• Tidak ada hasil yang ditemukan

Reformasi Birokrasi

Dalam dokumen Ekspor Migas dan Non Migas Indonesia (Halaman 51-56)

BAB 3 KINERJA KEMENTERIAN PERDAGANGAN

3.2 Capaian Sasaran Perdagangan Tahun 2011

3.2.9 Reformasi Birokrasi

Cetak biru postur Organisasi Kementerian Perdagangan 2025

Cetak biru tersebut berisi time-framedan rencana kerja reformasi birokrasi Kementerian Perdagangan berdasarkan 9 program dan 23 rencana aksi dari Kementerian Negara PAN dan RB, dalam rangka mencapai postur birokrasi Kementerian Perdagangan tahun 2025 yaitu: Organisasi Kementerian Perdagangan RI yang tepat fungsi & tepat ukuran; budaya organisasi Kementerian Perdagangan RI dengan integritas dan kinerja tinggi; ketatalaksanaan Kementerian Perdagangan dengan sistem, proses dan prosedur kerja yang jelas, efektif, efisien, terukur dan sesuai dengan prinsip good governance; regulasi-deregulasi birokrasi lebih tertib dan tidak tumpang tindih;serta SDM yang berintegritas, kompeten, profesional, berkinerja tinggi dan sejahtera. Kepmendag Nomor 276/M- DAG/KEP/2/2011 tentang Pembentukan Tim Pengarah, Tim Pelaksana dan Sekretariat Reformasi Birokrasi Kementerian Perdagangan

Upaya menggambarkan kondisi reformasi birokrasi saat ini diawali dengan menunjukkan komitmen Kementerian Perdagangan pada proses pelaksanaan reformasi birokrasi.Komitmen reformasi birokrasi didasarkan pada 3 (tiga) sasaran reformasi birokrasi, yaitu terwujudnya pemerintahan yang bersih dan bebas KKN, meningkatnya kualitas pelayanan publik kepada masyarakat, dan meningkatnya kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi.

Pembentukan Tim Reformasi Birokrasi Kementerian Perdagangan didasarkan pada Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 276/M-DAG/KEP/2/2011 Tentang Pembentukan Tim Pengarah, Tim Pelaksana dan Sekretariat Reformasi Birokrasi Kementerian Perdagangan.

SASARAN Sasaran khusus reformasi birokrasi di lingkungan Perdagangan RI mencakup 8 area perubahan, sebagai berikut:

1. Pola Pikir dan Budaya Kerja (Manajemen Perubahan) : terbangunnya

kesamaan persepsi, komitmen, konsistensi serta keterlibatan dalam pelaksanaan program dan kegiatan reformasi birokrasi pada seluruh tingkatan pegawai.

2. Penataan Peraturan Perundang-undangan :tercapainya peraturan

perundang – undangan yang harmonis dan sinkron dan pelaksanaannya yang efektif dan efisien.

3. Penataan dan Penguatan Organisasi : Meningkatnya eferktivitas dan

efisiensi pelaksanaan tugas dan fungsi serta terhindarkannya duplikasi tugas dan fungsi yang dapat mendorong percepatan reformasi birokrasi.

4. Penataan Tatalaksana : terselenggaranya transparansi, akuntabilitas dan

standardisasi proses penyelenggaraan pemerintahan.

5. Penataan Sistem Manajemen SDM Aparatur : diperolehnya pegawai baru

maupun yang sedang berkarir yang memiliki tingkat kompetensi yang dipersyaratkan jabatannya, terwujudnya profil kompetensi untuk masing – masing jabatan di dalam organisasi dan tersedianya informasi secara komprehensif dan akurat mengenai profil kompetensi individu sesuai dengan uraian tugasnya, sistem pendidikan dan pelatihan pegawai yang

mengurangi kesenjangan antara kompetensi yang dimiliki oleh seorang pegawai dan kompetensi yang dipersyaratkan oleh jabatan dan berjalannya sistem informasi pegawai yang akurat, transparan dan akuntabel.

6. Penguatan Pengawasan : tercapainya tujuan organisasi secara efisien dan

efektif serta taat pada peraturan dan berjalannya pengelolaan keuangan negara yang handal dan terpercaya.

7. Penguatan Akuntabilitas Kinerja : berjalannya sistem akuntabilitas kinerja

organisasi yang efektif.

8. Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik : terselenggaranya pelayanan

publik yang lebih cepat, lebih aman, lebih baik, dan lebih terjangkau.

Penyampaian Dokumen Usulan Reformasi Birokrasi dan Road Map Reformasi Birokrasi Tahun 2011 – 2014

Kementerian Perdagangan telah menyampaikan dokumen usulan reformasi birokrasi kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi pada bulan April 2010. Namun dengan dikeluarkannya Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi dan Permenpan dan Reformasi Birokrasi Nomor 20 Tahun 2010 tentang Road Map Reformasi Birokrasi 2010 – 2014, maka pada tanggal 11 Oktober 2011 Kementerian Perdagangan menyampaikan kembali Dokumen Usulan Reformasi Birokrasi beserta Roadmap Reformasi Birokrasi Kemendag 2011 – 2014 kepada Kementerian PAN dan Reformasi Birokrasi.

Penyampaian Lampiran Dokumen Usulan Reformasi Birokrasi

Kementerian Perdagangan telah divalidasi oleh Kementerian PAN dan Reformasi Birokrasi pada tanggal 4 Nopember 2011 dan oleh BKN pada tanggal 15 Nopember 2011. Berdasarkan hasil validasi terdapat sebanyak 754 nama jabatan struktural (kelas 8 – 17) dan 138 nama jabatan fungsional (kelas 3 - 15).

Quick Wins Kementerian Perdagangan

Jenis layanan unggulan yang ada di Kementerian Perdagangan yang ada saat ini adalah perijinan sektor perdagangan dalam negeri, perijinan sektor perdagangan luar negeri, dan perijinan perdagangan berjangka komoditi. Berikut kondisi layanan perizinan di target waktu yang ingin dicapai oleh Kementerian Perdagangan hingga tahun 2014 :

1. Perijinan Sektor Perdagangan Dalam Negeri, pada tahun 2011 memiliki target jumlah perijinan yang dilayani secara online sebanyak 12 ijin dan dapat diselesaikan selama 6 hari.

2. Perijinan Sektor Perdagangan Luar Negeri, pada tahun 2011 memiliki target jumlah perijinan yang dilayani secara online sebanyak 40 ijin dan dapat diselesaikan selama 4 hari.

3. Perijinan Perdagangan Berjangka Komoditi dan Sistem Resi Gudang, pada tahun 2011 memiliki dengan target waktu penyelesaian 32 hari.

Tahapan Reformasi Birokrasi

Kementerian Perdagangan

Terdapat 3 (tiga) tahapan besar dalam proses reformasi birokrasi yang harus dilaksanakan oleh Kementerian Perdagangan, yaitu: (1).Perencanaan; (2).Pelaksanaan, dan (3).Monitoring dan evaluasi.

Manajemen Perubahan

Pembentukan tim manajemen perubahan sebagai kegiatan pertama dalam program manajemen perubahan dilakukan untuk membantu tugas tim pengarah dan tim pelaksana reformasi birokrasi Kementerian Perdagangan dalam melakukan perubahan-perubahan yang diperlukan. Hal-hal yang telah dicapai pada program ini antara lain telah tersusun roadmap dan rencana aksi pokja manajemen perubahan serta hasil self-assessmenttentang identifikasi kesiapan organisasi untuk berubah.

Penataan Peraturan Perundang-

undangan

Dalam rangka memberikan jaminan kepastian hukum dan kepastian berusaha bagi para pelaku usaha dalam melakukan kegiatan usaha dibidang perdagangan. Kemendag telah berhasil menelaah dan menyusun berbagai Peraturan Perundang-undangan di bidang Perdagangan, Hal-hal yang telah dicapai pada program ini antara lain telah dilakukan inventarisasi peraturan dari tahun 1996 sampai dengan 2011 dan Evaluasi terhadap peraturan Menteri Perdagangan dengan fokus utama yang terkait dengan perijinan dan non perijinan serta penetapan Peraturan Menteri Perdagangan terkait dengan perijinan dan non perijinan (antara lain: SIUP, SIUP PL, SIUP MB, SIUP B2, STPW, TDP) dan sedang melakukan penyusunan dan pembahasan rancangan peraturan perundang-undangan

Penataan dan penguatan Organisasi

Kementerian Perdagangan telah melakukan evaluasi kinerja organisasi sesuai dengan Peraturan Menteri Negara PAN Nomor : PER/19/M.PAN/11/2008 tentang Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Kinerja Organisasi Pemerintah, guna menilai kinerja organisasi komprehensif untuk dapat memberikan saran perbaikan/pembaharuan berkelanjutan (continuing improvement) terhadap berbagai aspek kinerja organisasi pemerintah yang masih lemah untuk mewujudkan organisasi pemerintah yang berorientasi pada hasil/outcome (result oriented government) yang efektif dan efisien.

Penataan Tatalaksana

Penyusunan SOP dalam rangka penataan ketatatalaksanaan di Kementerian Perdagangan dengan menetapkan 15 business process, 83 sub process, 83 CFM dan 116 judul SOP. Dalam rangka pengembangan konsep E-Arsip, Kementrian perdagangan petunjuk teknik yang sudah dibuat dalam kaitannya dengan pengelolaan kearsipan adalah Pedoman Kearsipan Kementerian Perdagangan, Pedoman Pengelolaan Arsip Inaktif, Pola Klasifikasi Arsip Fasilitatif Keuangan dan Kepegawaian, Jadwal Retensi Arsip (JRA) Keuangan dan Kepegawaian yang tahun ini selesai di buat dan kedepannya Biro Umum akan membuat Pedoman Pemindahan Arsip Inaktif, Pedoman Penyusunan Program Arsip Vital, Pedoman Penyerahan Arsip Statis ke Arsip Nasional, Pedoman Pemusnahan Arsip, Pembuatan JRA fasilitatif non Keuangan dan Kepegawaian serta Pembuatan JRA substantif Kementerian Perdagangan. Penataan Sistem

Manajemen SDM Aparatur

Sampai dengan tahun 2011, output yang telah dicapai oleh Kementerian Perdagangan terkait dengan Pokja Penataan Sistem Manajemen SDM Aparatur antara lain hasil Analisa dan Evaluasi jabatan (Peta dan uraian jabatan di lingkungan Kementerian Perdagangan serta peringkat dan harga jabatan, dalam proses validasi dengan Menpan & RB), Standar Kompetensi Jabatan Kementerian Perdagangan meliputi Kompetensi manajerial Es. II, Atase/ITPC dan kompetensi teknis Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Jasa sebanyak 31 unit kompetensi, standar kompetensi jabatan fungsional Penera, seleksi Pejabat Luar Negeri meliputi TOEFL dan asesmen psikologis yang hasilnya akan direkomendasikan untuk diikutkan dalam Diklat Atase/ ITPC, Pelatihan manajemen ISO 9001-2008 untuk rekrutmen CPNS dan telah dilakukan evaluasi kinerja pasca diklat bagi peserta diklat fungsional Penera, Sistem Informasi Kepegawaian online serta penegakan disiplin kehadiran pegawai melalui absensi elektronik yang terintegrasi.

Penguatan Pengawasan

Hal-hal yang sudah dicapai dalam rangka pelaksanaan Reformasi Birokrasi pada area perubahan Penguatan Pengawasan agar tujuan organisasi yang efisien, efektif dan taat pada peraturan serta berjalannya pengelolaan keuangan yang andal dan terpecaya tercapai , Hal-hal yang telah dicapai pada program ini antara lain tersusunnya Pedoman Pelaksanaan SPIP, Laporan

Keuangan Kementerian Perdagangan dengan opini WTP dari BPK, Monitoring dan evaluasi SPIP, Juklak dan Juknis WTA, Penilaian WTA di unit Kementerian Perdagangan, Review Laporan Keuangan Seluruh Satker dan Tertib LHKPN, Pedoman pelaksanaan Kormonev, Sosialisasi Inpres 5, dan laporan pelaksanaan Inpres 5; dan SK Menteri Perdagangan tentang LPSE di Kementerian Perdagangan.

Penguatan Akuntabilitas Kinerja

Hal-hal yang sudah dicapai dalam rangka pelaksanaan Reformasi Birokrasi pada area perubahan Penguatan Akuntabilitas Kinerja agar berjalannya akuntabilitas kinerja organisasi yang efektif , Hal-hal yang telah dicapai pada program ini antara lain Kepmendag Pedoman Penyusunan Dokumen SAKIP, Buku Pedoman Penyusunan Dokumen SAKIP dan Laporan Sosialisasi SAKIP serta Dokumen SAKIP Kementerian Perdagangan, Strategic Map/Arsitektur BSC Kementerian Perdagangan serta Pelatihan BSC bagi operator perwakilan perdagangan di luar negeri dan unit-unit Kementerian Perdagangan serta IKU Kementerian Perdagangan;

Peningkatan Kalitas Pelayanan Publik

a. Unit Pelayanan Perdagangan : Diresmikan tanggal 5 Maret 2007 oleh Menteri Perdagangan sebagai upaya meningkatkan pelayanan kepada dunia usaha dan meningkatkan pelayanan kepada dunia usaha dan meningkatkan iklim usaha yang yang kondusif, cepat tepat, efisien dan memiliki prinsip “single entry and single exit point”.

b. INATRADE : Sistem perijinan elektronik (e-licensing) untuk pelayanan perdagangan (publik) yang dapat dilakukan secara manual dan online yang menjadi ojung tombak system pelayanan terpadu, bersih dan transparan. Termasuk di dalamnya tracking dokumen online, laporan realisasi ekpor dan impor dan call centre (7x24).

Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan

Untuk mengetahui kemajuan pelaksanaan Reformasi Birokrasi di masing- masing Pokja Reformasi birokrasi di kementerian Perdagangan, setahun sekali tim pokja Monev Reformasi Birokrasi melaksanakan evaluasi pada masing- masing Pokja Reformasi Birokrasi Kementerian Perdagangan. Evaluasi dilakukan berdasarkan program dan kegiatan yang harus dilaksankan oleh masing-masing Pokja sebagaimana diuraikan dalam Road Map Reformasi Birokrasi. Hasil evaluasi disusun dalam bentuk laporan, Hal-hal yang telah dicapai pada program ini antara lain Monitoring Reformasi Birokrasi Kementerian Perdagangan dan Penyusunan Laporan Hasil Evaluasi Reformasi Birokrasi Kementerian Perdagangan Tahunan 2011

Penataan Sistem Manajemen SDM Aparatur

Sampai dengan tahun 2011, output yang telah dicapai oleh Kementerian Perdagangan terkait dengan Pokja Penataan Sistem Manajemen SDM Aparatur antara lain hasil Analisa dan Evaluasi jabatan (Peta dan uraian jabatan di lingkungan Kementerian Perdagangan serta peringkat dan harga jabatan, dalam proses validasi dengan Menpan & RB), Standar Kompetensi Jabatan Kementerian Perdagangan meliputi Kompetensi manajerial Es. II, Atase/ITPC dan kompetensi teknis Perundingan Perdagangan Jasa sebanyak 31 unit kompetensi, standar kompetensi jabatan fungsional Penera, seleksi Pejabat Luar Negeri meliputi TOEFL dan asesmen psikologis yang hasilnya akan direkomendasikan untuk diikutkan dalam Diklat Atase/ ITPC, Pelatihan manajemen ISO 9001-2008 untuk rekrutmen CPNS dan telah dilakukan evaluasi kinerja Sistem Informasi Kepegawaian online serta penegakan disiplin kehadiran pegawai melalui absensi elektronik yang terintegrasi.

Penguatan Pengawasan

pada area perubahan Penguatan Pengawasan antara lain tersusunnya Pedoman Pelaksanaan SPIP, Laporan Keuangan Kementerian Perdagangan dengan opini WTP dari BPK, Monitoring dan evaluasi SPIP, Juklak dan Juknis WTA, Penilaian WTA di unit Kementerian Perdagangan, Review Laporan Keuangan Seluruh Satker dan Tertib LHKPN, Pedoman pelaksanaan Kormonev, Sosialisasi Inpres 5, dan laporan pelaksanaan Inpres 5; dan SK Menteri Perdagangan tentang LPSE di Kementerian Perdagangan.

Penguatan Akuntabilitas Kinerja

Hal-hal yang sudah dicapai dalam rangka pelaksanaan Reformasi Birokrasi pada area perubahan Penguatan Akuntabilitas Kinerja agar berjalannya akuntabilitas kinerja organisasi yang efektif antara lain Kepmendag Pedoman Penyusunan Dokumen SAKIP, Buku Pedoman Penyusunan Dokumen SAKIP

dan Laporan Sosialisasi SAKIP serta Dokumen SAKIP Kementerian

Perdagangan, Strategic Map/Arsitektur BSC Kementerian Perdagangan serta Pelatihan BSC bagi operator perwakilan perdagangan di luar negeri dan unit- unit Kementerian Perdagangan serta IKU Kementerian Perdagangan;

Kondisi Pelayanan Publik di

Kementerian Perdagangan

Kementerian Perdagangan berusaha untuk memberikan pelayanan prima kepada pelanggan dengan cara mempercepat waktu pemrosesan perizinan. Berikut kondisi layanan perizinan di target waktu yang ingin dicapai oleh Kementerian Perdagangan hingga tahun 2014 :

1. Waktu pelayanan perizinan perdagangan dalam negeri tahun 2011

adalah 6 (enam) hari kerja dengan 6 (enam) jenis perizinan online;

2. Waktu pelayanan perizinan perdagangan luar negeri pada tahun 2011

adalah 3 (tiga) hari kerja dengan 55 jenis perizinan online;

3. Waktu pelayanan perizinan perdagangan berjangka komoditi adalah

selama 28 hari kerja.

Kondisi Upaya Pemberantasan KKN

Salah satu upaya Kementerian Perdagangan dalam melakukan pemberantasan KKN dengan mengikuti program Komisi Pemberantasan Korupsi, yaitu Penilaian Inisiatif Anti Korupsi (PIAK). Keikutsertaan Kementerian Perdagangan dalam program PIAK menunjukkan keterbukaan Kementerian untuk diukur oleh pihak eksternal dalam hal sistem dan mekanisme yang telah dilakukan dalam mencegah dan menghilangkan korupsi. Upaya lainnya yang dilakukan terkait pemberantasan KKN adalah telah dibentuknya Satgas SPIP.

Kementerian Perdagangan memperoleh penilaian “CC” atas Sistem Akuntabiltas Kinerja (SAKIP)

Pada tahun 2011, Kementerian Perdagangan memperoleh “CC” atau setara 62,45 atas SAKIP Tahun 2010 dari Kementerian MENPAN dan RB. Diharapkan di tahun 2012 Kementerian Perdagangan akan mendapatkan penilaian kinerja yang lebih baik dengan secara konsisten berupaya mencapai visi dan misi Kementerian Perdagangan yang telah dijabarkan ke dalam indikator kinerja masing-masing Unit Eselon I.

Penerapan Program WTA

Kementerian Perdagangan melalui Permendag 30/M-DAG/PER/7/2010 telah mencanangkan program Wilayah Tertib Administrasi (WTA) sebagai salah satu langkah kongkrit untuk membangun tata kelola birokrasi yang lebih professional, transparan dan akuntabel sebagai ciri pemerintahan yang baik dan bebas dari korupsi. Hasil penilaian tahun 2011 telah ditetapkan 11 (sebelas) unit yang memperoleh predikat WTA dan penyerahan piagamdilakukan pada saat Upacara Kemerdekaan HUT RI ke 66 tanggal 17 Agustus 2011.

Mempertahankan Opini WTP dari BPK

Pada tahun 2011, Kementerian Perdagangan berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan tahun anggaran 2010.

BAB 4

Dalam dokumen Ekspor Migas dan Non Migas Indonesia (Halaman 51-56)

Dokumen terkait