• Tidak ada hasil yang ditemukan

Relabltas

Dalam dokumen analisis instrumen penelitiana4100hal (Halaman 89-118)

A. Estimasi Reliabilitas

Pada suatu nstrumen yang dgunakan untuk mengumpulkan data, relabltas skor hasl tes merupakan nformas yang dperlukan dalam pengembangan tes. Relabltas merupakan derajat keajegan (consistency) d antara dua skor hasl pengukuran pada objek yang sama, meskpun menggunakan alat pengukur yang berbeda dan skala yang berbeda (Mehrens & Lehmann,1973; Reynold, Lvngstone, & Wlson, 2010). Dalam katannya dengan penlaan penddkan, prestas atau kemampuan seorang sswa dkatakan relabel jka dlakukan pengukuran, hasl pengukuran akan sama nformasnya, walaupun penguj berbeda, korektornya berbeda atau butr soal yang berbeda tetap memlk karakterstk yang sama.

Allen & Yen (1979) menyatakan bahwa tes dkatakan relabel jka skor amatan mempunya korelas yang tngg dengan skor yang sebenarnya. Selanjutnya dnyatakan bahwa relabltas merupakan koefsen korelas antara dua skor amatan yang dperoleh dar hasl pengukuran menggunakan tes yang paralel. Dengan demkan, pengertan yang dapat dperoleh dar pernyatan tersebut adalah suatu tes tu relabel jka hasl pengukuran mendekat keadaan peserta tes yang sebenarnya.

Dalam penddkan, pengukuran tdak dapat langsung dlakukan pada cr atau karakter yang akan dukur. Cr atau karakter n bersfat abstrak, yang dapat dukur melalu suatu ndkator. Hal n menyebabkan sultnya memperoleh alat ukur yang stabl untuk mengukur karakterstk seseorang (Mehrens & Lehmann, 1973). Kestablan n yang dkatakan sebaga relabltas. Untuk melhat relabltas suatu alat ukur, yang berupa suatu nla, dapat dlakukan perhtungan statstk. Nla n basa dnamakan dengan koefsen relabltas (reliability coefficient).

Koefsen relabltas dapat dartkan sebaga koefsen keajegan atau kestablan hasl pengukuran. Alat ukur yang relabel akan memberkan hasl pengukuran yang stabl (Lawrence, 1994) dan konssten (Mehrens & Lehmann, 1973). Artnya suatu alat ukur

relabltas merupakan sfat dar sekumpulan skor (Frsbe, 2005). Dalam katannya dengan duna penddkan, dengan alat ukur yang relabel, hasl pengukuran akan sama nformasnya walaupun penguj berbeda, korektornya berbeda atau butr soal yang berbeda tetap mengukur hal yang sama dan memlk karakterstk butr yang sama.

Allen & Yen (1979) menyatakan bahwa tes dkatakan relabel jka skor amatan mempunya korelas yang tngg dengan skor yang sebenarnya. Selanjutnya dnyatakan bahwa koefsen relabltas merupakan koefsen korelas antara dua skor amatan yang dperoleh dar hasl pengukuran menggunakan tes yang paralel. Dengan demkan, pengertan yang dapat dperoleh dar pernyatan tersebut adalah suatu tes tu relabel jka hasl pengukuran mendekat keadaan peserta tes yang sebenarnya.

Relabltas (U) suatu tes pada umumnya dekspreskan secara numerk dalam bentuk koefsen yang besarnya -1,00 d U d +1,00. Koefsen tngg menunjukkan relabltas tngg. Sebalknya, jka koefsen suatu skor tes rendah maka relabltas tes rendah. Jka suatu relabltas sempurna, berart koefsen relabltas tersebut +1,00. Harapannya, koefsen relabltas bersfat postf.

Relabltas terkat pula dengan kesalahan pengukuran. Relabltas tngg menunjukkan kesalahan yang kecl dalam memeroleh hasl pengukuran. Semakn besar reabltas suatu nstrumen, akan semakn kecl kesalahan pengukuran, demkan pula sebalknya, semakn kecl relabltas skor, akan semakn besar hasl pengukurannya. Kesalahan pengukuran dapat dsebabkan oleh beberapa faktor, dantaranya karakterstk nstrumen yang dgunakan sendr, msalnya penyusunan dan pelaksanaan pengukuran yang tdak mengkut aturan baku, kualtas butr dalam nstrumen tdak bak, adanya kerjasama selama melaksanakan tes atau mengs nstrumen, butr-butr nstrumen yang meragukan, keadaan peserta selama merespons nstrumen, sepert peserta yang sedang lelah bak fsk maupun psks, mempunya problem prbad, peserta yang mempunya motvas kurang, lngkungan tempat penyelenggaraan pengukuran yang kurang mendukung atau

mnmal sebesar 0,85. Dengan demkan, pada peneltan n, tes seleks dgunakan untuk menentukan keputusan pada sswa secara perorangan, sehngga ndeks koefsen relabltasnya dharapkan mnmal sebesar 0,85.

Proses penghtungan relabltas dsebut dengan estmas. Estmas relabltas tes yang dapat dlakukan dengan beberapa cara, konsstens eksternal, konsstens nternal, relabltas kompost, relabltas konstruk, relabltas nterrater, dan estmas relabltas dengan teor generalsabltas (Generalizability theory).

B. Estimasi Konsistensi Eksternal

Estmas relabltas eksternal dperoleh dengan menggunakan skor hasl pengukuran yang berbeda, bak dar nstrumen yang berbeda maupun yang sama. Ada dua cara untuk mengestmas relabltas eksternal suatu nstrumen yatu dengan teknk pengukuran ulang (test-retest-method) dan teknk paralel.

1. Metode Tes Ulang (Test-Retest-Method)

Untuk mengetahu keterandalan atau relabltas skor hasl pengukuran, pengukuran perlu dlakukan dua kal, pengukuran pertama dan pengukuran kedua atau ulanganya. Kedua pengukuran n dapat dlakukan oleh orang yang sama atau berbeda, namun pada proses pengukuran yang kedua, keadaan yang dukur tu harus benar-benar berada pada konds yang sama dengan pengukuran pertama. Selanjutnya hasl pengukuran yang pertama dan yang kedua dkorelaskan dan haslnya menunjukkan relabltas skor perangkat pengukuran.

Teknk Test-Retest-Method n akan dapat sesua dengan tujuannya jka keadaan subjek yang dukur tetap dan tdak mengalam perubahan pada saat pengukuran yang pertama maupun pada pengukuran yang kedua. Pada dasarnya keadaan responden tu selalu berkembang, tdak stats ataupun berubah-ubah, maka sebenarnya teknk n kurang tepat dgunakan. D sampng tu pada pengukuran yang kedua akan terjad adanya carry-over-effect atau testing effect, responden pengukuran atau peneltan telah

Ada beberapa hal yang harus dpertmbangkan dalam mengestmas koefssen dengan teknk tes-retes n. Jangka waktu antara kedua pengukuran dengan menggunakan nstrumen tersebut perlu menjad pertmbangan. Jka jarak pengukuran terlalu dekat,maka carry-over-effect mash ada. Sementara jka jarak pengukuran terlalu jauh, korelas kedua skor akan menjad semakn rendah. Faktor kedua yang menjad pertmbangan adalah stabltas yang dharapkan dar knerja yang dukur dengan nstrumen tersebut. Semakn lama nterval pelaksanaan pengukuran kedua nstrumen, akan semakn rendah koefsen relabltasnya. Untuk mengatas hal n, jarak kedua pengukuran sebaknya tdak terlalu jauh, msalnya tdak sampa satu bulan.

Estmas relabltas dengan teknk tes-retes akan menghaslkan koefsen stabltas. Untuk memperoleh koefsen relabltas melalu pendekatan tes-retes dapat dlakukan dengan menghtung koefsen korelas lner antara skor pada pengukuran pertama (X) dengan skor hasl pengukuran kedua (Y).

ݎ

=

{ே σ ௑ିሺσ ௑ே σ ௑௒ିσ ௑ σ ௒)}{ே σ ௒ିሺσ ௒)} (6.1)

2. Metode Bentuk Paralel (Equivalent)

Teknk kedua untuk mengestmas relabltas secara eksternal adalah dengan metode bentuk paralel. Pada teknk n, dperlukan dua nstrumen yang dkatakan paralel untuk mengestmas koefsen relabltas. Dua buah tes dkatakan paralel atau equivalent adalah dua buah nstrumen yang mempunya kesamaan tujuan dalam pengukuran, tngkat kesukaran dan susunan juga sama, namun butr-butr soalnya berbeda, atau dkenal dengan stlah alternate-forms method atau parallel forms.

Dengan metode bentuk paralel n, dua buah nstrumen yang paralel, msalnya nstrumen paket A yang akan destmas relabltasnya dan nstrumen paket B merupakan nstrumen yang paralel dengan paket A, keduanya dberkan kepada sekelompok responden yang sama, kemudan kedua skor tersebut dkorelaskan. Koefsen korelas dar kedua skor respon responden terhadap nstrumen nlah yang menunjukkan koefsen

Dar ss responden, estmas relabltas dengan teknk n ada kelemahannya. Dalam menggunakan teknk n, dperlukan dua buah nstrumen, dan masng-masng dberkan kepada sekelompok responden yang sama. Teknk n responden tdak mengalam practice-effect dan carry-over-effect atau responden tdak mengngat pengerjaan nstrumen sebelumnya.

Estmas relabltas dengan cara n merupakan pekerjaan yang cukup berat. Pada cara n, dperlukan dua nstrumen untuk dgunakan, sehngga harus mengembangkan 2 nstrumen dan juga mengujcobakan 2 nstrumen. Membuktkan kedua nstrumen tersebut merupakan tes yang paralel atau ekvalen memerlukan lmu yang tersendr (konsep penyetaraan tes atau equating).

Langkah-langkah yang dtempuh pada pembuktan relabltas dengan cara n adalah: (1) menyapkan dua nstrumen yang paralel, (2) menentukan subjek untuk mengujcobakan nstrumen, (3) melaksanakan pengukuran dengan mengadmnstraskan nstrumen tersebut, (4) melakukan penyekoran pada setap jawaban responden terhadap kedua perangkat tersebut, (5) menghtung koefsen korelas dar skor kedua perangkat tersebut.

Hasl koefsen korelas yang tngg dar skor jawaban responden pada kedua nstrumen yang dgunakan menunjukkan bahwa relabltas paralel dar perangkat tersebut berada pada kategor yang bak. Namun sebalknya, jka ternyata koefesen korelasnya rendah, maka relabltas skor perangkat ekvalen adalah rendah.

C. Konsistensi Internal

Dengan teknk konsstens nternal n, hanya dengan melakukan satu kal pengumpulan data, relabltas skor perangkat pengukuran dapat destmas. Pada pembuktan nstrumen dengan cara n ada beberapa cara, yang masng-masng dapat memerlukan persyaratan-persyaratan atau asums tertentu yang harus dpenuh oleh penelt. Beberapa cara yang dapat dgunakan untuk mengestmas relabltas dengan

1. Metode Belah Dua (Split Half Method)

Dalam teknk belah dua n, dalam satu nstrumen dkerjakan satu kal oleh sejumlah subjek (sample) suatu peneltan. Butr-butr pada perangkat dbag menjad dua.Pembagan dapat menggunakan nomor ganjl-genap pada nstrumen, atau separuh pertama maupun separuh kedua, maupun membelah dengan menggunakan nomor acak atau tanpa pola tertentu. Skor responden merespons setengah perangkat bagan yang pertama dkorelaskan dengan skor setengah perangkat pada bagan yang kedua. Teknk n berpegang pada asums, belahan pertama dan belahan kedua mengukur konstruk yang sama, banyaknya butr dalam nstrumen belahan pertama dan kedua harus dapat dbandngkan dar ss banyaknya butr, atau palng tdak jumlahnya hampr sama.

Ada beberapa formula untuk mengestmas relabltas dengan metode belah dua, antara lan rumus Spearman-Brown, rumus Flanagan, dan rumus Rulon. Masng formula dsjkan berkut n.

a. Reliabilitas dengan Rumus Spearman-Brown

Adapun rumus Spearman-Brown yang dgunakan adalah :

=

૛࢘࢈

૚ା࢘࢈

(6.2)

Dengan

=

ࡺ σ ࢄࢅିσࢄ σ ࢅ

ඥ{ࡺ σ ࢄ૛ିሺσ ࢄ)૛}{ࡺ σ ࢅ૛ିሺσ ࢅ)૛}

Dengan ࢘ = koefsen relabltas skor nstrumen; ࢘ = koefsen korelas antara dua belahan nstrumen, N = banyaknya responden, X = belahan pertama, Y = belahan kedua.

b. Reliabilitas dengan Rumus Flanagan

Untuk mengestmas relabltas dengan rumus Rulon, penelt perlu meghtung kovarans dar skor belahan pertama dan skor belahan kedua (V12) dan varans totalnya. Koefsen relabltas dsajkan dengan formula sebaga berkut.

Dengan ࢘ = koefsen relabltas skor nstrumen; ࢘૚૛ = koefsen korelas antara dua belahan nstrumen,

V

૛ = varans belahan pertama,

V

૛ = varans belahan kedua,

V

૛ = varans skor total.

c. Reliabilitas dengan Rumus Rulon

Rulon merumuskan suatu formula untuk mengestmas relabltas belah dua tanpa perlu berasums bahwa kedua belahan mempunya varans yang sama. Menurut Rulon, perbedaan skor subjek pada kedua belahan nstrumen akan membentuk dstrbus perbedaan skor dengan varans yang besarnya dtentukan oleh varans error masng- masng belahan menentukan varans error keseluruhan nstrumen, maka varans eror strumen n dapat destmas lewat besarnya varans perbedaan skor dantara kedua belahan. Dalam melakukan estmas relabltas skor nstrumen, varans perbedaan skor dperhtungkan sebaga sumber error. Untuk melakukan estmas relabltas nstrumen dengan rumus Rulon, penelt juga harus menghtung dahulu varans selsh belahan pertama dan kedua dan juga varans total. Formula Rulon untuk mengestmas relabltas sebaga berkut.

ݎ

= 1െ

ఙమ೟

(6.4)

Dengan ࢘ = relabltas nstrumen; ࣌૛ = varans total atau varans skor total; ࣌૛ = varans dar perbedaan skor kedua belahan (varians difference); d = skor pada belahan awal dkurang skor pada belahan akhr.

D. Reliabilitas Komposit

Pada suatu nstrumen, serng penelt menggunakan nstrumen yang terdr dar banyak butr. Jka butr-butr n merupakan butr yang berbeda-beda namun membangun suatu konstruk yang sama, maka analss untuk mengestmas relabltas dapat dgunakan rumus relabltas kompost. Kompost yang dmaksudkan yakn skor akhr merupakan

1. Rumus Alpha dari Cronbanch

Rumus Alpha dgunakan untuk mengestmas relabltas nstrumen yang skornya bukan hanya1 dan 0, namun juga skala poltomus, msal msalnya angket (skala Lkert 1- 2-3-4-5) atau soal bentuk uraan (skor maksmum dapat tergantung penelt). Rumus Alpha sebaga berkut.

D

=

࢑ି૚

ቁ ቀ૚ െ

σ ࣌

࢚૛

(6.5)

Dengan D = koefsen relabltas nstrumen; ࢑ = banyaknya butr pertanyaan dalam nstrumen; σ ࣌૛ = jumlah varans butr nstrumen; ࣌૛= varans skor total.

2. Rumus Kuder-Richardson

Cara lan mengestmas relabltas dengan relabltas kompost adalah dengan menggunakan formula Kuder dan Rchardson yang dsngkat dengan formula KR. Ada dua jens formula KR, yatu Kuder Rchardson formula 20 (KR-20) dan Kuder Rchardson formula 21 (KR-21).

Formula KR-20 dapat dgunakan untuk analss butr dkotom. Pada butr nstrumen dengan penskoran dkotom, msal1-0, benar-salah, ya-tdak, hdup-mat, dan lan-lan, estmas relabltas dapat dlakukan dengan menggunakan rumus KR-20.

Rumus KR-20 sebaga berkut:

࢏࢏

=

(࢑ି૚)

࢙࢚

ିσ࢖ ࢏ࢗ࢏

(6.6)

Dengan ࢘࢏࢏= relabltas skor nstrumen; ࢑=banyaknya butr pertanyaan atau banyaknya soal; ࢙૛= varans skor total; ࢖= propors subjek yang menjawab betul pada suatu butr (propors subjek yang mendapat skor 1) yang dhtung dengan

Rumus KR-21dapat dgunakan untuk nstrumen dengan skornya tap butrnya 1 dan 0, dan juga skala poltomus, msal msalnya angket (skala Lkert 1-2-3-4-5) atau soal bentuk uraan. Formula KR-21 sebaga berkut.

࢏࢏

=

࢑ି૚

ቀ૚ െ

ࢄഥሺ࢑ିࢄഥ)

࢑࣌

(6.7)

Dengan ࢘࢏࢏= koefsen relabltas skor nstrumen; ࢑= banyaknya butr pertanyaan atau banyaknya soal; ࣌૛= varans total; ࢄഥ= skor rata-rata (Allen & Yen, 1979).

E. Reliabilitas Konstruk

Cara keempat untuk mengestmas relabltas adalah dengan mengestmas relabltas konstruk. Relabltas konstruk n dapat destmas setelah penelt membuktkan valdtas konstruk dengan analss faktor konfrmator sampa memeroleh model yang cocok (model yang ft). Dengan analss faktor n, penelt dapat memeroleh muatan faktor (factor loading) tap ndkator yang menyusun nstrumen (O) dan ndeks kesalahan unk dar tap ndkator (G). Sebaga contoh pada pembuktan valdtas konstruk kemampuan akademk, dperoleh model yang ft yang dsajkan pada Gambar 6.1.

Gambar 6.1. Hasl Analss Faktor Konfrmator

Estmas CR menggunakan muatan faktor (factor loading) tap ndkator yang menyusun nstrumen (O) dan ndeks kesalahan unk dar tap ndkator (G). Formulanya sebaga berkut (Geldhof, Preacher, Zyphur, 2014).

(6.8)

Estmas dengan relabltas Z dlakukan hanya dengan menggunakan muatan faktor (O) saja. Formula untuk estmas relabltas Z sebaga berkut (Kamata, Turhan, Darandar, 2003).

(6.9)

Pada estmas relabltas maksmal, muatan faktor dsmbulkan dengan l, Formulanya sebaga berkut (Penev & Raykov, 2006).

(6.10)

F. Reliabilitas Inter-rater

Jka dalam suatu nstrumen penskoran butr dlakukan dengan memanfaatkan dua orang rater, penelt dapat mengestmas relabltas dengan inter-rater agreement. Hasl estmas relabltas dengan cara n dsebut dengan relabltas inter-rater. Adapun cara mengestmasnya dengan menghtung terlebh dahulu banyaknya butr atau kasus yang

persentase. Estmas relabltas skor dengan nter-rater dapat dsajkan dengan formula sebaga berkut.

inter-rater agreement =࡮ࢇ࢔࢟ࢇ࢑࢔࢟ࢇ࢑ࢇ࢙࢛࢙࢟ࢇ࢔ࢍࢊ࢏࢙࢑࢕࢙࢘ࢇ࢓ࢇ࢕࢒ࢋࢎ࢑ࢋࢊ࢛ࢇ࢘ࢇ࢚ࢋ࢘

࡮ࢇ࢔࢟ࢇ࢑࢔࢟ࢇ࢑ࢇ࢙࢛࢙ ࢞૚૙૙ (6.11)

Cara tersebut mudah dlakukan untuk penyekoran dengan skala yang mudah, msalnya 1- 5 saja, tupun hasl penskoran berupa blangan bulat. Namun jka hasl penskoran berada pada rentang yang panjang, msalnya 1-100, rumus tersebut akan menghaslkan koefsen kesepakatan nterater yang kecl. Cara lan yang dapat dlakukan adalah dengan membuat urutan skor setap rater dar yang rendah ke yang tngg. Persentase banyaknya kasus yang sama perngkatnya dar kedua rater merupakan koefsen kesepakatan rater. Formulanya sebaga berkut.

inter-rater agreement =࡮ࢇ࢔࢟ࢇ࢑࢔࢟ࢇ࢑ࢇ࢙࢛࢙࢟ࢇ࢔ࢍ࢖ࢋ࢘࢏࢔ࢍ࢑ࢇ࢚࢔࢟ࢇ࢙ࢇ࢓ࢇ࢕࢒ࢋࢎ࢑ࢋࢊ࢛ࢇ࢘ࢇ࢚ࢋ࢘

࡮ࢇ࢔࢟ࢇ࢑࢔࢟ࢇ࢑ࢇ࢙࢛࢙ ࢞૚૙૙ (6.12)

G. Reliabilitas dengan Teori Generalizabilitas

Teor generalsabltas (Generalizability Theory) terkat dengan 2 hal, generalzablty (G) study dan decson (D) study. Penelt yang melakukan G-Study mengutamakan generalsas dar suatu sampel pengukuran ke keseluruhan pengukuran. Stud tentang stabltas respons antarwaktu, equvalens skor dar 2 atau lebh nstrumen yang berbeda, hubungan antara skor sub-kemampuan dengan skor butr terkat dengan G- study. Pada D-study, data dkumpulkan untuk tujuan khusus terkat dengan membuat keputusan. Stud n menyedakan data mendeskrpskan peserta tes, bak seleks atau penempatan, maupun menyeldk hubungan 2 varabel atau lebh (Crocker & Algna, 2008). Sebaga contoh, pda suatu tes seleks, panta akan menggunakan dua penla atau lebh perlu dperksa terlebh dahulu efsensnya. Untuk hal tersebut, perlu dlakukan D- study.

yang serng dsebut dengan facet. Banyaknya varabel yang dgunakan menentukan bayaknya facet. Desan yang dapat dplh msalnya desan facet tunggal (single facet design) dan facet ganda.

1. Desain Facet Tunggal

Desan faet tunggal terdr dar 4 desan, yakn 1) setap peserta tes atau jawaban peserta tes dnla oleh satu rater, dan rater n menla semua peserta tes, 2) setap peserta dnla oleh beberapa rater, dan semua rater menla peserta tes, 3) setap peserta tes dnla oleh rater yang berbeda, hanya satu rater untuk setap peserta tes, dan 4) setap penlaa dnla oleh beberapa rater, ada rater yang berbeda-beda untuk setpa peserta tes (Crocker & Algna, 2008).

࢏૛

=

࣌࢖

࣌࢖૛ା࣌ऩ૛ (6.13)

Pelaksanaan mengestmas dlakukan dengan bantuan analss varans (ANAVA). Msalkan MS adalah mean square pada ANAVA, dengan sumber varas peserta tes (persons, P), dan rater (R).Rangkuman tabel ANAVA dsajkan pada Tabel 6.1.

Tabel 6.1. Rangkuman Tabel Anava

SV SS df MS EMS Examnee (P) ࢔࢏෍൫ࢄ࢖ࡵെ ࢄࡼࡵ൯૛ ࢖ ࢔࢖െ ૚ ࡿࡿ࢖ ࢔࢖െ ૚ ࣌ࢋ૛+࢔࢏࣌࢖૛ Raters (I) ࢖෍(ࢄࡼ࢏െ ࢄࡼࡵ)૛ ࢏ ࢔࢏െ ૚ ࡿࡿ࢏ ࢔࢏െ ૚ ࣌ࢋ૛+࢔࢖࣌࢏૛ Resdual ෍ ෍൫ࢄ ࢖࢏െ ࢄࡼࡵ൯૛െ ࡿࡿ࢖ ൫࢔࢖െ ૚൯(࢔࢏ ࡿࡿ࢘ ൫࢔࢖െ ૚൯(࢔࢏െ ૚) ࣌ࢋ૛

ࡱࡹࡿ࢖ dapat dsubsttuskan dar

࣌ࢋ૛+࢔࢖࣌࢏૛ dan EMSr yatu

࣌ࢋ૛ untuk memeroleh ࢔࢏࣌࢖૛ =൫ࡱࡹࡿ࢖െ ࡱࡹࡿ࢘൯ sehngga ࣌࢖૛ = (ࡱࡹࡿିࡱࡹࡿ) ࢔࢏ dan juga ࣌ෝ࢖૛ = (ࡹࡿെ ࡹࡿ) ࢔࢏ Sehngga dperoleh

࣋ෝ

=

࣌ෝ࢖૛ ࣌ෝା࣌ෝ ࢋ ૛

࣋ෝ

=

ࡹࡿ࢖ିࡹࡿ࢘ ࡹࡿ࢖ା(࢔࢏ି૚)ࡹࡿ࢘ (6.14)

yang merupakan formula koefsen generalzablty untuk desan facet tunggal yang pertama.

Pada desan facet tunggal yang kedua, banyaknya rater dtngkatkan menjad n’ untuk mengetahu banyaknya rater yang sesua pada D-study. Koefsen generalzablty destmas dengan

࣋ෝ

࢏כ૛

=

࣌ෝ࢖

࣌ෝ࢖૛ା࣌ෝࢋ૛/࢔ᇲ yang nlanya destmas dengan rumus

࣋ෝ

࢏כ

=

ࡹࡿ࢖ିࡹࡿ࢘

ࡹࡿ࢖ା(࢔ି࢔ᇲ)ࡹࡿ/࢔ᇲ (6.15)

Desan facet tunggal yang ketga, setap peserta tes dnla oleh rater yang berbeda, hanya satu rater untuk setap peserta tes.

࣋ෝ

=

࣌ෝ࢖૛

࣌ෝ࢖૛ା࣌ෝ࢏૛ା࣌ෝࢋ૛ yang nlanya destmas dengan rumus

࣋ෝ

=

ࡹࡿ࢖ିࡹࡿ࢘

Desan facet tunggal yang keempat, setap penlaan dnla oleh beberapa rater, ada rater yang berbeda-beda untuk setap peserta tes.

࣋ෝ

=

࣌ෝ࢖૛

࣌ෝ૛ା(࣌ෝ૛ା࣌ෝ૛)/࢔

࣋ෝ

=

ࡹࡿ࢖ିࡹࡿ࢘

ࡹࡿା࢔ࡹࡿ/࢔ᇲା(࢔ି࢔ᇲି࢔)ࡹࡿ/࢔

(6.17)

2. Generalisabilitas untuk Desain Facet Ganda

Sepert pada ANAVA, pada teor n dkenal dengan stlah terslang (crosses) dan stlah tersarang (nested). Terslang jka setap konds pengukuran pada facet pertama terjad dalam kombnas dengan setap pengukuran pada faktor yang kedua. Suatu facet dkatakan tersarang dalam facet kedua jka hmpunan yang berbeda dar konds pengukuran pada facet pertama terjad dalam kombnas dengan setap konds pengukuran pada facet yang kedua.

Untuk mengestmas koefsen generalsabltas (generalizability coefficient), ada beberapa varans skor yang dgunakan. Pada desan dua facet, melbatkan varans peserta tes, varans konds facet I, varans konds facet J, varans nteraks, dan varans resdual. Mengestmas koefsen n dapat dlakukan dengan menggunakan bantuan analss varans (ANAVA) yang dsajkan pada Tabel 6.2, dengan sumber varans person (p), butr (question, q), dan rater (r).

Tabel 6.2 Rangkuman ANAVA 3 jalur untuk generalzablty 2 facet

Sumber Varans Derajat Keb ebasan Sum Square (SS) Mean Square (MS) F Sg p (person) p-1 SSp MSp . . q q-1 SSq MSq . . R r-1 SSr MSr . . pq pq-1 SSpq MSpq . . pr pr-1 SSpr MSpr . . qr qr-1 SSqr MSqr . .

varans peserta tes, varans konds facet I (question, q), varans konds facet J (rater, r), varans nteraks, dan varans resdual. Masng-masng dsajkan sebaga berkut (Lord, 1973). ࣌࢖ࢗ࢘૛ =ࡹࡿ࢖ࢗ࢘ ࣌࢖ࢗ૛ =૚ ࢘൫ࡹࡿ࢖ࢗെ ࡹࡿ࢖ࢗ࢘൯ ࣌࢖࢘૛ =૚ ࢗ൫ࡹࡿ࢖࢘െ ࡹࡿ࢖ࢗ࢘൯ ࣌ࢗ࢘૛ =૚ ࢖൫ࡹࡿࢗ࢘െ ࡹࡿ࢖ࢗ࢘൯ ࣌࢖૛ = ૚ ࢗ࢔࢘൫ࡹࡿ࢖െ ࡹࡿ࢖ࢗെ ࡹࡿ࢖࢘+ࡹࡿ࢖ࢗ࢘൯ ࣌ࢗ૛ =૚ ࢖࢔࢘൫ࡹࡿࢗെ ࡹࡿ࢖ࢗെ ࡹࡿࢗ࢘+ࡹࡿ࢖ࢗ࢘൯ ࣌࢘૛ =൫ࡹࡿ࢘െ ࡹࡿ࢖࢘െ ࡹࡿࢗ࢘+ࡹࡿ࢖ࢗ࢘൯ (6.17)

Selanjutnya koefsen generalzablty destmas dengan formula

ݎ௫௫ƍ =ఙ೟ೝೠ೐మ

೚್ೞమ (6.18)

Komponen varans skor murn dan varans skor amatan dmaksud dapat d-urakan sebaga berkut: ఙ೟ೝೠ೐మ ఙ೚್ೞమ = ఙ೛మ ఙ೛మା഑೜మ೙೜ା഑ೝమ೙ೝା഑೛೜ మ ೙೜ା഑೛ೝ మ ೙ೝା഑೜ೝ మ ೙೜೙ೝା഑೛೜ೝ మ ೙೜೙ೝ (6.19)

H. Kesalahan Pengukuran Standar (Standard Error of Measurement, SEM)

Kesalahan Baku Pengukuran (Standard Error of Measurement, SEM) dapat dgunakan untuk mamaham kesalahan yang bersfat acak/random yang mempengaruh skor responden dalam merespons nstrumen. Kesalahan pengukuran, yang dsmbulkan

VE = Vx 1 , xx

U

……….(6.20)

Penafsran SEM dlakukan karena tdak adanya prosedur penlaan yang sangat konssten, nterpretas skor dapat dtngkatkan dengan mempertmbangkan ukuran kemungknan kesalahan pengukuran.

Interpretas dar SEM dgunakan untuk mempredkskan rentang skor sebenarnya (true score) yang dperoleh respoden. Skor sebenarnya (true score, W) dar hasl penggukuran X r SEM, atau dengan smbol matematka sebaga berkut:

X – SEM < W < X + SEM (6.210

I. Faktor-Faktor yang mempengaruhi Reliabilitas

Ada beberapa faktor yang mempengaruh relabltas. Faktor tersebut dapat dkategorkan faktor-faktor yang mempengaruh secara langsung dan secara tdak langsung. Faktor-faktor tersebut yatu :

1) Panjang tes dan kualtas butr-butr nstrumen. Instrumen yang terdr dar banyak butr, tentu lebh relabel dbandngkan dengan nstrumen yang hanya terdr dar beberapa butr. Jka panjang nstrumen dtambah dengan menambah butr-butr yang bak maka semakn panjang suatu nstrumen maka relabltas skornya semakn tngg. Namun jka nstrumen terlalu panjang, maka responden akan terlalu lelah mengerjakannya. Faktor kelelahan responden n yang akan menurunkan relabltas.

2) Konds penyelenggaraan pengumpulan data atau admnstras.

a. Sebaga contoh pada pelaksanaan tes, petunjuk yang dberkan sebelum tes dmula dan petunjuk n dsajkan dengan jelas, penyelenggaraan tes akan berjalan lancar dan tdak akan banyak terdapat pertanyaan atau komentar dar responden. Hal n akan menjamn pelaksanaan tes yang tertb dan tenang sehngga skor yang dperoleh lebh

b. Pengawas yang tertb akan mempengaruh skor hasl perolehan responden. Pengawasan yang terlalu ketat ketka pengumpulan data menyebabkan responden merasa kurang nyaman atau merasa takut dan tdak dapat dengan leluasa dalam merespon nstrumen, namun jka pengawasan kurang, maka peserta akan bekerjasama sehngga hasl pengumpulan data kurang dapat dpercaya.

c. Suasana lngkungan dan tempat pengumpulan data (tempat duduk yang tdak teratur, suasana dsekellngnya gaduh atau tdak tenang, dan sebaganya) akan mempengaruh relabltas. Sebaga contoh pada pelaksanaan tes, suasana yang panas dan dekat sumber kegaduhan akan mempengaruh hasl tes.

Adapun faktor-faktor yang mempengaruh secara langsung hasl estmas relabltas adalah

a. waktu penyelenggaraan pengumpulan data pertama dan kedua. Faktor n terutama pada estmas relabltas degan menggunakan teknk tes-retes. Interval penyelenggaraan yang terlalu dekat atau terlalu jauh, akan mempengaruh koefsen relabltas.

b. Panjang nstrumen, semakn panjang suatu nstrumen pengumpul data, semakn banyak butr yang termuat d dalamnya. Hal n akan memberkan dampak hasl pengumpulan data akan semakn mendekat keadaan yang sebenarnya, yang akan mempertngg koefsen relabltas.

ݎ௡ =(௡ିଵ௡௥)௥ାଵ (6.22)

c. Penyebaran skor perolehan responden. Koefsen relabltas secara langsung dpengaruh oleh bentuk sebaran skor (varans) dalam kelompok responden yang dukur. Semakn tngg varans skor hasl pengukuran, semakn tngg estmas koefsen relabltas. d. Tngkat kesultan butr nstrumen. Butr yang terlalu mudah dan butr terlalu sult tdak

memberkan tambahan varans sebaran skor hasl pengukuran, sehngga akan mempengaruh relabltas.

e. Objektvtas penskoran. Objektvtas penskoran terhadap respons responden terhadap nstrumen akan mempengaruh relabltas. Semakn objektf penskoran suat nstrumen, maka skor perolehannya akan menjad semakn relabel.

J. Mengestimasi Reliabilitas 1. Tes-retes dan paralel

Untuk mengestmas relabltas dengan formula n, dperlukan 2 skor tes, bak untuk teknk tes-retes (tes ulang) maupun tes yang paralel. Skor kedua tes tersebut dkorelaskan dan hasl perhtungan korelas tersebut merupakan koefsen relabltas tes ulang atau koefsen relabltas bentuk paralel. Teknk n akan sangat mudah dlakukan

Dalam dokumen analisis instrumen penelitiana4100hal (Halaman 89-118)

Dokumen terkait