HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Data
1. Regresi Berganda
Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda yang digunakan untuk menguji adanya peran antara dua atau lebih variabel bebas terhadap satu variabel terikatnya. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan alat bantu program SPSSdidapat persamaan regresi sebagai berikut:
Tabel 4.2
Analisis Regresi Linier Berganda
Variabel Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta (Constant) -.332 .168 mbr .015 .007 .208 2.109 .040 size .065 .011 .581 5.830 .000 tng -.428 .312 -.133 -1.370 .176 prf .410 .159 .257 2.573 .013 I .118 .103 .120 1.142 .258 R2 = 0,512 F = 11,313
Sumber: data primer diolah 2010
commit to user
Penjelasan dari koefisien regresi (persamaan regresi) tersebut adalah sebagai berikut:
a. Pada posisi konstan, leverage tanpa memperhatikan aspek-aspek
market-to-book ratio, firm size, tangibility of assets, firm profitability, dan indeks pertumbuhan perusahaan, maka leverage yang ada sebesar - 0,332.
b. Setiap peningkatan market-to-book ratio maka akan meningkatkan
leverage sebesar 0,015 dengan asumsi variabel yang lainnya tetap. c. Setiap peningkatan firm size maka akan meningkatkan leverage
sebesar 0,065 dengan asumsi variabel lain tetap.
d. Setiap peningkatan tangibility of asset maka akan menurunkan
leverage -0,428 dengan asumsi variabel lain tetap.
e. Setiap peningkatan firm profitability maka akan meningkatkan
leverage sebesar 0,410 dengan asumsi variabel lain tetap.
f. Setiap peningkatan indeks pertumbuhan perusahaan maka akan meningkatkan leverage sebesar 0,118 dengan asumsi variabel lain tetap.
2. Uji t
Pengujian secara individu ini untuk membuktikan bahwa koefisien regresi suatu model itu statistik signifikan atau tidak, maka dipakai uji t. Adapun langkah-langkahnya adalah:
1) Market- to- book ratio
commit to user
H0 : 1 = 0, artinya tidak ada pengaruh yang signifikan variabel
market- to- book ratio terhadap variabel leverage. Ha : 1 0, artinya ada pengaruh yang signifikan variabel
market- to- book ratio terhadap variabel leverage. b. Menentukan level of significant =0,05 dengan derajat kebebasan
(α/2; n-k) = 0,05/2; 60-6 = 0,025: 54 = 2,005. c. Kriteria pengujian
H0 diterima apabila -2,005 thit 2,005 H0 ditolak apabila thit > 2,005 atau t < -2,005 d. Nilai t hitung
Dari hasil analisis data yang telah dilakukan di SPSS maka diketahui bahwa thitung variabel market- to- book ratio adalah sebesar 2,109.
e. Kesimpulan
Dengan membandingkan thitung dan ttabel diketahui bahwa thitung > ttabel (2,109 > 2,005) dan nilai probabilitas < 0,05 (taraf signifikansi 5%), maka untuk variabel market- to- book ratio hipotesis H0 ditolak artinya bahwa market- to- book ratio berpengaruh signifikan positif terhadap leverage.
Daerah H0 diterima -2,005 2,005 DaerahH0 ditolak DaerahH0 ditolak
commit to user
2) Firm size
a. Perumusan Hipotesis
H0 : 2 = 0, artinya tidak ada pengaruh yang signifikan variabel
firmsize terhadap variabel leverage.
Ha : 2 0, artinya ada pengaruh yang signifikan variabel firm size terhadap variabel leverage
b. Menentukan level of significant =0,05 dengan derajat kebebasan
(α/2; n-k) = 0,05/2; 60-6= 0,025: 54 = 2,005. c. Kriteria pengujian
H0 diterima apabila -2,005 thit 2,005 H0 ditolak apabila thit > 2,005 atau thit < -2,005 d. Nilai t hitung
Dari hasil analisis data yang telah dilakukan di SPSS maka diketahui bahwa thitung variabel firm size adalah sebesar 5,830. e. Kesimpulan
Dengan membandingkan thitung dan ttabel diketahui bahwa thitung > ttabel (5,830 > 2,005) dan nilai probabilitas < 0,05 (taraf signifikansi 5%), maka untuk variabel firm size hipotesis H0 ditolak artinya bahwa firmsize berpengaruh signifikan terhadap leverage.
Daerah H0 diterima 2,005 2,005 DaerahH0 ditolak DaerahH0 ditolak
commit to user
3) Tangibility of assets
a. Perumusan Hipotesis
H0 : 3 = 0, artinya tidak ada pengaruh yang signifikan variabel
tangibility of assets terhadap variabel leverage. Ha : 3 0, artinya ada pengaruh yang signifikan variabel
tangibility of assets terhadap variabel leverage. b. Menentukan level of significant =0,05 dengan derajat kebebasan
(α/2; n-k) = 0,05/2; 60-6= 0,025: 54 = 2,005. c. Kriteria pengujian
H0 diterima apabila -2,005 thit 2,005 H0 ditolak apabila thit > 2,005 atau t < -2,005 d. Nilai t hitung
Dari hasil analisis data yang telah dilakukan di SPSS maka diketahui bahwa thitung tangibility of assets adalah sebesar -1,370. e. Kesimpulan
Dengan membandingkan thitung dan ttabel diketahui bahwa thitung < ttabel (-1,370 < -2,005) dan nilai probabilitas > 0,05 (taraf signifikansi 5%), maka untuk variabel tangibility of assets
hipotesis H0 diterima artinya bahwa tangibility of assets tidak berpengaruh secara signifikan terhadap leverage.
Daerah H0 diterima -2,005 2,005 DaerahH0 ditolak DaerahH0 ditolak
commit to user
4) Firm profitability
a. Perumusan Hipotesis
H0 : 4 = 0, artinya tidak ada pengaruh yang signifikan variabel
profitability terhadap variabel leverage.
Ha : 4 0, artinya ada pengaruh yang signifikan variabel
profitability terhadap variabel leverage.
b. Menentukan level of significant =0,05 dengan derajat kebebasan
(α/2; n-k) = 0,05/2; 60-6= 0,025: 54 = 2,005. c. Kriteria pengujian
H0 diterima apabila -2,005 thit 2,005 H0 ditolak apabila thit > 2,005 atau t < -2,005 d. Nilai t hitung
Dari hasil analisis data yang telah dilakukan di SPSS maka diketahui bahwa thitung rasio total aktiva dan total utang adalah sebesar 2,573.
e. Kesimpulan
Dengan membandingkan thitung dan ttabel diketahui bahwa thitung > ttabel (2,573 > 2,005) dan nilai probabilitas < 0,05 (taraf signifikansi 5%), maka untuk variabel profitability hipotesis H0 ditolak artinya
Daerah H0 diterima -2,005 2,005 DaerahH0 ditolak DaerahH0 ditolak
commit to user
bahwa rasio total aktiva dan total utang berpengaruh secara signifikan terhadap leverage.
5) Indeks Pertumbuhan Perusahaan a. Perumusan Hipotesis
H0 : 5 = 0, artinya tidak ada pengaruh yang signifikan variabel
indeks pertumbuhan perusahaan terhadap variabel
leverage.
Ha : 5 0, artinya ada pengaruh yang signifikan indeks
pertumbuhan perusahaan terhadap variabel
leverage.
b. Menentukan level of significant =0,05 dengan derajat kebebasan
(α/2; n-k) = 0,05/2; 60-6= 0,025: 54 = 2,005. c. Kriteria pengujian
H0 diterima apabila -2,005 thit 2,005 H0 ditolak apabila thit > 2,005 atau t < -2,005 d. Nilai t hitung
Dari hasil analisis data yang telah dilakukan di SPSS maka diketahui bahwa thitung indeks pertumbuhan perusahaan adalah sebesar 1,142. Daerah H0 diterima -2,005 2,005 DaerahH0 ditolak DaerahH0 ditolak
commit to user
e. Kesimpulan
Dengan membandingkan thitung dan ttabel diketahui bahwa thitung < ttabel (1,142 < 2,005) dan nilai probabilitas > 0,05 (taraf signifikansi 5%), maka untuk variabel indeks pertumbuhan perusahaan hipotesis H0 diterima artinya bahwa indeks pertumbuhan perusahaantidak berpengaruh secara signifikan terhadap leverage.
3. Uji F
Uji ini digunakan untuk mengetahui pengaruh antara variabel bebas dan terikat secara bersama-sama.
Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut: a. Perumusan Hipotesis
Ho:1... 5 = 0 Artinya tidak terdapat pengaruh yang signifikan variabel market- to- book ratio, firm size, tangibility of assets, firm profitability, dan indeks pertumbuhan perusahaan secara bersama-sama terhadap variabel
leverage.
H1: 1... 5 0 Artinya terdapat pengaruh yang signifikan variabel
market-to-book ratio, firm size, tangibility of assets,
firm profitability, dan indeks pertumbuhan
perusahaan secara bersama-sama terhadap variabel
leverage. b. Level of Significant(α = 5%)
commit to user
c. Kriteria pengujian statistik
Ho diterima apabila Fhitung ≤ 2,54
Ho ditolak apabila Fhitung > 2,54
d. Perhitungan nilai F
Dari hasil analsis data yang telah dilakukan di SPSS diketahui bahwa Fhitung adalah sebesar 11,313.
Mencari F tabel: Ftabel = k-1 ; n-k = 6 – 1 ; 60 – 6 = 5 ; 54 F tabel = 2,54 e. Kesimpulan
Dengan membandingkan Fhitung dan Ftabel diketahui bahwa Fhitung > Ftabel (11,313 > 2,54) dan nilai probabilitas sebesar 0,000 < 0,05 maka variabel market to book, firm size, tangibility of assets, firm profitability, dan indeks pertumbuhan perusahaan secara bersama-sama atau serentak berpengaruh secara signifikan terhadap leverage.
Ho diterima
2,54
commit to user 4. Koefisien Determinasi
Analisis ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar sumbangan yang diberikan variabel bebas terhadap variabel terikat yang ditunjukkan dalam persentase.
Dari hasil analisis data diperoleh R² sebesar 0,512 ini menunjukkan bahwa variabel market- to- book ratio, firm size, tangibility of assets, firm profitability, dan indeks pertumbuhan perusahaan mempunyai kontribusi (dapat menjelaskan) pengaruh terhadap leverage sebesar 51,2%. Sedangkan sisanya sebesar 48,8% mendapat kontribusi dari variabel lain yang tidak penulis teliti.
C. Uji Prasyarat (Uji Asumsi Klasik) yaitu: Uji Normalitas, Autokorelasi, Multikolinearitas, dan Heteroskedastisitas.
a. Normalitas
Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui normal atau tidaknya sebaran distribusi data yang digunakan dalam penelitian. Uji normalitas sebaran data dapat dilihat pada nilai signifikansi atau probabilitas > 0,05 maka data berdistribusi normal.
Tabel 4.3
Normalitas Metode Kolmogorov-Smirnov
Model Z Probability (p) Kriteria Kesimpulan Unstandardized residual 0,756 0,618 P> α (0,05) Data Berdistribusi Normal
commit to user
Dari tabel diatas diketahui bahwa nilai signifikansi atau probabilitas sebesar 0,756 > 0,05 (taraf signifikansi 5%) maka dapat disimpulkan sebaran data berdistribusi normal.
b.Uji Autokorelasi
Autokorelasi adalah korelasi antara anggota serangkaian observasi yang diurutkan menurut waktu (seperti dalam data deretan waktu) atau ruang (seperti dalam data cross-sectional).
Tabel 4.4
Hasil Uji Autokorelasi Metode Durbin-Watson
Variabel D-W Kriteria Kesimpulan
Market-to-book ratio, firm size, tangibility of assets, firm profitability, indeks 1,603 -2 < D-W < +2
Tidak ada masalah autokorelasi
Sumber: data primer diolah, 2010
Dari hasil tabel di atas diketahui bahwa nilai D-W test sebesar 1,603. Dikarenakan hasil hitung Durbin-Watson -2 < D-W < +2. Dapat diketahui bahwa dalam model regresi pada penelitian ini tidak ada masalah autokorelasi.
c. Multikolinearitas
Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi yang sempurna antar variabel bebas
commit to user
(independen). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi yang sempurna di antara variabel bebas. Salah satu cara untuk mendeteksi adanya multikolinearitas adalah dengan melihat tolerance atau Varians Inflation Factor (VIF). Apabila tolerance lebih kecil dari 0,1 (dekat 1,0) atau nilai VIF di atas 10, maka terjadi multikolinearitas. Untuk pengujian ini digunakan rumus korelasi product moment dari Pearson, yang penghitungannya menggunakan bantuan komputasi program SPSS.
Tabel 4.5
Multikolinieritas
Variabel Tolerance VIF
Market-to-book ratio 0,931 1,074
Firm size 0,910 1,099
Tangibility of assets 0,955 1,047
Firm profitability 0,908 1,101
Indeks 0,819 1,221
Sumber: data primer diolah, 2010
Hasil uji multikolinearitas pada pada tabel di atas diketahui bahwa hasil tolerance pada masing-masing variabel lebih besar dari 0,1 sedangkan nilai Varians Inflation Factor (VIF) lebih kecil dari 10. Sehingga model regresi dalam penelitian ini tidak ada masalah multikolinearitas.
commit to user d.Heteroskedastisitas
Pengertian heteroskedastisitas adalah apabila kesalahan atau residual yang diamati tidak memiliki varian yang konstan. Kondisi heteroskedastisitas sering terjadi pada data cross section, atau data yang diambil dari beberapa responden pada suatu waktu tertentu.
Dari hasil pengujian heteroskedastisitas dengan menggunakan program statistik SPSS for windows dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.6
Hasil Uji Heteroskedastisitas
Variabel
thitung Prob Keterangan
Market-to-book ratio -1,241 0,220 Tidak ada Heteroskedastisitas
Firm size -1,568 0,123 Tidak ada Heteroskedastisitas
Tangibility of assets -1,344 0,106 Tidak ada Heteroskedastisitas
Firm profitability -0,033 0,974 Tidak ada Heteroskedastisitas
Indeks -0,618 0,539 Tidak ada Heteroskedastisitas
Sumber: data primer diolah, 2010
Berdasarkan hasil uji Heteroskedisitas Glejser di atas diketahui nilai thitung pada masing-masing variabel dengan nilai probabilitas (Asymp. Sig) > 0,05, dengan demikian tidak terjadi heteroskedastisitas.
commit to user
D. Pembahasan
Berdasarkan hasil pengujian di atas diketahui bahwa:
1. Hasil pengujian diperoleh hasil bahwa market- to- book ratio berpengaruh signifikan positif (meningkatkan) leverage perusahaan dengan nilai thitung sebesar 2,109 > ttabel (2,54) dengan nilai probabilitas sebesar 0,040 < 0,05, maka untuk variabel H0 market- to- book ratio ditolak artinya bahwa
market-to-book ratio berpengaruh dalam meningkatkan leverage
perusahaan (Y). Hasil tersebut mendukung hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Sawitri(2004) dalam Bintari (2009), dan Eswestri (2007) yang menyatakan bahwa variable market-to-book ratio mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap leverage perusahaan. Arah koefisien yang positif menunjukkan bahwa ketika market-to-book ratio mengalami kenaikan maka leverage juga mengalami kenaikan. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi rasio ini menunjukkan perusahaan semakin dipercaya, artinya nilai perusahaan menjadi lebih tinggi
2. Hasil pengujian diperoleh hasil bahwa firm size berpengaruh signifikan positif (meningkatkan) terhadap leverage perusahaan dengan nilai thitung sebesar 5,830 > ttabel (2,54) dengan nilai probabilitas sebesar 0,000 < 0,05, maka untuk variabel H0 firm size ditolak artinya bahwa firm size
berpengaruh dalam meningkatkan leverage perusahaan (Y). Hasil tersebut mendukung hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Rajan dan Zingales (1995), Graham C. Hall et.al (2004), Sawitri (2004) dalam Bintari (2009), Andiyas (2008), Erwestri (2007), Barry R Oliver(2000) dalam
commit to user
Erwestri (2007) dan Bintari (2009) yang menyatakan bahwa variable firm size memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap leverage
perusahaan. Pada dasarnya perusahaan-perusahaan yang mempunyai ukuran yang besar lebih suka menggunakan hutang daripada modal sendiri karena pada dasarnya perusahaan yang lebih besar akan lebih mudah memperoleh pinjaman yang memungkinkan leverage nya lebih besar dibandingkan perusahaan dengan ukuran kecil (Napa dan Mulyadi, 1996 dalam Bintari, 2009). Kebutuhan dana bagi perusahaan besar lebih besar dari pada perusahaan kecil sehingga membutuhkan hutang untuk memenuhi kebutuhan dana.
3. Hasil pengujian diperoleh hasil bahwa tangibility of asset tidak berpengaruh signifikan terhadap leverage perusahaan dengan nilai thitung sebesar -1,830 > -ttabel (-2,54) dengan nilai probabilitas sebesar 0,176 > 0,05, maka untuk variabel H0 tangibility of asset diterima artinya bahwa
tangibility of asset tidak berpengaruh dalam menurunkan leverage perusahaan (Y). Hasil tersebut mendukung hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Rajan dan Zingales (1995), Graham C. Hall et.al (2004), Andiyas (2008), dan Bintari (2009) yang menyatakan bahwa variable struktur aktiva tidak berpengaruh signifikan terhadap leverage
perusahaan. Struktur aktiva tidak berpengaruh terhadap struktur modal karena perusahaan lebih mempertimbangkan struktur aktiva dari sisi jenis aktiva yang dimiliki sesuai untuk jaminan kredit dibandingkan dari sisi jumlah aktiva tetap perusahaan. Hal ini senada dengan teori yang
commit to user
diungkapkan oleh (Weston dan Brigham, 1994:175) bahwa pengaruh struktur aktiva terhadap struktur modal dapat terlihat jenis aktiva yang dimiliki perusahaan sesuai untuk jaminan kredit. Perusahaan yang mempunyai jenis aktiva sesuai untuk jaminan kredit akan cenderung menggunakan hutang karena kemudahan yang dimiliki.
4. Hasil pengujian diperoleh hasil bahwa firm profitability berpengaruh signifikan positif (meningkatkan) terhadap leverage perusahaan dengan nilai thitung sebesar 2,573 > ttabel (2,54) dengan nilai probabilitas sebesar 0,013 < 0,05, maka untuk variabel H0 firm profitability ditolak artinya bahwa firm profitability berpengaruh dalam meningkatkan leverage
perusahaan (Y). Hasil tersebut mendukung hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan olehPandey (2001), Shah dan Khan (2007), dan Chen dan Xue (2005) menunjukkan bahwa Profitabilitas berpengaruh terhadap
leverage atau struktur modal. Keofisien regresi pada variable profitabilitas adalah positif berarti ketika profitabilitas perusahaan naik maka leverage
perusahaan akan naik. Perusahaan dengan tingkat pengembalian yang tinggi memungkinkan perusahaan untuk membiayai sebagian besar pendanaannya dengan dana internal (Weston dan Brigham, 1994:175) 5. Hasil pengujian diperoleh hasil bahwa tingkat pertumbuhan perusahaan
(indeks) tidak berpengaruh signifikan positif (meningkatkan) terhadap
leverage perusahaan dengan nilai thitung sebesar 1,142 > ttabel (2,54) dengan nilai probabilitas sebesar 0,258 > 0,05, maka untuk variabel H0 tingkat pertumbuhan perusahaan (indeks) diterima artinya bahwa tingkat
commit to user
pertumbuhan perusahaan (indeks) tidak berpengaruh dalam meningkatkan leverage perusahaan (Y). Hasil tersebut tidak mendukung hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Pandey (2001) mengemukakan bahwa pertumbuhan perusahaan, ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap struktur modal. Weston dan Brigham (1994) Perusahaan yang memiliki tingkat pertumbuhan perusahaan cepat cenderung menggunakan hutang yang lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan yang tingkat pertumbuhannya rendah.
commit to user BAB V