BAB III METODOLOGI PENELITIAN
4.2 Analisis Data
4.2.1 RekapitulasiNilaiProyek
Dalam Proyek Revitalisasi Pembangunan Gedung Centra Kota Sibolga dianalisis pengendalian biaya dengan metode Earned Value Analysis dengan nilai kontrak sebesar Rp 3.569.864.000, dengan rekapitulasi harga total proyek pada Tabel 4.2.1 sebagai berikut :
N0 Uraian Pekerjaan Jumlah semua (Rp)
A Pekerjaan pendahuluan 66.333.550,00
B Pekerjaan tanah 218.029.549,85
C Pekerjaan Lantai Dasar
C1. Pekerjaan Beton 767.118.508,98
C2. Pekerjaan Pasangan Batu 446.772.963,56 C3. Pekerjaan Kayu/Kosen/Pintu/Jendela 41.951.257,00
C4. Pekerjaan Lantai 47.398.014,80
C5. Pekerjaan Langit-Langit/Palafond 59.987.951,65 C6. Pekerjaan Instalasi Listri 35.392.362,88 C7. Pekerjaan Instalasi Air/ Sanitasi 23.194.610,50
C8. Pengatapan 35.691.578,55
C9. Pekerjaan Pengecetan 36.962.270,38
D Pekerjaan Lantai I (satu)
D1. Pekerjaan Beton 139.350.213,25
D2. Pekerjaan Pasangan Batu 301.030.114,48 D3. Pekerjaan Kayu/Kosen/Pintu/Jendela 28.787.368,95
D4. Pekerjaan Lantai 32.528.955,00
D5. Pekerjaan Langit-Langit/Palafond 40.415.583,85 D6. Pekerjaan Instalasi Listri 14.640.829,99 D7. Pekerjaan Instalasi Air/ Sanitasi 13.173.391,20
D8. Pengatapan 114.743.445,26
D9. Pekerjaan Pengecetan 23.174.717,80
E Pekerjaan tambahan 192.716.786,86
F Pengadaan Kelengkapan bangunan 534.992.000,00
G Pekerjaan lain-lain 32.450.000,00
Jumlah 3.246.836.024,48
PPN 10% 324.683.602,45
Jumlah 3.571.519.626,93
Dibulatkan 3.571.519.000,00
Sumber : Data Proyek 2016
4.2.2. Perhitungan Bobot Pekerjaan (Persentase Bobot Pekerjaan)
šššššš =
Volume x Harga SatuanHarga Bangunan x 100%
Perhitungan persentase bobot pekerjaan disetiap item pekerjaan pada Proyek Revitalisasi Pembangunan Gedung Centra Kota Sibolga ini adalah :
Harga Bangunan : Rp. . 3.569.864.000,00 1. Pekerjaan Pendahuluan
Kuantitas Pekerjaan 1 Ls
Harga Satuan = Rp. 61.333.550 PBP = 1 š„š„ 61.333.550
3.569.864.000 x 100 %
= 1,86 % 2. Pekerjaan Tanah Kuantitas Pekerjaan 1 Ls
Harga Satuan = Rp. 218.029.614 PBP = 1 šš 218.029.614
3.569.864 X 100 %
= 6,107 %
Keterangan : Hasil Perhitungan Presentase Bobot Pkerjaan, selanjutnya ditabelkan pada table 2 dan dilampirkan pada lampiran
4.2.3. BCWS (Budget Cost Of Work Schedule)
Anggaran yang dimiliki oleh proyek sesuai dengan inventarisasi kegiatan yang dihitung berdasarkan presentase terhadap biaya total, sesuai data lapangan selama 11 minggu. BCWS dihitung dengan menggunakan rumus :
Nilai Hasil = (% rencana) x (anggaran) Misalnya :
Pada minggu ke 1
⢠10 Oktober 2016 - 16 Oktober 2016
BCWS = % Rencana Ć Anggaran
= 10,49 % x Rp 3.569.864.000
= Rp 38.875.818.960 Pada minggu ke 2
⢠17 Oktober 2016 - 23 Oktober 2016 BCWS = % Rencana à Anggaran
= 8,4 % x Rp 3.569.864.000
= Rp 29.986.857.600 (Mc Kinney, 1991)
Tabel 4.1. Nilai Budget Cost Of Work Schedule (BCWS) tiap minggu
minggu ke bobot rencana nilai kontrak PV PV Komulatif
1 10,49 3.569.864.000 38875818960 38.875.818.960
2 8,4 3.569.864.000 29986857600 68.862.676.560
3 9,16 3.569.864.000 32699954240 101.562.630.800
4 9,81 3.569.864.000 35020365840 136.582.996.640
5 10,55 3.569.864.000 37662065200 174.245.061.840
6 3,84 3.569.864.000 13708277760 187.953.339.600
7 7,49 3.569.864.000 26738281360 214.691.620.960
8 6,56 3.569.864.000 23418307840 238.109.928.800
9 9,79 3.569.864.000 34948968560 273.058.897.360
10 14,9 3.569.864.000 53190973600 326.249.870.960
11 9,01 3.569.864.000 32164474640 358.414.345.600
4.2.4. Budget Cost Of Work Performance (BCWP)
Nilai hasil adalah biaya yang dianggarkan dari pekerjaan yang diselesaikan oleh pelaksana, BCWP dengan menggunakan rumus :
Nilai Hasil = (% penyelesaian) x (anggaran) Pada minggu ke 1
⢠10 Oktober 2016 - 16 Oktober 2016 BCWP = % Aktual à Anggaran
= 1,69 x Rp 3.569.864.000
= Rp 6.033.070.16 Pada minggu ke 2
⢠17 Oktober 2016 - 23 Oktober 2016 BCWP = % Aktual à Anggaran
= 5,9 x Rp 3.569.864.000
= Rp 21.240.690.800
Tabel 4.2. Nilai Budget Cost Of Work Performance (BCWP) tiap Minggu
minggu ke bobot Aktual Nilai Kontrak EV EV Komulatif
1 1,69 3.569.864.000 6033070160 6033070160
2 5,9 3.569.864.000 21240690800 27273760960
3 5,46 3.569.864.000 19491457440 46765218400
4 4,28 3.569.864.000 15279017920 62044236320
5 4,28 3.569.864.000 15279017920 77323254240
6 7,55 3.569.864.000 26952473200 1,04275727440
7 8,1 3.569.864.000 28915898400 1,33191625840
8 8,12 3.569.864.000 28987295680 1,62178921520
9 7,57 3.569.864.000 27023870480 1,89202792000
10 5,94 3.569.864.000 21204992160 2,10407784160
11 2,46 3.569.864.000 8781865440 2,1918964960
4.2.5 Perhitungan Actual Cost od Work Performance (ACWP)
Menunjukkan jumlah anggaran yang sesungguhnya untuk kegiatan yang telah dilaksanaan dalam kurun waktu tertentu.
⢠10 Oktober 2016 - 16 Oktober 2016 ACWP = Rp 6.033.070.160
⢠17 Oktober 2016 - 23 Oktober 2016 ACWP = Rp 21.240.690.800 Nilai ACWP diperoleh dari data akutansi keuangan proyek. Dimana data yang diambil dari seluruh pengeluaran tiap minggunya.
4.2.6 Schedule Varians (SV)
Varians Jadwal merupakan selisih dari besarnya nilai hasil kinerja proyek (BCWP) dengan anggaran yang direncanakan (BCWS). Varians jadwal dihitung menggunakan rumus :
Varians Jadwal (SV) = EV (BCWP) ā PV (BCWS) Pada minggu ke 1
⢠10 Oktober 2016 - 16 Oktober 2016 SV = EV (BCWP) ā PV (BCWS)
= Rp 6.033.070.160 x Rp 38.875.818.960
=Rp -3.284.274.880
( Pekerjaan selesai terlambat / mengalami kemunduran ) Pada minggu ke 2
⢠17 Oktober 2016 - 23 Oktober 2016 SV = EV (BCWP) ā PV (BCWS)
= Rp 27.273.760.960 x Rp 68.862.676.560
= Rp -41.588.915.600
( Pekerjaan selesai terlambat /mengalami kemunduran ) (Mc Kinney, 1991)
Tabel 4.3. Nilai Schedule Varians (SV) komulatif tiap minggu
Minggu ke EV PV SV = EV-PV
1 6033070160 38875818960 -32842748800
2 27273760960 68862676560 -41588915600
3 46765218400 1,01563E+11 -54797412400
4 62044236320 1,36583E+11 -74538760320
5 77323254240 1,74245E+11 -96921807600
6 1,04275727440 1,87953E+11 -83677612160
7 1,33191625840 2,14692E+11 -81499995120
8 1,62178921520 2,3811E+11 -75931007280
9 1,89202792000 2,73059E+11 -83856105360
10 2,10407784160 3,2625E+11 -1,15842E+11
11 2,19189649600 3,58414E+11 -1,39225E+11
4.2.7 Perhitungan Cost Variance (CV)
Varians biaya (CV) dipakai untuk menentukan apakah proyek yang sedang dijalankan masih dalam batas anggaran atau melebihi anggaran rencananya. Selisih biaya adalah selisih antara BCWP dan ACWP.
Pada minggu ke 1
⢠10 Oktober 2016 - 16 Oktober 2016 CV = BCWP ā ACWP
= Rp 6.033.070.160 ā Rp 6.033.070.160
= 0 (Pekerjaan Terlaksanan Sesuai dengan biaya) Pada minggu ke 2
⢠17 Oktober 2016 - 23 Oktober 2016 CV = BCWP ā ACWP
= Rp 27.273.760.960 - Rp 21.240.690.800
= Rp 6.033.070.160
Cost Underrun (biaya di bawah rencana) (Mc Kinney, 1991)
4.2.8 Schedule Performance Indeks (SPI)
Pengelola proyek seringkali ingin mengetahui penggunaan sumber daya, yang dapat dinyatakan sebagai indeks Produktivitas atau indeks kinerja. indeks kinerja jadwal (Schedule Performance Index = SPI). Indeks produktivitas jadwal berupa nilai efisiensi penggunaan sumber daya pada saat evaluasi dilakukan. Jika nilai SPI=0 maka proyek tepat waktu, jika SPI < 1, maka progres proyek tertinggal dibanding rencana dan sebaliknya.
SPI dihitung menggunakan rumus :
Indeks kinerja jadwal (SPI) = EV(BCWP ) / PV (BCWS) Pada minggu ke 1
⢠10 Oktober 2016 - 16 Oktober 2016 SPI = BCWP : BCWS
= Rp 6.033.070.160 : Rp 38.875.818.960
= 0,15 (Proyek terlambat)
Pada minggu ke 2
⢠6 Januari 2017 - 12 Januari 2017 SPI = BCWP : BCWS
= Rp 27.273.760.960 : Rp 68.862.676.560
= 0,39 (Proyek terlambat) (Mc Kinney, 1991)
Tabel 4.4. Nilai Schedule Performance Indeks (SPI) komulatif tiap Minggu
minggu ke EV PV SPI = EV/PV
1 6.033.070.160 38875818960 0,155188246
2 27273760960 68862676560 0,396060135
3 46765218400 1,01563E+11 0,460456942
4 62044236320 1,36583E+11 0,454260324
5 77323254240 1,74245E+11 0,443761524
6 1,04276E+11 1,87953E+11 0,554795821
7 1,33192E+11 2,14692E+11 0,620385767
8 1,62179E+11 2,3811E+11 0,681109445
9 1,89203E+11 2,73059E+11 0,692901033
10 2,10408E+11 3,2625E+11 0,644928329
11 2,1919E+11 3,58414E+11 0,611553785
4.2.9. Estimate Temporary Schedule (ETS)
Perkiraan waktu untuk pekerjaan yang tersisa diasumsikan apabila keadaan berlangsung seperti saat evaluasi dilakukan. Berdasarkan kontrak Proyek Revitalisasi
Pembangunan Gedung Centra Kota Sibolga waktu pengerjaan proyek adalah 240 hari. Perhitungan ETS menggunakan rumus :
ETS = (sisa waktu) / SPI
Tabel 4.5. Nilai Estimate Temporary Schedule (ETS) komulatif tiap Minggu minggu
2 68862676560 27273760960 0,396060135 80 14 66 166,6413613
3 1,01563E+11 46765218400 0,460456942 80 21 59 128,1335878
4.2.10 Estimate All Schedule (EAS)
Perkiraan total waktu penyelesaian proyek dihitung berdasarkan waktu yang telah diselesaikan dijumlahkan dengan hasil ETS,atau menggunakan rumus : EAS = Waktu selesai + ETS
Tabel 4.6. Nilai Estimate All Schedule (EAS) komulatif tiap Minggu Minggu
10 0,644928329 80 70 10 15,50559891 85,50559891 -5,505598914
11 0,611553785 80 77 3 4,905537459 81,90553746 -1,905537459
4.3. Angka Varians
Angka varian terdiri dari varian biaya dan varian jadwal, dalam analisis ini menggunakan indikator PV dan EV untuk menentukan varian jadwal.
Gambar 4.1 Perbandingan Kurva āSā PV dan EV
Gambar 4.1. menunjukkan perbandingan nilai PV dan EV. Minggu ke-1 hingga minggu ke 11dan menunjukkan bahwa nilai EV lebih kecil dari nilai PV. Hal ini memperlihatkan bahwa item pekerjaan yang menurut time schedule belum dikerjakan. Sehingga pekerjaan tidak sesuai dengan perencanaan.
0 50.000.000.000 100.000.000.000 150.000.000.000 200.000.000.000 250.000.000.000 300.000.000.000 350.000.000.000 400.000.000.000
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
PV Komulatif EV Komulatif
4.3.1. Varians Jadwal
Hasil perhitungan varians jadwal (SV) pada proyek Revitalisasi gedung Sentra Makanan Sibolga, tidak selalu bernilai positif dan indeks produktivitasnya tidak selalu bernilai lebih dari 1 pada tiap minggunya, seperti yang terlihat
pada minggu ke-11sebesar :
Varians Jadwal (SV) = Rp. -2,267,271,453
Indeks produktivitas jadwal (SPI) = 0.611553785
Nilai SV minggu ke-11 adalah negatif, dan nilai SPI minggu ke-11kurang dari 1, maka pekerjaan pada minggu ke-11 mengalami keterlambatan atau waktu pelaksanaan lebih lama dari yang direncanakan.
Angka Proyeksi Waktu Akhir
Gambar 4.2. Histogram EAS komulatif tiap minggu
Prakiraan waktu penyelesaian proyek EAS minggu ke-11secara komulatif
Nilai EAS minggu ke-11 di dapat dari Rumus Sisa waktu = 3 hari
Waktu selesai = 77 hari SPI = 0,611553785 ETS = (sisa waktu)/SPI
= 3 / 0,611553785
= 4,9055 hari
= 5 hari
EAS = Waktu selesai+ETS
0 100 200 300 400 500 600
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
EAS (HARI)
EAS (HARI)
= 77+ 5
= 82 hari
Selisih waktu = Waktu rencana pelaksanaan ā EAS
= 80 hari ā 82 hari
= -2 hari
Prakiraan waktu penyelesaian proyek menggunakan perhitungan komulatif, berdasar minggu ke-11adalah 82 hari sedangkan waktu rencana adalah 80 hari. Hal ini menunjukkan bahwa waktu penyelesaian lebih lambat 2 hari dari yang direncanakan.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 KESIMPULAN
Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Pada Analisa SV (Schedule Variance) menghasilkan angka negatif. Serta Indeks kinerja jadwal SPI (Schedule Performance Indek) menghasilkan angka SPI < 1, hal ini menunjukan pada proyek Revitalisasi Pembangunan Gedung Centra Makanan Kota Sibolga Provinsi Sumatera Utara ini mengalami keterlambatan. Dimana keterlambatan terjadi setiap minggu pada pekerjaan.
2. Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan metode EVA maka diperoleh bahwa waktu penyeleaian lebih lambat 2 hari dari waktu yg direncanakan.
Yaitu perkiraan waktu penyelesaian proyek dengan perhitungan kumulatif berdasarkan miggu 11 adalah 82 hari, sedangkan waktu rencana adalah 80 hari.
3. Dilihat pada gambar perhitungan analisis varians terpadu dengan grafik āSā
proyek Revitalisasi Pembangunan Gedung Centra Makanan Kota Sibolga, pekerjaan terlaksana tidak sesuai dengan anggaran dan selesai terlambat dari pada jadwal.
5.2 Saran
Adapun beberapa saran yang ingin disampaikan adalah agar perbaikan pada proyek yang akan datang adalah :
1. Nilai Varians Jadwal SV (Schedule Variance) negatif menunjukan adanya keterlambatan pekerjaan yang sudah dilaksanakan, agar pekerjaan dapat lebih maksimal hendaknya ditingkatkan sistim manajemen pengawasan dan pengendalian proyek selama pelaksanaan proyek berlangsung.
2. Untuk Penelitian menggunakan Metode Nilai Hasil ini dapat juga dilakukan menggunakan software Microsoft Project
3. Untuk mengejar keterlambatan setelah masa pelaporan perlu adanya optimasi dari kinerja proyek agar proyek tidak mengalami keterlambatan dan kerugian yang lebih besar
DAFTAR PUSTAKA
Cioffi, D. F., 2005. A Scientific Notation And An Improved Formalism For Earned Value Calculations, Skripsi, United States
Ervianto, W. I., 2004. Teori-Aplikasi Manajemen Proyek Konstruksi, Andi, Yogyakarta
Ervianto, W. I. ,2005. Manajemen Proyek Konstruksi, Andi, Yogyakarta Frailey, D. J., 1999. Tutorial on Earned Value Managem ent Systems, Jurnal Henderson, Kym., 2007. A Breakthrough Extension to Earned Value
Management, skripsi, Sydney Australia
Luthan, P. L. A., dan Syafriandi. 2005. Aplikasi Microsoft Project Untuk Penjadwalan Kerja Proyek Teknik Sipil, Andi, Yogyakarta Soeharto, Imam., 1995. Manajemen Proyek Dari Konseptual Sampai
Operasional, Erlangga, Jakarta
Sudarsana, D. K., 2008. Pengendalian Biaya Dan Jadual Terpadu Pada Proyek konstruksi, Jurnal Ilmiah, Universitas Udayana
Wilkens, T. T., 1999. Earned Value Clear and Simple, Jurnal, United States