• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN

Lampiran 6. Reduksi, Display dan Kesimpulan Wawancara

Analisis Data Reduksi, Display, dan Kesimpulan Hasil Wawancara

1. Apa yang melatar belakangi bapak/ibu untuk menjadi seorang pendidik di

Kelompok Bermain Bim Bim Cha ?

SR : “banyak mbak, yang paling mendasar karena saya cinta dan suka dengan anak- anak, dan saya merasa prihatin karena di masa yang sekarang ini banyak anak-anak yang belajar tidak pada usianya, misalnya anak-anak menyanyikan lagu orang dewasa juga degaradasi moral (penurunan moral anak) bahkan sosial. Selain kami ingin membuktikan terhadap masyakat luas bahwa pendidikan itu tidak mahal. Keluarga dengan ekonomi yang rendah pun juga berhak untuk memberikan pendidikan anak usia dini pada buah hati mereka.”

FS : “Awalnya memang dari sejarah saya, latar belakang saya itu sudah berkecimpung di dunia pendidikan. dulu saya karyawan di kantor PGTK, lalu timbul naluri saya untuk mengajar anak- anak. Saya merasa anak- anak adalah bagian dari hidup saya dan sudah berniat untuk mengabdikan diri sebagai pendidik.”

SA : “karena saya mempunyai prinsip untuk mempermudah orang lain, jadi ketika ketika bisa membantu orang lain, dengan tangan terbuka kita harus senantiasa membantu sehingga tidak heran ketika kita sedang ada masalah akan ada banyak orang yang mengulurkan tangan. Itu salah satu alasan saya ingin menjadi seorang pendidik, selain itu saya sangat

mencintai anak-anak, dunia anak-anak yang berwarna-warni membuat saya tertarik untuk membimbing mereka.

Kesimpulan : untuk menjadi seorang pendidik anak usia dini diawali dari sebuah niat untuk mengabdi kepada masyarakat luas. Tidak membedakan pseserta didik berdasarkan jenis kelamin, keadaan ekonomi keluarga, dan ras. Memperlakukan peserta didik sepserti buah hati sendiri dan memberikan kasih sayang yang tulus.

2. Bagaimana bentuk partisipasi yang dilakukan oleh bapak/ ibu pendidik

untuk meningkatkan kominikasi dengan peserta didik ?

SR : “Kami sebagai pendidik mengajar peserta didik dengan cinta dan kasih sayang, mengajarkan mereka sesuai dengan kebutuhan mereka. Memberikan punish and reward. Ketika peserta didik melakukan kesalahan kami memberikan nasehat untuk berlaku baik memmberikan contoh yang benar seperti ini atau seperti itu. Ketika mereka melakukan hal yang baik pun pendidik juga memberikan reward, misalkan dengan memberikan pujian, dengan maksud perbuatan yang baik tesebut dapat menjadi contoh untuk peserta didik yang lain.”

FS : “Bermula dari anak datang sampai pulang kami selalu memberikan perhatian dan mendampingi kegiatan mereka. Memberikan kasih sayang kepada peserta didik layaknya buah hati sendiri dan lebih mendekatkan diri kepada anak-anak menggunakan bahasa santun kepada mereka, memberikan contoh yang baik. Dan mengajarkan anak belajar sambil bermain, karena bermain adalah dunia anak-anak.”

SA : “Dengan senyum, sapa, dan salam terhadap mereka, itu pintu utama untuk mendekati anak-anak. Memberikan kasih sayang terhadap anak, berperan sebagai teman dari anak-anak. Mendengarkan cerita mereka dan memberikan contoh yang baik untuk mereka.”

Kesimpulan : kasih sayang yang tulus terhadap anak. Memberikan ilmu dan membentuk karakter anak sesuai dengan kebutuhan mereka. Ketika anak melakukan kesalahan maka pendidik akan memberikan contoh yang benar, meminta maaf kepada teman jika berbuat salah, memberikan pujian kepada anak jika ia melakukan hal yang baik. Berperan sebagai teman untuk anak, mendengarkan cerita mereka, dan tidak memarahi anak dengan suara keras.

3. Bagaiamana bentuk pertisipasi yang dilakukan oleh bapak/ibu pendidik

untuk meningkatkan komunikasi dengan orang tua peserta didik ?

SR : “lebih mengakrabkan diri dengan orang tua sebagai teman, sehingga mereka leluasa untuk bercerita dengan pendidik, pendidik juga berbagi cerita dengan orang tua mengenai perkembangan anak, jadi saling menyayangi dan menghormati. Dan kuncinya adalah komunikasi yang efektif.”

FS : “Dari program sekolah ada pertemuan wali murid secara rutin, salah satu contohnya adalah pada saat pembagian rapor. Di situ kami saling berkomunikasi dengan efektif, memberi tahu tentang perkembangan anak. Selain itu ada buku penghubung di mana buku tersebut dapat memberikan informasi kepada orang tua peserta didik tentang perkembangan anak.

Untuk dapat berkomunikasi dengan orangtua murid yang jarang bertemu di sekolah kami mengadakan kunjungan rumah (home visit) tetapi program ini juga dapat bersifat insidental.”

SA : “Dengan menjaga komunikasi karena komunikasi yang baik menjauhkan dari kesalahfahaman. Pada waktu rapat atau pertemuan dengan orangtua selalu melibatkan mereka, menerima masukan yang orangtua sampaikan, memberikan pengerahan yang bersifat persuasif.” Kesimpulan : saling menjaga komunikasi dengan orang tua peserta didik, dengan menjaga komunikasi maka tidak akan terjadi kesalahfahaman. Memberikan informasi kepada orangtua tentang perkembangan anak di sekolah. Pada waktu rapat atau pertemuan dengan orangtua selalu melibatkan mereka, menerima masukan yang orangtua sampaikan, memberikan pengerahan yang bersifat persuasif.

4. Bagaimana bentuk partisipasi yang dilakukan bapak/ibu pendidik untuk

meningkatkan komunikasi dengan teman sejawat ?

SR : “Dengan lebih memperlakukan pendidik yang lain itu sebagai diri kita sendiri, maksudnya ketika kita ramah dan baik dengan orang lain maka orang lain juga akan ramah terhadap kita. Saling menyayangi sesama pendidik, ketika terjadi kesalah fahaman selalu dikomunikasikan dengan baik, menjadi pendengar yang baik bagi teman yang lain disaat ia ingin bercerita sesuatu.”

FS : “Dengan cara mendalami satu sama lain, lebih terbuka dan mengenal dengan pendidik yang lain, sering bertukar pendapat atau sharing, selain

itu, juga ada pertemuan rutin untuk pengelola dan pendidik, yang memberikan kesempatan antara pendidik yang satu dengan yang lain dapat lebih akrab.”

SA : “Menjaga komunikasi dengan mereka, banyak meluangkan waktu untuk bertukar pendapat mengenai perkembangan anak ataupun masalah pribadi yang sedang dialami oleh pendidik.”

Kesimpulan : Saling menyayangi sesama pendidik, ketika terjadi kesalah fahaman selalu dikomunikasikan dengan baik, menjadi pendengar yang baik bagi teman yang lain disaat ia ingin bercerita sesuatu. Banyak meluangkan waktu untuk bertukar pendapat mengenai perkembangan anak ataupun masalah pribadi yang sedang dialami oleh pendidik.

5. Menurut bapak/ibu bagaimana kompetensi sosial yang dimiliki oleh

pendidik di Kelompok Bermain Bim Bim Cha?

FS :“Gini mbak, kompetensi yang dimiliki oleh pendidik di kelompok Bermain Bim Bim Cha yaitu kompetensi sosial berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun. Dengan adanya komunikasi yang efetif antara pendidik dengan orangtua peserta didik, dengan pendidik yang lain, dan dengan masyarakat sekitar Kelompok Bermain Bim Bim Cha”.

SR : “Kompetensi sosial yang dimiliki pendidik di Kelompok Bermain Bim Bim Cha meliputi adanya berkomunikasi secara empatik dengan masyarakat dan dengan pendidik yang lain, tidak bersikap diskriminatif terhadap peserta didik berdasarkan perbedaan agama, status sosial

Kesimpulan : Kompetensi yang dimiliki oleh pendidik di kelompok Bermain Bim Bim Cha yaitu kompetensi sosial berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun. Dengan adanya komunikasi yang efetif antara pendidik dengan orangtua peserta didik, dengan pendidik yang lain, dan dengan masyarakat sekitar Kelompok Bermain Bim Bim Cha.

6. Bagaimana hubungan atau interaksi antara bapak/ibu dengan masyarakat ?

SR : “ya salah satunya dengan melibatkan mereka dengan agenda yang kita laksanakan, karena kan kebanyakan orang tua dari peserta didik di Kelompok Bermain Bim bim Cha kan berdomisili di daerah sini, jadi kami sering berkomunikasi dengan masyarakat sekitar.”

FS : “Berinteraksi dengan masyarakat sekitar, melibatkan masyarakat dengan kegiatan-kegiatan tertentu serta dengan menjaga sillaturahmi dengan masyarakat sekitar.”

SA : “dengan senyum sapa dan salam, ketika kita bisa menjaga komunikasi yang efektif dengan masyarakat maka tidak akan terjadi kesalahan antara pendidik dan masyarakat.”

Kesimpulan : melibatkan mereka dengan agenda yang kita laksanakan, karena kan kebanyakan orang tua dari peserta didik di Kelompok Bermain Bim bim Cha kan berdomisili di daerah sini, jadi kami sering berkomunikasi dengan masyarakat sekitar.

Dengan senyum sapa dan salam, ketika kita bisa menjaga komunikasi yang efektif dengan masyarakat maka tidak akan terjadi kesalahan antara pendidik dan masyarakat.

7. Bagaimana partisipasi pedidik melalui kegiatan seminar dan workshop yang berkaitan dengan peningkatan kompetensi pendidik?

SR : “kami sesama pendidik bertemu ketika terlaksana beberapa kegiatan salah satunya adalah pertemuan rutin pendidik di Kelompok Bermain Bim Cha, dikegiatan tersebut kami dapat meningkatkan kemampuan untuk berkomunikasi dengan pendidik yang lain, kami juga memiliki kemampuan berkomunikasi melalui media internet, supaya tidak tertinggal oleh teknologi yang semakin maju.

FS : “kami sesama pendidik bertemu ketika terlaksana beberapa kegiatan salah satunya adalah pertemuan rutin pendidik di Kelompok Bermain Bim Cha, dikegiatan tersebut kami dapat meningkatkan kemampuan untuk berkomunikasi dengan pendidik yang lain, kami juga memiliki kemampuan berkomunikasi melalui media internet, supaya tidak tertinggal oleh tehnologi yang semakin maju.

SA : “pendidik di Kelompok Bermain Bim Bim Cha mengikuti beberapa seminar yang diadakan oleh pendidikan nasional, melalui seminar tersebut, kami dapat meningkatkan beberapa kompetensi yang pasti adalah kompetensi sosisl, dimana kami dapat lebih meningkatkan kemampuan berkomunikasi dengan peserta didik, masyarakat, teman sejawat, dan orang tua peserta didik.

Kesimpulan : sesama pendidik bertemu ketika terlaksana beberapa kegiatan salah satunya adalah pertemuan rutin pendidik di Kelompok Bermain Bim Cha, dikegiatan tersebut kami dapat meningkatkan

kemampuan untuk berkomunikasi dengan pendidik yang lain, kami juga memiliki kemampuan berkomunikasi melalui media internet, supaya tidak tertinggal oleh tehnologi yang semakin maju.

8. Bagaimana kemampuan berkomunikasi yang dimiliki pendidik terhadap

masyarakat?

SR : “pendidik memiliki sikap untuk tidak bersikap angkuh dengan masyarakat, ketika masyarakat membutuhkan bantuan kami akan dengan senang hati membantu tanpa mengharapkan imbalan apapun.”

FS : “kami sebagai pendidik berupaya untuk menjaga komunikasi dengan masyarakat, karena kami adalah bagian dari masyarakat pula, maka kami mencoba untuk bersikap sopan dan tidak otoriter, menjaga tali silaturahmi dengan masyarakat sekitar.”

SA : “pendidik berkomunikasi dengan masyarakat disekitar, karena sebagian besar orangtua peserta didik berdomisili dekat dengan Bim Bim Cha, maka kami sering berkomunikasi, pada saat kegiatan sosialisasi memberikan undangan dan pamflet sebagian pendidik ikut berpartisipasi. Kesimpulan : pendidik berupaya untuk menjaga komunikasi dengan masyarakat, karena pendidik adalah bagian dari masyarakat pula, maka pendidik mencoba untuk bersikap sopan dan tidak otoriter, menjaga tali silaturahmi dengan masyarakat sekitar, ketika masyarakat membutuhkan bantuan kami akan dengan senang hati membantu tanpa mengharapkan imbalan apapun.

9. Bagaimana kemampuan pendidik untuk berkomunikasi dengan peserta didik?

SR : “Pendidik berkomunikasi efektif dengan peserta didik ketika pembelajaran berlangsung atau diluar jam belajar, mngarahkan peserta didik ketika membutuhkan bantuan, dan memberi motivasi dan rangsangan peserta didik untuk bermain yang bermanfaat dan belajar sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

FS : “Kami sebagai pendidik berperan khusus dalam proses belajar mengajar, kami membimbing peserta didik, mendorong motivasi peserta didik ketika belajar di dalam kelas maupun ketika belajar diluar kelas, pendidik memiliki ketrampilan sebagai konselor untuk membantu kesulitan peserta didik ketika bermain atau belajar.”

SA : “pendidik melakukan beberapa kegiatan didalam proses belajar mengajar yaitu menyampaikan ilmu pengetahuan dan memiliki keterampilan memberikan informasi kepada peserta didik. Pendidik memiliki kemampuan untuk mendorong dan mengarahkan cara belajar siswa, serta memiliki ketrampilan untuk menilai peserta didik secara obyektif.”

Kesimpulan : pendidik melakukan beberapa kegiatan didalam proses belajar mengajar yaitu menyampaikan ilmu pengetahuan dan memiliki keterampilan memberikan informasi kepada peserta didik. Pendidik memiliki kemampuan untuk mendorong dan mengarahkan cara belajar siswa, serta memiliki ketrampilan untuk menilai peserta didik secara

obyektif. pendidik berperan khusus dalam proses belajar mengajar, kami membimbing peserta didik, mendorong motivasi peserta didik ketika belajar di dalam kelas maupun ketika belajar diluar kelas, pendidik memiliki ketrampilan sebagai konselor untuk membantu kesulitan peserta didik ketika bermain atau belajar.

10.Kontribusi apa yang Ibu/bapak pendidik berikan untuk HIMPAUDI ?

SR : “Banyak mbak, soalnya kebetulan saya adalah wakil ketua HIMPAUDI dan ketua HIMPAUDI juga sebagai pendidik di Kelompok Bermain Bim Bim Cha. Saat banyak kegiatan ya kami selalu berkoordinasi, terlibat secara langsung dengan kegiatan yang diselenggarakan oleh HIMPAUDI. Tidak membeda-beda kan teman dan jika ada kegiatan kami juga harus merangkul anggota yang lain. Karena apapun posisinya di HIMPAUDI kehadiran mereka juga penting.”

FS : “melibatkan diri secara langsung terhadap kegiatan yang HIMPAUDI selenggarakan, melaksanakan tugas tanpa harus diperintah oleh atasan terlebih dahulu, teteapi tidak melanggar aturan yang berlaku.”

SA : “Kebetulan saya sendiri adalah ketua HIMPAUDI, jadi saya harus mempunyai strategi untuk membagi waktu. Melibatkan diri secara langsung dengan kegiatan yang diselenggarakan oleh HIMPAUDI berdasarkan agenda. Tidak membeda-bedakan anggota HIMPAUDI, menjaga komunikasi dengan anggota, dan menerima masukan dari anggota demi kebaikan dan kemajuan HIMPAUDI.”

Kesimpulan : melibatkan diri secara langsung terhadap kegiatan yang HIMPAUDI selenggarakan, melaksanakan tugas tanpa harus diperintah

oleh atasan terlebih dahulu, teteapi tidak melanggar aturan yang berlaku.

11.Bagaimana kemampuan pendidik berinteraksi atau berkomunikasi dengan

teman sejawat?

SR : “pendidik di kelompok bermain Bim Bim Cha mampu berinteraksi dengan teman sejawat dan peserta didik secara demokratis, kooperatif, baik hati dan sabar. Pendidik dapat bersikap sabar ketika dihadapkan dengan berbagai persoalan, contoh kecilnya adalah peserta didik selalu ingin bercerita apa yang dialami, maka sebagai pendidik kami bersedia sebagai pendengar yang baik disamping sebagai pembicara yang baik pula tentunya.”

FS : “sesama pendidik kami saling menyayangi dan bersifat terbuka, berkomunikasi efektif dengan pendidik yang lain, tidak membeda bedakan teman, bersikap demokratis dan sabar menghadapi masalah atau perselisihan kecil yang terjadi.

SA : “kami sebagai pendidik mampu untuk memberi dan berkorban untuk peserta didik ataupun untuk teman sejawat, kami senantiasa untuk berusaha tidak kaku dalam bersikap dan berbuat, juga menyesuaikan diri dengan masyarakat sekitar dan kepada peserta didik kami memberikan motivasi kepada mereka untuk semangat bermain sambil belajar.

Kesimpulan : pendidik mampu untuk memberi dan berkorban untuk peserta didik ataupun untuk teman sejawat, pendidik senantiasa berusaha

tidak kaku dalam bersikap dan berbuat, juga menyesuaikan diri dengan masyarakat sekitar dan kepada peserta didik, pendidik memberikan motivasi kepada mereka untuk semangat bermain sambil belajar, pendidik di kelompok bermain Bim Bim Cha mampu berinteraksi dengan teman sejawat dan peserta didik secara demokratis, kooperatif, baik hati dan sabar.

12.Bagaimana kemampuan pendidik untuk berkomunikasi dengan orangtua

peserta didik?

SR : “kemampuan sosial yang dimiliki pendidik di Kelompok Bermain Bim Bim Cha terhadap orangtua peserta didik meliputi adanya berkomunikasi secara empatik dengan orangtua, tidak bersikap diskriminatif terhadap orangtua peserta didik berdasarkan perbedaan agama, status sosial, dan jenis kelamin. Pendidik berpartisipasi untuk memberikan sosialisasi kepada orangtua untuk mempercayakan sekolah buah hatinya di Kelompok Bermain Bim Bim Cha melalui pamflet atau surat undangan.

FS : “Gini mbak...kemampuan yang dimiliki oleh pendidik di kelompok Bermain Bim Bim Cha yaitu kompetensi sosial berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun terhadap orangtua peserta didik. Dengan adanya komunikasi yang efektif antara pendidik dengan orangtua maka untuk mengajarkan sesuatu kepada peserta diidk akan seimbang. Pendidik mengerti apa yang diajarkan orangtua dirumah, dan orangtua mengerti apa yang diajarkan pendidik di sekolah.

SA : “kami selaku pendidik berpartisipasi untuk melakukan kunjungan

rumah home visit dengan orang tua peserta kegiatan itu dilakukan secara

intensif misalnya ada peserta didik yang sakit dan lama tidak masuk sekolah atau sudah lama tidak masuk sekolah tanpa ada keterangan, pendidik juga berpartisipasi jika orang tua merasa kesulitan untuk mengarahkan atau mengajarkan sesuatu tanpa mengharapkan imbalan suatu apapun.”

Kesimpulan : pendidik berpartisipasi untuk melakukan kunjungan rumah

home visit dengan orang tua peserta kegiatan itu dilakukan secara intensif misalnya ada peserta didik yang sakit dan lama tidak masuk sekolah atau sudah lama tidak masuk sekolah tanpa ada keterangan, pendidik juga berpartisipasi jika orang tua merasa kesulitan untuk mengarahkan atau mengajarkan sesuatu tanpa mengharapkan imbalan suatu apapun

Dokumen terkait