Mahkamah Agung Republik Indonesia
DESAIN INDUSTRI TERGUGAT BELUM MERUPAKAN MILIK UMUM
C. DALAM REKONVENSI
Bahwa berdasarkan Pasal 132a dan Pasal 132b. Herzien Inlandsch Reglement (“HIR”), Tergugat diperkenankan dan diperbolehkan secara hukum untuk menyampaikan Gugatan Balik (Gugatan Rekonvensi) bersamaan dengan penyampaian jawaban. Oleh karena itu dalam Rekonvensi ini Tergugat
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 33
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal 34 dari 58 hal Putusan No.64/Pdt.Sus-Desain Industri/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst.
Konvensi untuk selanjutnya menjadi dan/atau disebut sebagai Penggugat Rekonvensi dan Penggugat Konvensi untuk selanjutnya menjadi dan/atau disebut sebagai Tergugat Rekonvensi. Adapun alasan-alasan hukum Gugatan Rekonvensi ini diajukan oleh Penggugat Rekonvensi, sebagai berikut:
59. Bahwa dalil-dalil hukum yang telah disampaikan Penggugat Rekonvensi/Tergugat Konvensi pada Jawaban dalam Konvensi mohon dianggap sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan secara mutatis dan mutandis dengan Rekonvensi ini;
60. Bahwa Penggugat Rekonvensi/Tergugat Konvensi adalah Pemegang Hak Desain Industri untuk kaca masker dan helm, yang diberikan hak untuk membuat, memakai, menjual, mengimpor, mengekspor, dan/atau mengedarkan barang yang diberi Hak Desain Industri, sesuai Sertifikat Desain Industri dengan Nomor IDD000024974 dan Sertifikat Desain Industri dengan Nomor IDD000046790;
61. Bahwa adanya itikad tidak baik dari Tergugat Rekonvensi/Penggugat Konvensi dengan mencoba mengambil pelanggan produk kaca masker dan helm yang dijual Penggugat Rekonvensi/Tergugat Konvensi, dengan cara menjual produk yang terindikasi memiliki persamaan dengan produk milik Penggugat Rekonvensi/Tergugat Konvensi, kiranya menjadi perhatian Majelis Hakim Pengadilan Niaga yang memeriksa dan mengadili perkara ini;
62. Bahwa ternyata Tergugat Rekonvensi/Penggugat Konvensi sedang kuatir adanya upaya hukum yang dilakukan Penggugat Rekonvensi/Tergugat Konvensi, yang mana ternyata bukan ditanggapi secara baik oleh Tergugat Rekonvensi/Penggugat Konvensi sebagai masyarakat yang sadar hukum, namun Tergugat Rekonvensi/Penggugat Konvensi malah mengajukan gugatan pembatalan terhadap Sertifikat Desain Industri dengan Nomor IDD000024974 dan Sertifikat Desain Industri dengan Nomor IDD000046790, atas nama Penggugat Rekonvensi/Tergugat Konvensi selaku Pemegang Hak Desain Industri;
63. Bahwa gugatan yang diajukan Tergugat Rekonvensi/Penggugat Konvensi pada gugatan konvensi merupakan fakta yang menunjukan adanya itikad tidak baik Tergugat Rekonvensi/Penggugat Konvensi agar leluasa menjual, mengimpor, mengekspor, dan/atau mengedarkan produk yang
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 34
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal 35 dari 58 hal Putusan No.64/Pdt.Sus-Desain Industri/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst.
terindikasi memiliki kesamaan dengan produk orang lain yang telah mendapat Hak Desain Industri sebagaimana tercatat pada Sertifikat Desain Industri dengan Nomor IDD000024974 dan Sertifikat Desain Industri dengan Nomor IDD000046790, sehingga dengan demikian menjadi dasar hukum yang digunakan oleh Penggugat Rekonvensi/Tergugat Konvensi dalam mengajukan Gugatan Rekonvensi, sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 9 Ayat (1) Undang-Undang No.
31 Tahun 2000 tentang Desain Industri:
Pasal 9 Ayat (1) Undang-Undang No. 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri, "Pemegang Hak Desain Industri memiliki hak eksklusif untuk melaksanakan Hak Desain Industri yang dimilikinya dan untuk melarang orang lain yang tanpa persetujuannya MEMBUAT, memakai, MENJUAL, mengimpor, mengekspor, dan/atau mengedarkan barang yang diberi Hak Desain Industri";
64. Bahwa apabila Majelis Hakim Pengadilan Niaga berkeyakinan terdapat cukup bukti adanya itikad tidak baik dari Tergugat Rekonvensi/Penggugat Konvensi yang telah melakukan pelanggaran hak desain industri maka untuk menghindari kerugian yang lebih besar atas diri Penggugat Rekonvensi/Tergugat Konvensi akibat perbuatan Tergugat Rekonvensi/Penggugat Konvensi, untuk itu Penggugat Rekonvensi/Tergugat Konvensi mohon kepada Yang Mulia Ketua Pengadilan Niaga cq. Yang Mulia Majelis Hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang memeriksa dan mengadili perkara ini untuk memerintahkan Tergugat Rekonvensi/Penggugat Konvensi menghentikan kegiatan pembuatan dan perdagangan kaca helm yang diduga menyerupai produk milik Penggugat Rekonvensi/Tergugat Konvensi, sebagaimana telah diatur dalam ketentuan Pasal 46 Ayat (1) Undang-Undang No. 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri, yang menyebutkan:
Pemegang Hak Desain Industri atau penerima Lisensi dapat menggugat siapa pun yang dengan sengaja dan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 berupa:
a. gugatan ganti rugi; dan/atau
b. penghentian semua perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 35
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal 36 dari 58 hal Putusan No.64/Pdt.Sus-Desain Industri/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst.
65. Bahwa akibat perbuatan Tergugat Rekonvensi/Penggugat Konvensi telah menyebabkan kerugian materiil dan immateriil atas diri Penggugat Rekonvensi/Tergugat Konvensi, yang mana apabila dihitung kerugian materiil sebesar Rp. 2.000.000.000,- (dua miliar rupiah) dan kerugian immateriil yang apabila dinilai dengan uang sebesar 100.000.000.000,- (seratus miliar rupiah);
66. Bahwa oleh karena cukup bukti-bukti dan alasan-alasan hukum yang dikemukakan Penggugat Rekonvensi/Tergugat Konvensi, maka sangat adil dan patut serta layak apabila Penggugat Rekonvensi/Tergugat Konvensi mohon kepada Yang Mulia Ketua Pengadilan Niaga cq. Yang Mulia Majelis Hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, yang memeriksa dan mengadili perkara a quo untuk menerima Gugatan Rekonvensi Penggugat Rekonvensi/Tergugat Konvensi untuk seluruhnya, menyatakan Sertifikat Desain Industri dengan Nomor IDD000024974, sah dan dimiliki Tergugat, menyatakan Sertifikat Desain Industri dengan Nomor IDD000046790 sah dan dimiliki Tergugat, menyatakan Tergugat memiliki hak eksklusif atas Desain Industri dengan Nomor IDD000024974 dan memiliki hak eksklusif atas Desain Industri dengan Nomor IDD000046790, dan menghukum Penggugat untuk membayar seluruh biaya yang timbul dalam perkara ini;
67. Bahwa untuk menjaga agar perkara ini tidak menjadi illusionir/khayalan/tidak mendapat apa-apa di akhir persidangan nantinya maka Penggugat Rekonvensi/Tergugat Konvensi mohon kepada Yang Mulia Ketua Pengadilan Niaga cq. Yang Mulia Majelis Hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang memeriksa dan mengadili perkara ini untuk menghukum Tergugat Rekonvensi/Penggugat Konvensi membayar ganti rugi materiil sebesar Rp. 2.000.000.000,- (dua miliar rupiah) dan immateriil sebesar Rp. 100.000.000.000,- (seratus miliar rupiah), serta meletakan sita jaminan (conservatoir beslaag) sebagaimana diatur dalam Pasal 227 HIR, terhadap bangunan kantor Tergugat Rekonvensi/Penggugat Konvensi yang terletak di Jalan RC Veteran No.
162, Bintaro, Kec. Pesanggrahan, Jakarta Selatan;
68. Bahwa oleh karena Penggugat Rekonvensi/Tergugat Konvensi merasa kuatir Tergugat Rekonvensi/Penggugat Konvensi lalai melaksanakan putusan Pengadilan Niaga dalam perkara ini sehingga beralasan menurut
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 36
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal 37 dari 58 hal Putusan No.64/Pdt.Sus-Desain Industri/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst.
hukum untuk ditetapkan uang paksa (dwangsom) sebesar Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah) setiap hari apabila Tergugat Rekonvensi/Penggugat Konvensi lalai melaksanakan putusan ini setelah keputusan diputuskan dan dibacakan oleh Majelis Hakim Pengadilan Niaga.
PERMOHONAN
Berdasarkan dalil-dalil tersebut di atas, maka dengan ini mohon kepada Yang Mulia Ketua Pengadilan Niaga cq. Yang Mulia Majelis Hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, yang memeriksa dan mengadili Perkara Nomor 64/Pdt.Sus-HKI/Desain Industri/2020/PN Jkt.Pst, untuk memberikan putusan, sebagai berikut: