• Tidak ada hasil yang ditemukan

Refleksi Siklus

Dalam dokumen Model pembelajaran problem solving (1) (Halaman 51-59)

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

3. Refleksi Siklus

Sebelum memulai refleksi, ada baiknya melihat pendapat para pakar pendidikan tentang apa yang dimaksud dengan refleksi. Pendapat ini akan merupakan panduan terhadap cara atau hal-hal yang perlu dalam menulis refleksi. Refleksi merupakan kajian secara menyeluruh tindakan yang telah dilakukan berdasarkan data yang telah terkumpul, kemudian dilakukan evaluasi guna menyempurnakan tindakan. Refleksi menyangkut analisis, sintesis, dan penilaian terhadap hasil pengamatan atas tindakan yang dilakukan (Hopkin, 1993 dalam Suharsimi Arikunto, Suhardjono, Supardi, 2006: 80). 1) Analisis kualitatif observasi keaktifan belajar siswa sesuai data

observasi di lampiran ...

Hasil yang didapat dari observasi keaktifan belajar siswa di siklus I secara kualitatif dapat disampaikan sebagai berikut:

a. Kategori angkat tangan, ada ... siswa yang rajin mengangkat tangan. Dari jumlah siswa... baru ... siswa yang aktif, berarti kurang dari setengah belum aktif, artinya pada Siklus I ini tingkat kategori angkat tangan berada pada kategori tidak aktif.

b. Untuk kategori yang penulis upayakan untuk meningkatkan kemampuan bertanya, ada... siswa yang rajin bertanya dari jumlah seluruhnya... orang. Data ini mengatakan bahwa dari kategori bertanya masih sangat sedikit siswa yang rajin bertanya. Keaktifan bertanya siswa masih pada kategori C yaitu tidak aktif.

c. Untuk kategori memberi rakasi terhadap jawaban-jawaban siswa dan pembinaan-pembinaan guru, baru... siswa yang mendapat nilai 3, yang lain tetap pasif.

d. Untuk kategori keaktifan menulis dalam upaya mempraktekkan tugas yang diberikan, tercatat ... siswa yang aktif dan bergiat untuk melaksanakan tugas.

e. Untuk kategori kecepatan menyelesaikan tugas, ada ... siswa yang mampu menyelesaikan tugas sesuai waktu yang diberikan.

f. Untuk kategori keaktifan mengkonsultasikan hal-hal yang belum dipahami, ada hanya 3 orang siswa yang aktif berkonsultasi.

g. Untuk kategori menggali dari beberapa sumber untuk memecahkan masalah yang ada, hanya ... siswa yang bergiat untuk itu.

h. Untuk kategori perhatian siswa pada guru saat guru sedang mengajar, ada terlihat ... siswa, hampir semua aktif mendengarkan guru.

i. Darti kategori jawaban yang menggunakan akal sehat, hanya.... siswa yang jawabannya sesuai akal sehat.

Kesimpulan refleksi yang diperoleh dari hasil observasi keaktifan belajar adalah:

a. Dari 9 kategori keaktifan belajar, yang tergolong sangat aktif dengan nilai 3 adalah... orang, yang memperoleh nilai 2 dengan kategori aktif adalah ... orang dan yang tergolong tidak aktif di kelas ini dengan nilai 1 dan bahkan tidak mendapat nilai sama sekali adalah ... orang.

b. Hasil interpretasi hubungan antarmasing-masing kategori yang dapat dipakai kesimpulan untuk refleksi kualitatif adalah bahwa keaktifan belajar siswa pada siklus I baru mencapai tingkatan sangat rendah karena dari ... orang siswa di kelas ini kurang dari setengahnya tidak aktif.

c. Trianggulasi data

Data yang diperoleh dari hasil pengamatan terhadap keaktifan belajar siswa oleh teman sejawat (teriihat pada lampiran 5). Data tersebut menunjukkan kesamaan dengan penilaian yang dilakukan guru sendiri yaitu keaktifan belajar siswa baru mencapai kategori C dimana kurang dari setengah siswa yang aktif belajar, hanya .... siswa yang aktif dan mendapat nilai 3.

Data yang diperoleh dari hasil pengamatan terhadap keaktifan belajar siswa oleh siswa teman sekelasnya terlihat pada lampiran ... Data tersebut juga menunjukkan kesamaan dengan hasil penilaian keaktifan belajar yang dilakukan peneliti yaitu masih setengah siswa di kelas ini belum aktif mengikuti pembelajaran. Hanya ada 5 orang yang aktif di kelas ini.

d. Validasi Data

Dari semua data yang telah diperoleh terhadap keaktifan belajar siswa, baik dari pengamatan penulis sendiri, pengamatan guru lain, pengamatan siswa-siswa teman sekelasnya menunjukkan kesamaan. Dari kesamaan ini terungkap bahwa permasalahan

yang diteliti telah memenuhi unsur kevalidan data yang dapat dipertanggungjawabkan.

e. Kekurangan yang terjadi

Dari observasi yang dilakukan guru sejawat yang terlihat pada lampiran ... terlihat beberapa kolom pengamatan guru yang tidak diisi nilai atau kosong, dari penilaian tersebut terlihat kekurangan dalam pelaksanaan penelitian ini yaitu..., ..., ..., ..., ... yang perlu perencanaan dan pelaksanaan yang lebih matang pada siklus selanjutnya.

2) Analisis kuantitatif prestasi belajar siswa siklus I Sesuai data pada lampiran 10.

1. Rata-rata (mean) yang diperoleh adalah... 2. Median (titik tengahnya) adalah ... 3. Modus (angka yang paling banyak muncul)... 4. Standar deviasi dihitung dengan rumus:

SD =

(Xx)2

N−1

SD =

..(… …..x … … .)2

N−1

SD = 1,549

No Nama Siswa Nilai

(X) (X-x) (X-x)2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30  X  X - ´x (X−´x)2

5. Untuk persiapan penyajian dalam bentuk grafik maka hal-hal berikut dihitung terlebih dahulu.

1. Banyak kelas (K) = 1 + 3,3 x Log (N) = ...

2. Rentang kelas (r) = skor maksimum – skor minimum 3. Panjang kelas interval (i) = Kr =… … …

4. Tabel data kelas interval

No Urut Interval Nilai Tengah Frekuensi Absolut Frekuensi Relatif 1 2 3 4 Total ... 100

5. Penyajian dalam bentuk grafik/histogram Contoh Histrogram

Grafik 01. ...

Untuk penyajian tabel rekapitulasi hasil penelitian ini sekaligus disampaikan pada akhir analisis refleksi siklus II. 2. Siklus II

1. Perencanaan

Dengan melihat semua hasil yang didapat pada siklus I, baik refleksi data kualitatif maupun refleksi data kuantitatif, maka untuk perencanaan pelaksanaan penelitian di siklus II ini ada beberapa hal yang perlu dilakukan yaitu:

a. Peneliti merencanakan kembali jadwal untuk melakukan pembelajaran di kelas dengan melihat jadwal penelitian pada Bab III dan waktu dalam kalender pendidikan. Hasil dari refleksi siklus I merupakan dasar dari pembuatan perencanaan di siklus ini.

b. Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran yang baik serta membuat instrumen pengumpulan data. Instrumen pengumpulan

10 9 8 7 6 5 4 3 2 10 0 4 5 6 7 8

data yang dibuat seperti instrumen-instrumen sebelumnya yang meliputi instrumen observasi keaktifan belajar dan instrumen tes prestasi belajar.

c. Merencanakan kunjungan kelas bersama-sama guru dan kepala sekolah sebagai upaya trianggulasi data. Untuk ini peneliti berkonsultasi dengan kepala sekolah, minta kesediaannya untuk ikut proses pembelajaran yang dilakukan. Inovasi ini dilakukan agar peneliti dapat berupaya lebih maksimal untuk melaksanakan pembelajaran yang lebih baik dan lebih berkualitas. Hasil konsultasi dengan kepala sekolah adalah adanya kesiapan kepala sekolah untuk ikut melakukan supervisi kunjungan kelas. Guru yang akan mengobservasi diberitahu bahwa kepala sekolah akan ikut berpartisipasi, masuk ke ruangan untuk bersama-sama melakukan supervisi. Hal ini diberitahukan pada guru dengan harapan agar guru yang akan mengobservasi bisa lebih siap lagi untuk melakukan supervisi yang lebih berkualitas.

d. Bersama guru merancang skenario penerapan pembelajaran dengan melihat kekurangan-kekurangan yang ada pada siklus I dengan mengidentifikasi hal-hal yang bisa dilakukan untuk peningkatan pembelajaran. Untuk hal ini, semua catatan tentang kekurangan yang ada di siklus I yang merupakan hasil refleksi disampaikan pada guru untuk dipelajari. Memberitahu guru apa-apa yang perlu dilaksanakan, apa saja yang siswa mesti kerjakan, cara penerapan model pembelajaran Problem Solving yang benar sesuai dengan yang diharapkan.

2. Pelaksanaan Tindakan

Uraian tentang pelaksanaan tindakan pada siklus II ini disampaikan sebagai berikut:

a. Pada hari yang sudah ditentukan sesuai jadwal, peneliti memulai tahap pelaksanaan tindakan dengan membawa semua persiapan yang sudah dibuat. Problem Solving mulai diupayakan dalam

pembelajaran, pada kali yang kedua ini peneliti mengajak kepala sekolah untuk ke kelas dan ikut melakukan pengamatan. Hal ini dilakukan dengan harapan peneliti akan lebih bersemangat untuk dapat melaksanakan pembelajaran lebih serius. Dengan kepala sekolah ikut mengamati berarti ada orang lain yang mesti dilihat oleh siswa yang akan menimbulkan keseriusan mereka yang lebih dari biasanya. Peneliti membawa instrumen pengamatan observasi keaktifan belajar dan instrumen tes prestasi belajar. Setelah masuk kelas bersama guru yang akan mengamati proses pembelajaran memulai aktivitas pembelajaran sambil mempersilahkan kepala sekolah dan guru yang mengamati duduk di bangku paling belakang yang sudah disediakan. Setelah pelaksanaan pembelajaran berjalan, tiba-tiba kepala sekolah dicari oleh pegawainya karena ada urusan kantor, sehingga pengamatan melaksanakan pembelajaran hanya dilanjutkan oleh guru yang penulis minta untuk mengobservasi proses selanjutnya. Di belakang, guru yang mengamati proses pembelajaran sangat aktif menulis hal-hal yang terjadi di kelas untuk memberi penilaian terhadap kemampuan dan profesionalisme guru sedangkan di depan kelas peneliti sibuk dengan pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan di kelas. Pada pembelajaran inti peneliti melaksanakan explorasi, elaborasi dan konfirmasi dengan membagi siswa menjadi kelompok-kelompok kecil untuk siap menerima pembelajaran, dan terakhir peneliti melaksanakan penutupan pembelajaran. Untuk pelaksanaan explorasi, elaborasi dan konfirmasi bagian-bagiannya cukup banyak dan penulis tidak paparkan panjang lebar karena kegiatan yang mesti dilakukan seperti diskusi, presentasi dan lain-lain sudah bisa dibaca pada instrumen rencana pelaksanaan pembelajaran yang dilampirkan di lampiran 8.

Dalam dokumen Model pembelajaran problem solving (1) (Halaman 51-59)

Dokumen terkait