• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGGUNAAN METODE EVA (EARNED VALUE ANALYSIS) TERHADAP WAKTU (Studi Kasus : Proyek Revitalisasi Pembangunan Gedung Centra Makanan Kota Sibolga)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENGGUNAAN METODE EVA (EARNED VALUE ANALYSIS) TERHADAP WAKTU (Studi Kasus : Proyek Revitalisasi Pembangunan Gedung Centra Makanan Kota Sibolga)"

Copied!
65
0
0

Teks penuh

(1)

PENGGUNAAN METODE EVA (EARNED VALUE ANALYSIS) TERHADAP WAKTU

(Studi Kasus : Proyek Revitalisasi Pembangunan Gedung Centra Makanan Kota Sibolga)

TUGAS AKHIR

Disetujui untuk melengkapi Tugas-Tugas Dan Memenuhi Syarat Untuk Menempuh

Ujian Sarjana Teknik Sipil

Disusun Oleh:

12 0404 025

RAHMA YANTI BATUBARA

BIDANG STUDI MANAJEMEN REKAYASA KONSTRUKSI DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2018

(2)

PENGGUNAAN METODE EVA (EARNED VALUE ANALYSIS) TERHADAP WAKTU

(Studi Kasus : Proyek Revitalisasi Pembangunan Gedung Centra Makanan Kota Sibolga)

ABSTRAK

Pengendalian waktu yang baik diharapkan dapat membantu pelaksanaan proyek sesuai dengan waktu yang direncanakan, salah satunya dengan menggunakan metode analisis nilai hasil. Analisis nilai hasil digunakan dengan tujuan dapat memperkirakan sejauh mana proyek yang dilaksanakan sesuai dengan rencana kerja.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan EVA (Earned Value Analysis) dalam memperkirakan waktu akhir penyelesaian proyek untuk setiap minggunya. Penelitian ini membutuhkan data seperti Time schedule, Rekapitulasi biaya anggaran proyek dan Laporan progres mingguan proyek. Metode ini memberikan informasi Nilai Hasil (EV), Jadwal Anggaran (PV), Varian Jadwal (SV) Indek Kinerja Jadwal (SPI), Prakiraan Waktu Pekerjaan Tersisa (ETS) dan Prakiraan Total Waktu (EAS) yang akan digunakan untuk analisis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.. Studi ini menghasilkan, waktu penyelesaian proyek tidak sesuai dengan rencana awal jadwal proyek. Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan metode EVA maka diperoleh bahwa waktu penyeleaian lebih lambat 2 hari dari waktu yg direncanakan. Yaitu perkiraan waktu penyelesaian proyek dengan perhitungan kumulatif berdasarkan miggu 11 adalah 82 hari, sedangkan waktu rencana adalah 80 hari. Hal ini menunjukkan bahwa waktu penyelesaian lebih lambat 2 hari dari yang direncanakan.

Kata Kunci : Pengendalian, Metode Nilai Hasil, BCWP, BCWS, ACWP

(3)

KATA PENGANTAR

Puji syukur bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmat kesehatan dan kesempatan kepada penulis untuk menyelesaikan Tugas Akhir ini. Shalawat dan salam atas Baginda Rasullah Muhammad SAW yang telah memberi keteladanan dalam menjalankan setiap aktifitas sehari-hari, sehingga tugas akhir ini dapat diselesaikan dengan baik.

Tugas akhir ini merupakan syarat untuk mencapai gelar sarjana Teknik Sipil bidang Transportasi Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara, dengan judul “Penggunaa Metode EVA (Earned Value Analysis) Terhadap Waktu” (Studi Kasus Proyek Revitalisasi Pembangunan Gedung Centra Makanan Kota Sibolga).

Penulis menyadari bahwa dalam menyelesaikan tugas akhir ini tidak terlepas dari dukungan, bantuan serta bimbingan dari berbagai pihak sehingga penulisan Tugas Akhir ini dapat terselesaikan. Pada kesempatan ini pula, Penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar – besarnya kepada :

1. Bapak Dr. Medis Surbakti, S.T,M.T, sebagai Ketua Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara.

2. Bapak Ir.Andy Putra Rambe, MBA, selaku Sekretaris Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara. Sekaligus sebagai Dosen Pembimbing, yang telah banyak memberikan dukungan, masukan, bimbingan

(4)

serta meluangkan waktu, tenaga dan pikiran dalam membantu saya menyelesaikan Tugas Akhir ini.

3. Ibu Nursyamsi,S.T,M.T, sebagai Dosen Pembimbing, yang telah banyak memberikan dukungan, masukan, bimbingan serta meluangkan waktu, tenaga dan pikiran dalam membantu saya menyelesaikan Tugas Akhir ini.

4. Bapak Ir.Indra Jaya Pandia, M.T., dan Bapak Indra Jaya S.T., M.T, sebagai Dosen Pembanding dan Penguji, atas saran dan masukan yang diberikan kepada penulis terhadap Tugas Akhir ini.

5. Seluruh Bapak dan Ibu Dosen Pengajar Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara yang telah membimbing dan memberikan pengajaran kepada Penulis selama menempuh masa studi di Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara.

6. Seluruh Pegawai Administrasi Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara yang telah memberikan bantuan selama ini kepada penulis.

7. Teristimewa keluarga saya tercinta, Ayahanda H.Abdul Hamid Batubara, S.E dan Zuniar Pasaribu (almh)., serta kepada kakak, abang saya Puteri Sarah Batubara, A.md, Muhammad Iqbal Batubara S.Kom,M.Kom, Zulfikar Batubara,S.E, yang telah memberikan doa, motivasi, dan semangat. Terima kasih atas segala pengorbanan, cinta, kasih sayang dan doa yang tiada batas kepada saya dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini.

8. Teman-teman mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Angkatan 2012, Dan Sahabat Terbaik Saya Puter, Acong, Zulfikar, Kembat, Suriadi, Iboy, Dini, Sri, Sarah,

(5)

Lintri, Dio,Tari, Windy oky serta teman-teman angkatan 2012 sipil lainnya yang tidak dapat disebutkan seluruhnya terima kasih atas semangat dan bantuannya selama ini.

9. Teman-teman yang Luar Biasa, Nurhalimah, Khairul Rahmah, Maria, Mutia, Celsi, Zahria, Marlina, Sofa Marwah, Melda, Dewi (Pojok Squad).

10. Dan segenap pihak yang belum penulis sebut disini atas jasa-jasanya dalam mendukung dan membantu penulis dari segi apapun, sehingga Tugas Akhir ini dapat diselesaikan dengan baik

Penulis menyadari bahwa Tugas Akhir ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari Bapak dan Ibu Staf Pengajar serta rekan–rekan mahasiswa demi penyempurnaan Tugas Akhir ini.

Akhir kata, Penulis berharap Tugas Akhir ini dapat memberikan manfaat yang sebesar–besarnya bagi kita semua. Ami

Medan, Maret 2018 Penulis

12 0404 025 Rahma Yanti Batubara

(6)

DAFTAR ISI

ABSTRAK ... i

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR GAMBAR ... viii

DAFTAR LAMPIRAN ... ix

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 RumusanMasalah ... 2

1.3 Tujuan ... 2

1.4 Manfaat ... 3

1.5 PembatasanMasalah ... 3

1.6 Sistematika Penulisan ... 3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 TinjauanPustaka ... 6

2.2 DasarTeori ... 7

(7)

2.2.1 Proyek ... 11

2.2.2 Perencanaan Proyek ... 13

2.2.3 Metode dan Teknik Pengendalian Biaya dan Waktu ... 14

2.2.3.1 Pengertian Earned Value Analysis ... 15

2.2.3.1.1Metode Analisis Varians ... 15

2.2.3.1.2 Varians dengan Grafik “S” ... 16

2.2.3.1.3 Kombinasi Bagan Balok dan grafik “S” ... 18

2.2.3.2 KonsepNilaiHasil (Earned Value) ... 20

2.2.3.2.1Indikator-Indikator yang Dipergunakan ... 21

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 JenisPenelitian ... 28

3.2 WaktudanTempatPenelitian ... 28

3.2.1 Waktu ... 28

3.2.2 TempatPenelitian . ... 28

3.3 MetodologiPenelitian ... 33

3.3.1 Metode Pengumpulan Data ... 29

3.3.2 Sumber Data ... 33

(8)

3.3.3 Proses Pengolahan Data ... 34

3.3.3.1Tahap Dan Prosedur Penelitian ... 34 3.4 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Data UmumProyek ... 49

4.2 Analisis Data ... 49

4.2.1RekapitulasiNilaiProyek ... 39

4.2.2PerhitunagnBobotPekerjaan ... 40

4.2.3PerhitunganBCWS ... 41

4.2.4 PerhitunganBCWP ... 41

4.2.5 Perhitungan Actual Cost od Work Performance (ACWP) ... 43

4.2.6 PerhitunganSchedule Varians (SV) ... 44

4.2.7 Perhitungan Cost Variance (CV) ... 45

4.2.8 Schedule Performance Indeks (SPI)... 46

4.2.9 Estimate Temporary Schedule (ETS)... 47

4.2.10 Estimate All Schedule (EAS) ... 48

4.3 AngkaVarians ... 49

4.3.1 Analisis Data ... 50

(9)

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan ... 53

5.2 Saran ... 54

DAFTAR PUSTAKA ... xiv

(10)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Hubungan Triple Constrain ... 9

Gambar 2.2 Ketergantungan biaya, waktu dan kualitas ... 12

Gambar 2.3 DaurKegiatanUntukMencapaiTujuanProyek ... 14

Gambar 2.4 Contoh Bar Chart/ Bagan Balok ... 19

Gambar 2.5 Contoh Kurva S ... 19

Gambar 2.6 Analisa varians terpadu disajikan dengan grafik “s” ... 21

Gambar 2.7 Biaya Proyek Vs Waktu Pelaksanan ... 26

Gambar 4.1 PerbandinganKurva “S” PV dan EV ... 50

Gambar 4.2 Histogram EAS ... 52

(11)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran I RekapituulasiKuantitas Dan Hargaproyek

Lampiran II Kurva S

(12)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Proyek konstruksi berkembang semakin besar dan rumit dewasa ini baik dari segi fisik maupun biaya. Pada prakteknya suatu proyek mempunyai keterbatasan akan sumber daya, baik berupa manusia, material, biaya ataupun alat. Hal ini membutuhkan suatu manajemen proyek mulai dari fase awal proyek hingga fase penyelesaian proyek. Dengan meningkatnya tingkat kompleksitas proyek dan semakin langkanya sumber daya maka dibutuhkan juga peningkatan sistem pengelolaan proyek yang baik dan terintegrasi ( Ahuja et al.1994 ).

Dalam manajemen konstruksi, perencanaan, pelaksanaan serta pengendalian dari industri jasa konstruksi dapat diatur sesuai dengan sumber daya yang ada.

Karena dalam jasa konstruksi dituntut untuk mampu bersaing dan melaksanakan proyek secara tepat waktu dan lancar sesuai spesifikasi pekerjaan yang terdapat dalam Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS) yang telah ditetapkan.

Pembuatan rencana kerja merupakan salah satu dari langkah awal perencanaan. Perencanaan dibuat untuk mencapai efektifitas dan efisiensi yang tinggi dari sumber daya yang akan digunakan selama pelaksanaan proyek konstruksi.

Sumber daya yang direncanakan adalah tenaga kerja (man), peralatan (machine), metode (method), bahan (material), uang (money), waktu (time), dan informasi (information). Sumber daya ini harus direncanakan seefisien dan seefektif mungkin

(13)

agar diperoleh biaya pelaksanaan yang minimum. Dalam pelaksanaan kita harus menyusun penggolongan pekerjaan sesuai dengan kualifikasinya masing-masing.

Penjadwalan yang tepat dengan pengalokasian sumber daya yang tepat mendukung keberhasilan suatu proyek.

Konsep earned value merupakan salah satu alat yang digunakan dalam pengelolaan proyek yang mengintegrasikan biaya dan waktu. Konsep earned value menyajikan tiga dimensi yaitu penyelesaian fisik dari proyek ( the percentcomplete ) yang mencerminkan rencana penyerapan biaya ( budgeted cost), biaya aktual yang sudah dikeluarkan atau yang disebut dengan actual cost serta apa yang didapatkan dari biaya yang sudah dikeluarkan atau yang disebut earned value.

Dalam pelaksanaan suatu proyek sangat jarang ditemui suatu proyek yang berjalan tepat sesuai dengan yang direncanakan. Umumnya mengalami keterlambatan yang direncanakan, baik waktu maupun kemajuan pekerjaan, tetapi ada juga proyek yang mengalami percepatan dari jadwal awal yang direncanakan. Untuk mengetahui pelaksanaan proyek dalam suatu periode kita dapat meramalkan ( forecasting ) terhadap waktu penyelesaian proyek dengan Konsep Nilai Hasil ( Earned Value Analysis).

(14)

1.2 RUMUSAN MASALAH

Agar penelitian mempunyai suatu kejelasan dalam pengerjaannya, maka rumusanmasalah yang dapat disimpulkan dari latar belakang adalah:

1. Bagaimana aplikasi EVA (Earned Value Analysis) untuk mengetahui biaya pada waktu akhir penyelesaian proyek ?

2. Apakah waktu penyelesaian proyek tersebut mengalami percepatan atau keterlambatan atau waktu sesuai dengan rencana awal jadwal proyek ? 1.3 TUJUAN PENELITIAN

Adapun tujuan dilakukan penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui apakah pengaplikasian EVA (Earned Value Analysis) dapat mengetahui biaya pada waktu akhir penyelesaian proyek ?

2. Untuk mengetahui apakah waktu penyelesaian proyek sesuai dengan rencana awal jadwal proyek.

1.4 BATASAN MASALAH

Agar penelitian ini lebih mengarah pada latar belakang dan pemasalahan yang telah dirumuskan maka diperlukan batasan-batasan masalah guna membatasi ruang lingkup penelitian, sebagai berikut:

1. Pengambilan data dilakukan pada Proyek Revitalisasi Pembangunan Gedung Centra Analisis proyek menggunakan Konsep Nilai Hasil (Earned Value Analysis)

2. Analisis dititikberatkan pada waktu

(15)

1.5 MANFAAT PENELITIAN

Adapun manfaat penelitian ini adalah :

1. Sebagai sarana pembelajaran bagi peneliti untuk menambah pengetahuan tentang penggunaan aplikasi EVA ( Earned Value Analysis ) pada perencanaan jadwal proyek.

2. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan menjadi referensi bagi peneliti-peneliti selanjutnya, terutama bagi mahasiswa Teknik Sipil Universitas Sumatera Utara.

3. Diharapkan hasil penelitian ini dapat berguna bagi pihak kontaktor perencana padaProyek Revitalisasi Pembangunan Gedung Centra sebagai bahan masukan untuk mengatasi masalah keterlambatan proyek tersebut.

1.6 SISTEMATIKA PENULISAN

Sistematika penulisan dalam penelitian ini akan dibuat dalam 5 bab dengan uraian sebagai berikut:

Bab I: Pendahuluan

Bab ini berisi tentang latar belakang penulisan, rumusan masalah, tujuan penulisan, batasan masalah dan manfaat penulisan.

Bab II: Tinjauan Pustaka

Bab ini mencakup hal- hal yang dijadikan penulis sebagai dasar dalam membahas Penggunaan EVA ( Earned Value Analysis ) terhadap waktu pada Proyek Revitalisasi Pembangunan Gedung Centra Kota Sibolga.

Bab III : Metodologi Penelitian

(16)

Bab ini berisi tentang segala metodologi yang dilakukan dalam penelitian berupa urutan-urutan tahapan pelaksanaan penelitian mulai dari pengumpulan data di lapangan sampai pengumpulan data dari literatur.

Bab IV: Pembahasan

Bab ini berisi tentang pembahasan mengenai penerapan Penggunaan EVA ( Earned Value Analysis ) terhadap waktu pada Proyek Revitalisasi Pembangunan Gedung Centra. Dimana pembahasan yang ada didalamnya berupa cara mengolah data dan melakukan perhitungan dengan menggunakan Penerapan EVA ( Earned Value Analysis ) atau Konsep Nilai Hasil.

Bab V: Kesimpulan dan Saran

Bab ini berisi tentang kesimpulan dari hasil penelitian dan saran-saran yang diberikan atas hasil yang didapat.

(17)

BAB 2

LANDASAN TEORI

2.1. Tinjauan Pustaka

Nilai yang diterima analisis EVA adalah cara untuk mengukur jumlah pekerjaan yang sebenarnya dilakukan pada sebuah proyek ( yaitu untuk mengukur kemajuan ) dan untuk memperkirakan biaya proyek dan tanggal penyelesaian.

Metode bergantung pada ukuran kunci yang dikenal sebagai nilai yang diterima ( juga dikenal sebagai biaya dianggarkan bekerja dilakukan atau BCWP ). Ukuran ini memungkinkan seseorang untuk menghitung indeks kinerja biaya dan jadwal, yang akan memberitahu seberapa baik proyek yang dilakukan relatif terhadap rencana semula. Indeks ini juga memungkinkan seseorang untuk meramalkan bagaimana proyek ini akan dilakukan di masa depan. ( Dennis J. Frailey, 1999 ).

Earned Schedule (ES) analisis adalah suatu terobosan teknik analitis yang berasal dari jadwal, ukuran, kinerja dalam satuan waktu, bukan biaya. Dasar yang sama Earned Value Management ( EVM ) titik data yang digunakan. Indikator mirip dengan biaya, yang diturunkan dari jadwal yang diperoleh ukuran. Indikator ini memberikan status dan prediksi kemampuan untuk jadwal, analog dengan biaya.

Karena metrik ini menggunakan langkah-langkah berdasarkan waktu, mereka menambah EVM tradisional dan jadwal terpadu analisis. Kerja juga telah dilakukan yang menyediakan atau menjembatani teknik analisis antara nilai jadwal dan analisis jadwal terpadu tradisional. ( Kym Henderson, 2007 ).

(18)

Rumusan baru dan notasi baru yang sesuai untuk memperoleh analisis nilai yang disajikan. Dengan kompak, konsisten, perhitungan nilai yang diperoleh menjadi lebih transparan dan fleksibel, yang menyebabkan wawasan tentang standar kuantitas dan kemajuan melalui langkah-langkah baru. Contoh notasi utilitas digunakan untuk menghasilkan nilai yang diterima untuk pendekatan yang berat menurut jumlah posisi mereka dalam proyek. ( Denis F. Cioffi, 2005 ).

2.2. Dasar Teori 2.2.1. Proyek

Proyek adalah kegiatan sekali lewat dengan waktu dan sumber daya terbatas untuk mencapai hasil akhir yang telah ditentukan. Menurut Imam Soeharto, 1996:

Proyek mempunyai ciri pokok sebagai berikut:

1. Bertujuan menghasilkan lingkup (deliverable) tertentuberupa produk akhir atau hasil kerja akhir.

2. Dalam proses mewujudkan lingkup di atas, ditentukan jumlah biaya, jadwal serta kriteria mutu.

3. Bersifat sementara, dalam arti umurnya dibatasi oleh selesainya tugas.

Titik awal dan titik akhir ditentukan dengan jelas.

4. Non rutin, tidak berulang-ulang. Macam dan intensitas kegiatan berubah sepanjang proyek berlangsung.

Proyek mempunyai tiga karakteristik yang dapat dipandang secara tiga dimensi.

Tiga karakteristik tersebut adalah :

(19)

1. Bersifat unik

Keunikan dari proyek konstruksi adalah : tidak pernah terjadi rangkaian kegiatan yang sama persis (tidak ada proyek yang identik, yang ada adalah proyek yang sejenis),proyek bersifat sementara, dan selaluterlibat grup pekerja yang berbeda-beda.

2. Dibutuhkan sumber daya (resource)

Setiap proyek membutuhkan sumber daya, yaitu pekerja, uang, mesin, metode, dan material. Dalam kenyataannya, mengorganisasikan pekerja lebih sulit dibandingkan dengan sumber daya lainnya.

3. Organisasi

Setiap organisasi mempunyai keragaman tujuan dimana didalamnya terlibat sejumlah individu dengan keahlian yang bervariasi, perbedaan ketertarikan, kepribadian yang bervariasi, dan ketidakpastian. Langkah awal yang harus dilakukan adalah menyusun visi menjadi satu tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi. ( Wulfram I. Ervianto, 2002:9 )

Dalam proses mencapai tujuan ada batasan yang harus dipenuhi yaitu besar biaya (anggaran) yang dialokasikan, jadwal, serta mutu yang harus dipenuhi. Ketiga hal tersebut merupakan parameter penting bagi penyelenggara proyek yang sering diasosiasikan sebagai sasaran proyek. Ketiga batasan diatas disebut tiga kendala ( triple constrain ) yaitu:

1. Anggaran

Proyek harus diselesaikan dengan biaya yang tidak boleh melebihi anggaran. Untuk proyek-proyek yang melibatkan dana dalam jumlah besar

(20)

dan jadwal pengerjaan bertahun-tahun, anggarannya tidak hanya ditentukan dalam total proyek, tetapi dipecah atas komponen- komponennya atau per periode tertentu yang jumlahnya disesuaikan dengan keperluan. Dengan demikian, penyelesaian bagian-bagian proyek harus memenuhi sasaran anggaran per periode.

2. Jadwal

Proyek harus dikerjakan sesuai dengan kurun waktu dan tanggal akhir yang telah ditentukan. Bila hasil akhir adalah produk baru, maka penyerahannya tidak boleh melewati batas waktu yang telah ditentukan.

3. Mutu

Produk atau hasil kegiatan harus memenuhi spesifikasi dan kriteria yang dipersyaratkan. Jadi, memenuhi persyaratan mutu berarti mampu memenuhi tugas yang dimaksudkan atau sering disebut sebagai fit for theintended use.

Gambar 2.1 Hubungan Triple Constrain (Iman Soeharto, 1997:3)

(21)

Ketiga batasan tersebut, bersifat tarik-menarik. Artinya, jika ingin meningkatkan kinerja produk yang telah disepakati dalam kontrak, maka umumnya harus diikuti dengan meningkatkan mutu. Hal ini selanjutnya berakibat pada naiknya biaya sehingga melebihi anggaran. Sebaliknya, bila ingin menekan biaya, maka biasanya harus berkompromi dengan mutu dan jadwal.

Dari segi teknis, ukuran keberhasilan proyek dikaitkan dengan sejauh mana ketiga sasaran tersebut dapat dipenuhi. Pada perkembangan selanjutnya ditambahkan parameter lingkup sehingga parameter diatas menjadi lingkup, biaya, jadwal, dan mutu.

Ketentuan mengenai biaya, kualitas dan waktu penyelesaian konstruksi sudah diikat di dalam kontrak dan ditetapkan sebelum pelaksanaan konstruksi dimulai. Apabila muncul hal-hal yang tidak diperhitungkan selama proses pelaksanaan, maka harus segera dilakukan perbaiakan. Usaha perbaikan penyimpangan tersebut bagaimanapun tidak dapat mengubah kesepakatan pembiayaan dan jangka waktu pelaksanaan. Bahkan segala macam bentuk penyimpangan terhadap kesepakatan tentang kualitas dan waktu pekerjaan biasanya mengandung resiko dan sanksi denda.

Dalam penyelenggaraan sebuah proyek, factor biaya merupakan bahan pertimbangan utama karena biasanya menyangkut jumlah investasi besar yang harus ditananmkan pemberi tugas yang rentan terhadap resiko kegagalan. Fluktuasi pembiayaan suatu konstruksi bangunan juga tidak lepas dari pengaruh situasi ekonomi yang mungkin dapat berupa kenaikan harga material, harga peralatan, dan upah, tenaga kerja. Karena inflasi, kenaikan biaya sebagai akibat pengembangan

(22)

bunga bank, kesempitan modal kerja, atau penundaan pelaksaaan kegiatan karena suatu keterlambatan. Di samping itu masih ada pengaruh yang penting dari masalah produktivitas, kemudian ketersediaan sarana dan prasarana awal lokasi proyek, atau kejadian khusus seperti sengketa hukum dan sebagainya. Sedangkan masalah- masalah yang berpengaruh terhadap waktu pelaksanaan konstruksi lebih banyak disebabkan oleh mekanisme penyelenggaraan, seperti keterlambatan jadwal perencanaan, perubahan-perubahan pekerjaan selama berlangsungnya konstruksi, kelayakan jadwal, masalah-masalah produktivitas, peraturan-peraturan dari pemerintah mengenai keamanan perencanaan dan metode pelaksanaan lonstruksi, dampak lingkungan, kebijaksanaan di ketenagakerjaan dan sebagainya. Kemudian masalah-masalah yang mempengaruhi kualitas hasil pekerjaan lebih banyak berawal dan didominasi oleh kualitas sumber daya manusia yang berkaitan dengan kemampuan dan keterampilan teknis. Misalnya dalam penyusunan criteria perencanaan dan spesifikasi, pengelolaan segifinansial sebagai penunjang, tata cara penyediaan material, peralatan, dan pengawasan. Selanjutnya masih terdapat masalah-masalah tambahan yang cukup penting yang berpengaruh terhadap jadwal, waktu dan kualitas, yaitu upaya analisa ekonomi biaya tinggi, program-program pelatihan tenaga kerja. Ringkasan uraian tersebut dapat diberikan dalam bentuk bagan seperti pada gambar 3.2.

Ketiga faktor tersebut saling tarik-menarik. Artinya, jika ingin meningkatkan kinerja yang telah disepakati dalam kontrak, maka umumnya harus diikuti dengan menaikkan kualitas yang selanjutnya berakibat pada naiknya biaya melebihi

(23)

anggaran. Sebaliknya bila ingin menekan biaya, maka biasanya harus berkompromi dengan mutu dan jadwal.

V

Gambar 2.2 Ketergantungan biaya, waktu dan kualitas Sumber : Ismawan Dippohusodo, 1996

Inflasi

Penundaan Sengketa hukum Modal kerja Bungabank

Pembiayaan

Jadwal Waktu Perubahan pekerjaan Peraturan

Pemerintah Pengadaan alat dan bahan

Tenaga terampil Kualitas bahan dan alat Pemeriksaan

Pengawasan Perencanaan dan spesifikasi teknis Waktu

konstruksi

kualitas Lokasi

proyek produktivitas jadwal konstruksi ekonomi biaya tinggi rekayasa nilai

(24)

2.2.2. Perencanaan Proyek

Kegiatan yang dilakukan dalam suatu proyek tidak akan bisa sama persis dengan yang sudah dilakukan sebelumnya. Merencanakan dan memperkirakan proyek bukan hal yang mudah, jadi harus berdasarkan teori yang bisa mendukung.

Hal ini untuk penelusuran masalah apabila proyek tersebut dievaluasi. (Aprilina Kartika, 2012) Dalam uraian diatas telah disebutkan bahwa kegiatan proyek itu tidak pernah sama persis, hanya sejenis dan dalam rangkaian kegiatan proyek tidak akan berulang, oleh sebab itu diperlukan perencanaan proyek yang matang.

Merencanakan dan mengestimasi sebuah proyek bukan merupakan hal yang mudah, karena sebuah proyek dibatasi oleh waktu, mutu, dan biaya. Jadi dalam merencanakan harus mempunyai dasar teori yang dapat dipertanggung jawabkan sehingga bila suatu ketika diadakan evaluasi dari proyek yang bersangkutan dapat ditelusuri asal dari sebuah permasalahan yang ada.

Soehendardjati, 1987, mengemukakan :

1. Proyek adalah suatu kegiatan terorganisir yang menggunakan sumber daya yang dijalankan selama jangka waktu yang terbatas yang mempunyai titik awal dimulainya dan titik akhir saat berakhirnya.

2. Proyek adalah usaha yang kompleks, biasanya kurang dari tiga tahun dan merupakan kesatuan dari tugas yang berhubungan dengan sasaran, jadwal, dan anggaran yang terumuskan dengan baik.

Menurut Prijono, 1994, daur kegiatan untuk mencapai tujuan proyek tampak dalam gambar 2.3 yang menyajikan langkah berkesinambungan dengan tujuan untuk mencapai hasil baik.

(25)

Gambar 2.3 Daur kegiatan untuk mencapai tujuan proyek

2.2.3. Metode dan Teknik Pengendalian Biaya dan Waktu

Metode pengendalian proyek yang digunakan adalah Metode Pengendalian Biaya dan Jadwal Terpadu (Earned Value). Metode ini mengkaji kecenderungan Varian Jadwal dan Varian Biaya pada suatu periode waktu selama proyek berlangsung ( Imam Soeharto, 1997 ).

Penyimpangan pada pelaksanaan proyek terhadap perencanaan sering terjadi, baik terhadap biaya maupun waktu. Apabila dalam sebuah proyek kita berperan sebagai Konsultan Manajemen Konstruksi, kita dituntut untuk dapat mengendalikan biaya dan waktu agar pelaksanaan proyek berjalan sesuai dengan yang direncanakan.

Untuk mengetahui terjadinya penyimpangan secara dini, dapat dipergunakan metode varian dan metode earned value atau metode nilai hasil. Metode-metode ini dipakai

PERENCANAAN 1. Tentukan Sasaran 2. Survey sumber daya 3. Menyusun Strategi

PENGENDALIAN 1. Membandingkan hasil dengan rencana

2. Laporan

PELAKSANAAN 1. Alokasi sumber daya 2. Alokasi pelaksanaan 3. Motivasi staf

(26)

untuk pengendalian terhadap biaya dan waktu. Pengendalian biaya meliputi segala aktivitas untuk memberikan garansi bahwa proyek akan dapat diselesaikan dengan anggaran yang telah disepakati. Pengendalian biaya akan menjadi efektif jika lingkup proyek ( scope) terdefinisi secara rinci dan akurat.

Metode yang digunakan dalam studi ini adalah deskriptif kuantitatif, studi yang menggambarkan kondisi proyek tertentu dengan analisis data-data yang ada.Analisis data menggunakan metode analitis dan deskriptif.Analitis berarti data yang sudah ada diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan hasil akhir yang dapat disimpulkan.Sedangkan deskriptif maksudnya adalah denganmemaparkan masalah- masalah yang sudah ada atau tampak. Konsep Nilai Hasil (Earned Value Analysis) mengkaji kecenderungan varian jadwal pada suatu periode waktu selama proyek berlangsung.

2.2.3.1.Pengertian Earned Value Analysis

Metode Nilai Hasil ( Eaned Value ) adalah suatu metode pengendalian yang digunakan untuk mengendalikan biaya dan jadwal proyek secara terpadu. Metode ini memberikan informasi status kinerja proyek pada suatu periode pelaporan dan memberikan informasi prediksi biaya yang dibutuhkan dan waktu untuk penyelesaian seluruh pekerjaan berdasarkan indikator kinerja saat pelaporan.

2.2.3.1.1. Metode Analisis Varians

Metode Analisis Varians adalah metode untuk mengendalikan biaya dan jadwal suatu kegiatan proyek konstruksi. Dalam metode ini identifikasi dilakukan dengan membandingkan jumlah biaya sesungguhnya dikeluarkan terhadap anggaran.

(27)

Analisis Varians dilakukan dengan mengumpulkan informasi tentang status terakhir kemajuan proyek pada saat pelaporan dengan menghitung jumlah unit pekerjaan yang telah diselesaikan kemudian dibandingkan dengan perencanaan atau melihat catatan penggunaan sumber daya. Metode ini akan memperlihatkan perbedaan antara biaya pelaksanaan terhadap anggaran dan waktu pelaksanaan terhadap jadwal.

Metode Varian juga digunakan untuk pengendalian biaya proyek dengan melakukan identifikasi varian pada data pengeluaran biaya pelaksanaan terhadap biaya rencana secara periodik atau dalam kurun waktu tertentu.

2.2.3.1.2. Varians dengan Grafik “S”

Cara lain untuk memperagakan adanya varians dengan menggunakan grafik.

Grafik “S” akan menggambarkan kemajuan volume pekerjaan yang diselesaikan sepanjang siklus proyek. Bila grafik tersebut dibandingkan dengan grafik serupa yang disusun berdasarkan perencanaan dasar maka akan segera terlihat jika terjadi penyimpangan. Penggunaan grafik “S” dijumpai dalam hal berikut:

1. Pada analisis kemajuan proyek secara keseluruhan.

2. Penggunaan seperti diatas, tetapi untuk satuan unit pekerjaan atau elemen- elemennya.

3. Pada kegiatan engineering dan pembelian untuk menganalisis persentase (%) penyelesaian pekerjaan, misalnya jam/orang untuk menyiapkan rancangan, produksi gambar, menyusun pengajuan pembelian, terhadap waktu.

(28)

4. Pada kegiatan konstruksi, yaitu untuk menganalisis pemakaian tenaga kerja atau jam-orang dan untuk menganalisis persentase (%) penyelesaian serta pekerjaan–pekerjaan lain yang diukur (dinyatakan) dalam unit versus waktu.

5. Grafik “S” sangat bermanfaat untuk dipakai sebagai laporan bulanan dan laporan kepada pimpinan proyek, karena grafik ini dapat dengan jelas menunjukkan kemajuan proyek dalam bentuk yang mudah dipahami.Kurva S adalah suatu kurva yang disusun untuk menunjukkan hubungan antara nilai komulatif biaya atau jam-orang (man hours) yang telah digunakan atau persentase (%) penyelesaian pekerjaan terhadap waktu. Dengan demikian pada kurva–S dapat digambarkan kemajuan volume pekerjaan yang diselesaikan sepanjang berlangsungnya proyek atau pekerjaan dalam bagian dari proyek. Dengan membandingkan kurva tersebut dengan kurva yang serupa yang disusun berdasarkan perencanaan, maka akan segera terlihat dengan jelas apabila terjadi penyimpangan. Oleh karena kemampuannya yang dapat diandalkan dalam melihat penyimpangan-penyimpangan dalam pelaksanaan proyek, maka pengendalian proyek dengan memanfaatkan Kurva S sering kali digunakan dalam pengendalian suatu proyek. Pada Kurva S, sumbu mendatar menunjukkan waktu kalender, dan sumbu vertikal menunjukkan nilai komulatif biaya atau jam-orang atau persentase penyelesaian pekerjaan. Kurva yang berbentuk huruf ”S” tersebut lebih banyak terbentuk karena kelaziman dalam pelaksanaan proyek yaitu:

Kemajuan pada awal-awalnya bergerak lambat.

(29)

Kemudian diikuti oleh kegiatan yang bergerak cepat dalam kurun waktu yang lebih lama.

Pada akhirnya kegiatan menurun kembali dan berhenti pada suatu titik akhir.

2.2.3.1.3. Kombinasi Bagan Balok dan grafik “S”

Salah satu teknik pengendalian kemajuan proyek adalah memakai kombinasi Grafik “S” dan tonggak kemajuan (milestone).

a) Milestone adalah titik yang dianggap menandai suatu peristiwa yang dianggap penting dalam rangkaian pelaksanaan pekerjaan proyek.

Titik milestone ditentukan pada waktu pembuatan perencanaan dasar yang disiapkan sebagai tolak ukur kegiatan pengendalian kemajuan proyek. Penggunaan milestone yang dikombinasikan dengan grafik

“S” sangat efektif untuk mengendalikan pembayaran berkala. Bagan balok berarti bagan yang terdiri atas balok segi empat untuk

menggambarkan grafik frekuensi.

Gambar 2.4 Contoh Bar Chart / Bagan Balok

(30)

b) Grafik S atau Kurva S adalah suatu kurva yang disusun untuk menunjukkan hubungan antara nilai komulatif biaya atau jam orang (man hours) yang telah digunakan atau persentase (%) penyelesaian pekerjaan terhadap waktu.

Gambar 2.5 Contoh Kurva S

Penggunaan milestone yang dikombinasikan dengan grafik “S” sangat efektif untuk mengendalikan pembayaran berkala.

2.2.3.2. Konsep Nilai Hasil ( Earned Value )

Konsep Nilai Hasil merupakan bagian dari Konsep Analisis Varians.

Dimanadalam analisis varians hanya menunjukkan perbedaan hasil kerja pada waktupelaporan dibandingkan dengan anggaran atau jadwalnya (PMBOK, 2004).

Adanya kelemahan dari metode Analisis Varians adalah hanya menganalisa varian dan jadwal masing-masing secara terpisah sehingga tidak dapat mengungkapkan

(31)

masalah kinerja kegiatan yang sedang dilakukan. Sedangkan dengan metode Konsep Nilai Hasil dapat diketahui kinerja kegiatan yang sedang dilakukan serta dapat meningkatkan efektivitas dalam meningkatkan kegiatan proyek. Dengan memakai asumsi bahwa kecenderungan yang ada dan terungkap pada saat pelaporan akan terus berlangsung, maka metode prakiraan atau proyeksi masa depan proyek, seperti : 1. Dapatkah proyek diselesaikan dengan kondisi yang ada.

2. Berapa besar perkiraan biaya untuk menyelesaikan proyek.

3. Berapa besar keterlambatan/kemajuan pada akhir proyek

Konsep Nilai Hasil adalah konsep menghitung besarnya biaya yang menurutanggaran sesuai dengan pekerjaan yang telah dilaksanakan . Bila ditinjau dari jumlah pekerjaan yang telah diselesaikan berarti konsep ini mengatur besarnya unit pekerjaan yang diselesaikan pada suatu waktu bila dinilai berdasarkan jumlah anggaran yang disediakan untuk pekerjaan tersebut. Dengan perhitungan ini dapat diketahui hubungan antara apa yang sesungguhnya telah dicapai secara fisik terhadap jumlah anggaran yang telah dikeluarkan, yang dapat ditulis dengan rumus 2.1.

Nilai Hasil = (% penyelesaian) x (anggaran) (Rumus 2.1)

(32)

2.2.3.2.1. Indikator-Indikator yang Dipergunakan

Gambar 2.6 Analisa varians terpadu disajikan dengan grafik “s”

Konsep dasar nilai hasil dapat dipergunakan untuk menganalisis kinerja dan membuat perkiraan pencapaian sasaran. Indikator yang digunakan adalah biaya aktual ( actual cost ), nilai hasil ( earned value ) dan jadwal anggaran (planed value ).

1. Biaya Aktual (Actual Cost = AC )

Biaya Aktual ( Actual Cost = AC ) atau Actual Cost of Work Performed (ACWP ) adalah jumlah biaya aktual pekerjaan yang telah dilaksanakan pada kurun pelaporan tertentu. Biaya ini diperoleh dari data-data akuntansi atau keuangan proyek pada tanggal pelaporan ( misalnya akhir bulan ), yaitu catatan segala pengeluaran biaya aktual dari paket kerja atau kode akuntansi termasuk perhitungan overhead dan lain-lain. Jadi AC merupakan jumlah aktual dari penghargaan atau dana yang digunakan untuk melaksanakan pekerjaan pada kurun waktu tertentu.

(33)

2. Nilai Hasil

Nilai Hasil (Earned Value = EV) atau Budgeted Cost of Work Performanced ( BCWP ) adalah nilai pekerjaan yang telah selesai terhadap anggaran yang disediakan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut. Bila angka AC dibandingkan dengan EV akan terlihat perbandingan antara biaya yang telah dikeluarkan untuk pekerjaan yang terlaksana terhadap biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk maksud tersebut.

3. Jadwal Anggaran

Jadwal Anggaran ( Planned Value = PV ) atau Budgeted Cost of Work Schedule ( BCWS ) menunjukkan anggaran untuk suatu paket pekerjaan yang disusun dan dikaitkan dengan jadwal pelaksanaan. Disini terjadi perpaduan antara biaya, jadwal dan lingkup kerja, dimana pada setiap elemen pekerjaan telah diberi alokasi biaya dan jadwal yang dapat menjadi tolak ukur pelaporan pelaksanaan pekerjaan.

Dengan menggunakan ketiga indikator ini, dapat dihitung berbagai faktor yang menunjukan kemajuan pelaksanaan proyek seperti CV (Cost Variant) yaitu Varian biaya terpadu, SV (Schedule Variant) yaitu Varian jadwal terpadu, CPI (Cost Performed Index) yaitu indek prestasi biaya, SPI (Schedule Performed Index) yaitu Indek prestasi waktu, dan analisa kemajuan proyek.

1. Varians Biaya dan Jadwal Terpadu

Telah disebutkan sebelumnya bahwa menganalisis kemajuan proyek dengan analisis varians sederhana dianggap kurang mencukupi, karena metode ini tidak mengintegrasikan aspek biaya dan jadwal. Untuk mengatasi hal tersebut indikator

(34)

PV. EV dan AC digunakan dalam menentukan Varians Biaya dan Varians Jadwal secara terpadu. Varians Biaya / Cost Varians ( CV ) dan Varians Jadwal / Schedule.

Varians (SV) diinformasikan sebagai berikut : Varians Biaya ( CV ) = EV - AC atau,

CV = BCWP - ACWP (Rumus 2.2)

- Negative (-) = Cost Overrun ( biaya diatas rencana ) - Nol ( 0 ) = Sesuai biaya

- Positive ( + ) = Cost Underrun ( biaya di bawah rencana ) Varians Jadwal ( SV ) = EV - PV atau,

SV = BCWP - BCWS (Rumus 2.3)

- Negative (-) = Terlambat dari jadwal - Nol ( 0 ) = Tepat waktu

- Positive ( + ) = Lebih cepat dari jadwal

Kriteria untuk kedua indikator di atas baik itu SV ( Schedule Varians ) dan CV ( Cost Varians ) ditabelkan oleh Imam Soeharto seperti tersebut di bawah ini :

2. Indeks Produktivitas dan Kinerja

Pengelola proyek seringkali ingin mengetahui penggunaan sumber daya yang dapat dinyatakan sebagai indeks produktivitas atau indeks kinerja. Indeks kinerja ini terdiri dari indeks kinerja biaya ( Cost Performance Index = CPI ) dan indeks kinerja jadwal ( Schedule Performance Index = SPI ).

Indeks kinerja biaya ( CPI ) = EV / AC atau CPI = BCWP/ACWP (Rumus 2.4) Indeks kinerja jadwal ( SPI ) = EV/PV atau SPI = BCWP/BCWS (Rumus 2.5)

(35)

Dengan kriteria indeks kinerja (Performance Index) :

- Indeks kinerja < 1, berarti pengeluaran lebih besar daripada anggaran atau waktu pelaksanaan lebih lama dari jadwal yang direncanakan. Bila anggaran dan jadwal sudah dibuat secara realistis, maka berarti ada sesuatu yang tidak benar dalam pelaksanaan kegiatan.

- Indeks kinerja > 1, maka kinerja penyelenggaraan proyek lebih baik dari perencanaan, dalam arti pengeluaran lebih kecil dari anggaran atau jadwal lebih cepat dari rencana.

- Indeks kinerja makin besar perbedaannya dari angka 1, maka makin besar penyimpangannya dari perencanaan dasar atau anggaran. Bahkan bila didapat angka yang terlalu tinggi berarti prestasi pelaksanaan pekerjaan sangat baik, perlu pengkajian lebih dalam apakah mungkin perencanaannya atau anggaran yang justru tidak realistis.

3. Proyeksi Pengeluaran Biaya dan Jangka Waktu Penyelesaian Proyek

Membuat prakiraan biaya atau jadwal penyelesaian proyek berdasarkan atas indikator yang diperoleh saat pelaporan akan memberikan petunjuk besarnya biaya pada akhir proyek ( Estimasi At Com pletion = EAC ) dan prakiraan waktu penyelesaian proyek ( Estimate All Schedule = EAS ). Prakiraan biaya atau jadwal bermanfaat karena memberikan peringatan dini mengenai hal-hal yang akan terjadi pada masa yang akan datang, bila kecenderungan yang ada pada saat pelaporan tidak mengalami perubahan. Bila pada pekerjaan tersisa dianggap kinerjanya tetap

(36)

seperti pada saat pelaporan, maka prakiraan biaya untuk pekerjaan tersisa (ETC) adalah :

ETC = ( BAC – BCWP ) / CPI ( Rumus 2.6 )

EAC = ACWP - ETC ( Rumus 2.7 )

Sedangkan prakiraan waktu penyelesaian seluruh pekerjaan :

ETS = ( sisa waktu ) / SPI ( Rumus 2.8 )

EAS= Waktu selesai + ETS ( Rumus 2.9)

Dimana:

BAC ( Budgeted At Completion ) = Anggaran Biaya Proyek Keseluruhan

SPI ( Schedule Performance Index ) = Indek Kinerja Jadwal

CPI ( Cost Performance Index ) = Indek Kinerja Biaya

ETC ( Estimate Temporary Cost ) = Prakiraan Biaya Untuk Pekerjaan Tersisa

EAC ( Estimate Temporary Cost ) = Prakiraan T otal Biaya Proyek

ETS ( Estimate Temporary Schedule ) = Prakiraan Waktu Untuk Pekerjaan Yang Tersisa

EAS (Estimate All Schedule) = Prakiraan Total Waktu Proyek

2.2.4. Hubungan Biaya dan Waktu

Ada ketergantungan antara biaya yang dikeluarkan terhadap waktu pelaksanaan proyek, dimana diperlukan penjadwalan kegiatan secara optimum sehingga biaya yang dikeluarkan menjadi minimum.

(37)

Gambar 2.7 : Biaya Proyek Vs Waktu Pelaksanan Sumber : Soeharto,I (1995)

Untuk mencari hubungan waktu dan biaya yang optimal dari suatu proyek konstruksi pada prakteknya tidaklah mudah. Akan tetapi secara teoritis pemecahan dari keadaan di atas berada diantara dua keadaan berikut :

a. Perkiraan dengan biaya termurah (The cost solution) b. Perkiraan dengan waktu tersingkat (The last time solution)

Perkiraan dengan biaya termurah biasanya disebut juga pemecahan normal (all normal solution). Hal ini menandakan bahwa waktu yang diperlukan untuk menyelenggarakan kegiatan proyek dimana biaya langsung yang dikeluarkan serendah mungkin.

Perkiraan dengan waktu tersingkat berarti kegiatan proyek diselesaikan dalam waktu yang sesingkat mungkin dengan biaya minimum untuk waktu penyelesaian tesebut. Untuk mendapatkan waktu pelaksanaan yang sesingkat mungkin, sebagian

(38)

besar aktivitas yang terlibat dalam pelaksanaan proyek harus dipercepat pengerjaannya. Tetapi hal ini tidaklah berarti bahwa seluruh aktifitas yang ada pada proyek harus dipercepat untuk mendapatkan pemecahan dengan waktu yang tersingkat tersebut.

(39)

BAB 3

METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Jenis Penelitian

Pada tugas akhir ini penulis menggunakan metode penelitisn kuantitatif. Dimana penelitian Kusntitatif merupakan salah satu jenis penilitian yg lebih sistematis, spesifik, terstruktur, dan juga terencana dgn baik dari awal hingga mendapatkan suatu kesimpulan.

Penelitian Kuantitatif lebih menekankan pada angka-angka yang membuatnya menjadi lebih mendetail dan lebih jelas. Selain itu pengguaan table,grafik dan juga diagram memudahkan dalam hal untuk dibaca.

3.2. Waktu dan tempat penelitian 3.2.1 Waktu

Waktu yang dimaksud dalam penelitian ini adalah waktu keseluruhan dari jalannya penelitian yang berkaitan dengan pengambilan data saat penelitian. Waktu yang dibutuhkan peneliti dalam mengumpulkan data penelitia adalah lebih kurang dari 1 bulan

3.2.2 Tempat Penelitian

Tempat penelitian yang dimaksud adalah tempat peneliti mendapatkan data peneliti untuk tugas akhir ini. Peneliti melakukan penelitian pada

(40)

proyek “Revitalisasi Pembangunan Gedung Centra Makanan”, Berlokasi di Kota Sibolga Sumatera Utara.

3.3. METODOLOGI PENELITIAN

Metode penelitian adalah langkah-langkah atau cara-cara penelitian suatumasalah, kasus, gejala atau fenomena dengan jalan ilmiah untuk menghasilkan jawaban yang rasional. Metode penelitian digunakan sebagai dasar atas langkah- langkah berurutan yang didasarkan pada tujuan penelitian dan menjadi suatu perangkat yang digunakan untuk menarik kesimpulan, sehingga dapat diperoleh penyelesaian yang diharapkan untuk mencapai keberhasilan penelitian

3.3.1 Metode Pengumpulan Data

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, penelitian yang menggambarkan kondisi proyek tertentu dengan analisis data-data yang ada. Analisis data menggunakan metode analitis dan deskriptif.

a) Metode Analitis

Berarti data yang sudah ada diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan hasil akhir yang dapat disimpulkan.Dan data yang telah didapat akan dianalisa oleh peneliti menggunakan analisa Earned Value Analysis menurut (Mc Kinney, 1991) :

1) Perhitungan Bobot Pekerjaan (PBP)

Persentase Bobot pekerjaan per item dapat dihitung mmenggunakan rumus:

PBP =

𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉 𝑥𝑥 𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻 𝑆𝑆𝐻𝐻𝑆𝑆𝑉𝑉𝐻𝐻𝑆𝑆

𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻𝐻 𝑆𝑆𝐻𝐻𝑆𝑆𝑉𝑉𝐻𝐻𝑆𝑆

x 100 %

(41)

2) Analisis Pengendalian Biaya

Analisis Pengendalian Biaya mengguanakan beberapa pendekatan yaitu : I. Perhitungan Budgeted Cost Of Work Schedule (BCWS)

Anggaran yang dimiliki oleh proyek sesuai dengan inventarisasi kegiatan yang dihitung berdasarkan presentase terhadap biaya total.

Nilai Hasil = (% rencana) x (anggaran)

II. Perhitungan Budgeted Cost Of Work Performance (BCWP)

Nilai hasil adalah biaya yang dianggarkan dari pekerjaan yang diselesaikan oleh pelaksana, BCWP dengan menggunakan rumus : Nilai Hasil = (% penyelesaian) x (anggaran)

III. Perhitungan Actual Cost od Work Performance (ACWP)

Menunjukkan jumlah anggaran yang sesungguhnya untuk kegiatan yang telah dilaksanaan dalam kurun waktu tertentu. Dan data ACWP didapatkan dari administrasi proyek.

IV. Schedule Varians (SV)

Varians Jadwal merupakan selisih dari besarnya nilai hasil kinerja proyek (BCWP) dengan anggaran yang direncanakan (BCWS).

Varians jadwal dihitung menggunakan rumus : Varians Jadwal (SV) = EV (BCWP) – PV (BCWS) V. Perhitungan Cost Variance (CV)

Varians biaya (CV) dipakai untuk menentukan apakah proyek yang sedang dijalankan masih dalam batas anggaran atau melebihi anggaran rencananya. Selisih biaya adalah selisih antara BCWP dan ACWP.

(42)

CV = BCWP - ACWP

VI. Perhitungan Schedule Performance Indeks (SPI)

Pengelola proyek seringkali ingin mengetahui penggunaan sumber daya, yang dapat dinyatakan sebagai indeks Produktivitas atau indeks kinerja. indeks kinerja jadwal (Schedule Performance Index = SPI).

Indeks produktivitas jadwal berupa nilai efisiensi penggunaan sumber daya pada saat evaluasi dilakukan. Jika nilai SPI=0 maka proyek tepat waktu, jika SPI < 1, maka progres proyek tertinggal dibanding rencana dan sebaliknya.

SPI dihitung menggunakan rumus :

Indeks kinerja jadwal (SPI) = EV(BCWP ) / PV (BCWS) VII. Estimate Temporary Schedule (ETS)

Perkiraan waktu untuk pekerjaan yang tersisa diasumsikan apabila keadaan berlangsung seperti saat evaluasi dilakukan. Berdasarkan kontrak Proyek Revitalisasi Pembangunan Gedung Centra Kota Sibolga waktu pengerjaan proyek adalah 240 hari. Perhitungan ETS menggunakan rumus :

ETS = (sisa waktu) / SPI VIII. Estimate All Schedule (EAS)

Perkiraan total waktu penyelesaian proyek dihitung berdasarkan waktu yang telah diselesaikan dijumlahkan dengan hasil ETS,atau menggunakan rumus :

EAS = Waktu selesai + ETS

(43)

IX. Angka Varians

Angka varian terdiri dari varian biaya dan varian jadwal, dalam analisis ini menggunakan indikator PV dan EV untuk menentukan varian jadwal. Dan Selanjutnya pengambil kesimpulan.

X. Tahap IV ( Pengambilan Keputusan)

Disebut tahap pengambilan keputusan. Pada tahap ini, data yang telah dianalisa dibuat suatu kesimpulan yang berhubungan dengan tujuan penelitian.

b) Metode deskriptif

Maksudnya adalah dengan memaparkan masalah-masalah yang sudah ada atau tampak.

Konsep Nilai Hasil ( Earned Value Analysis ) mengkaji kecenderungan varian jadwal dan varian biaya pada suatu periode waktu selama proyek belangsung. Namun dalam penelitian ini hanya akan membahas pada varian waktu.

3.3.2 Sumber Data

Yang dimaksud sumber data dalam penelitian adalah subyek dari mana data dapat diperoleh. Sumber data terbagi menjadi dua yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh peneliti secara langsung (dari tangan pertama). Sementara data sekunder adalah data yang diperoleh peneliti dari sumber yang sudah ada.

Dalam penelitian ini, digunakan data dari kedua sumber tersebut.

1. Data Primer

(44)

Data primer yaitu berupa hasil wawancara tidak terstruktur dengan beberapa sumber dilapangan.

2. Data Sekunder

Data Sekunder yaitu data yang sudah tersedia sehingga kita tinggal mencari dan mengumpulkan. Jika data sekunder dapat kita peroleh dengan lebih mudah dan cepat karena sudah tersedia

Data Sekunder berupa : a. Data Time Schedule

Time Schedule adalah rencana alokasi waktu untuk menyelesaikan masing-masing item pekerjaan proyek yang secara keseluruhan adalah rentang waktu yang ditetapkan untuk melaksanakan sebuah proyek b. RAB

Rencana Anggaran Biaya (RAB) adalah suatu bangunan atau proyek adalah perhitungan banyaknya biaya yang diperlukan untuk bahan dan upah,serta biaya- biaya lain yang berhubungan dengan pelaksanaan bangunan atau proyek. Anggaran biaya merupakan harga dari bahan bangunan yang dihitung dengan teliti, cermat dan memenuhi syarat.

3.3.3 Proses Pengolahan Data

3.3.3.1 Tahap Dan Prosedur Penelitian

Untuk mendapatkan suatu analisis yang akurat sebagai tujuan penulis, diperlukan suatu tahapan analisis data yang dilaksanakan secara sistematis dan logis.

(45)

Tahapan - tahapan selengkapnya dalam penelitian ini meliputi : a. Tahap I ( Persiapan )

Pada tahap ini dilakukan literatur untuk mengetahui latar belakang penelitian.

b. Tahap II ( pengambilan data )

Pada tahap ini dilakukan pengambilan data dan kompilasi data sebagai data base untuk penghitungan selanjutnya

c. Tahap III ( Analisis data )

Disebut tahap analisis data. Pada tahap ini dilakukan penghitungan PV komulative, EV komulative, SV ( Schedule Varians ), SPI ( Schedule Performance Index ), dan forecasting terhadap waktu meliputi ETS (Estimate Temporary Schedule ), dan EAS ( Estimate All Schedule ).

d. Tahap IV ( Pengambilan Keputusan)

Disebut tahap pengambilan keputusan. Pada tahap ini, data yang telah dianalisa dibuat suatu kesimpulan yang berhubungan dengan tujuan penelitian.

(46)

3.4 FLOWCHART

Penggunaan Metode EVA terhadap waktu pada Revitalisasi Pembangunan

Gedung Centra

Pembatasan Masalah

Analisis Perhitungan Data

A Menghitung BCWS :

Bobot rencana x Nilai Kontrak

Menghitung BCWP : Bobot actual

x Nilai Kontrak

Menghitung SV : BCWP - BCWS

Menghitung SPI : BCWP / BCWS Perumusan Masalah

Pengumpulan Data

Data Sekunder : Time Schedule,RAB

Data Primer : Wawancara

(47)

A

Menghitung ETS : Sisa Waktu / SPI

Menghitung EAS : Waktu Selesai + ETS

Pembahasan

Kesimpulan & Saran

(48)

BAB 4

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Data Umum Proyek

Dalam penulisan tugas akhir ini, penulis menerapkan metode EVA (Earned Value Analysis) Terhadap waktu pada Proyek Revitalisasi Pembangunan Gedung Centra Kota Sibolga.

Dimana data-data proyek dari penulisan tugas akhir ini adalah sebagai berikut :

1. Pekerjaan : Revitalisasi Pembangunan Gedung Centra Kota Sibolga 2. Lokasi : Kota Sibolga

3. Nama perusahaan : PT. PAGAR JAYA ABADI 4. Waktu Pelaksanaan : 80 (Delapan puluh) Hari Kalender

5. Nomor : 08.A/PPK-PERINDAGKOP&UKM/SP.K/X/2016 6. Nilai Kontrak : Rp. 3.569.864.000,00

4.2. Analisis Data

Pada sub-bab ini akan disajikan data dan perhitungan tabulasi analisis identifikasi varians dan konsep nilai hasil, maka semua perhitungan dan penggambaran dilakukan dengan bantuan program Microsoft Excel. Dari data time schedule dihitung PV dan dari laporan mingguan dihitung EV.

4.2.1. Rekapitulasi Nilai Proyek

Dalam Proyek Revitalisasi Pembangunan Gedung Centra Kota Sibolga dianalisis pengendalian biaya dengan metode Earned Value Analysis dengan nilai kontrak sebesar Rp 3.569.864.000, dengan rekapitulasi harga total proyek pada Tabel 4.2.1 sebagai berikut :

(49)

N0 Uraian Pekerjaan Jumlah semua (Rp)

A Pekerjaan pendahuluan 66.333.550,00

B Pekerjaan tanah 218.029.549,85

C Pekerjaan Lantai Dasar

C1. Pekerjaan Beton 767.118.508,98

C2. Pekerjaan Pasangan Batu 446.772.963,56 C3. Pekerjaan Kayu/Kosen/Pintu/Jendela 41.951.257,00

C4. Pekerjaan Lantai 47.398.014,80

C5. Pekerjaan Langit-Langit/Palafond 59.987.951,65 C6. Pekerjaan Instalasi Listri 35.392.362,88 C7. Pekerjaan Instalasi Air/ Sanitasi 23.194.610,50

C8. Pengatapan 35.691.578,55

C9. Pekerjaan Pengecetan 36.962.270,38

D Pekerjaan Lantai I (satu)

D1. Pekerjaan Beton 139.350.213,25

D2. Pekerjaan Pasangan Batu 301.030.114,48 D3. Pekerjaan Kayu/Kosen/Pintu/Jendela 28.787.368,95

D4. Pekerjaan Lantai 32.528.955,00

D5. Pekerjaan Langit-Langit/Palafond 40.415.583,85 D6. Pekerjaan Instalasi Listri 14.640.829,99 D7. Pekerjaan Instalasi Air/ Sanitasi 13.173.391,20

D8. Pengatapan 114.743.445,26

D9. Pekerjaan Pengecetan 23.174.717,80

E Pekerjaan tambahan 192.716.786,86

F Pengadaan Kelengkapan bangunan 534.992.000,00

G Pekerjaan lain-lain 32.450.000,00

Jumlah 3.246.836.024,48

PPN 10% 324.683.602,45

Jumlah 3.571.519.626,93

Dibulatkan 3.571.519.000,00

Sumber : Data Proyek 2016

4.2.2. Perhitungan Bobot Pekerjaan (Persentase Bobot Pekerjaan)

𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃 =

Volume x Harga Satuan

Harga Bangunan x 100%

(50)

Perhitungan persentase bobot pekerjaan disetiap item pekerjaan pada Proyek Revitalisasi Pembangunan Gedung Centra Kota Sibolga ini adalah :

Harga Bangunan : Rp. . 3.569.864.000,00 1. Pekerjaan Pendahuluan

Kuantitas Pekerjaan 1 Ls

Harga Satuan = Rp. 61.333.550 PBP = 1 𝑥𝑥 61.333.550

3.569.864.000 x 100 %

= 1,86 % 2. Pekerjaan Tanah Kuantitas Pekerjaan 1 Ls

Harga Satuan = Rp. 218.029.614 PBP = 1 𝑋𝑋 218.029.614

3.569.864 X 100 %

= 6,107 %

Keterangan : Hasil Perhitungan Presentase Bobot Pkerjaan, selanjutnya ditabelkan pada table 2 dan dilampirkan pada lampiran

4.2.3. BCWS (Budget Cost Of Work Schedule)

Anggaran yang dimiliki oleh proyek sesuai dengan inventarisasi kegiatan yang dihitung berdasarkan presentase terhadap biaya total, sesuai data lapangan selama 11 minggu. BCWS dihitung dengan menggunakan rumus :

Nilai Hasil = (% rencana) x (anggaran) Misalnya :

Pada minggu ke 1

• 10 Oktober 2016 - 16 Oktober 2016

(51)

BCWS = % Rencana × Anggaran

= 10,49 % x Rp 3.569.864.000

= Rp 38.875.818.960 Pada minggu ke 2

• 17 Oktober 2016 - 23 Oktober 2016 BCWS = % Rencana × Anggaran

= 8,4 % x Rp 3.569.864.000

= Rp 29.986.857.600 (Mc Kinney, 1991)

Tabel 4.1. Nilai Budget Cost Of Work Schedule (BCWS) tiap minggu

minggu ke bobot rencana nilai kontrak PV PV Komulatif

1 10,49 3.569.864.000 38875818960 38.875.818.960

2 8,4 3.569.864.000 29986857600 68.862.676.560

3 9,16 3.569.864.000 32699954240 101.562.630.800

4 9,81 3.569.864.000 35020365840 136.582.996.640

5 10,55 3.569.864.000 37662065200 174.245.061.840

6 3,84 3.569.864.000 13708277760 187.953.339.600

7 7,49 3.569.864.000 26738281360 214.691.620.960

8 6,56 3.569.864.000 23418307840 238.109.928.800

9 9,79 3.569.864.000 34948968560 273.058.897.360

(52)

10 14,9 3.569.864.000 53190973600 326.249.870.960

11 9,01 3.569.864.000 32164474640 358.414.345.600

4.2.4. Budget Cost Of Work Performance (BCWP)

Nilai hasil adalah biaya yang dianggarkan dari pekerjaan yang diselesaikan oleh pelaksana, BCWP dengan menggunakan rumus :

Nilai Hasil = (% penyelesaian) x (anggaran) Pada minggu ke 1

• 10 Oktober 2016 - 16 Oktober 2016 BCWP = % Aktual × Anggaran

= 1,69 x Rp 3.569.864.000

= Rp 6.033.070.16 Pada minggu ke 2

• 17 Oktober 2016 - 23 Oktober 2016 BCWP = % Aktual × Anggaran

= 5,9 x Rp 3.569.864.000

= Rp 21.240.690.800

Tabel 4.2. Nilai Budget Cost Of Work Performance (BCWP) tiap Minggu

minggu ke bobot Aktual Nilai Kontrak EV EV Komulatif

1 1,69 3.569.864.000 6033070160 6033070160

2 5,9 3.569.864.000 21240690800 27273760960

3 5,46 3.569.864.000 19491457440 46765218400

4 4,28 3.569.864.000 15279017920 62044236320

(53)

5 4,28 3.569.864.000 15279017920 77323254240

6 7,55 3.569.864.000 26952473200 1,04275727440

7 8,1 3.569.864.000 28915898400 1,33191625840

8 8,12 3.569.864.000 28987295680 1,62178921520

9 7,57 3.569.864.000 27023870480 1,89202792000

10 5,94 3.569.864.000 21204992160 2,10407784160

11 2,46 3.569.864.000 8781865440 2,1918964960

4.2.5 Perhitungan Actual Cost od Work Performance (ACWP)

Menunjukkan jumlah anggaran yang sesungguhnya untuk kegiatan yang telah dilaksanaan dalam kurun waktu tertentu.

• 10 Oktober 2016 - 16 Oktober 2016 ACWP = Rp 6.033.070.160

• 17 Oktober 2016 - 23 Oktober 2016 ACWP = Rp 21.240.690.800 Nilai ACWP diperoleh dari data akutansi keuangan proyek. Dimana data yang diambil dari seluruh pengeluaran tiap minggunya.

4.2.6 Schedule Varians (SV)

Varians Jadwal merupakan selisih dari besarnya nilai hasil kinerja proyek (BCWP) dengan anggaran yang direncanakan (BCWS). Varians jadwal dihitung menggunakan rumus :

Varians Jadwal (SV) = EV (BCWP) – PV (BCWS) Pada minggu ke 1

• 10 Oktober 2016 - 16 Oktober 2016 SV = EV (BCWP) – PV (BCWS)

= Rp 6.033.070.160 x Rp 38.875.818.960

(54)

=Rp -3.284.274.880

( Pekerjaan selesai terlambat / mengalami kemunduran ) Pada minggu ke 2

• 17 Oktober 2016 - 23 Oktober 2016 SV = EV (BCWP) – PV (BCWS)

= Rp 27.273.760.960 x Rp 68.862.676.560

= Rp -41.588.915.600

( Pekerjaan selesai terlambat /mengalami kemunduran ) (Mc Kinney, 1991)

Tabel 4.3. Nilai Schedule Varians (SV) komulatif tiap minggu

Minggu ke EV PV SV = EV-PV

1 6033070160 38875818960 -32842748800

2 27273760960 68862676560 -41588915600

3 46765218400 1,01563E+11 -54797412400

4 62044236320 1,36583E+11 -74538760320

5 77323254240 1,74245E+11 -96921807600

6 1,04275727440 1,87953E+11 -83677612160

7 1,33191625840 2,14692E+11 -81499995120

8 1,62178921520 2,3811E+11 -75931007280

9 1,89202792000 2,73059E+11 -83856105360

10 2,10407784160 3,2625E+11 -1,15842E+11

11 2,19189649600 3,58414E+11 -1,39225E+11

(55)

4.2.7 Perhitungan Cost Variance (CV)

Varians biaya (CV) dipakai untuk menentukan apakah proyek yang sedang dijalankan masih dalam batas anggaran atau melebihi anggaran rencananya. Selisih biaya adalah selisih antara BCWP dan ACWP.

Pada minggu ke 1

• 10 Oktober 2016 - 16 Oktober 2016 CV = BCWP – ACWP

= Rp 6.033.070.160 – Rp 6.033.070.160

= 0 (Pekerjaan Terlaksanan Sesuai dengan biaya) Pada minggu ke 2

• 17 Oktober 2016 - 23 Oktober 2016 CV = BCWP – ACWP

= Rp 27.273.760.960 - Rp 21.240.690.800

= Rp 6.033.070.160

Cost Underrun (biaya di bawah rencana) (Mc Kinney, 1991)

4.2.8 Schedule Performance Indeks (SPI)

Pengelola proyek seringkali ingin mengetahui penggunaan sumber daya, yang dapat dinyatakan sebagai indeks Produktivitas atau indeks kinerja. indeks kinerja jadwal (Schedule Performance Index = SPI). Indeks produktivitas jadwal berupa nilai efisiensi penggunaan sumber daya pada saat evaluasi dilakukan. Jika nilai SPI=0 maka proyek tepat waktu, jika SPI < 1, maka progres proyek tertinggal dibanding rencana dan sebaliknya.

SPI dihitung menggunakan rumus :

Indeks kinerja jadwal (SPI) = EV(BCWP ) / PV (BCWS) Pada minggu ke 1

• 10 Oktober 2016 - 16 Oktober 2016 SPI = BCWP : BCWS

= Rp 6.033.070.160 : Rp 38.875.818.960

= 0,15 (Proyek terlambat)

(56)

Pada minggu ke 2

• 6 Januari 2017 - 12 Januari 2017 SPI = BCWP : BCWS

= Rp 27.273.760.960 : Rp 68.862.676.560

= 0,39 (Proyek terlambat) (Mc Kinney, 1991)

Tabel 4.4. Nilai Schedule Performance Indeks (SPI) komulatif tiap Minggu

minggu ke EV PV SPI = EV/PV

1 6.033.070.160 38875818960 0,155188246

2 27273760960 68862676560 0,396060135

3 46765218400 1,01563E+11 0,460456942

4 62044236320 1,36583E+11 0,454260324

5 77323254240 1,74245E+11 0,443761524

6 1,04276E+11 1,87953E+11 0,554795821

7 1,33192E+11 2,14692E+11 0,620385767

8 1,62179E+11 2,3811E+11 0,681109445

9 1,89203E+11 2,73059E+11 0,692901033

10 2,10408E+11 3,2625E+11 0,644928329

11 2,1919E+11 3,58414E+11 0,611553785

4.2.9. Estimate Temporary Schedule (ETS)

Perkiraan waktu untuk pekerjaan yang tersisa diasumsikan apabila keadaan berlangsung seperti saat evaluasi dilakukan. Berdasarkan kontrak Proyek Revitalisasi

(57)

Pembangunan Gedung Centra Kota Sibolga waktu pengerjaan proyek adalah 240 hari. Perhitungan ETS menggunakan rumus :

ETS = (sisa waktu) / SPI

Tabel 4.5. Nilai Estimate Temporary Schedule (ETS) komulatif tiap Minggu minggu

ke PV EV SPI

Waktu Rencana

Waktu Selesai

sisa waktu

ETS = sisa waktu / SPI 1 38875818960 6033070160 0,155188246 80 7 73 470,3964497

2 68862676560 27273760960 0,396060135 80 14 66 166,6413613

3 1,01563E+11 46765218400 0,460456942 80 21 59 128,1335878

4 1,36583E+11 62044236320 0,454260324 80 28 52 114,4718067

5 1,74245E+11 77323254240 0,443761524 80 35 45 101,4058172

6 1,87953E+11 1,04276E+11 0,554795821 80 42 38 68,49366655

7 2,14692E+11 1,33192E+11 0,620385767 80 49 31 49,96890914

8 2,3811E+11 1,62179E+11 0,681109445 80 56 24 35,23662778

9 2,73059E+11 1,89203E+11 0,692901033 80 63 17 24,5345283

10 3,2625E+11 2,10408E+11 0,644928329 80 70 10 15,50559891

11 3,58414E+11 2,1919E+11 0,611553785 80 77 3 4,905537459

(58)

4.2.10 Estimate All Schedule (EAS)

Perkiraan total waktu penyelesaian proyek dihitung berdasarkan waktu yang telah diselesaikan dijumlahkan dengan hasil ETS,atau menggunakan rumus : EAS = Waktu selesai + ETS

Tabel 4.6. Nilai Estimate All Schedule (EAS) komulatif tiap Minggu Minggu

Ke SPI

Waktu Rencana

Waktu Selesai

Sisa Waktu

ETS (Hari)

Eas (Hari)

Selisih Waktu

1 0,155188246 80 7 73 470,3964497 477,3964497 -397,3964497

2 0,396060135 80 14 66 166,6413613 180,6413613 -100,6413613

3 0,460456942 80 21 59 128,1335878 149,1335878 -69,13358779

4 0,454260324 80 28 52 114,4718067 142,4718067 -62,47180667

5 0,443761524 80 35 45 101,4058172 136,4058172 -56,40581717

6 0,554795821 80 42 38 68,49366655 110,4936666 -30,49366655

7 0,620385767 80 49 31 49,96890914 98,96890914 -18,96890914

8 0,681109445 80 56 24 35,23662778 91,23662778 -11,23662778

9 0,692901033 80 63 17 24,5345283 87,5345283 -7,534528302

10 0,644928329 80 70 10 15,50559891 85,50559891 -5,505598914

11 0,611553785 80 77 3 4,905537459 81,90553746 -1,905537459

(59)

4.3. Angka Varians

Angka varian terdiri dari varian biaya dan varian jadwal, dalam analisis ini menggunakan indikator PV dan EV untuk menentukan varian jadwal.

Gambar 4.1 Perbandingan Kurva “S” PV dan EV

Gambar 4.1. menunjukkan perbandingan nilai PV dan EV. Minggu ke-1 hingga minggu ke 11dan menunjukkan bahwa nilai EV lebih kecil dari nilai PV. Hal ini memperlihatkan bahwa item pekerjaan yang menurut time schedule belum dikerjakan. Sehingga pekerjaan tidak sesuai dengan perencanaan.

0 50.000.000.000 100.000.000.000 150.000.000.000 200.000.000.000 250.000.000.000 300.000.000.000 350.000.000.000 400.000.000.000

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

PV Komulatif EV Komulatif

(60)

4.3.1. Varians Jadwal

Hasil perhitungan varians jadwal (SV) pada proyek Revitalisasi gedung Sentra Makanan Sibolga, tidak selalu bernilai positif dan indeks produktivitasnya tidak selalu bernilai lebih dari 1 pada tiap minggunya, seperti yang terlihat

pada minggu ke-11sebesar :

Varians Jadwal (SV) = Rp. -2,267,271,453

Indeks produktivitas jadwal (SPI) = 0.611553785

Nilai SV minggu ke-11 adalah negatif, dan nilai SPI minggu ke-11kurang dari 1, maka pekerjaan pada minggu ke-11 mengalami keterlambatan atau waktu pelaksanaan lebih lama dari yang direncanakan.

Angka Proyeksi Waktu Akhir

(61)

Gambar 4.2. Histogram EAS komulatif tiap minggu

Prakiraan waktu penyelesaian proyek EAS minggu ke-11secara komulatif

Nilai EAS minggu ke-11 di dapat dari Rumus Sisa waktu = 3 hari

Waktu selesai = 77 hari SPI = 0,611553785 ETS = (sisa waktu)/SPI

= 3 / 0,611553785

= 4,9055 hari

= 5 hari

EAS = Waktu selesai+ETS

0 100 200 300 400 500 600

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

EAS (HARI)

EAS (HARI)

(62)

= 77+ 5

= 82 hari

Selisih waktu = Waktu rencana pelaksanaan – EAS

= 80 hari – 82 hari

= -2 hari

Prakiraan waktu penyelesaian proyek menggunakan perhitungan komulatif, berdasar minggu ke-11adalah 82 hari sedangkan waktu rencana adalah 80 hari. Hal ini menunjukkan bahwa waktu penyelesaian lebih lambat 2 hari dari yang direncanakan.

(63)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 KESIMPULAN

Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Pada Analisa SV (Schedule Variance) menghasilkan angka negatif. Serta Indeks kinerja jadwal SPI (Schedule Performance Indek) menghasilkan angka SPI < 1, hal ini menunjukan pada proyek Revitalisasi Pembangunan Gedung Centra Makanan Kota Sibolga Provinsi Sumatera Utara ini mengalami keterlambatan. Dimana keterlambatan terjadi setiap minggu pada pekerjaan.

2. Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan metode EVA maka diperoleh bahwa waktu penyeleaian lebih lambat 2 hari dari waktu yg direncanakan.

Yaitu perkiraan waktu penyelesaian proyek dengan perhitungan kumulatif berdasarkan miggu 11 adalah 82 hari, sedangkan waktu rencana adalah 80 hari.

3. Dilihat pada gambar perhitungan analisis varians terpadu dengan grafik “S”

proyek Revitalisasi Pembangunan Gedung Centra Makanan Kota Sibolga, pekerjaan terlaksana tidak sesuai dengan anggaran dan selesai terlambat dari pada jadwal.

(64)

5.2 Saran

Adapun beberapa saran yang ingin disampaikan adalah agar perbaikan pada proyek yang akan datang adalah :

1. Nilai Varians Jadwal SV (Schedule Variance) negatif menunjukan adanya keterlambatan pekerjaan yang sudah dilaksanakan, agar pekerjaan dapat lebih maksimal hendaknya ditingkatkan sistim manajemen pengawasan dan pengendalian proyek selama pelaksanaan proyek berlangsung.

2. Untuk Penelitian menggunakan Metode Nilai Hasil ini dapat juga dilakukan menggunakan software Microsoft Project

3. Untuk mengejar keterlambatan setelah masa pelaporan perlu adanya optimasi dari kinerja proyek agar proyek tidak mengalami keterlambatan dan kerugian yang lebih besar

Referensi

Dokumen terkait

Salah satu metode pengendalian kinerja proyek yang lebih progresif adalah metode Earned Value, yang dapat memberikan informasi mengenai posisi kemajuan proyek

Untuk meningkatkan efektivitas dalam memantau dan mengendalikan kegiatan proyek, perlu dipakai suatu metode pengendalian kinerja proyek yang lebih progresif digunakan

Penelitian ini menggunakan metode analisis data kuantitatif deskriptif diimana statistik yang digunakan adalah statistik deskriptif yang mana digunakan untuk

Dengan ridho , izin dan kekuasan-Mu, akhirnya penulis dapat menyelesaikan tugas akhir dengan judul ‘Analisis Kinerja Waktu dan Biaya dengan Metode Earned Value pada

Saya menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa skripsi dengan judul Analisis Kinerja Waktu Pada Proyek Pembangunan Gedung Perpustakaan Dengan Menggunakan Metode Jalur Kritis

Salah satu metode pengendalian kinerja proyek yang lebih progresif untuk digunakan adalah metode Earned Value, yang dapat memberikan informasi mengenai posisi

Di dalam Konsep Nilai Hasil (Earned Value Analysis) akan dikaji unt uk meramalkan apakah waktu penyelesaian proyek sesuai dengan rencana awal jadwal proyek dalam

Dari uraian di atas, perlu dilakukan penelitian mengenai analisis kinerja biaya dan waktu menggunakan metode Earned Value Method EVM pada proyek pembangunan Villa Maharaja Pererenan