• Tidak ada hasil yang ditemukan

CARA MEMBUAT:

C. Pengujian Hipotesis

2. Regresi Berganda

Hasil Uji Regresi Berganda dengan menggunakan SPSS 16.0, dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel IV.15 Hasil Regresi Berganda

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -142061,076 19151,614 -7,418 ,000 Omzet penjualan ,511 ,073 ,555 7,028 ,000 Letak lokasi usaha 1391,328 797,463 ,132 2,745 ,035 Jiwa kewirausahaan 1371,075 339,664 ,306 4,037 ,000 a. Dependent Variable: Keuntungan

Sumber: data primer, diolah 2013

Dari Tabel di atas dapat dilihat bahwa total nilai Beta seluruh variabel: 0,555+0,132+0,306= 0,993

a. Omset Penjualan

Rumusan hipotesis

Ho = Omset Penjualan tidak berkontribusi secara signifikan terhadap Keuntungan

Ha = Omset Penjualan berkontribusi secara signifikan terhadap Keuntungan

Kolom Standardized Coefficient menunjukkan Nilai Beta (β) pada variabel Omset Penjualan sebesar 0,555 yang artinya bahwa Omset Penjualan berkontribusi terhadap Keuntungansebesar(0,555: 0,921)x 100 = 60,260% sedangkan untuk menguji apakah kontribusi tersebut signifikan atau tidak dengan membandingkan nilai thitung

Hasil perhitungan yang dilakukan dengan berdasarkan program SPSS 16.0 menunjukkan bahwa nilai thitung sebesar 7,028, sedangkan nilai ttabel pada df = n-k = 78 – 3 = 75 sebesar 1,66543 (Ttabel). Hal ini berarti nilai thitung ≥ttabel (7,028≥ 166543),maka Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya Omset Penjualan berkontribusi secara signifikan terhadap Keuntungan.

Untuk menguji signifikansi dilihat kolom Sig Probabilitas ditunjukkan dengan nilai 0,000 yang berarti nilai ini berada bawah taraf signifikansi 5% (0,05), oleh karena Sig < 0,05 (0,000< 0,05), maka Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya dapat disimpulkan bahwa Omset Penjualan berkontribusi secara signifikan terhadap Keuntungan.

Berdasarkan dari hasil perhitungan di atas menunjukan bahwa, Omset Penjualan memberikan kontribusi sebesar 60,260% terhadap Keuntungan sedangkan faktor lain berkontribusi sebesar 39,739%. Sedangkan hasil analisis signifikasinya oleh karena Sig < 0,05 (0,000 < 0,05)maka Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya Omset Penjualan berkontribusi secara signifikan terhadap Keuntungan Penjual dawet ireng di Kabupaten Purworejo.

b. Lokasi Usaha

Rumusan hipotesis

Ho = Lokasi Usaha tidak berkontribusi secara signifikan terhadap Keuntungan

Ha = Lokasi Usaha berkontribusi secara signifikan terhadap Keuntungan.

Kolom Standardized Coefficient menunjukkan nilai Beta

pada variabel Lokasi Usaha sebesar 0,132 yang berarti bahwa keadilan Lokasi Usaha berkontribusi sebesar (0,132 : 0,921)x 100 = 14,332% Sedangkan untuk menguji apakah variabel Lokasi Usaha

berkontribusi dan signifikan atau tidak yaitu dengan

membandingkan nilai dengan atau melihat kolom Sig. Hasil perhitungan yang dilakukan dengan berdasarkan program SPSS 16.0 menunjukkan bahwa nilai thitung sebesar 2,745, sedangkan nilai ttabel pada df = n-k = 78 – 3 = 75 sebesar 1,66543 (Ttabel). Hal ini berarti nilai thitung≥ ttabel (2,745≥ 1,66543) dan dapat diartikan Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya Lokasi Usaha berkontribusi secara signifikan terhadap Keuntungan.

Untuk menguji signifikansi dilihat kolom Sig Probabilitas ditunjukkan dengan nilai 0,035 yang berarti nilai ini berada diatas taraf signifikansi 5% (0,05), oleh karena Sig < 0,05 (0,035 < 0,05) maka dapat dikatakan Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya dapat disimpulkan bahwa Lokasi Usaha berkontribusi secara signifikan terhadap Keuntungan.

Berdasarkan dari hasil perhitungan di atas menunjukan

bahwa, Omset Penjualan memberikan kontribusi sebesar

sebesar 85,668%. Sedangkan hasil analisis signifikasinya oleh karena Sig < 0,05 (0,035< 0,05)maka Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya Lokasi Usaha berkontribusi secara signifikan terhadap Keuntungan Penjual dawet ireng di Kabupaten Purworejo.

c. Jiwa Kewirausahaan

Rumusan hipotesis

Ho = Jiwa Kewirausahaan tidak berkontribusi secara signifikan terhadap Keuntungan.

Ha = Jiwa Kewirausahaan secara signifikan terhadap Keuntungan Kolom Standardized Coefficient menunjukkan nilai Beta

pada variabel Jiwa kewirausahaan sebesar 0,306 yang berarti bahwa Jiwa kewirausahaan berkontribusi sebesar(0,306 :0,921)x 100 = 33,224% Sedangkan untuk menguji apakah variabel Jiwa Kewirausahaan berkontribusi dan signifikan atau tidak yaitu dengan membandingkan nilai dengan atau melihat kolom Sig.

Untuk menguji signifikansi dilihat kolom Sig Probabilitas ditunjukkan dengan nilai 0,000 yang berarti nilai ini berada diatas taraf signifikansi 5% (0,05), oleh karena Sig < 0,05 (0,000 < 0,05) maka dapat dikatakan Ho diterima dan Ha ditolak yang artinya dapat disimpulkan bahwa Jiwa Kewirausahaan berkontribusi secara signifikan terhadap Keuntungan.

Berdasarkan dari hasil perhitungan di atas menunjukan

33,224%terhadap Jiwa Kewirausahaan dan faktor lain yang

berkontribusi sebesar 66,775%. Sedangkan hasil analisis

signifikasinyakarena Sig < 0,05 (0,000 < 0,05) maka Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya Jiwa Kewirausahaan berkontribusi secara signifikan terhadap KeuntunganPenjual Dawet Ireng di Kabupaten Purworejo

d. Omset Penjualan, Lokasi Usaha dan Jiwa Kewirausahaan

Secara Bersama-sama

Rumusan hipotesis

Ho = Tidak terdapat kontribusi yang signifikan Omset Penjualan, Lokasi Usaha dan Jiwa Kewirausahaan terhadap keuntungan. Ha = Terdapat kontribusi yang signifikan Omset Penjualan, Lokasi

Usaha dan Jiwa Kewirausahaan terhadap keuntungan.

Tabel IV.16

ANOVAb

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 5,029E10 3 1,676E10 61,194 ,000a

Residual 2,027E10 74 2,739E8 Total 7,056E10 77

a. Predictors: (Constant), Jiwa kewirausahaan, Letak lokasi usaha, Omzet penjualan b. Dependent Variable: Keuntungan

Sumber: data primer, diolah 2013

Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai Fhitung sebesar 61,194, sementara Ftabel pada df (3;74) sebesar 2,73 sehingga kriteria pengujian hipotesisnya (Fhitung ≥ Ftabel) yaitu Ho

ditolak dan Ha diterima, dengan demikian hipotesis keempat yang menyatakan Omset Penjualan, Lokasi Usaha, dan Jiwa

Kewirausahaan secara bersama-sama berkontribusi secara

signifikan terhadap Keuntungan.

Sedangkan untuk menguji signifikansinya dapat dilihat dari kolom Sig. Probabilitas ditunjukkan dengan nilai 0,000 yang berarti nilai ini berada di bawah taraf signifikan 5% (0,05), oleh karena Sig ≤ 0,05 (0,000 ≤ 0,05) maka dapat dikatakan Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya Omset Penjualan, Lokasi Usaha dan Jiwa Kewirausahaansecara bersama-sama berkontribusi secara signifikan terhadap Keuntungan.

Dari hasil analisis diatas dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima yang menyatakan bahwa Omset Penjualan

(X1), Lokasi Usaha(X2) dan Jiwa

Kewirausahaan(X3)secarabersama-sama berkontribusi secara signifikan terhadap Keuntungan (Y).

Tabel IV.17 Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 ,844a ,713 ,701 16550,82762 a. Predictors: (Constant), Jiwa kewirausahaan, Letak lokasi usaha, Omzet penjualan

Sumber: data primer,diolah 2013

Hasil perhitungan yang dilakukan dengan program SPSS 16.0 menunjukkan bahwa Adjusted R Square sebesar 0,701. Hal ini

berarti Omset Penjualan, Lokasi Usaha dan Jiwa Kewirausahaansecara bersama-sama berkontribusi sebesar 70,1%

terhadap Keuntungan. Sedangkan variabel diluar model

berkontribusi sebesar 29,9% seperti kwalitas produk, minat konsumen, cuaca, harga yang ditawarkan dan lain-lain

D. Pembahasan

1. Pengaruh Omset Penjualan Terhadap Keuntungan

Hasil analisis data menunjukan bahwatidak ada kontribusi yang signifikan variabel Omset Penjualan terhadap keuntungan. Hal ini ditunjukan dengan nilaisignifikansinya (probabilitas) lebih besar dari 0,05 yaitu 7,028 ≥ 0,05, serta nilai ≥ yaitu 7,028≥ 1,66543. kontribusi dari variabel Omset Penjualan terhadap keuntungan merujuk pada nilai Beta (β) sebesar 0,555 yang artinya kontribusi variabel Omset Penjualan terhadap variabel Keuntungansebesar (0,555: 0,921)x 100 = 60,260%.

Dalam kenyataannya omset yang di dapat oleh penjual dawet ireng dapat dilihat secara nyata bahwa Omset penjualan selalu tinggi, dan selalu ramai didatangi konsumen. Dapat menjanjikan keuntungan yang besar bagi mereka. Tidak hanya sebatas barang yang mereka dagangkan tapi dapat juga dari pesanan dawet ireng untuk acara-acara tertentu, maka mereka akan mempunyai omset yang tinggi.

Tetapi, dilihat dari hasil penelitian variabel Omset Penjualan dapat dijelaskan bahwa ternyata Omset Penjualan memberikan kontribusi yang besar dan signifikan terhadap Keuntungan. Hal ini dikarenakan Para pedagang pada umumnya hanya sebagai penjual saja, mereka tidak mempunyai hak sepenuhnya terhadap omset yang di dapat pada hari itu. Para pedagang dawet ireng hanya mendapatkan 20% dari hasil pada hari itu, jadi sisanya diserahkan kepada bos atau pemilik usah dawet ireng.

2. Pengaruh Lokasi Usaha Terhadap Keuntungan

Hasil analisis data menunjukan bahwa tidak ada kontribusi yang signifikan antara lokasi usaha terhadap keuntungan. Hal ini ditunjukan dengan nilai thitung>ttabelyaitu 2,745>1,66543, serta nilai signifikansinya lebih besar dari 0,05 yaitu 2,475> 0,05. kontribusi dari variabel lokasi usaha terhadap keuntunga merujuk pada nilai Beta (β) pada variabel lokasi usaha sebesar0,132 yang artinya kontribusi

variabel lokasi usaha terhadap variabel keuntungan hanya

sebesar(0,132: 0,921) x 100 = 14,332%

Dalam kenyataannya bahwa lokasi usaha yang dipilih oleh para pedagang merupakan tempat yang paling strategis, Tempat yang terbaik untuk memasarkan dagangan mereka. Sebelum memilih usaha ini para pedagang dawet ireng memilih dengan serius. Karena mereka tahu bahwa lokasi yang baik maka akan berpengaruh pada keuntungan yang di dapat para pedagang. Maka sebelum mereka memulai usaha

mereka memilih lokasi terlebih dahulu. Para pedagang memilih lokasi yang ramai, banyak pangsa pasar, dekat dengan keramaian kota, aman, nyaman, bersih, ada tempat parkir dan lain-lain

Tetapi dilihat dari hasil penelitian variabel Lokasi Usaha dapat dijelaskan bahwa ternyata Lokasi Usaha hanya memberikan kontribusi yang besar dan signifikan terhadap Keuntungan. Hal ini dikarenakan Para Pedagang pada umumnya memilih lokasi yang ada saingan, disamping itu biasanya para pedagang yang tidak suka dengan pedagang lain akan menjatuhkan nama dari pedangang tersebut, penyebab ketidak sukaan antar pedagang yaitu bisa di sebabkan karena kalah ramai pembeli, dan lain sebagainya. Semua ini bisa terjadi karena lokasi mereka yang sangat berdekatan dan tidak peduli dengan pedagang lain, meskipun berbeda bos atau beda pemilik usaha.

3. Pengaruh Jiwa Kewirausahaan terhadap Keuntungan

Hasil analisis data menunjukan bahwa ada kontribusi yang signifikan antara variabel Jiwa Kewirausahaan terhadap Keuntungan. Hal ini ditunjukan dengan nilai thitung >ttabelyaitu 4,037>1,66543, serta nilai signifikansinya (probabilitas) lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,000 < 0,05. kontribusi dari variabel Jiwa Kewirausahaan terhadap Keuntungan merujuk pada nilai Beta (β) pada variabel Jiwa Kewirausahaan sebesar0,306yang artinya kontribusi variabel Jiwa Kewirausahaan terhadap variabel keuntungansebesar (0,306: 0,921) x 100 = 22,584%

Dalam kenyataan dilapangan banyak penjual dawet ireng kurang mengetahui arti sesungguhnya tentang jiwa kewirausahaan,

yaitu orang yang terampil memanfaatkan peluang dalam

mengembangkan usahanya dengan tujuan untuk meningkatkan kehidupannya. Kebanyakan orang salah mengartikan kewirausahaan, orang-orang sering mengartikanhanya identik dengan apa yang dimiliki dan dilakukan oleh usahawan. Pengertian itu kurang tepat. Melihat juga dari tingkat pendidikan mereka yang hanya sekolah sampai SD, ada juga yang SMP, dan SMA. Melihat itu semua mungkin yang mereka kurang mengetahui itu semua.

Para pedagang sadar bahwa pembeli, membeli dawet ireng tidak semata-mata hanya karena ingin membeli tapi juga kebutuhan, misalnya sedang haus. Tapi tidak menutup kemungkinan untuk pembeli hanya ingin membeli dawet ireng. Jadi jiwa kewirausahaan yang di miliki para penjual tidak sepenuhnya berpengaruh pada keuntungan mereka. Pada dasarnya para penjual tidak sepenuhnya menjalankan pengertian dari jiwa kewirausahaan, terlihat dari mereka yang hanya menjualkan dawet ireng bukan membuat menginovasi dawet ireng. Inovasi yang mereka lakukan hanya pada barang dagangan yang lain, contohnya gorengan, kerupuk, air mineral, dan lain-lain.

Faktor lain yang mungkin bisa mempengaruhi keputusan membeli yaitu dari cuaca, misalnya cuaca panas maka para pembeli akan merasa membutuhkan dawet ireng, lain halnya pada saat cuaca

dingin atau hujan maka mereka akan merasa tidak membutuhkan dawet ireng.

4. Pengaruh Omset Penjualan, Lokasi Usaha, dan jiwa Kewirausahaan terhadap Pendaptan

Hasil analisis data menunjukan bahwa ada kontribusi yang signifikan antara variabel Omset Penjualan, Lokasi Usaha, dan jiwa Kewirausahaan terhadap keuntungan. Hal ini ditunjukan dengan nilai Fhitung sebesar 61,194 lebih besar dari Ftabel pada df (3;74) sebesar 3,94serta nilai sig (probabilitas) sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya Omset Penjualan, Lokasi Usaha, dan jiwa Kewirausahaan secara bersama-sama berkontribusi secara signifikan terhadap Keuntungan.

Variabel Omset Penjualan, Lokasi Usaha, dan jiwa Kewirausahaan berpengaru terhadap keuntungan merujuk pada nilai adjusted R square sebesar 0,701. Hal ini berarti Omset Penjualan, Lokasi Usaha, dan jiwa Kewirausahaan secara bersama-sama berpengaruh sebesar 70,1% terhadap Keuntungan, sedangkan variabel lain di luar model berpengaruh sebesar 29,9%. Variabel tersebut antara lain Kualitas Produk, Minat Konsumen, Hari libur, dan lain-lain.

Dari analisis diatas dapat disimpulkan bahwa variabel Omset Penjualan, Lokasi Usaha, dan jiwa Kewirausahaan secara bersama-sama berkontribusi terhadap Keuntungan.Omset yang tinggi, dapat meningkatkan keuntungan penjual dawet ireng. Lokasi usaha yang

strategis dapat membuat omset tinggi dan keuntungan meningkat. Dengan memiliki jiwa kewirausahaan yang tinggi maka omset dapatmenjadi meningkat, di dukung dengan lokasi yang stretegis, maka akan meningkatkan keuntungan para penjual dawet ireng.

Gabungan Antara omset usaha, Lokasi Usaha, dan jiwa kewirausahaan akan menambah keuntungan para pedagang dawet ireng. Keputusan konsumen untuk membeli dapat di sebabkan oleh beberapa faktor yang pertama, di sebabkan karena konsumen memang butuh dan ingin membeli, yang kedua karena memang ingin mencoba dawet ireng, yang melihat keunikan dari dawet ireng.

90

BAB V

Dokumen terkait