BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
2. Rekomendasi
Berkaitan dengan rekomendasi ini secara khusus ditujukan kepada sekolah yang belum bersertifikat ISO, maka ada beberapa rekomendasi yang dapat dikemukakan yang relevansi dengan hasil penelitian ini diantaranya :
1. Perlu dilakukan perbaikan menyeluruh terutama bagi sekolah belum bersertifikat ISO untuk mengejar ketertinggalan agar kepuasan layanan siswa dapat meningkat. 2. Beberapa indikator kepuasan layanan di sekolah bersertifikat ISO, bukanlah
jaminan mutu sekolah tersebut dapat mempertahankan mutu layanan dalam jangka panjang, untuk itu perlu terus dilakukan evaluasi secara periodik, agar mutu layanan dapat ditingkatkan.
3. Beberapa aspek yang dapat digunakan agar sekolah menengah kejuruan (SMK) memperoleh sertifikat ISO diantaranya : (1) Rumuskan Visi dan MISI SMK dengan jelas arah akan menuju kemana, misalnya akan menjadi SMK yang unggul dalam penerapan IT, (2) Sosialisasikan Visi dan Misi tersebut dan tetapkan menjadi kebijakan mutu SMK, (3) Buatlah sasaran mutu dengan strategi yang terarah, dan lakukan pengukuran untuk pencapaiannya, (4) Mulailah dengan melakukan pelatihan penyadaran mutu (Quality Schools Awerenes) untuk memberikan pemahaman apakah itu ISO kepada seluruh SDM Sekolah, (5) Tetapkan Team kerja ISO yang terdiri dari Steering Komitee, Wakil Manajemen Mutu dan Tim kerja ISO ( 6) Lakukan pelatihan pemahaman terhadap persyaratan standar dan teknik penyusunan dokumen, (7) Susun dokumen mutu meliputi, manual mutu, prosedur mutu, instruksi kerja dan format-format mutu dan tetapkan bulan dan tanggal pelaksanaanya (8) Lakukan pelatihan internal audit untuk personal yang kompeten,
dan yang lulus pelatihan akan menjadi tenaga internal audit di sekolah, (9) Lakukan internal audit, dan hasil internal audit menjadi agenda dan pokok bahasan pada rapat tinjauan manajemen, dan (10) Apabila pada rapat tinjauan manajemen telah menghasilkan keputusan bahwa proses-proses di SMK mulai dari promosi , Penerimaan Murid Baru (PMB), Proses Belajar Mengajar (PBM), Evaluasi, pemasaran tamatan, penelusuran tamatan sesuai dengan Manual mutu yang di tulis maka SMK telah siap untuk mengundang Badan Sertifikasi untuk mengaudit. Sepuluh kiat ini akan berhasil apabila kepala SMK sebagai Top Manajemen memiliki komitmen yang tinggi dengan dukungan SDM sekolah, Tim ISO bisa bekerja secara team works yang smart, dan adanya dukungan dari stakeholder. 4. Implementasi ISO 9001 : 2000 dalam lingkungan sekolah, karena ISO 9001 : 2000
pada dasarnya sebagai proses kendali mutu dalam setiap komponen yang ada di sekolah. Mulai dari proses penerimaan siswa hingga output yang dihasilkan. Hal ini tidak lepas dari landasan basis konsep ISO 9001 : 2000 yang menjunjung tinggi continoues quality improvement (perbaikan mutu berkesinambungan) dalam seluruh komponen yang ada disekolah untuk meningkatkan layanan bagi kepuasan pelanggan.
5. Pada pemerintah perlu mensosialisasikan proses penerapan ISO serta keuntungan yang diperoleh sekolah dengan menerapkan ISO, dan perlu adanya monitoring periodik baik terhadap sekolah yang menerapkan ISO ataupun yang belum menerapkan ISO.
6. Untuk lebih menghasilkan penelitian yang lebih akurat lagi tentang perbandingan penelitian ini, hendaknya menggunakan penelitian kuasi eksperimen dalam penelitian berikutnya.
7. Dalam mengukur kepuasan pada penelitian berikutnya yakni dengan rumus kepuasan yang berdasarkan performance (kinerja) yang diperoleh dengan ekspektasi atau harapan yang diterima. kepuasan = Tingkat kepentingan (performance-ekspektasi)
8. Bagi penelitian berikutnya, hendaknya dapat melakukan penelitian serupa dengan memperhatikan objek yang lebih luas dan sampel yang lebih besar agar memperoleh hasil penelitian yang akurat dengan wilayah generalisasi yang lebih komprehensif.
DAFTAR PUSTAKA
Akdon dan Sahlan Hadi, (2005). Aplikasi statistika dan Metode Penelitian Untuk Sekolah Efektif. Bandung, Dewa Ruchi
Arikunto, Suharsimi. (2005). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : PT Rineka Cipta.
Arikunto, S. (2005). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Engkoswara dan Komariah, (2010). Administrasi Pendidikan.
Bandung, Alfabeta
Furqon, (2009). Statistik Terapan untuk Penelitian. Bandung, Alfabeta
Gaspersz, Vincent, (1997). Membangun Tujuh Kebiasaan Kualitas Dalam Praktek Bisnis Global. Jakarta, Gramedia Pustaka Utama
Gaspersz, Vincent (2006). ISO 9001 : 2000 and Continual Quality Improvement. Jakarta, Gramedia Pustaka Utama
Ilyas, Erfi (2004). Pemahaman Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000. Bandung, TEDC
Irawan, Handi (2002). 10 Prinsip Kepuasan Pelanggan. Jakarta : PT Elex Media Komputindo Kep. Men. Dik. Nas No 162/U/2003
Mulyasa. E. (2006). Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Bandung : Remaja Rosda Karya.
Mustadji, (2008). Kontribusi Layanan Akademik dan Prospek Pengembangan Karier Terhadap Motivasi Belajar. Bandung, SPS UPI
Napitupulu, Paimin (2007). Pelayanan Publik dan Customer Satisfaction. Bandung : PT. Alumni
Nasution, (2009). Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar. Jakarta, Bumi Aksara
Ratminto dan Winarsih, Atik Septi (2009). Manajemen Pelayanan. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Riduwan (2008). Pengantar Statistika (Untuk Penelitian Pendidikan, social, Ekonomi dan
Sagala, Syaiful (2009). Manajemen Strategik dalam Peningkatan Mutu Pendidikan. Bandung, Alfabeta
Sallis, Edwar, (2010). Total Quality Management in Education/Manajemen Mutu Pendidikan. Jogjakarta, Ircisod
Sugioyono (2009). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : Alfabeta
Sukmadinata, Syaodih, (2008). Penegendalian Mutu Pendidikan Sekolah Menengah. Bandung, Refika Aditama
Suharsimi, Arikunto, (2002). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta, Rineka Cipta
Surakhmad, Wianarno, (1994). Pengantar penelitian Ilmiah : Dasar, Metode, Teknik. Bandung, Tarsito
Suryosubroto, (2010). Manajemen Pendidikan Di Sekolah. Jakarta, Rineka Cipta
Susilo, Willy (2003). Audit Mutu Internal. Jakarta, Varqistatama Binamega
Suwarna, Dkk (2006). Pengajaran Mikro Pendekatan Praktis Menyiapkan pendidik Profesional. Jogjakarta, Tiara Wacana
Syarifudin dan Irwan (2005). Manajemen Pembelajaran. Medan, Kuantum Teaching Umar, Husen (2003). Metode Riset, Prilaku Konsumen Jasa.
Jakarta, Ghalia Indonesia
Tjiptono, Fandy (2007). Service, Quality & Satisfaction. Jogyakarta, ANDI
UU. RI No. 20 Tahun (2003). Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta : Asokadikta dan Durat Bahagia.
UU. RI No. 14 Tahun (2005). Tentang Guru dan Dosen. Bandung : Citra Umbara.
Poedjiadi, A. (2005). Pendidikan Sains dan Pembangunan Moral Bangsa. Bandung : Universitas Pendidikan Indonesia.
Sumber Dari Internet
Class of 2000 Study Student Satisfaction. Http://www.sa.psu.edu/ Diakses tanggal 5 Pebruari 2011
http://www.immunk.com/post/penelitian+deskriptif+kuantitatif.html
Kualitas Pendidikan Nasional (2007). Tersedia pada http://www.Bapeda jabar. Go id. Diakses tanggal 3 Pebruari 2011
Pengertian Badan Akreditasi Sekolah. http://www.google.co.id. Diakses tanggal 21 febuari 2011
Ratnawati. Mengukur Kepuasan Masyarakat Terhadap Pelayanan Pendidikan. Tersedia pada http:// www depdiknas.go.id / jurnal. Diakses tanggal 8 Pebruari 2011.
http://tobroni.staff.umm.ac.id/2010/11/25/teori-teori-tentang-mutu-sekolah/ http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PSIKOLOGI/NANDANG_BUDIMAN/PEDOMAN_LA YANAN_AKADEMIK.pdf http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2133582-tinjauan-tentang-peningkatan-layanan- akademik/#ixzz1LWs3Ya6Y http://www.gunadarma.ac.id/library/articles/graduate/psychology/2008/artikel_10503213.pdf