BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dimana pendekatan kuantitatif menggambarkan atau menjelaskan suatu masalah yang hasilnya dapat digeneralisasikan. Dengan demikian tidak terlalu mementingkan kedalaman data atau analisis. Peneliti lebih mementingkan aspek keluasaan data sehingga data atau hasil penelitian dianggap merupakan representasi dari seluruh populasi. Dalam riset kuantitatif, periset dituntut bersikap objektif dan memisahkan diri dari data.
“Periset tidak boleh membuat batasan konsep maupun alat ukur data sekehendak hatinya sendiri. Semuanya harus objektif dengan diuji dahulu apakah batasan konsep dan alat ukurnya sudah memenuhi prinsip reliabilitas dan validitas. Dengan kata lain, periset berusaha membatasi konsep atau variabel yang diteliti dengan cara mengarahkan riset dengan setting yang terkontrol, lebih sistematik dan terstruktur dalam sebuah desain riset. Desain riset ini sudah harus ditentukan sebelum riset dimulai.” (Kriyantono, 2014 : 55-56).
Metode deskriptif kuantitatif menyajikan tahap yang lebih lanjut dan observasi, metode ini menggunakan teknik- teknik statistic seperti distribusi frekuensi, tendensi sentral, dan disperse.
“Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Deskripsi kuantitatif menyajikan tahap yang lebih lanjut dan observasi. Setelah memiliki seperangkat skema klasifikasi seperti itu, penyelidik kemudian mengukur besar atau distribusi sifat-sifat itu diantara anggota-anggota kelompok tertentu.
Dalam hal ini muncul peranan teknik-teknik statistik seperti distribusi frekuensi, tendensi sentral, dan disperse.” (Silalahi, 2015:114).
“Umumnya, penelitian deskriptif kuantitatif digunakan jika sudah memiliki pengetahuan yang cukup tentang masalah. Artinya, masalah telah dapat dijelaskan secara teoritis. Oleh karena itu, pelaksanaan penelitian deskriptif lebih terstruktur, sistematis dan terkontrol karena peneliti mulai dengan objek dan subjek yang telah jelas dan mengadakan penelitian atas populasi atau sampel dari subjek tersebut untuk menggambarkannya secara akurat.” (Silalahi, 2015:116).
3.2 Variabel Penelitian
“Variabel adalah suatu konstruk yang sifat-sifatnya sudah diberi nilai dalam bentuk bilangan. Variabel sebenarnya adalah konsep dalam bentuk konkret atau konsep operasional. Suatu variabel adalah konsep tingkat rendah, yang acuan-acuannya secara relatif mudah diidentifikasikan dan diobservasi serta mudah diklasifikasi, diurut atau diukur.” (Kriyantono, 2014:20).
Variabel yang digunakan pada penelitian ini hanya menggunakan satu variabel saja, yaitu variabel Opini. Adapun penjelasan operasional variabel sebagai berikut :
Tabel 3. 1 Operasional Variabel Variabe
l
Definisi Indikator Parameter
Opini Menurut Santoso
Sastropoetro Kepercayaa
a. Kawasan Inti b. Periferal
Variabe l
Definisi Indikator Parameter
(1990) yang dikutip dari Cutlip dan Center (1961), Opini adalah suatu penyataan tentang sikap mengenai suatu masalah yang bersifat kontroversial).
(Olii, 2007:33)
n
Sikap
a. Sikap terhadap objek b. Sikap
terhadap situasi
Nilai
a. Nilai Instrumental b. Nilai Terminal
(Sumber : Olahan Peneliti) 3.3 Uji Validitas dan Uji Reabilitas
3.3.1 Uji Validitas
“Validitas dimaksudkan untuk menyatakan sejauh mana instrumen akan mengukur apa yang ingin diukur. Pengujian validitas pada penelitian ini yaitu dengan menguji kuesioner dari indikator yang berkaitan dengan Opini. Pengecekan dilakukan dengan menggunakan rumus pearson product moment.” (Sugiyono, 2010:228)
sebagai berikut:
rxy=n¿ ¿
3.3.2 Uji Reabilitas
“Realibilitas menunjuk pada satu pengertian bahwa sesuatu instrument cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrument tersebut sudah baik.” (Arikunto, 2006:178).
Pengujian reliabilitas dilakukan dengan menggunakan rumus alpha, sebagai berikut:
r₁₁=(k)∨1 Σ σ ₒ2∨ ¿ k−1 σˎ₂¿
Dimana :
r₁₁ = Realibilitas instrument.
k = Banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal.
Σσ² = Jumlah varians butir.
σˌ₂ = Varians total.
Untuk pengujian reabilitas, penulis menggunankan SPPSS atau Microsoft Excel.
3.4 Populasi dan Teknik Sampling 3.4.1 Populasi Penelitian
Populasi adalah kumpulan objek penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa tingkat 1 dan 2 kelas regular Fakultas Ilmu Komunikasi Universita Subang dengan jumlah 97 orang
3.4.2 Sampel Penelitian
“Sampel adalah bagian yang diamati. Metode yang digunakan dalam penarikan sampel ini adalah sampling jenuh atau sensus. Pengertian sampling jenuh atau sensus menurut Sugiyono, populasi digunakan sebagai sampel.
Istilah lain sampling jenuh adalah sensus.” (Sugiyono, 2008:78)
Jadi dalam penelitian dikarenakan jumlah populasi di 97 di bawah 100, maka dari itu menggunakan sampling jenuh dengan cara menggunakan populasi menjadi sample. Sample penelitian ini berjumlah 97.
3.5 Jenis dan Sumber Data
Penelitian ini menggunakan data sebagai berikut :
3.5.1 Data Primer
“Data primer adalah data yang diperoleh dari sumber data pertama atau tangan pertama di lapangan. Sumber data ini bisa responden atau subjek penelitian, dari hasil pengisian kuesioner, wawancara, observasi.” (Kriyantono, 2014 : 41-42).
Data primer dari penelitian adalah hasil kuesioner yang berupa identitas responden dan pernyataan responden.
3.5.2 Data Sekunder
“Data sekunder merupakan data yang dikumpulkan dari tangan kedua atau dari sumber-sumber lain yang telah tersedia sebelum penelitian dilakukan.” (Silalahi, 2009:291).
“Data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber kedua atau sumber sekunder dan bersifat melengkapi data primer. Selain melengkapi, data sekunder ini sangat membantu peneliti apabila data primer terbatas atau sulit diperoleh.” (Kriyantono, 2014:42).
Data sekunder yang digunakan pada penelitian ini berupa studi kepustakaan, jurnal-jurnal yang berkaitan dengan penelitian ini.
3.6 Teknik Pengumpulan data
Teknik pengumpulan data adalah teknik atau cara-cara yang dapat digunakan peneliti untuk mengumpulkan data. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut :
3.6.1 Metode Angket (Kuesioner)
“Kuesioner atau bisa juga disebut angket adalah daftar pertanyaan yang harus diisi oleh responden. Kuesioner bisa dikirim melalui pos atau peneliti mendatangi secara langsung responden.
Tujuan penyebaran angket adalah mencari informasi yang lengkap mengenai suatu masalah dari responden tanpa merasa khawatir bila responden memberikan jawaban yang tidak sesuai dengan kenyataan dalam pengisian daftar pertanyaan.” (Kriyantono, 2014:97).
“Kuesioner adalah suatu teknik pengumpulan informasi yang memmungkinkan analisis mempelajari sikap-sikap, keyakinan, perilaku, dan karakteristik beberapa orang utama di dalam organisasi yang bisa terpengaruh oleh sistem yang diajukan atau oleh sistem yang sudah ada.” (Syofian, 2016:132).
“Penelitian ini menggunakan jenis kuesioner (angket) tertutup.
Angket tertutup merupakan pertanyaan-pertanyaan yang diberikan kepada responden sudah dalam bentuk pilihan ganda. Jadi, kuesioner (angket) jenis ini responden tidak diberi kesempatan untuk mengeluarkan pendapat.” (Syofian, 2016:133).
3.6.2 Metode Dokumentasi
“Metode dokumentasi dianggap sebagai instrumen pengumpulan data. Metode observasi, kuesioner atau wawancara sering dilengkapi dengan kegiatan penelusuran dokumentasi.
Tujuannya untuk mendapatkan informasi yang mendukung analisis dan interpretasi data.” (Kriyantono, 2014:120).
3.7 Teknik Pengolahan dan Analisis data
Penelitian ini menggunakan metode analisis data kuantitatif deskriptif diimana statistik yang digunakan adalah statistik deskriptif yang mana digunakan untuk menggambarkan peristiwa perilaku atau objek tertentu lainnya.
Penelitian ini mensajikan data dalam bentuk tabel, kemudian diukur dengan menggunakan pengukuran gejala pusat (Central Tendency), distribusi proporsi dan sebaran atau variabilitas.
Pengukuran gejala pusat yang digunakan dalam penelitian ini, diantaranya :
a. Modus
Modus merupakan teknik penjelasan kelompok yang didasarkan atas nnilai yang sedang populer atau yang sedang menjadi mode. Modus juga sering dikenal dengan nilai yang sering muncul dalam kelompok tersebut.
b. Median
Median merupakan teknik untuk menjelaskan data kelompok yang didasarkan atas nilai tengah dari kelompok data yang telah disusun urutan daari yang terkecil sampai yang terbesar, atau sebaliknya dari yang terbesar ke yang terkecil.
c. Mean
Mean merrupakan teknik penjelasan kelompok yang didasarkan nilai rata-rata dari kelompok tersebut. Mean didapat dengan cara menjumlahkkan keseluruhan data individu dalam kelompok itu, kemudian dibagi dengan jumlah individu yang ada pada kelompok tersebut. Adapun rumus pencarian means adalah :
Me=
∑
x1n
Dimana:
M= Mean (rata-rata)
∑
n=¿ Episilon (baca jumlah) x1 = nilai x ke i sampai ke n N = Jumlah individu 3.8 Sebaran atau Variabilitas“Sebaran atau Variabilitas (variability), untuk mengetahui penyebaran ukuran atau seberapa besar ukuran nilai rata-rata dari data dapat dilakukan dengan mengukur sebaran atau variabilitas (variability). Variabilitas merupakan ukuran sejauh mana sebaran dari suatu kelompok bilangan dengan ukuran tendensi pusatnya adalah rata-rata.” (Silalahi, 2009:367).
Berikut adalah tiga ukuran variabilitas yang digunakan dalam penelitian ini.
a. Rentang (range)
Rentang data (range) dapat diketahui dengan mengurangi data terbesar dengan data terkecil yang ada pada kelompok tersebut. Rumusnya adalah sebagai berikut.
R=xt−xr
Dimana:
R = Rentang
xt= Data terbesar dalam kelompok xr = data terkecil dalam kelompok
b. Varian
Salah satu teknik statistic yang digunakan untuk menjelaskan homogenitas kelompok adalah dengan varians.Varians merupakan jumlah kuadrat semua deviasi nilai-nilai individual terhadap rata-rata kelompokk. Akar varians desebut dengan standar deviasi atau simpangan baku.
S2=
∑
¿ ¿ ¿Simpangan baku (standard deviation) Rumusnya adalah
S=
√ ∑
¿¿ ¿ ¿s2= Varians sampel
s = Simpangan baku sampel
∑
n=¿ Episilon (baca jumlah) x1= Nilai x ke i sampai ke n N = Jumlah individu 3.9 Lokasi dan Waktu PenelitianPenelitian ini akan dilakukan di Kampus 1 Universitas Subang Fakultas Ilmu Komunikasi. Adapun rencana penelitian akan dimulai pada bulan Januari – Maret 2020
Tabel 3. 2 Rencana Penelitian
No Kegiatan Januari Februari Maret
Minggu ke-
1 2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Usulan Penelitian
Revisi Usulan Penelitian 2 Penyebaran Angket 3 Pengecekan Penulisan
dan Pengolahan Data 4 Sidang Skripsi