Bab 3 Penutup 3.1 Kesimpulan
3.2 Rekomendasi Umum
Berdasarkan hasil dan proses selama penelitian, hal-hal yang dapat disarankan adalah sebagai berikut:
1. Pemerintah Provinsi Jawa Barat seharusnya mengacu pada PP No. 79/2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Dalam peraturan tersebut disebutkan bahwa pengawasan ditujukan untuk menjamin pembangunan berjalan efisien, efektif dan sesuai dengan rencana. Saat ini dalam Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat tidak dicantumkan seluruh target tahunan dalam indikator yang digunakan. Kondisi ini bersifat paradoksal, mengingat pengawasan pelaksanaan pembangunan mencakup pengawasan terhadap capaian target setiap tahun.
2. Dalam rangka mewujudkan pemerintahan yang bersih (clean government), Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat menjadikan kriteria paradigma transparansi, partisipasi dan akuntabilitas sebagai kerangka acuan dalam membuat strategi pembangunan pada dokumen RPJMD. Dalam konteks ini kriteria-kriteria tersebut dapat dikembangkan sesuai dengan kondis dan permasalahan di suatu daerah.
3. Perlu dibuat peraturan (UU, PP, Kempen, Perda, dll) yang menjelaskan secata spesifik mengenai kriteria informasi terkait capaian pembangunan (indikator) seperti apa saja yang harus disampaikan ke masyarakat.
pemerintah serta merangsang masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam pembangunan. Sebagai gambaran pemerintah dapat membuat sistem E-budgeting dalam penganggaran.
5. Di Provinsi Jawa Barat terdapat banyak perguruan tinggi baik swasta maupun negeri dengan reputasi terbaik di tingkat nasional. Dengan begitu pemerintah Provinsi Jawa Barat harus dapat memanfaatkan keunggulan kompetitif ini dengan meningkatkan intensitas kerjasama dalam segala bidang demi terciptanya open governance yang bermuara pada terwujudnya keberhasilan pembangunan yang dicita-citakan.
Daftar Pustaka
Ahimsa, Putra., (2009) : Paradimga Ilmu Sosial Budaya, Sebuah Pandangan. Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gajah Mada.
International Governance Team., (2011) : Accountability, Quality and Equity in Public Service Provision. ActionAid.
Krina, Loina Lalolo., (2003) : Indikator dan Alat Ukur Prinsip Akuntabilitas, Transparansi dan partisipasi. Sekertariat Good Public Governance, Bappenas.
Open Government Indonesia., (2013) : Laporan Implementasi Gerakan OGI 2013. Open Government Partnership.
Partowidagdo, Widjajono., (2004) : Mengenal Pembangunan dan Analisis Kebijakan. Penerbit Penerbit Program Pasca Sarjana Studi Pembangunan ITB, Bandung.
Sasmojo, Saswinadi., (2004) : Sains, Teknologi, Masyarakat dan Pembangunan. Penerbit Program Pasca Sarjana Studi Pembangunan ITB, Bandung.
Tahir, Arifin., (2011) : Kebijakan Publik dan Transparansi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Penerbit PT. Pustaka Indonesia Press.
Todaro, Michael P., Smith, Stephen C. (2005) : Pembangunan Ekonomi, Edisi Kesembilan. Penerbit Erlangga.
Peraturan Perundang Undangan
Bappeda. RPJMD Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013. Bappeda. RPJPD Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013.
Bappeda. LKPJ Gubernur Provinsi Jawa Barat Tahun 2012 (Akhir periode)
Permendagri No. 54/2010 tentang Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, Dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.
PP No. 8/2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Perencanaan Pembangunan Daerah.
PP No. 3/2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah Kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Masyarakat.
Website
http://www.antarajawabarat.com/lihat/berita/45210/banggar-dprd-dpa-pemprov-jabar-sulit-diakses (diakses tanggal 25/2/2015, pukul 21.00)
http://zzz.klik-galamedia.com/2014-09-29/pemerintah-masih-alergi (diakses tanggal 25/2/2015, pukul 21.15)
http://www.tokohindonesia.com/lintas-berita/artikel/50230/pejabat-pemprov-jabar-tersangka-perjalanan-dinas-fiktif (diakses tanggal 26/2/2015, pukul 22.14)
http://dishut.jabarprov.go.id/?mod=detilBerita&idMenuKiri=&idBerita=4333 (diakses tanggal 26/2/2015, pukul 22.45)
http://m.inilah.com/news/detail/2164391/kinerja-intansi-pemerintah-jabar-kejar-peringkat-a (diakses tanggal 26/2/2015, pukul 22.50)
http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/14/04/25/n4kd2p-wow-angka-golput-di-jabar-capai-287-persen (diakses tanggal 26/2/2015, pukul 24.00)
LAMPIRAN 1
Strategi Pembangunan Berdasarkan Misi, Tujuan dan Bidang
MISI 1 : Sumber Daya Manusia Jawa Barat yang Produktif dan Berdaya Saing
Tujuan Strategi Bidang
1. Mendorong masyarakat kearah peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan kompetensi kerja. 2. Menjadikan masyarakat Jawa Barat yang sehat, berbudi pekerti luhur serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.
1. Penyelenggaraan Pendidikan Non Formal.
2. Melakukan gerakan tingkat provinsi untuk membuka seluas-luasnya paket A, Paket B dan Paket C dengan paradigma mengedepankan aktivitas proses belajar mengajar, termasuk pembukaan SMP seatap, SMA seatap secara meluas di berbagai kecamatan dan desa di Jawa Barat.
3. Menyelenggarakan pendidikan dasar dengan biaya yang terjangkau. 4. Mengembangkan pendidikan inklusif.
1. Pemerataan pendidikan
5. Penyediaan sarana dan prasarana yang memadai.
6. Pengembangan metodologi dan teknik baca tulis bagi warga belajar. 7. Mengembangkan perpustakaan di rukun tetangga.
8. Sinergi Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam pembangunan sarana dan prasarana sekolah dasar (SD, SMP dan Sederajat). 9. Meningkatkan kualifikasi dan sertifikasi bagi pendidik.
10. Memperbanyak guru PNS dan guru bantu.
11. Membangun ruang kelas baru khususnya SMP, SMA/SMK dan sederajat secara merata diseluruh kecamatan. 12. Meningkatkan jumlah daya tampung SMP/MTs dan SMA/SMK.
13. Meningkatkan jumlah dan kualitas Rintisan Sekolah Standar Nasional (RSSN) dan Sekolah Standar
14. Meningkatkan jumlah Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) SMP, SMA, SMK serta mewujudkan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI)
2. Peningkatan kualitas pelayanan dan infrastruktur pendidikan
15. Meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
16. Menurunkan angka kematian ibu dan anak, membiasakan pemeriksaan kehamilan pada instalasi atau Puskesmas.
17. Meningkatkan kualitas budaya program hidup bersih dan sehat serta makanan yang bergizi, melalui pembangunan puskesmas disetiap kecamatan, puskesmas berfungsi PONED, rumah sakit keliling (Mobile Hospital), perbaikan gizi masyarakat, perbaikan lingkungan permukiman, pengadaan air
MISI 1 : Sumber Daya Manusia Jawa Barat yang Produktif dan Berdaya Saing
Tujuan Strategi Bidang
20. Pencegahan perdagangan anak dan perempuan.
21. Pendidikan formal dan non formal dengan sasaran kaum wanita.
kesetaraan gender
22. Meningkatkan kualitas dan produktifitas tenaga kerja melalui pelatihan. 23. Pemberian sertifikasi dan standarisasi bagi pekerja.
24. Fasilitas perlindungan bagi tenaga kerja.
5. Peningkatan kualitas dan perlindungan tenaga kerja 25. Meningkatkan kuantitas, kualitas dan fungsi sarana prasarana kesehatan di Puskesmas dan jaringannya.
26. Meningkatkan kualitas sarana prasarana pelayanan kesehatan rumah sakit.
27. Menjamin tersedianya tenaga dan fasilitas kesehatan yang terjangkau dan berkualitas
28. Mengembangkan sistem rujukan pelayanan kesehatan dan penunjangnya, regional Jawa Barat.
29. Mewujudkan sistem informasi dan surveillance epidemologi yang evidence base di Provinsi dan Kabupaten/Kota.
6. Peningkatan kualitas pelayanan dan infrastruktur kesehatan
30. Memberikan pelayanan perlindungan dan santunan bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya.
31. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial.
32. Menyantuni PKRI/Janda PKRI dan keluarga pahlawan serta terpeliharanya nilai-nilai keperintisan, kepahlawanan kejuangan, dan kesetiakawanan sosial.
7. Peningkatan kualitas pelayanan sosial
33. Mengembangkan nilai budaya lokal.
34. Meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap bahasa, sastra dan aksara daerah.
35. Memanfaatkan nilai-nilai tradisional, peninggalan kesejahteraan, kepurbakalaan dan museum bagi pengembangan budaya daerah 36. Meningkatkan pengelolaan keragaman dan kekayaan budaya Jawa Barat.
37. Meningkatkan pengelolaan dan pengakuan atas Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dalam bidang seni dan budaya. 38. Meningkatkan apresiasi seni dan budaya daerah di kalangan pemerintah masyarakat dan swasta.
39. Meningkatkan sarana dan prasarana gelar karya dan kreativitas seni budaya daerah yang representatif.
8. Pelestarian kebudayaan lokal
40. Menciptakan suasana kehidupan keagamaan yang kondusif di Jawa Barat.
41. Meningkatkan pemahaman dan pengamalan agama dalam kehidupan bermasyarakat. 42. Mengadakan fasilitasi pendidikan agama (formal, non formal dan informal).
43. Meningkatkan peran lembaga-lembaga sosial keagamaan dan lembaga pendidikan keagamaan dalam pembangunan.
9. Peningkatan kualitas kehidupan beragama
MISI 1 : Sumber Daya Manusia Jawa Barat yang Produktif dan Berdaya Saing
Tujuan Strategi Bidang
45. Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam berolahraga.
46. Meningkatnya kuantitas dan kualitas olahragawan berprestasi secara berkelanjutan.
10. Peningkatan peran pemuda dan olahraga
MISI 2 : Meningkatkan Pembangunan Ekonomi Regional Berbasis Potensi Lokal
Tujuan Strategi Bidang
1. Meningkatkan daya beli dan ketahanan pangan masyarakat melalui pengembangan aktivitas ekonomi berbasis potensi lokal.
1. Mengembangkan jejaring usaha pengolahan hasil serta penguatan pasar untuk industri hilir. 2. Mewujudkan harmonisasi dan integrasi peraturan dan ketentuan pendukung investasi di daerah.
3. Memfasilitasi pemberian fasilitas penanaman modal bagi penanam modal serta jaminan keamanan dan kepastian hukum.
4. Meningkatkan pelaksanaan kebijakan investasi di Jawa Barat serta kualitas pelayanan perizinan dan non perizinan yang efektif dan efisien di bidang investasi diantaranya percepatan proses perijinan penanaman modal.
5. Membentuk forum investasi serta meningkatkan promosi dan kerjasama investasi, yang dilaksanakan melalui Program Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi.
6. Membentuk forum interaksi investor mitra Jawa Barat (West Java Partner).
7. Meningkatkan promosi yang terintegrasi dengan pemangku kepentingan terkait di Jawa Barat serta kerjasama investasi antar pemerintah daerah dan antara pemerintah daerah dengan swasta.
8. Menyusun paket peluang investasi yang layak untuk ditawarkan kepada penanam modal.
9. Memfasilitasi perencanaan dan pengembangan kawasan ekonomi khusus serta penyediaan promotion and business center yang representatif.
1. Peningkatan peluang dan kualitas pelayanan investasi
10.Memfasilitasi diversifikasi lingkup dan ragam destinasi wisata termasuk wisata ziarah (pilgrimage tourism).
11.Mengembangkan produk wisata yang unik, tradisional dan mencerminkan jati diri masyarakat Jawa Barat yang berakar pada alam dan budaya dalam konteks destinasi wisata Jawa-Bali.
12.Meningkatkan sarana dan prasarana pariwisata, kualitas sumber daya pariwisata termasuk sumber daya manusia pemandu wisata, kualitas pelayanan dan informasi pariwisata, kualitas objek dan daya tarik wisata untuk peningkatan daya saing serta pemanfaatan
2. Peningkatan kualitas pelayanan dan infrastruktur sektor pariwisata
MISI 2 : Meningkatkan Pembangunan Ekonomi Regional Berbasis Potensi Lokal
Tujuan Strategi Bidang
14. Meningkatkan penyerapan tenaga kerja pada sektor pertanian, industri, perdagangan dan jasa.
15. Meningkatkan unit usaha industri kecil menengah, penyerapan tenaga kerja industri kecil menengah, serta kemitraan antar industri.
3. Peningkatan penyerapan tenaga kerja
16. Meningkatkan produksi, produktivitas dan kualitas produk pertanian, penyuluhan, diversifikasi produk usaha, pengembangan benih/bibit unggul, ketersediaan dan kualitas sarana dan prasarana serta meningkatkan pendapatan usaha tani dan komoditas serta penyerapan tenaga pertanian, perkebunan, dan peternakan.
17. Meningkatkan nilai tambah, sarana serta pengolahan hasil pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan. 18. Menyediakan fasilitasi produk kawasan agropolitan.
19. Meningkatkan kinerja sumber daya pertanian serta multi aktivitas Agribisnis (GEMAR).
20. Melaksanakan inovasi dan teknologi pertanian, perkebunan, dan peternakan yang ramah lingkungan serta menurunkan tingkat kehilangan hasil pasca panen.
21. Meningkatkan kemampuan peran kelembagaan usaha agribisnis.
22. Meningkatkan kualitas tata guna lahan dan air, terkendalinya konversi lahan pertanian serta pencetakan lahan persawahan. 23. Mengendalikan hama dan penyakit tanaman, ternak, dan ikan.
24. Meningkatkan pengembangan usaha pemasaran, sarana pemasaran dan margin pemasaran dari hasil pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan.
25. Meningkatkan produksi perikanan, ketersediaan dan pendistribusian benih/induk yang berkualitas, ketersediaan sarana dan prasarana budidaya perikanan serta penyerapan tenaga kerja perikanan.
26. Meningkatkan teknologi budidaya dan pengawetan perikanan air laut, air payau dan air tawar.
27. Meningkatkan nilai tambah usaha pemanfaatan produk perikanan, mengendalikan serangan hama penyakit ikan dan udang. 28. Meningkatkan sarana pemasaran, margin pemasaran serta sarana pengolahan hasil perikanan.
29. Meningkatkan produksi dan produktivitas nelayan, sarana dan prasarana perikanan tangkap. 30. Mengendalikan pemanfaatan sumber daya kelautan.
31. Melaksanakan pengembangan aneka usaha dan pengelolaan kehutanan. 32. Membina dan mengembalikan usaha-usaha bidang kehutanan. 33. Mengembangkan lembaga penyuluhan swakarsa mandiri.
4. Peningkatan kualitas dan kuantitas usaha di sektor kehutanan, pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan
MISI 2 : Meningkatkan Pembangunan Ekonomi Regional Berbasis Potensi Lokal
Tujuan Strategi Bidang
34. Menata distribusi dan perdagangan beras.
35. Meningkatkan keanekaragaman konsumsi, dan kualitas pangan, serta menurunnya ketergantungan terhadap pangan pokok beras, ketersediaan dan konsumsi sepanjang tahun sampai tingkat rumah tangga serta kualitas dan pengendalian keamanan pangan. 36. Meningkatkan produksi dan produktivitas pangan pokok, beras jagung dan kedelai.
37. Menurunkan tingkat kehilangan hasil pasca panen, kerawanan pangan masyarakat terhadap pangan.
5. Peningkatan ketahanan pangan daerah
38. Meningkatkan sinergitas pengembangan industri, penguasaan teknologi industri terutama industri tekstil, produk tekstil, industri keramik serta penyerapan tenaga kerja oleh industri besar.
39. Meningkatkan pelayanan terhadap pelaku usaha IKM serta mendorong tumbuhnya industri-industri andalan masa depan (industri agro, industri kreatif dan industri teknologi informasi komunikasi).
40. Meningkatkan pembinaan nilai tambah produksi pertambangan skala kecil serta potensi penerimaan daerah dari sumber daya mineral;
41. Memantapkan pranata pengelolaan energi serta mengembangkan pemanfaatan sumur migas.
6. Peningkatan kualitas sektor industri
42. Meningkatkan perdagangan ekspor dari Jawa Barat, penggunaan produk dalam negeri serta peningkatan sarana dan prasarana perdagangan.
43. Meningkatkan distribusi barang kebutuhan pokok masyarakat dan barang strategis serta menata distribusi barang yang efektif dan efisien.
44. Meningkatkan pengembangan dan perlindungan pasar tradisional (GEMPITA) yang memperhatikan penataan, kenyamanan, dan keamanan lingkungan.
45. Meningkatkan pengawasan barang beredar dan jasa serta perlindungan terhadap konsumen dan produsen. 46. Meningkatkan tertib usaha dan tertib ukur/takar/timbang dan perlengkapannya.
7. Peningkatan kualitas pelayanan dan infrastruktur perdagangan
MISI 3 : Meningkatkan Ketersediaan dan Kualitas Infrastruktur Wilayah
MISI 3 : Meningkatkan Ketersediaan dan Kualitas Infrastruktur Wilayah
Tujuan Strategi Bidang
aktivitas ekonomi, sosial dan budaya.
dan udara
5. Mengembangkan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa dan Jaringan Pengairan lainnya. 6. Meningkatkan Pengendalian Banjir dan Pengamanan Pantai.
7. Meningkatan pembinaan dan pengembangan bidang ketenagalistrikan dan energi. 8. Meningkatkan cakupan layanan dan distribusi energi dan ketenagalistrikan. 9. Meningkatkan pendayagunaan panas bumi sebagai sumber energi. 10.Meningkatkan kinerja pengelolaan bangunan gedung/rumah negara.
11.Meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana air minum di wilayah rawan air minum dan wilayah tertinggal. 12.Meningkatnya cakupan pelayanan air limbah domestik.
13. Mengembangkan, Pengelolaan dan Konservasi Sungai, Danau dan Sumber Daya Air lainnya. 14.Meningkatkan kemampuan dan ketertiban penyelenggaraan jasa konstruksi.
2. Peningkatan kualitas pelayanan dan ketersediaan infrastruktur publik.
15.Mengembangkan Lingkungan Permukiman Sehat. 16.Meningkatkan Pemberdayaan Komunitas Permukiman. 17.Meningkatkan cakupan pelayanan persampahan. 18.Meningkatkan kinerja pengelolaan persampahan.
19.Mengurangi timbulan sampah pada sumbernya dan pengembangan teknologi pemanfaatan sampah.
3. Peningkatan kualitas kebersihan lingkungan
MISI 4 : Meningkatkan Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Untuk Pembangunan yang Berkelanjutan
Tujuan Strategi Bidang
1. Mewujudkan keseimbangan lingkungan dan keberlanjutan
1.Meningkatkan pengendalian pencemaran air dan udara dari industry dan domestic.
2.Meningkatkan pengendalian limbah B3.
3.Meningkatkan peran serta masyarakat desa hutan dalam pengamanan kawasan hutan melalui upaya rehabilitasi dan konservasi sumberdaya alam dan lingkungan hidup.
4.Meningkatkan upaya pemulihan dan konservasi sumber daya air, udara, hutan dan lahan.
1. Peningkatan kualitas lingkungan hidup
MISI 4 : Meningkatkan Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Untuk Pembangunan yang Berkelanjutan
Tujuan Strategi Bidang
pembangunan 5.Rehabilitasi dan konservasi sumberdaya alam dan lingkungan hidup melalui gerakan rehabilitasi lahan kritis (GRLK). 6.Meningkatnya pengelolaan kawasan lindung.
7. Meningkatkan kualitas program keluarga berencana. 8. Meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap bencana. 9. Meningkatkan mitigasi bencana dan adapatasi perubahan iklim.
10.Mewujudkan kerjasama bidang ketransmigrasian serta meningkatkan kemampuan transmigran. 11.Meningkatnya pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan energi yang berkelanjutan. 12.Meningkatnya upaya pelaksanaan konservasi dan hemat energi.
13.Meningkatnya penggunaan energi terbarukan.
2. Peningkatan kualitas pelayanan KB dan kebencanaan, serta peningkatan kapasitas dan pemberdayaan masyarakat 14.Meningkatkan Penataan Administrasi Kependudukan.
15.Mengembangkan kerangka regulasi dalam penataan ruang.
16.Mengembangkan data dan informasi spasial Jawa Barat yang handal, efektif dan efisien.
17.Mewujudkan rencana tata ruang wilayah Provinsi Jawa Barat sebagai acuan pemanfaatan ruang oleh masyarakat, dunia usaha, pemerintah, dan pemerintah daerah.
18.Meningkatkan upaya pemantauan, pengawasan dan penertiban pemanfaatan ruang.
3. Peningkatan kualitas pendataan dan penataan tata ruang wilayah
MISI 5 : Meningkatkan efektivitas pemerintahan daerah dan kualitas demokrasi
Tujuan Strategi Bidang
1. Mengembangkan birokrasi yang
1. Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pemilu. 2. Meningkatnya peran serta masyarakat madani (civil society).
MISI 5 : Meningkatkan efektivitas pemerintahan daerah dan kualitas demokrasi
Tujuan Strategi Bidang
7. Pengembangan kelembagaan demokrasi lokal.
8. Mewujudkan sinergitas penyelenggaraan keamanan dan ketertiban masyarakat. 9. Memantapkan semangat kebangsaan
pembangunan
10.Meningkatnya kapasitas pemerintahan desa bersama pemerintahan kabupaten dan kota dalam rangka penguatan daya saing desa. 11.Menyediakan produk hukum daerah untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan.
12.Mewujudkan sinergitas penanganan perkara dengan lembaga lainnya. 13.Meningkatnya sinergitas perencanaan pembangunan daerah.
2. Penguatan peran pemerintah daerah (Provinsi Jawa Barat)
14.Meningkatnya kinerja aparatur. 15.Meningkatnya disiplin aparatur.
16.Mantapnya budaya aparatur yang profesional dan cerdas.
17.Meningkatkan kuantitas dan kualitas Pol PP dan PPNS se-Jawa Barat.
18.Mewujudkan pengelolaan dan pelaporan pelaksanaan anggaran yang akuntabel menuju pencapaian status laporan pertanggungjawaban perhitungan APBD wajar tanpa pengecualian.
3. Peningkatan kualitas sumber daya manusia di jajaran
pemerintahan daerah
19.Meningkatnya penggunaan Teknologi Informasi Komunikasi dalam pelayanan publik menuju cyber province. 20.Meningkatnya pelayanan informasi kepada masyarakat,
21.Meningkatnya sarana dan prasarana untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat, antara lain melalui pengembangan pilihan layanan bergerak (Mobile Services Option).
22.Meningkatnya fungsi partai politik dalam pendidikan politik.
4. Peningkatan kualitas pelayanan informasi publik
LAMPIRAN 2