• Tidak ada hasil yang ditemukan

REKOMENDASI MUKTAMAR XVII IKATAN PELAJAR MUHAMMADIYAH

A. KEPADA PIMPINAN PUSAT IPM

1. Segera menata ulang waktu permusyawaratan IPM (Pimpinan Pusat, Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Daerah) agar kebijakan yang sudah diputuskan di Muktamar IPM dapat terdistribusikan sampai ke tingkat Pimpinan Ranting IPM dalam waktu 2 tahun (1 Periode).

2. Mendistribusikan Sistem Perkaderan IPM (SPI) sampai ke tingkat Pimpinan Daerah IPM dalam waktu 2 tahun (1 periode)

3. Menata ulang model penyusunan program dengan metode strategic planning agar program IPM dapat diukur secara jelas keberhasilannya dan mensosialisasikannya sampai tingkat PD IPM dalam waktu 2 tahun (1 periode)

4. Mengadakan pendampingan dan pengaktifan bagi Pimpinan Wilayah IPM yang kurang aktif atau mati dalam waktu 4 tahun (2 periode)

5. Mendistribusikan Panduan Administrasi dan keuangan sampai ke Pimpinan Daerah IPM dalam waktu 1 tahun.

6. Menata ulang model pendataan anggota IPM (KTA IPM) menjadi terpusat dari PR-IPM sampai PP IPM.

7. Menata ulang manajemen media milik PP IPM agar lebih professional, seperti Majalah Kuntum

dan Website IPM agar dapat diakses dan dimanfaatkan seluas – luasnya untuk kepentingan IPM.

8. Respon terhadap isu equal access seperti gender dan difabel (different ability)

9. Membangun mitra dan jaringan ke semua pihak untuk eksistensi IPM secara nasional

10. Respon terhadap isu pendidikan, globalisasi, kapitalisme, dan neo liberalisme

11. Mendorong Kebijakan – kebijakan Pemerintah dan Muhammadiyah yang membela kepentingan pelajar

12. Menentukan tuan Rumah Konpiwil IPM tahun 2011 dan Muktamar IPM ke 18 pada Muktamar IPM ke – 17.

13. Mengawal secara serius rekomendasi Muktamar IPM ke-17 dan menyampaikannya kepada pihak-pihak yang berkepentingan dalam waktu 2 tahun. 14. Ber- Akhlaq mulia sebagai contoh central bagi

kader IPM dibawahnya

15. Ikut mensosialisasikan Keputusan dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

16. Ikut berpartisipasi dalam mengadvokasi anggaran IPM Ranting di Sekolah – sekolah Muhammadiyah melalui Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah.

17. Respon terhadap isu gerakan

trans-nasional (gerakan agama intertrans-nasional yang mengedepankan jalur kekerasan dalam mencapai tujuannya) yang menggunakan pelajar sebagai objek untuk melakukan kekerasan atas nama agama Islam.

18. Sosialisasi janji kader di seluruh level IPM

Yogyakarta dan Jakarta.

20. Mendesak PP IPM khususnya bidang KDI untuk menyelesaikan buku al-islam.

21. Mentanfidzkan hasil muktamar selambat-lambatnya 1 bulan setelah muktamar.

B. KEPADA PP MUHAMMADIYAH

1. Pogram beasiswa bagi kader IPM yang aktif dan berprestasi

2. Menentukan Pembina IPM di Ranting Sekolah Muhammadiyah yang berasal dari alumni IPM atau kader Angkatan Muda Mushammadiyah 3. Mengetatkan kembali proses pembuatan KTAM

di tubuh persyarikatan

4. Menjaga jarak terhadap semua partai politik dan ormas yang berafiliasi kepada partai politik. 5. Mengawal bersama PP IPM tentang kebijakan

Iuran Anggota dan Uang Pangkal di Sekolah Muhammadiyah sampai PD IPM se-Indonesia 6. Memberikan akses seluas-luasnya kepada

Angkatan Muda Muhammadiyah untuk masuk dalam kepemimpinan Muhammadiyah dan Amal Usaha .

7. Mendesak kepada Muhammadiyah khususnya majelis dikdasmen agar kepala sekolah Muhammadiyah dan amal usaha Muhammadiyah adalah orang muhammadiyah dan peduli terhadap IPM

8. Mendesak pada pengurus muhammadiyah dari tingkat PP sampai PR untuk mengarahkan putra-putrinya ke dalam IPM

C. KEPADA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA

1. Menghapus Ujian Nasional (UN) serta

memperjuangkan persamaan kesempatan dalam dunia pendidikan (Equal Access, Difabel).

2. Menghimbau kepada pemerintah untuk menindak aparat-apartanya dari praktek Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

3. Menghimbau Pemerintah khususnya Menkonimfo dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk memberikan regulasi yang tegas tentang media di Indonesia.

4. Menghimbau kepada Pemerintah untuk berperan aktif dalam isu global warming.

5. Mendesak pemerintah untuk meningkatkan mutu, kualitas, serta sarana dan prasarana pendidikan di Indonesia.

6. Meratifikasi Konvensi International tentang pengendalian tembakau.

7. Mendorong kepada pemerintah untuk segera meratifikasi Konvenan Internasional tentang Buruh Migran dan Difabel yaitu :

a. Internasional convention on the protection of the rights of all migrant workers and members of their families(artinya)

b. Convention on the right of person with disabilities (artinya)

8. Berperan lebih aktif lagi dalam melakukan pencegahan bencana alam

D. KEPADA DUNIA INTERNASIONAL

1. Mendorong penghentian ketegangan dan

2. Mendorong penghentian kekerasan pada TKI Indonesia yang ada di Malaysia, Saudi Arabia dan Negara – Negara tujuan TKI

3. Mendorong kebijakan internasional tentang Penyelamatan Lingkungan (Global Warming) 4. Mendorong kebijakan yang berpihak kepada

buruh migrant yang terdapat di perusahaan multi- internasional dan Negara – Negara maju seperti Amerika Serikat, Finlandia, dan lain – lain 5. Mendorong kebijakan bersama untuk lebih

memperhatikan kasus - kasus Trafficking dan kesepakatan mengenai MDG’s (Millennium

Development Goals)1

6. Mendorong kebijakan bersama demi terjadinya perdamaian di negara Palestina, dan negara lain yang rentan terhadap konflik antar etnis dan kelompok tertentu.

1 Sasaran Pembangunan Millennium (bahasa Inggris : Millennium Development Goals atau disingkat dalam bahasa Inggris MDGs) adalah delapan tujuan yang diupayakan untuk dicapai pada tahun 2015 merupakan tantangan tantangan utama dalam pembangunan diseluruh dunia. Tantangan-tantangan ini sendiri diambil dari se-luruh tindakan dan target yang dijabarkan dalam Deklarasi

Milen-ium yang diadopsi oleh 189 negara dan ditandatangani oleh 147 ke-pala pemerintahan dan keke-pala negara pada saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Milenium di New York pada bulan September 2000

Pada September 2000, Pemerintah Indonesia, bersama-sama dengan 189 negara lain, berkumpul untuk menghadiri Pertemuan Puncak Milenium di New York dan menandatangani Deklarasi Mile-nium. Deklarasi berisi sebagai komitmen negara masing-masing dan komunitas internasional untuk mencapai 8 buah sasaran pembangu-nan dalam Milenium ini (MDG), sebagai satu paket tujuan terukur untuk pembangunan dan pengentasan kemiskinan. Penandatanga-nan deklarasi ini merupakan komitmen dari pemimpin-pemimpin dunia untuk mengurangi lebih dari separuh orang-orang yang menderita akibat kelaparan, menjamin semua anak untuk meny-elesaikan pendidikan dasarnya, mengentaskan kesenjangan jender pada semua tingkat pendidikan, mengurangi kematian anak balita hingga 2/3 , dan mengurangi hingga separuh jumlah orang yang

LAGU-LAGU IPM

Dokumen terkait