• Tidak ada hasil yang ditemukan

analisis instrumen penelitiana4100hal

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "analisis instrumen penelitiana4100hal"

Copied!
130
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Heri Retnawati

ANALISIS KUANTITATIF

INSTRUMEN PENELITIAN

(3)

ANALISIS KUANTITATIF INSTRUMEN PENELITIAN

(Panduan Peneliti, Mahasiswa, dan Psikometrian)

Penulis : Heri Retnawati

Sampul : arteholic numed Layout : @bay

Cetakan : Pertama, Januari 2016 ISBN : 978-602-1547-98-4

Diterbitkan

Parama Publishing

Jl. Sadewa No. 1 Sorowajan Baru, Yogyakarta Telp. 0812 2815 3789

email: [email protected] - [email protected] facebook: www.facebook.com/nuhamedika

homepage: www.nuhamedika.gu.ma

© 2016, Hak Cipta dilindungi undang-undang,

dilarang keras menterjemahkan, memfotokopi, atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini tanpa izin tertulis dari penerbit

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta. Sanksi pelanggaran pasal 72:

1. Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksudkan dalam Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 49 ayat (1) dan ayat (2) dipidana dengan pidana penjara masing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp. 1.000.000,00 (satu juta rupiah), atau pidana paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 5.000.000.000,00 (lima milyar rupiah).

(4)

Kata Pengantar

Alhamdulllah, segala puj dan syukur terpanjatkan kepada Allah subhanahu wata’ala atas segala karuna yang dberkan, sehngga buku n dapat terselesakan. Buku n merupakan buku panduan bag penelt, mahasswa, dan pskometran untuk melakukan analss kuanttatf n-strumen yang dgunakan, khususnya untuk pengukuran penddkan.

Buku n dlengkap dengan data bahan praktk yang dapat dgunakan pembaca untuk berlath. Data n dapat dunduh d laman http://www.uny.ac.d/ atau http://www.staff.uny.ac.d/ herretnawat .

Termakash yang tak terhngga kam sampakan kepada Wakl Rektor I UNY atas ban-tuan pendanaan untuk penulsan buku n, Bapak Dr. Hartono selaku Dekan FMIPA UNY atas dukungannya, Bapak Dr. Samsul Had atas dskusnya mengena confrmatory factor analyss, Ibu Dr. Yula Ayrza dan Ibu Dr. Farda Agus Setyawat sebaga valdator nstrument self regu-lated learnng yang djadkan contoh valdas nstrument dalam buku n, dan Bapak Dr. Ed Istyono atas masukannya bak sebaga valdator maupun revewer buku n keseluruhan.

Termakash atas dukungan dan pengertan dar orangtua kam ayahanda Sugeng Tasjo, Ibunda Warsyem, dan Ibunda Sujam, Mas Ahmad Madan dan Adk Fatma Fauza atas mot-vasnya untuk menjad “Guru yang Bak”, Mas Fauzan Ahmad atas nasehat-nasehatnya untuk bersabar.

Semoga amal kebakan Bapak/Ibu, saudara/I semua dberkan pahala dan kebakan yang lebh dar Allah subhanahu wata’ala. Segala masukan dan krtk yang membangun kam harap-kan dar pembaca untuk perbaharap-kan buku n d eds mendatang.

Yogyakarta, 22 November 2015

(5)

Daftar Isi

Kata Pengantar ...

Daftar Is ... v

Bab I Pengembangan Instrumen Peneltan ... 1

Bab II Valdtas Instrumen ... 16

Bab III Membuktkan Valdtas Is ... 27

Bab IV Membuktkan Valdtas Konstruk Instrumen ... 43

Bab V Membuktkan Valdtas Krtera ... 69

Bab VI Relabltas ... 84

Bab VII Teor Tes Klask dan Keterbatasannya... 113

Bab VIII Analss Karakterstk Butr dengan TRB Undmens ... 123

Bab IX Analss Partal Credt Model ... 147

Bab X Analss Data Poltomus dengan Graded Respons Model ... 161

Bab XI Analss Karakterstk Butr Dengan Pendekatan Teor Respons Butr Multdmens dengan Menggunakan Program Testfact ... 178

Bab XII Analss Karakterstk Butr Pada Irt Undmens GPCM ... 197

Bab XIII Permasalahan Peneltan Terkat Analss Instrumen ... 206

Daftar Pustaka ... 208

(6)

Bab I

PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENELITIAN

Dalam suatu peneltan penddkan, proses pengumpulan data merupakan suatu hal yang sangat pentng. Data yang dkumpulkan sangat terkat dengan fenomena, yang menjad fokus peneltan. Data n dmanfaatkan untuk membuat kesmpulan, sesua dengan tujuan peneltan yang telah dtetapkan oleh penelt dan menguj hpotess yang telah drumuskan (Wersma, 1986). Sebaga contoh msalnya pada peneltan eksploratf, hasl pengumpulan data n dgunakan untuk penympulan dengan membuat deskrps untuk mengeksploras hal-hal terkat dengan permasalahan peneltan. Pada peneltan postvstk, hasl pengumpulan data danalss dengan uj statstk tertentu, hasl analss dgunakan untuk membuat kesmpulan.

Dalam pelaksanaan peneltan, penelt sebaknya terfokus pada permasalahan peneltan yang akan dpecahkan. Masalah peneltan menentukan jens data yang dperlukan, dan jens data n memandu pemlhan metode atau cara pengumpulan data (Babbe: 2004). Jens data yang dmaksud yakn data nomnal, data ordnal, data nterval dan data raso. Data nomnal merupakan ukuran dskrt (terpsah antar data), tdak ada hubungan antara skala yang satu dengan skala yang lan. Contoh data nomnal msalnya agama, warna pakaan atau kendaraan, jens kelamn, hob, dan lan-lan. Data ordnal merupakan ukuran yang menunjukkan poss suatu objek, dengan ukuran tersebut dapat durutkan dar urutan palng rendah sampa yang palng tngg, namun belum ada jarak atau nterval antara poss ukuran yang satu dengan yang lan. Contoh data n msalnya skala Lkert (Sangat Setuju, Setuju, Ragu-ragu, Tdak Setuju, Sangat Tdak Setuju), dmana belum ada jarak yang jelas antara tdak setuju dengan sangat tdak setuju, dan juga skala lannya.

(7)

absolute/mutlak. Sebaga contoh pada data raso adalah ukuran volume ar. Volume ar dalam suatu wadah sama dengan nol berart ar dalam wadah tersebut memang telah kosong, atau tdak ada ar sedktpun dalam wadah tersebut.

Jens data tersebut berdampak pada pelaksanaan pengukuran dalam peneltan. Sebaga contoh seorang penelt ngn mengetahu kemampuan berpkr tngkat tngg (higher order thinking) sswa SMP d kabupaten Subur Makmur. Fokus permasalahan yang menjad kata kunc

peneltan n adalah kemampuan berpkr tngkat tngg. In berart data yang harus dkumpulkan penelt tersebut adalah data kemampuan berpkr tngkat tngg sswa SMP. Karena kemampuan berfkr tngkat tngg merupakan kemampuan yang abstrak, dperlukan suatu tes untuk mengukurnya. Kemampuan n dapat dukur dengan teknk tes, dan data yang kta peroleh berupa data nterval. Pada kasus lan, seorang penelt ngn mengetahu motvas kerja karyawan. Permasalahan yang menjad fokus peneltan adalah motvas, yang dapat dukur dengan angket/kusoner motvas. Untuk pengumpulan data n, perlu dgunakan teknk nontes.

Pengumpulan data sangat terkat dengan kegatan pengukuran (measurement). Pengukuran dlaksanakan untuk mengetahu kemampuan atau performa dar sesuatu atau seseorang, bak berupa kemampuan, skap, keteramplan, perseps, dan lan-lan. Pengumpulan data pada dasarnya dkategorkan menjad 2 teknk, yakn teknk tes dan nontes. Teknk tes dengan menggunakan nstrumen tes, bak tes lsan, tulsan, atau tes berbass komputer (computer-based testing, CBT) dan ada pula tes adaptf berbass computer (computer adaptive test, CAT). Untuk nstrumen non tes, dapat dkategorkan menjad angket, wawancara, observas,

dan dokumentas. Instrumen pengumpulan data n masng-masng dsajkan berkut n.

(8)

jawabannya. Tes objektf dapat berbentuk tes benar salah, tes plhan ganda, tes menjodohkan, dan tes san sngkat atau jawaban pendek. Tes uraan berupa tes yang masng-masng mengandung permasalahan dan menuntut peserta tes mengkonstruk sendr jawabannya.

Untuk nstrumen non tes, dapat dkategorkan menjad angket, wawancara, observas, dan dokumentas. Angket berupa sekumpulan pertanyaan yang basanya dalam bentuk tertuls kemudan dberkan kepada responden. Jka penelt menanyakan sekumpulan pertanyaan kepada responden secara langsung, teknk n dsebut dengan wawancara. Observas terjad jka penelt megamat langsung fenomena-fenomena yang terkat dengan peneltan. Adapun dokumentas merupakan teknk mengumpulkan data dengan menggunakan dokumen-dokumen, bak yang dsmpan penelt sendr maupun orang lan terkat dengan fokus peneltan.

Pertanyaan-pertanyaan dalam angket atau dsebut pula dengan kusoner bermacam-macam, dantaranya pertanyaan dkotom, pertanyaan plhan ganda, urutan bertngkat (rank ordering), rating scale, dan pertanyaan terbuka (Cohen, Mano, Morrson, 2011).

Masng-masng bentuk memlk cr khas yang tersendr, yang dsajkan sebaga berkut.

Pertanyaan dkotom dalam angket hanya memuat 2 plhan jawaban jawaban saja. Pertanyaan n dgunakan jka penelt ngn menanyakan kepada responden terkat dengan varabel yang hanya memuat dua jawaban saja. Sebaga contoh jens kelamn (lak-lak atau perempuan, ya atau tdak, benar atau salah, dan lan-lannya.

Pertanyaan kusoner plhan ganda pada dasarnya sepert plhan ganda pada soal uraan. Pada plhan ganda n, responden basanya dperkenankan memlh salah satu jawaban saja. Penskoran dapat dlakukan dengan benar-salah saja, atau bertngkat. Jka penskoran dlakukan bertngkat, konds deal yang dhadap responden dan berbaga kemungknan konds yang dalam responden perlu menjad pertmbangan penyusun kusoner.

(9)

penyekoran sekalgus pemaknaan hasl penyekoran pada ntrumen yang akan dkembangkan. Tujuan penyusunan nstrumen n perlu dsesuakan dengan tujuan peneltan.

Sebaga contoh, ketka penelt akan mengetahu pengaruh pembelajaran berbass masalah terhadap motvas dan kemampuan berfkr tngkat tngg. Tentunya ada dua ntrumen yang perlu dkembangkan, nstrumen pengukur motvas dan nstrumen pengukur kemampuan berfkr tngkat tngg.

2. Mencar teor yang relevan atau cakupan mater

Setelah tujuan penyusunan nstrument dtetapkan, selanjutnya perlu dcar teor atau cakupan mater yang relevan. Teor yang relevan dgunakan untuk membuat konstruk, apa saja ndcator suatu varabel yang akan dukur. Katannya dengan tes, perlu dbatas juga cakupan mater apa saja yang menjad bahan menyusun tes. Sebaga contoh pada kemampuan berfkr tngkat tngg, yang akan dukur harus memlk ndkator pemecahan masalah (problem solving), kebaruan, kreatvtas, kontekstual dan lan-lan. Jka yang akan dukur adalah sswa SMP, cakupan mater apa saja yang akan dukur perlu menjad bahan pertmbangan.

3. Menyusun ndkator butr nstrumen/soal

Indkator soal n dtentukan berdasarkan kajan teor yang relevan pada nstrumen nontes. Adapun pada nstrumen tes, selan mempertmbangkan kajan teor, perlu dpertmbagkan cakupan dan kedalaman mater. Indkator n telah bersfat khusus, sehngga dengan menggunakan ndcator dapat dsusun menjad butr nstrumen. Basanya aspek yang akan dukur dengan ndkatornya dsusun menjad suatu tabel. Tabel tersebut kemudan dsebut dengan ks-ks (blue print). Penyusunan ks-ks n mempermudah penelt menyusun butr soal.

4. Menyusun butr nstrumen

(10)

menggunakan angket, angket jens yang mana, menggunakan berapa skala, penskorannya dan analssnya.

Jka penelt akan menggunakan nstrumen berupa tes, perlu dpkrkan apakah akan menggunakan bentuk objektf atau menggunakan bentuk uraan (construted response). Pada penyusunan butr n, penelt telah mempertmbangkan penskoran untuk tap butr, sehngga memudahkan analss. Jka perlu, pedoman penskoran dsusun setelah penelt menyelesakan penyusunan butr nstrumen.

5. Valdas s

Setelah butr-butr soal tersusun, langkah selanjutnya adalah valdas. Valdas n dlakukan dengan menyampakan ks-ks, butr nstrumen, dan lembar dberkan kepada ahl untuk dtelaah secara kuanttatf dan kualtatf. Tugas ahl adalah melhat kesuaan ndcator dengan tujuan pengembangan nstrumen, kesesuaan ndcator dengan cakupan mater atau kesesuaan teor, melhat kesuaan nstrumen dengan ndcator butr, melhat kebenaran konsep butr soal, melhat kebenaran s, kebenaran kunc (pada tes), bahasa dan budaya. Proses n dsebut dengan valdas s dengan mempertmbangkan penlaan ahl (expert judgement).

Jka valdas s akan dkuantfkas, penelt dapat memnta ahl mengs lembar penlaan valdas. Palng tdak, ada 3 ahl yang dlbatkan untuk proses valdas nstrumen peneltan. Berdasarkan san 3 ahl, selanjutnya peneltan menghtung ndeks kesepakatan ahl atau kesepakatan valdator dengan menggunakan ndeks Aken atau ndeks Gregory.

6. Revs berdasarkan masukan valdator

(11)

Setelah revs, butr-butr nstrumen kemudan dsusun lengkap (drakt) dan sap dujcobakan. Ujcoba n dlakukan dalam rangka memeroleh bukt emprs. Ujcoba n dlakukan kepada responden yang bersesuaan dengan subjek peneltan. Penelt dapat pula menggunakan anggota populas yang tdak menjad anggota sampel.

8. Melakukan analss (relabltas, tngkat kesultan, dan daya pembeda)

Setelah melakukan ujcoba, penelt memeroleh data respons peserta ujcoba. Dengan menggunakan respons peserta, penelt kemudan melakukan penskoran tap butr. Selanjutnya hasl penskoran n dgunakan untuk melakukan analss relabltas skor perangkat tes dan juga analss karakterstk butr. Analss karakterstk butr dapat dlakukan dengan pendektatan teor tes klask maupun teor respons butr. Analss pada kedua pendekatan n akan dbahas pada bab-bab selanjutnya.

9. Merakt nstrumen

Setelah karakterstk butr dketahu, penelt dapat merakt ulang perangkat nstrumen. Pemlhan butr-butr dalam merakt perangkat n mempertmbangkan karakterstk tertentu yang dkehendak penelt, msalnya tngkat kesultan butr. Setelah dber nstruks pengerjaan, penelt kemudan dapat mempergunakan nstrumen tersebut untuk mengumpulkan data peneltan.

Sebaga contoh, berkut dsajkan contoh penyusunan nstrumen tes dan nontes. Penyusunan contoh n hanya sampa menyusun butr saja, karena langkah berkutnya dsajkan pada bab-bab selanjutnya dalam buku n.

Contoh Instrumen Tes (Pengembangan Soal Try-out Ujian Nasional Matematika

Sekolah Menengah Atas (SMA)-IPS).

(12)

nasonal matematka berbentuk plhan ganda, maka pada nstrumen yang dkembangkan n berbentuk tes plhan ganda.

2. Menentukan cakupan mater

Karena yang dkembangkan adalah soal try-out ujan nasonal matematka SMA-IPS, maka cakupan mater melput standar kompetens lulusan (SKL) matematka SMA-IPS. Untuk keperluan n, SKL dapat dambl dar Peraturan Menter Penddkan Nasonal (Permendknas) mengena SKL. SKL untuk SMA-IPS dsajkan d laman bsnp-ndonesa.org.

3. Menyusun Indkator Soal

Dengan menggunakan cakupan mater dalam SKL, pengembang dapat menyusun ndkator. Indkator untuk butr soal, dapat dsusun menggunakan kata kerja yang sesua dengan kedalaman soal yang dngnkan, dantaranya dapat menggunakan kata kerja operasonal pada taksonom Bloom yang telah drevs, msalnya dsajkan pada Tabel 1.1 berkut.

Tabel 1.1. Kata Kerja Operasonal pada Indkator

(13)
(14)

Kemampuan yang Dukur Kata Kerja yang Basa Dgunakan Memutuskan Memsahkan Mempredks Memperjelas Menugaskan Memvaldas Mengetes Mendukung Memlh Memproyekskan Kemampuan Mencipta Mengabstraks Mengatur Menganmas Mengumpulkan Mengkategorkan Mengkode Mengkombnaskan Menyusun Mengarang Membangun Menanggulang Menghubungkan Mencptakan Mengkreaskan Mengoreks Merancang Merencanakan Mendkte Menngkatkan Memperjelas Memfasltas Membentuk Merumuskan Menggeneralsas Menggabungkan Memadukan Membatas Mereparas Menamplkan Menyapkan Memproduks Merangkum Merekonstruks Membuat

Sumber: Panduan Pelaksanaan Penlaan Menggunakan Kurkulum 2013 Drektorat PSMP 4. Menyusun Butr Instrumen

Standar kompetens dan ndcator basanya dsajkan dalam tabel. Tabel tersebut kemudan dlengkap dengan butr soal yang dsusun berdasarkan ndcator yang telah drumuskan. Contoh kompetens dasar, ndkator, dan butr soal dsajkan dalam Tabel 1.2.

(15)

10

Ba

b I —

P enge m ba nga n Ins trum en P ene lt a n Tabel 1.2

KISI-KISI SOAL TRYOUT UN MATEMATIKA SMA IPS

Satuan Penddkan : SMA Jumlah Butr : 120 ment

Mata Pelajaran : Matematka-IPS Jumlah Soal : 40 butr

No.

Urut Standar Kompetensi Lulusan Indikator Indikator Soal Materi

Bahan Kelas

No. Soal 1 Memaham pernyataan dan

Ingkarannya, menentukan nla kebenaran pernyataan majemuk, serta mampu menggunakan prnsp logka matematka dalam

pemecahan masalah yang berkatan dengan penarkan kesmpulan

Menentukan kesmpulan dar beberapa prems

Dsajkan dua prems

Prems 1 berbentuk mplkas Prems 2 berbentuk mplkas Sswa dapat menentukan kesmpulan yang sah dar kedua prems

Penarkan kesmpulan

X/2 1

Menentukan ngkaran dar suatu pernyataan

Dapat menentukan ngkaran suatu mplkas Ingkaran pernyataan X/2 2 Menentukan pernyataan yang setara Dsajkan pernyataan berbentuk mplkas, sswa dapat menentukan pernyataan yang setara dengan mplkas

Pernyataan yang setara

X/2 3

2 Memaham konsep yang berkatan dengan aturan pangkat, akar dan logartma,fungs aljabar sederhana, persamaan dan pertdaksamaan kuadrat, sstem persamaan lnear,

Menyederhanakan hasl operas bentuk pangkat, akar dan logartma

Dsajkan penjumlahan dan pengurangan berbentuk logartma dengan blangan pokok yang sama, maka sswa dapat menentukan nlanya.

Operas logartma

(16)

P enge m ba nga n Ins trum en P ene lt a

No Indikator Soal Soal Kunci

Jawaban

Keterangan Distraktor 1. Dapat menentukan nilai

kebenaran pernyataan majemuk

Terdapat dua pernyataan sdan t. Apabila pernyataan s bernilai benar dan pernyataan t bernilai salah, maka pernyataan berikut ini yang bernilai salah adalah....

A. ݏ ר׽ ݐ B. as›at C. ݐ ֜ ݏ D. ݐ ֜׽ ݏ E. ׽ ݐ ֜׽ ݏ

E A. Salah konsep B. Salah konsep C. Salah konsep D. Salah konsep E. Kunci Jawaban

2. Dapat menentukan ingkaran suatu implikasi

Negasi dari pernyataan “Jika pentas musik daerah jadi dilaksanakan maka semua siswa bergembira” adalah….

A. Pentas musik daerah jadi dilaksanakan dan semua siswa bergembira B. Pentas musik daerah tidak jadi dilaksanakan dan ada siswa yang bergembira C. Pentas musik daerah jadi dilaksanakan dan ada siswa yang tidak bergembira D. Pentas musik daerah tidak jadi dilaksanakan atau tidak ada siswa yang

bergembira

E. Pentas seni jadi dilaksanakan atau ada siswa tidak yang bergembira

C A. Salah konsep B. Siswa salah

konsep C. Kunci Jawaban D. Salah konsep E. Salah konsep

3. Disajikan tiga premis Premis 1 berbentuk implikasi

Premis 2 berbentuk implikasi

Premis 3 berbentuk implikasi

Siswa dapat menentukan

Diketahui premis-premis berikut ini.

Premis 1 : Jika saya tidak rajin belajar, maka saya tidak akan berhasil lulus ujian. Premis 2 : Jika saya tidak berhasil lulus ujian, maka orang tua tidak akan bahagia. Premis 3 : Orang tua saya bahagia.

Kesimpulan yang sah dari premis-premis tersebut adalah... . A. Jika saya rajin belajar, maka orang tua saya bahagia B. Jika saya tidak rajin belajar , maka orang tua tidak bahadia C. Saya tidak berhasil lulus ujian dan orang tua saya bahagia

(17)

Contoh Instrumen Nontes (Pengembangan Instrumen Self Regulated Learning)

1. Menentukan Tujuan Penyusunan Instrumen

Tujuan penyusunan nstrumen n adalah mengembangkan nstrumen self regulated learning (SRL).

2. Menentukan teor yang relevan

Untuk keperluan n, penelt dapat mencar teor yang relevan dar buku referens, jurnal-jurnal ataupun peneltan yang telah terdahulu. Contohnya adalah ketka mengembangkan nstrumen SRL, dcar teor-teor yang relevan, sebaga berkut (damblkan dar Her Retnawat, 2015).

Berbaga pendapat dsampakan ahl terkat dengan self regulated learning. Pntrch menyatakan bahwa

“Self-regulated learning, or self-regulation, is an active, constructive process whereby learners set goals for their learning and then attempt to monitor, regulate, and control their cognition, motivation, and behavior, guided and constrained by their goals and the contextual features in the environment” (Schunk, 2005).

Zmmerman menyatakan bahwa “Self-regulated learning strategies are actons and processes drected at acqurng nformaton or skll that nvolve agency, purpose, and nstrumenalty perceptons by learners” (1989, 1990). Hal n berart bahwa seseorang melaksanakan self regulated learnng dalam belajar bla yang bersangkutan mengatur perlaku dan kogsnya secara sstemats dengan memperhatkan aturan yang dbuatnya sendr, mengontrol jalannya pembelajaran yang dlakukannya, mengntegraskan pengetahuan, melath untuk mengngat nformas yang dperoleh, serta mengembangkan dan mempertahankan nla-nla postf pembelajarannya.

(18)

Regulas dr merupakan proses skls, karena masukan dar kemampuan awal dgunakan untuk membuat keputusan untuk mengulang usaha-usaha yang telah dlakukan. Upaya pengulangan-pengulangan n dperlukan karena orang, lngkungan, dan perlaku selaluu berubah selama pembelajaran yang selalu dobservas dan dpantau.

Pembcaraan self regulated learning mencakup 3 fase, melput forethought and planning phase, performance monitoring phase, dan reflection on performance phase (Zumbrunn, S., Tadlock, J., Danelle, E. 2011). Pada fase pemkran, ada dua hal yang sangat terkat yakn analss tugas dan keyaknan dan motvas dr. Fase control kehendak atau knerja melput pengendalan dr dan pengamatan yang khusus. Fase Refleks dr terdr dar perkembangan dr, dan reaks dr. Ketga fase n salng terkat dan salng mempengaruh yang membentuk sklus. Sklus tersebut dgambarkan sebaga berkut.

Gambar 2. Fase SRL (Zumbrunn, S., Tadlock, J., Danelle, E. 2011)

Pada fase pemkran, dapat dklasfkaskan menjad dua hal yakn analss tugas (melput tujuan pengaturan dr, perencanaan strategs) dan keyaknan motvas dr (keyaknan dr dan oretas tugas). Fase kontrol knerja melput pengendalan dr (nstruks dr, fokus perhatan, strateg penyelesaan tugas). Refleks dr terdr dar pertmbangan dr (evaluas dr dan atrbus) dan juga reaks dr (kepuasan dr dan

Kontrol Kinerja

Pengendalian Diri (Instruksi diri, fokus perhatian, dan strategi penyelesaian

tugas);

Observasi diri (catatan diri dan eksperimentasi diri)

Pemikiran

Analisis Tugas (menyeting tujuan dan perencanaan strategis);

Keyakinan Motivasi Diri (keyakinan diri dan orientasi tugas)

Fase Refleksi Diri

Pertimbangan Diri (Evaluasi diri dan atribusi)

(19)

pengaturan kogns, dkut dengan regulas, motvas, dan perlaku. Ketga hal n perlu dukur dalam konteks akademk.

3. Menyusun ndkator butr nstrumen

Dar teor-teor yang relevan, dkonstruk ndkator-ndkator untuk SRL. Untuk memperjelas tap ndcator, penelt dapat mengembangkan subndkator. Subndkator n dgunakan untuk menyusun butr nstrumen. Contohnya sebaga berkut.

Komponen dan Indikator SRL (dkembangkan dar Zmmerman (2000))

Komponen Indkator Sub Indkator No. Butr

Pemkran Analss Tugas Pengaturan tujuan 1

Perencanaan Strategs 2

Keyaknan Dr Kemampuan dr 3

Orentas tugas 4

Kontrol Knerja

Pengendalan Dr Instruks dr 5

Usaha untuk Fokus belajar 6 Strateg penyelesaan tugas 7 Pengamatan yang Cukup Pemantauan metakogntf 8

Catatan dr 9

Ekspermentas dr 10

Refleks Dr Pertmbangan Dr Evaluas dr 11

Atrbus kausal 12

Reaks dr Kepuasan dr (Hadah) 13

Kepuasan dr (Hukuman) 14

Adaptf/defensf 15

(20)

Butir untuk mengukur SRL dengan Likert

No Pernyataan TP J S SL

1 Saya merumuskan tujuan-tujuan kulah/belajar saya, sebelum kegatan dmula

2 Saya merencanakan strateg untuk mencapa tujuan kulah/belajar saya 3 Saya mempercaya kemampuan dr saya untuk berhasl dalam

kulah/belajar

4 Saya mentkberatkan usaha mencapa tujuan kulah/belajar saya dbandngkan dengan kegatan lan.

5 Saya membuat jadwal untuk dr sendr terkat dengan pencapaan tujuan kulah/belajar saya

6 Saya mengupayakan dr untuk focus belajar

7 Saya menyusun strateg palng tepat untuk penyelesaan tugas kulah/belajar

8 Saya membuat peta kegatan/aktvtas telah saya lakukan

9 Saya membuat catatan apa yang telah saya lakukan bak yang berhasl maupun yang belum

10 Jka ada hal yang membuat saya gagal, saya akan berusaha lag dengan strateg lan.

11 Setelah selesa melakukan kegatan dan melhat haslya (msal akhr semester) saya melakukan evaluas.

12 Saya mencermat penyebab keberhaslan atau kegagalan usaha saya. 13 Setelah mencapa hal sesua target kulah/belajar, saya member hadah

untuk dr sendr.

14 Saya menghukum dr sendr jka ada hal dar dr sendr yang menyebabkan saya gagal mencapa target kulah/belajar.

(21)

Bab II

VALIDITAS INSTRUMEN

Ada berbaga pendapat mengena valdtas untuk nstrumen yang dgunakan pengukuran, bak d bdang penddkan maupun pskolog. Menurut American Educational Research Association, American Psychological Association, and

National Council on Measurement n Educaton (AERA, APA, and NCME) dalam

Standards for Educational and Psychological Testing, valdtas merujuk pada derajat

dar fakta dan teor yang mendukung nterpretas skor tes, dan merupakan pertmbangan palng pentng dalam pengembangan tes (1999). Ahl lan mengemukakan bahwa valdtas suatu alat ukur adalah sejauhmana alat ukur tu mampu mengukur apa yang seharusnya dukur (Nunnally, 1978, Allen & Yen, 1979: 97; Kerlnger, 1986; Syafudn Azwar, 2000: 45).

Sementara tu, Lnn & Gronlund (1995) menjelaskan valdtas mengacu pada kecukupan dan kelayakan nterpretas yang dbuat dar penlaan, berkenaan dengan penggunaan khusus. Pendapat n dperkuat oleh Messck (1989) bahwa valdtas merupakan kebjakan evaluatf yang terntegras tentang sejauhmana fakta emprs dan alasan teorets mendukung kecukupan dan kesesuaan nferens dan tndakan berdasarkan skor tes atau skor suatu nstrumen. Berdasarkan beberapa pendapat tersebut, dapat dsmpulkan bahwa valdtas akan menunjukkan dukungan fakta emprs dan alasan teorets terhadap terhadap nterpretas skor tes atau skor suatu nstrumen, dan terkat dengan kecermatan pengukuran.

(22)

struktur nternal, hubungan dengan varabel lan, dan konsekuens dar pelaksanaan tes (AERA, APA, and NCME, 1999; Czek, et al., 2008). Keberadaan valdtas dar suatu perangkat tes n dapat dketahu melalu analss s tes dan analss emprs dar skor tes data respons butr (Lsstz & Samuelsen, 2007).

Valdtas berdasarkan krtera dbedakan menjad dua, yatu valdtas predktf dan valdtas konkuren. Fernandes (1984) mengatakan valdtas berdasarkan krtera dmaksudkan untuk menjawab pertanyaan sejauh mana tes mempredks kemampuan peserta d masa mendatang (predictive validity) atau mengestmas kemampuan dengan alat ukur lan dengan tenggang waktu yang hampr bersamaan (concurrent validity). Hal senada juga dsampakan oleh Lawrence (1994) yang mengatakan

bahwa tes dkatakan memlk valdtas predktf bla tes tu mampu mempredkskan kemampuan yang akan datang. Dalam analss valdtas predktf, performans yang hendak dpredkskan dsebut dengan krtera. Besar keclnya harga estmas valdtas predktf suatu nstrumen dgambarkan dengan koefsen korelas antara predktor dengan krtera tersebut.

Valdtas s suatu nstrumen adalah sejauhmana butr-butr dalam nstrumen tu mewakl komponen-komponen dalam keseluruhan kawasan s objek yang hendak dukur dan sejauh mana butr-butr tu mencermnkan cr perlaku yang hendak dukur (Nunnally, 1978; Fernandes, 1984). Sementara tu Lawrence (1994) menjelaskan bahwa valdtas s tu keterwaklan pertanyaan terhadap kemampuan khusus yang harus dukur. Berdasarkan hal n, dapat dsmpulkan bahwa valdtas s terkat dengan analss rasonal terhadap doman yang hendak dukur untuk mengetahu keterwaklan nstrumen dengan kemampuan yang hendak dukur.

(23)

konds tertentu, dan konskuens nlah yang akan duj. Apabla haslnya sesua dengan harapan maka nstrumen tu danggap memlk valdtas konstruk yang bak.

Pada tes prestas belajar, valdtas merupakan syarat yang sangat dperlukan dalam pengembangan tes. Menurut pendapat Srec yang ddukung Lsstz & Samuelsen (2007), valdas tes yang dpergunakan dalam duna penddkan sebaknya melbatkan analss s tes dan analss emprs dar skor tes dan data respons terhadap butr oleh peserta tes. Analss s tes terkat dengan valdtas s yang selanjutnya dperlukan juga analss emprs untuk mengetahu valdtas konstruk. Kedua analss n dmaksudkan agar tes d duna penddkan memenuh syarat tes yang standar.

A. Membuktikan Validitas Isi

Valdtas s dtentukan menggunakan kesepakatan ahl. Kesepakatan ahl bdang stud atau serng dsebut dengan domain yang dukur menentukan tngkatan valdtas s (content related). Hal n dkarenakan nstrumen pengukuran, msalnya berupa tes atau angket dbuktkan vald jka ahl (expert) meyakn bahwa bahwa nstrumen tersebut mengukur penguasaan kemampuan yang ddefnskan dalam doman ataupun juga konstruk pskolog yang dukur. Untuk mengetahu kesepakatan n, dapat dgunakan ndeks valdtas, dantaranya dengan ndeks yang dusulkan oleh Aken (1980; 1985; Kumad, 2014). Indeks valdtas butr yang dusulkan Aken n drumuskan sebaga berkut:

ܸ= σ ௦

௡(௖ିଵ) ...(2.1)

dengan V adalah ndeks kesepakatan rater mengena valdtas butr; s skor yang dtetapkan setap rater dkurang skor terendah dalam kategor yang dpaka (s = r – lo, dengan r = skor kategor plhan rater dan lo skor terendah dalam kategor penyekoran); n banyaknya rater; dan c banyaknya kategor yang dapat dplh rater.

(24)

nstrument pengukuran, menurut seorang rater maka n dapat dgant dengan m (banyaknya butr dalam satu nstrumen). Indeks V n nlanya berksar dantara 0-1. Contoh membuktkan valdtas s dar nstrumen yang dsajkan selengkapnya pada Bab 3. Dar hasl perhtungan ndeks V, suatu butr atau perangkat dapat dkategorkan berdasarkan ndeknya. Jka ndeksnya kurang atau sama dengan 0,4 dkatakan valdtasnya kurang, 0,4-0,8 dkatakan valdtasnya sedang, dan jka lebh besar dar 0,8 dkatakan sangat vald.

Cara lan membuktkan valdtas s dengan kesepakatan ahl adalah dengan menggunakan ndeks kesepakatan ahl yang dsarankan oleh Gregory (2007). Indeks n juga berksar dantara 0-1. Dengan membuat tabel kontngens pada dua ahl, dengan kategor pertama tdak relevan dan kurang relevan menjad kategor relevans lemah, dan kategor kedua untuk yang cukup relevan dan sangat relevan yang dbuat kategor baru relevans kuat. Indeks kesepakatan ahl untuk valdtas s merupakan perbandngan banyaknya butr dar kedua ahl dengan kategor relevans kuat dengan keseluruhan butr. Contoh selengkapnya dsajkan pada Bab 3.

(25)

B. Membuktikan Validitas Konstruk

Cara kedua pembuktan valdtas nterpretas skor hasl pengukuran adalah dengan membuktkan kebermaknaan skor hasl pengukuran (meaningfulness). Cara n oleh Popham (1995) dsamakan dengan pembuktan construct related validity. Proses pembuktannya dapat dlakukan dengan membuktkan bahwa konstruk nstrumen memang ada (exists) dan kemudan dbuktkan hasl pengukurannya secara emprs. Pendapat tersebut juga ddukung Kumad (2014). Pendekatan yang dplh berupa pembuktan bahwa konstruk yang dhpotesskan dapat dkonfrmas keberadaannya. Analss yang banyak dgunakan antara lan dengan analss faktor eksplorator (exploratory factor analysis, EFA) maupun konfrmator (confirmatory factor analysis, CFA).

Dalam suatu peneltan, basanya dgunakan nstrument yang melbatkan butr-butr yang banyak. Untuk memaham data sepert n, basanya dgunakan analss faktor. Analss faktor dgunakan untuk mereduks data, dengan menemukan hubungan antar varabel yang salng bebas (Stapleton, 1997), yang kemudan terkumpul dalam varable yang jumlahnya lebh sedkt untuk mengetahu struktur dmens laten (Anonm, 2001; Garson,2006) , yang dsebut dengan faktor. Faktor n merupakan varable yang baru, yang dsebut juga dengan varable latent, varable konstruk dan memlk sfat tdak dapat dketahu langsung (unobservable). Analss faktor dapat dlakukan dengan dua cara, yakn analss faktor eksplorator (eksploratory factor analysis) dan analss faktor confrmatory (confirmatory faktor analysis).

Ide dasar analss faktor bak eksplorator maupun konfrmator adalah mereduks banyaknya varable. Msalkan varabel awalnya adalah x1, …, xq, yang selanjutnya akan dtemukan hmpunan faktor laten [1, …, [n (dengan q > n). Varabel observable tergantung pada kombnas lnear faktor laten [1 yang dnyatakan dengan

(26)

Dengan G (kesalahan pengukuran) merupakan bagan unk dar x yang dasumskan tdak berkorelas dengan [1,[2, ...., [n. Untuk zj, maka G z Gj. Bagan unk terdr dar faktor khusus sdan suatu kesalahan pengukuran acak e.

Analss faktor eksplorator merupakan suatu teknk untuk mendeteks dan mengases sumber laten dar varas atau kovaras dalam suatu pengukuran (Joreskog & Sorbom, 1993). Analss faktor eksplorator bersfat mengeksplor data emprs untuk menemukan dan mendeteks karakterstk dan hubungan antar varable tanpa menentukan model pada data. Pada analss n, penelt tdak memlk teor a priori untuk menyusun hpotess (Stapleton, 1997). Mengngat sfatnya yang ekploras nlah, hasl analss faktor eksplorator n lemah. Hasl analss, yang menjelaskan hubungan antar varable semata, juga tdak ddasarkan pada teor yang ada. Hasl analss juga hanya tergantung data emprs, dan jka varable terobservasnya banyak, hasl analss akan sult dmakna (Stapleton, 1997). Basanya analss faktor terkat erat dengan pertanyaan tentang valdtas (Nunally, 1978). Ketka faktor-faktor terdentfkas dhubungkan, analss faktor eksplorator menjawab pertanyaan tenang valdtas konstruk, apakah suatu skor mengukur apa yang seharusnya dukur.

Sebaga contoh data NPV.RAW pada TUTORIAL LISREL 8.51. Data n merupakan data yang dkumpulkan Holznger dan Swnwford pada tahun 1939 dengan menggunakan 21 tes pskolog yang dkut 145 sswa d Chcago. Ada 9 jens tes, yang danggap sebaga varabel observable, yakn VISPERC, CUBES, LOZENGES, PARCOM, SENCOM, WORDMEAN, ADDITION, COUNTDOT dan

SCCAPS. Secara eksplorator, yang dsajkan dalam Tabel 2.1 setelah melalu proses

rotas Promax, 9 varabel tersebut dapat dsederhanakan menjad 3 faktor baru yakn component 1 (VISPERC, CUBES, LOZENGES), component 2 (PARCOM, SENCOM,

WORDMEAN) dan komponen 3 (ADDITION, COUNTDOT dan SCCAPS)(Dsarkan

dar Her Retnawat, 2009, evaluaton-edu.com).

(27)

terkat dengan konsep geometr. Demkan pula komponen 2, PARCOM (parable, perumpamaan/ parafrase), SENCOM (sentence-kalmat), WORDMEAN (art kata) dapat dmakna bahwa faktor n terkat dengan kemampuan verbal. Namun pada komponen ketga yang merupakan kumpulan varable ADDITION (penjumlahan), COUNTDOT (menghtung ttk) dan SCCAPS (straight-curved capital, huruf

lurus-lengkung) akan sult dmakna. varable ADDITION (penjumlahan) terkat dengan ketepatan, COUNTDOT (menghtung ttk) terkat dengan keteltan dan SCCAPS mash berbau konsep geometr. Namun hasl n tetap dapat dgunakan untuk membangun model hubungan antar varable, yang dapat dgunakan untuk membuat/menyusun hpotess peneltan yang lan. Hasl selengkapnya dsajkan pada Tabel 2.1.

Ada beberapa krtk ang terkat dengan analss faktor ekplorator. Menurut Mulak (Stapleton, 1997), untuk memperoleh pengetahuan, yang perlu dlakukan terlebh dahulu adalah membuat asums pror. Pada analss faktor ekplorator, hubungan kausal dasumskan lnear. Kenyataannya, tdak semua varabel bersfat lnear. Proses penemuan struktur faktor, semata-mata dlakukan secara mekank dengan metode tertentu dan dengan rotas.

Tabel 2.1

Contoh Hasl Analss Faktor Eksplorator Component Score Coefficient Matrix

Varabel Component

1 2 3

VISPERC .028 .059 .349

CUBES -.046 -.049 .415

LOZENGES .027 -.022 .400

PARCOM .365 -.020 .017

SENCOM .362 .047 -.036

WORDMEAN .363 -.029 .013

ADDITION .048 .450 -.142

COUNTDOT -.060 .441 .057

SCCAPS .024 .303 .177

(28)

Ada beberapa krtk yang terkat dengan analss faktor ekplorator. Menurut Mulak (Stapleton, 1997), untuk memperoleh pengetahuan, yang perlu dlakukan terlebh dahulu adalah membuat asums pror. Pada analss faktor ekplorator, hubungan kausal dasumskan lnear. Kenyataannya, tdak semua varabel bersfat lnear. Alam penemuan struktur faktor, semata-mata dlakukan secara mekank dengan metode tertentu dan dengan rotas.

Berbeda dengan analss faktor eksplorator, analss faktor konfrmator dgunakan untuk menguj model yang telah dasumskan untuk ddeskrpskan, djelaskan untuk model data emprs dengan menggunakan parameter yang lebh sedkt dbandngkan dengan varable terobservas (Joreskog dan Sorbom, 1993; Steward, dalam Anonm, 2001). Model yang dbangun ddasarkan pada nformas a pror tentang struktur data dalam bentuk teor khusus atau hpotess (Garson, 2006). Teor khusus atau hpotess yang dbangun ddasarkan pada teor yang telah ada atau hasl peneltan sebelumnya.

EFA dgunakan ketka model pengukuran dar konstruk nstrumen mash dcar ataupun dlakukan eksploras. Namun pada CFA, ketka model pengukuran telah ada teornya, konstruk nstumen tersebut tnggal dbuktkan atau dkonfrmas. Pada CFA, membuktkan valdtas konstruk n khususnya menggunakan model pengukuran (measurement model). Menurut Khumad, (2014) analss dapat dlakukan dengan first order CFA, dan jka belum konklusf perlu dlakukan second order analysis. Analss dengan EFA dan CFA dsajkan pada Bab 4.

C. Membuktikan Validitas Kriteria

(29)

terstandar. Msalnya ketka membuktkan valdtas tes bahasa Inggrs, dgunakan tes bahasa Inggrs yang lebh terstandar sebaga krteranya, msalnya TOEFL atau IELTS yang telah daku d seluruh duna. Pendekatan analssnya serng menggunakan yakn analss dengan korelas, msalnya korelas product-moment. Jka krtera yang telah ada saat skor penlaan dperoleh atau rentang waktu perolehan kedua data tdak terlalu lama, maka valdasnya bersfat konkuren sehngga serng dsebut dengan concurrent validity. Jka krtera keberhaslan dtunggu beberapa lama, msalnya kurun waktu tertentu, maka valdasnya bersfat predktf, sehngga serng dsebut dengan predictive validity. Pendekatan korelas n perlu dkoreks terlebh dahulu, yang dalam pskometr dsebut rumus “correction for attenuation” (Allen & Yenn, 1979). Koreks atenuas merupakan koreks terhadap ketdakrelabelan pengukuran konstruk dan krteranya.

Valdtas krtera dketahu dengan mengestmas korelas skor tes peserta dengan skor krtera. Korelas n dsebut dengan koefsen valdtas (Lnn & Gronlund, 1995), yang menyatakan derajat hubungan antara predktor dengan krtera. Salah satu manfaat dengan adanya valdtas krtera yakn dapat mempredkskan suatu skor kemampuan ke skor krtera dalam rangka mempredkskan kemampuan atau performen peserta tes. Predks n dlakukan melalu persamaan regres.

Ada dua macam regres yang dapat dgunakan. Model yang pertama yakn regres sederhana atau regres tunggal, dengan predktor hanya satu varabel saja (Pedhazur, 1973, Klenbaum, dkk.,1988; Walpole, dkk., 2002). Model n dtulskan dengan

X b b

Yˆ 0 1 ... (2.2)

dengan Yˆ merupakan hasl predks, b0 konstanta, b1 koefsen predktor, dan X merupakan predktor.

(30)

merupakan jumlahan skor dar subtes-subtes yang berada dalam seperangkat tes. Model regres ganda dengan dua predktor dsajkan pada persamaan 2.

2 2 1 1 0

ˆ b bX b X

Y ...(2.3)

dengan Yˆ merupakan hasl predks, b0 konstanta, b1 koefsen predktor pertama, X1 predktor pertama, b2 koefsen predktor kedua, dan X2 merupakan predktor kedua.

Kedua model n belum dbandngkan yang palng akurat, untuk mempredkskan skor krtera kemampuan peserta tes.

D. Praktek Pembuktian Validitas yang Keliru

D masyarakat lmah, sepert pada laporan peneltan, skrps, maupun tess, ada beberapa praktek pembuktan valdtas yang belum memenuh defns valdtas yang telah dpaparkan sebelumnya. Kumad (2014) menyatakan bahwa

“...banyak praktk pembuktan valdtas yang dlakukan oleh mahasswa atau penelt yang sebenarnya belum memenuh defns valdtas. Pendekatan n tentu perlu dpertanyakan dan sebaknya dtnggalkan dan dhndar. Pendekatan yang harus dhndar yang dmaksudkan adalah pembuktan valdtas yang ddasarkan pada analss butr (item analysis), terutama pemakaan koefsen korelas skor butr dan skor total tes (rx).”

(31)

Terkat dengan pernyataan-pernyataan tersebut, kesalahan pembuktan valdtas yang serng terjad d duna akadems maupun peneltan pada umumnya adalah membuktkan valdtas dengan menghtung korelas butr dengan total. Demkan pula halnya dengan stlah, yang serng dgunakan yakn menguj valdtas. Seharusnya, berdasarkan pendapat ahl, termnolog yang betul adalah

membuktikan validitas, bukan menguji validitas. Adapun caranya, pembuktan

(32)

Bab III

MEMBUKTIKAN VALIDITAS ISI

Sepert telah djelaskan pada Bab 2, membuktkan valdtas s dlakukan melalu kesepakatan ahl (expert judgement). Expert atau ahl yang dmaksudkan adalah orang yang memlk kepakaran pada pada bdangnya, tentu saja dengan bdang yang sesua dengan nstrumen untuk peneltan. Langkah-langkah untuk membuktkan valdtas s yatu:

1. Memberkan ks-ks dan butr nstrumen, berkut rubrk penskorannya jka ada kepada beberapa ahl yang sesua dengan bdang yang dtelt untuk mohon masukan. Banyaknya ahl yang dmohon untuk member masukan palng tdak 3 orang ahl dengan kepakaran yang relevan dengan bdang yang dtelt.

2. Masukan yang dharapakan dar ahl berupa kesesuaan komponen nstrumen dengan ndcator, ndkator dengan butr, benarnya substans butr, kejelasan kalmat dalam butr, jka merupakan tes, maka pertanyaan harus ada jawabannya/kuncnya, kalmat-kalmat tdak membngungkan, format tulsan, smbol, dan gambar yang cukup jelas. Proses n serng dsebut telaah kualtatf yang melput aspek substans, bahasa, dan budaya.

3. Berdasarkan masukan ahl tersebut, ks-ks dan atau nstrumen kemudan dperbak.

(33)

5. Menghtung ndeks kesepakatan ahl (rater agreement) dengan ndeks Aken V atau ndeks Gregory, yang merupakan ndeks untuk menunjukkan kesepakatan hasl penlaan para ahl tentang valdtas, bak untuk butr maupun untuk perangkatnya.

Pada bab n dsajkan dua contoh kasus, yatu membuktkan valdtas s nstrumen peneltan yang berupa tes dan yang berupa nontes.

A. Membuktikan Validitas Isi Instrumen Tes

[image:33.570.66.503.471.627.2]

Pada pengembangan nstrumen pengukuran, msalnya tes, dkembangkan ks-ks dahulu dan butr perangkatnya, mnmal memuat ndkator, bentuk nstrumen/tes, kemudan butr soal, dan penskorannya (pada kasus n penskoran tdak dtulskan karena perlu tempat yang cukup banyak). Kemudan ks-ks berkut (dajkan pada Tabel 3.1) dan butr-butr nstrumennya dberkan kepada 3 orang ahl untuk dvaldas, dengan memberkan masukan terkat butr-butr nstrumen sekalgus mengs kesesuaan butr dengan ndkator. Contoh format penlaan oleh ahl untuk mengetahu kesesuaan butr dengan ndkator dsajkan pada Tabel 3.2.

Tabel 3.1. Contoh Instrumen (Tes Prestas Matematka)

(Instrumen n dberkan kepada penddk matemata SMP kelas IX, dalam rangka memotret kesultan penddk dalam memecahkan masalah sult dalam ujan nasonal SMP, Her Retnawat, dkk. 2013)

No. Indkator Bentuk nstrumen Butr

1 Menentukan luas permukaan kerucut.

Tes Uraan (Rubrk dsajkan d form lan)

Dketahu sebuah kerucut tanpa alas. Jar-jar kerucut tersebut 5 cm dan tnggnya 12 cm. Tentukan luas permukaan kerucut tersebut!

2 Menentukan

persamaan gars yang tegal lurus degan gars lan kemudan

Tes Uraan (Rubrk dsajkan d form lan)

[image:33.570.65.506.472.625.2]
(34)

menggambarkannya dalam bdang

koordnat yang sama.

melalu (-2,3). Gambarlah kedua gars tersebut pada satu bdang koordnat.

3 Menentukan panjang ss pada segtga-segtga yang sebangun.

Tes Uraan (Rubrk dsajkan d form lan)

Perhatkanlah gambar berkut.

Perhatkanlah gambar berkut.

Jka PQ = ST = 12 cm, SR = 13 cm dan UP = 20 cm, tentukanlah panjang TU.

P

Q

R

S

T

U

4 Menentukan volum kerucut

Tes Uraan (Rubrk dsajkan d form lan)

Sebuah kerucut yang tnggnya 24 cm dan panjang gars peluksnya 25 cm. Tentukanlah volume kerucut tersebut.

5 Menyelesakan permasalahan yang terkat dengan rerata dar suatu data.

Tes Uraan (Rubrk dsajkan d form lan)

(35)

Setelah masng-masng ahl melakukan penlaan, selanjutnya drekap hasl untuk semua ahl, yang juga dsebut dengan rater atau valdator dalam satu tabel. Contoh hasl tabulas dar 3 ahl msalnya dsajkan pada Tabel 3.3.

Tabel 3.2. Format penlaan ahl untuk mengetahu kesesuaan butr dengan ndkator

No.

Skor Relevans Butr dengan Indkator Keterangan

1 2 3 4 5

Tdak Relevan

Kurang Relevan

Cukup

Relevan Relevan

Sangat Relevan 1

[image:35.570.85.293.327.420.2]

2 3 4 5

Tabel 3.3. Contoh hasl tabulas dar 3 rater

No. Butr Ahl 1 Ahl 2 Ahl 3

1 5 4 4

2 3 5 5

3 5 3 4

4 4 3 3

5 3 4 5

Dengan menggunakan formula (2.1), selanjutnya dhtung V untuk masng-masng butr. Hasl Selengkapnya dsajkan pada Tabel 3.4., yang selanjutnya dperoleh ndeks ndeks kesepakatan ahl mengena valdtas butr.

Tabel 3.4. Contoh hasl menghtung ndeks kesepakatan ahl mengena valdtas

No. Butr Rater 1 Rater 2 Rater 3 s1 s2 s3 ¦ s V

1 5 4 4 4 3 3 10 0,83

2 3 5 5 2 4 4 10 0,83

3 5 3 4 4 2 3 9 0,75

4 4 3 3 3 2 2 7 0,58

(36)

Selanjutnya hasl tersebut dnterpretaskan, Jka ndeks kesepakatan tersebut kurang dar 0,4 maka dkatakan valdtasnya rendah, dantara 0,4-0,8 dkatakan valdtasnya sedang (mediocare) dan jka lebh dar 0,8 dkatakan tngg,

Cara lan membuktkan valdtas s dengan kesepakatan ahl adalah dengan menggunakan ndeks kesepakatan ahl yang dsarankan oleh Lawshe dan Martuza (Gregory, 2007).

[image:36.570.86.505.285.410.2]

Pada contoh nstrumen tes d atas, sebelum ke ahl dbuat nstrumen terlebh dahulu. Instrumen n untuk mengetahu skor relevans butr. Selanjutnya ahl memberkan penlaan, apakah butr relevan dengan ndcator. Contoh nstrumen dsajkan pada Tabel 3.5.

Tabel 3.5. Penlaan Relevans Butr dengan Indkator

No. Butr

Skor Relevans Butr dengan Indkator

1 2 3 4

Tdak Relevan Kurang Relevan Cukup Relevan Sangat Relevan 1.

2. 3. 4. 5.

[image:36.570.190.359.514.604.2]

Setelah ahl menla kesesuaan butr dengan ndkator, dbuat tabulas dar kedua ahl atau rater tersebut. Contoh hasl penlaan dsajkan pada Tabel 3.6.

Tabel 3.6. Contoh hasl tabulas dar 2 rater

No. Butr Ahl 1 Ahl 2

1 4 4

2 3 4

3 2 3

4 2 1

(37)
[image:37.570.169.355.154.259.2]

Selanjutnya kategor pertama tdak relevan (skor 1) dan kurang relevan (skor 2) dkategorkan ulang menjad kategor relevans lemah, dan kategor kedua untuk yang cukup relevan (skor 3) dan sangat relevan (skor 4) yang dbuat kategor baru relevans kuat. Contoh hasl membuat kategor ulang dsajkan pada Tabel 3.7.

Tabel 3.7. Contoh hasl kategor ulang dar dua ahl No. Butr Ahl 1 Ahl 2

1 Kuat Kuat

2 Kuat Kuat

3 Lemah Kuat

4 Lemah Lemah

5 Kuat Kuat

[image:37.570.160.343.350.413.2]

Dengan membuat tabel kontngens pada dua ahl, untuk ahl 1 dan ahl 2, pada relevans lemah dan kuat.

Tabel 3.7. Tabel Kontngens kategor ulang dar dua ahl

Rater 1 Lemah Kuat Rater

2

Lemah 1 0

Kuat 1 3

Indeks kesepakatan ahl untuk valdtas s merupakan perbandngan banyaknya butr dar kedua ahl dengan kategor relevans kuat dengan keseluruhan butr. Contoh pertolongan untuk menghtung ndeks Gregory dsajkan pada Tabel 3.8.

Tabel 3.8. Tabel Kontngens untuk Menghtung Indeks Gregory

Rater 1 Lemah Kuat Rater

2

Lemah A B

[image:37.570.158.345.531.594.2]
(38)

Koefsen valdtas s = ஽

(஺ା஻ା஼ା஽) (Gregory, 2007).

Pada contoh kasus tersebut, koefsen valdtas s =3/(1+0+1+3) =0,6.

Selanjutnya hasl tersebut dnterpretaskan, Jka ndeks kesepakatan tersebut kurang dar 0,4 maka dkatakan valdtasnya rendah, dantara 0,4-0,8 dkatakan valdtasnya sedang (mediocare) dan jka lebh dar 0,8 dkatakan tngg. Pada kasus n karena koefsen valdtas snya 0,6, maka dkatakan valdtasnya sedang.

B. Membuktikan Validitas Isi Instrumen Nontes

[image:38.570.81.510.414.629.2]

Pada contoh kedua, akan dsajkan membuktkan valdtas s nstrumen non tes yang berupa angket untuk mengukur self-regulated learning mahasswa penddkan Matematka (Her Retnawat, 2015). Pada awalnya penelt mendefnskan dahulu self-regulated learning berkut konstruk teornya berdasarkan pendapat ahl. Selanjutnya dsusun ks-ks nstrumen untuk self-regulated learning yang terdr dar 16 butr. Komponen dan ndcator SRL dsajkan pada Tabel 3.9.

Tabel 3.9. Komponen dan Indkator SRL

Komponen Indkator Sub Indkator Butr

Pemkran Analss Tugas Pengaturan tujuan 1

Perencanaan Strategs 2

Keyaknan Dr Kemampuan dr 3

Kejelasan tujuan yang akan dcapa

4

Kontrol Knerja

Pengendalan Dr Instruks dr, ctra dr 5

Usaha untuk Fokus belajar 7 Strateg penyelesaan tugas 6,8 Pengamatan yang Cukup Pemantauan metakogntf 9

Catatan dr 10

Refleks Dr Pertmbangan Dr Evaluas dr 11

Atrbus kausal 12

(39)
[image:39.570.84.505.192.606.2]

Berdasarkan ndkator tersebut, kemudan dsusun menjad butr-butr angket. Hasl penyusunan tersebut dsajkan pada Tabel 3.10. Indkator dan butr n kemudan dberkan kepada 3 orang ahl, 2 ahl pskolog dan 1 orang ahl pengukuran penddkan MIPA. Ketga ahl memberkan masukan-masukan mengena konstruk nstrumen dan butr-butr pada angket. Masukan-masukan dar ahl dsajkan pada Tabel 3.11.

Tabel 3.10. Butr untuk mengukur SRL dengan Skala Lkert

No Pernyataan TP J S SL

1 Saya merumuskan tujuan-tujuan kulah/belajar saya 2 Saya merencanakan strateg untuk mencapa tujuan

kulah/belajar saya

3 Saya mempercaya kemampuan dr saya untuk berhasl dalam kulah/belajar

4 Saya mengetahu cara mencapa tujuan kulah/belajar saya dengan jelas

5 Saya membuat jadwal untuk dr sendr terkat dengan pencapaan tujuan kulah/belajar saya

6 Saya menru strateg orang yang berhasl dalam kulah/belajar

7 Saya mengupayakan dr untuk focus belajar

8 Saya menyusun strateg yang kra-kra palng tepat untuk penyelesaan tugas kulah/belajar

9 Saya membuat peta dar apa yang telah saya lakukan 10 Saya membuat catatan apa yang telah saya lakukan bak

yang berhasl maupun yang belum

11 Setelah selesa melakukan kegatan dan melhat haslya (msal akhr semester) saya melakukan evaluas,

12 Saya mencermat penyebab keberhaslan atau kegagalan usaha saya,

13 Setelah mencapa hal sesua target kulah/belajar, saya member hadah untuk dr sendr,

14 Saya menghukum dr sendr jka ada hal yang membuat saya gagal mencapa target kulah/belajar,

15 Jka ada hal yang membuat saya gagal, saya akan berusaha lag dengan strateg lan,

16 Jka suatu strateg kulah/belajar yang saya gunakan berhasl, saya akan menggunakannya lag,

(40)

Tabel 3.11 Masukan Perbakan Butr dar Ahl

Ahl ke- Masukan Tndak lanjut

1,2 Ctra dr tdak masuk pengendalan dr

Butr 6 tdak dpaka, ks-ks dperbak

1,3 Perbakan redaks butr 1 Perbakan butr 1

1,2 Perbakan redaks butr 4 Perbakan butr 4

2,3 Perbakan redaks butr 14 Perbakan butr 4

[image:40.570.82.454.254.488.2]

Selanjutnya ks-ks dan butr-butr dperbak berdasarkan masukan ahl tersebut. Haslnya dsajkan pada Tabel 3.12 untuk ks-ks dan Tabel 3.13 untuk butr.

Tabel 3.12. Komponen dan Indkator (Hasl Revs)

Komponen Indkator Sub Indkator Butr

Pemkran Analss Tugas Pengaturan tujuan 1

Perencanaan Strategs 2

Keyaknan Dr Kemampuan dr 3

Orentas tugas 4

Kontrol Knerja

Pengendalan Dr Instruks dr 5

Usaha untuk Fokus belajar 6 Strateg penyelesaan tugas 7 Pengamatan yang

Cukup

Pemantauan metakogntf 8

Catatan dr 9

Ekspermentas dr 10

Refleks Dr

Pertmbangan Dr Evaluas dr 11

Atrbus kausal 12

Reaks dr Kepuasan dr (Hadah) 13

Kepuasan dr (Hukuman) 14

Adaptf/defensve 15

(41)
[image:41.570.74.503.64.577.2]

Tabel 3.13. Butr untuk mengukur SRL dengan Lkert (Hasl Revs)

No Pernyataan STS TS S SS

1 Saya merumuskan tujuan-tujuan kulah/belajar saya, sebelum kegatan dmula

2 Saya merencanakan strateg untuk mencapa tujuan kulah/belajar saya

3 Saya mempercaya kemampuan dr saya untuk berhasl dalam kulah/belajar

4 Saya mentkberatkan usaha mencapa tujuan kulah/belajar saya dbandngkan dengan kegatan lan,

5 Saya membuat jadwal untuk dr sendr terkat dengan pencapaan tujuan kulah/belajar saya

6 Saya mengupayakan dr untuk focus belajar

7 Saya menyusun strateg palng tepat untuk penyelesaan tugas kulah/belajar

8 Saya membuat peta kegatan/aktvtas telah saya lakukan 9 Saya membuat catatan apa yang telah saya lakukan bak

yang berhasl maupun yang belum

10 Jka ada hal yang membuat saya gagal, saya akan berusaha lag dengan strateg lan,

11 Setelah selesa melakukan kegatan dan melhat haslya (msal akhr semester) saya melakukan evaluas,

12 Saya mencermat penyebab keberhaslan atau kegagalan usaha saya,

13 Setelah mencapa hal sesua target kulah/belajar, saya member hadah untuk dr sendr,

14 Saya menghukum dr sendr jka ada hal dar dr sendr yang menyebabkan saya gagal mencapa target

kulah/belajar,

15 Jka suatu strateg kulah/belajar yang saya gunakan berhasl, saya akan menggunakannya lag,

3.14. Lembar Penlaan Valdator

(42)
[image:42.570.71.324.72.320.2]

Tabel 3.15. Hasl Penlaan dar 3 ahl sebaga Valdator

Butir Valdator 1 Valdator 2 Valdator 3

1 5 4 2

2 5 4 5

3 5 5 5

4 5 4 4

5 5 2 5

6 5 4 4

7 5 2 3

8 5 2 4

9 5 2 5

10 5 4 4

11 5 5 4

12 5 4 4

13 5 2 4

14 4 4 3

15 5 4 5

[image:42.570.73.494.391.640.2]

Dengan menggunakan rumus 2.1 dar bab 2, ndeks Aken masng-masng butr dhtung, kemudan haslnya dsajkan pada Tabel 3.16.

Tabel 3.16. Hasl Penghtungan Indeks Aken

Butr Rater1 Rater2 Rater3 s1 s2 s3 6s V

1 5 4 2 4 3 1 8 0,67

2 5 4 5 4 3 4 11 0,92

3 5 5 5 4 4 4 12 1,00

4 5 4 4 4 3 3 10 0,83

5 5 2 5 4 1 4 9 0,75

6 5 4 4 4 3 3 10 0,83

7 5 2 3 4 1 2 7 0,58

8 5 2 4 4 1 3 8 0,67

9 5 2 5 4 1 4 9 0,75

10 5 4 4 4 3 3 10 0,83

11 5 5 4 4 4 3 11 0,92

12 5 4 4 4 3 3 10 0,83

(43)

Untuk keseluruhan skala SRL, koefsennya dapat dhtung dengan rumus yang sama. Hasl pertungan dsajkan pada Tabel 3.17.

Tabel 3.17. Hasl perhtungan koefsen Aken untuk angket Self Regulated Learnng

Skala Rater1 Rater2 Rater3 s1 s2 s3 Ss V

Butr

1-15 74 52 61 59 37 46 142 0,79

Mencermat hasl yang dsajkan pada Tabel 3.16, dperoleh hasl semua butr berada pada kategor vald atau sangat vald, karena ndeks terendah 0,58 dan yang tertngg 1. Interpretas n dlakukan dengan menggunakan krtera kurang dar 0,4 maka dkatakan valdtasnya rendah, dantara 0,4-0,8 dkatakan valdtasnya sedang (mediocare) dan jka lebh dar 0,8 dkatakan tngg, Untuk perangkat, berdasarkan Tabel 3.17 dperoleh bahwa ndeks Aken untuk perangkat SRL sebesar 0,79 dengan kategor sedang.

Setelah dbuktkan valdtasnya, atau dengan kata lan nstrumen telah terbukt vald, langkah yang dapat dtempuh penelt adalah ujcoba keterbacaan. Setelah merevsnya penelt dapat melakukan ujcoba nstrumen dengan responden yang sesua dengan tujuan dkembangkannya nstrumen tersebut. Ujcoba n dperlukan untuk memeroleh data emprs, yang kemudan dapat danalss lebh lanjut, msalnya membuktkan valdtas konstruk nstrumen, mengestmas koefsen relabltas, dan mengetahu karakterstk butr.

(44)

3.18. Lembar Penlaan Valdator No.

Butr

Hasl Penlaan ahl dengan member tanda cek (—) Tdak Relevan Kurang Relevan Cukup Relevan Sangat Relevan 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15.

[image:44.570.81.387.64.327.2]

Kemudian instrumen ini diberikan kepada 3 ahli, kemudian hasilnya ditabulasikan sebagai berikut.

Tabel 3.19. Hasl Penlaan dar 3 ahl sebaga Valdator

Butir Valdator 1 Valdator 2 Valdator 3

1 4 4 2

2 4 4 4

3 4 4 4

4 4 4 4

5 4 2 4

6 4 4 4

7 4 2 3

8 4 2 4

9 4 2 4

10 4 4 4

11 4 4 4

12 4 4 4

13 4 2 4

(45)

Selanjutnya kategori pertama tidak relevan (skor 1) dan kurang relevan (skor 2) dikategorikan ulang menjadi kategori relevansi lemah, dan kategori kedua untuk yang cukup

[image:45.570.85.337.154.401.2]

relevan (3) dan sangat relevan (4) yang dibuat kategori baru relevansi kuat.

Tabel 3.20. Kategorisasi ulang hasil peilaian ahli/validator

Butir Valdator 1 Valdator 2 Valdator 3

1 Kuat Kuat Lemah

2 Kuat Kuat Kuat

3 Kuat Kuat Kuat

4 Kuat Kuat Kuat

5 Kuat Lemah Kuat

6 Kuat Kuat Kuat

7 Kuat Lemah Kuat

8 Kuat Lemah Kuat

9 Kuat Lemah Kuat

10 Kuat Kuat Kuat

11 Kuat Kuat Kuat

12 Kuat Kuat Kuat

13 Kuat Lemah Kuat

14 Kuat Kuat Kuat

15 Kuat Kuat Kuat

Hasl tersebut dapat dsajkan pada tabel kontngens dengan banyaknya sel 2x2x2=8 sel, sebaga berkut.

Tabel 3.21. Hasl kategor ulang untuk menghtung Indeks Gregory

Ahl 1 Lemah Lemah Lemah Lemah Kuat Kuat Kuat Kuat

Ahl 2 Lemah Lemah Kuat Kuat Lemah Lemah Kuat Kuat

Ahl 3 Lemah Kuat Lemah Kuat Lemah Kuat Lemah Kuat

Total A B C D E F G H

(46)
[image:46.570.80.476.77.165.2]

Tabel 3.22. Hasl kategor ulang untuk menghtung Indeks Gregory (kasus SRL)

Ahl 1 Lemah Lemah Lemah Lemah Kuat Kuat Kuat Kuat

Ahl 2 Lemah Lemah Kuat Kuat Lemah Lemah Kuat Kuat

Ahl 3 Lemah Kuat Lemah Kuat Lemah Kuat Lemah Kuat

Total 0 0 0 0 0 5 1 9

Koefisien validitas isi dihitung dengan formula:

Koefisien validitas isi = ு

(஺ା஻ା஼ା஽ାாାிାீାு)

Pada contoh kasus tersebut, koefisien validitas isi =9/(0+0+0+0+0+5+1+9) =0,6.

Selanjutnya hasl tersebut dnterpretaskan, Jka ndeks kesepakatan tersebut kurang dar 0,4 maka dkatakan valdtasnya rendah, dantara 0,4-0,8 dkatakan valdtasnya sedang (mediocare) dan jka lebh dar 0,8 dkatakan tngg. Pada kasus n karena koefsen valdtas snya 0,6, maka dkatakan valdtasnya sedang.

Setelah dbuktkan valdtasnya, untuk perangkat tes ada perlakuan khusus. Agar tes yang dsusun merupakan tes yang bak, perlu dlakukan telaah terhadap tes yang telah dsusun. Telaah n dapat dlakukan secara kualtatf. Telaah secara kualtatf dkenal pula sebaga telaah secara teorets.

Telaah secara teor dapat dlakukan dengan memperhatka tga aspek tes dalam proses penyusunannya. Ketga aspek yang tdak terlepas dalam penyusunan butr soal yakn : (1) aspek mater, (2) aspek konstruks, (3) aspek bahasa/ budaya. (Puspendk, 2006, Panduan Penyusunan Instrumen Tes).

Aspek Materi

(47)

hanya satu jawaban. Kesesuaan s butr-butr soal dalam tes dapat dketahu dengan membandngkan butr-butr tes dengan ndcator yang akan dcapa. Berdasarkan hal n, dapat dketahu apakah butr-butr yang terangka dalam tes telah representatve terhadap mater yang dujkan atau belum.

Aspek Konstruksi

Dalam membuat butr soal, ada semblan hal yang harus dperhatkan dalam menyusun butr soal berdasarkan aspek konstruks, dperoleh nformas bahwa (1) pokok soal drumuskan dengan sngkat, jelas, dan tegas, (2) rumusan pokok soal dan plhan jawaban merupakan pertanyaan yang dperlukan, (3) pokok soal tdak member petunjuk ke kunc jawaban, (4) pokok soal bebas dar pertanyaan yang bersfat negatf ganda, (5) gambar, grafk, tabel, dagram, wacana dan sejensnya yang terdapat dalam soal dtamplkan secara jelas dan berfungs, (6) panjang plhan jawaban relatf sama, (7) plhan jawaban tdak menggunakan pernyataan “semua jawaban d atas salah” atau “semua plhan jawaban d atas benar” dan sejensnya, (8) plhan jawaban yang berbentuk angka atau waktu dsusun berdasarkan urutan besar keclnya angka tersebut atau kronologs, dan (9) butr-butr tdak tergantung pada jawaban butr sebelumnya.

Aspek Bahasa/Budaya

(48)

Bab IV

MEMBUKTIKAN VALIDITAS KONSTRUK INSTRUMEN

Membuktkan valdtas konstruk nstrumen dapat dlakukan dengan dua cara.

Kedua cara tersebut yakn analss faktor eksplorator (AFE) dan analss faktor

konfrmator (AFK). Pada bab n akan dsajkan contoh melakukan analss faktor

eksplorator dan analss faktor konfrmator.

A. Analisis Faktor Eksploratori

Analss faktor eksplorator dapat dlakukan secara manual, maupun dengan

dengan program komputer. Pada analss faktor secara manual, jka penelt sudah

mempuya data ujcobanya, dhtung terlebh dahulu matrks varans kovarans

atau matrks korelas. Kemudan dar matrks n dhtung nla egen, untuk

mengetahu persentase varans yang dapat djelaskan. Namun analss secara

manual n akan sangat sult dlakukan jka respondennya banyak dan

varabelnyapun juga banyak. Keteltan perhtungan juga akan mempengaruh

hasl analss.

Analss faktor esplorator dengan bantuan computer dapat dlakukan dengan

menggunakan berbaga program, sepert SPSS, SAS, MINITAB, R, MPLUS, dan

lan-lan. Analss n dmula dengan menguj kecukupan sampel yang dgunakan

dalam analss. Selanjutnya computer menyusun matks varans-kovarans,

kemudan mengtung nla egen. Nla egen n kemudan dgunakan untuk

menghtung persentase varans yang terjelaskan, sekalgus menggambar

scree-plotnya. Pada contoh kasus yang dsajkan d buku n danalss nstrumen Ujan

Nasonal mata pelajaran matematka SMP 2006, dengan ukuran sampel sebanyak

(49)
(50)

Selanjutnya masukkan varabelnya.

(51)

PadaRotation, klk Varimax.

(52)

Hasl analss faktor tentang kecukupan sampel menunjukkan nla

Kh-kuadrat pada uj Bartlet sebesar 21863,839 dengan derajat kebebasan 435 dan

nla-p kurang dar 0,01. Hasl n menunjukkan bahwa ukuran sampel sebesar

3.012 yang dgunakan pada analss faktor n telah cukup, dan juga dkuatkan

dengan Kaiser-Meyer-Olkin measure of sampling adequacy (KMO) sebesar 0,962

[image:52.570.126.385.251.333.2]

yang lebh besar dar 0,5. Hasl selengkapnya dsajkan pada Tabel 4.1.

Tabel 4.1 Hasl Uj KMO dan Bartlett

Berdasarkan nla egen dan komponen varans hasl analss faktor dengan

menggunakan SPSS maupun SAS/IML ataupun program lan, dapat dperoleh

bahwa data respons sswa terhadap tes UN Matematka SMP memuat 4 nla

Egen yang lebh besar dar 1, sehngga dapat dkatakan bahwa tes UN

Matematka SMP memuat 4 faktor (Her Retnawat, 2008). Dar keempat faktor

n, ada 59,14% varans yang dapat djelaskan. Namun dengan memperhatkan

scree-plot dar nla egen, dperoleh grafk, yang terdr dar dua curaman saja,

sedangkan yang lan menunjukkan grafk yang landa. Hasl n menunjukkan

bahwa bahwa ada 2 faktor domnan yang terukur dalam nstrumen n.

Banyaknya faktor yang termuat dalam nstrumen dapat dketahu dar

scree-plot, contohnya dsajkan pada Gambar 4.1. Banyaknya faktor dtanda

dengan curamnya grafk perolehan nla egen, Gambar tersebut menunjukkan

bahwa ada 2 faktor yang terukur pada nstrumen ujan nasonal matematka

KMO and Bartlett's Test

.962

21863.839 435 .000 Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling

Adequacy.

Approx. Chi-Square df

Sig. Bartlett's Test of

(53)
[image:53.570.94.478.57.267.2]

Gambar 4.1

Scree Plot Hasl Analss Faktor Eksplorator

Nla Egen selanjutnya dapat dsajkan dengan scree plot pada Gambar

4.1. Mencermat hasl scree plot tersebut, nampak nla Egen mula landa pada

faktor ke-3.In menunjukkan bahwa terdapat 1 faktor domnan pada perangkat tes

matematka, 1 faktor lannya juga memberkan sumbangan yang cukup besar

terhadap komponen varans yang dapat djelaskan. Mula faktor ketga dan

seterusnya, pada grafk menunjukkan sudah mula mendatar. Hal n menunjukkan

bahwa perangkat tes matematka mengukur palng tdak 2 faktor dengan faktor

yang pertama merupakan faktor domnan.

Berdasarkan hasl menentukan banyaknya faktor yang termuat

tersebut, selanjutnya dlakukan penamaan faktor. Penamaan faktor dlakukan

dengan berdasarkan muatan faktor setelah drotas, dengan memperhatkan

besarnya muatan faktor yang lebh dar 0,4. Penamaan faktor yang termuat dalam

perangkat tes dlakukan penelt dengan bantuan ahl matematka, prakts (2 orang

guru), ahl penddkan matematka dan pskolog dalam forum Focus Group

Discussion (FGD). Sebelumnya dlakukan analss dengan 2 faktor menggunakan

rotas promaks. Rotas n termasuk pada rotas nonortogonal. Hal n dlakukan

karena pada model 2 faktor, korelas faktor pertama dan kedua sebesar 0,3559.

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 27 29

(54)
[image:54.570.92.487.95.552.2]

Tabel 4.2

Nla Egen dan Komponen Varans Hasl Analss Faktor

No.

Komponen Nla Egen Perbedaan Nla Egen Propors Komulatf

1 13,2860 10,9153 0,4429 0,4429

2 2,3707 1,2986 0,0790 0,5219

3 1,0721 0,0587 0,0357 0,5576

4 1,0134 0,1385 0,0338 0,5914

5 0,8749 0,0512 0,0292 0,6206

6 0,8237 0,0467 0,0275 0,6480

7 0,7770 0,0216 0,0259 0,6739

8 0,7554 0,0400 0,0252 0,6991

9 0,7154 0,0422 0,0238 0,7230

10 0,6732 0,0607 0,0224 0,7454

11 0,6126 0,0116 0,0204 0,7658

12 0,6010 0,0191 0,0200 0,7859

13 0,5819 0,0232 0,0194 0,8052

14 0,5587 0,0285 0,0186 0,8239

15 0,5303 0,0269 0,0177 0,8415

16 0,5034 0,0220 0,0168 0,8583

17 0,4814 0,0430 0,0160 0,8744

18 0,4384 0,0261 0,0146 0,8890

19 0,4124 0,0206 0,0137 0,9027

20 0,3917 0,0233 0,0131 0,9158

21 0,3685 0,0067 0,0123 0,9281

22 0,3618 0,0219 0,0121 0,9401

23 0,3399 0,0141 0,0113 0,9515

24 0,3258 0,0443 0,0109 0,9623

25 0,2815 0,0253 0,0094 0,9717

26 0,2561 0,0032 0,0085 0,9802

27 0,2529 0,0580 0,0084 0,9887

28 0,1949 0,0174 0,0065 0,9952

29 0,1774 0,2098 0,0059 1,0011

(55)
[image:55.570.109.470.97.549.2]

Tabel 4.3

Muatan Faktor pada Model 2 Faktor Sebelum Drotas

No. Butr Nama Butr Kemampuan

Umum

Kemampuan Spasal 1 Persentase (soal certa) 0,84034 -0,24293

2 Dagram Venn 0,76538 -0,20374

3 Persentase 0,56454 0,06392

4 HP Blangan Bulat 0,49375 -0,02924

5 Jarng-jarng Kubus 0,71063 -0,3254

6 Smetr Lpat 0,53969 -0,25362

7 Sudut Segtga 0,4322 0,44252

8 Pemetaan 0,7653 -0,12332

9 Akar dan Pangkat 0,79163 -0,26301

10 Sfat Gars Sejajar 0,59717 0,04047

11 Kellng Belah Ketupat 0,82338 0,02225

12 Luas Jajar Genjang 0,7618 0,07998

13 Perbandngan (Soal Certa) 0,80968 -0,27777

14 Persamaan Gars Lurus 0,6086 0,11901

15 SPL (Soal Certa) 0,81121 -0,16936

16 Medan Data 0,66918 0,0411

17 Volume lmas 0,69272 0,08342

18 Luas permukaan prsma 0,73462 0,07833

19 Refleks 0,68367 0,18329

20 Dlatas 0,64019 0,13857

21 Perbandngan Segtga 0,1559 0,83857

22 Segtga kongruen 0,61977 -0,19426

23 Jurng Lngkaran 0,4935 0,353

24 Persekutuan Lngkaran 0,71413 0,11688

25 Suku dan Faktor 0,69395 0,03537

26 Fungs kuadrat 0,69903 0,17732

27 Phytagoras dan luas segtga 0,68345 0,15845

28 Barsan dan deret 0,86509 -0,29498

29 Trgonometr 0,30703 0,55874

(56)

Tabel 4.4

Muatan Faktor (Model 2 Faktor) Setelah Drotas (Promax)

No. Butr Nama Butr Kemampuan

Umum

Kemampuan Spasal 1 Persentase (soal certa) 0,8972 -0,06997

2 Dagram Venn 0,80705 -0,04538

3 Persentase 0,4715 0,19086

4 HP Blangan Bulat 0,46158 0,07775

5 Jarng-jarng Kubus 0,82803 -0,1848

6 Smetr Lpat 0,63261 -0,14715

7 Sudut Segtga 0,13355 0,55832

8 Pemetaan 0,7605 0,03883

9 Akar dan Pangkat 0,86494 -0,10169

10 Sfat Gars Sejajar 0,51444 0,17347

11 Kellng Belah Ketupat 0,7287 0,20403

12 Luas Jajar Genjang 0,63988 0,25097

13 Perbandngan (Soal Certa) 0,88972 -0,11319

14 Persamaan Gars Lurus 0,47935 0,25822

15 SPL (Soal Certa) 0,82845 0,00069

16 Medan Data 0,57893 0,18993

17 Volume lmas 0,57568 0,23942

18 Luas permukaan prsma 0,61636 0,24328

19 Refleks 0,50982 0,34202

20 Dlatas 0,4965 0,28564

21 Perbandngan Segtga -0,34413 0,91245

22 Segtga kongruen 0,67043 -0,0674

23 Jurng Lngkaran 0,24048 0,47802

24 Persekutuan Lngkaran 0,57562 0,27916

25 Suku dan Faktor 0,60455 0,18936

26 Fungs kuadrat 0,52711 0,33914

Gambar

Tabel 3.1. Contoh Instrumen (Tes Prestas Matematka)
Tabel 3.3. Contoh hasl tabulas dar 3 rater
Tabel 3.5. Penlaan Relevans Butr dengan Indkator
Tabel 3.8. Tabel Kontngens untuk Menghtung Indeks Gregory
+7

Referensi

Dokumen terkait

makan tenaga dengan peninjauan kembali serta tukar pikiran untuk mengembangkan “kesepakatan intersubjektif”, atau upaya yang luas untuk menempatkan salinan suatu temuan

Kontrak Berjangka atau Futures adalah kontrak untuk membeli atau menjual suatu underlying (dapat berupa indeks, saham, obligasi, dll) di masa mendatang.Kontrak

Bertolak dari sini maka kemitraan dapat dimaknai sebagai suatu bentuk persekutuan antara dua pihak atau lebih yang membentuk suatu ikatan kerjasama atas dasar kesepakatan dan rasa

Untuk menghitung dimensi dari himpunan S dalam ruang R n atau dalam ruang metrik (X, d), suatu fraktal diletakkan pada suatu luasan bidang kotak. Selanjutnya

contract , adalah “s uatu kesepakatan di antara dua orang atau lebih orang yang menciptakan kewajiban untuk melakukan atau tidak melakukan suatu hal khusus.. Suatu tulisan

Bila f mempunyai turunan ke-n pada suatu interval yang memuat titik c, maka f dapat dihampiri oleh suatu polinom berderajat n − 1 dan kesalahannya dapat ditaksir dengan turunan

Analisis pekerjaan dapat diartikan sebagai suatu aktivitas untuk mengkaji, mempelajari, mengumpulkan, mencatat, dan menganalisis ruang lingkup suatu pekerjaan secara

Komtmen dtujukan untuk ada dalam dr, dbangun melalu pelathan KIT IPA n, dantaranya adalah komtmen untuk menggunakan KIT IPA dalam pembelajaran, mempertahankan kerja sama dalam satu tm,