Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
P U T U S A N No. 861 K/Pdt/2012
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G
Memeriksa perkara perdata dalam tingkat kasasi telah memutuskan sebagai berikut dalam perkara:
DEDY SOEDRAJAT, bertempat tinggal di Jalan Mentari No. 21 Rt. 002 Rw. 005 Kelurahan Cirangrang Kecamatan Babakan Ciparay Bandung (sesuai dengan Kartu Tanda Penduduk), Berkedudukan terakhir di Kp. Baru Rende Desa Cikalong, Kecamatan Cikalong Wetan, Bandung;
Pemohon Kasasi dahulu Tergugat/Pembanding; m e l a w a n:
JOYCE ARYANI GUNAWAN, bertempat tinggal di Jalan Pancoran Indah V Nomor 4 Rt. 009/Rw. 002 Kelurahan Pancoran, Kecamatan Pancoran, Kotamadya Jakarta Selatan;
Termohon Kasasi dahulu Penggugat/Terbanding; dan
H. BUDI SUDRAJAT, bertempat tinggal di Cimareme 306 Rt. 004/001 Desa Cimareme Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung;
Turut Termohon Kasasi dahulu Turut Tergugat/Turut Terbanding; Mahkamah Agung tersebut;
Membaca surat-surat yang bersangkutan;
Menimbang, bahwa dari surat-surat tersebut ternyata bahwa sekarang Termohon Kasasi dahulu sebagai Penggugat telah menggugat sekarang Pemohon Kasasi dahulu sebagai Tergugat dan Turut Termohon Kasasi dahulu sebagai Turut Tergugat di muka persidangan Pengadilan Negeri Bandung pada pokoknya atas dalil-dalil:
1 Bahwa pada tanggal 27 April 2007 telah dibuat dan ditandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli Nomor 7.6 antara Penggugat dengan Tergugat yang dibuat dihadapan Dudi Wahyudi, Sarjana Hukum, Notaris di Bandung ("PPJB") (Bukti P-1)·
Hal. 1 dari 23 hal. Put. No. 861 K/Pdt/2012
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
2 Bahwa PP JB di atas. dibuat dengan memenuhi syarat untuk sahnya perjanjiansebagaimana diatur dalam Pasal 1320 Kitab Undang-undang Hukum Perdata ("KUHPerdata") dan oleh karenanya berlaku sebagai undang-undang.
3 Bahwa berdasarkan ketentuan PPJB tersebut Tergugat berjanji dan mengikat dirinya untuk menjual kepada Penggugat beberapa bidang tanah Hak Milik. 4 Bahwa berdasarkan Pasal 1 PPJB harga yang disepakati oleh Penggugat dan
Tergugat adalah sebesar Rp4.000.000.000,00 (empat miliar rupiah). 5 Bahwa ketentuan Pasal 2 PPJB tersebut menegaskan sebagai berikut:
1 Penggugat telah membayar sebagian uang harga penjualan Obyek PPJB tersebut kepada Tergugat yaitu sebesar Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dimana PPJB ini berlaku sebagai tanda penerimaan atau kwitansinya.
2 Penggugat akan melakukan pembayaran sisanya yaitu sebesar Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah) dengan 2 (dua) tahapan pembayaran yaitu:
1 Tahap Pertama
Penggugat akan melakukan pembayaran kepada Bank Negara Indonesia (selanjutnya disebut "BANK") sebagaimana surat Bank Nomor: KAK II/9.21084/R tertanggal 27 Desember 2006 perihal Permohonan Pembelian/Penebusan Jaminan dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp2.400.000.000,00 (dua miliar empat ratus juta rupiah), yang merupakan jumlah kewajiban Tergugat kepada Bank (Bukti P·2).
2 Tahap Kedua
Penggugat akan melakukan pembayaran kepada Tergugat sebesar Rp600.000.000,00 (enam ratus juta rupiah) paling lambat pada tanggal 11 Juli 2007.
6 Bahwa kemudian jadwal pembayaran yang harus dilakukan oleh Penggugat, sebagaimana Surat Nomor: KAK II/9.2/084/R tanggal 27 Desember 2006 (Bukti P-2 tersebut di atas) telah direvisi oleh Bank dengan Surat Nomor: KAK II/9.2/100/R tertanggal 23 Januari 2007 perihal Skedul Pembayaran (Bukti P-3). 7 Bahwa Penggugat telah melakukan pembayaran Tahap Pertama melalui rekening yang ditunjuk dalam surat Bank Nomor: KAK II/9.2/100/R tertanggal 23 Januari 2007 tersebut di atas (Rekening Simpanan Sementara ADC
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
BNI JJS-Bandung, Nomor Rekening 031 0000 247), dengan total sebesarRp1.500.000.000,00 (satu miliar lima ratus juta rupiah) dengan sesuai dengan: 1 Bukti Pembayaran I sebesar Rp500.000.000,00 (lima ratus juta
rupiah) tertanggal 23 Januari 2007 (Bukti P-4).
2 Bukti Pembayaran II sebesar Rp400.000.000,00 (empat ratus juta rupiah) tertanggal 24 Januari 2007 (Bukti P-5).
3 Bukti Pembayaran III sebesar Rp300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) tertanggal 27 Februari 2007 (Bukti P-6)
4 Bukti Pembayaran IV sebesar Rp300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) tertanggal 28 Maret 2007 (Bukti P-7).
8 Bahwa sebagaimana maksud para pihak dalam PPJB (Penggugat dan Tergugat), PPJB tersebut akan ditindaklanjuti dengan penandatanganan Akta Jual Beli.
9 Bahwa karena Penggugat telah melakukan sebagian pembayaran dan bermaksud menyelesaikan pembayaran selanjutnya sebagaimana diuraikan pada Pasal 2 PPJB, sebelum melakukan pembayaran tersebut Penggugat telah menghubungi Tergugat dan bahkan bertemu dengan Tergugat agar Tergugat memberikan surat kuasa kepada Penggugat yang merupakan pelaksanaan Pasal 5 PPJB, namun Tergugat tidak pernah menanggapi hal tersebut.
10 Bahwa surat kuasa tersebut dimaksudkan agar Penggugat diberi kuasa oleh Tergugat selaku pemilik tanah yang sedang dijaminkan ke Bank untuk menerima sertifikat-sertifikat dari Bank setelah Penggugat dan Tergugat menandatangani Akta Jual Beli. Hal ini juga dikarenakan Bank hanya akan menyerahkan sertifikat-sertifikat kepada orang yang namanya tercantum sebagai pemilik sertifikat tersebut sebagaimana dimaksud dalam Surat Nomor: KAK II/9.2/084/ R tertanggal 27 Desember 2006 di atas.
11 Bahwa Penggugat, melalui kuasanya, juga menyampaikan maksudnya tersebut melalui surat ke alamat yang Penggugat ketahui dimana Tergugat berada, sebagaimana Surat Ref. No. 239/PP-ltr-mrs/VI/2007 tertanggal 25 Juni 2007 perihal Surat Kuasa atas Tanah-tanah Sehubungan Dengan PPJB (Bukti P-8), namun ternyata surat tersebut kembali kepada Penggugat dengan keterangan bahwa Tergugat tidak berada di alamat itu lagi.
12 Kemudian Penggugat juga mengirimkan surat tersebut ke alamat-alamat lainnya yang Penggugat ketahui sebagai tempat kedudukan Tergugat, namun
Hal. 3 dari 23 hal. Put. No. 861 K/Pdt/2012
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
surat-surat itu juga kembali kepada Penggugat dikarenakan Tergugat sudah tidakberada di alamat itu (Bukti P-9).
13 Keadaan ini merupakan indikasi bahwa Tergugat tidak memiliki itikad baik untuk melaksanakan PPJB, meskipun Penggugat telah membayarkan sebagian kewajibannya kepada Bank. Karena itu untuk mencegah kerugian yang lebih besar, Penggugat tidak dapat melanjutkan pembayaran berikutnya yang diuraikan dalam Pasal 2 PPJB.
14 Bahwa ketentuan Pasal 2 butir 1 PPJB mengatur sebagai berikut :
“(1)………dan apabila Pihak Kedua tidak melakukan pembayaran terhadap Pihak Bank sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh Pihak Bank, pengikatan jual beli ini dinyatakan batal dan terhadap uang yang telah dibayarkan oleh Pihak Kedua kepada Pihak Bank akan dikembalikan oleh Pihak Pertama kepada Pihak Kedua, sesuai dengan jumlah yang telah dibayarkan oleh Pihak Kedua kepada Pihak Bank ditambah Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)."
Maka berdasarkan ketentuan Pasal 2 PPJB di atas bila Penggugat tidak melaksanakan pembayaran yang telah ditetapkan, PPJB ini batal dan selanjutnya Tergugat wajib mengembalikan seluruh uang yang telah dibayarkan oleh Penggugat kepada BANK ditambah Rp1.000.000.000 (satu miliar rupiah).
15 Bahwa jumlah Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) di atas yang harus dikembalikan Tergugat kepada Penggugat akibat batalnya PPJB merupakan jumlah yang telah diberikan oleh Penggugat kepada Tergugat secara langsung (tidak dibayarkan melalui Bank) dimana PPJB tersebut merupakan tanda penerimaan atau kwitansinya (Pasal 2 paragraf pertama PPJB).
16 Bahwa dengan demikian, karena Penggugat tidak melaksanakan pembayaran berikutnya sebagaimana diuraikan di atas, maka PPJB tersebut batal dan sebagai akibat batalnya PPJB, berdasarkan ketentuan Pasal 2 PPJB tersebut, Tergugat wajib mengembalikan pembayaran sejumlah Rp1.500.000.000 (satu miliar lima ratus juta rupiah) yang telah dilakukan Penggugat kepada Bank ditambah Rp1.000.000.000 (satu miliar rupiah) sehingga Tergugat wajib mengembalikan uang sejumlah Rp2.500.000.000,00 (dua miliar lima ratus juta rupiah) kepada Penggugat.
17 Sehubungan dengan kewajiban Tergugat di atas dan mengingat keberadaan Tergugat tidak diketahui secara jelas, maka Penggugat mengumumkan Panggilan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
dan Peringatan kepada Tergugat yang dimuat dalam 2 (dua) surat kabar harianyaitu Sinar Harapan (Bukti P-10) dan Tribun Jabar (Bukti P-11) masing-masing tertanggal 03 Juli 2007.
18 Bahwa dalam Panggilan dan Peringatan di atas, Tergugat telah diberikan waktu selama 3 (tiga) hari oleh Penggugat terhitung sejak diumumkannya Panggilan Dan Peringatan tersebut untuk menghubungi Penggugat dan melaksanakan kewajiban akibat batalnya PPJB tersebut.
19 Bahwa setelah pemanggilan melalui surat kabar tersebut, melalui kuasanya, Tergugat menghubungi kuasa Penggugat dengan surat No. 05/Tgp/KH.E&R/V1112007 tertanggal 6 Juli 2007 (Bukti P-12), yang pada intinya bahwa Tergugat setuju dan bermaksud menjalankan ketentuan Pasal 2 ayat (1) PPJB, sebagaimana telah dikutip pada butir 14 di atas.
20 Bahwa selanjutnya Tergugat membuat Surat Pernyataan tertanggal 27 Juli 2007 (selanjutnya disebut "Pernyataan Tergugat") (BuktiP-13) bahwa
Tergugat memiliki kewajiban untuk mengembalikan uang sejumlah Rp2.500.000.000 (dua miliar lima ratus juta rupiah).
21 Bahwa pada tanggal Pernyataan Tergugat tersebut, Tergugat telah
melakukan pembayaran sebagian dari kewajibannya, sejumlah Rp2.000.000.000 (dua miliar rupiah) melalui rekening yang di tunjuk oleh
Penggugat (Bukti P-14), sehingga sisa kewajiban Tergugat pada Penggugat adalah sejumlah Rp500.000.000 (lima ratus juta rupiah).
22 Bahwa dalam Pernyataannya Tergugat menyanggupi dan berjanji untuk melakukan pembayaran sisa kewajiban sejumlah Rp500.000.000 (lima ratus juta rupiah) dengan cek sebagaimana terlampir pada Pernyataan Tergugat tersebut. 23 Bahwa cek yang dimaksud dan dilampirkan pada Pernyataan Tergugat
tersebut (Bukti P-15), adalah dengan perincian sebagai berikut : No Cek : XR 059563
Pemilik Rekening : H. Budi Sudrajat (Turut Tergugat)
Bank : BCA, KCU Soekarno Hatta, KCP Padalarang Tanggal pencairan : 27 Agustus 2007
24 Bahwa untuk menguatkan Surat Pernyataan Tergugat tersebut, Turut Tergugat juga memberikan pernyataan sebagaimana Surat Pernyataan H. Budi Sudrajat tertanggal 27 Juli 2007 ("Pernyataan Turut Tergugat") (Bukti P-16). 25 Bahwa kemudian kuasa hukum Tergugat mengirimkan Surat tanggal 24
Agustus 2007 No. 11/S.Perm/KH.E&R/VII/2007 perihal Permohonan
Hal. 5 dari 23 hal. Put. No. 861 K/Pdt/2012
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Penundaan Transaksi Pembayaran kepada kuasa Penggugat (Bukti P-17), yangmengajukan permohonan penundaan pelaksanaan pembayaran sisa kewajiban Tergugat sejumlah Rp500.000.000 (lima ratus juta rupiah) tersebut, dan hanya membayar sejumlah Rp100.000.000 (seratus juta rupiah) melalui rekening yang ditunjuk oleh Penggugat.
26 Bahwa kemudian pada tanggal 27 Agustus 2007 Penggugat mencoba untuk mencairkan cek yang diberikan sesuai dengan Pernyataan Tergugat, namun ternyata pencairan cek tersebut ditolak oleh pihak Bank karena saldonya tidak mencukupi (Bukti P-18).
27 Bahwa selanjutnya Tergugat telah melakukan pembayaran sejumlah Rp 100.000.000 yang dimaksud dalam surat Tergugat tertanggal 24 Agustus 2007 di atas (Bukti P-19) dan melalui kuasanya Penggugat menyatakan dapat memberikan toleransi terakhir sebagaimana bunyi surat tanggal 27 Agustus2007 (Bukti P-20), dengan syarat Tergugat melakukan pembayaran sesuai jadwal sebagai berikut:
• Pembayaran sebesar Rp200.000.000 dilakukan tanggal10 September 2007.
• Pembayaran sebesar Rp100.000.000 dilakukan tanggal 27 Agustus 2007;
• Pembayaran sebesar Rp200.000.000 dilakukan tanggal 3 September 2007; 28 memberikan waktu kepada Tergugat tersebut, Tergugat mengirimkan surat No:
12/S.Perm.Jwb/KH.E&R/VIl/2007 tanggal 27 Agustus 2007 yang isinya bahwa sisa kewajiban sebesar Rp400.000.000 diperkirakan baru akan dapat dibayarkan pada tanggal 28 September 2007 (Bukti P-21).
29 Bahwa waktu yang diberikan oleh Penggugat telah disalahgunakan oleh Tergugat karena Tergugat tidak melaksanakan pembayaran sebagaimana disyaratkan dalam surat Penggugat tanggal 27 Agustus 2007 tersebut di atas, namun hanya membayar sejumlah Rp50.000.000 (lima puluh juta rupiah) pada tanggal 3 September 2007 melalui rekening yang di tunjuk oleh Penggugat (Bukti P-22).
30 Bahwa dengan demikian sisa kewajiban Tergugat terhadap Penggugat berdasarkan Pasal 2 butir 1 PPJB adalah Rp350.000.000 (tiga ratus lima puluh juta rupiah).
31 Bahwa sampai diajukannya gugatan ini, Tergugat tidak melunasi seluruh kewajibannya sebagai akibat pembatalan PPJB karena masih adanya sisa kewajiban terhutang sebesar Rp350.000.000 (tiga ratus lima puluh juta rupiah).
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
32 Berdasarkan uraian tersebut jelaslah bahwa Tergugat telah ingkar janjiberdasarkan ketentuan Pasal 2 butir 1 PPJB karena tidak melaksanakan kewajibannya untuk membayar seluruh jumlah yang disepakati sebagai akibat batalnya PPJB tersebut sebagaimana ketentuan Pasal 2 butir 1 PPJB, kewajiban mana juga telah diakui dan dijanjikan akan dilunasi berdasarkan Pernyataan Tergugat.
33 Bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 12 PPJB, mengenai perjanjian (PPJB) dan segala akibatnya, Penggugat dan Tergugat telah memilih Pengadilan Negeri Kelas IA di Bandung, dengan demikian Pengadilan Negeri Kelas IA di Bandung berwenang menyelesaikan segala perselisihan yang berkaitan dengan PPJB ini. GANTI RUGI AKIBAT WANPRESTASI
34 Bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 1266 KUHPerdata adalah patut dan berdasar bila Penggugat mengajukan tuntutan ganti rugi akibat tindakan ingkar janjinya Tergugat.
35 Bahwa karena itu adalah patut dan berdasar bila Tergugat di hukum membayar ganti rugi berupa bunga sebesar 6 % per tahun yang dihitung dari sisa kewajiban, terhitung sejak diajukannya gugatan ini sampai dilunasinya seluruh kewajiban Tergugat kepada Penggugat akibat batalnya PPJB.
DWANGSOM
36 Bahwa adalah patut dan berdasar bila Tergugat di hukum untuk membayar uang paksa (dwangsom) sejumlah Rp1.000.000 (satu juta rupiah) untuk setiap hari keterlambatan melaksanakan putusan perkara ini.
PERMOHONAN SITA JAMINAN
37 Bahwa agar tuntutan Penggugat tidak menjadi illusoir bila kelak dikabulkan oleh Majelis Hakim, maka Penggugat mohon agar Pengadilan Negeri Kelas IA Bandung meletakkan Sita Jaminan (Conservatoir Beslag) atas harta benda milik Tergugat yang akan diajukan secara tersendiri dalam permohonan Sita Jaminan. PERMOHONAN PUTUSAN SERTA MERTA
38 Bahwa karena gugatan ini diajukan berdasarkan bukti-bukti yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara hukum, dan tidak akan dapat disangkal kebenarannya oleh Tergugat, oleh karena itu Penggugat mohon kepada Pengadilan Negeri Kelas IA Bandung agar memutuskan perkara ini dapat dilaksanakan terlebih dahulu walaupun ada bantahan, banding atau kasasi dari Tergugat (uitvoerbaar bij voorrad).
Hal. 7 dari 23 hal. Put. No. 861 K/Pdt/2012
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut di atas Penggugat mohon kepada PengadilanNegeri Bandung agar terlebih dahulu memberikan putusan sebagai berikut: 1 Mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya;
2 Menyatakan sah Perjanjian Jual Beli No. 26 tertanggal 27 April 2007 yang dibuat antara Penggugat dan Tergugat;
3 Menyatakan menurut hukum bahwa Perjanjian Pengikatan Jual Beli No. 26 tertanggal 27 April 2007 batal karena terpenuhinya syarat batal sebagaimana Pasal 2 butir 2 Perjanjian Pengikatan Jual Beli No. 26 tertanggal 27 April 2007;
4 Menyatakan menurut hukum bahwa Tergugat memiliki kewajiban mengembalikan pembayaran sebesar Rp2.500.000.000,00 (dua miliar lima ratus juta rupiah) kepada Penggugat sebagai akibat batalnya Perjanjian Pengikatan Jual Beli No. 26 tertanggal 27 April 2007;
5 Menghukum Tergugat oleh karenannya untuk membayar sisa kewajiban yang terhutang akibat batalnya Perjanjian Pengikatan Jual Beli No.26 tertanggal 27 April 2007 sebesar Rp350.000.000,00 (tiga ratus lima puluh juta rupiah);
6 Menghukum Tergugat ntuk membayar bunga sebesar 6 % per tahun yang dihitung dari sisa kewajiban, terhitung sejak diajukannya gugatan sampai dilunasinya seluruh kewajiban Tergugat kepada Penggugat akibat batalnya Perjanjian Pengikatan Jual Beli;
7 Menghukum Tergugat membayar uang paksa sebesar Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah) untuk setiap hari keterlambatan sampai dilaksanakannya seluruh kewajiban Tergugat berdasarkan putusan perkara ini;
8 Menyatakan sah dan berharga sita jaminan yang diletakkan atas harta benada Tergugat;
9 Menghukum Turut Tergugat untuk tunduk pada putusan ini perkara ini;
10 Menyatakan putusan ini dapat dijalankan lebih dulu meskipun ada upaya hukum bantahan, banding maupun kasasi (uitvoerbaar bij voorraad);
11 Menghukum Tergugat membayar seluruh biaya yang timbul akibat perkara ini. Apabila Majelis Hakim berpendapat lain, mohon putusan yang seadila-adilnya (ex aequo et bono).
Menimbang, bahwa terhadap gugatan tersebut Turut Tergugat DEDY mengajukan eksepsi dan gugatan balik (rekonvensi) pada pokoknya atas dalil-dalil sebagai berikut:
DALAM EKSEPSI:
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
1 Bahwa, dalam gugatan yang diajukan Penggugat dalam Konvensi/Tergugatdalam Rekonvensi terhadap Turut Tergugat dalam Konvensi/Penggugat dalam Rekonvensi dalam perkara ini telah salah alamat (error in persona), hal ini dapat terlihat dari dalil yang disampaikan oleh Penggugat dalam Konvensi/Tergugat dalam Rekonvensi dalam surat gugatannya yang tidak menyebutkan secara spesifik keterlibatan Turut Tergugat dalam Konvensi/Penggugat dalam Rekonvensi dalam hal pembatalan Perianiian Pengikatan Jual Beli No. 26 tertanggal 27 April 2007. dengan demikian alasan Penggugat dalam Konvensi/Tergugat dalam Rekonvensi menarik Turut Tergugat dalam Konvensi/Penggugat dalam Rekonvensi menjadi pihak adalah suatu kesalahan terhadap pihak Turut Tergugat dalam Konvensi/Penggugat dalam Rekonvensi, karena sesuai dengan poin B Surat Pernyataan Turut Tergugat dalam Konvensi/Penggugat dalam Rekonvensi tetanggal 27 Juli 2007, kedudukan Turut Tergugat dalam Konvensi/Penggugat dalam Rekonvensi hanya sebagai Penjamin Cek dengan nomor seri XR 059563 tertanggal 27 Agustus 2007. apabila cek tersebut tidak dapat diuangkan:
2 Bahwa, Penggugat dalam Konvensi/Tergugat dalam Rekonvensi dalam gugatannya menyampaikan bahwa Tergugat dalam Konvensi memiliki sisa kewajiban sebesar Rp350.000.000,00 (tiga ratus lima puluh juta rupiah), padahal dalam Surat Ref. No.: 145/PP-ltr-rf/1/2008 tertanggal 21 Januari 2008 (bukti TT-1) Jo. Surat Ref. No.: 190/PP-ltr-rf/11/2008 tertanggal 6 Februari 2008 (bukti TT- 2) Jo. Surat Ref. No. : 221/ PP-ltr-rf/11/2008 tertanggal 19 Februari 2008 (bukti TT- 3), dan telah diakui secara teeas oleh Penggugat dalam Konvensi/Tergugat dalam Rekonvensi bahwa sisa kewajiban Tergugat dalam Konvensi setelah dikurangi kewajiban Penggugat dalam Konvensi/Tergugat dalam Rekonvensi atas sewa kandang terhadap Tergugat dalam Konvensi adalah sebesar Rp271.584.000,00 (dua ratus tujuh puluh satu juta lima ratus delapan puluh empat ribu rupiah). Dari hal tersebut sangatlah jelas bahwa gugatan yang diajukan Penggugat dalam Konvensi/Tergugat dalam Rekonvensi kabur/tidak jelas (obscuur libel) karena Penggugat dalam Konvensi/Tergugat dalam Rekonvensi dalam positanya kembali menyebutkan kewajiban Tergugat dalam Konvensi kepada Penggugat dalam Konvensi/Tergugat dalam Rekonvensi adalah sebesar Rp350.000.000,00 (tiga ratus lima puluh juta rupiah) sehingga terdapat ketidakpastian nilai yang menjadi kewajiban tergugat dalam Konvensi yang dijamin oleh Turut Tergugat dalam Konvensi/ Penggugat dalam Rekonvensi kepada Penggugat dalam Konvensi/Tergugat dalam Rekonvensi eks. Yurisprudensi (Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia) No. 492 K/Sip/1970 tertanggal 16 Desember 1970 Jo. Yurisprudensi No. 1720 K/Pdt/1986
Hal. 9 dari 23 hal. Put. No. 861 K/Pdt/2012
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
yang menyatakan bahwa setiap tuntutan ganti rugi harus disertai perincian kerugiandalam bentuk apa yang menjadi dasar tuntutannya. Tanpa perincian dimaksud maka tuntutan ganti rugi tersebut harus dinyatakan tidak dapat diterima karena tuntutan tersebut tidak jelas atau tidak sempurna (Himpunan Yurisprudensi Hukum Perdata Indonesia, Rasjim Wiraatmadja, SR, Frida Widjaja, SH., Davy Tasman, SH., hal. 43); DALAM REKONVENSI:
1 Bahwa, tindakan yang dilakukan Tergugat dalam Rekonvensi/Penggugat dalam Konvensi dengan melakukan tindakan mencairkan cek No. : XR 059563 tertanggal 27 Agustus 2007 atas nama Turut Tergugat dimana telah terdapat kesepakatan untuk tidak melakukan pencairan atas cek tersebut yang dilakukan dengan pembayaran secara dicicil melalui transfer Bank ke rekening milik Tergugat dalam Rekonvensi/Penggugat dalam Konvensi sehingga tindakan tersebut telah memenuhi ketentuan vide Pasal 1320 Jo. 1338 KUH Perdata dapat dikategorikan sebagai tindakan Wanprestasi; 2 Bahwa, dengan adanya tindakan pencairan cek No. : XR 059563 tanggal 17
Agustus 2007 yang dilakukan oIeh Tergugat dalam Rekonvensi I Penggugat dalam Konvensi sebagaimana didalilkan dalam surat gugatannya, maka Penggugat dalam Rekonvensi/Turut Tergugat dalam Konvensi telah" mengalami kerugian immateril dengan hilangnya kepercayaan Bank terhadap kredibilitas financial Penggugat dalam Rekonvensi/Turut Tergugat dalam Konvensi, selain itu terdapat tindakan yang diberikan pihak Bank berupa denda administratif terhadap Penggugat dalam Rekonvensi/Turut Tergugat dalam Konvensi, sehingga terdapat kerugian yang nyata;
3 Bahwa, meskipun telah terjadi peralihan status kepemilikan dari Tergugat dalam Konvensi kepada Penggugat dalam Rekonvensi/Turut Tergugat dalam Konvensi, Penggugat dalam Rekonvensi/Turut Tergugat dalam Konvensi tetap telah menunjukkan itikad baiknya untuk tetap memberikan kesempatan kepada Tergugat dalam Rekonvensi/Penggugat dalam Konvensi untuk meneruskan sewa kandang sampai dengan berakhirnya perjanjian sewa menyewa kandang sapi vide Pasal 1576 KUH Perdata;
4 Bahwa, Penggugat dalam Rekonvensi/Turut Tergugat dalam Konvensi selaku pihak yang menyewakan memiliki hak untuk menerima uang pembayaran sewa kandang yang belum dibayarkan karena belum berakhirnya perjanjian sewa menyewa dan hal ini sesuai surat dari Tergugat dalam Rekonvensi/ Penggugat dalam Konvensi vide surat dari Tergugat dalam Konvensi
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
tertanggal 27 Juli 2007 perihal Peralihan Biaya Sewa (bukti Penggugat dalamRekonvensi/IT dalam Konvensi - 1) Jo. Surat Perjanjian Kerjasama Sewa Menyewa Kandang Sapi Potong Nomor : 0011 UP/SPK-DIR/I/06 tertanggal 9 Januari 2006 (bukti Penggugat dalam Rekonvensi/Turut Tergugat dalam Konvensi - 2), sehingga mendasarkan pada hal tersebut Tergugat dalam Rekonvensi/Penggugat dalam Konvensi masih memiliki kewajiban kepada Penggugat dalam Rekonvensi/Turut Tergugat dalam Konvensi untuk melakukan pembayaran biaya sewa kandang dengan tetap memperhatikan isi angka 3 (tiga) perjanjian dimaksud, dengan perincian sebagai berikut :
• November 2007 : Rp41.743.000,00
Rp41.743.000,00
• Desember 2007 : Rp34.942.000,00 Rp34.942.000,00
• Januari 2007 : 110 ekor x 31 hari x Rp1.000,00
Rp34.100.000,00
Jumlah Total Rp110.785.000,00
(seratus sepuluh juta tujuh ratus delapan puluh lima ribu rupiah)
5 Bahwa, terhadap nilai sewa kandang bulan November 2007 dan Desember 2007 yang belum dibayar Tergugat dalam Rekonvensi/ Penggugat dalam Konvensi sebagaimana dimaksud pada angka 4 di atas, telah diakui oleh Kuasa Hukum Tergugat dalam Rekonvensi/ Penggugat dalam Konvensi vide surat Ref. Nomor: 1901 PP-ltr-rf/II/2008 tertanggal 6 Februari 2008 (bukti Penggugat dalam Rekonvensi/Turut Tergugat dalam Konvensi - 3). Namun terhadap nilai sewa bulan Januari 2008 Penggugat dalam Rekonvensi/Turut Tergugat dalam Konvensi tetap berpedoman pada perhitungan okupansi minimal sesuai isi angka 3 Surat Perjanjian Kerjasama Sewa Menyewa Kandang Sapi Potong Nomor: 001/UP/SPK-DIR/1/06, tertanggal 9 Januari 2006. Sehingga adalah layak dan sesuai sebagai bentuk ganti kerugian penghasilan Penggugat dalam Rekonvensi/ Turut Tergugat dalam Konvensi, Tergugat dalam Rekonvensi/ Penggugat dalam Konvensi dibebankan bunga sebesar 6 (enam perseratus) dari hutang pokok Tergugat dalam Rekonvensi/ Penggugat dalam Konvensi setiap bulannya terhitung mulai gugatan didaftarkan oleh Tergugat dalam Rekonvensi/Penggugat
Hal. 11 dari 23 hal. Put. No. 861 K/Pdt/2012
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
dalam Konvensi di Pengadilan Negeri Kelas IA Bandung, yaitu sejak bulanMaret 2008.
6 Bahwa, pada tanggal 3 Januari 2008 Tergugat dalam Rekonvensi/Penggugat dalam Konvensi telah melakukan tindakan pengambilan barang-barang berupa kabel listrik berbagai ukuran sebanyak 14 (empat belas) rol (+ 500 meter), lampu neon sebanyak 105 (seratus lima) buah, 2 (dua) bush panel listrik dan 2 (dua) buah Water Ton kapasitas 8000 (delapan ribu) liter tanpa seijin dan sepengetahuan Penggugat dalam Rekonvensi/Turut Tergugat dalam Konvensi selaku pemilik sah dari kandang sapi yang terletak di Kampung Barurende, RT. 04/RW. 06, Desa Cikalong, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat Tindakan pengambilan barang ini membawa akibat kerugian terhadap Penggugat dalam Rekonvensi/Turut Tergugat dalam Konvensi sebesar Rp75.000.000,00 (tujuh puIuh lima juta rupiah). Tindakan tersebut merupakan indikasi tindak pidana eks. Pasal 363 KUH Pidana, dimana terhadap hal tersebut telah dilaporkan oleh Penggugat dalam Rekonvensi/Turut Tergugat dalam Konvensi kepada pihak Kepolisian Republik Indonesia Resort Kota Cimahi, sesuai laporan Polisi No. Pol: LP. B/3583/IV/2008/Polres tertanggal 18 April 2008 (bukti Penggugat dalam Rekonvensi/Turut Tergugat dalam Konvensi - 4); Bahwa, adalah layak dan sesuai sebagai ganti kerugian penghasilan Penggugat dalam Rekonvensi/ Turut Tergugat dalam Konvensi ditetapkan sebesar 6 % (enam perseratus) dari hutang pokok Tergugat dalam Rekonvensi/Penggugat dalam Konvensi setiap bulannya terhitung mulai gugatan didaftarkan oIeh Tergugat dalam Rekonvensi/Penggugat dalam Konvensi di Pengadilan Negeri Klas IA Bandung yaitu sejak bulan Maret 2008;
7 Bahwa, tindakan yang dilakukan oleh Tergugat dalam Rekonvensi I Penggugat dalam Konvensi mengakibatkan kerusakan pada atap tempat penampungan air, jalur timbangan (cattle crush) dan instalasi listrik pada tempat dimaksud, sehingga menimbulkan kerugian materil bag! Penggugat dalam Rekonvensi/Turut Tergugat dalam Konvensi sebesar kurang lebih Rp175.000.000,00 (seratus tujuh puluh lima juta rupiah), terlebih kerugian tersebut timbul akibat adanya pengambilan barang-barang tanpa seijin pemilik, yang dalam hal ini adalah Penggugat dalam Rekonvensi/Turut Tergugat dalam Konvensi ,
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
8 Bahwa, terhadap tindakan pengambilan barang-barang oleh Tergugat dalamRekonvensi/Penggugat dalam Konvensi sebagaimana dimaksud pada angka 6 tersebut di atas mengakibatkan kerusakan jalur timbangan (cattle crush) dan instalasi air dan listrik pada objek dimaksud. Hal ini mengakibatkan hilangnya penghasilan Penggugat dalam Rekonvensi/Turut Tergugat dalam Konvensi karena calon penyewa baru tidak berminat untuk menyewa kandang yang fasilitasnya tidak lengkap. Sehingga terdapat kerugian yang nyata secara immateril. dan hal ini dapat dibebankan kepada Tergugat dalam Rekonvensi/Penggugat dalam Konvensi, yang apabila dihitung dengan nilai rata-rata sewa per bulan maka hingga saat ini Penggugat dalam Rekonvensi/ Turut Tergugat dalam Konvensi mengalami kerugian immateril, dengan perhitungan normal rata-rata berdasarkan unsur : Okupansi minimum sapi x jumlah hari (dalam bulan) x Rp1.000,00 vide Perjanjian Kerjasama Sewa Menyewa Kandang Sapi Potong No. 001/UP/SPK-DIR/1/06, yaitu sejumlah :
• Bulan Februari : 1100 ekor x 29 hari
x Rp1.000,00 = Rp31.900.000,00
• Bulan Maret : 1100 ekor x 31 hari
x Rp1.000,00 = Rp34.100.000,00
• Bulan April : 1100 ekor x 30 hari
x Rp1.000,00 = Rp33.000.000,00
• Bulan Mei : 1100 ekor x 31 hari
x Rp1.000,00 = Rp34.100.000,00
• Bulan Juni : 1100 ekor x 29 hari
x Rp1.000,00 = Rp33.000.000,00 (seratus enam puluh enam juta seratus ribu rupiah)
9 Bahwa, berdasarkan tindakan Wanprestasi dan Perbuatan Melawan Hukum yang telah dilakukan Tergugat dalam Rekonvensi/Penggugat dalam Konvensi terhadap Penggugat dalam Rekonvensi/Turut Tergugat dalam Konvensi, maka sangatlah wajar dan beralasan apabila Penggugat dalam Rekonvensi/Turut Tergugat dalam Konvensi meminta ganti rugi materil maupun immateril kepada Tergugat Penggugat dalam Konvensi sejumlah tersebut di bawah ini, dengan perincian sebagai berikut :
• Materil
• Nilai sewa yang belum dibayar
Hal. 13 dari 23 hal. Put. No. 861 K/Pdt/2012
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
(+ bunga 6%/bulan x 6 bulan (Februari s/d Juli 2008): Rp150.667.600,00
• Nilai Barang yang diambil : Rp75.000.000,00
• Nilai kerusakan : Rp175.000.000,00+
Total : Rp400.667.600,00
(empat ratus juta enam ratus enam puluh tujuh ribu enam ratus rupiah)
• Immateril
• Nilai yang akan diperoleh : Rp166.100.000,00+ : Rp566.767.600,00
(lima ratus enam puluh enam juta tujuh ratus enam puluh tujuh ribu enam ratus rupiah)
10 Bahwa, adalah wajar apabila Penggugat dalam Rekonvensi/Turut Tergugat dalam Konvensi memohon kepada Majelis Hakim untuk menghukum Tergugat dalam Rekonvensi/Penggugat dalam Konvensi membayar uang paksa (dwangsom) sebesar Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah) untuk setiap hari keterlambatan pembayaran guna efektifitas pelaksanaan putusan, terhitung sejak dikabulkan gugatan ini dengan adanya Putusan tingkat pertama di Pengadilan Negeri Kelas IA Bandung
Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut di atas Penggugat dalam rekonvensi menuntut kepada Pengadilan Negeri Bandung supaya memberikan putusan sebagai berikut:
Menerima Eksepsi Turut Tergugat dalam Konvensi/Penggugat dalam Rekonvensi dan berkenaan Memutuskan Menolak gugatan dari Penggugat dalam Konvensi/Tergugat dalam Rekonvensi Karena gugatan yang diajukan Penggugat dalam Konvensi/Tergugat dalam Rekonvensi Kabur dan tidak jelas (Obscure Libel)
Dalam Rekonvensi:
1 Menerima serta mengabulkan gugatan Penggugat dalam Rekonvensi/Turut Tergugat dalam Konvensi untuk seluruhnya;
2 Menyatakan dan memutuskan Tergugat dalam Rekonvensi/Penggugat dalam Konvensi telah melakukan wanprestasi;
3 Menyatakan dan memutuskan Tergugat dalam Rekonvensi/Penggugat dalam Konvensi telah melakukan perbuatan melawan hukum;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
4 Menghukum Tergugat dalam Rekonvensi/Penggugat dalam Konvensi untukmembayar kepada Penggugat dalam Rekonvensi/Turut Tergugat dalam Konvensi dengan seketika dan sekaligus:
1 Nilai sewa kandang yang belum dibayar sebesar Rp110.785.000.00 (seratus sepuluh juta tujuh ratus delapan puluh lima ribu rupiah) ditambah bunga ganti rugi penghasilan Penggugat dalam Rekonvensi/Turut Tergugat dalam Konvensi yang ditetapkan sebesar 6 % (enam persen) per bulan. terhitung sejak bulan Februari 2008 sampai dengan perkara ini memiliki kekuatan hukum yang tetap:
2 Kerugian Penggugat dalam Rekonvensi/Turut Tergugat dalam Konvensi akibat perbuatan Tergugat dalam Rekonvensi/Penggugat dalam Konvensi sebesar Rp250.000.000,00 (dua ratus lima puluh juta rupiah).
3 Kerugian dari penghasilan yang akan diperoleh Penggugat dalam Rekonvensi/Turut Tergugat dalam Konvensi dari penyewaan kandang sebesar Rp166.100.000,00 (seratus enam puluh enam juta seratus ribu rupiah);
5 Menghukum Tergugat dalam Rekonvensi/Penggugat dalam Konvensi untuk membayar uang paksa (dwangsom) sebesar Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah) untuk setiap hari keterlambatan pelaksanaan putusan.
Dalam provisi:
Menyatakan sah dan berharga atas sita jaminan (conservatoir beslaag) yang diletakkan atas harta Tergugat dalam Rekonvensi/Penggugat dalam Konvensi.
Apabila dalam hal ini Majelis Hakim berpendapat lain maka kami mengharapkan dalam peradilan yang baik kami mohonkan keadilan seadil-adilnya (ex aequo et bom).
Bahwa terhadap gugatan tersebut Pengadilan Negeri Bandung telah menjatuhkan putusan, yaitu putusan No. 100/PDT/G/2008/PN.Bdg tanggal 20 Januari 2009 yang amarnya sebagai berikut:
Dalam Konvensi: Dalam Eksepsi:
• Menolak Eksepsi Turut Tergugat seluruhnya; Dalam Pokok Perkara:
1 Mengabulkan gugatan Penggugat sebagian;
2 Menyatakan sah Perjanjian Pengikatan Jual Beli No. 26 tertanggal 27 April 2007 yang dibuat antara Penggugat dengan Tergugat;
Hal. 15 dari 23 hal. Put. No. 861 K/Pdt/2012
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
3 Menyatakan menurut hukum bahwa Perjanjian Pengikatan Jual Beli No. 26tertanggal 27 April 2007, batal karena terpenuhinya syarat batal sebagaimana tersebut dalam Pasal 2 butir (2) Perjanjian Pengikatan Jual Beli No. 26 tertanggal 27 April 2007;
4 Menyatakan menurut hukum bahwa Tergugat memilik kewajban mengembalikan pembayaran sebesar Rp2.500.000.000,00 (dua miliar lima ratus juta rupiah) kepada Penggugat sebagai akibat batalnya Perjanjian Pengikatan Jual Beli No. 26 tertanggal 27 April 2007.
5 Menghukum Tergugat oleh karenanya, untuk membayar sisa kewajiban yang terhutang akibat batalnya Perjanjian Pengikatan Jual Beli No. 26 tertanggal 27 April 2007 sebesar Rp271.584.000,00 (dua ratus tujuh puluh satu juta lima ratus delapan puluh empat ribu rupiah);
6 Menghukum Tergugat untuk membayar bunga sebesar 6 % per tahun, dari Rp271.584.000,00 (dua ratus tujuh puluh satu juta lima ratus delapan puluh empat ribu rupiah) terhitung sejak diajukannya gugatan, sampai dilunasinya seluruh kewajiban Tergugat kepada Penggugat akibat batalnya PPJB;
7 Menghukum Turut Tergugat untuk tunduk pada putusan ini;
8 Menghukum Tergugat untuk membayar biaya perkara sebesar Rp2.459.000,00 (dua juta empat ratus lima puluh sembilan ribu rupiah);
9 Menolak gugatan Penggugat untuk selain dan selebihnya; Dalam Rekonvensi:
1 Menolak gugatan Penggugat dalam Rekonvensi/Turut Tergugat dalam Konvensi seluruhnya;
2 Menghukum Penggugat dalam Rekonvensi/Turut Tergugat dalam Konvensi membayar biaya perkara sebesar RpNIHIL
Menimbang, bahwa dalam tingkat banding atas permohonan Tergugat Dedy Soedrajat putusan Pengadilan Negeri tersebut telah dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi Bandung Jawa Barat dengan putusan No. 255/Pdt/2009/PT.Bdg tanggal 14 Oktober 2009;
Menimbang, bahwa sesudah putusan terakhir ini diberitahukan kepada Tergugat/ Pembanding pada tanggal 6 Januari 2010 kemudian terhadapnya oleh Tergugat/ Pembanding diajukan permohonan kasasi secara tertulis pada tanggal 20 Januari 2010 sebagaimana ternyata dari Akta Permohonan Kasasi No. 04 Pdt/KS/2010/PN.Bdg yang dibuat oleh Panitera Pengadilan Negeri Bandung permohonan tersebut disertai dengan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
memori kasasi yang memuat alasan-alasan yang diterima di Kepaniteraan PengadilanNegeri tersebut pada tanggal 03 Februari 2010;
Bahwa setelah itu oleh Penggugat/Terbanding yang pada tanggal 12 Februari 2010 telah diberitahu tentang memori kasasi dari Tergugat/Terbanding dan tidak diajukan jawaban memori kasasi;
Menimbang, bahwa permohonan kasasi a quo beserta alasan-alasannya telah diberitahukan kepada pihak lawan dengan seksama, diajukan dalam tenggang waktu dan dengan cara yang ditentukan dalam Undang-undang, maka oleh karena itu permohonan kasasi tersebut formal dapat diterima;
Menimbang, bahwa alasan-alasan yang diajukan oleh Pemohon Kasasi/Tergugat dalam memori kasasinya tersebut pada pokoknya ialah:
1 Bahwa sebelumnya dikemukakan bahwa Putusan Pengadilan Tinggi Bandung tersebut telah diberitahukan kepada Pemohon Kasasi pada tanggal 6 Januari 2010 sebagaimana nyata dari Surat Pemberitahuan Isi Putusan Pengadilan Tinggi Bandung dan selanjutnya pada tanggal 20 Januari 2010 Pemohon Kasasi telah mendaftarkan permohonan kasasinya di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Bandung; oleh karena itu baik permohonan maupun Memori Kasasi ini telah diajukan sesuai tenggang waktu yang ditentukan oleh undang-undang, karenanya secara formal dapat diterima.
2 Bahwa Judex Facti Pengadilan Tinggi Bandung maupun Pengadilan Negeri Bandung telah salah atau keliru dalam pertimbangan hukumnya yang mendasari putusannya, kesalahan mana menjadi tunduk pada pemeriksaan kasasi; untuk itu
Pemohon Kasasi dengan tegas
menyatakan keberatannya atas putusan tersebut dan mohon putusan tersebut dibatalkan.
Bahwa adapun amar Putusan Judex Facti tersebut adalah sebagai berikut: Putusan Pengadilan Tinggi Bandung.
Mengadili:
• Menerima permohonan Banding dari Para Pembanding semula Tergugat ;
• Menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Bandung, tanggal 20 Januari 2009 No. 100/Pdt/G/2008/PN.Bdg tersebut;
• Menghukum Para Pembanding semula Tergugat membayar biaya perkara dalam kedua tingkat peradilan, yang dalam tingkat banding sebesar Rp100.000,00 (seratus ribu rupiah)
Hal. 17 dari 23 hal. Put. No. 861 K/Pdt/2012
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Putusan Pengadilan Negeri Bandung.Dalam Konvensi. Dalam Eksepsi
• Menolak Eksepsi Turut Tergugat seluruhnya; Dalam Pokok Perkara
1 Mengabulkan gugatan Penggugat sebagian;
2 Menyatakan sah Perjanjian Pengikatan Jual beli No.26 tertanggal 27 April 2007 yang dibuat antara Penggugat dengan Tergugat;
3 Menyatakan menurut hukum bahwa Perjanjian Pengikatan Jual Beli no.26 tertanggal 27 April 2007, batal karena terpenuhinya syarat batal sebagaimana tersebut dalam Pasal 2 butir (2) Perjanjian Pengikatan Jual Beli No.26 tertanggal 27 April 2007;
4 Menyatakan menurut hukum bahwa Tergugat memiliki kewajiban mengembalikan pembayaran sebesar Rp2.500.000.000,00 (Dua miliar lima ratus juta rupiah) kepada Penggugat sebagai akibat batalnya Perjanjian Pengikatan Jual Beli No. 26 tanggal 27 April 2007
5 Menghukum Tergugat oleh karenanya, untuk membayar sisa kewajiban yang terhutang akibat batalnya Perjanjian pengikatan Jual beli No.26 tertanggal 27 April 2007 sebesar Rp271.584.000.- (dua ratus tujuh puluh satu juta lima ratus delapan puluh empat ribu rupiah);
6 Menghukum Tergugat untuk membayar bunga sebesar 6% pertahun dari Rp271.584.000,00 (dua ratus tujuh puluh satu juta lima ratus delapan puluh empat ribu rupiah) terhitung sejak diajukannya gugatan sampai dilunasinya seluruh kewajiban Tergugat kepada Penggugat akibat batalnya PPJB;
7 Menghukum Turut Tergugat untuk tunduk pada putusan ini;
8 Menghukum Tergugat untuk membayar biaya perkara sebesar Rp2.459.000,00 (dua juta empat ratus lima puluh sembilan ribu rupiah);
9 Menolak gugatan Penggugat untuk selain dan selebihnya; Dalam Rekonvensi
• Menolak gugatan Penggugat dalam Rekonvensi/Turut Tergugat dalam Konvensi seluruhnya;
• Menghukum Penggugat dalam Rekonvensi/Turut Tergugat dalam Konvensi membayar biaya perkara sebesar RpNihil;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
3 Bahwa sebelum mengemukakan alasan keberatan kasasi atas putusan JudexFacti tersebut di atas, maka berikut ini dikemukakan fakta-fakta hukum dalam persidangan perkara ini serta analisa hukum atas fakta-fakta tersebut sebagai berikut ;
Fakta-fakta Hukum
• Bahwa benar antara Penggugat dengan Tergugat telah menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual beli atas beberapa bidang tanah sebagaimana nyata dari Akta No.26 tanggal 27 April 2007
• Bahwa adapun harga jual beli disepakati sebesar Rp4.000.000.000,00 (empat miliar rupiah) dan untuk itu Penggugat telah membayar sebagian harga PPJB tersebut kepada Tergugat sebesar Rp2.500.000.000,00 (dua miliar rupiah) sedangkan sisanya akan dibayarkan kemudian sesuai dengan waktu yang ditentukan.
• Bahwa ternyata Penggugat tidak dapat melaksanakan kewajibannya untuk melaksanakan pembayaran sisa harga PPJB tersebut sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
• Bahwa atas dasar tersebut Penggugat dan Tergugat sepakat membatalkan pengikatan jual beli tersebut, akibat pembatalan mana disepakati Tergugat akan mengembalikan uang pembelian tersebut seluruhnya sebesar Rp2.500.000.000,00 kepada Penggugat dan Penggugat juga menyetujui Tergugat untuk mengalihkan obyek dalam PPJB tersebut kepada pihak lain.
• Bahwa Tergugat telah mengembalikan uang muka penjualan tersebut kepada Penggugat sebesar Rp2.000.000.000,00 sedangkan sisanya sebesar Rp500.000.000,00disepakati menjadi tanggung jawab dan akan dibayarkan oleh Turut Tergugat kepada Penggugat dan untuk itu Turut Tergugat telah memberikan pembayaran berupa cek terhadap dan telah diterima Penggugat, vide bukti T-5.
• Bahwa ternyata setelah cek Turut Tergugat tersebut jatuh tempo ternyata dananya tidak mencukupi dan untuk itu Turut Tergugat telah melakukan pencicilan kepada Penggugat.
Analisa Hukum:
Bahwa berdasarkan fakta-fakta hukum tersebut di atas, maka
terkonstruktir bahwa terhadap sisa kewajiban Tergugat sebesar Rp500.000.000,00 terhadap Penggugat yang timbul akibat pembatalan PPJB
Hal. 19 dari 23 hal. Put. No. 861 K/Pdt/2012
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
tersebut telah terjadi pengalihan kewajiban (novasi, vide Pasal 1413 KUHPerdata) dari Tergugat kepada Turut Tergugat ; selaku demikian itu menurut hukum Tergugat harus dibebaskan dari kewajibannya untuk membayar sisa kewajiban yang timbul akibat pembatalan PPJB tersebut.
4 Bahwa adapun hal-hal dan alasan keberatan Pemohon Kasasi atas Putusan Judex Facti tersebut adalah sebagai berikut :
Keberatan ini ditujukan terhadap pertimbangan hukum putusan Pengadilan Tinggi Bandung yang mengambil alih pertimbangan hukum Pengadilan Negeri Bandung, dengan demikian keberatan ini juga ditujukan terhadap pertimbangan hukum Pengadilan Negeri Bandung.
Bahwa adapun yang menjadi dasar pertimbangan hukum Pengadilan Negeri Bandung yang mendasari putusannya mengabulkan gugatan Penggugat/Termohon Kasasi tersebut adalah sebagaimana nyata dari Putusan Pengadilan Negeri Bandung pada halaman 18 paragraf 4 sampai dengan halaman 19 paragraf , atas seluruh pertimbangan mana Judex Facti sampai pada kesimpulan pada pokoknya bahwa "karena ternyata pihak-pihak terkait dalam Perjanjian pengikatan Jual Beli no. 26 tersebut adalah Penggugat/ Termohon Kasasi dengan Tergugat/Pemohon Kasasi dan tidak melibatkan Turut Tergugat, PT. NNU dan PT. UP, sehingga yang bertanggung jawab untuk
membayar sisa pembatalan
Perjanjian Pengikatan Jual Beli tersebut adalah Tergugat"
a Bahwa pertimbangan hukum Judex Facti tersebut telah salah dan keliru dalam menerapkan hukum, kesalahan mana karena Judex Facti selain tidak menerapkan hukum sebagaimana mestinya yaitu hanya mempertimbangkan bukti-bukti Penggugat, dan mengabaikan atau tidak mempertimbangkan bukti-bukti Tergugat yang telah diajukan dalam persidangan perkara ini.
• Bahwa sebagaimana dalam jawaban Tergugat dalam perkara ini, bahwa Tergugat/Pemohon Kasasi dengan tegas pembatalan perjanjian pengikatan jual beli tersebut sebagai kewajiban Tergugat/Pemohon Kasasi
• Bahwa guna meneguhkan dalil penolakan Tergugat/Pemohon Kasasi tersebut adalah Tergugat/Pemohon Kasasi telah mengajukan bukti tertulisnya yakni Bukti T-5 dan T- 5A berupa Surat Pernyataan dari Turut Tergugat, dalam bukti mana adalah Turut Tergugat, Penggugat dan Tergugat telah sepakat bahwa pembayaran sisa kewajiban
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Tergugat tersebut menjadi tanggung jawab Turut Tergugat dan untuk ituTurut Tergugat telah memberikan cek miliknya kepada Penggugat, Surat Pernyataan mana telah dibuat atas permintaan Penggugat ; selaku demikian menurut hukum dalam hal ini telah terjadi Novasi, vide Pasal 1413 KUHPerdata ; dan selaku demikian itu pula maka atas dasar hal tersebut Tergugat/Pemohon Kasasi harus dibebaskan dari kewajiban untuk membayar sisa kewajiban yang timbul akibat pembatalan tersebut kepada Penggugat.
• Bahwa akan tetapi Judex Facti telah mengabaikan dan tidak mempertimbangkan bukti Tergugat p5 dan P-5A tersebut, hal mana nyata dari pertimbangan hukumnya yang hanya mendasarkan tidak adanya Turut Tergugat selaku pihak dalam perjanjian Pengikatan Jual Beli antara Penggugat dengan Tergugat tersebut ; dengan demikian telah nyata bahwa Judex Facti tidak menerapkan hukum sebagaimana mestinya, karenanya putusan tersebut tidak dapat lagi dipertahankan dan harus dibatalkan.
b Bahwa selain kekeliruan penerapan hukum tersebut di atas Judex Facti juga telah salah menerapkan hukum perihal pihak yang bertanggung jawab atas pembayaran sisa kewajiban Tergugat kepada Penggugat akibat pembatalan pengikatan jual beli tersebut dengan alasan sebagai berikut :
• Bahwa berdasarkan bukti T-5 dan T-5A tersebut di atas adalah Turut Tergugat telah menyanggupi akan membayar sisa kewajiban Tergugat kepada Penggugat akibat pembatalan perjanjian jual beli tersebut, dan untuk itu Turut Tergugat telah memberikan cek miliknya kepada Penggugat dan menjamin atas dana pada cek tersebut; dalam hal demikian menurut hukum Turut Tergugat telah bertindak selaku
penjamin atas kewajiban Tergugat tersebut kepada Penggugat.
• Bahwa dalam konstruksi hukum Turut Tergugat selaku Penjamin, seandainyapun alasan pembebasan kewajiban berdasarkan novasi sebagaimana dimaksud dalam bukti P-5 dan P-5A tersebut tidak dapat dikwalifisir sebagai alasan untuk membebaskan Tergugat dari kewajibannya kepada Penggugat quod non ; maka semestinya karena kedudukannya selaku penjamin atas pembayaran sisa kewajiban tersebut, dalam peradilan yang
Hal. 21 dari 23 hal. Put. No. 861 K/Pdt/2012
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
baik Turut Tergugat juga harus dihukum secara bersama-sama untukmembayar sisa kewajiban tersebut kepada Penggugat.
Menimbang, bahwa terhadap alasan-alasan tersebut Mahkamah Agung berpendapat:
Bahwa alasan-alasan kasasi tidak dapat dibenarkan, karena Judex Facti tidak salah menerapkan hukum, alasan-alasan dalam kasasi hanya mengulangi hal-hal yang telah dipertimbangkan, lagipula alasan-alasan tersebut mengenai penilaian hasil pembuktian yang bersifat penghargaan tentang suatu kenyataan, hal mana tidak dapat dipertimbangkan dalam pemeriksaan pada tingkat kasasi, karena pemeriksaan dalam tingkat kasasi hanya berkenaan dengan adanya kelalaian dalam memenuhi syarat-syarat yang diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan yang mengancam kelalaian itu dengan batalnya putusan yang bersangkutan atau bila Pengadilan tidak berwenang atau melampaui batas wewenangnya, sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 30 Undang No. 14 Tahun 1985 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang No.5 Tahun 2004 dan perubahan kedua dengan Undang-Undang-Undang-Undang No.3 Tahun 2009;
Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan di atas, lagi pula ternyata bahwa putusan Judex Facti dalam perkara ini tidak bertentangan dengan hukum dan/atau undang-undang, maka permohonan kasasi yang diajukan oleh Pemohon Kasasi : Dedy Soedrajat tersebut harus ditolak ;
Menimbang, bahwa oleh karena permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi ditolak, maka Pemohon Kasasi dihukum membayar biaya perkara dalam tingkat kasasi ini ;
Memperhatikan pasal - pasal dari Undang - Undang Nomor 48 Tahun 2009, Undang - Undang Nomor 14 Tahun 1985 sebagaimana yang telah diubah dengan Undang - Undang Nomor 5 Tahun 2004 dan perubahan kedua dengan Undang - Undang Nomor 3 Tahun 2009 dan peraturan perundang-undangan lain yang bersangkutan;
M E N G A D I L I:
Menolak permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi: DEDY SOEDRAJAT
tersebut;
Menghukum Pemohon Kasasi/Tergugat untuk membayar biaya perkara dalam tingkat kasasi sebesar Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah);
Demikianlah diputuskan dalam rapat permusyawaratan Mahkamah Agung pada hari Rabu tanggal 12 September 2012 oleh DR.H. Mohammad Saleh, SH.,MH. Hakim
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Agung yang ditetapkan oleh Ketua Mahkamah Agung sebagai Ketua Majelis, H.Muhammad Taufik,SH.,MH. dan Prof.Dr.H. Abdul Manan, SH.,S.IP,M.Hum
Hakim-Hakim Agung sebagai Anggota, dan diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum pada hari itu juga oleh Ketua Majelis beserta Hakim-Hakim Anggota tersebut dan dibantu oleh Eko Budi Supriyanto, SH.,MH. Panitera Pengganti dengan tidak dihadiri oleh para pihak;
Hakim-Hakim Anggota : K e t u a,
Ttd./ H. Muhammad Taufik,SH.,MH. Ttd./ Dr.H. Mohammad Saleh,SH.,MH. Ttd./ Prof.Dr.H. Abdul Manan, SH.,S.IP,M.Hum
[
Ongkos-ongkos : Panitera Pengganti, 1. Materai ...Rp 6.000,00 Ttd./ Eko Budi Supriyanto, SH.,MH. 2. Redaksi ...Rp 5.000,00
3. Administrasi Kasasi ...Rp489.000,00 J u m I a h ...Rp500.000,00
Oleh karena Hakim Agung H. Muhammad Taufik,SH.,MH. sebagai Anggota/ Pembaca II telah meninggal dunia pada hari Senin, tanggal 17 Desember 2012, maka putusan ini ditandatangani oleh Ketua Majelis/Pembaca III DR.H. Mohammad Saleh,SH.,MH., dan Hakim Agung/Pembaca I Prof.Dr.H. Abdul Manan, SH.,S.IP,M.Hum;
Jakarta, 31 Oktober 2013 Ketua Mahkamah Agung RI
Ttd./
DR.H.M. HATTA ALI,SH.,MH. Untuk Salinan
Mahkamah Agung RI a.n. Panitera Panitera Muda Perdata,
Hal. 23 dari 23 hal. Put. No. 861 K/Pdt/2012
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]