KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
3. Bagi Peneliti Selanjutnya
Penelitian ini sifatnya masih sederhana dan masih perlu diperkaya dan dikembangkan sampai ketaraf pemantapan program. Dalam penelitian terdahulu terkait dengan tema pendidikan karakter, kajian penelitian masih melihat pengaruh salah satu metode atau program pembelajaran terhadap pembentukan salah satu karakter. Misalnya, penelitian Rohayani (2009) tentang pengaruh proses pembelajaran pendidikan kewarganegaraan dan pendidikan interventif terhadap karakter kewarganegaraan. Atau penelitian Isnandar (2010) tentang pengaruh pembelajaran pendidikan kewarganegaraan dan iklim kehidupan keluarga terhadap pembentukan karakter siswa. Kajian yang sejenis juga dilakukan Giri (2011) yang meneliti tentang efektivitas bimbingan kelompok melalui teknik permainan untuk meningkatkan perilaku prososial siswa. Atau, penelitian Puluhulawa (2012) yang meneliti tentang program bimbingan untuk meningkatkan kecerdasan sosial siswa Sekolah Dasar. Dengan kata lain, penelitian tentang karakter masih parsial, termasuk penelitan ini.
Terdapat dua rekomendasi kepada peneliti selanjutnya: a. Pengembangan instrumen penelitian.
Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah Skala Karakter Humanis berdasarkan teori Peterson (2004) tentang karakter humanis. Peneliti selanjutnya perlu mengkaji dan mengembangkan lebih mendalam Skala Karakter Humanis dengan mempertimbangkan aspek-aspek yang mendasari karakter humanis.
b. Pengembangan program bimbingan pribadi-sosial berbasis experiential learning.
Program bimbingan pribadi-sosial berbasis experiential learning yang disusun dalam penelitian merupakan program yang disusun secara kolaborasi antara peneliti dan sekolah. Agar program bimbingan pribadi-sosial berbasis experiential learning murni didasarkan atas kajian ilmiah peneliti maka peneliti selanjutnya perlu mengembangkan program bimbingan pribadi-sosial berbasis experiential learning berdasarkan kajian ilmiah peneliti dengan mengacu pada kaidah-kaidah penyusunan program bimbingan dan konseling. Peneliti selanjutnya meneliti program bimbingan dan konseling berbasis experiential learning tidak hanya terbatas pada bidang pribadi-sosial, tetapi juga bidang belajar, dan karir, serta menggunakan semua strategi dalam bimbingan dan konseling komprehensif, tidak hanya strategi layanan dasar. Selain itu, peneliti selanjutnya meneliti karakter secara utuh dengan satu pendekatan pada satu tingkat pendidikan.
Alwasilah, Chaedar.A. (2008). Pokoknya Kualitatif. Jakarta: Pustaka Jaya. Azwar, Saifuddin. (2005). Reliabilitas dan Validitas. Yogykarta: Pustaka Pelajar. Azwar, Saifuddin. (2010). Penyusunan Skala Psikologi. Yogykarta: Pustaka Pelajar.
Azizah, Nur. “Perilaku Moral dan Religiusitas Siswa Berlatar Belakang Pendidikan Umum dan Agama”. Jurnal Psikologi Volume 33 No.2 Desember 2006. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada.
Baharuddin dan Esa Nur Wahyu. (2007). Teori Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media Grup.
Brooks, D., 2005. Increasing Test Score and Character Education The Natural Connection. (Online). Tersedia: http://www.youngpeoplespress.com/Testpaper.pdf. [10 Juli 2011]. Chaplin, J. P. (2002). Kamus Lengkap Psikologi. Alih bahasa: Kartini Kartono. Jakarta: Raja
Grafindo Persada.
Cartlede & Milburn, J.F. (1993). Teaching Social Skill to Children and Youth Innovative Approaches (2 ed). Massachusset:Allyn and Bacon.
Cavanagh, Michael. (1982). The Counseling Experience. California: Brooks Cole Publishing Company.
Creswell, John.W. (2010). Qualitative Inquiry and Research Design. Thousand Oaks: Sage Publication Inc.
Dahlan, M.D. (1988). Posisi Bimbingan dan Penyuluhan Pendidikan dalam Kerangka Ilmu Pendidikan. Pidato Pengukuhan Guru Besar IKIP Bandung: tidak diterbitkan.
Damnon, Willian. 2002. Bringing in New Era in Character Education. California: Hoover Institution Press.
Debdiknas. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Furqon. (2002). Statistik Terapan untuk Penelitian. Bandung: Alfabet.
Gall, M.D dan Borg, W.R (2003). Educational Research An Introduction. United States of America: Pearson Education.
Gardner, H. (1983). Frames of Mind: The Theory of Multiple Intelligences. New York: Basic Books.
Gunarto. (2004). Implementasi Pendidikan Budi Pekerti. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Hidayat, Asep Saepul. (2011). Manajemen Sekolah Berbasis Karakter. Desertasi pada
Program Studi Administrasi Pendidikan, Sekolah Pasca Sarjana, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung: tidak diterbitkan.
Hajar, Ibnu. (1996). Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Kualitatif dalam Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindopustaka.
Hill, T.A. (2005). Character First Kimray Inc. (online)
Tersedia:http://www.charactercities.org/downloads/publications/Whatischaracter.[7 Juli 2011].
Hurlock, E. B. (1980). Developmental Psichology: A Life Span Approach. Alih Bahasa (2004). Istiwidayanti dan Soedjarwo. Psikologi Perkembangan. Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga.
Kasman, Rusdi. (2010). Program Bimbingan Pribadi-Sosial untuk Meningkatkan Kecerdasan Moral Siswa. Tesis Program Studi Bimbingan dan Konseling SPS UPI Bandung: tidak diterbitkan.
Kementerian Pendidikan Nasional Badan Penelitian dan Pengembangan Kurikulum. (2010) Bahan Pelatihan. Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. Jakarta: Kemendiknas.
Kartadinata, Sunaryo. (2000). Pendidikan Untuk Pengembangan Sumberdaya Manusia Bermutu Memasuki Abad XXI, Implikasi Bimbingannya. Bandung: FIP UPI.
Koesoema, Doni. (2007). Pendidikan Karakter, Strategi Mendidik Anak di Zaman Global. Jakarta: Grasindo.
Kohlberg, Lawrence. (1991). Tahap Perkembangan Moral. Yogyakarta: Kanisius.
Kolb. (1984). Experiential Learning: Experience as the Source of Learning and Development. New Jersey: Prentice Hall.
Lickona, Thomas. (1991). Education for Character, How Our School Can Teach Respect and Responsibility. New York: Bantam Books.
Lwin, May dan kawan-kawan, (2003). How to Multiply Your Child’s Intelligence. Alih Bahasa. (2007). Cara Mengembangkan berbagai Komponen Kecerdasan. Yogyakarta: Indeks.
Makmun, Abin Syamsyudin.(2003). Psikologi Kependidikan : Perangkat Sistem Pengajaran Modul. Bandung:Rosda.
Megawangi, Ratna. (2004). Pendidikan Karakter. Solusi yang Tepat Membangun Bangsa. Bogor: Indonesia Heritage Fondation.
NN, (2009). Tawuran Antara Pelajar DKI Jakarta. (Online) Tersedia: http://tawuran-kelompokbsi.blogspot.com. [7 Juli 2011].
NN. (2010). Penelitian Mengenai Kekerasan di Sekolah (2008). (Online) Tersedia: http://sejiwa.org/penelitian-mengenai-kekerasan-di-sekolah-2008/. [7 Juni 20120]. NN. (2010). 32 Persen Remaja Indonesia Pernah Berhubungan Seks. (Online) Tersedia:
http:// metrotvnews.com/index.php/metromain/newsvideo/2010/05/17/105501/32-Persen-Remaja-Indonesia-Pernah-Berhubungan-Seks. [7 Juni 2012]
NN. (2010). BKKBN: 51 Persen Remaja Jabodetabek Tidak Perawan. (Online) Tersedia: http://www.antaranews.com/berita/1290923462/bkkbn-51-persen-remaja-jabodetabek-tidak-perawan. [7 Juni 2012].
NN. (2011). 65 Persen Siswa di Ciawi, Bogor Pernah Berhubungan Seks. (Online). Tersedia: ttp://news.okezone.com/read/2011/11/03/338/524380/65-persen-siswa-di-ciawi-bogor-pernah-berhubungan-seks. [7 Juni 2012].
NN. (...). Experiential Leraning. (Online). Tersedia:
http://www.Psychology.wiki.com/wiki/experiential learning. [10 Juli 2012].
Natawidjaya, Rochman. (1987). Pendekatan-Pendekatan Dalam Penyuluhan Kelompok I. Bandung: Diponegoro.
Nazir, Moh., (2005). Metode Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia.
Nurgiantoro, dkk. 2002. Statistik Terapan untuk Penelitian Ilmu-ilmu Sosial. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Nurhayati. (1998). Program Layanan Bimbingan dan Konseling Kesehatan Seksual Remaja. Skripsi FIP UPI Bandung: tidak diterbitkan.
Nurihsan, A. Juntika. (2002). Pengantara Bimbingan dan Konseling. Bandung: PPB FIB dan UPC LBK UPI.
Nurihsan, A, Juntika dan A. Sudianto. (2005). Manajemen Bimbingan dan Konseling di SMA Kurikulum 2004. Jakarta: PT. Gramedia.
Oxford University Press. (2006). Concis Oxford English Dictonary. New York: Oxford University Press. Inc.
Park, Nansook.(2009). Bulding Strengths of Character: Keys to Positive Youth Development. Jurnal of Reclaiming Children and Youth.18 (2), 42-47.
Peterson, C , & Seligman, M. E. P. (2004). Character strengths and virtues: A Handbook and Classification. New York: Oxford University Press
Prayitno, dkk. (1997). Pelayanan Bimbingan dan Konseling di SMP. Jakarta: PT. Ikrar Mandiriabadi.
Prayitno. (1987). Profesionalisasi Konseling dan Pendidikan Konselor. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Puluhulawa, Meiske. (2012). Program Bimbingan untuk Meningkatkan Kecerdasan Sosial Siswa SD. Studi Pengembangan Program Bimbingan di Kelas Tinggi (IV-V) SD Lab UNG.Tesis Program Studi Bimbingan dan Konseling SPS UPI Bandung: tidak diterbitkan.
Rahman, Fathur. (tt). Pendidikan Profesi Guru Bimbingan Dan Konseling/Konselor (PPGBK). Modul Ajar Pengembangan dan Evaluasi Program BK. Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Yogyakarta: tidak diterbitkan.
Ridwan. (2004). Penanganan Efektif Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Samani, Muchlas dan Hariyanto. (2011). Pendidikan Karakter. Bandung: Rasda.
Santrock, John W. (2007). “Child Development, elevent edition” (terjemahan). Perkembangan Anaka, edisi ke tujuh, jilid dua. Jakarta: Erlangga.
Sasongko. Luddy Bambang. 2004. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Pada Materi Relasi dan Grafik di Kelas 2 SMP. Tesis Magister SPS UNESA Surabaya: tidak diterbitkan.
Sarwono, Sarlito Wirawan. (2005). Psikologi Remaja. Jakarta: PT. Raja Grafindo.
Sedanayasa. (2010). “Model Bimbingan Sosial Kolaboratif Berbasis Multi-kultur untuk Peningembangan Kohesivitas Sosial SMP”. Jurnal Bimbingan dan Konseling. Edisi April 2010. Malang: Program Studi Bimbingan dan Konseling FIP Universitas Negeri Malang dan ABKIN, 96-103
Sternberg, RJ. (Ed.) (2000), Intelligen Handbook, 2nd ed.
Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan, Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta.
Suherman AS, Uman. (2007). Manajemen Bimbingan dan Konseling. Bandung: Madani Production.
Suherman dan Dadang Sudrajat. (1998). Evaluasi dan Pengembangan Porogram Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Bandung: PPB FIP IPI
Sumanto. 1990. Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan. Yogyakarta: Andi Offset. Supraktiknya, A. (2011). Merancang Program dan Modul Psikoedukasi. Yogyakarta:
Penerbit Universitas Sanata Dharma.
Suparno,dkk.(2002).Pendidikan Budi Pekerti di Sekolah.Yogyakarta: Kanisius. Surya, M. (2003). Psikologi Konseling. Bandung:Pustaka Bani Qurasy.
Syamsudin, Abin. ((2009). Psikologi Kependidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
UNESCO Principal Regional Office for Asia and the Pacific. (1998). Learning to Live Together in Peace and Harmony, Values Education for Peace, Human Right, Democracy and Substainable Development for The Asia Fasific Education. Bangkok: UNESCO Principal Regional Office for Asia and the Pacific.
Yus, Anita.(2008).Pengembangan Karakter Melalui Hubungan Anak-Kakek-Nenek. Tinjauan Beberapa Aspek Character Building.Yogyakarta: Kerjasama Lembaga Penelitian Unversitas Negeri Yogyakarta dan Tiara Wacana.
Yusuf, Syamsu, & Juntika Nurihsan, (2009). Landasan Bimbingan dan Konseling. Bandung: Program Pascasarjana UPI dan Rosda.
Yusuf, Syamsu.(2009). Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah (SLTP dan SLTA). Bandung: Rizqi Press.