• Tidak ada hasil yang ditemukan

Relevansi Pendidikan Akhlak Dalam Kitab Ta’lim Muta’allim Dengan Dunia Pendidikkan

DESKRIPSI PEMIKIRAN BURHANUDIN AL ZARNUJI TENTANG NILAI PENDIDIKAN AKHLAK

B. Relevansi Pendidikan Akhlak Dalam Kitab Ta’lim Muta’allim Dengan Dunia Pendidikkan

Di zaman sekarang ini, tentu berbeda dengan pada saat Al Zaruji masih menuntut ilmu. Dengan realita yang ada saat ini banyak sekali kita lihat bahwa moral atau akhlak sudah tidak diperhatikan lagi. Orang tua hanya melihat hasil pendidikan yang dapat dilihat oleh mata saja bukan dari akhlak dari seorang anak. Lembaga pendidikan seharusnya mendidik anak dalam bidang jasmani dan rohani secara seimbang supaya tercipta anak bangsa yang unggul dalam berakhlak. Akan tetapi sekarang berubah makna, anak yang berpendidikan belum tentu berakhlak baik. Sudah bukan hal yang tabu lagi, kita melihat secara fakta bahwa pejabat-pejabat di Negara kita khususnya sekarang ini mereka berpendidikan tinggi, bahkan tak jarang mereka lulusan dari perguruan tinggi di luar Negeri namum mereka tak sedikit yang kering akan aspek spiritual terutama akhlak.

Pemikiran-pemikiran dari seorang Al Zarnuji cukup relevan untuk mengembalikan pendidikan pada fungsinya. Melihat dunia pendidikan sekarang sangat ironis banyak seorang pendidik atau guru yang sudah kehilangan wibawa dan di segani oleh murid-muridnya, alhasil banyak guru yang dilaporkan muridnya dengan tuduhan kekerasan kepada murid, padahal bila melihat hal yang dilakukan guru adalah sebuah peringatan kepada muridnya supaya muridnya menjadi seseorang yang lebih baik. Oleh karena itu konsep hubungan antara guru yang berwibawa namun tetap akrab dengan murid harus ada. Wibawa seorang guru dan akrab dengan murid adalah dua

unsur yang sangat esensial untuk membentuk lingkungan pendidikan yang baik, benar dan sehat. Seorang guru yang wibawa, disegani dan akrab dengan murid akan mampu membentuk kepribadian seorang murid dalam hal akhlak yang baik bukan sekedar memberi pelajaran yang meningkatkan intelektual saja.

Ketaatan kepada guru dan orang tua harus ditanamkan sejak awal. Karena akan membentuk kepribadiaan seorang anak dalam menuntut ilmu. Seorang murid yang ta’dzim dengan guru dia akan dipermudah dalam segala hal,

seperti proses masuknya ilmu yang diberikan seorang guru kepada murid. Selain itu seorang pencari ilmu harus berakhlak baik terhadap diri sendiri dan kepada teman-temannya.

Oleh karena itu lembaga pendidikan di Indonesia khususnya, harus bisa memproduksi calon-calon pemimpin bangsa yang kaya akan moral dan akhlak yang baik sesuai kaidah-kaidah Islam. Karena apabila akhlak sudah baik secara otomatis hal apapun akan membaik. Walaupun hal tersebut tidak mudah, berbagai elemen harus saling mendukung baik lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat dan lingkungan pendidikan.

C. Kelebihan dan Kelemahan Pemikiran Al Zarnuji Terhadap Pendidikan

1. Kelebihan Al Zarnuji Tentang Pendidikan

Konsep pendidikan beliau tertuang dalam karya monumentalnya, kitab

“Ta’lim al-Muta’allim Thuruq al-Ta’allum”. Kitab ini diakui sebagai karya yang monumental dan sangat diperhitungkan keberadaannya. Kitab ini juga banyak dijadikan bahan penelitian dan rujukan dalam penulisan

karya-karya ilmiah, terutama dalam bidang pendidikan. Kitab ini tidak hanya digunakan oleh ilmuwan Muslim saja, tetapi juga dipakai oleh para orientalis dan penulis barat.

Keistimewaan lain dari kitab Ta’lim Muta’allim ini terletak pada materi yang dikandungnya. Meskipun kecil dan dengan judul yang seakan-akan hanya membahas metode belajar, sebenarnya esensi kitab ini juga mencakup tujuan, prinsip-prinsip dan strategi belajar yang didasarkan pada moral religius. Kitab ini tersebar hampir ke seluruh penjuru dunia. Kitab ini juga dicetak dan diterjemahkan serta dikaji di berbagai dunia, baik di Timur maupun di Barat. Di Indonesia, kitab monumental tersebut dikaji dan dipelajari hampir di setiap lembaga pendidikan klasik tradisional seperti pesantren, bahkan di pondok pesantren modern.

Al Zarnuji mengutamakan akhlak seseorang murid kepada guru, akhlak sesama penuntut ilmu, dan akhlak kepada ilmu. Materi-materi di dalamnya sangat mudah dipelajari dan dipahami. Materi ini telah menggali dan menghidupkan kembali nilai-nilai etika dalam proses pendididkan dan sekaligus menjadikan sebagai dasar pembentukan akhlak dan landasan dalam membina hubungan yang harmonis antara guru dengan murid yang berorientasi pada hubungan yang etis humanis. Karena orientasi pendidikannya bertujuan untuk kebahagiaan dunia akhirat.

2. Kelemahan Al Zarnuji Tentang Pendidikan

Melihat dari situasi dan kondisi Al Zarnuji hidup maka berbeda sekali dengan situasi dan kondisi pada zaman saat ini. Dan menjadi sebuah persoalan konsep pendidikan yang ditawarkan Al Zarnuji apakah masih relevan dengan dunia pendidikan saat ini. Salah satu contoh adalah peran dan perilaku dalam menghormati guru. Jika pendapat Al Zarnuji disampaikan secara eksklusif maka yang pada akhirnya terjadi adalah kepatuhan murid tanpa syarat kepada seorang guru. Disinilah pada nantinya pendidikan akan kehilangan signifikansinya. Jadi kelemahan yang dimungkinkan muncul dari pemikiran Al Zarnuji adalah pemahaman yang tekstual terkait dengan karyanya, akan membuka peluang munculnya sikap ketergantungan.

BAB V PENUTUP

A. KESIMPULAN

Setelah dilakukan pembahasan dan analisis mulai dari bab I sampai dengan bab IV, guna menjawab pokok permasalahan dalam penelitian yang dilakukan, maka ada beberapa hal yang menjadi titik tekan sebagai kesimpulan dalam skripsi ini, yaitu:

1. Nilai-nilai pendidikan akhlak dalam kitab Ta’limul Muta’allim

a. Didalam kitab ini Al Zarnuji menuliskan beberapa akhlak yang harus dipenuhi oleh setiap murid dalam mencari ilmu, yang pertama adalah akhlak kepada Allah, akhlak terhadap manusia dan akhlak terhadap ilmu. Berikut penjelasannya :

1) Akhlak terhadap Allah SWT yang ditekankan pada kitab ini adalah seorang pencari ilmu harus pandai-pandai bersyukur atas yang diberikan Allah kepada kita dan ketika seorang sudah mempunyai ilmu dia harus bisa mengamalkan ilmu yang dia miliki, bukan sekedar mengetahuinya saja dengan cara beramar

ma’ruf nahi mungkar.

2)Akhlak kepada manusia, penulis membaginya menjadi 3, yaitu a) Berakhlak pada diri sendiri, dengan cara dia bisa bersikap

santun kepada semua orang terutama kepada orang yang berilmu dan yang lebih tua dari dirinya, kemudian dia harus

berilmu harus menghindari perilaku-perilaku atau akhlak yang

tidak baik khususnya sifat tama’, sombong dan dengki terhadap orang lain.

b) Akhlak murid kepada utstadz. Seorang murid harus bisa menghormati dan memuliakan gurunya.

c) Akhlak kepada teman. Kita harus berakhlak baik kepada teman, harus bisa berkasih sayang. Ketika mencari teman harus pandai memilih teman seperti teman yang tekun dalam

belajar, wira’i, dan jujur. Kemudian kita bisa menghindari

dari teman yang pemalas, pengangguran, banyak bicara, suka memfitnah dan suka mengacau.

3)Seorang pencari ilmu harus bisa berakhlak baik kepada ilmu, maksudnya dalam mencari ilmu seseorang harus bisa tabah dan sabar karena pasti banyak godaan dan rintangan entah itu dari diri sendiri maupun lingkungan diman kita mencari ilmu.

b. Pedidikan akhlak merupakan proses pengembangan nilai-nilai akhlak pada diri sehingga terbangun pribadi yang berakhlakul kariamah dan tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan penulis dalam

kitab Ta’limul muta’allim ini dalam mencari ilmu seseorang harus

melalui beristiqomah dan sabar, kemudian dalam bergaul dengan

teman serta ta’dzim kepada guru harus menggunakan adab-adab yang sudah tertulis dalam pemaparan di atas.

2. Relevansi nilai-nilai pendidikan akhlak dalam kitab Ta’lim muta’allim

dengan pendidikan.

Dalam penelitian ini penulis menitik beratkan kepada dua faktor dalam pendidikan, yaitu pendidikan intelektual dan pendidikan moral. Penekanan Al Zarnuji terhadap dua aspek tersebut bisa menjadi sebuah jawaban dari dunia pendidikan sekarang yang krisis akan moral dan lebih menekankan kepada aspek intelektual saja. Bagi beliau pendidikan yang dilakukan setiap orang bukan untuk menghasilkan manusia yang baik dalam lahirnya saja, namun Al Zarnuji menginginkan seseorang yang telah berilmu bisa baik secara batiniahnya dan perbuatannya. Yang terpenting adalah proses dalam mencari ilmu, hasil yang baik adalah sebuah penghargaan bagi seorang pencari ilmu.

B. SARAN

Berdasarkan pembahasan dalam penelitiaan diatas, penulis memberikan saran yang bersifat membangun kepada pihak-pihak yang terkait dengan dunia pendidikan, yaitu :

1. Pemerintah khususnya Kementrian Agama dan kementrian pendidikan harus lebih menitik beratkan kepada pendidikan akhlak terhadap peserta didik, tanpa melupakan dan mengurangi aspek intelektualitasnya.

2. Seorang pendidik harus bisa menbaca situasi pendidikan modern ini, dan tetap profesional serta berpegang teguh kepada nilai-nilai pendidikan akhlak dalam agama Islam.

3. Seorang peserta didik harus sadar diri dan tetap istiqomah serta sabar dalam mencari suatu bidang keilmuaan.

4. Untuk para mahasiswa fakultas tarbiyah dan ilmu keguruan harus peka terhadap kondisi pendidikan di Negara ini, dan terus mencari jalan keluar terhadap permasalahan-permasalahan yang ada serta terus menggali kembali pemikiran-pemikiran tokoh pendidikan baik yang klasik maupun modern yang pas untuk diterapkan di Indonesia.

C. PENUTUP

Alhamdulillahirobbil’alamin, penulis panjatkan kehadirat Illahi Robbi Sang Maha Pengatur dan Pencipta Alam Semesta, yang telah memberikan hidayah dan taufiq-Nya. Sehingga penulis telah dapat menyelesaikan skripsi

ini dengan judul “Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak dalam Kitab Ta’limul Muta’allim Karya Burhanuddin Al Zarnuji“ yang masih jauh dari sempurna. Maka untuk kesempurnaan skripsi ini, penulis menerima masukan, kritik, dan saran. Penulis juga menyadari bahwa tanpa bimbingan dari dosen pembimbing tentu penulis akan mengalami kesulitan dalam penulisan skripsi ini. Oleh sebab itu, tidak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dra. Urifatun Anis, M.Pd.I selaku dosen pembimbing skripsi. Semoga segala amal kebaikannya dibalas oleh Allah SWT. Akhir penulisan ini penulis berharap dengan keridhoan Allah SWT. Semoga skripsi ini bisa bermanfaat, terutama terhadap penulis sendiri dan para pembaca yang budiman pada umumnya. Aamiin.

DAFTAR PUSTAKA

Achmad, Mudlor. 1997. Etika dalam Islam. Surabaya: Al Ikhlas

Afandi, Mochtar dan Maemonah, Reward dan Punishment Sebagai Metode Pendidikan Anak Menurut Ulama Klasik (Studi Pemikiran Ibnu Maskawih, Al-Ghozali Dan Al-Zarnuji), (Semarang: Tesis Program Pasca Sarjana IAIN Walisongo; 2001), hlm. 52, t.d

Al Ghulayani, Musthafa.t.th, ‘idzatun Nasyi’in. Surabaya: al Hidayah Al Zarnuji, t.th, Ta’limul Muta’allim.

As’ad, Aliy, 2007. Terjemah Ta’limul Muta’alim. Kudus: Menara Kudus

Asrori, Muhammad. 2008. Psikologi Perkembangan. Bandung: CV Wacana Prima

Baharuddin dan Esa Nur wahyuni, 2010, Teori Belajar dan Pembelajaran, Jogjakarta: Ar-Ruzz media

Darajat, Zakiyah. 1984. Dasar-Dasar Agama Islam(Buku Tesk Pendidikan Agama Islam Pada Perguruan Tinggi Umum). Jakarta. Bulan Bintang

Depag RI. 1991/1992. Himpunan Peraturan Perundang-undangan Sistem Pendidikan Nasional, Jakarta. Dirjend. Binbaga Islam (di dalam buku dasar2 ilmu pendidikan Hasbullah)

Ensiklopedia Pendidikan. 2009.

Hamka. 1992. Akhlaqul Karimah. Jakarta: Pustaka Panjimas

Hasbullah. 2009. Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada

Imam Tholkhah dan Ahmad Barizi. 2004. Membuka Jendela Pendidikan mengurai Akar Tradisi dan Interaksi Keilmuan Penidikan Islam. Jakarta. PT. Raja Grafindo Persada.

Iqbal, Muhammad Abu. 2015. Pemikiran Pendidikan Islam Gagasan-gagasan Besar Para ilmuan Muslim. Yogyakarta:Pustaka Pelajar

Langgulung, Hasan,1988 Pendidikan Islam Menghadapi Abad ke 21,Jakarta: Pustaka al-Husna

. 1989. Manusia dan Pendidikan : Suatu Analisa Psikologi dan Pendidikan. Jakarta: Pustaka al-Husna

Nasir. 1991. Tinjauan Akhlak. Surabaya: Al-Ikhlas

Nata, Abudin. 2001. Pemikiran Para Tokoh Pendidikan Islam. Jakarta: PT. Raja Grafindo

Omar Mohammad al-Taumy al-Syaibani. 1979. Falsafah Pendidikan Islam, terj. Hasan Langgulung. Bandung: Bulan Bintang

Pedoman Penulisan Skripsi dan Tugas Akhir STAIN Salatiga. 2008

Pimay, Awaluddin. 1999. Konsep Pendidik dalam Islam (Studi Komparasi atas Pandangan al-Ghozali dan al-Zarnuji). Semarang. Tesis PPS IAIN Walisongo Semarang.

Qabbani, Marwan. 1981. Syeikh Al Zarnuji. Beirut: Dar Al Maktab Al Islami Sarosa, Samiaji. 2012. Penelitian Kualitatif Dasar-Dasar. Jakarta: Indeks Sudarto, Abdul Hakim. 1995. Islam Berbagai Perspektif. Yogyakarta: LPMII Suwarno. 1985. Pengantar Umum Pendidikan, Jakarta, Aksara Baru (di dalam

buku dasar2 ilmu pendidikan Hasbullah)

Syikh Ibrahim bin Ismail. 1993. Syarku Ta’lim Al-Muta’allim. Semarang: CV. Toha Putra

Syukur, Amin, 2010. Studi Akhlak. Semarang. Walisongo Press

Toha, Chabib. 1996. Kapita Selekta Pendidikan Agama Islam. Yogyakarta. Pustaka Pelajar

DAFTAR NILAI SKK

Nama : Muhammad Bayu Pamungkas

NIM : 111-12-110

Fakultas : Tarbiyah dan Ilmu Keguruuan Jurusan : Pendidikan Agama Islam Dosen Pembimbing :

No Nama Kegiatan Pelaksanaan Keterangan Nilai 1. OPAK STAIN Salatiga

2012

05-07 September 2012

Peserta 3 2. OPAK Jurusan Tarbiyah

STAIN Salatiga 2012 08-09 September 2012 Peserta 3 3. Orientasi Dasar Keislaman “Membangun Karakter Keislaman Bertaraf Internasional di

Era Globalisasi Bahasa”

10 September 2012 Peserta 2 4. Seminar Entrepreneurship dan Perkoperasian “Explore Your Entrepreneurship Talent” 11 September 2012 Peserta 2 5. Achievment Motivation

Training “Dengan AMT,

Bangun Karakter Raih

Prestasi”

12 September 2012 Peserta 2

6. Library user education 13 September 2012 Peserta 2 7. Seminar Nasional LPM Dinamika “Urgensi Media dalamPergulatan Politik” 29 September 2012 Peserta 8 8 Masa Penerimaan Anggita Baru PMII

“Membentuk Militansi

Kader Menuju

Mahasiswa Yang Ideal”

05-07 Oktober 2012 Peserta 2

9 PLCPP ke 22

Sebagai Pembentuk karakter Pandega yang Berdisiplin dn

Berkredibilitas tinggi untuk Membangun

Indonesia”

10 Pertandingan Futsal Persahabatan Racana Se-Kota Semarang Dan Sekitarnya

9 Desember 2012 Peserta 2

11 Surat Keputusan

Pengangkatan Pengurus HMJ Tarbiyah STAIN Salatiga Masa Bakti 2012-2013

17 Januari 2013 Pengurus 4

12 Pelatihan Karya Tulis Ilmiah HMJ Tarbiyah

“Karya Ilmiyah Sebagai

Wujud Pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi” 16 Maret 2013 Panitia 3 13 Seminar Nasional DEMA STAIN “Ahlussunnah Waljamaah dalam Perspektif Islam Indonesia” 26 Maret 2013 Peserta 8

14 Seminar Nasional dan Dialog Publik HMJ

Tarbiyah dan Syari’ah “Minimnya Pasokan

energy, Pembatasan Subsidi BBM dan Peran Masyarakat dalam

Penghematan Energi”

20 April 2013 Panitia 8

15 Seminar Pendidikan HMJ Tarbiyah

“Menimbang Mutu dan

Kwalitas Pendidikan di Indonesia” 2 Mei 2013 Panitia 3 16 Pelatihan Strategi Sukses Kuliah 8 Juni 2013 Peserta 2 17 Seminar Nasional DEMA STAIN “Mengawal Pengendalian BBM 08 Juli 2013 Peserta 8

Bersubsidi, Kebijakan BLSM Yang Tepat Sasaran Serta Pengendalian Inflasi Dalam Negeri Sebagai Dampak Kenaikan Harga BBM Bersubsidi 18 Surat Keputusan Panitia

OPAK Jurusan Tarbiyah STAIN periode 2013

26 Agustus 2013 Panitia 3

19 Sosialisasi dan Silaturahmi Nasional HMJ Tarbiyah dan Syari’ah “Sosialisasi UU

No.1 th 2013, Peran Serta Fungsi OJK dan Peran Pemerintah dalam Pengawasan LKM (Lembaga Keuangan Mikro) 30 September 2013 Panitia 8 20 Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan dan Seminar Nasional “4

Pilar Kebangsaan Untuk Mempertegas Karakter

Ke Indonesiaan”

24 Oktober 2013 Peserta 8

21 Sosialisasi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika

25 Oktober 2013 Peserta 8

22 Surat keputusan KPUM dan PANWASLU Mahasiswa tahun 2013

31 Oktober 2013 Pengurus 3

23 Seminar Nasional HMJ Tarbiyah “Guru Kreatif

dalam Implementasi

Kurikulum 2013”

18 November 2013 Panitia 8

24 Dialog Energi “Dampak

Kenaikan Tarif Dasar Listrik Terhadap Perekonomian Indonesia, Solusi Menciptakan Listrik Murah Untuk Rakyat Kecil dan Industri dalam

negeri”

12 Desember 2013 Peserta 2

PMII “Menciptakan

keseragaman dalam Management Administrasi dan

Keuangan Demi Menuju

Tertib Organisasi”

26 Sosialisasi HIV/ AIDS

PCNU Salatiga “Pelajar

Berkualitas Tanpa HIV/AIDS, pelajar Berakhlak Tanpa Diskriminasi Pelaku HIV/AIDS” 06 April 2014 Peserta 2

27 Pendidikan dan Latian Keprofesian HMJ Tarbiyah “Mencerahkan Dunia Pendidikan Melalui Kreatifitas Guru” 13-14 Mei 2014 Panitia 3 28 Seminar Regional FK-WAMA “Rekontruksi Karakter Mahasiswa dalam Upaya Pembangunan Menuju Magelang Yang Beretika

dan Berpendidikan” 13-14 September 2014 Panitia 3 29 PERBASIS (Perbandingan Bahasa Arab Bahasa Inggris) CEC dan ITTAQO

27 November 2014 Peserta 2

30 Seminar Regional

FK-WAMA “Menggali Ilmu

Pendidikan Islam dalam Kesenian Tradisional Kubro Siswo” 20 Maret 2015 Panitia 3 31 Seminar Nasional Kewirausahaan DISPERINDAGKOP

Salatiga “Jiwa Muda, Berani Berwirausaha”

30 Oktober 2015 Peserta 8

32 IAIN bersholawat dan Orasi Kebangsaan

“Menyemai Nilai-Nilai Islam Indonesia Untuk Memperkokoh NKRI Dalam Mewujudkan

Dokumen terkait