Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
P U T U S A N Nomor 1808 K/Pdt/2012
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G
Memeriksa perkara perdata dalam tingkat kasasi telah memutuskan sebagai berikut dalam perkara:
BINSON LOGIS, bertempat tinggal di Kompleks Cemara Hijau Blok U Nomor 35 Kelurahan Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, dalam hal ini memberi kuasa kepada Dr.(jur) Lee A Weng, SH, Advokat, berkantor di Jalan Ir.Juanda Nomor 35 Medan, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 7 Desember 2011; Pemohon Kasasi dahulu Tergugat/Pembanding;
Melawan:
1 KURNIATY DJUANG, bertempat tinggal di Jalan PJ. Nehru Nomor 8, RT.000/RW.002, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan;
2. PHAM KIAN FA, bertempat tinggal di Jalan Putri Hijau Nomor 29, Lingk-XVII Lr. XXI-B, Pulo Brayan Kota, Kota Medan; 3. ELMANSYAH LEO, bertempat tinggal di Komplek Putri Hijau
Blok D Nomor 53, Kelurahan Silalas, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan;
4. IBRAHIM SIDDIK, bertempat tinggal di Komplek Taman Setia Budi Indah (TASBI) I Blok SS Nomor 68, Kelurahan Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan;
5. ALBERT KOSASIH, bertempat tinggal di Jalan Mantri Nomor 21, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan; 6. SUDARTO WIDJAJA, bertempat tinggal di Komplek Masdulhak
Garden Nomor 12, Kelurahan Anggrung, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan;
7. ALEXANDER EFFENDY, bertempat tinggal di Jalan Samanhudi Nomor 25, RT.001/RW.006, Kel. Hamdan, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan;
Hal. 1 dari 39 hal. Put. No. 1808 K/Pdt/2012
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
8. HENDRY SUKENDAR, bertempat tinggal di Jalan Timor Baru I Nomor 57, Gg. Buntu, Kecamatan Medan Timur;
9. JOHANNES TANUJAYA, bertempat tinggal di Jalan Kapten Patimura, Pati Indah 145, Kel. Darat, Kecamatan Medan Baru; 10. SOLAIMAN, bertempat tinggal di Laboratorium II/8-A,
Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat;
Para Termohon kasasi dahulu Para Penggugat/Para Terbanding; Mahkamah Agung tersebut;
Menimbang, bahwa dari surat-surat tersebut ternyata bahwa sekarang Para Termohon Kasasi dahulu sebagai Para Penggugat telah menggugat sekarang Pemohon Kasasi dahulu sebagai Tergugat di muka persidangan Pengadilan Negeri Medan pada pokoknya atas dalil-dalil:
Bahwa Penggugat I dan Penggugat II adalah merupakan Pendiri dan Pengurus Yayasan RS. Methodist Indonesia yang beralamat di Jalan Thamrin Nomor 105 Medan sesuai dengan Akte Yayasan Nomor 55 tanggal 19 Jull 1991 yang dibuat oleh Notaris Ny. Sartutiyasmi Agoeng Iskandar SH;
Bahwa Penggugat I dan Penggugat II telah mengabdikan dirinya, waktu tenaga, pikiran dan seluruh kemampuannya untuk mengembangkan RS. Methodist ini sekaligus telah menjadi sarana kasih bagi orang-orang yang ingin mendapatkan layanan kesehatan tanpa memandang agama, suku, ras dan golongan;
Bahwa RS. Methodist dibangun adalah merupakan keinginan untuk berbagi kasih, maka pendiri-pendiri termasuk Penggugat I dan Penggugat II serta dibantu anggota Jemaat-jemaat Gereja Methodist yang mempunyai visi untuk mermbangun Rumah Sakit tempat berobat jemaat dan masyarakat umum maka terkumpullah sejumlah dana yang cukup untuk membangun dan mengembangkan Rumah Sakit Umum Methodist secara bertahap;
Bahwa keberadaan RS. Methodist telah dapat dirasakan bukan hanya oleh Jemaat Methodist tetapi juga masyarakat banyak yang ingin mendapat layanan kesehatan sehingga telah ikut mendukung program Pemerintah dalam menyehatkan rakyat Indonesia;
Bahwa dengan kegigihan Penggugat I, Penggugat II dan Para pendiri serta bekerjasama dengan para dokter, suster, staf administrasi, security dan unsur pendukung lainnya diantaranya Methodist Church di Amerika Serikat serta didukung oleh jemaat-jemaat GMI seluruhnya (bukan hanya jemaat-jemaat Gloria) sehingga telah memajukan RS.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Methodist dan menjadi salah satu RS. alternatif untuk berobat, serta didukung oleh tenaga medis serta perlengkapan yang sangat memadai sehingga sangat mendukung untuk menciptakan suasana yang kondusif dan menyenangkan untuk berobat dan Rumah Sakit Methodist telah menjadi kebanggaan bagi masyarakat Sumatera Utara dan khususnya bagi jemaat Gereja Methodist Indonesia dimanapun berada;
Bahwa Penggugat I dan Penggugat II sangat memahami betul latar belakang didirikannya Rumah Sakit Methodist dan sangat memahami betul Visi dan Misi Rumah Sakit Methodist dimulai dari awal penggagasan pendirian Rumah Sakit sampai sekarang sehingga Penggugat I dan Penggugat II merasa bahwa yang perlu terus menerus dilakukan adalah bagaimana agar Rumah Sakit Methodist mengalami kemajuan, sehingga masyarakat semakin dapat dilayani dengan maksimal dan semakin dapat membangun bangsa ini melalui pelayanan kesehatan;
Bahwa Rumah Sakit Methodist Indonesia yang berada di jalan Thamrin Nomor 105 Medan dalam perkembangannya telah mengalami peningkatan baik dalam hal peralatan-peralatan, maupun dalam hal kualitas dokter-dokternya dan tenaga medis dan tenaga administrasi yang lain yang menunjukkan profesionalitas oleh karena mengerti Visi dan Misi dari Rumah Sakit Methodist ini;
Bahwa Penggugat I dan Penggugat II dalam mengembangkan dan membangun Rumah Sakit Gereja Methodist Indonesia sehingga mencapai keadaan seperti sekarang ini adalah berkat pertolongan Tuhan, kegigihan dan keuletan Penggugat I dan Penggugat II beserta seluruh organ-organ Rumah Sakit Methodist serta seluruh keuangan dan administrasi Rumah Sakit tertata dengan baik serta fasilitas-fasilitas Rumah Sakit tidak pernah digunakan untuk kepentingan pribadi tetapi semata-mata tetapi hanya untuk kepentingan masyarakat yang akan berobat;
Bahwa alangkah aneh dan janggalnya ketika tiba-tiba ada seseorang yang mengaku bernama Binson Logis (Tergugat) dengan mengaku sebagai Ketua Majelis Jemaat Gereja Methodis Indonesia (GMI) Gloria periode tahun 2008-2010 dan diwakili Jemaat Gereja Methodist Indonesia Gloria yang berkedudukan di Jalan Haryono MT Nomor 38 Medan, pada tanggal 20 Oktober 2009 mengajukan gugatan perdata melalui Pengadilan Negeri Medan sesuai Perkara Register Nomor 461/Pdt.G/2009/PN Mdn dengan alasan Pengurus Rumah Sakit Methodist Indonesia tidak pernah memberikan laporan kepada Gereja Methodist Indonesia Gloria Jalan Haryono MT Nomor 38 Medan dan Rumah Sakit Methodist Indonesia adalah di bawah naungan Gereja Methodis Indonesia Gloria JI. Haryono, MT Nomor 38 Medan;
Hal. 3 dari 39 hal. Put. No. 1808 K/Pdt/2012
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Bahwa Penggugat I dan Penggugat II khususnya Penggugat I adalah sudah berpuluh tahun menjadi anggota Gereja Methodist Indonesia dan memahami betul bahwa di Gereja Methodist Indonesia ada acuan yang mengatur tata kehidupan beribadah seluruh Jemaat Gereja Methodis Indonesia dimanapun berada yaitu disiplin Gereja Methodist Indonesia dan disiplin Gereja Methodist Indonesia yang masih berlaku sampai sekarang adalah Disiplin Gereja Methodist Indonesia tahun 1997;
Bahwa ternyata setelah meneliti dengan cermat, Tergugat sebagai Ketua Majelis GMI Gloria tidak memiliki hak untuk mengajukan gugatan tersebut dengan alasan:
Dalam Disiplin Gereja Methodist Indonesia tahun 1997 pada halaman 40 Pasal 23 menyatakan dan mengatus tugas dan tanggungjawab Ketua Majelis Jemaat yaitu : 1 Memimpin dan mengarahkan rapat Majelis Jemaat sehingga mencapai sasaran dan tujuannya;
2 Membuat surat undangan atau pengumuman undangan rapat Majelis Jemaat sesuai waktu yang ditentukan;
3 Memperhatikan agar keputusan yang telah dibuat rapat Majelis Jemaat dilaksanakan sebagaimana semestinya;
4 Tidak boleh membuat sesuatu keputusan di luar keputusan rapat Majelis Jemaat; Bahwa Tergugat tidak berhak mewakili atau bertindak atas nama GMI di dalam dan di luar pengadilan karena yang diberi hak dan wewenang untuk itu adalah Ketua Dewan Bishop sebagaimana diatur dalam Disiplin GMI tahun 1997 pada halaman 51 Pasal 48 tentang tugas dan tanggungjawab Dewan Bishop ayat 7 yang berbunyi : "Ketua Dewan Bishop bertindak untuk dan atas nama GMI di dalam dan di luar pengadilan”;
Bahwa tidak benar Rumah Sakit Gereja Methodist Indonesia berada di bawah naungan Gereja Methodist Indonesia Gloria Jalan Haryono MT Nomor 38 Medan oleh karena Rumah Sakit Methodist didirikan berdasarkan Akta Nomor 55 tanggal 19 Juli 1991 yang diperbuat oleh Notaris Sartutiyasmi Agoeng Iskandar, SH. lagi pula dalam Akte tersebut tidak ada disebutkan bahwa uang/biaya untuk pendirian Rumah Sakit Methodist adalah diambil dan berasal dari kas Gereja Methodist Indonesia Gloria Jalan MT. Haryono Nomor 38 Medan;
Bahwa dengan demikian Tergugat yang menyebut dirinya sebagai Ketua Majelis Jemaat Gereja Methodist Indonesia Gloria Jalan Haryono MT Nomor 38 Medan sama sekali tidak memilik hak untuk melakukan gugatan tersebut karena tidak sesuai dengan Disiplin Gereja Methodist Indonesia tahun 1997 yang menjadi acuan dan pedoman
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
untuk seluruh warga GMI di dalam tindak tanduknya selain itu Rumah Sakit Methodist Indonesia bukanlah di bawah naungan Gereja Methodist Indonesia Gloria Jalan Haryono MT Nomor 38 Medan;
Bahwa kemudian, ternyata tindakan Tergugat yang menyatakan bahwa dianya menggugat atas nama Jemaat Gereja Methodist Indonesia Gloria tidaklah atas persetujuan seluruh jemaat GMI Gloria termasuk didalamnya adalah Penggugat I s/d Penggugat X sehingga dapat dikatakan selain Tergugat melanggar Disiplin Gereja Methodist Indonesia tahun 1997 sekaligus Tergugat bertindak atas dirinya sendiri sehingga sangat diragukan apakah Tergugat sesungguhnya mengerti tata kehidupan di dalam Gereja Methodist Indonesia padahal Tergugat yang mengaku-ngaku sebagai Ketua Majelis Jemaat Gereja Methodist Indonesia Gloria JI. Haryono MT Nomor 37 Medan tidak berhak mengajukan gugatan ke Pengadilan;
Bahwa tindakan-tindakan yang dilakukan Tergugat karena tidak sesuai dengan peraturan dan disiplin GMI tahun 1997 telah dapat dikualifisir sebagai perbuatan melawan hukum (onrechtmatige daad);
Bahwa perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh Tergugat tersebut telah menimbulkan kerugian moril dan material kepada Penggugat I dan Penggugat II yaitu bahwa ketika Tergugat melakukan gugatan register Nomor 461/Pdt.G/2009/PN Mdn. dan disidangkan di Pengadilan Negeri Medan Penggugat I dan Penggugat II telah merasa malu dan menjadi bahan pikiran dan konsentrasi Penggugat I dan Penggugat II oleh karena masyarakat unsur-unsur Rumah Sakit Methodist, jemaat Gereja Methodist Indonesia menyangka bahwa Penggugat I dan Penggugat II telah melakukan pelanggaran dan perbuatan tercela pada hal Penggugat I dan Penggugat II tidak ada melakukannya tetapi justru sebaliknya karena kebijakan Penggugat I, II dan III lah Rumah Sakit mengalami kemajuan yang pesat;
Bahwa Tergugat (Binson Logis) baik langsung maupun melalui kuasa hukumnya dalam perkara Nomor 461/Pdt.G/2009/PN Mdn pernah beberapa kali mengekspos masalah tersebut melalui beberapa koran diantaranya koran SIB masing-masing tertanggal 17 Maret 2010, dan tanggal 06 April 2010 serta koran Andalas tanggal 05 April 2010 yang menyebutkan berita tidak benar yang menyatakan bahwa Rumah Sakit Methodist yang berkedudukan di Jalan Thamrin Nomor 105 Medan adalah milik Gereja Methodist Indonesia Jemaat Gloria yang beralamat di Jalan Letjend MT Haryono Nomor 38 Medan, padahal tidak ada satu alat bukti satupun (sertifikat kepemilikan) yang memperkuat hal itu, sehingga dengan berita yang keliru tersebut membuat ibu Djuang (Penggugat I), Bapak Pham Kian Fa (Penggugat II) dan Penggugat-Penggugat
Hal. 5 dari 39 hal. Put. No. 1808 K/Pdt/2012
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
lainnya yang ikut mengembangkan Rumah Sakit tersebut merasa malu dan tercemar nama baiknya;
Bahwa masyarakat yang berobat ke Rumah Sakit Methodist juga bertanya-tanya dan merasa kurang nyaman oleh karena Rumah Sakit tempat mereka berobat ada dilakukan gugatan di Pengadilan Negeri Medan sehingga menimbulkan terganggunya kredibilitas Rumah Sakit Methodist yang telah dibangun dengan susah payah oleh orang-orang yang memiliki hati tulus dan Visi dan Misi yang jelas untuk berkembangnya Rumah Sakit Gereja Methodist Indonesia;
Bahwa selain itu Penggugat I sampai dengan Penggugat X merasa terganggu dan tidak setuju dengan gugatan tersebut oleh karena gugatan Tergugat tersebut maka memunculkan konflik di lingkungan Gereja Methodist Indonesia pada hal selama ini telah sangat dijaga bahwa jika ada permasalahan-permasalahan yang ditimbul dikalangan Gereja Methodist Indonesia maka permasalahan-permasalahan tersebut akan diselesaikan secara damai;
Bahwa dengan demikian Tergugat sebagai warga Jemaat Gereja Methodist Indonesia bukannya mengupayakan semakin damai dan berkembangnya Gereja Methodist Indonesia akan tetapi semakin membuat keruh suasana dan dampak negative bagi kehidupan beragama dan beribadah di Indonesia khususnya kehidupan beragama dan beribadah di Gereja Methodist Indonesia;
Bahwa akibat perbuatan Tergugat seperti tersebut di atas, Penggugat-Penggugat telah mengalami kerugian baik secara materil maupun secara moril yang dapat diperhitungkannya sebagai berikut:
a. Kerugian materil:
Dengan diajukannya gugatan Nomor 461/Pdt.G/2009/PN Mdn. oleh Tergugat maka Penggugat I dan Penggugat II bersama unsur-unsur Rumah Sakit Methodist telah terganggu bahkan kehilangan kesempatan untuk memikirkan secara maksimal hal-hal baik untuk perkembangan Rumah Sakit Methodist yang perhitungannya adalah:
a.1. Hitungan perkembangan yang seharusnya didapatkan terhitung sejak bulan Oktober 2009 sampai dengan waktu yang belum dapat ditentukan karena perkara tersebut masih dalam proses banding di Tingkat Pengadilan Tinggi Sumatera Utara dimana setiap bulannya Rumah Sakit Methodist per bulannya mendapatkan penghasilan sebesar Rp50.000.000,00 sehingga total kerugian Rumah Sakit Methodist Indonesia sejak Oktober 2009 sampai dengan Mei
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
2010 adalah 8 bulan x Rp50.000.000,00 = Rp400.000.000,00 (empat ratus juta rupiah);
a.2. Biaya honorarium dan fee team pengacara dalam mengurus perkara ini senilai Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah);
b. Kerugian Moril:
b.1. Penggugat I dan Penggugat II selaku orang yang sangat dihormati yang sekaligus adalah tokoh pendidik di Sumatera Utara dan tidak pernah tercela telah merasa malu dan menjadi bahan pikiran dan konsentrasi Penggugat I dan II oleh karena masyarakat, unsur-unsur Rumah Sakit Methodist, jemaat Gereja Methodist Indonesia menyangka bahwa Penggugat I dan Penggugat II telah melakukan pelanggaran dan perbuatan tercela padahal Penggugat I dan Penggugat II tidak ada melakukannya yang mengakibatkan Penggugat I dan Penggugat II mengalami kerugian yang dihitung dengan nilai Rp5.000.000.000,00 (lima milyar rupiah);
b.2. Penggugat-Penggugat sebagai anggota Jemaat GMI Gloria tidak setuju dengan gugatan yang diajukan oleh Tergugat ini oleh karena gugatan Tergugat ini tidak sesuai dengan Disiplin GMI 1997 serta bukan atas persetujuan semua anggota jemaat GMI Gloria sehingga menimbulkan konflik di lingkungan Gereja Methodist Indonesia, dan menimbulkan dampak negatif bagi kehidupan beragama dan beribadah di Indonesia khususnya kehidupan beragama dan beribadah di Gereja Methodist Indonesia pada hal selama ini telah sangat dijaga bahwa jika ada permasalahan-permasalahan yang timbul dikalangan Gereja Methodist Indonesia, maka permasalahan-permasalahan tersebut akan diselesaikan secara damai yang dihitung dengan nilai Rp1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah);
Bahwa akibat perbuatan melawan hukum yang dilakukan Tergugat tersebut, maka Tergugat haruslah membuat surat pernyataan minta maaf melalui 2 (dua) harian terbitan Jakarta dan Medan yaitu Harian Kompas dan Harian Analisa sebesar 1 (satu) halaman selama 2 (dua) hari berturut-turut dengan konsep sebagai berikut:
PERNYATAAN MAAF Yang bertanda tangan di bawah ini:
Binson Logis, Pekerjaan Wiraswasta, beralamat di Kompleks Cemara Hijau Blok U Nomor 35, Kelurahan Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang selanjutnya disebut sebagai Tergugat;
Hal. 7 dari 39 hal. Put. No. 1808 K/Pdt/2012
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Dengan ini menyatakan dan menyampaikan permohonan maaf kami kepada Penggugat-Penggugat yaitu Kurniati Djuang, Pham Kian Fa, Elmansyah Leo, Ibrahim Siddik, Albert Kosasih, Sudarto Widjaja, Alexander Effendy, Hendry Sukendar, Johannes Tanujaya, Solaiman dan seluruh organ-organ Rumah Sakit Gereja Methodist Indonesia Jalan.M.H.Thamrin Nomor105 serta kepada seluruh Jemaat Gereja Methodist Indonesia di seluruh Indonesia khususnya Jemaat Gereja Methodist Indonesia Gloria atas kesalahan dan kekeliruan saya dalam hal:
• Melakukan gugatan terhadap Kurniati Djuang dan Pham Kian Fa sebagai Pendiri dan Pengurus Rumah Sakit Methodist Indonesia sesuai dengan Register Perkara Nomor 461/Pdt.G/2009/PN Mdn. pada tanggal 20 Oktober 2009 pada hal saya tidak berhak melakukan gugatan tersebut karena tidak sesuai dengan Disiplin Gereja Methodist Indonesia tahun 1997;
• Melakukan gugatan sesuai dengan register perkara Nomor 461/Pdt.G/2009/ PN Mdn. pada tanggal 20 Oktober 2009 tanpa persetujuan seluruh Jemaat GMI Gloria yang menimbulkan konflik dan semakin menambah keruh suasana beribadah di Gereja Methodist Indonesia, padahal seharusnya saya sebagai Ketua Majelis Jemaat harus menjaga agar kedamaian semakin tercipta dan selalu terjaga di Gereja Methodist Indonesia;
Saya berjanji tidak akan melakukan kesalahan yang sama dalam waktu-waktu yang datang terhadap Penggugat-Penggugat yaitu : Ibu Kurniati Djuang, Bapak Pham Kian Fa, Elmansyah Leo, Ibrahim Siddik, Albert Kosasih, Sudarto Widjaja, Alexander Effendy, Hendry Sukendar, Johannes Tanujaya, Solaiman beserta seluruh organ-organ Rumah Sakit Gereja Methodist dan juga terhadap Jemaat Gereja Methodist Indonesia Gloria, saya mohon supaya Ibu Kurniati Djuang, Bapak Pham Kian Fa, Elmansyah Leo, Ibrahim Siddik, Albert Kosasih, Sudarto Widjaja, Alexander Effendy, Hendry Sukendar, Johannes Tanujaya, Solaiman dan seluruh unsur-unsur Rumah Sakit Gereja Methodist Indonesia dan juga Jemaat Gereja Methodist Indonesia Gloria bersedia memaafkan dan mengampuni kesalahan yang saya perbuat;
Saya berjanji akan segera mencabut gugatan Nomor 461/Pdt.G/2009/PN Mdn sebagaimana telah disebutkan di atas dan kepada unsur-unsur di atas sekali lagi saya meminta maaf yang sebesar-besar dan setulus-tulusnya;
Demikian permohonan dan pernyataan maaf ini saya perbuat dengan sukarela dan itikad baik demi menghormati hak asasi manusia yang dijunjung tinggi oleh bangsa Indonesia dan perserikatan bangsa-bangsa demi tegaknya kebenaran dan keadilan. Atas perhatian dan kesediaannya saya ucapkan terima kasih;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Medan, Mei 2010. Hormat kami,
Yang membuat pernyataan maaf, Tergugat
Dto
BINSON LOGIS
Bahwa agar Tergugat tidak lalai melaksanakan kewajibannya maka patut dan wajar jika Tergugat dihukum membayar uang paksa (dwangsom) sebesar Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah) per hari terhitung sejak gugatan ini mempunyai kekuatan hukum yang pasti (in kracht van gewijsde) sampai seluruh isi keputusan hukum dalam perkara ini dilaksanakan oleh Tergugat;
Bahwa untuk menghindari agar gugatan ini tidak illusoir maka patut apabila Penggugat-Penggugat mohon sita jaminan (conservatoir beslag) terhadap harta-harta bergerak maupun tidak bergerak milik Binson Logis yaitu tanah dan bangunan berikut dengan segala benda yang berada diatasnya milik Binson Logis yang terletak di Kompleks Cemara Hijau Blok U Nomor 35, Kelurahan Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang;
Bahwa oleh karena bukti-bukti yang diajukan oleh Penggugat-Penggugat dalam perkara ini adalah merupakan bukti otentik yang tak dapat dibantah, maka Penggugat mohon agar Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan memberi putusan serta merta (uitvoerbaar bij voorraad) meskipun ada upaya perlawanan, verzet, banding maupun kasasi;
Bahwa berdasarkan alasan-alasan serta uraian hukum seperti yang tersebut di atas, mohon kiranya Yth. Bapak Ketua Pengadilan Negeri Medan menentukan suatu waktu persidangan untuk itu serta memanggil para pihak-pihak dan mengambil keputusan hukum sebagai berikut (walaupun ada verzet, banding, kasasi):
1 Mengabulkan gugatan Penggugat-Penggugat untuk seluruhnya;
2 Menyatakan perbuatan Tergugat yang telah melakukan gugatan terhadap Penggugat I dan Penggugat II selaku Pendiri dan Pengurus Rumah Sakit Methodist Jalan Thamrin Nomor 105 Medan yang bertentangan dengan Disiplin Gereja Methodist Indonesia tahun 1997 serta tanpa persetujuan seluruh Jemaat Gereja Methodist Indonesia Gloria adalah perbuatan melawan hukum (onrechtmatige daad);
3 Mengabulkan ganti rugi atas kerugian yang dialami oleh Penggugat Penggugat baik kerugian material maupun kerugian moril, yang terdiri dari kerugian materil
Hal. 9 dari 39 hal. Put. No. 1808 K/Pdt/2012
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
sebesar Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) ditambah dengan kerugian moril sebesar Rp6.000.000.000,00 (enam milyar rupiah) sehingga total keseluruhan kerugian adalah sebesar Rp6.500.000.000,00 (enam milyar lima ratus juta rupiah) dan uang ganti kerugian dalam perkara ini seluruhnya akan diserahkan dan disumbangkan kepada pengembangan Rumah Sakit Methodist Indonesia dan Badan Sosial Gereja Methodist Indonesia yang dapat dimanfaatkan kegunaannya oleh seluruh masyarakat Indonesia umumnya dan masyarakat Sumatera Utara khususnya;
4 Menghukum Tergugat untuk membayar kepada Penggugat kerugian materil maupun moril sebesar Rp6.500.000.000,00 (enam milyar lima ratus juta rupiah) langsung dan seketika pada saat perkara ini mempunyai kekuatan hukum yang tetap (in kracht van gewijsde);
5 Menghukum Tergugat untuk membayar uang paksa sebesar Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah) per hari jika Tergugat lalai untuk membayar kerugian tersebut kepada Penggugat-Penggugat pada saat perkara ini telah mempunyai kekuatan hukum yang pasti (in kracht van gewijsde) sampai dengan seluruh isi keputusan hukum dalam perkara ini dilakukan oleh Tergugat;
6 Menghukum Tergugat yang telah melakukan perbuatan melawan hukum (onrechtmatige daad) membuat surat pernyataan meminta maaf melalui 2 (dua) harian terbitan Jakarta dan Medan yaitu Harian Kompas dan Harian Analisa sebesar 1 (satu) halaman selama 2 (dua) hari berturut-turut dengan konsep sebagai berikut:
PERNYATAAN MAAF Yang bertanda tangan di bawah ini:
Binson Logis, pekerjaan wiraswasta, beralamat di Kompleks Cemara Hijau Blok U Nomor 35, Kelurahan Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, selanjutnya disebut Tergugat;
Dengan ini menyatakan dan menyampaikan permohonan maaf kami kepada Penggugat-Penggugat yaitu : Kurniati Djuang, Pham Kian Fa, Elmansyah Leo, Ibrahim Siddik, Albert Kosasih, Sudarto Widjaja, Alexander Effendy, Hendry Sukendar, Johannes Tanujaya, Solaiman dan seluruh organ-organ Rumah Sakit Gereja Methodist Indonesia, JI. M.H. Thamrin Nomor 105 serta kepada seluruh Jemaat Gereja Methodist Indonesia di seluruh Indonesia khususnya Jemaat Gereja Methodist Indonesia Gloria atas kesalahan dan kekeliruan saya dalam hal:
- Melakukan gugatan terhadap Kurniati Djuang dan Pham Kian Fa sebagai Pendiri dan Pengurus Rumah Sakit Methodist Indonesia sesuai dengan register perkara
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Nomor 461/Pdt.G/2009/PN Mdn pada tanggal 20 Oktober 2009 padahal saya tidak berhak melakukan gugatan tersebut karena tidak sesuai dengan Disiplin Gereja Methodist Indonesia tahun 1997;
- Melakukan gugatan sesuai dengan register perkara Nomor 461/Pdt.G/ 2009/PN Mdn. pada tanggal 20 Oktober 2009 tanpa persetujuan seluruh Jemaat GMI Gloria yang menimbulkan konflik dan semakin menambah keruh suasana beribadah di Gereja Methodist Indonesia Gloria, padahal seharusnya saya sebagai Ketua Majelis Jemaat harus menjaga agar kedamaian semakin tercipta dan selalu terjaga di Gereja Methodist Indonesia;
Saya berjanji tidak akan melakukan kesalahan yang sama dalam waktu-waktu yang akan datang terhadap Penggugat-Penggugat yaitu : Kurniati Djuang, Bapak Pham Kian Fa, Elmansyah Leo, Ibrahim Siddik, Albert Kosasih, Sudarto Widjaja, Alexander Effendy, Hendry Sukendar, Johannes Tanujaya, Solaiman beserta seluruh unsur-unsur Rumah Sakit Gereja Methodist Indonesia dan juga terhadap jemaat Gereja Methodist Indonesia Gloria, saya mohon supaya Ibu Kurniati Djuang, Bapak Pham Kian Fa, Elmansyah Leo, Ibrahim Siddik, Albert Kosasih, Sudarto Widjaja, Alexander Effendy, Hendry Sukendar, Johannes Tanujaya, Solaiman dan seluruh unsur-unsur Rumah Sakit Gereja Methodist Indonesia dan juga jemaat Gereja Methodist Indonesia Gloria bersedia memaafkan dan mengampuni kesalahan yang saya perbuat;
Saya berjanji akan segera mencabut gugatan Nomor 461/Pdt.G/2009/PN Mdn. sebagaimana telah disebutkan di atas dan kepada unsur-unsur di atas sekali lagi saya meminta maaf yang sebesar-besarnya dan setulus-tulusnya;
Demikian permohonan dan pernyataan maaf ini saya perbuat dengan sukarela dan itikad baik demi menghormati hak asasi manusia yang dijunjung tinggi oleh bangsa Indonesia dan perserikatan bangsa-bangsa demi tegaknya kebenaran dan keadilan. Atas perhatian dan kesediaannya saya ucapkan terima kasih;
Medan, Met 2010. Hormat kami,
Yang membuat pernyataan maaf, Tergugat
dto
BINSON LOGIS
7 Menyatakan sah dan berharga sita jaminan (conservatoir beslag) terhadap barang-barang bergerak maupun barang tidak bergerak terutama atas tanah dan
Hal. 11 dari 39 hal. Put. No. 1808 K/Pdt/2012
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
bangunan berikut dengan segala benda yang berada di atasnya milik Binson Logis yang terletak di Kompleks Cemara Hijau Blok U Nomor 35, Kelurahan Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang;
8 Menyatakan putusan ini dapat dijalankan lebih dahulu (uit voerbaar bij voorraad) meskipun ada banding, kasasi maupun perlawanan;
9 Menghukum Tergugat untuk membayar Biaya-biaya yang timbul dalam perkara ini;
Atau : Mohon putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono);
Menimbang, bahwa terhadap gugatan tersebut Tergugat telah mengajukan eksepsi yang pada pokoknya atas dalil-dalil:
Tentang Kompetensi Relatif.
Bahwa dalam hal pengajuan gugatan yang dilakukan oleh para Penggugat terhadap Tergugat (ic. Binson Logis) yang sebagaimana tertuang pada Register Perkara Nomor 225/Pdt.G/2010/PN Mdn. seyogianya harus diajukan ditempat wilayah hukum Tergugat dalam hal ini Pengadilan Negeri Lubuk Pakam dan bukan wilayah hukum Pengadilan Negeri Kelas I - A Medan;
Bahwa hal tersebut mengacu pada Actor Forum Rei (Forum Domisili) yang merupakan tempat tinggal dari pada Tergugat (ic. Binson Logis) di Kompleks Cemara Hijau Blok U Nomor 35 Kelurahan Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang yang merupakan wilayah daerah hukum dari pada Pengadilan Negeri Lubuk Pakam;
Bahwa dengan demikian gugatan yang dimajukan para Penggugat terhadap Sdr. Binson Logis yang berkapasitas sebagai Tergugat dalam perkara perdata register Nomor 225/pdt.G/2010/PN Mdn ke Pengadilan Negeri sangat berseberangan dengan ketentuan hukum acara yang berlaku sebagaimana dipaparkan Pasal 118 ayat (1) HIR yang intinya menyatakan. :
1 Yang berwenang mengadili suatu perkara adalah Pengadilan Negeri (PN) tempat tinggal dari pada Tergugat;
2 Oleh karena itu agar gugatan yang diajukan oleh Penggugat tidak melanggar batas Kompetensi Relatif tersebut, maka gugatan harus diajukan dan dimasukkan ke Pengadilah Negeri (PN) tempat tinggal Tergugat;
Bahwa dari penjelasan yang dipaparkan oleh Tergugat dalam Kompetensi Relatif tersebut di atas, oleh Pengadilan Negeri Klas I-A Medan patut untuk dan mengembalikan berkas perkara tersebut kepada pihak yang berhak memeriksa dan mengadili perkara ini dalam hal ini adalah Pengadilan Negeri Lubuk Pakam;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Bahwa dengan demikian maka gugatan para Penggugat dalam perkara perdata register Nomor 225/Pdt.G/2010/PN Mdn haruslah ditolak atau setidak- tidaknya tidak dapat diterima :
2. Tentang Gugatan Kabur (obscuur libel);
a. Bahwa apa yang telah dipaparkan oleh Para Penggugat pada materi surat gugatan terhadap Sdr. Binson Logis selaku pihak Tergugat dalam perkara ini, senyatanya kabur dan tidak jelas yang dipermasalahkan;
b. Bahwa hal mana dari satu sisi muatan surat gugatan para Penggugat terhadap diri Sdr. Binson Logis mengupas tentang keberadaan Yayasan Rumah Sakit Gereja Methodist Indonesia yang terletak di jalan Thamrin Nomor 105 Medan dan sedangkan dari sisi lain mengupas tentang keabsahan dan pada Sdr. Binson Logis selaku Ketua Majelis Jemaat GMI Gloria periode tahun 2008-2010 yang berkedudukan di jalan Haryono MT Nomor 38 Medan;
3. Tentang gugatan Penggugat yang masih Prematur;
a Bahwa apa yang telah diuraikan oleh Para Penggugat sebagaimana tertuang perkara register Nomor 225/Pdt.G/2010/PN Mdn tertanggal 2 Juni 2010 yang pembahasannya menyangkut Yayasan Rumah Sakit Gereja Methodist Indonesia (GMI) yang terletak di Jalan Thamrin Nomor 105 Medan serta keabsahan dari pada Sdr. Binson Logis selaku Ketua Majelis Gereja Methodist Indonesia Gloria yang beralamat di jalan Haryono MT Nomor 38 Medan;
b. Bahwa sedangkan materi surat gugatan Para Penggugat tersebut, sebelumnya telah diajukan oleh Sdr.Binson Logis yang pada saat itu berkapasitas sebagai Penggugat terhadap pendiri dan pengurus Yayasan Rumah Sakit Gereja Methodist Indonesia termasuk di dalamnya Penggugat I dan II yang sebelumnya berkapasitas sebagai Tergugat I dan II sebagaimana tertuang dalam register perkara Nomor 461/Pdt.G/ 2009/PN Mdn yang saat ini sedang dalam proses pemeriksaan tingkat banding di Pengadilan Tinggi Sumatera Utara;
c. Bahwa untuk itu tidak tepat jika para Penggugat menyikapinya dengan dalil pada gugatan yang menyatakan bahwa Sdr. Binson Logis telah melakukan suatu perbuatan melawan hukum terhadap para Penggugat sedangkan putusan perkara register Nomor 461/Pdt.G/2009/ PN Mdn tersebut belum berkekuatan hukum tetap;
Hal. 13 dari 39 hal. Put. No. 1808 K/Pdt/2012
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
d. Bahwa gugatan Para Penggugat yang diajukan terhadap Sdr. Binson Logis dalam perkara register Nomor 225/Pdt.G/2010/PN Mdn, senyatanya harus dinyatakan dengan bahwa gugatan Para Penggugat masih Prematur; 4. Tentang gugatan Penggugat kurang pihak.
a. Bahwa materi surat gugatan Penggugat dari satu sisi mengupas tentang Yayasan Rumah Sakit Gereja Methodist Indonesia berkedudukan di Jl. Thamrin Nomor 38 Medan yang melibatkan Kurniaty Djuang dan Pham Kian Fa selaku pendiri dan pengurus Yayasan Rumah Sakit Gereja Methodist Indonesia yang sebagaimana didalilkan oleh Para Penggugat pada halaman 2 angka 1;
b. Bahwa sedangkan dalam hal yang menyangkut tentang pendiri dan pengurus dari pada Yayasan Rumah Sakit Gereja Methodist Indonesia yang terletak di jalan Thamrin nomor : 105 Medan tersebut bukan hanya Kurniaty Djuang dan Pham Kian Fa yang sebagaimana dalil Para Penggugat di dalam surat gugatan tersebut melainkan termasuk Bapak Drs. Hosea Boaz Yahya, Bapak Daud dan Ibu Ny. Megawati;
c. Bahwa untuk itu, selain dari pada Kurniaty Djuang dan Pham Kian Fa oleh Para Penggugat patut untuk mengikutsertakan Bapak Drs. Hosea Boaz Yahya, Bapak Daud dan Ibu Ny. Megawaty sebagai Para Penggugat dan sekaligus pendiri dan pengurus Yayasan Rumah Sakit Gereja Methodist Indonesia (sebagaimana tertuang pada Akte Notaris Nomor : 55tertanggal 19 Juli 1991) dalam perkara ini guna kelengkapan para pihak yang sebagaimana menurut hukum acara perdata yang berlaku;
c. Bahwa disamping dari Bapak Hosea Boaz Yahya, Bapak Daud dan Ibu Ny. Megawati, oleh Para Penggugat juga melibatkan atau mengikutsertakan para Jurnalistik Harian SIB dan Andalas sebagai pihak Tergugat dalam perkara perdata register Nomor225/Pdt.G/2010/PN Mdn yang telah dan mengekspos para pendiri dan pengurus Yayasan Rumah Sakit Gereja Methodist Indonesia; Menimbang, bahwa terhdap gugatan tersebut Tergugat telah menyangkal dalil-dalil gugatan tersebut dan sebaliknya mengajukan gugatan balik (Rekonvensi) yang pada pokoknya atas dalil-dalil sebagai berikut:
Bahwa semua yang diuraikan pada bagian Konvensi di atas, mohon dipertimbangkan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Rekonvensi di bawah ini;
Bahwa apa yang telah dan dimajukan oleh Penggugat dr pada gugatan terdahulu yang sebagaimana yang telah dan diregister oleh Pengadilan Negeri Klas I-A Medan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
dengan Nomor 461/Pdt.G/2009/PN Mdn, tertanggal 20 Oktober 2009 yang proses pemeriksaan perkara tersebut pada tarap tingkat banding di Pengadilan Tinggi Sumatera Utara sudah dan sangat tepat, baik dalam hal yang menyangkut tentang kapasitas dari pada Penggugat dr sebagai ketua majelis jemaat GMI Gloria jalam Haryono MT Nomor 38 Medan dan juga dalam hal volume gugatan terdahulu;
Bahwa keberadaan gugatan yang telah dimajukan oleh Para Penggugat Dalam Konvensi/Tergugat Dalam Rekonvensi, oleh Penggugat Dalam Rekonvensi sangat dirugikan, hal mana nama baik Penggugat Dalam Rekonvensi tercemar dilingkungan kerjanya, masyarakat juga dikalangan mitra bisnisnya dan termasuk dilingkungan Gereja Methodist Indonesia Gloria yang beralamat di jalan Haryono MT Nomor 38 Medan;
Bahwa disamping hal tersebut, konsentrasi Penggugat dr dalam beraktifitas menjadi terganggu dan sekaligus berdampak kepada kesehatan dan juga ketenangan jiwa baik dalam membina keluarga maupun dalam hal melakukan kegiatan di wadah Gereja Methodist Indonesia (GMI) Gloria jalan Haryono MT No 38 Medan dan dalam keadaan demikian tersebut nyata telah menimbulkan suatu kerugian Immateril terhadap Penggugat dr;
Bahwa jika kerugian immateril yang dialami oleh Penggugat Dalam Rekonvensi diuangkan dengan nilai mata uang rupiah yang berlaku di Negara Indonesia adalah sebesar Rp7.500.000.000,00 (tujuh milyar rupiah), dan demikian maka sangat patut dan wajar jika Penggugat Dalam Rekonvensi menuntut konpensasi ganti kerugian Immateril tersebut kepada Penggugat I dan Penggugat II;
Bahwa oleh karena tindakan yang dilakukan Tergugat Dalam Rekonvensi merupakan perbuatan melawan hukum (onrechtmatige daad), maka terpaksa Penggugat Dalam Rekonvensi telah dan menghunjuk Advokat untuk mewakili kepentingan hukum dari pada Penggugat Dalam Rekonvensi dalam menghadapi gugatan Para Penggugat Dalam Konvensi, hal tersebut telah menimbulkan suatu beban biaya penanganan perkara ini yang diperkirakan sampai selesainya dengan jumlah sebesar Rp250.000.000 (dua ratus lima puluh juta rupiah). Dan untuk itu sangat patut jika oleh Tergugat Dalam Rekonvensi dibebankan membayar biaya Advokat tersebut kepada Penggugat Dalam Rekonvensi;
Bahwa untuk menjamin pelaksanaan putusan tersebut kelak, dan adanya kekhawatiran dari Penggugat dr bahwa Tergugat dr/Penggugat dk akan mengasingkan harta bendanya guna menghindari kewajiban pembayaran tersebut maka Penggugat Dalam Rekonvensi mohon agar Majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini meletakkan Sita Jaminan (conservatoir beslag) terhadap harta benda milik Para
Hal. 15 dari 39 hal. Put. No. 1808 K/Pdt/2012
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Tergugat Dalam Rekonvensi baik bergerak maupun tidak bergerak berupa tanah dan bangunan khusus milik:
1 Tergugat I Dalam Rekonvensi /Penggugat I Dalam Konvensi (ic. Kurniati Djuang) yang terletak di jalan PJ. Nehru Nomor8 RT.000/RW.002, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, kota Medan;
2 Tergugat II Dalam Rekonvensi/Penggugat II Dalam Konvensi (ic. Pham Kian Fa) yang terletak di jalan Putri Hijau Nomor 29 Lingkungan XVII, Lorong XXI B, Pula Brayan Kota Medan;
Bahwa berdasarkan apa yang telah dan diuraikan oleh Penggugat Dalam Rekonvensi di atas, maka sangat patut dan adil jika Majelis Hakim yang terhormat menghukum Para Tergugat Dalam Rekonvensi untuk membayar biaya/ongkos perkara;
Bahwa karena gugatan rekonvensi ini diajukan didukung dengan bukti yang sangat akurat, maka Penggugat Dalam Rekonvensi mohon agar Putusan dalam perkara ini dilaksanakan secara serta merta meskipun diajukan verzet, banding atau kasasi (uit voerbaar bij voorraad);
Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut di atas Penggugat Dalam Rekonvensi menuntut kepada Pengadilan Negeri Medan supaya memberikan putusan sebagai berikut:
1. Mengabulkan Gugatan Penggugat Rekonvensi untuk seluruhnya;
2 Menyatakan sah dan berharga Sita Jaminan (conservatoir beslag) yang diletakkan atas barang bergerak dan barang yang tidak bergerak berupa:
- Tanah dan bangunan milik Tergugat I dr yang terletak di jalan Nehru No 8 RT 000/RW 002, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan; - Tanah dan bangunan milik Tergugat II Dalam Rekonvensi yang terletak di jalan
Putri Hijau Nomor 29 Lingkungan - XVII, Lorong XXI B Pulo Brayan Kota, Kota Medan;
3 Menyatakan bahwa Tergugat Rekonvensi telah melakukan perbuatan melawan hukum (onrechtmatige daad);
4 Menghukum Para Tergugat Dalam Rekonvensi untuk membayar ganti kerugian kepada Penggugat dr secara tunai dan sekaligus berupa:
- Kerugian Materil yang merupakan kewajiban Para Tergugat Dalam Rekonvensi kepada Penggugat Dalam Rekonvensi sejumlah uang sebesar Rp250.000.000,00 (dua ratus lima puluh juta rupiah);
- Kerugian Immateril sebesar Rp7.500.000.000,00 (tujuh milyar lima ratus juta rupiah);
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
5 Menyatakan putusan ini dapat diterima dan dijalankan secara serta merta (uitvoerbaar bij voorraad) meskipun ada upaya verzet, banding maupun kasasi;
6. Menghukum para Tergugat Dalam Rekonvensi membayar biaya/ongkos yang timbul dalam perkara ini;
Atau:
Jika Majelis berpendapat lain, maka mohon putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono);
Bahwa terhadap gugatan tersebut Pengadilan Negeri Medan telah mengambil putusan, yaitu putusan Nomor 225/Pdt.G/2010/PN Mdn. tanggal 26 Januari 2011 yang amarnya sebagai berikut:
Dalam Eksepsi:
- Menolak eksepsi Tergugat untuk seluruhnya; Dalam Konvensi :
1 Mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagian;
2 Menyatakan perbuatan Tergugat yang telah melakukan gugatan terhadap Penggugat I dan Penggugat II selaku Pendiri dan Pengurus yayasan RS. Methodist Indonesia Jl. Thamrin Nomor105 Medan yang bertentangan dengan Disiplin Gereja Methodist Indonesia tahun 1997 dan tahun 2005 serta tanpa persetujuan seluruh jemaat GMI Gloria adalah perbuatan melawan hukum; 3 Menghukum Tergugat yang telah melakukan perbuatan melawan hukum
membuat Surat Pernyataan meminta maaf melalui 2 (dua) harian terbitan Jakarta dan Medan yaitu Harian Kompas dan Analisa sebesar ½ halaman selama 2 (dua) hari berturut-turut dengan konsep sebagai berikut:
PERNYATAAN MINTA MAAF Yang bertanda tangan dibawah ini:
Binson Logis, pekerjaan wiraswasta, alamat di Komp. Cemara hijau Blok U Nomor 35 Kel. Sampali Kec. PS. Tuan kab. Deli Serdang, selanjutnya disebut Tergugat; Dengan ini menyatakan dan menyampaikan Permohonan Maaf Kami kepada Penggugat-Penggugat yaitu Kurniaty Djuang, Pham Kian Fa, Elmasyah Leo, Ibrahim Siddik, Albert Kosasih, Sudarto Widjaja, Alexander Effendi, Henry Sukendar, Johanes Tanujaya, Sulaiman dan seluruh organ-organ RS. Methodist Indonesia Jl. Thamrin Nomor 105 serta kepada seluruh Jemaat Gereja Methodist Indonesia di seluruh Indonesia khususnya Jemaat Gereja Methodist Indonesia Gloria atas kesalahan dan kekeliruan saya dalam hal:
Hal. 17 dari 39 hal. Put. No. 1808 K/Pdt/2012
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
• Melakukan gugatan terhadap Kurniaty Djuang dan Pham Kian Fa sebagai Pendiri dan pengurus RS. Methodist Indonesia sesuai dengan register perkara Nomor 461/Pdt.G/2009/PN Mdn. pada tanggal 20 Oktober 2009 tidak sesuai dengan Disiplin Gereja Methodist Indonesia tahun 1997; • Melakukan gugatan sesuai dengan register perkara Nomor 461/Pdt.G/
2009/PN Mdn. pada tanggal 20 Oktober 2009 tanpa persetujuan seluruh Jemaat GMI Gloria yang menimbulkan konflik dan semakin menambah keruh suasana beribadah di GMI padahal saya sebagai Ketua Majelis Jemaat harus menjaga agar kedamaian semakin tercipta dan selalu terjaga di GMI;
Saya berjanji tidak akan melakukan kesalahan yang sama di waktu yang datang terhadap Penggugat-Penggugat, yaitu Kurniaty Djuang, Pham Kian Fa, Elmasyah Leo, Ibrahim Siddik, Albert Kosasih, Sudarto Widjaja, Alexander Effendi, Henry Sukendar, Johanes Tanujaya, Sulaiman, dan seluruh organ-organ RS. Methodist Indonesia Jl . Thamrin Nomor 105 serta kepada seluruh Jemaat Gereja Methodist Indonesia Gloria, saya mohon supaya Ibu yaitu Kurniaty Djuang, Pham Kian Fa, Elmasyah Leo, Ibrahim Siddik, Albert Kosasih, Sudarto Widjaja, Alexander Effendi, Henry Sukendar, Johanes Tanujaya, Sulaiman, dan seluruh organ-organ RS. Methodist Indonesia serta seluruh Jemaat Gereja Methodist Indonesia Gloria bersedia memaafkan dan mengampuni kesalahan yang saya perbuat;
Saya berjanji akan segera mencabut gugatan Nomor 461/Pdt.G/2009/Pn Mdn sebagaimana telah disebutkan di atas dan kepada unsur-unsur di atas sekali lagi saya meminta maaf yang sebesar-besarnya;
Demikian permohonan dan pernyataan maaf ini saya perbuat dengan sukarela dan itikad baik demi menghormati hak asasi manusia yang dijunjung tinggi oleh Bangsa Indonesia dan perserikatan bangsa-bangsa demi tegaknya kebenaran dan keadilan. Atas perhatian dan kesediaannya saya ucapkan terima kasih;
Hormat kami,
Yang membuat pernyataan maaf, Tergugat
Dto
BINSON LOGIS
4 Menolak gugatan Penggugat selain dan selebihnya; Dalam Rekonvensi:
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
- Menolak gugatan Penggugat dalam Rekonvensi untuk seluruhnya; Dalam Konvensi dan Rekonvensi:
- Menghukum Tergugat dalam Konvensi/Penggugat dalam Rekonvensi untuk ongkos biaya perkara sebesar Rp243.500,00 (dua ratus empat puluh lima ribu) rupiah;
Menimbang, bahwa dalam tingkat banding atas permohonan Tergugat putusan Pengadilan Negeri Medan tersebut telah dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi Medan dengan putusan Nomor 170/PDT/2011/PT MDN tanggal 5 Oktober 2011;
Menimbang, bahwa sesudah putusan terakhir ini diberitahukan kepada Tergugat/ Pembanding pada tanggal 7 Desember 2011 kemudian terhadapnya oleh Tergugat/ Pembanding dengan perantaraan kuasanya, berdasarkan surat kuasa khusus tanggal 7 Desember 2011 diajukan permohonan kasasi secara lisan pada tanggal 16 Desember 2011 sebagaimana ternyata dari akte permohonan kasasi Nomor 144/Pdt/Kasasi/2011/ PN Mdn. yang dibuat oleh Panitera Pengadilan Negeri Medan permohonan mana disertai oleh memori kasasi yang memuat alasan-alasan yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Negeri tersebut pada tanggal 20 Desember 2011;
bahwa setelah itu oleh Para Penggugat/Para Terbanding yang pada tanggal 24 Januari 2012 telah diberitahu tentang memori kasasi dari Pemohon Kasasi diajukan jawaban memori kasasi yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Medan pada tanggal 1 Februari 2012;
Menimbang, bahwa permohonan kasasi a quo beserta alasan-alasannya telah diberitahukan kepada pihak lawan dengan seksama, diajukan dalam tenggang waktu dan dengan cara yang ditentukan dalam undang-undang, maka oleh karena itu permohonan kasasi tersebut formal dapat diterima;
Menimbang, bahwa alasan-alasan yang diajukan oleh Pemohon Kasasi/Tergugat dalam memori kasasinya tersebut pada pokoknya ialah:
1 Putusan Judex Pengadilan Tinggi Medan - s.o.r. – yang tidak menjalankan fungsinya dalam memeriksa, mengadili dan memutus perkara a quo;
a Bahwa Pengadilan Tinggi Medan selaku peradilan Judex Facti tidak nampak menjalankan fungsinya selaku peradilan ulangan dalam mengadili, memeriksa dan memutuskan perkara perdata ini, tidak cukup hanya serta merta menguatkan dan mengambil alih pertimbangan hukum Putusan Pengadilan Negeri Medan, Nomor 225/Pdt.G/2010/Pn Mdn. bertanggal 26 Januari 2011, melainkan seharusnya memeriksa kembali keseluruhan perkara perdata ini ditingkat banding, baik menyangkut faktanya/ pembuktian maupun mengenai penerapan hukumnya,
Hal. 19 dari 39 hal. Put. No. 1808 K/Pdt/2012
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
karenanya putusan Judex Facti yang kurang cukup dipertimbangkan berdasar dan beralasan hukum untuk dimohonkan pembatalan pada tingkat kasasi;
b Bahwa kenyataannya Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor 170/ PDT/ 2011/PT-MDN. bertanggal 5 Oktober 2011, yang serta merta menguatkan begitu saja Putusan Pengadilan Negeri Medan Nomor225/ Pdt.G/2010/Pn Mdn., bertanggal 26 Januari 2011, adalah sungguh menurut hukum kurang cukup dipertimbangkan, untuk jelasnya pertimbangan hukum Hakim banding, pada halaman 6 alinea 1 dan 2, yang dimaksud dikutip sebagai berikut:
“---Menimbang, bahwa memori banding beserta tambahan memori banding yang dikemukakan oleh pihak Tergugat/ Pembanding yang ternyata tidak ada hal-hal yang baru yang perlu dipertimbangkan oleh karena Hakim Pengadilan Tingkat Pertama telah mempertimbangkan dengan secara tepat dan benar, yang dapat disetujui oleh Pengadilan Tinggi, oleh karena pertimbangan-pertimbangan hukum Hakim Tingkat Pertama dalam putusannya tersebut telah menguraikan dengan secara tepat dan benar semua keadaan serta alasan-alasan yang menjadi dasar dalam putusannya dan dianggap telah tercantum pula dalam putusanpada Tingkat Banding;
“---Menimbang, bahwa dengan demikian maka pertimbangan-pertimbangan hukum Hakim Pengadilan Tingkat Pertama tersebut diambil alih dan dijadikan dasar dalam pertimbangan-pertimbangan putusan Pengadilan Tinggi sendiri dalam perkara ini, sehingga Putusan Pengadilan Negeri Medan tanggal 26 Januari Nomor 224/Pdt.G/2010/PN MDN dapat dipertahankan dan dikuatkan dalam Pengadilan Tingkat Banding“;
c Bahwa dengan membaca dan mempelajari secara cermat putusan Yang Terhormat Majelis Hakim banding beserta pertimbangan hukumnya dalam perkara perdata ini, sama sekali tidak nampak selaku peradilan ulangan sebab Yang Terhormat Majelis Hakim banding dalam memeriksa dan mengadili serta memutuskan perkara perdata ini, hanya sekedar serta merta menyetujui dan mengambil alih pertimbangan hukum Yang Terhormat Majelis Hakim tingkat pertama tanpa memberi motivasi pertimbangan dan alasan-alasan apa yang dipandang benar dan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
tepat, sehingga disetujui dari putusan Yang Terhormat Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan tersebut, yang nyata-nyata keliru penerapan hukumnya-sikap-dan cara peradilan yang dilakukan oleh Yang Terhormat Majelis Hakim Banding tersebut, adalah jelas bertentangan dengan ketentuan hukum dan undang-undang yang berlaku serta prinsip penggarisan Yurisprudensi tetap Mahkamah Agung R.I., karena seharusnya menurut hukum dan undang-undang, Peradilan Banding selaku peradilan ulangan, suatu perkara haruslah diperiksa ulang secara keseluruhan baik faktanya maupun penerapan hukumnya;
d Bahwa demikianlah seharusnya hakikat dan fungsi suatu peradilan Judex Facti, dan hal tersebut dalam praktek di peradilan Indonesia adalah sesuai dan sejalan dengan pendapat Mahkamah Agung RI yang antara lain sebagai berikut:
1.Yurisprudensi Tetap Mahkamah Agung RI Nomor 2671 K/Pdt/2001 bertanggal 4 Juli 2003, (yang dimuat dalam Yurisprudensi Mahkamah Agung RI Tahun 2006, penerbit Mahkamah Agung R.I., 2007, halaman 17) dengan amar pertimbangan hukumnya berbunyi sebagai berikut:
bahwa putusan Pengadilan Tinggi harus dibatalkan, karena kurang cukup pertimbangannya (onvoldoende gemotiveerd), karena dalam putusannya hanya mempertimbangkan di luar jalur persoalan dan mengesampingkan keberatan-keberatan yang diajukan dalam memori banding (pembanding) sekarang Pemohon Kasasi, dan tanpa memeriksa perkara itu kembali, baik mengenai fakta-faktanya maupun mengenai soal peneterapan hukumnya”;
2.Yurisprudensi Tetap Mahkamah Agung R.I. Nomor951 K/Sip/ 1973, bertanggal 9 Oktober 1975, yang amarnya berbunyi sebagai berikut: Cara pemeriksaan ditingkat banding ... seharusnya Hakim banding mengulang memeriksa kembali perkara dalam keseluruhannya baik mengenai fakta pembuktian maupun mengenai penerapan hukum-nya; (vide Rangkuman Yurisprudensi Mahkamah Agung R.I. II, Penerbitan Tahun 1977, halaman 249);
3.Yurisprudensi Tetap Mahkamah Agung R.I. Nomor 9 K/Sip/1972, bertanggal 19 Agustus 1972, yang amarnya berbunyi sebagai berikut:
Hal. 21 dari 39 hal. Put. No. 1808 K/Pdt/2012
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Pertimbangan Pengadilan Tinggi yang isinya hanya menyetujui dan menjadikan sebagai alasan sendiri ... dst. seperti halnya kalau Pengadilan Tinggi Menyetujui Keputusan Pengadilan Negeri, adalah tidak cukup;
(vide Rangkuman Yurisprudensi Mahkamah Agung R.I. II, Penerbitan Tahun 1977, halaman 238);
4.Yurisprudensi Tetap Mahkamah Agung RI Nomor 3221 K/Pdt/1985 bertanggal 23 Oktober 1986 yang dalam putusan hukum tersebut telah membenarkan keberatan pemohon kasasi tentang putusan Pengadilan Tinggi Jakarta dalam perkara perdata Reg. Nomor 247/Pdt/1985 bertanggal 17 Juni 1987 yang telah melanggar Surat Edaran Mahkamah Agung RI Nomor 3 tahun 1974 dan tidak mengindahkan pasal 23 (1) Undang-undang Nomor 14 tahun 1970, dimana Pengadilan Tinggi hanya mengambil oper begitu saja putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Reg Nomor 247/Pdt/1984/G bertanggal 14 Pebruari 1985 tanpa didasarkan atas pertimbangan- pertimbangan hukum yang jelas dan juga tidak mempertimbangkan sama sekali memorie banding dari Pemohon Kasasi/Tergugat asal, dengan demikian pertimbangan hukum Pengadilan Tinggi tersebut bersifat onvoldoende gemotiveerd (dimuat dalam Majalah Hukum Varia Peradilan Nomor 17, halaman 39 Jo. halaman 40);
(bandingkan juga dengan Yurisprudensi tetap Mahkamah Agung RI Nomor 409 K/Sip/1983 bertanggal 25 Oktober 1984 yang dimuat dalam Majalah Hukum Varia Peradilan Nomor 4, halaman 72 Jo. 74); 5.Yurisprudensi Tetap Mahkamah Agung RI Nomor 573 PK/Pdt/1987
bertanggal 17 Pebruari 1990 yang menguatkan putusan Mahkamah Agung RI Nomor 3882 K/Pdt/1985 bertanggal 16 Meret 1987, (vide Majalah Hukum Varia Peradilan Nomor 72, dph MA Kasasi, halaman 69), antara lain menyatakan sebagai berikut :
bahwa keberatan-keberatan ini semuanya dapat dibenarkan, karena putusan Pengadilan Tinggi Kupang tanggal 6 Juni 1985 Nomor 17/Pdt/ 1985/PTK sama sekali tidak didasarkan pada pertimbanganhukum; Pertimbangan semata-mata didasarkan atas memori banding, tetapi apa dan bagaimana isi memori banding tersebut tidak dijabarkan dan tidak
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]