BAB II KAJIAN TEOR
2. Teori dan Konsep Pemberdayaan
Pemberdayaan adalah suatu istilah yang menunjukkan adanya suatu bentuk aktivitas untuk melakukan suatu kegiatan atau aktivitas yang bermakna untuk membangun atau melaksanakan sesuatu secara baik. Wikipedia (2010:1) mendefinisikan pemberdayaan adalah proses berinisiatif untuk memulai proses kegiatan sosial untuk memperbaiki situasi dan kondisi diri sendiri.
Pengertian pemberdayaan menurut Mc Ardle sebagaimana yang dikutip Harry Hikmat mengartikan : pemberdayaan sebagai proses pengambilan keputusan oleh orang yang secara konsekuen melaksanakan keputusan tersebut. Orang yang telah mencapai tujuan kolektif diberdayakan melalui kemandiriannya, bahkan merupakan “keharusan” untuk lebih di
berdayakan melalui usaha mereka sendiri dan akumulasi pengetahuan, ketrampilan dan sumber lainnya dalam rangka mencapai tujuan mereka tanpa bergantung pada pertolongan eksternal. Namun demikian, McArdle mengimplikasikan hal tersebut bukan untuk mencapai tujuan, melainkan makna pentingnya proses dalam pengambilan keputusan. (Harry Hikmat, 2010:3).
Definisi pemberdayaan dalam arti sempit, yang berkaitan dengan sistem pengajaran antara lain dikemukakan oleh Merriam Webster dan Oxford English Dictionary kata “empower” mengandung dua arti. Pengertian pertama adalah to give power of authority dan pengertian pengrtian kedua berarti to give ability to or enable, dalam pengartian pertama diartikan sebagai memberi kekuasaan, mengalihkan kekuasaan, atau mendelegasikan atoritas ke pihak lain. Sedangkan, dalam pengertian kedua, diartikan sebagai upaya untuk memberikan kemampuan atau keberdayaan.
Sedangkan proses pemberdayaan dalam konteks aktualisasi diri berkaitan dengan upaya untuk meningkatkan kemampuan individu dengan menggali segala potensi yang dimiliki oleh individu tersebut baik menurut kemampuan keahlian (skill) ataupun pengetahuan (knowledge). Seseorang tokoh pendidikan Paulo Freire, berpendapat bahwa pendidikan seharusnya dapat memberdayakan dan membebaskan para peserta didiknya, karena dapat mendengarkan suara dari peserta didik. Yang dimaksud suara adalah
segala aspirasi maupun segala potensi yang dimili oleh peserta didik tersebut.
Pada intinya pemberdayaan adalah membantu klien atau peserta didik untuk memperoleh daya untuk untuk mengambil keputusan dan menentukan tindakan yang akan dilakukan terkait dengan diri mereka termasuk mengurangi hambatan pribadi dan sosial. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dan rasa percaya diri untuk menggunakan daya yang dimiliki antara lain dengan transfer daya dari lingkungannya. (Onny S. Prijono dan A.M.W Pranaka, 1996 : 8)
Dari beberapa pernyataan mengenai pemberdayaan, dapat disimpulkan bahwa pemberdayaan merupakan suatu proses untuk membuat berdaya suatu kelompok maupun organisasi melalui kegiatan pemberian, pengembangan maupun penguatan kemampuan terhadap potensi yang telah dimiliki sehingga nantinya diharapkan akan tercipta kemandirian.
Dengan demikian, kegiatan yang berkaitan dengan pemberdayaan pemuda dirasa cukup penting untuk mengembangkan potensi pemuda itu dalam pemberdayaan yang dilakukan oleh Karang Taruna yaitu dengan kegiatan pelatihan yang melibatkan pemuda.
B.Tujuan Pemberdayaan
Tujuan yang ingin dicapai dari pemberdayaan adalah untuk membentuk individu dan masyarakat menjadi berdaya dan mandiri. Kemandirian tersebut meliputi kemandirian berfikir, bertindak dan mengendalikan apa yang mereka lakukan tersebut. Kemandirian masyarakat
adalah merupakan suatu kondisi yang dialami oleh masyarakat yang ditandai oleh kemampuan untuk memikirkan, memutuskan serta melakukan sesuatu yang dipandang tepat guna mencapai pemecahan masalah-masalah yang dihadapi dengan mempergunakan daya kemampuan yang terdiri atas kemampuan kognitif, konatif, psikomotorik, afektif, dengan mengerahkan sumberdaya yang dimiliki oleh lingkungan internal masyarakat tersebut.
Terjadinya keberdayaan pada empat aspek tersebut akan dapat memberikan kontribusi pada terciptanya kemandirian masyarakat yang dicita-citakan, dalam masyarakat akan terjadi kecukupan wawasan, yang dilengkapi dengan kecakapan-kecakapan yang memadai, diperkuat oleh rasa memerlukan pembangunan dan perilaku sadar akan kebutuhan tersebut. (Ambar Teguh S, 2004 : 81).
Pada dasarnya pemberdayaan bertujuan untuk memberikan kesempatan membentuk individu maupun kelompok agar lebih berdaya dan mandiri melalui proses belajar maupun pelatihan yang telah direncanakan sehingga diharapkan terjadi suatu kemajuan.
C.Karakteristik Pemuda
Sudah tidak diragukan bahwa pemuda merupakan generasi penerus yang menjadi harapan bangsa. Bagi orang tua, anak-anak mereka adalah harapan untuk meraih lebih dari apa yang sudah mereka capai. Bagi para guru, mudrid-murid adalah harapan untuk mengetahui banyak hal bahkan memperoleh sesuatu yang baru yang lebih inoivatif dan berguna.
Banyak kisah pemuda penerus bangsa yang telah menjadi harapan dan membanggakan bangsa khususnya di Indonesia, salah satu contohnya adalah Rio Haryanto yang membawa bendera Indonesia berkibar diajang Formula-1, ada pula Debby Susanto dan Praveen Jordan yang bulan mei kemarin sukses menjuarai All England, dan masih banyak lagi kisah pemuda berprestasi lainnya.
Tetapi ternyata disamping itu banyak juga kisah pemuda yang merusak citra mereka sebagai generasi penerus yang seharusnya menorehkan berbagai prestasi. Ini terbukti terbukti dengan maraknya berita mengenai kasus pencabulan dibawah umur, yang baru saja terjadi adalah kasus yuyun bocah yang masih duduk dibangku Sekolah Dasar menjadi korban karena digilir oleh 13 pemuda yang sangat sadis, selain itu kasus geng motor yang melakukan tindakan premanisme juga melibatkan pemuda. Seperti yang sudah kita lihat bagaimana pemuda secara positif maupun negatif mempengaruhi pembangunan bangsa dan negeri. Tentu pemuda yang secara positif lah yang diharapkan menjadi penerus dimasa depan, untuk itu karakter yang baik merupakan hal yang tidak dapat ditolelir untuk ditanamkan di dalam diri pemuda sedini mungkin.
Dalam UU. No 40 Tahun 2009 tentang kepemudaan menjelaskan bahwa pemuda adalah warga Negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16-30 tahun.
Pemuda adalah golongan manusia-manusia muda yang masih memerlukan pembinaan dan pengembangan kearah yang lebih baik, sesuai
dengan ciri-ciri khas pemuda secara umum yang dipaparkan oleh Andi Mappiare (1982 :36-40) antara lain :
1. Stabilitas mulai timbul dan meningkat.
Dalam masa ini terjadi keseimbangan tubuh dan anggota badan, panjang dan besar berimbang, stabil dan minat-minatnya pergaulan dengan sesame ataupun lawan jenis dan mereka relatif mantap dan tidak mudah berubah pikiran akibat adanya rayuan ataupun propaganda.
2. Citra diri dan pandangan yang realistis
Dalam fase ini seseorang individu cenderung mampu dan mulai menilai diri sebagaimana adanya, menghargai miliknya, keluarga dan lingkungan sesungguhnya yang dapat menimbulkan perasaan puas untuk mencapai kebahagiaan.
3. Menghadapi masalahnya secara lebih tenang
Kematangan ditunjukkan dengan pemecahan masalah-masalah yang dihadapi baik dengan cara sendiri ataupun dengan cara diskusi bersama teman-teman sebaya. Langkah seperti ini lebih dapat menyesuaikan diri dalam banyak situasi lingkungan dan situasi-situasi perasaan diri.
4. Perasaan menjadi lebih tenang
Pada masa ini umumnya remaja lebih tenang menghadapi masalah- masalahnya. Ketenangan perasaan dalam menghadapi rasa kecewa atau hal lain yang mengakibatkan kemarahan mereka ditunjang oleh adanya kemampuan pikir dan dapat menguasai perasaan.
Penggolongan remaja menurut Thordburg dalam Agus Dariyo (2004:3) terbagi dalam 3 tahap, yaitu (a) remaja awal (usia 13-14 tahun), (b) remaja tengah ( usia 15-17 tahun) (c) remaja akhir ( usia 18-21 tahun). Masa remaja awal, umumnya individu telah memasuki pendidikan dibangku sekolah menengah tingkat pertama (SLTP), sedangkan masa remaja tengah, individu sudah duduk di sekolah menengah atas (SMA). Kemudian, mereka yang tergolong remaja akhir, umumnya sudah memasuki dunia perguruan tinggi atau lulus SMU dan mungkin sudah bekerja.
Selanjutnya, santrock mengartikan masa remaja (adolescence) sebagai masa perkembangan transisi antara masa anak dan masa dewasa yang mencakup perubahan biologis, kognitif, dan sosial-emosional. Masa remaja dimulai kira-kira usia 10 sampai 13 tahun dan berakhir antara usia 18 dan 20 tahun (santrock, 2003). Perubahan biologis, kognitif dan sosial- emosional yang terjadi berkisar dari perkembangan fungsi seksual, proses berfikir abstrak sampai pada kemandirian. Semakin banyak ahli perkembangan yang menggambarkan remaja sebagai masa remaja awal dan akhir. Masa remaja awal kira-kira sama dengan masa sekolah menengah dan mencakup kebanyakan perubahan pubertas.
Pemuda dalam hal ini sebagai generasi penerus harus mampu berperan aktif sebagai kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen perubahan dalam segala aspek pembangunan nasional. Peran aktif pemuda sebagai kekuatan moral dapat diwujudkan dengan menumbuhkembangkan aspek etik dan moralitas dalam bertindak pada setiap dimensi kehidupan,
memperkuat iman dan takwa serta ketahanan mental spiritual dan meningkatkan kesadaran hukum.
Dari berbagai uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pemuda identik sebagai sosok yang berusia produktif dan mempunyai karakter yang khas, optimis, berfikir maju, maupun memiliki moralitas. Kelemahan yang sangat terlihat dari pemuda adalah kontrol diri dalam artian mudah emosional, sedangkan kelebihan pemuda yang menonjol adalah mau menghadapi perubahan, baik perubahan kultural maupun perubahan sosial dengan menjadi pelopor perubahan itu sendiri.
D.Pengertian Pemberdayaan Pemuda
Sebagai makhluk sosial, pemuda tidak dapat berdiri sendiri, hidup bersama-sama, dapat menyesuaikan diri dengan norma-norma, kepribadian, dan pandangan hidup yang dianut oleh masyarakat. Sebagai makhluk individu artinya pemuda tidak bisa melakukan kebebasan dengan sebebas- bebasnya, tetapi disertai tanggung jawab terhadap diri sendiri, terhadap masyarakat, dan juga terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Pemuda adalah kelompok masyarakat yang mulai mencari jati dirinya, oleh karena itu manusia muda ini masih memerlukan pembinaan dan pengembangan potensi dalam dirinya agar menuju arah yang lebih baik dan membawa bangsanya ke dalam perubahan yang positif. Oleh karena itu, keterlibatan pemuda dalam proses pembaharuan dan pembangunan sangat diperlukan.
Kaum muda membawa semangat dan karakter yang kuat untuk memacu kelompok usia lain terhanyut dalam suasana yang berkobar. Semangat ini ditunjukkan dengan adanya prestasi, keunggulan khas, dapat diandalkan, daya juang dalam setiap persaingan dan tidak kalah penting yaitu modal moral. Pemberdayaan merupakan salah satu wujud program kegiatan untuk dapat membuat perubahan yang lebih baik dan peningkatan kualitas kaum muda.
Dalam Wahyu Tri Trisnani (2014: 24) Badan Pusat Statistik (BPS) mendefinisikan, pemuda adalah yang berumur 16-30 tahun (2010:10). Senada dengan hal tersebut, pengertian pemuda dalam UU nomor 40 tahun 2009 tentang Kepemudaan adalah warga Negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 (enam belas) sampai 30 (tiga puluh) tahun.
Dalam UU nomor 40 tahun 2009 tentang Kepemudaan menjelaskan pemberdayaan pemuda adalah kegiatan membangkitkan potensi dan peran aktif pemuda. Pemuda yang memiliki posisi generasi penerus bangsa digadang-gadang sebagai kelompok yang strategis untuk menanamkan jiwa revolusioner, kompetitif, optimis, bermoral dan berbudaya. Dengan segudang potensi yang dimiliki, pemuda mulai perlu diberdayakan dalam berbagai kehidupan dalam lingkungan masyarakat.
Kegiatan karang taruna dalam upaya pemberdayaan pemuda dilakukan melalui berbagai program seperti diungkap oleh Wahjudi Djaja berikut (2007:22-24) :
a. Kegiatan produktif dan ekonomis b. Pendidikan dan pelatihan
c. Menangani masalah sosial d. Olahraga dan kesehatan e. Kerohanian
Dari penjabaran kajian tentang pemberdayaan dan pemuda diatas dapat ditarik kesimpulan tentang pengertian pemberdayaan pemuda. Pemberdayaan pemuda adalah proses mendayagunakan atau meningkatkan serta mengembangan potensi yang dimiliki oleh pemuda guna memperkuat kemampuan daya yang dimiliki agar nantinya mereka dapat mencapai kemandirian.