• Tidak ada hasil yang ditemukan

Refleksi a. Hasil Tindakan

Dalam dokumen BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN (Halaman 27-34)

Berdasarkan kegiatan yang dilaksanakan pada siklus 2 kemudian diambil data secara kuantitatif melalui tes formatif dan penilaian unjuk kerja hasil belajar materi gaya yang dapat mengubah gerak benda dapat diperoleh hasil belajar yaitu siswa pada aspek kognitif di dalam siklus 2 dengan menggunakan Pendekatan Contextual Teaching Learning dengan menemukan sendiri mengalami peningkatan, khususnya pada materi “gaya”. Mengalami peningkatan dibandingkan pra siklus dan siklus 1, khususnya pada materi “Energi dan Perubahannya”. Hasil perolehan nilai siklus 1 yang mencapai kriteria ketuntasan

75

belajar sebanyak 29 siswa atau 78,38%, yang belum mencapai kriteria ketuntasan belajar sebanyak 8 siswa atau 21,62%, dengan nilai rata-rata 92,42, nilai tertinggi 99,42 dan nilai terendahnya adalah 75,33. Sedangkan hasil perolehan nilai pada siklus 2 sebanyak 37 siswa atau 100% sudah memenuhi kriteria ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata 94,76 dan nilai tertinggi 99,75 sedangkan nilai terendahnya adalah 90,17 dengan standar deviasi yang diperoleh adalah 2.846.

b. Hasil Observasi

Pada waktu pembelajaran berlangsung praktikan meminta bantuan observer (guru kelas IV) untuk mengamati jalannya pembelajaran dari awal hingga akhir pembelajaran dengan cara mengisi lembar observasi yang telah disediakan. Lembar observasi tersebut meliputi item untuk mengamati aktivitas praktikan. Dari hasil observasi tersebut siswa sudah antusias dan termotivasi dalam mengikuti proses pembelajaran. Siswa sudah terbiasa dengan pembelajaran karena guru selalu memberikan motivasi belajar dengan menerapkan pendekatan Contextual Teaching Learning dengan menemukan sendiri. Jadi kelemahan dan kelebihan selama pembelajaran berlangsung sudah terlihat di awal pertemuan. Secara lebih rinci, hasil observasi aktifitas guru pada siklus 2 dapat dilihat pada tabel 4.7 berikut :

76

Tabel 4.7

Hasil Observasi Aktifitas Guru

No. Aspek Kesimpulan Rekomendasi

A. Perencanaan Pembelajaran

Potensi : RPP selalu dipersiapkan sebelum pembelajaran dimulai, media yang digunakan juga selalu siap disaat pembelajaran itu membutuhkan media, guru selalu siap untuk mengecek dari kesiapan siswa, dari buku, alat tulis, ataupun kondisi siswa

B Strategi Pembelajaran

Potensi : Menyampaikan apersepsi, memberikan motivasi pada siswa yang dikaitkan pada pelajaran yang akan di bahas, dan langkah-langkah pembelajaran yang akan diajarkan, Sudah melakukan tanya jawab dengan guru, sudah sempurna dalam membuat kesimpulan, membimbing dalam melakukan percobaan, Sudah membimbing siswa dalam membuat kesimpulan tentang materi yang telah di ajarkan,.

Hal perlu diperbaiki: Selalu memberikan penguatan agar siswa

termotivasi dalam mengikuti pembelajaran.

Guru seharusnya selalu memberi penegasan atau penguatan disetiap akhir pembelajaran ataupun dalam membuat kesimpulan.

C. Manajemen Kelas

Potensi:Pembelajaran yang dilakukan dalam bentuk kelompok jadi dalam bentuk tanya jawab juga terjadi dalam bentuk kelompok, Dalam menyusun tata tempat duduk sudah diterapkan dengan baik, setipa kelompok sudah berdiskusi dengan baik, kompak dan tenang dalam menghadapi permasalahan yang ada. dalam pengaturan waktu yang dibutuhkan sudah

77

terlaksana dengan tepat waktu.

D. Penilaian Potensi : Hasil proses penilaian dan hasil tes formatif setelah pembelajaran sudah menunjukan peningkatan yang signifikan, karena siswa sudah melaksanakan semua kegiatan pembelajaran dengan baik, dari melakukan percobaan, diskusi, membuat hipotesis, membuat kesimpulan dan presentasi kedepan kelas.

Dari tabel diatas maka perlu adanya perbaikan pada guru seperti dalam memberi pengarahan pada siswa agar melakukan kegiatan pembelajaran sesuai dengan petunjuk guru dan bersikap lebih baik lagi, selalu memberikan pengarahan terlebih dahulu tiap kali memberikan tugas kepada siswa dalam kegiatan pembelajaran, lebih memperhatikan waktu dalam kegiatan belajar-mengajar agar alokasi waktu bisa sesuai dengan perencanaan. Memberikan bimbingan secara optimal ketika PBM berlangsung atau saat siswa kerja kelompok berlangsung. Secara lebih rinci, hasil observasi aktifitas siswa pada siklus 2 dapat dilihat pada tabel 4.8 berikut :

78

Tabel 4.8

Hasil Observasi Aktifitas Siswa

No. Aspek Kesimpulan

I. Pra

pembelajaran

Potensi : Dengan perlengkapan yang dibawa siswa dari

alat tulis, buku tulis, buku pelajaran dan kondisi siswa itu sendiri siswa siap untuk mengikuti pelajaran.

II Kegiatan Awal Pembelajaran

Potensi : Dengan siswa mendapatkan pembelajaran

dengan menggunakan pendekatan Contextual Teaching Learning dengan menemukan sendiri secara berulang-ulang siswa mampu mengingat langsung materi yang diberikan di pertemuan sebelum-sebelumnya, siswa secara mudah menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan siswa sebelum masuk dalam kegiatan inti. III. Kegiatan Inti

Pembelajaran

Potensi : Siswa sudah melaksanakan langkah-langkah

pembelajaran dengan baik, dan mampu untuk mencari contoh gaya dalam kehidupan sehari-hari dan diterapkan dalam melakukan percobaan.

IV. Penutup Potensi : Siswa setelah mendapatkan pendekatan pembelajaran Contextual Teaching Learning dengan menemukan sendiri disetiap pertemuan siswa dengan mudah membuat kesimpulan secara mandiri

79

Berdasarkan refleksi pada siklus 2 terdapat 37 siswa atau 100% memenuhi ketuntasan hasil belajar siswa yang sudah mencapai KKM. Dari hasil pelaksanaan pembelajaran siklus 2 diketahui bahwa terdapat peningkatan pembelajaran IPA. Hal ini dapat dilihat pada tabel perolehan nilai Siklus 2 (lihat tabel 4.9).

Tabel 4.9

Distribusi Hasil Belajar IPA pada Siklus 2

No. Nilai Frekuensi Persentase (%)

1 90 2 5,41 2 91 3 8,11 3 92 4 10,81 4 93 9 24,32 5 94 1 2,70 6 95 2 5,41 7 96 5 13,51 8 97 5 13,51 9 98 1 2,70 10 99 2 5,41 11 100 3 8,11 Total 37 100

Berdasarkan tabel 4.9 diketahui hasil belajar siklus 2 dari jumlah siswa 37 siswa dinyatakan tuntas (KKM=90) dengan perincian yang mendapatkan nilai 90 ada 2 siswa (5,41%), nilai 91 ada 3 siswa (8,11%), nilai 92 ada 4 siswa (10,81%), nilai 93 ada 9 siswa (24,32%), nilai 94 ada 1 siswa (2,70%), nilai 95 ada 2 (5,41%), nilai 96 ada 5 siswa (13,51%), nilai 97 ada 5 siswa (13,51%), nilai 98 ada 1 siswa (2,70%), nilai 99 ada 2 siswa (5,41%), nilai 100 ada 3 siswa (8,11%). Setelah melaksanakan kegiatan pembelajaran pada siklus 2, selanjutnya diadakan refleksi atas segala kegiatan yang telah dilakukan berdasarkan pengamatan atau temuan dari observer pada siklus 2.

a. Kegiatan pembelajaran siklus 2 berlangsung sudah sesuai dengan harapan dan berjalan dengan baik.

80

b. Penegasan diakhir pembelajaran perlu dilakukan agar siswa mampu membuat rangkuman dengan baik dan benar.

c. Siswa lebih tertarik pada pembelajaran karena dalam pembelajaran berlangsung siswa terlibat langsung saat melakukan percobaan dengan alat peraga yang ada di sekitar lingkungan siswa.

d. Kegiatan pembelajaran tampak lebih hidup, perhatian, antusias siswa lebih meningkat karena mereka belajar secara berkelompok dengan pendekatan Contextual Teaching Learning dengan menemukan sendiri yang tidak pernah guru kelas lakukan sebelumnya.

e. Antara rencana pembelajaran dengan proses pembelajaran sudah sesuai. f. Dari 37 siswa terdapat 34 siswa atau 91,89% sudah terlibat aktif di dalam

proses pembelajaran pada saat tanya jawab, diskusi, menyimak materi yang disampaikan guru.

g. Keberanian siswa sudah tumbuh dalam mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas.

h. Siswa sudah kompak dengan anggota kelompok masing-masing. i. Siswa sudah menghargai pendapat dari kelompok lain.

j. Penjelasan guru sudah baik.

Kekurangan siklus 2 yaitu lebih memperhatikan waktu dalam kegiatan belajar-mengajar agar alokasi waktu bisa sesuai dengan perencanaan karena dalam pembelajaran ini lebih banyak melakukan percobaan ke lapangan untuk mengalami langsung permasalahan yang dihadapinya.

Dari hasil evaluasi didapatkan bahwa kompetensi belajar siswa meningkat, terbukti dari perolehan nilai siswa setelah pembelajaran dengan menggunakan pendekatan Contextual Teaching Learning dengan menemukan sendiri yang mencapai kriteria ketuntasan belajar (KKM=90) terdapat 37 siswa atau 100% sudah memenuhi kriteria ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata 94,76 dan nilai tertinggi 99,75, sedangkan nilai terendahnya adalah 90,17.

81

Dalam dokumen BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN (Halaman 27-34)

Dokumen terkait