BAB V PENUTUP
B. Rekomendasi
dilakukan oleh Kelompok KKN 055 yakni KKN STARS selama 30 hari ini, kami memberikan kepada berbagai pihak yang terkait.
73 Untuk melanjutkan dan melaksanakan kegiatan yang kami rekomendasikan, di antaranya:
Rekomendasi kepada: 1. Pemerintah Setempat
a. Agar lebih memerhatikan fasilitas umum dan fasilitas sosial, seperti fasilitas pendidikan, akses jalan, kesehatan, perbelanjaan, peribadatan, rekreasi dan budaya, olahraga, dan lain-lain karena masih banyak fasilitas-fasilitas yang kurang memadai.
b. Membantu peningkatan potensi desa agar tercipta masyarakat yang mandiri.
2. Pusat Pengabdian kepada Masyarakat UIN Jakarta
a. Kepada PPM UIN Jakarta untuk memberikan waktu pembekalan yang lebih kepada seluruh mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) agar mahasiswa dapat mempersiapkan segala bentuk teknis KKN dengan baik. b. Lebih mempersiapkan dan meningkatkan koordinasi
kepada pihak desa agar tidak terjadi miss komunikasi antara desa dengan mahasiswa saat pelaksanaan KKN. c. Tetap melanjutkan kegiatan KKN di Desa Cikopomayak
karena desa ini memiliki sumber daya alam dan manusia yang potensial.
3. Pemangku kebijakan di tingkat Kecamatan
a. Mengadakan berbagai kegiatan yang berfungsi untuk menggali potensi yang ada di Desa Cikopomayak.
b. Memberikan berbagai pelatihan untuk memberikan bekal kepada masyarakat dalam pengolahan sumber daya alam.
4. Tim KKN-PpMM yang akan mengadakan KKN PpMM di lokasi tersebut pada masa yang akan datang.
a. Lebih mempersiapkan diri, konsep, dan teknis agar saat pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dapat berjalan dengan baik dan maksimal.
b. Memberikan berbagai kegiatan yang produktif dan bermanfaat kepada masyarakat Desa Cikopomayak. c. Memberikan sosialisasi mengenai pentingnya pendidikan
75 EPILOG
A. Kesan Masyarakat atas Pelaksanaan KKN-PpMM Bapak Idis Hidayat (Kepala Desa Cikopomayak)
Bapak Idis Hidayat mengucapkan rasa terima kasihnya kepada KKN STARS karena sudah membantu masyarakat terutama anak kecil melalui program-program yang banyak memberikan hal positif. Bapak Idis Hidayat juga mengucapkan terima kasih kepada KKN STARS karena telah terjun ke sekolah-sekolah untuk mengenalkan ilmu dan mengenalkan pengalaman kepada anak-anak sekolah yang
ada di Desa Cikopomayak.8
Kyai Nurjani (Tokoh Agama Desa Cikopomayak)
Kyai Nurjani merasa bersyukur karena terbantu dan mengucapkan terima kasih kepada KKN STARS karena sudah membantu memperbaiki gedung yayasan yang dipimpin Kyai Nurjani. Beliau mengharapkan kembali kedatangan mahasiswa KKN setiap tahun, karena dengan adanya mahasiswa KKN, masyarakat jadi lebih tahu dan lebih berpengalaman, dengan adanya mahasiswa KKN STARS, masyarakat yang kurang memperhatikan lingkungan menjadi peduli kepada lingkungan dengan mengikuti gerakan KKN
STARS berupa kerja bakti sehingga lingkungan menjadi bersih.9
Ibu Wati (Guru SDN Cikopomayak 04)
Ibu Wati merasa sangat senang dan sangat terbantu oleh KKN STARS karena telah memberikan hal positif khususnya untuk anak-anak dalam hal pelajaran. Ibu Wati mengucapkan terima kasih kepada KKN STARS karena telah membantu para guru memberikan materi tambahan kepada siswa-siswi SDN Cikopomayak 04 dan juga telah memberi pelajaran serta bimbingan belajar sehingga anak-anak rajin belajar dengan adanya bimbingan belajar dari KKN
STARS.10
8 Wawancara Pribadi dengan Bapak Idis Hidayat. Cikopomayak, tanggal 25 Agustus 2016.
9 Wawancara Pribadi Kyai Nurjani. Cikopomayak, tanggal 25 Agustus 2016.
B. Penggalan Kisah Inspiratif KKN
SATU BULAN KULIAH DI DESA CIKOPOMAYAK 2016
Akbar Saputra
Pelepasan KKN
Senin, 25 Juli 2016 pukul 08:30 WIB di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Ratusan peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta berkumpul di halaman parkir Student
Center (SC). Kegiatan KKN yang diikuti oleh ratusan mahasiswa UIN
Jakarta angkatan 2013 ini dilepas langsung oleh Rektor UIN Jakarta Bapak Prof. Dede Rosyada, MA. Dari ratusan peserta KKN dibagi beberapa kelompok dan tiap-tiap kelompok berjumlah 11 orang ada juga yang 12 orang dan kami akan disebar di beberapa desa di Kabupaten Bogor dan Tangerang atau Tangerang Selatan. Sedangkan kelompok saya kebetulan akan ditempatkan di Desa Cikopomayak, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor. Hari ini merupakan hari pertama kami menuju lokasi KKN.
Setelah acara pelepasan oleh Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta selesai pada pukul Pukul 13.00 WIB, akhirnya kami peserta KKN, berangkat menuju lokasi KKN pada pukul 17.00 WIB. Pada hari itu kami harus membawa 8 jerigen plastik dengan membawa motor sejumlah 4 motor. Kesulitan menghampiri kami, bagaimana caranya 8 jerigen 50 liter bisa terbawa dengan 4 motor, akhirnya kami mengikat jerigen di samping motor kami. Dari pukul 2 siang hingga pukul 5 sore 8 jerigen terikat di motor dan dapat dibawa ke lokasi KKN. Setelah menempuh perjalanan sekitar 3 jam lebih menggunakan sepeda motor, dengan perjalanan yang cukup sulit dengan membawa 3 jerigen di motor saya dengan ikatan kurang kuat tidak jarang saya harus berhenti karena ikatan tali ke jerigen kendor, maka di tengah perjalanan saya harus memperbaiki ikatannya agar kuat kembali dan sampai di Desa Cikopomayak dengan selamat. Kami sampai di lokasi KKN malam hari. Saya dan teman-teman langsung menuju ke tempat singgah kami tepatnya bersebrangan dengan waterpark satu-satunya yang ada di
77 Kecamatan Jasinga dan kami pun langsung membereskan rumah dan merapikan barang-barang yang kami bawa.
Esok harinya kami berangkat menuju rumah ketua RT/RW dan Kepala Dusun 1 Desa Cikopomayak untuk bersilaturahmi dan bersosialisasi untuk acara pembukaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Cikopomayak yang dihadiri 3 kelompok. Kelompok 54 (EKADASA ARKA), 55 (STARS) dan 56 (BATMAN). Rencananya acara pembukaan akan dilaksanakan malam harinya di kediaman Bapak Sulaiman atau di tempat singgah kelompok 54. Tapi sayang, tidak bisa dihadiri Kepala Desa Bapak Idis Hidayat dan hanya dihadiri pejabat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda. Dalam acara ini dosen pembimbing kami Bapak Bayu Waspodo hadir untuk memberikan sambutan dan ucapan terima kasih karena sudah menerima kami dan menyambut kedatangan kami pada kegiatan KKN 2016 ini dan
Alhamdulillah masyarakat pun merespon baik kedatangan kami.
Bersama KKN STARS
Setiap pagi, ada kegiatan rutin yang juga kami lakukan pergi ke Sekolah Dasar (SD) untuk mengajar khususnya saya mengajar olahraga karena basic saya kebanyakan di bidang olahraga saya mengajar kelas 3-6 SD. Pengalaman yang unik adalah ketika saya mengajar olahraga. Saya harus mengajar sekitar 110 siswa dan siswi membuat bingung harus mengajar seperti apa. Tapi itu menjadi pengalaman yang sangat mengesankan. Mengajar selama 2 minggu dan memberi pengalaman yang kami punya. Biasanya, setelah mengajar di sekolah kami istirahat sejenak untuk persiapan rapat program kegiatan kami di siang hari dan malam hari yaitu mengajar mengaji dan bimbel di rumah singgah kami. Mengajar sampai pukul 9 malam. Bimbingan belajar dibagi menjadi beberapa kelas sesuai tingkatanya masing-masing. Kami bergiliran untuk mengajar dan berbagi pengalaman setiap malam selama 3 minggu. Sehabis mengajar biasanya kami beristirahat untuk makan malam bersama, sehabis itu kami evaluasi tentang kegiatan kami selama sehari itu atau rapat dengan kelompok lain atau pun perangkat desa untuk keberlangsungan acara perayaan 17 Agustus dan acara jalan sehat Desa Cikopomayak.
Hari demi hari kami menjalankan kehidupan di desa ini Kampung Rancabuntung awalnya kami sulit, karena dari awal kami
kurang berintraksi dengan warga sekitar, jadi kami kurang dekat dengan warganya maupun perangkat desa, tapi hari-hari berikutnya tidaklah sulit, cukup ikut adat istiadat dan etika pada masyarakat
setempat sudah pasti akan mendapatkan perlakuan baik dari
masyarakat setempat. Kehadiran kami di desa ini disambut hangat dengan penuh keramahan serta warga yang sangat antusias untuk membantu program kami selama satu bulan di desa ini.
Ada beberapa program kerja prioritas kami yang sudah kami susun di dalam agenda kami diantaranya program berbentuk fisik yaitu pembuatan plang jalan dan plang selamat datang di Desa Cikopomayak, mengecat madrasah, memberikan tempat sampah kepada sekolah dan madrasah di Kampung Rancabuntung, seminar tentang bahaya rokok dan narkoba, bazar untuk warga, program kerja saya sendiri mengajar futsal remaja di Desa Cikopomayak, karena belum tersebarnya futsal, karena masyarakat masih memandang bahwa futsal dan sepakbola itu sama. Padahal berbeda dari teknik dasar bolanya maupun peraturan pertandinganya, maka dari itu saya ingin mengedukasi dan berbagi pengalaman tentang teknik dasar bermain futsal dan peraturan di dalamnya. Anak remaja di sana banyak yang punya bakat di bidang futsal karena punya teknik dasar passing control yang bagus. Semoga bisa memberi kontribusi untuk negara dari keahlianya kemudian hari kelak. Selain itu, ada acara puncak kegiatan bersama kelompok EKADASA ARKA, STARS dan BATMAN yaitu jalan sehat dan doorprize untuk Desa Cikopomayak yang dihadiri kurang lebih 2500 warga. Alhamdulillah program ini berjalan berkat adanya kerjasama dan dukungan dari masyarakat dan perangkat desa setempat.
Pada hari Rabu tanggal 17 Agustus 2016 kami mengadakan perlomban-perlombaan se-Desa Cikopomayak di antaranya; lomba memasukan paku kedalam botol, lomba balap bendera, lomba mencari koin di dalam tepung, lomba kelereng dan balap karung di Desa Cikopomayak dan pada hari Minggu tanggal 21 Agustus 2016 kami melanjutkan perlombaan puncaknya yaitu jalan sehat dan pembagian
doorprize bagi seluruh warga Desa Cikopomayak. Acara jalan sehat ini
dimeriahkan oleh masyarakat setempat dan perangkat desa yang amat sangat antusias untuk mengikuti lomba tersebut dan antusias berharap
79 untuk mendapatkan doorprize atau hadiah. Di acara puncak ini kami berkerjasama dengan kelompok 54 dan 56 untuk memeriahi acara jalan sehat. Ketika acara di hari H banyak ketakjuban kami terjadi, di mana kami hanya membuat tiket sekitar 2.000 tiket, di luar prediksi dan ekspetasi kami ternyata hampir 2.500 warga hadir untuk memeriahkan acara jalan sehat itu, kami pun bingung harus apa, akhirnya kami membuat 500 tiket. Ketika pembagiaan doorprize berlangsung sering terjadi mati lampu pada acara tersebut sehingga MC harus berteriak karena mic nya tidak berfungsi. Tiket dibagikan kepada warga yang belum menerima tiket, sampai semuanya dapat, untuk kelompok kami sendiri sambil menyelam minum air, selama acara berlangsung sebagian kelompok kami berjualan bazar pakaian murah untuk warga sekitar dijual dengan harga 1.000-5.000 rupiah. Dari hasil penjulan itu pun kami sumbangkan kepada warga yang kurang secara ekonomi maupun kemampuan, kami berbagi agar segala sesuatu di sana menjadi berkah.
Masyarakat Cikopomayak
Masyarakat di sini mementingkan pendidikannya dan kesehatannya rendah, akan tetapi kelembutan dan kesopan-santunan mereka ketika menyambut kami begitu menyentuh bagi kami. Banyak pengalaman yang kami dapat selama mengabdi di sini, seperti kelembutan mereka ketika menyapa dan menyambut kami, selain mendapat pengalaman dan pengetahuan baru kami juga mendapatkan keluarga baru, keberadaan kami di sana bukan semata-mata kami yang banyak anak-anaknya sungguh antusias untuk mengikuti segala perlombaan ratusan anak-anak mengikuti perlombaan 17 Agustus itu. Memberi, akan tetapi kamilah yang banyak diberi, mulai dari ilmu pengetahuan, pengalaman baru, sampai yang paling berharga adalah pelajaran hidup dan bagaimana memaknai hidup. Intinya, kami banyak belajar di sana.
Syukur Alhamdulillah selama satu bulan di sini program kami terlaksana dengan baik, walaupun banyak hambatan, tantangan dan rintangan bagi kami ini bukan sebuah penghambat atau penghalang untuk menyelesaikan program kami akan tetapi membuat kami kuat dan semangat untuk melewati itu semua. Saya bersukur kuliah di UIN Jakarta, dengan adanya KKN kami bersebelas bisa saling berinteraksi
dengan kemampuan dan keahlian kami masing- masing. Kami mengerti apa arti keluarga sahabat dan saudara, di KKN kami seperti mempunyai mini keluarga, seperti seorang ibu yang memasak, kakak yang menyapu, adik yang beres-beres, bapak yang marah-marah dan lain-lain. Kami sangat menikmati bisa bersama selama satu bulan penuh dan ini menjadi salah satu pengalaman terindah dalam perjalanan hidup kami di mana sulit untuk dilupakan dan akan selalu dikenang dalam diri kami masing-masing, di sana kami belajar saling menghargai dan menghormati antar individu dalam kelompok kami, saling mengerti karakteristik sifat kami, di mana kami saling menasehati saling menjaga apabila ada yang sakit kami rawat begitupun sebaliknya saling memperhatikan. Kami seperti keluarga bersebelas yang selalu harmonis, semoga kebersamaan ini tidak hilang begitu saja dan terus terjaga sampai kami memiliki keluarga sebenarnya dan memiliki anak cucu dan bisa bercerita kepada mereka bahwa KKN ini menjadi salah satu pengalaman terindah yang sangat sulit untuk dilupakan.
Perpisahan dan Harapan Saya Untuk Cikopomayak
Di penghujung pengabdian kami di Desa Cikopomayak Kampung Rancabuntung mulai terlihat dan terasa dari warga setempat yang tidak menginginkan kepergian kami untuk kembali ke Jakarta. Di malam akhir kami sering bersama dengan remaja dan warga sekitar ketika kampung kami juara harapan 1 lingkungan bersih, kami diundang untuk ngeliwet bersama warga. Kami merasa dihargai merasa sudah menjadi warga sah Pasir Ambon mereka sangat welcome kepada kami, sudah seperti anak dan saudara sendiri, walau dengan lauk seadanya tetapi kebersamaan itu sulit untuk didapat. Kami berbincang bersama bersenda gurau belajar Bahasa Sunda. Mereka begitu terbuka kepada kami, kami pun sulit mengungkapkan dengan kata-kata. Pengalaman yang sulit didapatkan di Jakarta yang begitu metropolitan yang tidak memikirkan kebersamaan di lingkungan hanya ambisi-ambisi mereka yang dipikirkan. Malam sebelum pulang kami pun kembali mengundang warga unutk ngeliwet di rumah singgah kami untuk membalas budi pekerti dan keramah-tamahan mereka kepada kami. Ini menjadi salah satu kenangan dalam hidup saya yang sulit terlupakan. Satu bulan di sana sangat lah kurang bagi saya, karena banyak kisah manis terukir di sana yang sangat sulit dilupakan bersama warga dan remaja di sana,
81 kami sering dengan remaja bermain poker bersama sampai larut pagi, di sini kami hanya mencari hiburan dan berusaha berbaur dengan warga sekitar. Malam itu sungguh sangat indah diselimuti dengan kesederhanaan. Dalam momen perpisahan pada hari puncak 17 Agustus yaitu hari di mana kami mengumumkan dan membagikan hadiah kepada para pemenang lomba, sekaligus kami memohon pamit kepada masyarakat setempat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta Bapak RT/RW untuk kembali ke Jakarta. Berat dan sedih rasanya untuk angkat kaki dari desa ini namun apalah daya tugas dan pengabdian kami hanyalah sebentar satu bulan, akan tetapi kami berniat pengabdian kami di Desa Cikopomayak tidak dibatasi oleh masa pengabdian yang diberikan oleh kampus.
Betapa tidak bahagianya kami, seperti memiliki orang tua baru, adik-adik baru saudara baru, dan keluarga baru di Desa Cikopomayak. Di sana menjadi rumah kampung baru kami kami sudah seperti anak mereka sendiri bebas datang kapanpun ke sana. Hal ini lah yang meyakini kami untuk terus menjaga tali silaturahmi kami selepas KKN di sana. Walau kami sudah tidak di sana tetapi kami masih bisa berhubungan baik dengan warga di sana. Melalui media sosial, mereka bilang kangen, menanyakan kapan datang ke sini lagi, kapan main bareng lagi, kapan futsal bareng lagi. Itu lah yang menjadi acuan saya bahwa suatu saat saya harus kembali ke sana.
“Kami sangat senang dengan adanya kegiatan KKN, dan yang jelas pintu desa ini terus terbuka bagi adik-adik sekalian di masa mendatang, dan jangan lupakan kami setelah kalian sukses”, tutur Bapak Ketua Pemuda, Nana Rolis
Akhirnya pukul 18.30 WIB kami semua pulang dengan menggunakan mobil dan sebagian naik sepeda motor. Alhamdulillah semua selamat sampai tujuan. Hal yang paling saya ingat dan tidak bisa dilupakan adalah momen terindah saat KKN, yang mungkin susah untuk terulang kembali. Memang tak begitu banyak yang bisa kami bantu, tapi setidaknya kami telah berbuat untuk bangsa ini. Membangun yang belum terbangun adalah sekelumit kisah yang pernah kami miliki. Kisah nan penuh cerita suka dan duka bersama masyarakat desa yang bersahaja. Kisah yang tak mungkin bisa kami lupakan. Begitu pula dengan keramah-tamahan masyarakat Desa Cikopomayak
Kampung Rancabuntung yang telah membawa kami menjadi diri kami seutuhnya.
Salah satu pengalaman yang tidak bisa saya lupakan adalah kami bersebelas terkadang sering berdebat dalam hal apapun salah satunya berdebat ketika mengantri mandi, memang di sana terkadang airnya keluar sedikt dan terkadang pula tidak keluar. Tetapi di desa sana ada alternatif untuk mandi yaitu di belakang desa terdapat sebuah masjid besar yang mana kami pakai untuk mandi dan sekaligus mandi pada tengah malam hari, sembari shalat isya. Awalnya kami takut dan ragu untuk mandi di sana karena banyak berbagai macam mitos yang diceritakan kepada kami dari warga setempat, namun dengan nekatnya kami untuk mandi di masjid sana akhirnya Alhamdulillah aman-aman saja, dan pengalaman yang tidak dapat terlupakan adalah ketika 2 minggu awal kami di sana kami habisi untuk rapat program kerja individu dan kelompok kami yang sangat alot sampai pukul 2 pagi. Walaupun rapat itu terasa amat membosankan bagi kami, tapi kami tau bahwa ini akan berlangsung di awal saja, akan indah pada waktunya, akan terasa nikmat ketika semuanya sudah dijalankan sesuai rencana program kerja kami, tak jarang kami berbeda argumen untuk setiap rapat, banyak pengalaman baru bagi saya, terutama tentang banyak argumen-argumen terjadi ketika rapat, menurut yang lain dalam rapat hal itu biasa terjadi, sampai urat-urat mereka keluar seperti ingin memakan seseorang hehe, tapi itu semua demi kebaikan dan kelancaran kelompok kami, dan itu kami terima dengan lapang dada.
Terima kasih Desa Cikopomayak khususnya Kampung Rancabuntung yang telah menjadi bagian dari sejarah baru hidup kami, dan memberikan kisah dan kenangan yang indah. Banyak pelajaran yang kami dapatkan di sana yaitu bagaimana cara beretika dan bersosialisasi dengan masyarakat di daerah yang asing, bagaimana cara bersikap kepada orang yang berpendidikan rendah, dan menghadapi warga desa yang masih kental akan adat dan budaya. Bagaimana cara beradaptasi dengan cepat kepada warga sekitar warga desa. Jika saya menjadi bagian dari warga Desa Cikopomayak, saya ingin mengajak warga untuk melakukan senam pagi setiap hari libur, agar masyarakat sehat sehat secara jasmani.
83
SATU BULAN KULIAH DI DESA CIKOPOMAYAK
Fahmi Rahman
Tantangan
Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjadi momok tersendiri bagi mahasiswa tidak terkecuali saya sendiri. Pada awal semester saya dihadapkan pada sebuah tantangan tersendiri dari PpMM, mulai dari kelompok ditentukan oleh pihak PpMM sampai anggaran dipotong sampai 50% oleh pemerintah. Untungnya, saya bisa bersyukur karena ditempatkan di Desa Cikopomayak, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang tidak terlalu jauh. Di Desa Cikopomayak sendiri, pihak PpMM menempatkan 3 kelompok dengan total 32 mahasiswa.
Kami mendapatkan dosen pembimbing, yang akan membimbing kami dalam pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini. Dosen pembimbing kami adalah Bapak Bayu Waspodo. Bersama beliau kami mendiskusikan tentang apa saja yang penting untuk pelaksanaan KKN. Sebelum melaksanakan KKN kami terlebih dulu melakukan survei beberapa kali ke desa tersebut. Pelaksanaan survei lokasi sangat penting untuk kami mengumpulkan data terkait tentang desa, mengenal lokasi KKN dan juga sebagai pengenalan awal kepada warga untuk memberi informasi dan meminta izin pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama satu bulan di desa tersebut. Melalui survei lokasi kami bisa mengetahui berbagai permasalahan-permasalahan yang ada di desa sehingga kami bisa merencanakan program-program kerja kegiatan apa saja yang seharusnya dilaksanakan selama satu bulan KKN di desa tersebut.
Sebelum keberangkatan kami ke lokasi KKN, Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) mengadakan pembekalan dan pelepasan KKN yang wajib diikuti peserta KKN, dengan mengikuti kegiatan tersebut diharapkan mahasiswa mendapat bimbingan untuk pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) beserta informasi laporan atau tugas yang harus dibuat selama Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Kami berangkat setelah pelaksanaan pelepasan peserta KKN yang diadakan oleh PPM, yaitu pada hari Senin, 25 Juli 2016, dengan berbagai kebutuhan yang telah saya siapkan untuk tinggal selama satu bulan di Desa Cikopomayak. KKN adalah pengalaman pertama saya
tinggal jauh dari orang tua, tetapi saya yakin bisa melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini dengan baik, selamat, dan sukses. Hal ini karena keyakinan saya bahwa kegiatan atau program kerja yang ada dapat kami selesaikan dengan kerjasama tim yang baik.
Pada masa pertemuan dengan kelompok yang ditentukan oleh pihak PPM, saya merasa mempunyai keluarga baru. Meskipun merasa sedikit bersalah pada kelompok khususnya pada ketua, karena jarang hadir pada saat rapat dan survei dikarenakan sedikit kesibukan di