• Tidak ada hasil yang ditemukan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia"

Copied!
58
0
0

Teks penuh

(1)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal 1 dari 58 hal Putusan No.64/Pdt.Sus-Desain Industri/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst.

P U T U S A N

Nomor 64/Pdt.Sus/Desain Industri/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst.

“ DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA “ Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang memeriksa dan mengadili perkara Perdata khusus Merek pada tingkat pertama, telah menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara antara :

PT. PUTRA PRIMA GLOSSIA suatu badan hukum yang didirikan menurut dan berdasarkan peraturan perundang undangan yang berlaku di Indonesia, berkedudukan di Jakarta Selatan, beralamat di Jl. RC.

Veteran No. 162, dalam hal ini diwakili oleh 1.Niki Budiman, S.H., LL.M., MCIArb., 2.Erik Graha Pandapotan, S.H., M.Kn., 3.Gughi Gumielar, S.H., 4.Mochamad Hanza Ilma, S.H. M.H., 5.Arlis Budi Wibowo, S.H. Para Advokat dan Konsultan Hukum pada kantor

“WINN Attorney at Law”, beralamat di Gedung Sona Topas Tower Lt 5A, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 26 Jakarta Selatan, 12920 Indonesia, baik bersama-sama maupun sendiri-sendiri berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal 8 Oktober 2020 untuk selanjutnya disebut sebagai Penggugat.

M e l a w a n :

1. THUM, Warga Negara Indonesia, beralamat di Cluster Bavaria 1 No. 5 RT 005 / RW 007, Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang. Dalam hal ini diwakili oleh Kuasanya 1.Anas, SH., 2.Yasin, SH., 3.Abdul Arief, SH. 4.Agus Kristianto, SH.,MH., Advokat PERADI dan Konsultan Hukum pada Kantor Advokat dan Konsultan Hukum Anas Najamuddin & Associates Scientific beralamat di Mall Taman Palem Lt.1, No.78-79 Blok B, jalan Kamal Raya Uter Ring Road Cengkareng Jakarta Barat, selanjutnya disebut sebagai Tergugat;

2. Pemerintah Republik Indonesia Cq. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I. Cq. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Cq. Direktorat Hak Cipta, Desain Industri, Desain Tata Letak Sirkuit, dan Rahasia Dagang, beralamat di Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 8-9, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, untuk selaku. Dalam hal ini diwakili 1.Agung Damarsasingko, SH.,MH., 2.Ahmad Rifadi, SH.,MH., 3.Achmad Iqbal Taufik, SH.,MH., 4.Yully Intan Sari, SH., Dewa Ayu Trisna Dewi, SH. Para Aparatur

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 1

(2)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal 2 dari 58 hal Putusan No.64/Pdt.Sus-Desain Industri/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst.

Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Direktorat Hak Cipta dan Desain Industeri, Direktorat Jendweral Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia RI, berdasarkan Surat Kuasa Khusus, Nomor HKI.2.KP.04.01-160, tanggal 17 Nopember 2020, untuk selanjutnya disebut sebagai Turut Tergugat;

– PENGADILAN NIAGA TERSEBUT

– Setelah membaca Penetapan Ketua Pengadilan Niaga Jakarta Pusat Nomor 64/Pdt.Sus-Desain Industri/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst, tanggal 27 Oktober 2020, tentang penunjukan Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini;

– Setelah membaca Penetapan Hakim Pengadilan Niaga Jakarta Pusat Nomor 64/Pdt.Sus-Desain Industri/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst, tanggal 2 Nopember 2020, tentang penetapan hari sidang perkara ini;

– Setelah membaca gugatan Penggugat dan jawaban Tergugat dan Turut Tergugat ;

– Setelah membaca dan meneliti bukti-bukti surat yang diajukan Penggugat, Tergugat dan Turut Tergugat dalam persidangan;

– Setelah mendengar keterangan Penggugat, Tergugat dan Turut Tergugat melalui kuasanya dalam persidangan;

TENTANG DUDUKNYA PERKARA :

Menimbang, bahwa Penggugat telah mengajukan Surat gugatan sebagaimana ternyata dalam surat gugatannya tertanggal 27 Oktober 2020, yang didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada tanggal 27 Oktober 2020 di bawah Register Perkara Nomor 64/Pdt.Sus-Desain Industri/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst, sebagai berikut :

1. Bahwa Penggugat adalah pelaku usaha yang memperdagangkan serta mendistribusikan produk-produk perlengkapan kendaraan sepeda motor, berupa helm/helmet (pelindung kepala), kaca helm/helmet serta Kaca Masker (google mask) , dengan berbagai macam bentuk serta desain yang telah dikenal luas oleh masyarakat;

2. Bahwa adapun produk-produk perlengkapan kendaraan sepeda motor sebagaimana tersebut di atas telah sejak lama diperdagangkan dan diedarkan oleh Penggugat, baik itu secara nasional maupun internasional;

3. Bahwa diantara produk yang Penggugat perdagangkan tersebut di atas diantaranya berupa: Helm/Helmet dan Kaca Masker (google mask)

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 2

(3)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal 3 dari 58 hal Putusan No.64/Pdt.Sus-Desain Industri/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst.

yang diketahui telah didaftarkan oleh Tergugat dan telah memperoleh sertifikat Desain Industri yaitu sebagai berikut:

No No Sertifikat / Pendaftaran

Tanggal Permohonan

Gambar Nama Desain

Atas Nama

1 IDD0000249 74

04-06- 2014

Helm THUM

2 IDD0000467 90

11-08- 2016

Kaca Masker

THUM

4. Bahwa berdasarkan pasal 2 Undang-undang Desain Industri, secara tegas telah memberikan batasan ataupun persyaratan terhadap hak desain industri yang dapat diberikan, yang antara lain menyebutkan:

Pasal 2 Undang-Undang Desain Industri (1) Hak Desain Industri diberikan untuk Desain Industri yang baru.

1. Desain Industri dianggap baru apabila pada tanggal Penerimaan, Desain Industri tersebut tidak sama dengan pengungkapan yang telah ada sebelumnya;

(2) Pengungkapan sebelumnya, sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) adalah pengungkapan Desain Industri yang sebelum:

a. Tanggal penerimaan; atau

b. Tanggal prioritas apabila Permohonan diajukan dengan Hak Prioritas;

c. Telah diumumkan atau digunakan di Indonesia atau di luar Indonesia.

5. Bahwa pendaftaran desain industri yang dilakukan Tergugat atas produk- produk tersebut di atas, adalah pendaftaran yang tidak berkesesuaian dengan ketentuan pasal 2 Undang-Undang Desain Industri, sebab desain industri yang didaftarkan Tergugat terhadap produk-produk dimaksud senyatanya merupakan desain industri yang tidak memiliki nilai kebaruan atau sama dengan pengungkapan yang telah ada sebelumnya serta telah menjadi public domain;

6. Bahwa oleh karena desain industri terhadap produk-produk dimaksud telah terlebih dahulu digunakan dan diperdagangkan baik di dalam maupun diluar wilayah di Indonesia, maka karenanya sangat beralasan menurut hukum bila Penggugat berkeberatan dan menolak atas terdaftarnya produk

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 3

(4)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal 4 dari 58 hal Putusan No.64/Pdt.Sus-Desain Industri/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst.

helm/helmet dan Kaca Masker (google mask) sebagai Desain Industri milik Tergugat:

7. Bahwa disamping itu, dengan tetap didaftarkannya desain industri terhadap produk helm/helmet dan Kaca Masker (google mask) oleh Tergugat, padahal secara nyata desain industri terhadap produk-produk tersebut tidak memiliki nilai kebaruan dan/atau telah menjadi public domain, adalah bukti nyata adanya itikad tidak baik Tergugat, dan oleh karenanya beralasan bilamana Penggugat menduga adapun tujuan dan maksud pendaftaran desain industri terhadap produk-produk tersebut oleh Tergugat semata- mata bertujuan mencari keuntungan pribadi Tergugat dengan cara meminta ganti kerugian kepada para penjual, pedagang maupun distributor yang menjual ataupun mendistribusikan produk helm/helmet dan Kaca Masker (google mask) sebagaimana dimaksud;

8. Bahwa tujuan Tergugat untuk mengambil keuntungan dari pendaftaran Desain Industri salah satunya terekam sebagaimana dalam perkara gugatan Nomor 13/Pdt.Sus/Desain-Industri/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst yang diajukan Tergugat tentang penjualan Kaca Masker (google mask), dimana pada pokok gugatannya Tergugat mendalilkan seolah-olah telah dirugikan hak dan kepentingannya karena telah kehilangan manfaat ekonomi dari hak desain industri yang dimilikinya tersebut;

9. Bahwa berdasarkan alasan di atas, Penggugat selaku pelaku usaha yang memperdagangkan, dan mendistribusikan produk helm/helmet serta Kaca Masker (google mask) senyatanya berkepentingan untuk mengajukan gugatan pembatalan terhadap sertifikat Desain Industri atas produk sebagaimana dimaksud, oleh karena pendaftaran Desain Industri yang dilakukan oleh Tergugat telah menimbulkan kerugian dan ketidakpastian hukum serta menghambat pertumbuhan usaha di bidang perlengkapan sepeda motor, karena sudah pasti para pelaku usaha sudah tidak lagi dapat dengan bebas, memperdagangkan, dan mendistribusikan produk helm/helmet dan Kaca Masker (google mask) dimaksud akibat ancaman hukum yang dapat dimanfaatkan Tergugat untuk memperoleh keuntungan;

10. Bahwa gugatan ini diajukan Penggugat sejalan dengan ketentuan pasal 38 ayat (1) Undang-Undang Desain Industri serta didukung oleh pendapat yang dikemukakan oleh Drs. H. Muhamad Djumhana, S.H., dalam buku “Aspek–

Aspek Hukum Desain Industri di Indonesia”, yang pada pokoknya mengemukakan “Penggugat pembatalan Desain Industri adalah setiap orang atau badan hukum yang merasa dirugikan oleh pihak lainnya. Namun demikian harus dipenuhi syarat–syarat tertentu yaitu adanya hubungan

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 4

(5)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal 5 dari 58 hal Putusan No.64/Pdt.Sus-Desain Industri/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst.

hukum antara Penggugat dan Tergugat baik yang terjadi karena berdasarkan hukum maupun karena melawan hukum”;

TERGUGAT DENGAN ITIKAD BURUK DAN BERTENTANGAN DENGAN PERATURAN YANG BERLAKU TELAH MENDAFTARKAN DESAIN INDUSTRI YANG TIDAK MEMPUNYAI NILAI KEBARUAN

11. Bahwa Desain Industri yang terdaftar atas nama Tergugat, secara nyata sama dengan desain industri yang telah digunakan dan diungkapkan sebelumnya serta telah dijual dan diedarkan sejak lama oleh Penggugat maupun oleh pihak lain baik itu di dalam maupun di luar wilayah Indonesia.

Hal tersebut dapat dibuktikan dengan adanya penerbitan brosur-brosur produk ataupun katalog-katalog dengan desain yang memiliki kesamaan, sebagaimana dimaksud di bawah ini :

Desain Industri Tergugat Produk Pihak-pihak Lain

Foshan SomanGear Co.,LTD

Foshan SomanGear Co.,LTD

12. Bahwa dengan demikian, maka nyata dan tidak terbantahkan desain industri yang diajukan serta telah dimiliki Tergugat tersebut tidak memiliki nilai kebaruan sebagaimana disyaratkan Undang-Undang Desain Industri Pasal 2, yang secara tegas mensyaratkan kebaruan dan tidak sama dengan pengungkapan yang telah ada sebelumnya;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 5

(6)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal 6 dari 58 hal Putusan No.64/Pdt.Sus-Desain Industri/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst.

13. Bahwa merujuk kepada pengertian "baru" sesuai dengan Penjelasan Umum Undang-Undang Desain Industri yang menyatakan:

"Asas kebaruan dalam desain industri ini dibedakan dari asas orisinal yang berlaku dalam Hak Cipta. Pengertian "baru" atau "kebaruan" ditetapkan dengan suatu pendaftaran yang pertama kali diajukan dan pada saat pendaftaran itu diajukan, tidak ada pihak lain yang dapat membuktikan bahwa pendaftaran tersebut tidak baru atau telah ada pengungkapan/publikasi sebelumnya, baik tertulis atau tidak tertulis ";

14. Bahwa adapun menurut penjelasan Pasal 2 ayat (2) Undang-Undang Desain Industri, yang dimaksud dengan "pengungkapan" adalah pengungkapan melalui media cetak atau elektronik, termasuk juga keikutsertaan dalam suatu pameran. demikian pula berdasarkan ketentuan yang terdapat pada Pasal 2 ayat (3) Undang-Undang Desain Industri secara tegas menyebutkan:

Penjelasan Pasal 2 ayat (2) Undang-Undang Desain Industri:

"Pengungkapan sebelumnya, sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) adalah pengungkapan Desain Industri yang sebelum: tanggal penerimaan, atau tanggal prioritas apabila Permohonan diajukan dengan Hak Prioritas, telah diumumkan atau digunakan di Indonesia atau di luar Indonesia;

15. Bahwa lebih lanjut dalam Penjelasan Umum Undang-Undang Desain Industri yang menyatakan pengaturan Desain Industri dimaksudkan untuk memberi perlindungan yang efektif terhadap berbagai bentuk penjiplakan, pembajakan, atau peniruan atas Desain Industri yang telah dikenal secara luas. ketentuan-ketentuan yang terdapat pada Undang-Undang Desain Industri tersebut di atas, sejalan dengan ketentuan yang terdapat di dalam Agreement on Trade Related Aspects of Intellectual Property Rights (“Persetujuan TRIPs”) sebagaimana Indonesia merupakan salah satu negara yang telah meratifikasi Agreement Establishing the World Trade Organization (WTO), yang didalamnya mencakup Persetujuan TRIPs melalui Undang-Undang No 7 Tahun 1994 tentang Pengesahan Agreement Establishing the World Trade Organization (Persetujuan Pembentukan Organisasi Perdagangan Dunia), yang dijadikan sebagai dasar hukum terbentuknya Undang-Undang Desain Industri yang telah menempatkan prinsip itikad baik sebagai dasar untuk dapat dikabulkannya permohonan desain industri dari seorang pemohon hak desain industri;

16. Bahwa mengacu pada ketentuan Article 25 Persetujuan TRIPs yang menyatakan:

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 6

(7)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal 7 dari 58 hal Putusan No.64/Pdt.Sus-Desain Industri/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst.

Article 25 angka 1 TRIPs:

“Members shall provide for the protection of independently created industrial designs that are new or original. Members may provide that designs are not new or original if they do not significantly differ from known designs or combinations of known design features. Members may provide that such protection shall not extend to designs dictated essentially by technical or functional considerations.”

Terjemahan bebas Article 25 angka 1 TRIPs:

“Para anggota harus memberikan perlindungan terhadap desain industri baru atau asli yang dibuat secara mandiri. Para anggota dapat menyatakan suatu desain tidak baru atau tidak asli jika desain tersebut tidak berbeda secara signifikan dari desain yang telah diketahui atau kombinasi dari fitur desain yang telah diketahui. Para anggota dapat menetapkan bahwa perlindungan yang diberikan tidak mencakup desain yang pada dasarnya telah ditentukan dengan pertimbangan teknis atau fungsional.”

Dengan berpedoman pada ketentuan Article 25 Persetujuan TRIPS tersebut, maka pengertian “baru” yakni haruslah diartikan bahwa desain yang baru tersebut harus berbeda secara signifikan dengan Desain Industri yang telah diungkap sebelumnya;

17. Bahwa berdasarkan alasan tersebut di atas serta mengacu pada ketentuan yang terdapat pada Undang-Undang Desain Industri beserta penjelasannya dan ketentuan Article 25 Persetujuan TRIPs, maka pendaftaran Desain Industri atas Tergugat sama dengan pengungkapan yang telah ada sebelumnya atau dengan kata lain telah diumumkan atau digunakan oleh Penggugat maupun pihak lain di Indonesia maupun di luar negeri, jauh sebelum permohonan pendaftaran desain industri tersebut diajukan Tergugat, sehingga terbukti hal itu sangat bertentangan dengan tujuan utama dan perlindungan yang diberikan atas Desain Industri;

1. Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut jelas kiranya, pendaftaran Desain Industri yang dilakukan oleh Tergugat tersebut, dilakukan dengan itikad tidak baik/buruk serta bukan merupakan pendaftaran desain industri yang memenuhi syarat kebaruan sebagaimana dimaksud dalam ketentuan Pasal 2 Undang-Undang Desain Industri serta Article 25 Persetujuan TRIPs, sehingga sudah selayaknya pendaftaran desain industri Tergugat tersebut beralasan untuk dibatalkan, sesuai dengan Yurisprudensi Putusan Mahkamah Agung berikut:

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 7

(8)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal 8 dari 58 hal Putusan No.64/Pdt.Sus-Desain Industri/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst.

 Yurisprudensi Mahakamah Agung No. 533 K/Pdt.Sus/2008:

yang pada pokoknya “Menyatakan batal/membatalkan Sertifikat Desain Industri Kanal Pintu Besi Lipat terdaftar dengan Sertifikat No. ID 010 726- D tanggal 27 Juni 2007, Sertifikat No. ID 0 010746-D tanggal 11 Juli 2007 serta Daun Pintu Besi Lipat dengan Sertifikat No. ID 0 010 725-D tanggal 27 Juni 2007 dan Sertifikat No. ID 0 010 723-D tanggal 27 Juni 2007 atas nama Jusman Husen (Tergugat) adalah dilandasi itikad tidak baik (Bad Faith) karena Tergugat mendaftarkan desain industrinya secara melawan hukum, secara tidak layak serta tidak jujur”

 Yurisprudensi Mahkamah Agung No. 75 PK/Pdt.Sus-HKI/2019:

Menyatakan pendaftaran desain industri milik Para Tergugat Adalah dilandasi itikad tidak baik (bad faith) karena Para Tergugat mendaftarkan desain industrinya secara melawan hukum, tidak layak, serta tidak jujur’

DESAIN INDUSTRI TERGUGAT TELAH MENJADI MILIK UMUM (PUBLIC DOMAIN)

18. Bahwa Desain Industri terhadap produk helm/helmet dan Kaca Masker (google mask) yang didaftarkan Tergugat, sesungguhnya sudah menjadi milik umum (public domain) dan sudah tidak baru pada saat Tergugat mengajukan permohonan pendaftaran Desain Industri;

19. Bahwa perdagangan, peredaran, dan pendistribusian atas produk Helme/helmet serta Kaca Masker (google mask) dimaksud sudah dilakukan sebelumnya baik itu oleh Penggugat maupun oleh para pelaku usaha lainnya, jauh sebelum Tergugat mengajukan pendaftaran Desain Industri kepada Turut Tergugat;

20. Bahwa Tergugat secara tidak layak serta tidak jujur mendaftarkan Desain Industri yang selama ini telah telah dikenal secara umum baik di luar negeri maupun di dalam negeri dan sudah beredar secara luas di masyarakat dengan menggunakan Desain Industri yang sama;

21. Bahwa Tergugat juga telah secara nyata mempunyai itikad buruk (bad faith) ketika mengajukan pendaftaran Desain Industri atas helm/helmet serta

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 8

(9)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal 9 dari 58 hal Putusan No.64/Pdt.Sus-Desain Industri/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst.

Kaca Masker (google mask) tersebut, karena dengan memperoleh sertifikat Desain Industri sebagaimana dimaksud, maka Tergugat dapat memanfaatkan kondisi tersebut dengan mengklaim bahwa Tergugat adalah Pendesain dari helm/helmet dan Kaca Masker (google mask) dimaksud guna mendapatkan manfaat ekonomi daripadanya, adapun sesungguhnya desain industri yang telah menjadi milik umum (public domain);

22. Bahwa jelas kiranya tujuan Tergugat mengajukan pendaftaran Desain Industri atas helm/helmet dan Kaca Masker (google mask) tersebut, yakni dengan itikad tidak baik, yaitu ingin memiliki hak Desain Industri tersebut, padahal desain terhadap helm/helmet serta Kaca Masker (google mask) tersebut sudah menjadi milik umum (public domain), hal tersebut senyatanya bertentangan dengan ketertiban umum;

23. Bahwa, Sertifikat Desain Industri yang diterbitkan Turut Tergugat untuk Tergugat tersebut jelas-jelas telah diumumkan atau digunakan Penggugat maupun pihak lain di Indonesia maupun di luar negeri, sebelum Tergugat mengajukan permohonan pendaftaran desain industri terhadap Kaca Masker (google mask) dimaksud, sehingga sudah seharusnya Desain Industri milik Tergugat tersebut DIBATALKAN, sesuai dengan Yurisprudensi Putusan Mahkamah Agung No. 52 K/Pdt.Sus-HKI/2015, yang pada pokoknya; Menyatakan desain industri dengan judul Nampan yang terdaftar dengan Sertifikat desain indutri nomor pendaftaran ID0031480-D atas nama Kim Soo Chang adalah tidak memiliki kebaruan (tidak baru) dan telah menjadi milik umum (public domain);”

24. Bahwa berdasarkan uraian-uraian tersebut di atas, maka tidak terbantahkan Tergugat bukanlah merupakan penghasil desain industri yang beritikad baik atas Kaca Masker (google mask) sebagaimana tersebut diatas. Justru sebaliknya Tergugat senyatanya telah melanggar ketentuan hukum yang berlaku, dan oleh karenanya secara hukum Sertifikat Desain Industri Tergugat yang telah diterbitkan oleh Turut Tergugat CACAT HUKUM, dan untuk itu sudah sepatutnya apabila Yang Mulia Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini mengambil keputusan untuk membatalkan Sertifikat Desain Industri Tergugat tersebut karena telah menimbulkan kerugian dan keresahan di kalangan para pelaku usaha penjualan perlengkapan sepeda motor secara nasional ;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 9

(10)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal 10 dari 58 hal Putusan No.64/Pdt.Sus-Desain Industri/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst.

25. Bahwa berdasarkan hal tersebut diatas, cukup beralasan kiranya apabila Yang Mulia Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara a quo untuk mengambil keputusan yang bersifat antara (putusan sela) sebelum dijatuhkannya Putusan Akhir berupa Menyatakan pendaftaran Desain industri Tergugat tersebut dalam keadaan status quo sampai dengan adanya putusan yang berkekuatan hukum tetap dan Memerintahkan kepada Tergugat atau siapapun yang memperoleh hak daripadanya untuk tidak melakukan segala tindakan hukum apapun termasuk namun tidak terbatas pada sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 54 ayat (1) jo. Pasal 9 ayat (1) Undang-Undang Desain Industri sampai dengan adanya putusan yang berkekuatan hukum tetap;

26. Bahwa dengan dibatalkannya sertifikat Desain Industri Tergugat tersebut diatas, maka mohon agar Turut Tergugat diperintahkan untuk mematuhi putusan dan melaksanakannya sesuai ketentuan Pasal 42 Undang- Undang Desain Industri;

Berdasarkan alasan-alasan tersebut di atas, Penggugat mohon kepada Yang Mulia Majelis Hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat agar memberikan putusan sebagai berikut;

DALAM POKOK PERKARA

1. Menerima dan mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya;

2. Menyatakan pendaftaran desain industri No. IDD000024974 dan No.

IDD000046790 atas nama Tergugat Adalah pendaftaran desain industri yang dilandasi itikad tidak baik (bad faith) karena Tergugat mendaftarkan desain industrinya secara melawan hukum, tidak layak, serta tidak jujur;

3. Menyatakan pendaftaran desain industri milik Tergugat No. IDD000024974 dan No. IDD000046790 tidak memiliki kebaruan (tidak baru) dan telah menjadi milik umum (public domain);

a. Menyatakan batal menurut hukum pendaftaran desain industri atas nama Tergugat No. IDD000024974 dan No. IDD000046790 dengan segala akibat hukumnya;

4. Memerintahkan kepada Turut Tergugat untuk mencoret pendaftaran desain industri atas nama Tergugat No. IDD000024974 dan No. IDD000046790 dari Daftar Umum Desain Industri dengan segala akibat hukumnya;

5. Menghukum Tergugat untuk membayar seluruh biaya yang timbul dalam perkara ini;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 10

(11)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal 11 dari 58 hal Putusan No.64/Pdt.Sus-Desain Industri/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst.

6. Menghukum Tergugat dan Turut Tergugat untuk tunduk dan patuh terhadap Putusan perkara a quo;

7. Menyatakan putusan dapat dilaksanakan terlebih dahulu meskipun ada kasasi maupun upaya hukum apapun (uitvoerbaar bij voorraad).

ATAU

Apabila Yang Mulia Majelis Hakim yang memeriksa perkara a quo berpendapat lain, mohon keadilan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono).

Menimbang, bahwa pada hari persidangan yang telah ditentukan, untuk Penggugat dan Tergugat dan Turut Tergugat masing-masing hadir Kuasa Hukumnya tersebut di atas;

Menimbang, bahwa Majelis Hakim telah mengupayakan perdamaian diantara Para Pihak, namun tidak berhasil;

Menimbang, bahwa oleh karena itu pemeriksaan perkara dilanjutkan dengan pembacaan surat gugatan yang isinya tetap dipertahankan oleh Penggugat;

Menimbang, bahwa terhadap gugatan Penggugat tersebut, Tergugat memberikan jawaban pada pokoknya sebagai berikut:

Adapun hal-hal yang menjadi alasan diajukannya Eksepsi dan Jawaban Tergugat serta Gugatan Rekonvensi oleh Tergugat Konvensi, sebagai berikut:

A. DALAM EKSEPSI

EKSEPSI DISKUALIFIKASI PENGGUGAT (EXCEPTIO DISQUALIFICATOIR PERSONA STANDI IN JUDICIO) - EXCEPTIO ERROR IN PERSONA

PENGGUGAT TIDAK MEMILIKI PERSONA STANDI IN JUDICIO ATAU BUKAN PIHAK YANG BERHAK DAN MEMPUNYAI KEDUDUKAN HUKUM UNTUK MENGAJUKAN GUGATAN INI, KARENA PENGGUGAT TIDAK PERNAH MENGAJUKAN PERMOHONAN HAK DESAIN INDUSTRI DAN/ATAU TIDAK MEMILIKI SERTIFIKAT DESAIN INDUSTRI SEHINGGA TIDAK BERKEPENTINGAN DALAM MENGAJUKAN GUGATAN;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 11

(12)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal 12 dari 58 hal Putusan No.64/Pdt.Sus-Desain Industri/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst.

1. Bahwa Tergugat dengan tegas menolak dan membantah seluruh dalil- dalil gugatan yang diajukan Penggugat, kecuali yang secara tegas diakui kebenarannya oleh Tergugat;

2. Bahwa Penggugat telah mengajukan gugatan terhadap Tergugat, dengan mendalilkan pada point 1 halaman 3 Gugatan:

”Bahwa Penggugat adalah pelaku usaha yang memperdagangkan serta mendistribusikan produk-produk perlengkapan sepeda motor, berupa helm/helmet (pelindung kepala), kaca helm/helmet serta kaca masker (google mask), dengan berbagai macam bentuk serta desain yang telah dikenal masyarakat;”

Bahwa adapun produk-produk perlengkapan kendaraan sepeda motor sebagaimana tersebut di atas telah lama diperdagangkan dan diedarkan oleh Penggugat, baik itu secara nasional maupun internasional”

3. Bahwa dalil point 1 halaman 3 Gugatan, mohon kiranya dicermati dan dibuat catatan oleh Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini mengenai kedudukan Penggugat hanyalah sebagai pedagang dan distributor produk perlengkapan kendaraan bermotor;

4. Bahwa oleh karena kedudukan Penggugat hanyalah pedagang dan distributor produk perlengkapan kendaraan bermotor maka sangat jelas Penggugat tidak berkepentingan untuk mengajukan gugatan pembatalan terhadap Sertifikat Desain Industri dengan Nomor IDD000024974 dan Sertifikat Desain Industri dengan Nomor IDD000046790, milik Tergugat;

5. Bahwa hak desain industri merujuk pada pada Penjelasan Umum dari Undang-Undang No. 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri, mengenai asas pendaftaran telah dijelaskan sebagai berikut:

“Adapun prinsip pengaturannya adalah pengakuan kepemilikan atas karya intelektual yang memberikan kesan estetis dan dapat diproduksi secara berulang-ulang serta dapat menghasilkan suatu barang dalam bentuk dua atau tiga dimensi.”

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 12

(13)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal 13 dari 58 hal Putusan No.64/Pdt.Sus-Desain Industri/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst.

6. Bahwa dari penjelasan tersebut di atas sudah dapat disimpulkan mengenai hak desain industri prinsip kepemilikannya diberikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan dalam melakukan kegiatan produksi secara beulang-ulang, sehingga dengan kedudukan Penggugat sebagai pedagang dan distributor (vide point 1 halaman 3 Gugatan) telah menjadi fakta tak terbantahkan tidak adanya kepentingan Penggugat dalam perkara ini, sehingga sehingga sangat patut, adil, serta layak apabila Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini untuk menyatakan Penggugat tidak berkepentingan dalam mengajukan gugatan pembatalan terhadap Sertifikat Desain Industri dengan Nomor IDD000024974 dan Sertifikat Desain Industri dengan Nomor IDD000046790, milik Tergugat;

7. Bahwa menurut Tergugat, tujuan Penggugat dalam mengajukan gugatan pembatalan terhadap Sertifikat Desain Industri dengan Nomor IDD000024974 dan Sertifikat Desain Industri dengan Nomor IDD000046790 ini adalah hanya sekadar dilandasi itikad tidak baik (bad faith) agar Penggugat dapat leluasa untuk memperdagangkan dan mendistribusikan produk tiruan dari produk yang telah mendapat perlindungan hukum hak desain industri tanpa ada gugatan dari pihak pemegang hak desain industri;

Telah diatur dalam ketentuan Pasal 9 Ayat (1) Undang-Undang No. 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri:

"Pemegang Hak Desain Industri memiliki hak eksklusif untuk melaksanakan Hak Desain Industri yang dimilikinya dan untuk melarang orang lain yang tanpa persetujuannya membuat, memakai, menjual, mengimpor, mengekspor, dan/atau mengedarkan barang yang diberi Hak Desain Industri";

8. Bahwa oleh karena Penggugat bukanlah produsen tetapi hanyalah pedagang dan distributor yang tidak berkepentingan dalam mengajukan gugatan ini sehingga patut dan layak untuk disebut beritikad tidak baik, sebaliknya Tergugat yang merupakan produsen dan pihak yang mendaftarkan kreasinya untuk memperoleh hak desain industri patut dinyatakan beritikad baik, sebagaimana asas perlindungan hukum yang

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 13

(14)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal 14 dari 58 hal Putusan No.64/Pdt.Sus-Desain Industri/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst.

menyatakan ”perlindungan hukum hanya diberikan kepada orang yang beritikad baik bukan terhadap orang yang beritikad tidak baik”;

9. Bahwa sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 38 ayat (1), Undang- Undang Nomor 31 Tahun 2000 Tentang Desain Industri, mensyaratkan gugatan pembatalan pendaftaran desain industri diajukan oleh pihak yang berkepentingan:

Pasal 38, Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri (1) Gugatan pembatalan pendaftaran Desain Industri dapat diajukan oleh pihak yang berkepentingan dengan alasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 atau Pasal 4 kepada Pengadilan Niaga.

10. Bahwa berkaitan kedudukan pedagang dan distributor yang mengajukan gugatan pembatalan terhadap sertifikat desain industri dan gugatannya harus ”ditolak”, ternyata terdapat alasan menurut hukum penolakannya itu, yang mana telah digambarkan dengan tegas, sebagaimana Yurisprudensi Mahkamah Agung Nomor 35 PK/Pdt.Sus- HKI/2014, yang menyatakan:

“Bahwa putusan Judex Juris untuk menerima eksepsi dan menyatakan gugatan Penggugat/Pemohon Peninjauan Kembali, dalam hal ini Penggugat/Pemohon Peninjauan Kembali tidak memiliki legal standing sesuai dengan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri;”

11. Bahwa oleh karena Penggugat tidak memiliki kualifikasi untuk mengajukan gugatan (disqualificatoir exceptio) maka Penggugat bukanlah pihak yang berkepentingan, karena ternyata Penggugat hanyalah pedagang dan distributor dan Penggugat tidak pernah mengajukan permohonan hak desain industri dan bukan pemegang hak desain industri yang terdaftar dan diakui oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, sebagaimana yang dimiliki oleh Tergugat maka sangat patut dan adil serta layak untuk menyatakan Penggugat tidak berkepentingan dalam perkara ini, sehingga kami mohon kepada Ketua Pengadilan Niaga cq. Majelis Hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, yang

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 14

(15)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal 15 dari 58 hal Putusan No.64/Pdt.Sus-Desain Industri/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst.

memeriksa dan mengadili perkara ini untuk menolak atau setidak- tidaknya menyatakan gugatan tidak dapat diterima (niet ontvankelijke verklaard).

EKSEPSI DISKUALIFIKASI TURUT TERGUGAT - EXCEPTIO ERROR IN PERSONA

GUGATAN PENGGUGAT SALAH PIHAK TURUT TERGUGAT DENGAN MENGAJUKAN GUGATAN TERHADAP PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Cq. KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA R.I.

Cq. DIREKTORAT JENDERAL KEKAYAAN INTELEKTUAL Cq.

DIREKTORAT HAK CIPTA, DESAIN INDUSTRI, TATA LETAK SIRKUIT, DAN RAHASIA DAGANG SEHINGGA SALAH GUGAT TURUT TERGUGAT

12. Bahwa sebagaimana Surat Gugatan yang diajukan oleh PT PUTRA PRIMA GLOSSIA melalui kuasa hukumnya dari Kantor ”WINN Attorney at Law”, tertanggal 27 Oktober 2020, ternyata Penggugat mengajukan gugatan terhadap THUM sebagai ”Tergugat” dan Pemerintah Republik Indonesia Cq. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Cq. Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Cq. Direktorat Hak Cipta, Desain Industri, Tata Letak Sirkuit, dan Rahasia Dagang sebagai “Turut Tergugat”;

13. Bahwa dengan menjadikan Pemerintah Republik Indonesia Cq.

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Cq. Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Cq. Direktorat Hak Cipta, Desain Industri, Tata Letak Sirkuit, dan Rahasia Dagang, sebagai Turut Tergugat, jelas telah terjadi kekeliruan yang nyata dan tak terbantahkan;

14. Bahwa pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia ternyata tidak terdapat Direktorat yang bernama “Direktorat Hak Cipta, Desain Industri, Tata Letak Sirkuit, dan Rahasia Dagang”;

15. Bahwa sebagaimana website resmi Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual https://dgip.go.id, diperoleh informasi mengenai direktorat yang berada di bawahnya, yaitu:

1. Direktorat Hak Cipta dan Desain Industri;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 15

(16)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal 16 dari 58 hal Putusan No.64/Pdt.Sus-Desain Industri/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst.

2. Direktorat Paten, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang;

3. Direktorat Merek dan Indikasi Geografis;

4. Direktorat Kerja Sama dan Pemberdayaan Intelektual;

5. Direktorat Teknologi Informasi dan Kekayaan Intelektual;

6. Direktorat Penyidikan dan Penyelesaian Sengketa;

7. Sekretariat Direktorat Jenderal.

16. Bahwa dari informasi tersebut telah terungkap fakta mengenai tidak adanya Direktorat Hak Cipta, Desain Industri, Tata Letak Sirkuit, dan Rahasia Dagang, sehingga gugatan Penggugat sangat nyata telah ”salah pihak” (error ini persona);

17. Bahwa merupakan fakta tak terbantahkan antara ”Direktorat Hak Cipta dan Desain Industri” dan ”Direktorat Paten, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang”, masing-masing merupakan Direktorat yang berbeda;

18. Bahwa oleh karena Penggugat telah salah pihak dalam menarik Direktorat Hak Cipta, Desain Industri, Tata Letak Sirkuit, dan Rahasia Dagang sebagai Turut Tergugat, maka gugatan pembatalan terhadap Sertifikat Desain Industri dengan Nomor IDD000024974 dan Sertifikat Desain Industri dengan Nomor IDD000046790, yang diajukan Penggugat telah mengandung cacat formil yang nyata berupa error in persona;

19. Bahwa apabila dihubungkan dengan banyak Yurisprudensi Hukum di Indonesia mengenai gugatan yang cacat formil akibat error in persona, maka sangat patut, adil serta layak apabila kami mohon kepada Yang Mullia Ketua Pengadilan Niaga cq. Yang Mulia Majelis Hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, yang memeriksa dan mengadili perkara ini untuk menolak atau setidak- tidaknya menyatakan gugatan tidak dapat diterima (niet ontvankelijke verklaard).

GUGATAN PENGGUGAT TIDAK JELAS ATAU KABUR – EXCEPTIO OBSCUURE LIBEL

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 16

(17)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal 17 dari 58 hal Putusan No.64/Pdt.Sus-Desain Industri/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst.

GAMBAR DESAIN INDUSTRI HARUS DARI BERBAGAI TAMPAK DAN PERSPEKTIF

20. Bahwa Gugatan yang diajukan Penggugat tidak jelas atau kabur (obscuure libel) sehingga kiranya kami mohon dapat menjadi perhatian Majelis Hakim Pengadilan Niaga yang memeriksa dan mengadili perkara ini;

21. Bahwa gugatan pembatalan terhadap Sertifikat Desain Industri dengan Nomor IDD000024974 dan Sertifikat Desain Industri dengan Nomor IDD000046790, milik Tergugat dinyatakan bukan desain industri yang baru dan telah ada pengungkapan, yang mana pada point 11 halaman 6 Gugatan, Penggugat menunjukan gambar-gambar dan mencoba membandingkan gambar dengan gambar, hanya dari tampak satu sisi dan/atau satu perspektif yang tidak sama;

22. Bahwa apabila Penggugat mendalilkan pada point 11 halaman 6 Gugatan, dengan menyebutnya sebagai desain industri ”yang telah digunakan” atau

”diungkapkan”, maka gugatan Penggugat tidak jelas dan kabur, mengingat gambar desain industri lazimnya diilustrasikan dalam gambar dengan tampak berbagai sisi dan perspektif;

23. Bahwa apabila atas kreasi Tergugat yang permohonannya didaftarkan untuk mendapat hak atas suatu desain, ini merujuk pada pengertian “baru”

sesuai Penjelasan Umum dari Undang-Undang No. 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri;

“Dalam pemeriksaan permohonan hak atas Desain Industri dianut asas kebaruan dan pengajuan pendaftaran pertama. Asas kebaruan dalam Desain Industri ini dibedakan dari ASAS ORISINAL yang berlaku dalam Hak Cipta. Pengertian "baru" atau "kebaruan" ditetapkan dengan suatu pendaftaran yang pertama kali diajukan dan pada saat pendaftaran itu diajukan, tidak ada pihak lain yang dapat membuktikan bahwa pendaftaran tersebut tidak baru atau telah ada pengungkapan/publikasi sebelumnya, baik tertulis atau tidak tertulis.”

KUMULASI GUGATAN SUBYEKTIF DAN/ATAU OBYEKTIF MENGANDUNG OBSCUURE LIBEL

24. Bahwa dalam gugatan yang diajukan Penggugat, tertanggal 27 Oktober 2020, ternyata gugatan yang diajukan Penggugat bersifat kumulasi

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 17

(18)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal 18 dari 58 hal Putusan No.64/Pdt.Sus-Desain Industri/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst.

gugatan subyektif dan kumulasi obyektif, yakni dengan menggugat 2 (dua) subyek dan 2 (dua) obyek sekaligus;

25. Bahwa meski dalam praktik hukum di Indonesia diperbolehkan kumulasi gugatan subyektif maupun kumulasi gugatan obyektif, namun tetap harus memenuhi kaidah hukum yang ada, yakni jelas dan nyata adanya hubungan hukum di antara subyek dan/atau hubungan hukum di antara obyek;

26. Bahwa ternyata dalam kumulasi gugatan yang diajukan Penggugat dalam perkara ini tidak tergambar adanya hubungan hukum subyek maupun hubungan hukum obyek;

27. Bahwa apabila gugatan pembatalan terhadap Sertifikat Desain Industri dengan Nomor IDD000024974 dan Sertifikat Desain Industri dengan Nomor IDD000046790, diajukan Penggugat secara kumulasi maka gugatan mengandung cacat formil karena tidak jelas dan kabur, mengingat Sertifikat Desain Industri dengan Nomor IDD000024974 dan Sertifikat Desain Industri dengan Nomor IDD000046790, merupakan obyek hukum yang berbeda dan tidak hubungan satu sama lain;

Sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 1 butir 5, Undang-Undang No. 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri, disebutkan:

“Hak Desain Industri adalah hak eksklusif yang diberikan oleh negara Republik Indonesia kepada Pendesain atas hasil kreasinya untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri, atau memberikan persetujuannya kepada pihak lain untuk melaksanakan hak tersebut.”

28. Bahwa oleh karena hak desain industri adalah eksklusif maka bersifat khusus, yang mana masing-masing terpisah dan tidak memiliki hubungan hukum satu sama lain maka gugatan Penggugat cacat formil kabur (obscure libel);

29. Bahwa apabila Penggugat kemudian mendalilkan dan mencoba membuktikan adanya hubungan hukum subyek sehingga membuat gugatan kumulasi subyektif, maka ternyata Penggugat telah keliru dalam membuat gugatan yang menyebabkan gugatan tidak jelas dan kabur,

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 18

(19)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal 19 dari 58 hal Putusan No.64/Pdt.Sus-Desain Industri/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst.

mengingat Hak Desain Industri dengan Nomor IDD000024974 dimiliki dan digunakan oleh pihak berbeda dari Hak Desain Industri dengan Nomor IDD000046790, yang mana masing-masing telah hak desain industri untuk produk dimaksud telah dialihkan oleh Tergugat kepada pihak produsen, sehingga terdapat subyek hukum yang berbeda dalam penggunaan hak desain industri a quo;

30. Bahwa apabila Penggugat kemudian mendalilkan dan mencoba membuktikan adanya hubungan hukum obyek dengan membuat kumulasi gugatan obyektif, maka ternyata Penggugat telah keliru dalam membuat gugatan, yang menyebabkan gugatan tidak jelas dan kabur, mengingat Sertifikat Desain Industri dengan Nomor IDD000024974 dan Sertifikat Desain Industri dengan Nomor IDD000046790, merupakan obyek hukum desain industri yang berbeda dan tidak memiliki hubungan satu sama lain karena bersifat eksklusif, yang artinya tidak dapat digugat secara kumulasi obyektif;

31. Bahwa menurut Tergugat, hal-hal tersebut di atas menunjukan bahwa Penggugat tidak memahami pokok dari perlindungan hukum suatu hak desain industri, sebagaimana telah diuraikan di atas dalam Pasal 1 butir 1, Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri:

“Desain Industri adalah suatu kreasi tentang bentuk, konfigurasi, atau komposisi garis atau warna, atau garis dan warna, atau gabungan daripadanya yang berbentuk tiga dimensi atau dua dimensi yang memberikan kesan estetis dan dapat diwujudkan dalam pola tiga dimensi atau dua dimensi serta dapat dipakai untuk menghasilkan suatu produk, barang, komoditas industri, atau kerajinan tangan.”

32. Bahwa oleh karena terdapat fakta tak terbantahkan mengenai adanya gugatan yang kabur (obscuure libel) maka gugatan Penggugat mengandung cacat secara formil sehingga sangat patut, adil serta layak apabila kami mohon kepada Ketua Pengadilan Niaga cq. Majelis Hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, yang memeriksa dan mengadili perkara ini untuk menolak atau setidak- tidaknya menyatakan gugatan tidak dapat diterima (niet ontvankelijke verklaard) karena gugatan kabur.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 19

(20)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal 20 dari 58 hal Putusan No.64/Pdt.Sus-Desain Industri/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst.

B. JAWABAN DALAM KONVENSI

33. Bahwa apa yang dikemukakan Tergugat dalam Eksepsi mohon dianggap sebagai satu kesatuan dengan yang dikemukakan Tergugat pada Jawaban dalam Pokok Perkara;

34. Bahwa Tergugat dengan tegas menolak dan membantah seluruh dalil- dalil yang dikemukakan Penggugat, kecuali yang secara tegas diakui oleh Tergugat kebenarannya;

35. Bahwa Tergugat adalah Pemegang Hak Desain Industri sebagaimana Sertifikat Desain Industri dengan Nomor IDD000024974 untuk helm dan Sertifikat Desain Industri dengan Nomor IDD000046790 untuk kaca masker;

36. Bahwa Tergugat sebagai pendesain yang mengajukan permohonan untuk pendaftaran hak desain industri telah mengalihkan hak desain industrinya kepada pihak lain, yang dalam hal ini PT TIRTA MANDIRI HUTAMA dan PT OSBE GEMERLANG INDONESIA, dengan tujuan agar produk yang telah mendapat hak desain industri tersebut dapat diproduksi secara terus menerus dan memberi keuntungan kepada pendesain maupun perusahaan produsen;

37. Bahwa dalam rangka melaksanakan kegiatan produksi dan perdagangan helm dan kaca masker, Tergugat yang bekerja sebagai Direktur pada PT OSBE GEMERLANG INDONESIA telah membuat cetakan barang plastik (moulding) untuk memproduksi kaca masker, sedangkan untuk helm diproduksi oleh mitra PT OSBE GEMERLANG INDONESIA, yakni PT TIRTA MANDIRI HUTAMA;

38. Bahwa apa yang diuraikan Penggugat dalam point 1 halaman 2 dan 3 Gugatan, jelas menunjukan kedudukan Penggugat ternyata hanya Pedagang dan Distributor, sehingga patut dan layak untuk dinyatakan tidak berkepentingan, hal ini merujuk pada Penjelasan Umum dari Undang- Undang No. 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri, mengenai asas pendaftaran telah dijelaskan sebagai berikut:

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 20

(21)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal 21 dari 58 hal Putusan No.64/Pdt.Sus-Desain Industri/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst.

“Adapun prinsip pengaturannya adalah pengakuan kepemilikan atas karya intelektual yang memberikan kesan estetis dan dapat diproduksi secara berulang-ulang serta dapat menghasilkan suatu barang dalam bentuk dua atau tiga dimensi.”

39. Bahwa sejak awal tidak adanya itikad baik dari Penggugat, dapat dibuktikan dengan rekam jejak Penggugat yang tidak pernah mengajukan hak desain industri kepada Direktorat Hak Cipta dan Desain Industri pada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, dan tidak memiliki sertifikat desain industri berkaitan perkara ini;

PENGGUGAT MENGETAHUI DAN MENGAKUI DESAIN INDUSTRI MILIK TERGUGAT TELAH TERDAFTAR DAN TIDAK ADA KEBERATAN

40. Bahwa sebagaimana point 3 halaman 3 Gugatan, adalah benar pada tanggal 04 Juni 2014, Tergugat telah mengajukan permohonan pendaftaran desain industri untuk “helm” dan telah mendapat Sertifikat Desain Industri dengan Nomor IDD000024974, dan pada tanggal 11 Agustus 2016, Tergugat telah mengajukan permohonan pendaftaran desain industri untuk “kaca masker” serta telah mendapat Sertifikat Desain Industri dengan Nomor IDD000046790;

41. Bahwa adalah benar sebagaimana point 4 halaman 3 Gugatan, berdasarkan Pasal 2, Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2000 Tentang Desain Industri, disebutkan:

(1) Hak Desain Industri diberikan untuk Desain Industri yang baru.

(2) Desain Industri dianggap baru apabila pada Tanggal Penerimaan, Desain Industri tersebut tidak sama dengan pengungkapan yang telah ada sebelumnya.

(3) Pengungkapan sebelumnya, sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) adalah pengungkapan Desain Industri yang sebelum :

a. tanggal penerimaan; atau

b. tanggal prioritas apabila Permohonan diajukan dengan Hak Prioritas;

c. telah diumumkan atau digunakan di Indonesia atau di luar Indonesia.

Bahwa ternyata merupakan fakta yang tak terbantahkan mengenai hak desain industri yang dimiliki oleh Tergugat telah sesuai ketentuan Pasal 2 ayat (1), (2),

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 21

Referensi

Dokumen terkait

Menimbang, bahwa yang menjadi inti pokok perselisihan antara Penggugat dan Tergugat sebagaimana didalilkan oleh Penggugat adalah apakah Tergugat telah memiliki dan

- Bahwa oleh karena Penggugat tidak ada itikad baik untuk membayar dan melunasi angsuran hutangnya kepada Tergugat dan jelas telah wanprestasi, sehingga berdasarkan

Bahwa penggantian kerugian oleh Penggugat I terhadap Tergugat tidak dapat dijadikan dasar Tergugat untuk memberhentikan Penggugat I dengan alasan melakukan kesalahan

"Bahwa fakta hilangnya sepeda motor Penggugat tersebut apabila dihubungkan dengan perjanjian penitipan barang yang telah terjadi antara Penggugat dengan Tergugat, maka Tergugat

apalagi ketidakhadiran Penggugat bekerja pada Tergugat adalah karena perbuatan Tergugat sendiri dengan tidak mengizinkan Penggugat datang dan bekerja pada Tergugat, walaupun

Bahwa dalam surat gugatan Penggugat tertangal 20 Desember 2016, Penggugat mendalilkan akibat ulah Tergugat yang meniru merek “K.BROTHERS” milik Penggugat sehingga

Gugatan Penggugat kabur dan tidak jelas obscuur libel : Menimbang, bahwa terkait eksepsi ini, setelah Majelis Hakim mempelajari akan alasan-alasan yang dikemukakan para Tergugat dalam

Menolak gugatan Penggugat selainnya; Dalam Rekonvensi: - Menolak gugatan Penggugat Rekonvensi seluruhnya; Dalam Konvensi Dan Rekonvensi: - Menghukum Tergugat I, Tergugat II, dan