• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rekomendasi 1.Bagi Pesantren

SIMPULAN DAN SARAN 5.1. Simpulan

5.3. Rekomendasi 1.Bagi Pesantren

a. Melakukan kontrol terhadap kelompok sosial yang terdapat di pesantren baik itu kelompok formal maupun kelompok informal. Bagi kelompok formal, berikanlah fasilitas dan kebutuhan yang menunjang kegiatan yang mereka lakukan sehingga kelompoknya bisa

mengadakan kegiatan yang berkualitas. Selanjutnya melakukan kontrol kepada kelompok informal santri atau kelompok pertemanan santri supaya aktifitasnya bisa selalu dalam koridor yang benar. Lakukanlah lebih banyak pembinaan dengan menagadakan penyuluhan rutin ataupun konseling khusus bagi setiap santri untuk mengetahui kehidupannya seperti apa dan memberikan solusi terbaik yang harus diupayakan oleh seorang santri.

b. Pengadaan sebuah asrama untuk menunjang program yang dicanangkan oleh pesantren sebagai langkah nyata untuk membentuk karakter santri yang sesuai dengan visi dan misi. Adanya sebuah asrama sangat penting bagi sebuah pesantren agar pembinaan santri bisa lebih diintensifkan sampai ke akarnya dan dilakukan selama 24 jam. Maka dengan begitu segala hal yang berkenaan dengan para santri dari sisi gaya hidup dan kepribadian santri bisa dibentuk dan diarahkan lebih mudah sesuai dengan visi dan misi yang diusung. c. Metode pengajaran yang diajarkan bisa lebih ditingkatkan lagi dengan

menggunakan metode-metode pengajaran yang lebih kreatif dan inovatif sehingga bisa membuat para santri senang dan tertarik untuk mengikuti pelajaran. Untuk melakukannya maka diperlukan pelatihan-pelatihan lebih lanjut bagi guru dari setiap mata pelajaran agar mendapatkan pengetahuan mengenai metode dan model pembelajaran yang lebih bisa menunjang bakat, minat, dan keilmuan santri.

2. Bagi Santri

a. Manfaatkanlah kesempatan belajar di pesantren untuk menjadikan diri lebih baik dan bisa membanggakan keluarga. Segala yang diajarkan dan diberikan oleh pesantren selayaknya bisa ditanamkan di dalam diri masing-masing serta bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehingga bisa menjadi bekal dalam mengarungi hidup ke depannya karena apa

211

Wildan Nurhamdi, 2014

Peranan Kelompok Sosial Dalam Membentuk Gaya Hidup Santri

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

yang diberikan pesantren dari sisi pembelajaran, pembinaan, organisasi, tata tertib yang harus ditaati, tidak lain dan tidak bukan agar para santri menjadi manusia yang cerdas, terampil, mandiri, dan berakhlakul karimah seperti yang dibutuhkan oleh agama Islam saat ini.

b. Peliharalah pergaulan dan interaksi dengan kelompok sosial agar selalu berada dalam pertemanan yang akur dan harmonis tidak terjadi perselisihan yang bisa merugikan pihak-pihak tertentu. Tolaklah pengaruh-pengaruh tidak baik yang selalu dilakukan oleh teman sekelompok dan tidak ikut melakukan hal yang tidak baik tersebut atas dasar solidaritas antar teman. Maka dari itu dalam pemilihan kelompok bermain harus lebih diseleksi lagi mana teman yang bisa membawa diri kepada kebaikan dan kemajuan diri sehingga pada nantinya kegiatan yang dilakukan akan selalu bernilai manfaat.

3. Bagi Masyarakat

Peran serta masyarakat dalam mengontrol aktifitas para santri sangat diperlukan untuk bisa membantu pesantren dalam membina setiap santri. Kehidupan para santri setelah di luar pesantren secara otomatis akan langsung berhubungan dengan masyarakat, maka dari itu masyarakat diberikan keleluasaan untuk membimbing para santri. Jika kehidupan santri yang dilakukan di lingkungan masyarakat bisa memberikan manfaat maka berikan fasilitas kepada santri tersebut untuk melakukan kegiatannya. Dan jika santri malah melakukan hal buruk, masyarakat harus menegur dan menasehatinya untuk kebaikan santri sendiri dan juga menjaga nama baik pesantren. Masyarakat di sekitar pesantren juga harus bisa koperatif dengan pesantren dalam mengedepankan tata tertib yang ditetapkan. Masyarakat jangan lagi menjual rokok dan memfasilitasi tempat kepada santri sebagai langkah

antisipasi banyaknya santri putra yang merokok. Maka dengan begitu santri akan terbatas dari perilaku merokoknya pada saat kehidupannya di pesantren.

Wildan Nurhamdi, 2014

Peranan Kelompok Sosial Dalam Membentuk Gaya Hidup Santri

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR PUSTAKA

Abror, A, R. 1993. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: Tiara Wacana

Adlin, A. 2006. Resistensi Gaya Hidup: Teori dan Realitas. Yogyakarta: Jalasutra

Ahmadi, A. 2007. Sosiologi Pendidikan. Jakarta: PT Asdi Mahasatya Alfred R. Lateiner. 2002. Teknik memimpin pegawai dan pekerja.

Terjemahan Imam Soedjono. Jakarta: Aksara Baru.

Almascaty B. Hilmy 2001. Membangun Kembali Sistem pendidikan Kaum Muslimin. Jakarta: Universitas Islam Azzahra.

An-Nahlawi A. 1995. Pendidikan Islam di Rumah, Sekolah, dan Masyarakat. Jakarta: Gema Insani.

Arifin, M. 1991. Kapita Selekta Pendidikan (Islam dan Umum). Jakarta: Bumi Aksara.

Azra, A. 2000. Pendidikan Islam Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru. Jakarta: PT Logos Wacana Ilmu.

Azwar, S. 1995. Sikap Manusia: Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Baharrudin. 2009. Pendidikan dan psikologi perkembangan. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.

Baharrudin. 2009. Psikologi Pendidikan. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media Group.

Baron, R, A., Byrne, D. 2004. Psikologi Sosial. Jakarta: Erlangga.

Basrowi, Suwandi. 2009. Memahami Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Chaney, D. 2004. Life Style, Sebuah Pengantar Komprehensif. Yogyakarta: Jalasutra

Chaney, D. 1996. Lifestyles: sebuah Pengantar komprehensif. Yogyakarta: Jalasutra

Damsar. 2011. Pengantar sosiologi Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Daulay P. Haidar. 2012. Sejarah Pertumbuhan dan Pembaruan Pendidikan Islam Di Indonesia. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Daulay, P. Haidar. 2004. Pendidikan Islam dalam Sistem Pendidikan Nasional di Indonesia. Jakarta: Prenada Media.

Depag R.I. 1985. Tri Darma Pondok Pesantren. Jakarta: Departemen Agama Republik Indonesia.

Dhofier, Z. 1978. Tradisi Pesantren. Jakarta: LP3ES. Dhofier, Z. 1984. Tradisi Pesantren. Jakarta: LP3ES.

Hartinah, S. 2008. Perkembangan Peserta Didik. Bandung: PT Refika Aditama.

Henslin, J. M. 2007. Sosiologi Dengan Pendekatan Membumi. Jakarta: Erlangga

Idi, A. 2011. Sosiologi Pendidikan. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada. Ibrahim. Subandy, I. 1997. Ecstasy Gaya Hidup: Kebudayaan Pop Dalam

Masyarakat Komoditas Indonesia. Bandung: Mizan.

Ikbar, Y. 2012. Metode Penelitian Sosial Kualitatif. Bandung: PT Refika Aditama.

Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1990. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Koentjaraningrat. 1987. Sejarah Teori Antropologi. Jakarta: Univesitas Indonesia (UI-Press)

Kotler, P. 2002. Manajemen pemasaran; Edisi Milenium, jilid 1. Jakarta: Prenhallindo

Wildan Nurhamdi, 2014

Peranan Kelompok Sosial Dalam Membentuk Gaya Hidup Santri

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Lickona. T. 2012. Mendidik Untuk Membentuk Karakter. Jakarta: Bumi Aksara.

Malihah, E, dkk. (2007). Ilmu Sosial & Budaya Dasar. Bandung: Prenanda Media Grup.

Malik, A, Farida, A, Huda, A, Habibah, N, Marfuah. 2007. Modernisasi Pesantren. Jakarta: Departemen Agama RI Balai Penelitian dan Pengembangan Agama.

Mastuhu 1999. Memberdayakan Sistem Pendidikan Islam. Jakarta: Logos Wacana Ilmu.

Mas’ud, dkk. 2002. Tipologi Pondok Pesantren. Jakarta: Putra kencana. Narwoko, J. D. dan Suyanto, B. 2007. Sosiologi Teks Pengantar dan

Terapan. Jakarta: Kencana.

Nasution. 2010. Sosiologi Pendidikan. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Nazsir, N. 2008. Kajian Lengkap Konsep dan Teori Sosiologi Sebagai Ilmu Sosial. Bandung: Widya Padjajaran.

Patilima, H. 2011. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: penerbit Alfabeta.

Poerbakawatja, S. 1976. Pendidikan dalam alam Indonesia Merdeka. Jakarta: Gunung Agung.

Rahim, H. 2001. Arah Baru Pendidikan Islam di Indonesia. Jakarta: PT Logos Wacana Ilmu.

Santosa, S. 1999. Dinamika Kelompok. Jakarta: Bumi Aksara.

Sarwono, W. Meinarno, A. E. 2009. Psikologi Sosial. Jakarta: Salemba Humanika.

Setiadi, M, Kolip, U. 2011. Pengantar Sosiologi Pemahaman Fakta Dan Gejala Permasalahan Sosial: Teori, Aplikasi, Dan Pemecahannya. Jakarta: Kencana.

Sirozi, M, Harto, K, Syawaludin, M, Munir, Abdurrahmansyah, Hery, M, Rifai, A, Ismail, Zaprul. 2008. Arah Baru Studi Islam di Indonesia. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media Group

Soekanto, S. 2003. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajagrafindo Persada.

Soekanto, S. 2009. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajagrafindo Persada.

Somad B. 1978. Beberapa Persoalan Dalam Pendidikan Islam. Bandung: Al-Ma’arif.

Subandy, Idi. 1997. Ecstasy Gaya Hidup. Bandung. Mizan.

Sugihartati, R. 2010. Membaca, Gaya Hidup, dan Kapitalisme. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sugiyono, 2012. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta. Sugiyono. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D.

Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta.

Suhardi, Sunarti, S. 2009. Sosiologi 2 Untuk SMA/MA kelas XI. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Sukamto,1999. Kepemimpinan Kiai Dalam Pesantren, Jakarta, PT Pustaka LP3ES Indonesia

Soyomukti, N. 2010. Pengantar Sosiologi Dasar Analisis, Teori dan Pendekatan Menuju Analisis Masalah-Masalah Sosial , Perubahan Sosial, dan Kajian-Kajian Strategis. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media. Tafsir, A. 2010. Filsafat Pendidikan Islami. Bandung: PT Remaja

Rosdakarya.

Usman, S. 2012. Sosiologi: Sejarah, Teori dan Metodologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Wulansari, D. 2009. Sosiologi (Konsep dan Teori). Bandung: Refika Aditama.

Yasmadi. 2005. Modernisasi Pesantren; Kritik Nurcholis Majid Terhadap Pendidikan Islam Tradisional. Jakarta: Quantum Teaching.

Wildan Nurhamdi, 2014

Peranan Kelompok Sosial Dalam Membentuk Gaya Hidup Santri

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Zuhairini. 2004. Sejarah Pendidikan Islam. Jakarta: PT Bumi Aksara.

JURNAL:

Susanto, A. S. 2013. Membuat Segmentasi Berdasarkan Life Style (Gaya Hidup). Jurnal Jibeka 7 (2), hlm 1-3.

INTERNET:

Anam, K. 2009. Pesantren Dan Pembentukan Prilaku Santri. (online). Tersedia: http://anampunyablog.blogspot.com/2009/12/pesantren-dan-prilaku-santri_22.html [30 September 2013].

Anonim. 2011. Gaya Hidup. (online). Tersedia:

http://sosiologibudaya.wordpress.com/2011/05/18/gaya-hidup/ [10

Oktober 2014]

Rahmawan, T. 2009. Contoh Proposal Penelitian Kualitatif. (online). Tesedia: http://tizarrahmawan.wordpress.com/2009/12/09/contoh-proposal-penelitian-kualitatif/ [30 September 2013].

Tersedia: http:/neila.staff.ugm.ac.id/wordpress/wp-content/uploads/2009/09/bab2a1-attitude.pdf. [

Ramdhani, N. 2009. Pembentukan dan Perubahan Sikap. (online). Tersedia: http:/neila.staff.ugm.ac.id/wordpress/wp-content/uploads/2009/09/bab2a1-attitude.pdf.

Dokumen terkait