• Tidak ada hasil yang ditemukan

Reishi mushroom (Ganoderma lucidum)

Dalam dokumen Asuhan Keperawatan Pada Pasien Hepatitis (Halaman 33-39)

3. Ginsenoside mampu menekan mitogen-activated protein kinase (MAPK), nuclear factor kappa B (NF-kB) dan inducible nitric oxide synthase (iNOS) untuk

2.2.7. Reishi mushroom (Ganoderma lucidum)

Gambar 10. Reishi mushroom a. Klasifikasi Kerajaan : Fungi Divisi : Basidiomycota Kelas : Basidiomycetes Bangsa : Polyporales Suku : Ganodermataceae Marga : Ganoderma

Jenis : Ganoderma lucidum P. Karsten (P. Dinesh Babu, 2010)

Reishi mushroom tumbuh liar di kayu busuk dan tunggul pohon. Jamur ini berukuran besar, berwarna merah dengan eksterior mengkilap dan bertekstur kayu. Di Cina, Reishi mushroom disebut Lingzhi sedangkan di Indonesia disebut jamur sinduk. Simplisia yang digunakan yaitu berupa tubuh buah yang sudah kering. Ganoderma termasuk dalam kelompok jamur kayu. Beberapa jamur ini parasit di pohon, dapat ditanam pada media serbuk gergajian kayu seperti jamur saprofit. Jamur ling zhi memiliki tubuh buah berbentuk sinduk, mempunyai tangkai sepanjang 3-10 cm yang menancap kedalam medianya. Diujung tangkai terdapat tubuh buah berbentuk setengah lingkaran yang melebar dengan diameter 10-20 cm. Tubuh buah berwarna kuning (1-2 bulan) , kemudian berubah menjadi merah atau coklat tua, yang kemudian dapat dipanen untuk dijadikan bahan baku pembuatan obat-obatan, termasuk jamu (P. Dinesh Babu, 2010)

c. Kandungan Kimia

Sebagian besar jamur terdiri dari sekitar 90% air. Sisanya 10% yang terdiri dari protein 10-40%, lemak 2-8%, karbohidrat 3-28%, serat 3-32%, fosfor, magnesium, selenium, zat besi, seng dan tembaga. Selain itu, jamur mengandung berbagai molekul bioaktif seperti terpenoid, steroid, fenol, nukleotida dan turunannya, glikoprotein dan polisakarida. Protein jamur mengandung semua asam amino esensial dan terutama kaya lisin dan leusin. Total kandungan lemak rendah dan proporsi yang tinggi dari asam lemak tak jenuh ganda relatif terhadap total asam lemak jamur dianggap kontributor yang signifikan terhadap nilai kesehatan jamur. Secara fisiologis polisakarida, peptidoglikan dan triterpen adalah tiga kandungan aktif utama pada Ganoderma lucidum (Angel trigos, 2011)

Isolasi dari tubuh buah berhasil mendapatkan beberapa macam triterpenoid yang bersifat bioaktif yaitu , ganoderic acid, ganodermic acids, lucidenic acid, lucidone, ganoderal, ganoderol (Solomon, 2013)

d. Efek Farmakologi

Polisakarida pada Reishi mushroom dapat digunakan sebagai antikanker. Reishi mushroom juga memberikan tindakan sebagai hepatoprotektif, antivirus, dan efek menguntungkan pada system kardiovaskuler, rheumatoid arthritis, sindrom kelelahan kronis dan diabetes (Solomon, 2013). Adanya aktivitas inhibitor α-glukosidase (Kim et al 2004 )

e. Uji Preklinik

Uji preklinik menggunakan tikus, dengan tetrachloride yang menyebabkan hepatits, terjadi penghambatan kerusakan hati dengan pemberian dosis reishi tinctur dan hati dapan beregenerasi menjadi baru kembali.

Penelitian ini menggunakan 5 kelompok perlakuan (n=5 ekor). Kelompok I sebagai kontrol normal (tanpa perlakuan); kelompok II sebagai kontrol negatif (parasetamol dosis toksik 2,5 g/kg bb); kelompok III-V berturut-turut diberi ekstrak etanol 50% jamur lingzhi dalam CMC Na 1% (peroral) dosis 0,5; 1 dan 2 g/kg bb 1 kali sehari selama 7 hari berurutan, diberi parasetamol 2,5 g/kg bb dan pada jam ke-48 setelah induksi parasetamol, diambil darahnya guna penetapan aktivitas SGPT dengan metode GPT ALAT.

Sesaat kemudian, hewan uji diambil hatinya untuk dibuat preparat histologi. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol 50% jamur lingzhi 1 kali sehari selama 7 hari berurutan pada tikus putih jantan dosis 0,5; 1 dan 2 g/kgbb mempunyai efek hepatoprotektif yang memiliki daya hepatoprotektif berurutan 81,91%; 85,50% dan 96,82%.

Gambaran histologi sel-sel hati tikus menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol 50% jamur lingzhi 1 kali sehari selama 7 hari berurutan mulai dosis 0,5; 1 dan 2 g/kg bb memberikan efek hepatoprotektif terhadap kehepatotoksikan parasetamol (mengurangi nekrosis hati) (Sujono,2010).

f. Uji Klinik

Fraksi polisakarida dan triterpen pada Ganoderma lucidum menunjukan adanya efek proteksi pada hati Studi yang dilakukan secara double-blind,

randomized dan multi center bertujuan untuk mengevaluasi keamanan serta efikasi dari ekstrak G. lucidum pada pasien hepatitis B kronis.

Sebanyak 90 pasien dengan hepatitis B kronis, hepatitis B viral DNA positif dan peningkatan level aminotransferasi dimasukan dalam studi prospektif ini. Kepada 60 pasien diberikan Ganopoly dan placebo kepada 30 pasien lainnya selama 12 minggu. Pengaruh terapi pada tingkat HBV DNA dan aktivitas aminotransferase dalam serum dan HBeAg diselidiki. 78 pasien (52 dari 60 & 26 dari 30) masuk tahap efikasi dan keamanan.

Hasilnya pada kelompok yang menerima Ganopoly terdapat penurunan antigen HB serta HBV DNA yang signifikan (P < 0.05). Responden yang memiliki level AST < 100 U/L sebanyak 41% (n=29), sedangkan yang memiliki level AST > 100 U/L sebanyak 65% (n=23). Dari studi ini dapat disimpulkan bahwa Ganopoly dapat ditoleransi dengan baik serta memiliki aktifitas yang baik dalam melawan virus hepatitis (Gao, et al., 2010)

g. Mekaninsme, Dosis, Kontraindikasi dan Efek Samping Mekanisme

Skema mekanisme jamur lingzhi sebagai hepatoproketor dan obat hepatitis B adalah sebagai berikut (Solomon, 2013)

Dosis

Untuk mengobati penyakit kanker, hepatitis B kronis, jantung dan diabetes yaitu 600-1800 mg tiga kali sehari selama 12 minggu. Untuk risiko penyakit jantung, dua kapsul 360 mg diminum dua kali sehari selama 12 minggu. Untuk

tekanan darah tinggi, 55 mg ekstrak reishi diminum setiap hari selama empat minggu. Untuk menajemen nyeri pada herpes zoster, 12 – 24 gram reishi kering di minum tiga kali sehari selama 10 hari. Untuk keracunan oleh Russula subnigricans,100 gram reishi direbus dalam 600 ml air perdosis. Untuk proteinuria, 500-1,125 mg diminum setiap hari hingga 26 bulan.(Solomon, 2013) Kontra indikasi

Reishi mushroom dapat meningkatkan resiko perdarahan saat dikonsumsi dengan obat yang dapat meningkatkan resiko perdarahan seperti aspirin, warfarin, heparin, ibuprofen, naproxen. Reishi dapat menurunkan kadar gula darah, untuk orang yang mengonsumsi obat-obatan diabetes melalui mulut atau insulin harus dipantau ketat. Reishi juga dapat berinteraksi dengan adenosine, zat yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh dan saraf, agen yang menurunkan kolesterol, anestesi, antibiotik, agen antikanker, ARV, agen antivirus, agen jantung, agen hormonal, agen-hati merusak, agen paru-paru, agen muskuloskeletal , penghilang rasa sakit, agen kulit, agen lambung dan usus, hormon tiroid. Gunakan hati-hati pada orang dengan gangguan kekebalan tubuh atau tiroid dan mereka yang menggunakan agen untuk sistem kekebalan tubuh atau tiroid.

Gunakan hati-hati pada pasien dengan lambung, usus, kulit, otot, tulang, sistem saraf, hormonal, atau gangguan pernapasan pada pasien dengan gangguan hati atau mereka yang memakai agen merusak hati. Hindari pada pasien dengan alergi atau sensitivitas diketahui reishi, setiap bagian-bagiannya, atau anggota keluarga pabrik. Hindari pada wanita hamil atau menyusui, atau pada anak-anak, karena kurangnya informasi keselamatan yang memadai. (Solomon, 2013)

Efek samping

Efek samping yang paling umum dilaporkan adalah ruam kulit, pusing, dan sakit kepala. Reishi juga dapat menyebabkan tinja berdarah, nyeri tulang, nyeri payudara, diare, kulit yang meradang, influenza, insomnia, gatal, pusing, kehilangan libido, ketidaknyamanan perut ringan, mual, sakit tenggorokan, dan hidung meler. Reishi dapat meningkatkan risiko perdarahan, menurunkan kadar gula darah, menyebabkan tekanan darah rendah. (Solomon, 2013)

Dalam dokumen Asuhan Keperawatan Pada Pasien Hepatitis (Halaman 33-39)

Dokumen terkait