. Untuk soal keuangan tidak mengeluarkan biaya banyak ya mas, paling hanya air mineral gelasan itu.”
AP : “Untuk pas pelaksanaan kegiatan itu kami hanya memantau saja mas, lancar atau tidak. Biasanya itu dilaksanakan selama 1.5 sampai 2 jam. Banyak juga mas yang membantu saat pelaksanaan, tapi sifatnya mungkin hanya mengkondisikan saja agar tetap kondusif. Untuk saat pelaksanaan biasanya dibantu oleh pak Suratno mas, yang bertindak sebagai tutor.”
FP : “Pelaksanaan biasanya dilaksanakan rutin minggu malam mas, kalau tidak ya hari jum’at habis sholat jumat. Biasanya selama kurang lebih 2 jam. Nanti kita dibantu oleh Bapak Suratno Dan Pak Agus, istilahnya belajar bersama mas. Nanti biasanya mas Udin datang untuk melihat proses.”