BAB III PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN
B. Refleksi Teoritis
Untuk membentuk Karakter yang baik dan diterima dalam agama maupun lingkungan sekitar dan untuk mengatasi permasalahan di atas terhadap sifat yang
63
kurang baik remaja penulis akan memberikan strategi dengan metode pembentukan karakter menurut Nabi Muhammad Saw. sebagai berikut:
1. Metode Perbaikan dengan Praktek
Ketika Rasulullah Saw. menunaikan haji Wada‟ beliau memboncengkan Fadhl bin Abbas dari Muzdalifah ke Mina, Fadhl memili rambut yang indah dan wajah rupawan. Ketika Rasulullah Saw. berjalan ada sejumlah perempuan yang berjalan melintas. Fadhl mengarahkan pandanagannya kepada mereka. Lalu Rasulullah Saw. meletakkan tangan beliau diatas mata Fadhl. Fadhl memalingkan wajahnya kearah lain dan kembali memandang mereka. Rasulullah Saw. mengubah posisi tangan beliau kearah lain tersebut di depan mata Fadhl. Fadhl memalingkan wajahnya dari arah tersebut dan kembali memandang mereka.
Tindakan bijak yang dilakukan Rasulullah Saw. tidak lebih dari meletakkan tangan didepan wajah Fadhl. Padahal Fadhl memandang kearah perempuan, sedangkan ia tengah menunaikan ibadah dan membonceng Nabi Saw. akan tetapi metode nabawi ini cukup untuk meluruskan kesalahan Fadhl bin Abbas.
Diantara sikap bijak dalam melakukan perbaikan adalah membatasi diri dengan metode yang cukup untuk menyadarkan pelaku kesalahan, tidak lebih dari itu, seperti menyela dan menyebutkan kekurangan. Kemudian memperhatikan kondisi pelaku kesalahan dan tingkat kesalahan. Dalam hal ini Fadhl adalah pemuda belia dan kuat syahwatnya. Semua pertibangan ini
64
ada dibenak Nabi Saw. ketika beliau mengarahkan Fadhl bin Abbas (Al- Qohthani, 2013: 216).
2. Metode Pujian
Pujian memiliki pengaruh mengagumkan ke dalam jiwa apabila dimanfaatkan untuk dakwah, dengan memperhatikan porsi yang proporsional. Terlebih pujian terhadap pemuda, sebab mereka membutuhkan penghargaan, penghormatan dan penerimaan sosial. Memuji dan menyebutkan kebaikan mereka berarti memnuhi kebutuhan ini.
Rasullulah Saw. selalu memanfaatkan kebutuhan ini pada momentum yang sesuai untuk memperbaiki kesalahn pemuda alam hal adab.
Diriwayatkan Khuraim bin Fatik Al-asadi, ia berkata, “Rasulullah Saw. bersabda kepadaku, „sebaik-baik orang adalah kamu wahai Khuraim, sekiranya tidak ada dua kebiasaan pada dirimu.‟ Aku bertanya,‟Apa dua kebiasaan itu wahai Rasulullah?‟ beliau menjawab, „Mengulurkan kain sarung (hingga bawah mata kaki) dan memanjangkan rambut (HR. Ahmad no. 17659).
Satu metode bijak yang menjadikan Khuraim bersumpah untuk menyudahi dua kebiasaan tersebut, demi mendapatkan kedudukan yang layak ia tempati jika ia menghilangkan keduanya.
65
Sangat pantas bila para da’i memanfaatkan berbagai sifat terpuji didalam diri para pemuda untuk semakin meneguhkan mereka pada sifat-sifat tersebut, dan memperingatkan mereka dari sifat-sifat yang lain. Kemudian menghadirkan perasaan di dalam diri mereka bahwa kesalahan mereka sedikit, bahwa nereka akan menempati kedudukan yang mulia jika melepaskan diri dari kesalahan tersebut, dari pada memfokuskan perhatian pada berbagai keburukan sehingga melupakan berbagai kebaikan dan mengabaikan hasil yang dituju (Al-Qohthani, 2013: 216-217).
3. Metode Memberi Kepuasan dengan Dialog
Diriwayatkan dari Ubaidah bin Khalaf, ia berkata,”Aku tiba dikota Madinah ketika masih berusia muda dengan mengenakan jubah bergaris hitam putih yang aku seret. Aku bertemu seorang laki-laki, ia memberi isyarat kepadaku dengan tongkat yang dibawanya. Ia berkat, „Seandainya kamu angkat bajumu tentu lebih awet dan lebih terliht bersih. „Aku menoleh, ternyata ia adalah Rasulullah Saw. „Wahai Rasulullah ini hanya jubah bergaris hitam putih.‟ Beliau bersabda, „Meskipun hanya jubah bercorak hitam putih. Tidakkah
66
kamu meneladaniku?‟ Aku melihat kain sarung beliau, ternyata ada diatas mata kaki dibawah betis. (HR. A mad no. 23087)
Rasulullah Saw. tidak cukup hanya menjelaskan kesalahan kepada Ubaidah bin Harist, tetapi juga menganjurkan dirinya untuk memperbaiki kesalahan dan memberi pemahaman akan pentingnya hal tersebut. Sebagaimana beliau tidak memberi toleransi ketika si pemuda berkata, “ini hanya jubah bergaris hitam putih .” yang mana jubah itu memiliki kedudukan tersendiri bagi dirinya, sebab hukum syariat kedudukannya di atas hawa nafsu (Al-Qohthani, 2013: 217-218).
4. Metode Peringatan Keras
Diriwayatkan dari dari Abdullah bin Amr bin Ash, ia berkata, “Rasulullah Saw. bersabda, „Di antara dosa besar yang paling besar adalaha tindakan seseorang melaknat kedua orang tuanya. „Ditanyakan kepada beliau, „Wahai Rasulullah, bagaimana seseorang melaknat orang tuanya?‟ Beliau menjawab,‟Seseorang mencela ayah orang lain, lalu orang lain itu mencela ayahnya, ia mencela ibu orang lain, lalu orang lain itu mencela ibunya” (HR. al-Bukhari no. 5973)
67
Diriwayatkan dari Abu Bakrah, ia berkata, “Rasulullah Saw. berssabda, ‟Maukah aku beritahukan kepada kalian dosa besar yang paling besar?, „kami menjawab, „iya, wahai Rasulullah. „beliau bersabda (tiga kali), „menyekutukan Allah dan mendurhakai orang tua. „sebelumnya beliau bersandar, lalu duduk tegak dan bersabda, „Ingatlah, dan perkataan dusta serta kesaksian dusta, dan kesaksian dusta. Beliau terus mengatakan hingga aku berkata, „Andai saja beliau diam‟(HR. al-Bukhari no. 5976) (Al-Qohthani, 2013: 218). 5. Metode Teguran dan Hukuman
Metode teguran dan hukuman sesuai porsinya dan tidak melampaui batas adalah salah satu metode nabawi dalam meluruskan kesalahan para pemuda.
68
Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib, ia berkata, “suatu malam Rasulullah Saw. menemuiku dan Fatimah, beliau membangunkan kamu untuk shalat. Kemudian beliau kembali kerumahnya dan melaksanakan shalat malam sejumlah beliau kehendaki. Beliau tidak mendengar suara- suara dari kami, maka beliu kembali pada kami dan membangunkan kami, beliau bersabda, bangunlah kalian berdua dan dirikan shalat. Aku lalu duduk dan menggosok-gosok mataku. Aku berkata, „Demi Allah, kami hanya melaksanakan shalat yang diwajibkan kepada kami. Sesungguhnya jiwa-jiwa kami berada di tangan Allah, jika berkehendak membagunkan kami, niscaya Dia membangunkan kami. Rasulullah Saw. pergi sambil memukul-mukul paha dengan tangan seraya bersabda, „Kami hanya melaksanakan shalat yang
69
diwajibkan kepada kami? Kami hanya melakanakan shalat yang diwajibkan kepada kami?‟ „Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah‟. Dengan metode lembut yang tidak mengandung celaan dan cacian ini Rasulullah Saw. menegur Ali dan Fatimah (Bukhari no 7465)
Diriwayatkan dari Muawiyyah bin Jahimah As-Salami, ia berkata, “Aku datang menemui Rasulullah dan berkata,”Wahai Rasulullah, aku ingin berjihat bersama engkau, dari jihat itu aku hanya mengharap ridha Allah dan negeri akhirat. Beliau bersabda, „Celaka kamu, apakah ibumu masih hidup ?, „ya‟. Beliau bersabda. „kembalilah dan berbaktilah kepada ibumu.‟
70
Kemudian aku datang menghadap beliau dari arah lain, aku berkata. „Wahai Rasulullah, aku ingin berjihad bersama engkau. Dan jihad itu aku hanya mengharap ridha Allah dsn negeri Akhirat.‟ Beliau bersabda, „Kembalilah dan berbaktilah kepada ibumu. Kemudian aku datang menghadap beliau dari arah depan beliau, aku berkata, „Wahai Rasulullah, aku ingin berjihad bersam engkau. Dengan jihad itu aku hanya mengharap ridha Allah dan negeri akhirat.‟ Beliau bersabda, „Celaka kamu. Tetapilah kakinya, sebab disana ada surga (Ibnu Majah no 2781)
Betapapun Muawiyyah mengulang-ulang permintaanya kepada Rasulullah Saw., namun jawaban Rasulallah Saw. tidak lebih dari pernyataan “celakalah kamu”.
Akan tetapi teguran akan bertambah keras seiring besarnya kesalahan, maka bentuk hukuman bisa jadi mencapai taraf penerapan had syar‟i jika memang mengharuskan demikian tanpa memperdulikan status sosial dan rasa belas kasihan.
71
Seperti diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwasannya seorang badui datang menemui Nabi Muhammad Saw. ketika beliau sedang duduk. Ia berkata,”Wahai Rasulullah, putuskan perkara dengan kitab Allah.” Lalu lawan sengketanya berdiri seraya berkata, “ Dia benar, putuskan perkara untukku dengan kitab Allah wahai Rasulullah, bahwa anakku dulu adalah pekerja upahan orang ini, lalu anakku berzina dengan istrinya. Mereka memberitahuku bahwa anakku harus dirajam, lalu aku membayar tebusan sebesar seratus ekor domba dan anak unta. Kemudian aku bertanya kepada ahli ilmu, mereka menduga bahwa hukuman atas anakku adalah dicambuk seratus kali dan diasingkan selam setahun.”Beliau bersabda,‟Demi dia yang jiwaku ada ditangannya, sungguh akan aku putuskan perkara di antara kalian berdua berdasarkan kitab Allah. Adapun domba dan anak unta dikembalikan
72
kepadamu. Hukuman atas anakmu adalah dicambuk seratus kali dan diasingkan selama setahun. Sedangkan kamu wahai Unais, pergilah ke istri orang ini dan rajam dia.” Maka Unais berangkat menjemput si perempuandan merajamnya (Bukhari no 6835-6836),(Al-Qohthani, 2013: 218-220).
Kesimpulan dari penulis metode-metode tersebut digunakan Nabi Muhammad untuk meluruskan kesalahan pemuda, metode yang Nabi Muhammad lakukan adalah dari beliau mencontohkan perbuatan yang salah dengan tindakan, pujian, dengan berdialog dan peringatan keras serta teguran dan hukuman. Nabi melihat kesalahan itu kemudian nabi memberikan teguran dari yang halus sampai peringatan keras, Nabi melihat-lihat kesalahan pelaku kalau kesalahan pelaku hanya ringan nabi cukup menggunakan metode yang halus seperti pujian, praktek yang nyata, dan dialog dengan si pelaku. Apabila kesalahan yang dilakukan termasuk kesalahan besar nabi menggunakan metode peringatan keras serta teguran dan hukuman
73 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan apa yang penulis teliti dari bab-bab sebelumnya, maka penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Karakter yang terdapat pada remaja di Desa Karangrejo Kec. Pucakwangi Kab. Pati antar lain adalah karakter religius, jujur, toleransi, peduli sosial, dan tanggung jawab.
2. Strategi pembentukan karakter remaja Desa Karangrejo adalah metode dari Nabi Muhammad Saw. dalam meluruskan adab para pemuda. Metodenya yaitu, Metode perbaikan dengan Praktek Nyata, Metode Pujian, Metode Memberi Kepuasan dengan Dialog, Metode Peringatan Keras, dan Metode Teguran dan Hukuman. Di harapkan dengan metode tersebut remaja dapat mempunyai karakter yang unggul dan berperilaku baik sesuai ajaran agama Islam.
B. Saran
Pada akhir penulisan, penulis memberikan saran yang mungkin dapat membantu dan bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan orang lain:
1. Bagi Masyarakat Desa Karangrejo
Penulis memberikan saran kepada masyarakat Desa Karangrejo untuk mengingatkan remaja apabila mempunyai karakter yang kurang baik dan membimbingnya agar mempunyai karakter yang baik. Memperbaiki karakter remaja yang kurang dengan metode Nabi Muhammad sebagai alternatif solusi yang dapat diandalkan mengahadapi degradasi mental di era
74
globalisasi ini yang tengah terjadi di masyarakat. Tentu saja masyarakat yang lebih dewasa memberikan tauladan yang baik bagi remaja agar dapat di tiru. Masa remaja adalah masa peralihan untuk mencari sebuah jati diri dan mereka biasanya mencari perhatian orang untuk sebuah pengakuan, orang yang lebih dewasa dapat membimbing dan menuntun remaja agar menjadi orang baik sehingga dapat berguna bagi masyarakat sekitar, agama maupun negara.
2. Bagi Orang tua
Orang tua merupakan tempat pertama pembentukan karakter anak, karakter orang tua menggambarkan karakter anak, jadi di sini para orang tua di harapkan dapat benar-benar membimbing anaknya agar menjadi orang yang baik. Memberikan pelajaran agama yang cukup agar mempunyai karakter yang baik kelak dimasa dewasanya. Dan yang paling penting bagi orang tua adalah memberikan kasih sayang yang cukup bagi anaknya. Masa remaja inilah sang anak ingin di akui, dengan cara mencari perhatian orang-orang sekitar, jadi sudah sewajarnya bagi orang tua untuk mendidik anak dengan baik agar remaja mempunyai karakter yang unggul, penulis disini hanya memberikan metode sebagai solusi atas permasalahan-permasalah remaja terhadap moral mereka yang mengacu kepada perbaikan adab yang dilakukan Nabi dengan metode-metode yang telah penulis kemukakan di bab-bab sebelumnya. Supaya remaja di Desa Karangrejo dapat mempunyai karakter yang lebih baik.
75 3. Untuk Remaja
Saran penulis kepada remaja, untuk menghadapi zaman yang serba modern ini remaja di harapkan mampu menghadapinya. Memilih-milih mana yang baik untuk dilakukan dan mana yang tidak baik dan harus dijauhi, remaja harus rajin belajar khususnya agama islam agar mampunyai bekal kelak jika dawasa nanti. Di zaman era globalisasi ini perilaku remaja sudah terdegradasi oleh budaya barat, seperti gaya hidup gaya berpakaian, minum-minuman yang semuanya itu ketika di indonesia mrupakan budaya yang kurang baik, di harapkan remaja benar-benar dapat memilih-milih mana yang patut untuk di ikuti dan mana yang tidak dan juga mempunyai karakter yang kuat dan kokoh terhadap tantangan zaman ini. Dimana moral remaja semakin mengalami kemerosotan.
4. Untuk Dinas Terkait
Untuk pemerintah Desa Karangrejo dan Sekolah yang berada di Desa Karangrejo di harapkan pemerintah Desa Karangrejo menjembatani remaja membimbing para remaja agar tidak terperosok ke dalam kejahatan, di mana aparatur desa mampu menjaga kondisi dan stabilisasi desa seperti tidak diperbolehkannya warung-warung menjual minuman keras agar tidak terjadi tindak pelanggaran, memberikan sosialisasi kepada remaja tentang perilaku-perilaku yang baik yang diperbolehkan dalam agama maupun negara. Dan bagi sekolah di harapkan para guru dapat benar-benar mampu memberikn pelajaran yang baik dan memberi tauladan, sehingga anak muridnya mempunyai karakterk yang baik, karakter yang baik akan
76
DAFTAR PUSTAKA
Abdul Majid & Dian Andayani. 2013. Pendidikan Karakter Perspektif Islam cetakan ketiga. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Abdullah Munir. 2010. Pendidikan Karakter Membangun Karakter Anak Sejak dari Rumah. Yogyakarta: PT. Pustaka Insan Madani.
Abudin Nata. 2003 Manajemen Pendidikan Mengatasi Pendidikan Islam di Indonesia Jakarta: Prenada Media.
Ahmad, Tantowi,. 2008 Pendidikan Islam di Era Transformasi Global Semarang: PT. Pustaka Rizki Putra
Az-Zuhaili, Wahbah, 1986. Ushul al-Fiqh al-Islami, Damaskus: Dar al-Fikr Dzakiah Drajat. 1990. Ilmu Jiwa Agama. Jakarta : PT. Bulan Bintang.
Departeman Agama. 2006. Lajnah Pentashih Mushaf Al-Qur’an. Jakarta: Maghfiroh Pustaka.
Haidar Putra Dauly & Nuryaga Pasa. 2012. Pendidikan Islam dalam mencerdaskan Bangsa. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Haroen Nasrun 1997 Ushul Fiqh 1. Jakarta: Logos Wacana Ilmu.
https://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia diakses pada 25 September 2016 pukul 16.45 wib.
http://muslim.or.id/19367-jagalah-allah-ia-akan-menjagamu.html diakses pada 5 Januari 2007 pukul 09.45 wib.
https://dianmutiarach.wordpress.com/2012/12/12/makalah-pertumbuhan-dan- perkembangan-remaja 3 Januari 2017 pukul 17.24 wib.
http://widopart.blogspot.co.id/2014/09/hadits-3-tarbawi-anak-lahir-dalam.html diakses tanggal 3 Maret 2017 pukul 17.04 wib.
https://muslimah.or.id/181-dirikanlah-shalat-1-muqaddimah.html diakses 3 Maret 2017 pukul 21.45 wib.
https://almanhaj.or.id/4089-berkata-benar-jujur-dan-jangan-dusta-bohong.html diakses 10 Maret 2017 jam 17.16 wib.
https://cintakajiansunnah.wordpress.com/tag/bukanlah-orang-yang-beriman-yang-ia- sendiri-kenyang-sedangkan-tetangga-yang-di-sebelahnya-kelaparan diakses 10 Maret 2017 jam 18.19 wib.
M. Furqon Hidayatullah. 2009. Guru Sejati: Membangun Insan Berkarakter Kuat dan Cerdas. Surakarta: Yuma Pustaka.
Musthofa Rembangi. 2010 Pendidikan Trasnpormatif, Pergulatan Kritis Merumuskan Pendidikan di Tengah Pusaran Arus Globalisai, Yogyakarta: TERAS.
Nana Syaodih Sukmadinata. 2009. Metode Penenlitian Pendidikan. Jakarta: PT Remaja Rosdakarya.
Sunarto dan Agung Hartono. 2002. Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Raco, J. R. 2010. Metode Penelitian Kulitatif Jenis, Karakteristik, dan Keunggulannya. Jakarta: PT. Raja Grafindo.
Suharsimi Arikunto. 2002. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
Sarlito Wirawan Sarwono. 2006. Psikologi Remaja. Jakarta: Rajawali
Sarjono, dkk. 2004. Panduan Penulisan Skripsi. Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Sri Rumini & Siti Sundari. 2004. Perkembangan Anak dan Remaja. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suyadi. 2013. Strategi Pembelajaran Pendidikan Karakter. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sunaryo. 2004. Psikologi Untuk Keperawatan. Jakarta:EGC.
Wahf Al-Qohtani, Said. 2013. Tarbiyatul Aulad, diterjemahkan Muhammad Muhtadi Solo: Zam-Zam.
Yasin, Fatah. 2008. Dimensi-dimensi Pendidikan Islam. Malang: UIN-Malang press .
DOKUMENTASI Saat mewawancarai informan
LAMPIRAN HASIL WAWANCARA
Untuk item pertanyaan 1 (satu), yaitu tentang religius menghasilkan jawaban dari
informansebagai berikut:
No Jawaban Responden
1 Iya, karena saya kalau tidak shalat nanti akan di marahi oleh orang tua saya dan juga shalat bagi umat islam adalah kewajiban yang harus dilakukakan, ya saya berusaha melungkan waktu saya untuk mengaji (ALN)
2 Iya, shalat adalah kewajiban yang harus dilakukan oleh umat islam karena apabila meninggalkannya akan mendapat dosa, iya saya selalu mengaji di musholla sehabis magrib (MA)
3 Iya, shalat merupakan tiang agama dan harus dilakukan karena apibila tidak akan berdosa, ya saya mengaji terus sehabis magrib di mushalla (AB)
4 Iya, saya melaksanakan shalat 5 wqaktu karena shalat adalah kewajiban agama dan harus dijalankan, ya saya mnengaji terus kadang di mushlla kadang dirumah (MLI)
5 Iya, shalat itu harus dan wajib dilakukan oleh semua orang islam dan dosa ketika meninggalkannya, mengaji adalah kegiatan rutin saya sehabis magrib di mushalla (NDA)
6 Alhamdulillah saya iya, saya selalu melaksanakan shalat lima waktu terus dan juga kalau meninggal di marahi orang tua karena shalat itu wajin dan dosa bila
ditinggalkan, saya selalu diajari orang tua saya untuk selalu mengaji al qur‟an
(AM)
7 Iya , saya slalu melaksanak shalat lima waktu dalam kehidupan sehari-hari, shalat itu kewajiban bagi saya karena saya adalah umat islam, iya saya mengaji di musholla sehabis magrib (AL)
8 Iya, saya selalu melaksnakan kewajiban saya itu , saya takut berdosa ketika meninggalkannya, iya sehabis magrib saya mengaji di masjid (FT)
9 Iya, shalat lima waktu adalah kewajiban dan harus dikerjakan apapun itu alasnnya, saya selalu mengaji karena hal tersebut adalah rutinan saya swetiap magrib (HR) 10 Iya, saya selalu melaksanakan shalat lima waktu dalam kehidupan saya karena
shalat adalah kewajiban dan ajaran yang telah ditanamkan oleh orang tua saya sejak saya kecil, iya saya selalu mengaji di musholla sehabis magrib (MAL) 11 Iya , itu adalah kewajiba yang harus dilaksanakan oleh umat islam wajib dan
harus dilaksanakan karena itu adalah perintah Allah yang sangt wajib dilakukan, ya saya mengaji terus sehabis magrib (PD).
12 Iya, di dalam islam shalat itu adalah suatu kewajiban bagi setiap muslim untuk dijalankan, terkadang soalnya saya tidak dirumah kalau ada tugas saya tidak mengaji (NR)
13 Iya, saya melaksanakan shalat lima waktu karena takut ancaman Allah dan juga takut dengan orang tua saya apabila mrninggalkannya, iya saya mengaji sehabis magrib di mushalla (MTM)
14 Iya, shalat meupakan tiyang agama dan hukumnya wajib dilaksnankan dan berdosa bila meninggalkannya ya saya sehabis magrib selalu di suruh orang tua saya untuk pergi ke masjid untuk mengaji (MF)
15 Iya , shalat selalu melaksanakan shalat 5 waktu karena keewajiban bagi saya, iya saya mengaji selalu di musholla kalau cuacanya baik (S)
16 Iya, shalat adalah kunci kita buat masuk surga sehingga saya selalu shalat agar masuk surga, dan takut dosa karena akan masuk neraka, iya orang tua saya selalu menyuruh untuk mengaji di masjid sebab kalau tidak bisa dimarahi (ANH)
17 Iya saya shalat, tapi terkadang juga bolong karena kadang capek sehabis sekolah kadang juga lupa, ya kalau tidak malas saya mengaji tapi kalau saya malas kadang kalu disuruh mrngaji saya kabur ke rumah temen saya (MS)
18 Terkadang saya shalat terkadang tidak karena kadang saya kelupaan akibat keasyikan bermain dan kadang juga malas, ya sya selalu disuruh mengaji oleh orang tua saya di musholla sehabis magrib (AH)
19 Saya shalat tapi saya kadang juga bolong karena lupa kadang capek sehingga malas kadang juga ketiduran, saya jarang sekali ngaji karena saya bekerjasehingga tidak sempat (J)
20 saya melakssanakan shalat karena saya umat islam tapi terkadang juga bolong karena saya manusia tempatnya lupa kadang juga malas, ya saya kalau tidak malas ya saya mengaji (A)
Untuk item pertanyaan 2 (dua), yaitu tentang jujur menghasilkan jawaban dari
informansebagai berikut:
No Jawaban Responden
1 Iya saya jujur dengan orang tua saya, saya dari kecil didik oleh orang tua saya untuk selalu berkata jujur, iya saya akan berusaha mengembalikan kepada yang punya karena uang tersebut bukan hak saya (MS)
2 Iya, saya selalu berusaha jujur dengan orang tua saya, karena jujur itu membuat saya tenang, walaupun terkadang saya dimarahi oleh orang tua saya, iya barang tersebut akan saya amankan dana apabila ada yang mencarinya nanti saya kembalikan(ANH)
3 Iya, saya selalu berusaha jujur dengan siapa saja termasuk orang tua saya karena kejujuran akan membawa kebaikan. Walaupun ketika saya jujur di marahi i tapi saya selalu berusaha untuk jujur dengan siapa saja, sudah tentu barang tersebut akan saya kembali kepada yang punya bila dia mencarinya(AH)
4 Saya selalu berusaha jujur, walaupun terkadang jujur itu menyakitkan dan di kucilkan tapi saya selalu menuruti kata hati nurani saya untuk jujur , iya saya akan berusaha mengembalikannya kalo di cari yang punya(J)
5 Terkadang karena saya terkadang takut untuk mengakui kesalahan saya, karena takut di marahi oleh orang tua saya, iya kalo ada yang mencarinya ya saya