BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI, DAN REKOMENDASI 111
C. Rekomendasi 115
Berdasarkan hasil temuan dalam penelitian maka disampaikan rekomendasi kepada pihak yang berkepentingan dengan pengembangan soft skill mahasiswa calon teknisi alat berat, baik bagi mahasiswa, para dosen, tenaga nonakademik, pengelola Politeknik TEDC Bandung dan pembimbing di PT Trakindo Utama sebagai berikut:
1. Mahasiswa agar dapat terlibat lebih aktif dalam proses pembelajaran, sehingga tidak hanya mendengarkan dosen mengajar saja, namun menggali sebanyak mungkin informasi baik di kelas maupun melalui berbagai sumber belajar. Dalam hal ini keaktifan bukan hanya pada kelas teori maupun praktek, namun juga pada saat presentasi di kelas maupun diskusi kelompok.
2. Dosen agar menerapkan pengajaran kreatif dengan berbagai variasi guna menciptakan suasana kelas yang kondusif, menyenangkan dan memotivasi mahasiswa. Di samping itu dosen agar mempersiapkan tugas-tugas yang mampu memancing kreatifitas mahasiswa, baik melalui tugas membaca, presentasi, maupun dalam bentuk diskusi kelompok. Mengingat dosen adalah teladan yang efektif bagi mahasiswa, maka diharapkan dosen juga harus memiliki hard skill dan soft skill yang baik pula, yang terwujud dalam karakter keseharian.
3. Pengelola Politeknik TEDC Bandung. Efektifitas penerapan pendidikan berbasis karakter memerlukan dukungan dari semua pihak dalam bentuk penciptaan lingkungan yang kondusif bagi penanaman nilai-nilai yang nantinya menjadi budaya yang baik bagi mahasiswa. Pengelola yaitu seluruh
civitas akademika, baik dari pucuk pimpinan Politeknik TEDC Bandung, tenaga nonakademik, maupun seluruh staf yang ada.
4. Pembimbing PT Trakindo Utama (PTTU). Dukungan dari mentor yang ada di PTTU dapat berupa contoh karakter kerja dan bimbingan terus-menerus kepada mahasiswa melalui umpan balik yang positif dan konstruktif. Umpan balik yang positif akan sangat membantu mahasiswa memahami standar kerja dan kompetensi minimal yang harus dimiliki sebelum dianggap layak menjadi teknisi alat berat.
5. Penelitian selanjutnya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat diteruskan dalam bentuk penelitian lanjutan, mengingat begitu banyak faktor, baik dalam variabel pendidikan berbasis karakter maupun soft skill yang belum dikaji secara mendalam. Diharapkan dengan semakin banyak penelitian yang mengkaji pembentukan kualitas diri mahasiswa maka akan menjadi masukan berharga bagi perbaikan sistem pendidikan Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA
Abeng, T. (2008). The Landmarks of Tomorrow, Publisher's Diary. Campus Asia , 1.
Adman. (2007). Pengembangan SDM Menuju Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia. Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial , 28.
Agustian, A. (2005). Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual. ESQ (Emotional Spiritual Quotient). Jakarta: Arga.
Antara. (2009). UI, UGM, ITB Masuk 400 Universitas Besar Dunia. 20 Mei 2009. Dipetik 20 Juli 2009, dari Kompas [online]: http://www.kompas.com Aswandi. (2008). Pendidikan Berbasis Karakter. 12 Juli 2008. Dipetik 2 Mei
2009, dari pontianakpost.com
Azwar, S. (2009). Penyusunan Skala Psikologis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset.
Azwar, S. (2008a). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset. Azwar, S. (2008b). Sikap Manusia. Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar Offset.
Budi, T. P. (2006). SPSS 13.0 Terapan. Riset Statistik Parametrik. Yogyakarta: Andi.
Butler, F. C. (1976). Instructional Systems Development for Vocational and Technical Training. New Jersey: Englewood Cliffs.
Covey, S. R. (1997). The 7th Habits of Highly Effective People (7 Kebiasaan Manusia yang Efektif). Jakarta Barat: Bina Aksara.
Harmoni, A. (2006). Soft skill, Kegiatan Ekstrakurikuler, dan Pilihan Karir. UGNews. 30 Agustus 2006.
Harmoni, A. (2007). Sosialisasi: Pengembangan "Soft Skill" di Perguruan Tinggi. 16 Februari 2007. Dipetik 20 Juli 2009, dari ati.staff.gunadarma.ac.id/ Download/files/.../Softskilldosenwali_ppt.
Hary. (2008). Mengembangkan Soft Skill Siswa. 10 Januari 2008. Dipetik 1 Mei 2009, dari harysmk3.wordpress.com/.../mengembangkan-soft-skill-siswa/.
Hendarman. (2009). Peran dan Kebijakan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dalam Mendukung Perguruan Tinggi menuju World Class University. Seminar Potensi UII menuju World Class University. Yogyakarta.
Hidayat, W. (2008). Paradigma Pendidikan Humanistik. Jurnal FAI UNIGA. 26 Mei 2008.
Kepmendiknas. (2002). Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi. Kompas. (2008). Pengangguran Terdidik 4,5 Juta. Kompas. 22 Agustus 2008. Kompas. (2008). Perbaiki Sistem Pendidikan Nasional. Kompas. 23 Agustus
2008.
Koster, W. (2006). Membangun Kemandirian dan Peradaban Bangsa Melalui Pendidikan. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan , Tahun Ke-12.
Lickona, T. (1992). Educating for Character. How Our School Can Teach Respect and Responsibility. New York: Bantam Books.
Lunandi, A. (1992). Komunikasi Mengena. Meningkatkan Efektifitas Komunikasi Antar Pribadi. Yogyakarta: Kanisius.
Makmun, A. S. (2005). Psikologi Kependidikan. Perangkat Sistem Pengajaran Modul. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Makmur, A. (2008). Pendidikan Berbasis Karakter. Workshop Jurusan Alat Berat Politeknik TEDC Bandung. Bandung: Tidak untuk dipublikasikan.
Martin, G., & Pear, J. (1992). Behaviour Modification. What It Is and How To Do It. New Jersey: Prentice Hall International.
Megawangi, R. (2007a). Membangun SDM Indonesia melalui Pendidikan Holistik Berbasis Karakter. 24 September 2007. Dipetik 1 Mei 2009, dari keyanaku.googlepages.com/indonesiaberprestasi.pdf.
Megawangi, R. (2004). Pendidikan Karakter "Knowing the Good, Loving the Good, and Acting the Good. Dipetik 15 Juli 2009, dari http://www.mizan.com.
Megawangi, R. (2007b). Proposal Pendidikan Berbasis Karakter. Dipetik 10 Juli 2009, dari www.ihf-sbb.org.
Mooy, A. (2008). The Rise of The Dragon. Is China Performing Asian Miracle Part Two? Campus Asia , 1. Maret 2008.
Mukhidin, et al. (2006). Prinsip-prinsip Kurikulum. Makalah disampaikan pada Pelatihan Kompetensi Guru SD, SMP, SMA, SMK, Kab. Kaimana, Irian Jaya, (hal. 240).
Mulyasa, E. (2002). Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nazir, M. (Jakarta, Ghalia). Metode Penelitian. 2003 .
Politeknik Negeri Jakarta. (2009). Workshop Heavy Equipment Study Program Curriculum. Cooperation Between Five State Polythecnique in Indonesia and PT Trakindo Utama.
Putra, I. S., & Pratiwi, A. (2005). Sukses dengan Soft Skills. Bagaimana Meningkatkan Kemampuan Interaksi Sosial Sejak Kuliah. Bandung: Direktorat Pendidikan Institut Teknologi Bandung.
Republika. (2008). Antara E-Learning dan Character Building. 10 Mei 2008. Ridhuwan. (2008). Metode dan Teknik Menyusun Tesis. Bandung: Alfabeta. Riduwan. (2004). Belajar Mudah Penelitian untuk Guru - Karyawan dan Peneliti
Pemula. Bandung: Alfabeta.
Santoso, S. (2008). Integrasi Soft Skill Mahasiswa di Perkuliahan. Langkah Letih Pengembangan dan Pendekatan Pendidikan di PT. Dipetik 18 Maret 2008, dari slametsantoso.multiply.com/journal.
Saragih, B. (2008). Paving the Way to Success. Campus Asia , 1. Maret 2008. Sarwono, S. W. (2006). Psikologi Remaja. Yogyakarta: PT Raja Grafindo
Persada.
Setiawan, H. (2004). Critical Pedagogy. Makalah disampaikan dalam Forum LK II HMI. Bogor. 31 Januari 2004
Setyawan, J. (2006). Pentingnya Sistem Pendidikan Humaniora Berbasis Nilai. 16 November 2006. Dipetik 5 Juni 2009, dari www.kabarindonesia.com. Slavin, R. E. (1991). Educational Psychology. Theory into Practice. New Jersey:
Prentice Hall, Englewood Cliffs.
Smith, S. (2008). The Transition from University to Work. Campus Asia , 1. Maret 2008.
Sugiyono. (2006). Metode Penelitian Pendidikan. Pendidikan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta.
Suherman. (2007). Model Belajar dan Pembelajaran Berorientasi Kompetensi Siswa. Educare, Jurnal Pendidikan dan Budaya , 5.
Sukamto. (1988). Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Sukmadinata, N. S. (2005). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Supartini, H. (2008). Implementasi Model Quantum Teaching untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara. Program Studi Pengembangan Kurikulum, Pascasarjana, Unversitas Pendidikan Indonesia: Tesis (Tidak dipublikasikan).
Supriyoko. (2000). Pendidikan Budi Pekerti di Sekolah, Suatu Tinjauan Edukatif Akademis. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan , Tahun Ke-6.
Wahid, F. (2005). Keahlian yang dibutuhkan Industri Teknologi Informasi Indonesia: Hasil Pemindaian Lowongan di Media Massa dan Survei. Yogyakarta: Fakultas Teknologi Industri UII.
Widiantoro, N. (2008). Implementasi Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan pada Madrasah Aliyah Negeri (MAN Model Palangkaraya. Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia: Tesis. (Tidak dipublikasikan).
Wikipedia. (2009). 28 Juni 2009. Dipetik 2 September 2009 dari id.wikipedia.org/ wiki/Kurikulum_tersembunyi.
Wikipedia. (2009). 7 Agustus 2009. Dipetik 18 Juli 2009, dari http://en.wikipedia. org/wiki/Soft_skills.