BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Refleksi Kateketis
Perkembangan teknologi yang semakin canggih dewasa ini banyak menimbulkan kesalahan pahaman ataupun menimbulkan masalah-masalah dalam keluarga terlebih bagi pasangan suami istri muda yang dapat dikatakan belum tahan banting jika belum memiliki kedewasaan dalam menyikapi permasalahan yang ada. Hal tersebut menjadi keprihatinan penulis karena melalui telephon genggam pasangan suami-istri menyampaikan curahan hatinya ataupun keluh kesahnya entah dengan pasangannya ataupun melalui media sosial. Kehadiran alat komunikasi atau telephon genggam dalam keluarga tentunya menimbulkan dampak positif maupun negatif bagi penggunanya. Dalam arti alat komunikasi tersebut digunakan dengan bijak sesuai kebutuhan ataupun untuk mencari informasi lainnya yang tidak berguna. Di Wilayah Santo Markus Kemiren, pasangan suami istri menggunakan telephon genggam untuk mengirim pesan dan telephon meskipun masih ada juga yang menggunakannya untuk media sosial, namun komunikasi yang dijalin pasangan suami istri dapat dikatakan baik sehingga kerjasama pasangan suami istri dalam membentuk keluarga sebagai Kerajaan Allah dapat mereka wujudkan dengan memiliki keluarga yang harmonis dan komunikasi aktif dalam keluarga.
Meningkatkan komunikasi secara langsung atau pribadi dengan pasangan meskipun dalam kesehariannya, peran telephon genggam tidak pernah tertinggal. Diperlukan pendekatan antara suami istri melalui hal kecil seperti sapaan, komunikasi yang intens dilakukan layaknya pasangan suami istri dari keluarga yang harmonis. Meskipun kecanggihan telephon genggam semakin drastis, namun
dengan dipakainya telephon genggam sebagai media komunikasi pasangan suami istri ketika jarak jauh, tetap saja telephon genggam dipakai oleh pasangan suami istri dalam berkomunikasi hanya sebatas mengirim pesan dan telephon meskipun ada juga yang menggunakan dengan memanfaatkan fitur lainnya.
Penggunaan alat komunikasi digital membawa pengaruh terhadap komunikasi personal suami istri meskipun kecil pengaruhnya. Pasalnya kemajuan di era digital saat ini akan membawa dampak yang tidak baik bagi pasangan suami istri dalam menjalin komunikasi terutama komunikasi yang dijalin secara langsung atau personal dalam keluarga sehingga untuk menjadikan keluarga sebagai Kerajaan Allah dengan memiliki keluarga yang harmonis tidak terwujud, melainkan berusaha untuk mewujudkan dengan adanya komunikasi yang aktif secara tatap muka dilakukan pasangan suami istri di Wilayah Santo Markus Kemiren. Ini dapat menjadikan bahan refleksi bagi pasangan suami istri untuk semakin menjalin komunikasi yang hangat dan akrab dalam keluarga.
Dalam anjuran apostolik Catechesi Tradendae artikel 5, menegaskan bahwa tujuan katekese adalah bukan saja menghubungkan umat dengan Yesus Kristus, melainkan mengundangnya untuk memasuki persekutuan hidup yang mesra dengan-Nya. Dalam anjuran apostolik Catechesi Tradendae artikel 20, menegaskan bahwa berkat bantuan Allah mengembangkan iman yang baru mulai tumbuh, dan dari hari ke hari memekarkan menuju kepenuhannya serta makin memantapkan perihidup Kristen umat beriman, muda maupun tua.
Dalam anjuran apostolik Catechesi Tradendae artikel 25, Sri Paus Yohanes Paulus II menegaskan:
Tujuan katekese adalah mendampingi umat Kristen, untuk “meraih kesatuan iman serta pengertian akan Putera Allah, kedewasaan pribadi manusia, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus. Katekese bertujuan juga menyiapkan mereka untuk membela diri terhadap siapapun, yang meminta pertanggung jawaban mereka atas harapan yang ada pada mereka.
Sebagai seorang pendidik atau katekis kelak, tentunya akan mengajarkan bagaimana komunikasi yang baik dan bijak baik secara personal maupun digital atau menggunakan handphone. tidak mudah bagi manusia saat ini dalam kehidupan sehari-hari lepas dari penggunaan alat komunikasi digital yaitu
handphone. Kehidupan yang serba canggih saat ini lebih memudahkan pasangan
suami istri dalam berkomunikasi dengan orang lain, namun terkadang keluarga atau pasangan merasa terabaikan meskipun hidup dalam satu atap. Menjadikan komunikasi personal dan digital sebagai pokok komunikasi dalam hidup sehari-hari, tidak mudah sebenarnya bagi pasangan suami istri dalam menjadikan keluarga sebagai kerajaan Allah yang berpatok pada komunikasi personal dan digital. Tentunya menapaki kehidupan kedepan persaingan semakin ketat, namun dengan kerangka pemikiran diatas yang mengajarkan tentang kedewasaan dan tanggung jawab akan semakin meneguhkan dan memperkuat bahwa komunikasi penting untuk dilakukan baik dengan pasangan maupun orang disekitar, baik secara tatap muka yang akan lebih mengena dari hati ke hati dengan pasangan masing-masing juga lebih memudahkan para pasangan suami istri dalam mengungkapkan perasaan yang ada dalam diri mereka masing-masing.
Seiring dengan perjalanan zaman, banyak perubahan-perubahan yang didapati dalam setiap sudut kehidupan manusia. Perubahan zaman yang membawa kepada keserba-canggihan, instan, cepat dan tangkas. Perubahan yang didukung oleh teknologi-teknologi canggih. Dewasa ini penggunaan media komunikasi sudah merupakan kebutuhan pokok bagi individu. Pada hakikatnya pasangan keluarga berkepentingan untuk menjalin hubungan harmonis dengan orang lain dengan menggunakan media yang relevan. Bantuan media teknologi komunikasi, memudahkan pasangan yang terlibat dalam proses komunikasi memperoleh pengalaman belajar akan nilai-nilai sosial budaya baru secara timbal balik didalam keluarga tersebut.
Dalam penggunaan alat komunikasi digital seperti handphone terkadang manusia salah mengartikan dari sebuah pesan atau informasi yang diterima, sehingga manusia akan cenderung membawa dampak negatif bisa juga membawa dampak positif dalam kehidupan sehari-hari tergantung manusia itu sendiri menanggapinya. Peran serta orang-orang disekitar terutama pasangan suami istri dalam berkomunikasi sangat penting, karena untuk menjaga keutuhan dan keharmonisan rumah tangga layaknya keluarga kudus Nazaret diperlukan kerjasama antara suami istri dalam membangun kepercayaan, sehingga berbagai kesulitan yang dialami pasangan suami istri akan dapat dihadapi. Penyampaian pesan yang sesuai maksud pasangan tentunya akan mempermudah berlangsungnya sebuah komunikasi.
Komunikasi melalui media digital seperti handphone sendiri tidak lepas dari kebutuhan sehari-hari, meskipun terkadang berdampak pula ketika pasangan
suami istri melakukan komunikasi secara pribadi atau personal. Peran suami istri dalam komunikasi baik secara digital maupun personal sangat diutamakan, karena membentuk keluarga sebagai Kerajaan Allah dimulai dari dalam diri pribadi dan ditumbuhkan dalam keluarga. Sehingga dengan terjalinnya komunikasi yang baik dengan keluarga akan tercipta komunikasi yang baik pula dengan orang-orang disekitar. Begitu juga dengan katekese dimana untuk membentuk sebuah keluarga menjadi Kerajaan Allah perlu kerjasama yang baik antara suami istri, tidak lepas dari itu semua kemajuan teknologi juga membawa dampak positif bagi kehidupan menggereja suami istri karena dengan demikian selain keluarga menjadi Keluarga Kudus Nazareth, keluarga tersebut dapat mewartakan kabar gembira, memberitakan kebaikan melalui media handphone sebagai wadah pasangan suami istri menumpahkan segala inspirasi dan pengetahuannya sehingga pasangan suami istri akan semakin beriman kepada Kristus. Dengan tujuan akan semakin megimani Kristus dalam dirinya dan mampu bertanggung jawab secara penuh akan imannya.