LAMPIRAN 9 RODUKSI DATA
REDUKSI DATA No Aspek yang
diteliti
Display Verifikasi
Hasil Wawancara Hasil Observasi Hasil Dokumentasi
1. Perencanaan Pembelajaran
- Kurikulum yang digunakan kurikulum 2013, untuk semuanya sama (W.1.1.G) - Menyusun kurikulum dan
serangkaian perencanaan sewaktu libur semester, karena kurikulum 2013 baru diterapkan tahun ini. Jadi sekolah mendatangkan guru dari luar sekolah sebagai pelatih dalam penyusunan kurikulum (W.1.2.G)
- Progam semester disusun oleh guru dan kepala sekolah, dengan mengacu pada PERMENDIKBUD 146 tahun 2014. (W.1.3.G)
- Pemilihan tema dan subtema dilakukan pada libur semester sebelum awal tahun ajaran, satu yayasan dan setiap kelas disamakan
- RPPH berisi rencana kegiatan dalam sehari. (CD.3)
- Tema dan subtema dalam RKH mengacu dan seusai dari Dinas. (CD.3)
- Kurikulum yang digunakan menggunakan kurikulum 2013. Untuk kurikulum
inklusi, sekolah
menggunakan model
kurikulum reguler, yaitu kurikulum 2013 dengan beberapa modifikasi seperti layanan alokasi waktu, isi/materi kegiatan, dan layanan pendampingan yang disesuaikan dengan kondisi anak.
- Perencanaan pembelajaran berupa PROMES, RPPM, RPPH yang disusun untuk satu tahun oleh guru dan kepala sekolah sewaktu libur semester, sebelum tahun ajaran dimulai.
- Pemilihan tema dan subtema yang digunakan mengacu dan
144 semua. Tema didiskusikan
oleh para guru dan kepala sekolah. Subtema untuk anak reguler dan ABK disamakan, dan dibuat untuk satu tahun. (W.1.4.G)
- Pembuatan RPPH dilakukan pada libur semester sebelum awal tahun ajaran, penyusunan RPPH satu yayasan dan setiap kelas disamakan semua. RPPH disusun untuk satu tahun. RPPH didiskusikan oleh para guru dan kepala sekolah (W.1.5.G)
- Guru berperan menyusun dan memilih kegiatan dalam RPPH. (W.1.6.G)
- Anak reguler dan ABK tidak berperan dalam pemilihan sub.tema dan penyusunan RPPH (W.1.7.G)
disesuaikan dari Dinas. - Penyusunan progam semester
mengembangkan 6 bidang pengembangan yaitu: nam, kognitif, fisik motorik, bahasa, sosial emosional, dan seni.
- Untuk mengembangakan materi pembelajaran, mendesain kegiatan pembelajaran,
mengembangkan bahan ajar
merancang dan
melaksanakan penilaian hasil belajar, berpedoman pada PERMENDIKBUD Nomor 146 tahun 2014 berupa muatan kurikulum, kompetensi inti, kompetensi dasar, lama belajar, dan indikator percapaian perkembangan.
- RPPM di TK Islam Pelangi Anak Negeri berupa penjabaran dari PROMES, yang berisi kegiatan-kegiatan dalam mencapai indikator pencapaian perkembangan
145
- RPPH di TK Islam Pelangi Anak Negeri berupa penjabaran kegiatan dari RPPM, RPPH berisi kegiatan pembelajaran dalam satu hari yang dilaksanakan secara kelompok dan klasikal
- RPPH yang dibuat disamakan untuk semua kelas dan semua yayasan Pelangi Anak
2. Pelaksanaan Pembelajaran
- Apersepsi dilakukan sebelum kegiatan berlangsung, sebelum kegiatan kelas berlangsung. (W.2.1.G) - Metode yang digunakan
untuk ABK dan reguler sama. (W.2.2.G)
- Metode yang digunakan metode ceramah, bercerita, bercakap-cakap, pembiasaan, bernyanyi, dan pemberian tugas, menggunakan model kelompok. (W.2.3.G)
- Metode yang diterapkan untuk ABK dan reguler adalah sama. Tidak ada yang dibedakan, namun saat kegiatan ABK lebih dipantau
- Apersepsi dilakukan saat kegiatan pembuka dan sebelum kegiatan inti. Kegiatan pembuka lebih sering dengan kegiatan pembiasaan, hafalan, dan kegiatan motorik. Kegiatan pembuka dilakukan setiap hari.(CL 1)
- Penggunaan metode saat kegiatan untuk anak reguler & ABK sama (CL 2)
- Metode yang digunkan yaitu lebih sering menggunakan metode ceramah, pemberian tugas,
- Kegiatan pembelajaran untuk semua anak sama. Beberapa isi kegiatan seperti baca, tulis, dan berhitung disesuaikan
kemampuan anak
(Gambar 12)
- Media belajar berupa penggunaan media LKA, bukutulis, puzzle, dan bongkar pasang. (Gambar 15)
- Ketersediaan GPK, membantu ABK mandiri dan reguler lainya saat kesulitan belajar. GPK menerapi ABK yang masih dalam tahan
- Setiap anak di TK Islam Pelangi Anak Negeri mendapatkan layanan yang berbeda-beda, hal ini disesuaikan dengan karakter serta kemampuan anak. Layanan yang diberikan berupa pendampingan anak, materi belajar, dan penyampaian materi belajar. - Pemberian kegiatan,
penggunaan metode dan media untuk semua anak sama. Beberapa kegiatan disesuaikan dengan kemampuan anak
- Layanan pendampingan anak berupa ketersediaan GPK.
146 (W.2.1.4.G)
- Media yang digunakan untuk ABK dan reguler sama (W.2.5.G)
- Media yang digunakan biasanya LKA, dan disesuaikan dengan kegiatan yang akan dilakukan. (W.2.6.G)
- Media pembelajaran ABK dan reguler adalah sama, tidak ada perbedaan. Semua anak belajar dengan kegiatan dan media yang sama (W.2.7.G)
- ABK dan reguler mempunyai kewajiban dan hak yang sama (W.2.8.G)
- Guru memfasilitasi anak sewaktu kegiatan, membantu anak, dan menstimulasi anak. (W.2.9.G)
- Semua anak mendapatkan kegiatan yang sama, dengan metode dan media yang sama. Yang membedakanya adalah layanannya. Untuk ABK diberikan layanan yang
dan pembiasaan. (CL 2) - Semua metode yang
diterapkan sewaktu kegiatan pembelajaran untuk ABK dan reguler sama (CL 4)
- Penggunaan media saat kegiatan untuk anak reguler dan ABK sama (CL 4)
- Media yang digunakan lebih sering menggunakan media LKA dan buku tulis. (CL 4)
- Penggunaan media untuk ABK dan reguler semuanya sama (CL 4) - Kegiatan yang diberikan
saat pembelajaran untuk reguler dan ABK sama (CL 5)
- Guru pemberikan tugas belajar, mengarahkan anak untuk menikuti kegiatan. (CL 2)
- ABK dan reguler
mengerjakan tugas yang sama, sesuai dengan yang
terapi/belum mandiri. (Gambar 28)
- GPK di sediakan oleh sekolah (CD. 4)
- Cara yang digunakan GPK dalam pendampingan ABK yang sudah mandiri dan reguler sama, yaitu anak didekati, diarahkan, dan dibantu jika anak mengalami kesulitan belajar seperti belum memahami terhadap penggerjaan kegiatan. Pendampingan untuk ABK
yang masih dalam
terapi/belum mandiri, GPK mendampingi mulai dari anak tiba di sekolah hingga dijemput. Terapi yang dilakukan membiasakan anak untuk tau dan mengerti kegiatan-kegiatan yang ada ketika di sekolah.
- Layanan materi belajar yang diberikan setiap anak berbeda beda, beberapa materi belajar disesuikan kemampuan masing-masing anak. Materi yang diberikan pada kegiatan inti pembelajaran berisi materi dan kegiatan yang sama. meskipun materi yang
147 lebih, seperti adanya
pendampingan bagi ABK yang membutuhkan, terapi, dan pembiasaan yang lebih agar anak mampu mandiri seperti anak reguler lainya. (W.2.10.G)
- Ada (W.2.11.G)
- Guru pendamping kelas berperan membantu ABK atau anak reguler jika mengalami kesulitan dalam belajar. (W.2.12.G)
- Penyedia GPK Sekolah (W.2.13.G)
diberikan guru. Beberapa kegiatan disesuaikan dengan kemampuan anak, seperti baca, tulis, berhitung, dan baca iqra’ (CL 5)
- Terdapat guru pendamping kelas (CL 5)
- GPK di TK Islam Pelangi Anak Negeri bertugas untuk mendampingi ABK dan reguler yang mengalami kesulitan sewaktu pembelajaran. Cara yang digunakan GPK dalam pendampingan ABK yang sudah mandiri dan reguler sama, yaitu anak didekati, diarahkan, dan dibantu jika anak mengalami kesulitan belajar seperti belum meahami terhadap penggerjaan kegiatan. Pendampingan untuk ABK yang masih dalam terapi/belum mandiri, GPK mendampingi mulai
diberikan saat kegiatan berlangsung sama, namun guru tidak memaksakan kepada anak untuk harus menyelesaikan tugas. Tugas yang belum selesai biasanya guru akan meminta anak meneruskannya setelah kegiatan penutup
- Layanan penyampaian materi belajar di TK Islam Pelangi Anak Negeri kepada semua anak sama. Penggunaan metode dan media yang diterapkan di TK Islam Pelangi Anak Negeri berlaku untuk semua siswa, baik anak reguler dan ABK. Metode yang sering digunakan yaitu metode ceramah, pemberian tugas, dan pembiasaan. Pemberian tugas berupa mengerjakan kegiatan yang diberikan guru, yang biasa
terlaksana dengan
menggunaan media LKA dan buku tulis
148
dari anak tiba di sekolah hingga dijemput. Terapi
yang dilakukan
membiasakan anak untuk tau dan mengerti kegiatan-kegiatan yang ada ketika di sekolah. Seperti guru mengajak anak untuk dapat makan sendiri dan mencuci piring sendiri, anak dilatih untuk mencoba dan tetap didampingi selalu, anak diajak mengikuti kegiatan, meskipun anak tidak ikut mengerjakan tetapi anak tetap dikenalkan. (CL 5) 3. Evaluasi
Pembelajaraan
- Catatan anekdot, cheklist, dan portofolio (W.3.1.G) - Evaluasi biasanya dilakukan
setelah kegiatan dalam sehari selesai, dan pada puncak tema. Evaluasi ABK dan anak reguler sama, yang membedakan adalah hasilnya pada masing-masing anak. (W.3.2.G)
- Evaluasi biasanya dilakukan
- Evaluasi kegiatan belajar dilaksanakan saat kegiatan penutup, kegiatan evaluasi akhir tidak setiap harinya terlaksana. (CL 6) - Evalusasi kegiatan dilaksanakan saat kegiatan penutup. (CD. 3) - Pelaksanaan evaluasi perkembangan anak
dilakukan oleh guru.
- Evaluasi perkembangan dilaksanakan di awal dan akhir semster. Evaluasi awal menggunakan tes sidik jadi, dan evaluasi akhir menggunakan raport.
- Dalam penyusunan evaluasi perkembangan, beberapa
149 setelah kegiatan dalam sehari
selesai, dan pada puncak tema (W.3.3.G)
- Guru kelas (W.3.4.G)
teknik evaluasi yang digunakan adalah hasil karya, catatan anekdot, penugasan, dan observasi.
- Hasil beberapa teknik evaluasi dirangkum menjadi satu, sehingga menghasilkan laporan hasil penilaian. Setiap anak memiliki hasil evaluasi perkembangan yang berbeda-beda
- Hasil evaluasi dilaporkan kepada orang tua siswa setiap sebulan sekali dan pada akhir semester
- Dalam sebulan sekali sekolah menyediakan pertemuan orang tua, konsultasi perkembangan anak, jika terdapat beberapa aspek yang menyimpang orangtua bisa langsung mengkonsultasikan pada ahlinya
- Evaluasi akhir kegiatan dilakukan pada kegiatan penutup, kegiatan evaluasi akhir di TK Islam Pelangi Anak Negeri tidak setiap hari
150
terlaksana.
- Pelaksanaan evaluasi akhir pembelajaran dilakukan oleh guru dan anak-anak, evaluasi tidak dapat terlaksana sebab pada setiap harinya pada kegiatan penutup, diisi dengan doa setelah makan, ikrar, dan salam
4. Faktor-faktor Pendukung
dan Penghambat Pembelajaran
- Yang menghambat dan
mendukung dalam
pembelajaran adalah mood anak. mood anak berbeda-beda dan gampang berubah, apalagi ABK. (W.4.1.G) - Guru menyesuaikan dengan
mood anak, anak jika tidak ingin melakukan kegiatan maka tidak dipaksa, namun diarahkan. (W.4.2.G)
- Anak tidak berminat pada kegiatan, hal ini dipengaruhi oleh metode dan media yang sama dalam setiap harinya, yaitu metose ceramah dan media LKA (CL 4)
- Layanan bagi anak yang membutuhkan seperti pendampingan belajar bagi ABK dan reguler yang membutuhkan. (Gambar 28)
- Isi materi belajar yang disesuikan masing-masing kemampuan anak. (Gambar 25)
- Faktor pendukung
pembelajaran inklusi dipengaruhi oleh sekolah dan anak.
- Faktor pendukung dari sekolah yaitu sekolah memberikan fasilitas belajar yang sama untuk semua anak dan layanan yang sesuai kondisi anak. Seperti pendampingan dan isi materi yang disesuaikan kemampuan anak. Adanya layanan tes sidik jadi di awal tahun ajaran, membantu untuk mengetahui perkembangan anak secara detail. Dan ketersediaan GPK
151
pembelajaran inklusi, yaitu
kurangnya variasi
penggunaan metode dan media. Penggunaan media dan metode sangat mempengaruhi minat anak dalam kegiatan. Saat anak mempunyai minat dan berminat mengikuti kegiatan, maka kegiatan dapat berjalan dnegan lancar dan menghasilkan hasil yang memuaskan.
- Cara mengatasi faktor penghambat yaitu guru mengikuti minat anak, dan tidak memaksa anak untuk melakukan kegiatan. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar anak tidak merasa terpaksa, dan nyaman ketika belajar di sekolah.