• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

B. Rekomendasi

Berdasarkan hasil penelitian, penulis merekomendasikan beberapa hal yang berkaitan dengan pembelajaran sejarah berbasis multikultural dalam mengembangkan nilai-nilai nasionalisme siswa etnik Tionghoa. Rekomendasi ini disampaikan kepada berbagai pihak yang memiliki kontribusi kuat terhadap pembelajaran sejarah. Adapun beberapa rekomendasi yang peneliti sampaikan, sebagai berikut :

1. Kepada guru sejarah di lapangan diharapkan dapat menjalankan fungsinya sebagai

Adela Siahaan, 2014

Pembelajaran sejarah berbasis multikultural dalam mengembangkan nilai-nilai nasionalisme siswa etnik Tionghoa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

pembelajaran sejarah berbasis multikultural dengan meningkatkan kemampuan profesionalnya sebagai guru guna menanamkan prinsip-prinsip multikulturalisme melalui keteladanan perilaku sebagai upaya penyebaran semangat hidup saling menghargai dan menghormati keanekaragaman budaya yang berbeda sekaligus dapat hidup berdampingan secara damai dengan cara menyajikan pokok-pokok bahasan sejarah yang kontekstual dengan kehidupan sehari-hari siswa sehingga dengan model pembelajaran tersebut dalam pendidikan sejarah berbasis multikultural dapat lebih mengembangkan nilai-nilai nasionalisme yang terdapat dalam diri siswa etnik Tionghoa.

2. Pihak sekolah, dalam hal ini kepala sekolah diharapkan dapat selalu memotivasi dan memberikan kesempatan kepada guru untuk mengembangkan potensinya dalam melaksanakan pembelajaran. Selain itu juga, kepala sekolah sebagai pimpinan sekaligus manager di sekolah harus mendorong pengembangan pendidikan nilai seluas-luasnya. Dalam proses pembelajaran sejarah, kepala sekolah juga diharapkan memberikan kesempatan kepada guru untuk melaksanakan penyampaian pendidikan nilai guna mengembangkan nilai-nilai yang ada pada diri siswa, termasuk nilai-nilai multikultural dan nasionalisme.

3. Kepada para pengambil kebijakan dalam bidang pendidikan, terutama para pengembang kurikulum sejarah dalam pendidikan nasional direkomendasikan untuk menciptakan kemerataan dalam penulisan materi sejarah yang dengan mewakilkan berbagai etnik, agama, dan budaya, khususnya keterwakilan etnik Tionghoa baik itu dalam tokoh maupun peristiwa sejarah yang tentunya hal tersebut disemangati oleh prinsip multikulturalisme sehingga terjadinya pengembangan nilai-nilai nasionalisme dari siswa etnik Tionghoa.

Adela Siahaan, 2014

Pembelajaran sejarah berbasis multikultural dalam mengembangkan nilai-nilai nasionalisme siswa etnik Tionghoa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

4. Kepada siswa SMA St. Angela Kota Bandung baik itu etnik Tionghoa ataupun etnik lainnya yang adalah generasi penerus bangsa, penulis sarankan agar terus mengembangkan nasionalisme dengan memberdayakan segenap kemampuan dan kreatifitas yang dimiliki melalui pembelajaran sejarah berbasis multikultural. Selain itu diharapkan agar para siswa lebih toleran serta mau bekerjasama dengan tidak membeda-bedakan latar belakang yang masing-masing mereka miliki, baik itu perbedaan status sosial, etnik, jenis kelamin, maupun bahasa dan agama yang dianut. 5. Kepada peneliti selanjutnya yang tertarik dengan permasalahan tersebut direkomendasikan untuk secara spesifik mengkaji dan menelaah masalah-masalah mengenai pembelajaran sejarah berbasis multikultural yang dilakukan oleh guru sejarah guna memberikan rangsangan kepada para guru untuk mencoba mengimplementasikan pembelajaran sejarah berbasis multikultural dalam menjawab tantangan pendidikan sekarang ini dengan melihat kondisi multikulturalnya bangsa Indonesia sehingga diharapkan dapat membangun aktivitas dan kreativitas siswa dalam mengembangankan nilai nasionalisme.

Adela Siahaan, 2014

Pembelajaran sejarah berbasis multikultural dalam mengembangkan nilai-nilai nasionalisme siswa etnik Tionghoa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Baqir Zein. (2000). Etnis Tionghoa dalam Potret Pembauran di Indonesia. Jakarta: Prestasi Insan Indonesia.

Ahmad Rohani,H.M dan Abu Ahmadi. (1995). Pengelolaan Pengajaran. Jakarta : Rineka Cipta.

Alfian, Magdalia. (2007). “Pendidikan Sejarah dan Permasalahan yang Dihadapi.

Makalah Disajikan dalam Seminar Nasional Ikatan Himpunan Mahasiswa

Sejarah Se-Indonesia (IKAHIMSI), Semarang 16 April 2007

Ali Muhammad .Ali. H, Drs. (1996). Guru Dalam proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar baru Algensindo.

Aly, A. (2005). “Pendidikan Multikultural dalam Tinjauan Pedagogik”. Makalah yang dipresentasikan pada Seminar Pendidikan Multikultural sebagai Seni Mengelola Keberagaman, yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial (PSB-PS) Universitas Muhammadiyah Surakarta, Sabtu, 8 Januari 2005.

Arikunto, S. (1987). Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktis. Jakarta : Rineka Cipta.

Atmaadi, A dan Setiyaningsih, Y. (2000). Transformasi Pendidikan Memasuki

Milennium Ketiga. Yogyakarta : Penerbit Universitas Sanata Dharma.

Ballantine, J.H. (1985). Schools and Society, A Reader in Education and Sociology. California: Mayfield

Banks, J. A & Banks, C. A. M. (Eds). (1995). Handbook of Research on

Multicultural Education. New York : MacMillan.

Blank, T. & Schmidt, P. (2003). National Identity in a United Germany : Nationalism

or Patriotism? An Empirical Test With Representative Data. Journal of

Adela Siahaan, 2014

Pembelajaran sejarah berbasis multikultural dalam mengembangkan nilai-nilai nasionalisme siswa etnik Tionghoa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Blum, L. A. (2001). “Antirasisme, Multikulturalisme, dan Komunitas Antar-Ras: Tiga Nilai yang Bersifat Mendidik bagi Sebuah Masyarakat Multikultural”.

Dalam May, Larry, Shari Collins-Chobanian, and Kai Wong (Eds). Etika

Terapan I : Sebuah Pendekatan Multikultural. Terjemahan oleh Sinta

Carolina dan Dadang Rusbiantoro. Yogyakarta : PT. Tiara Wacana.

Bogdan, R. C & Biklen, S. K. (1990). Riset Kualitatif untuk Pendidikan : Pengantar

ke Teori dan Metode. Alih bahasa oleh Munandir dari judul Qualitative

Research for Education: An Introduction to Theory and Methods. Jakarta : PAU PPAI Universitas Terbuka.

_________________________ (1992). Qualitative Research for Education: An

Introduction to Theory and Methods. Boston : Allyn and Bacon Brennan G

dan Lomasky, L (1993). Democracy and Decision: The Pure Theory of

Electoral Politic, Cambridge : Cambridge University Press.

Creel, H.G. (1989). Alam Pikiran Tionghoa (sejak Confucius sampai Mao Zedong). Yogyakarta : PT. Tiara Wacana Yogya.

Cresswell, J.W. (1994). Qualitative Inquiry and Research Design :Choosing Among

Five Traditions. London : SAGE Publication.

_____________ (2010). Research Desain : Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan

Mixed. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Djoko Suryo. (2005). “Paradigma sejarah di Indonesia dan kurikulum sejarah”, dalam

makalah seminar nasional dan temu alumni program studi pendidikan sejarah

Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta. Surakarta: PPS UNS.

Faisal, I. (1992). Format-format Penenlitian Sosial (Dasar-Dasar dan Aplikasi). Jakarta : Rajawali Pers.

Goetz, J. P & LeCompte, M. D. (1984). Ethnography and Qualitative Design in

Adela Siahaan, 2014

Pembelajaran sejarah berbasis multikultural dalam mengembangkan nilai-nilai nasionalisme siswa etnik Tionghoa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Gollnick, D. & Chin, P. (1998). Multicultural Education in Plural Society. Columbus: Merril.

Gunning, Denis. B. (1978). The Teaching Of history. London: Cromm Helm.

Habermas, J. (1996). Appendix II: Citizenship and National Identity. William Rehg, MIT Press.

Hasan, Said Hamid. (2012). Pendidikan Sejarah Indonesia. Bandung : Rizqi.

Hidajat, Z.M Drs. (1993). Masyarakat dan Kebudayaan Tionghoa Indonesia. Bandung : Tarsito.

Ismaun. 2001. Jurnal Historia IV. Bandung : Jurusan Pendidikan Sejarah UPI.

Jarolimek, J. and Parker, W.C. (1993). Social Studies in Elementary Education. New York: MacMillan Publishing Company.

Joni, Raka. (1980). Teori Mengajar dan Psikologi Belajar. Majalah Dep. P dan K No. 3 Thn. II

Kohn, Hans. (1984). Nasionalisme Arti dan Sejarahnya. Jakarta : Erlangga bekerjasama dengan PT. Pembangunan

Kong Yuanzhi. (2005). Silang Budaya Tiongkok-Indonesia. Jakarta: Bhuana Ilmu Populer.

Kwartanada, Didi. (1996). “Minoritas Tionghoa dan Fasisme Jepang: Jawa, 1942 – 1945 dalam (tanpa nama editor) Pengusaha Ekonomi dan Siasat Pengusaha Tionghoa. Yogyakarta: Kanisius.

Kymlicka, W. (1997). States, Nations, and Cultures. Ottawa Canada: Van Gorcum.

Leichter, H.J. (1979). Families and Communities as Educators. New York ; Teacher College Press.

Adela Siahaan, 2014

Pembelajaran sejarah berbasis multikultural dalam mengembangkan nilai-nilai nasionalisme siswa etnik Tionghoa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Lincoln, Y.S & Guba, E.G. (1985). Naturalistic Inquiry. Baverly Hills : Sage Publications.

Lubis, Zubaedi. (2011). Evaluasi Pendidikan Nilai. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Moleong, J.L. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : PT Rosdakarya

Miles, Matthew B dan A. Michael Huberman. (2007). Analisis Data Kualitatif: Buku

Sumber tentang Metode-Metode baru. Jakarta : Universitas Indonesia Press.

Mudhofir. (1992). Prinsip-prinsip Pengelolaan Pusat Sumber belajar. Bandung: Remaja Rosdakarya

Mulyana, D. (2002). Metodologi Penelitian Kualitatif: Paradigma Baru Ilmu

Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.

Mulyana, Agus. (2012). “Nasionalisme dan Militerisme ; Ideologisasi Historiografi pada Buku Teks Pelajaran Sejarah Nasional Indonesia untuk SMA (Laporan Penelitian)”. Bandung : Universitas Pendidikan Indonesia.

Mutakin. (2006). Individu, Masyarakat, dan Perubahan Sosial. Bandung : FIS UPI

Mus S. Radjilun. (2011). “Implementasi Pembelajaran Berbasis Biografis ; Nilai- Nilai Kejuangan Sultan Babullah dalam Membangun Patriotisme dan Nasionalisme Siswa (studi Inquiri kualitatif Pembelajaran IPS Sejarah di SMA Negeri 3 Ternate)”. Tesis UPI prodi pendidikan IPS : Bandung.

Nasution, S. (1996). Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Bandung : Tarsito.

O’neal, W.F. (2002). Ideologi-ideologi Pendidikan (Peterjemah: Naomi, O. I., dari

Educational Ideologies: Contemporary Expressions of Educational Philosophis) Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Patton, Michael Quinn. (2009). Metode Evaluasi Kualitatif. How To Use Qualitatif

Methods in Evaluation. Yogyakarta : Pustaka pelajar.

Adela Siahaan, 2014

Pembelajaran sejarah berbasis multikultural dalam mengembangkan nilai-nilai nasionalisme siswa etnik Tionghoa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Purcell, Victor. (1980). The Chinese in Southeast Asia (edisi kedua, cetak ulang). Kuala Lumpur : Oxford University Press.

Purwanto, B. (2006). Gagalnya Historiografi Indonesiasentris?!. Yogyakarta: Ombak

Redding, S Gordon. (2002). Jiwa Kapitalisme Tionghoa (terjemahan). Jakarta: Abdi Tandur.

Rekomendasi Rapat Kerja Nasional Sejarah. (2006). Surabaya: Departemen Kebudayaan dan Pariwisata.

Robert K. Yin. (1996). Studi Kasus (Desain dan Metode). Jakarta : PT. RajaGrafindo Persada.

Sardiman, A.M. (2000). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta : Rajawali

Sapriya. (2006). “Warganegara dan Teori Kewarganegaraan”. Dalam Budimansyah,

Dasim dan Syaifullah Syam (Ed). Pendidikan Nilai Moral dalam Dimensi

Kewarganegaraan : Menyambut 70 Tahun Prof. Drs. H. A. Kosasih Djahiri.

Bandung : Lab. Pkn FPIPS UPI.

Saripudin, Didin. (2008). Masyarakat dan Pendidikan. Malaysia. Yayasan Istana Abdulaziz.

Sartono, Kartodirdjo. (1989). “Fungsi Pengajaran Sejarah dalam Pembangunan

Nasional”, dalam Historika. Surakarta UNS.

Sjamsuddin, Helius. (2002). “Rusuh di Bandung : Peristiwa 5 Agustus 1973” dalam

Liputan Media Massa. HISTORIA, Tahun 2002 No.6 Vol. III. Bandung :

Universitas Pendidikan Indonesia.

Siburian, Robert. (1999). “Eksodus Etnis Tionghoa" dalam harian Suara Bangsa.

Smith, Anthony, D. (1992) “Toward a Global Culture” dalam Featherstone (ed) Global Culture, 18.1.

Adela Siahaan, 2014

Pembelajaran sejarah berbasis multikultural dalam mengembangkan nilai-nilai nasionalisme siswa etnik Tionghoa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Smith, M.G. (1965) The Plural Society in the British West Indies, Berkeley : University of California Press.

Sudjana, N. (2001). Teknologi Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Sudjana, N. dan Rivai, A. (1989). Teknologi Pengajaran. Bandung: Sinar Baru.

Sugiyono. (2006). Metode Pendidikan Kualitatif, Kualitatif R & D. Bandung: Alfabeta.

Suhaida, Dada. (2010). “Orientasi Politik Masyarakat Etnik Tionghoa Kota Pontianak Dalam Pengauatan Komitmen Kebangsaan (Studi Kasus di Masyarakat Etnik Tionghoa kota Pontianak Kalimantan Barat)”. Tesis PPS

UPI Bandung : Tidak diterbitkan.

Sulistyo, D. B. 2007. Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

pada pembelajaran IPS Sejarah di SMP Negeri 21 Semarang Tahun Ajaran 2006/2007. Universitas Negeri Semarang : Fakultas Ilmu Sosial Jurusan

Sejarah. Online, tersedia :

http://digilib.unnes.ac.id//gsdl/collect/skripsi/archives/HASHd5e0.dir/doc.pdf Supardan, D. (2007). Pengantar Ilmu Sosial – Sebuah Kajian Pendekatan Struktural.

Jakarta : Bumi Aksara.

__________. (2004). “Pembelajaran Kesadaran Sejarah berbasis Pendekatan Multikultural dan Perspektif Sejarah Lokal, Nasional, Global, dalam Integrasi Bangsa”. Disertasi PPS UPI Bandung : Tidak diterbitkan.

Sumaatmadja. (1984). Metodologi Pengajaran IPS. Bandung. Alumni.

Supriatna, Nana. (2007). “Mengembangkan Pertanyaan Kritis Model Ways of Knowing Habermas dalam Pembelajaran Sejarah”. Makalah disajikan dalam seminar Konstruksi Pembelajaran Sejarah Kritis Himas di UPI.

Adela Siahaan, 2014

Pembelajaran sejarah berbasis multikultural dalam mengembangkan nilai-nilai nasionalisme siswa etnik Tionghoa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

_____________. (2010). Critical Theory dalam Strategi Pembelajaran Sejarah

(Konstruksi Korelasi Antara Topik, Konsep, Pertanyaan Kritis dan Masalah Kontemporer). Buku Materi Pokok : Pendidikan Sejarah Bandung.

Suryadinata, Leo. (1984). Dilema Minoritas Tionghoa. Jakarta : PT. Grafiti Pers.

_____________. (1999). Etnis Tionghoa dan Pembangunan Bangsa. Jakarta: LP3ES.

_____________. (2010). Etnis Tionghoa dan Nasionalisme Indonesia (sebuah bungai

rampai 1965-2008). Jakarta : Kompas Media Nusantara

_____________. (2002). Pemikiran Politik Etnis Tionghoa Indonesia 1900-2002. Jakarta : INTI dan LP3ES.

Sutardhi, S.D. (1981). Pemanfaatan Alam Sekitar sebagai Sumber Belajar Anak:

Analisis Pendidikan. Jakarta: Depdikbud Tahun II

Takashi Shiraishi. (2005). Zaman Bergerak: Radikalisme Rakyat di Jawa 1912-1926. Jakarta : Pustaka Utama Grafiti.

Tim Redaksi Fokus Media. UNDANG-UNDANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL

(No. 20 TAHUN 2003). Fokus Media, Bandung : 2003.

Widja, I Gde. (1989). Dasar-dasar Pengembangan Strategi dan Metode Pengajaran

Sejarah. Jakarta: Depdikbud.

Wijaya, C. dkk. (1988). Upaya Pembaharuan dalam Pendidikan dan Pengajaran. Bandung: CV. Remaja Karya.

Widjayanto, H. (2008). Memahami nasionalisme. Artikel. Dipublikasikan diinternet : http//jeremiasjena.wordpress.com

Winataputra. U.S. (2001). “Jatidiri Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Wahana Sistemik Pendidikan Demokrasi : Suatu Kajian Konseptual dalam Konteks Pendidikan IPS”. Disertasi PPS UPI Bandung : tidak diterbitkan.

Adela Siahaan, 2014

Pembelajaran sejarah berbasis multikultural dalam mengembangkan nilai-nilai nasionalisme siswa etnik Tionghoa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Wiriaatmadja. Rochiati. (1992). “Peranan pengajaran Sejarah Nasional Indonesia dalam Pembentukan Identitas Nasional”. Disertasi PPS IKIP Bandung :

Tidak Diterbitkan.

___________________. (2002) Pendidikan sejarah, Sikap Kebangsaan, Identitas

Nasional, Sejarah Lokal, Masyarakat Multikultural. Bandung: Historia

Utama Press.

___________________. (2008) “Paradigm Shift” dalam Kajian Teoritik Faham Nasionalisme, dalam Nana Supriatna dan Erlina Wiyanarti, ed.. Sejarah

dalam Keberagaman. Bandung: Jurusan Pendidikan Sejarah FPIPS-UPI.

Referensi Internet :

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/30248/4/Chapter%20I.pdf (diakses pada 22 mei 2013)

http://vegitya.unsri.ac.id/index.php/menu/26 (diakses pada 22 mei 2013)

http://kakarisah.wordpress.com/2010/03/09/perkembangan-etnis-tionghoa-di- indonesia-dari-masa-ke-masa/ (diakses pada 22 mei 2013)

http://repository.upi.edu/operator/upload/s_sej_0605773_chapter1.pdf (diakses pada 22 mei 2013)

http://karya-ilmiah.um.ac.id/index.php/sejarah/article/view/16265 (diakses pada 22 mei 2013)

http://web.budaya-tionghoa.net/tokoh-a-diaspora/sejarah-tionghoa/694-perilaku- ekonimi-etnis-Tionghoa-di-indonesia-sejak-tahun-1930-an (diakses pada 22 mei 2013)

http://digilib.sunan-ampel.ac.id/files/disk1/175/jiptiain--dwimariaul-8744-5-babii.pdf (diakses pada 22 mei 2013)

http://repository.usu.ac.id/password-

login;jsessionid=41CAC1211CB46629279D3C0CC2AF5E0D (diakses pada 10 Juni 2013)

Adela Siahaan, 2014

Pembelajaran sejarah berbasis multikultural dalam mengembangkan nilai-nilai nasionalisme siswa etnik Tionghoa

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

http://www.duniaguru.com (diakses pada 22 mei 2013)

http://siswodwimartanto.blogspot.com/2010/04/sasaran-dan-tujuan-pembelajaran- sejarah.html (diakses pada 27 Oktober 2013)

http://www.antaranews.com/berita/425081/keppres-penggantian-istilah-china- menjadi-tionghoa-ditandatangani (diakses pada 12 Juni 2014)

Dokumen terkait