• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Kesimpulan

Secara umum dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran ARCS (

Attention, Relevance, Confidence and Satisfaction ) melalui metode pemecahan masalah merupakan model yang efektif dan memberikan pengaruh positif untuk meningkatkan indikator–indikator motivasi dan hasil belajar siswa, antara lain indikator Attention (perhatian), Relevance (relevansi), Confidence (percaya diri), dan Satisfaction (rasa yakin). Hal tersebut terbukti dari beberapa hasil pengujian hipotesis bahwa selalu terdapat peningkatan perolehan nilai rata-rata setelah penerapan model ARCS melalui metode pemecahan masalah, dan dari keseluruhan peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa setelah diterapkannya model ARCS melalui metode pemecahan masalah ternyata indikator motivasi

Attention memperlihatkan peningkatan yang lebih tinggi dibanding dengan indikator motivasi yang lainya.

Secara khusus, kesimpulan yang berkaitan dengan rumusan masalah dan hipotesis penelitian adalah sebagai berikut.

1. Terdapat peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa setelah pembelajaran menggunakan model ARCS melalui metode pemecahan masalah. Hasil perolehan tersebut selain menjawab hipotesis juga dapat memberikan gambaran bahwa model pembelajaran ARCS melalui metode pemecahan masalah dapat memberikan pengaruh positif dalam peningkatan kemampuan motivasi dan hasil belajar siswa.

2. Terdapat peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa setelah menggunakan metode konvensional dalam pembelajarannya. Hal ini mengindikasikan bahwa pembelajaran yang dilakukan dengan metode yang dilakukan sehari-hari oleh guru yaitu, ceramah, tanya jawab, dan penugasan juga tidak selamanya tidak memberikan konrtribusi terhadap motivasi dan hasil belajar siswa.

3. Terdapat perbedaan peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa dimana kelas yang mendapatkan perlakuan model ARCS melalui metode pemecahan masalah lebih besar peningkatannya dibanding dengan kelas yang tidak mendapat perlakuan. Hal tersebut memperlihatkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran ARCS dalam pembelajarannya memperhatikan indikator perhatian, relevansi, percaya diri dan rasa puas siswa terhadap pelajaran. Dengan demikian indikator motivasi siswa dalam kelas yang menggunakan Model ARCS melalui metode pemecahan masalah dalam pembelajarannya lebih baik dibandingkan dengan pencapaian indikator motivasi belajar siswa di kelas yang tidak mendapat perlakuan.

B. Rekomendasi

Beberapa rekomendasi yang dapat diberikan berdasarkan hasil penelitian ini adalah sebagai berikut:

1.Guru dapat menggunakan Model ARCS (Attention, Relevance, Confidence and Satisfaction) sebagai salah satu model pembelajaran dan sebagai salah satu metode pembelajaran di kelas-kelas lainnya untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.

2.Mengingat pentingnya motivasi siswa dalam proses pembelajaran agar siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan kemauan dan minatnya sendiri. Diharapkan kepada seluruh guru untuk membantu siswa agar terus meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa dengan menggunakan metode-metode yang bervariasi dalam proses pembelajaran. Dengan terpeliharanya motivasi selama kegiatan pembelajaran berlangsung maka kegiatan pembelajaran akan lebih berkualitas dan tentu saja hal ini akan berpengaruh pula pada perolehan hasil belajar siswa.

3.Diharapkan kepada guru untuk membiasakan diri mencari informasi tentang metode-metode pembelajaran yang dapat mengembangkan potensi-potensi siswa.

4.Tujuan akhir dari pembelajaran selain memperoleh hasil yang baik siswa juga mampu memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari di masayarakat baik untuk dirinya maupun orang lain. Melalui metode pemecahan masalah dalam menyampaikan materi pelajaran siswa menjadi memiliki kemampuan

memecahkan masalah dalam meningkatkan kualitas hidupnya. Oleh karena itu, diharapkan kepada seluruh guru agar terus meningkatkan kemampuan memecahkan masalah siswa dengan menggunakan permasalahan yang bervariatif.

5.Penelitian ini dilakukan hanya di satu sekolah dengan menggunakan sampel yang kecil, waktu yang terbatas, serta materi dan permasalahan yang dibatasi. Oleh karena itu, peneliti menyarankan kepada peneliti-peneliti selanjutnya untuk mengadakan penelitian dalam jumlah sampel yang lebih besar, waktu yang lebih lama serta materi dan permasalahan yang lebih variatif.

6.Mengingat keterbatasan waktu dalam penelitian ini diharapkan dalam penerapan model ARCS guru tidak hanya melalui metode pemecahan masalah saja, tetapi masih banyak metode-metode yang lebih variatif dalam upaya meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.

DAFTAR PUSTAKA

Al Muchtar,Suwarma.(2004). Pengembangan Berpikir dan Nilai Dalam Pendidikan IPS. Gelar Pustaka Mandiri: Bandung

______. (Tanpa tahun). Strategi Pembelajaran Pendidikan IPS. Sekolah Pascasarjana: Universitas Pendidikan Indonesia:Bandung

Anwar, (2004). Pendidikan Kecakapan Hidup . Bandung. Alfabheta

Arikunto, Suharsimi .(2006). Prosedur Penelitian. Jakarta: PT Rineka Cipta. Arsyad, Azhar (2007). Media Pembelajaran jakarta : PT raja Grafindo Persada. Bloom et al (1956) Taxonomy of Educational Objectives ( The classification of

Educational goals). New york. David McKay Company,INC

Dimyati, Mudjiono.(2006). Belajar dan Pembelajaran. Kerjasama Depdikbud dan Rineka Cipta: Jakarta.

Ghozali, I. (2008). Desain Penelitian Eksperimental (Teori, Konsep dan Analisis

Data dengan SPSS 16.0). Semarang: Badan Penerbit Universitas

Diponegoro

Hamalik, Oemar ((2003). Proses belajar mengajar, jakarta. Bumi Aksara

Hamalik, Oemar (2009). Psikologi Belajar Mengajar. Jakarta. Sinar Baru Algensindo

Hamid Hasan, S. (1996). Pendidikan Ilmu Sosial. Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan Direktorat Jemderal Pendidikan Tinggi Proyek Pendidikan Tenaga Akademik: Jakarta

Hamzah B. Uno. (2010). Teori motivasi dan pengukurannya. Jakarta. Bumi aksara.

Herliany Elly, Indrawati. (2009). Penilaian Hasil Belajar Untuk Program

Bermutu. PPPPTK IPA

Joyce,Weil, Calhoun (2009) Models of Teaching (Model-model pengajaran).

Yogyakarta : Pustalka Pelajar

Komalasari, Kokom (2010) . Pembelajaran Kontekstual Konsep dan aplikasinya. Bandung. Refika aditama

L.R.Gray, E Mills,Airsian Peter (2006). Educational Research. New Jersey Pearson Merrill Prentice Hall.

Maryani, Enok (2011) Pengembangan Program Pembelajaran IPS untuk Peningkatan Keterampilan Sosial. Bandung : Alfabeta.

Munir, Sahibul (2008), Metodologi Penelitian Modul 8. Fakultas Ekonomi.Mercu Buana

Nasution (2003), Metode Research. Jakarta : Bumi Aksara

Pratisto, A. (2009). Statistik Menjadi Mudah Dengan SPSS 17. Jakarta: Gramedia Puskur Balitbang DEPDIKNAS Pengembangan Model pendidikan Kecakapan

Hidup SD/MI/SDLB-SMP/MTs/SMPLB-SMA/MA/SMALB/SMK/MAK.

Riduan. (2010). Metode dan Teknik Menyusun Tesis. Bandung : Alfabeta

Ruseffendi, H. E. T. (1998). Statistika Dasar untuk Peneltian Pendidikan. Bandung: IKIP Bandung Press

Ruseffendi, H. E. T. (2003). Dasar-dasar Peneltian Pendidikan dan Bidang Noneksakta Lainnya. Semarang: Unnes Press

Rusman (2010) Model-model pembelajaran (mengembangkan profesionalisme guru) .Bansung :Rajawali Pers

Sadirman. (2004). Interaksi dan Motivasi belajar mengajar.jakarta. PT Grafindo Persada.

Sagala, Syaiful . (2007). Konsep dan makna pembelajaran. Bandung, Alfabeta. Sanjaya, Wina (2009). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar dan proses

pendidikan. Bandung, Kencana

Sanjaya, Wina. (2009). Kurikulum dan Pembelajaran. Bandung .Kencana

Santoso, Singgih (2009). Panduan Lengkap Menguasai Statistik dengan SPSS 17. Jakarta : Elex Media Komputindo.

Slavin, R. E., (2010). Cooperative Learning. Theory, Research, and Practice. Second Edition. USA: Allyn & Bacon

Somantri, Muhammad Nu’man (2001) Menggagas Pembaharuan Pendidikan IPS,

Sudjana Nana & Ibrahim (2009). Penelitian Dan Penilaian Pendidikan. Bandung: sinar Baru Algensindo.

Sugiyono. (2010). Metode Peneltian Pendidikan. Bandung. Alfabheta

Sugiyono (2006). Metode Penelitian kuantitatif kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta

Sukmara,Dian (2007). Implementasi life Skill dalam KTSP. Bandung. Mughni Sjahtera

Trihendradi (2007). Statistik Inferen menggunakan SPSS (Teori Dasar dan Aplikasinya). Yogyakarta : CV Andy Offset

Undang-Undang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003. Bandung : Citra Umbara Wena, Made (2010) Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer, Jakarta. Bumi

aksara.

Weyers, Mark (2006). Teaching FE Curriculum (Encoraging active Learning in The Classroom). New York. Continuum International Publishing Group

Sumber Internet :

Abidin, Zaenal (2006). Motivasi dalam Strategi pembelajaran dengan Pendekatan ARCS. Universitas muhammadiyah Surakarta. eprints.ums.ac.id/87/1/suhuf pak

Al-Jawi, M.Shiddiq. (2006) Pendidikan Di Indonesia masalah dan solusinya.

http://www.khilafah1924.org/index.php?option=com_content&task=blogcat egory&id=19&Itemid=48&limit=9&limitstart=99

Hamoraon (2010). Pembelajaran Inovatif Model ARCS Keller.

http://learningtheori.wordpress.com/2010/03/08/model-arcs-keller

Harmadi, Sonny Harrry (2011). Kinerja Pembangunan manusia Indonesia. http://www.mediaindonesia.com/read/2011.

Keller, J. M., & Suzuki, K. (1987). Use of the ARCS Motivation Model in Courseware Design. In D. H. Jonassen (Ed.), Instructional Designs for

Microcomputer Courseware. Hillsdale, NJ: Lawrence Erlbaum.

http://www.learning-theories.com/kellers-arcs-model-of-motivational-design.html

Keller, J. M., (2000) .How to integrate learner motivation planning into lesson planning: The ARCS model approach. Florida State University U.S.A. Paper presented at VII Semanario, Santiago, Cuba, February, 2000. http://mailer.fsu.edu/~jkeller/Articles/KellerARCSLessonPlanning.pdf

Kusumah, Wijaya (2010) Motivasi dan Minat Belajar Siswa.

http://wijayalabs.wordpress.com/2010/04/11/motivasi-dan-minat-belajar-siswa/

Ramdania, Diena rauda. (2010). Penggunaan Media Flash Flip Book dalam pembelajaran teknologi Informasi dan komunikasi Untuk meningkatkan hasil belajar siswa Skripsi FPMIPA UPI bandung, tidak diterbitkan

Shidiq, Al Jawawi (2006), Pendidikan di Indonesia Masalah dan Solusinya

http://www.khilafah1924.org/index.php/option/com./2006.

Sopah, Djamaah 1998. Studi tentang model peningkatan motivasi berprestasi siswa, Laporan penelitian. Palembang: Lembaga Penelitian Universitas Sriwijaya.

http://duniaguru.com/index.php?option=com_content&task=view&id=238 Sofyan Sauri. (2009). Strategi Pembelajaran Ips Dengan Pendekatan

Komprehenshif.

http://sofyanpu.blogspot.com/2009/05/strategi-pembelajaran-ips.html

Supriyoko (2005). Pentingnya Standar Nasional Pendidikan Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan. http://amikom.ac.id/research/index.php/karyailmiahdosen Syamsuri, Istamar ( 2010) Peningkatan Kompetensi Guru Untuk Meningkatkan

Minat siswa Pada bidang MIPA Makalah disampaikan dalam Lokakarya MIPAnet 2010, The Indonesian Network of Higher Educations of Mathematics and Nanutal Sciences, tanggal 26-27 Juli 2010, di IPB, Bogor

kappa.binus.ac.id/.../Pemakalah%202

Tarmidzi, Ramadhan, (2008). Perbuatan dan hasil Belajar

http://tarmizi.wordpress.com/2008/11/09/perbuatan-dan-hasil-belajar/ ---(2010), Pelayanan Akses masyarakat Terhadap Pendidikan Yang Lebih

Dokumen terkait