BAB II URAIAN TEORITIS
3.7 Reliabilitas Data
Untuk memperoleh reliabilitas dan validitas kategori isi berita mengenai Kota Medan maka perlu diadakan pengujian pada dua orang juri atau koder. Uji reliabitas merupakan pengujian yang menunjukan sejauh mana alat ukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Dalam penelitian ini formula (rumus) yang digunakan untuk menghitung derajat reliabilitas dari satu alat ukur adalah formula Holsti. Formula holsti adalah hasil kesepakatan antar juri yang dijadikan koefisien reliabilitas. Untuk mencapai reliabilitas antar juri, peneliti ini menggunakan rumus Holsti, yaitu:
(Eriyanto, 2001:290).
2M Koefisien Reliabilitas = ---
N1 + N2
Keterangan:
M : Jumlah pernyataan ( Coding ) yang disetujui oleh masing-masing juri N1 : Jumlah pernyataan ( Coding ) yang dibuat oleh juri 1
N2 : Jumlah pernyataan ( Coding ) yang dibuat oleh juri 2
Menurut Lasswell pemberian angka yang menunjukkan kesamaan antara pelaksana koding sebaiknya berkisar antara 70 - 80 persen, dengan demikian proses koding dapat diterima sebagai keterpercayaan.
4.1 Tahap Pelaksanaan Penelitian
Pada bab ini peneliti terlebih dahulu akan menjelaskan tahap-tahap analisis yang dilakukan dan proses analisisnya, serta hasil dan pembahasan hasil penelitian dari judul “Pembentukan citra Kota Medan dalam media cetak (Analisis isi kuantitatif pembentukan citra Kota Medan dalam media cetak Harian Umum Medan Pos edisi Oktober 2018). Melalui bab ini peneliti pun akan membahas dan menguraikan hasil penelitian yang berkaitan dengan pertanyaan-pertanyaan yang terdapat dalam identifikasi masalah dan tujuan penelitian. Melalui penelitian ini peneliti melakukan beberapa tahapan dalam proses tahap pengumpulan data.
Adapun tahapan-tahapannya sebagai berikut:
4.1.1 Tahapan Awal
Tahapan pertama dalam penelitian ini, peneliti melakukan pra penelitian dengan mengamati fenomena yang terjadi dalam memberitakan Kota Medan khususnya surat kabar Harian Umum Medan Pos. Setelah peneliti menemukan fenomene-fenomena yang terjadi, peneliti membuat proposal penelitian agar bisa melanjutkan ke tahap penelitian secara mendalam terhadap fenomena yang terjadi.
Kemudian peneliti berdiskusi dengan dosen pembimbing mengenai isi proposal yang telah diajukan oleh peneliti untuk menjadi proposal yang lebih baik lagi dari sisi isi dan penelitian proposal.
4.1.2 Penelitian Dokumentasi
Setelah melalui tahapan pertama, peneliti selanjutnya melakukan pengumpulan dan pengamatan terhadap objek penelitian yang bertujuan untuk mempermudah peneliti dalam mendapatkan hasil penelitian.
4.1.3 Penelitian Kepustakaan
Penelitian ini juga menggunakan penelitian kepustakaan yaitu mengumpulkan berbagai sumber yang berkaitan dengan masalah penelitian, melalui buku, jurnal, skripsi dan sumber internet yang mendukung penelitian.
Penelitian kepustakaan ini dilakukan guna agar peneliti dapat lebih memahami, mempelajari teori-teori yang berkaitan dengan permasalahan yang dibahas peneliti
sebagai bahan penelitian.
4.2 Proses Pengolahan Data
Pengolahan data dilakukan setelah melakukan beberapa tahap penelitian yang dimulai dari tahap awal, penelitian dokumentasi dan penelitian kepustakaan.
Adapun tahapan-tahapan yang diperoleh adalah sebagai berikut:
4.2.1 Pengumpulan Data
Pada tahapan pengolahan data, peneliti pertama mengumpulkan berita yang layak uji secara keseluruhan. Adapun artikel/berita yang dikumpulkan oleh peneliti yaitu berita mengenai Kota Medan periode 01 Oktober 2018 sampai 31 Oktober 2018.
4.2.2 Penyusunan Kategori
Tahapan kedua peneliti melakukan penyusunan kategorisasi yang bertujuan untuk mempermudah peneliti dalam melakukan pengkodingan data yang sudah dikumpulkan terlebih dahulu.
4.2.3 Proses Pengkodingan
Proses selanjutnya yang dilakukan oleh peneliti adalah pengkodingan.
Proses pengkodingan ini merupakan proses pengelompokkan terhadap semua data yang telah dikumpulkan oleh peneliti terlebih dahulu. Data tersebut dikelompokkan berdasarkan kategorisasi-kategorisasi yang telah dibuat oleh peneliti sebelumnya. Adapun kategorisasinya adalah berita yang terkait Kota Medan.
Proses pengkodingan ini dilakukan oleh dua orang pengkoding. Adapun yang menjadi pengkoding pertama yaitu peneliti sendiri. Sedangkan pengkoding kedua adalah Novita Handayani yang merupakan alumni Ilmu Komunikasi konsentrasi Advertising. Pengkoding kedua ini melakukan proses pengkodingan setelah pengkoding pertama melakukan proses pengkodingan. Sebelum pengkoding kedua melakukan proses pengkodingan, pengkoding pertama terlebih dahulu menjelaskan tentang definisi-definisi dari masing-masing kategorisasi yang telah lebih dahulu dibuat oleh peneliti. Hal tersebut dilakukan agar
memperoleh hasil yang valid dan untuk meminimalisir terjadinya perbedaan persepsi terhadap kategorisasi yang telah dibuat oleh kedua pengkoding.
4.2.4 Uji Reliabilitas
Setelah melakukan beberapa tahapan sebelumnya, peneliti melakukan uji reliabilitas yang berfungsi sebagai alat ukur sejauh mana tingkat kepercayaan antara pengkoding pertama dengan pengkoding kedua. Dalam melakukan uji reliabilitas, peneliti menggunakan rumus yang dikemukakan oleh R. Holsty.
Rumus R Holsty membuat kategorisasi yaitu untuk hasil yang diterima jika hasil uji realibilitas itu di atas 0,7 atau 70% dan sebaliknya jika memiliki nilai dibawah 0,7 atau 70% maka hasil uji reliabilitas tersebut ditolak dan dinyatakan tidak sah.
4.3 Hasil Penelitian
Melalui hasil pengamatan yang sudah dilakukan oleh peneliti terhadap objek penelitian, yaitu berita-berita mengenai pembentukan citra Kota Medan dalam media Cetak Harian Umum Medan Pos. terdapat 5 tone berita yang bersifat negatif, 2 tone berita bersifat netral, dan 24 tone berita bersifat positif.
4.3.1 Berita Yang Bersifat Negatif
Dalam penelitian ini peneliti menemukan 5 kategori yang bersifat Negatif dalam bentuk Straight news. Berikut ini judul-judul berita yang bersifat Negatif dalam halaman pertama surat kabar Harian Umum Medan Pos.
Tabel 4.1
Dalam berita yang diterbitkan surat kabar Harian Umum Medan Pos edisi 01 Oktober – 31 Oktober terdapat 5 berita yang bersifat negatif, diantaranya berita pada tanggal 02 Oktober dengan tema ‘LPJ Wali Kota’ berita ini masuk kategori negatif dimana dalam berita ini menyebutkan belum maksimalnya Pemko Medan dalam melakukan upaya penggalian dan pemanfaatan potensi daerah secara optimal. Pada tanggal 17 Oktober 2018 dengan tema berita ‘Medan Rawan Banjir’
narasumber dari berita ini sendiri merupakan pemerintah kota Medan dan ditujukan kepada masyarakat, terlihat sendiri pada tabel bagaimana judul berita yang menggambarkan Kota Medan kerap kali dilanda banjir hingga masuk kategori menengah.
Kemudian berita pada tanggal 23 Oktober dengan tema ‘Bentrok
Mahasiswa’ narasumber dari berita ini pihak Polri dan ditujukan kepada masyarakat Kota Medan. Kericuhan mahasiswa dengan Satpol PP ini adalah tindakan yang Negatif dimana Mahasiswa yang harusnya jadi contoh serta Satpol PP harus terlibat baku hantam sehingga mencerminkan keadan yang melanggar norma. Selanjutnya terdapat berita negatif pada tanggal 26 Oktober dengan judul
’13 Lagi Papan Reklame Bermasalah Dibongkar’ terlihat dari judul bahwasanya sering terjadi pelanggaran seperti ini di Kota Medan. Terakhir berita pada tanggal 27 Oktober tema berita ‘Aksi Bela Tauhid’ narasumber dari berita ini adalah masyarakat yang terlibat langsung dalam aksi ini serta Polri, aksi ini membuat beberapa titik di Kota Medan macat total di beberapa titik, berita ini ditujukan kepada pihak Polri.
4.3.2 Berita yang Bersifat Netral
Dalam penelitian ini peneliti menemukan 2 kategori yang bersifat Netral dalam bentuk Straight news. Berikut ini lah judul-judul berita yang bersifat Netral dalam halaman pertama surat kabar Harian Umum Medan Pos.
Tabel 4.2
Berita Yang Bersifat Netral No Tanggal
Berita
Judul Berita Tema Berita
SKPD Jenis Berita Narasumber Berita
Kebanjiran Masyarakat Straight News
Polri Netral
(Sumber: Hasil Pengkodingan)
Dalam Berita yang diterbitkan Harian Medan Pos edisi 01 Oktober – 31 Oktober 2018 terdapat 2 berita yang bersifat netral, dimana berita tidak mengarah ke positif dan juga tidak mengarah ke negatif. Berita yang bersifat netral terdapat
pada tanggal 22 Oktober 2018 berita ini ditujukan kepada Dinas Pendidikan Kota Medan dengan judul berita ‘Pelaksanaan Bimtek K-13 guru MTs se-Kota Medan Ditutup’, Bimtek merupakan pelatihan bimbingan teknis, suatu kegiatan dimana peserta diberikan pelatihan yang bermanfaat dalam meningkatkan kompetensi peserta, narasumber dari berita ini adalah tokoh masyarakat, tokoh masyarakat disini seperti orang yang dituakan dalam masyarakat, para ulama serta para penggerak pendidikan. Terakhir berita yang bersifat netral juga yang diterbitkan Harian Umum Medan Pos adalah berita pada tanggal 28 Oktober 2018, dengan judul berita ‘Satu Jam Diguyur Hujan Kota Medan Kebanjiran’, dalam pemberitaan ini menyebutkan banjir terjadi karena ada perbaikan drainase sehingga tidak mampu mengalirkan air hujan secara maksimal. Kota Medan saat ini memang sedang gencarnya membuat drainase di beberapa titik di Kota Medan untuk menimalisir kebanjiran.
4.3.3 Berita yang bersifat Positif
Dalam penelitian ini peneliti menemukan 24 kategori yang bersifat Positif dalam bentuk Straight news dan satu bentuk Feature. Berikut ini judul-judul berita yang bersifat Positif dalam halaman pertama surat kabar Harian Umum Medan Pos:
Tabel 4.3
Berita Yang Bersifat Positif No Tanggal
Berita
Judul Berita Tema Berita SKPD Jenis Berita
Masyarakat Straight News
Gempa Sulteng
Silaturahmi Wartawan Straight News
Tertinggi 2017
Dari tabel di atas dapat dilihat terdapat 25 berita yang bersifat positif dari 31 berita, berita positif diantaranya berita pada tanggal 01 Oktober terlihat dalam pemberitaan Gubernur Sumatera Utara menabur benih ikan di sekitaran Sungai Deli untuk mengupayakan pelestarian lingkungan. Kemudian terdapat berita mengenai MTQN XXVII dimana pada tanggal 03 Gubsu tepung tawari kafilah asal Sumut, tanggal 04 berita mengenai bagaimana pengamanan yang dilakukan Poldasu untuk menjaga kelancaran kegiatan, pada tanggal yang sama juga
Walikota Medan memimpin Apel Siaga Pasokan Listrik untuk melihat sekaligus mengecek sejauh mana persiapan PLN guna mendukung suksesnya festival pemuliaan kitab suci Al-Qur’an. Berita pada tanggal 05 menunjukkan bagaimana kinerja Kapolrestabes Medan dalam menangkap preman yang meresahkan pedagang, pedagang yang berterimakasih memberi ikan kepada Kapolrestabes Medan sebagai ucapan terimaksih. Selanjutnya berita mengenai bagaimana Polsek Medan Barat merayakan hari ulang tahun TNI, dengan judul ‘Polsek Medan Barat Bantu 10 Zak Semen ke Danramil 01 MB’ berita ini terbit pada tanggal 06 Oktober, terlihat dalam pemberitaan Polsek Medan Barat silaturahmi ke kantor Koramil 01 Jl. Skip Medan untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepada TNI yang telah berulang tahun ke 73 tahun, TNI-Polri memang tidak bisa dipecah belah demi mewujudkan institusi sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
MTQN XXVII yang diadakan di Kota Medan membuat banyak pihak ikut terlibat dalam menyukseskan kegiatan terbesar ini. Pada tanggal 07 Oktober surat kabar Harian Umum Medan Pos memberitakan bagaimana Panglima Daerah Militer (Pangdam) I/Bukit Barisan dalam mengamankan kedatangan Presiden yang akan membuka MTQN XXVII. Tanggal 08 presiden diberi gelar dari Kesultanan Deli. Selanjutnya pada tanggal 10 memberitakan Pemerintah Kota Medan mengirim bantuan untuk korban gempa Sulawesi Tengah, masih di tanggal yang sama terdapat berita bagamana Kapoldasu serta Walikota Medan turun langsung kelapangan untuk menanyakan keluhan pedagang. Selanjutnya pada tanggal 11 terdapat berita bagaimana panitia MTQN XXVII membagikan Al-Quran yang bertujuan untuk mendukung kesuksesan MTQN XXVII. Pada tanggal 12 Pemko Medan serahkan bantuan kepada korban kebakaran di Jalan Mangkubumi lingkungan IX, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, bantuan tersebut diserahkan Wakil Walikota Medan Ir Akhyar. Pada tanggal yang sama terdapat berita penutupan MTQN XXVII yang ditutup langsung oleh Wakil Presiden M Jusuf Kalla. Pada tanggal 13 Ketua Dewan Pengawas MTQN XXVII menyebutkan kegiatan MTQN XXVII berjalan baik dan lancar.
Selanjutnya tanggal 15 terdapat berita Walikota Medan apresiasi Car Free Day (CFD) diisi penggalangan dana, kegiatan CFD ini diadakan di Lapangan Merdeka Medan. Tanggal 16 Walikota Mdan lantik sekretaris daerah yaitu Wirya Alrahman mengantikan sekretaris sebelumnya Ir H Syaiful Bahri. Drs H T Dzulmi Eldin menginginkan agar Sekda yang baru mampu berkoordinasi dan berkomunikasi secara produktif. Selanjutnya tanggal 18 Kapolrestabes Medan mengajak wartawan hempang berita Hoax, untuk menghadapi pemilihan presiden mendatang Banyak hal yang dihadapi salah satunya berita Hoax. Maka dari itu Kapolrestabes mengajak Wartawan untuk ikut membantu menghempang berita Hoax. Pada tanggal 21 Harian Umum Medan Pos memberitakan di halaman depannya Walikota Medan mendapat Penghargaan. ‘Gubsu serahkan Rp. 1,2 M Tali Asih Peserta Terbaik MTQN XXVII’ berita ini diterbitkan pada tanggal 23 apresiasi kepada kafilah yang sudah berhasil menempati peringkat tiga peraih medali terbanyak dari 34 Provinsi. Kemudian tanggal 24 terdapat pemberitaan bagaimana Polsek Medan baru bersilaturahmi ke Ponpes Hidayatullah dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional yang ke-3.
Pada tanggal 25 terdapat berita dengan judul ‘Ribuan Sopir Angkot Datangi Kapoldasu’, para sopir angkot se-Kota Medan datang menemui Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Agus Andrianto SH di Mapoldasu Jalan Medan Tanjug Morawa, Medan. Mereka menyatakan dukungan selama kepimpinan Agus Andrianto dalam menjaga kondusivitas terutama menjelang pileg dan pilpres 2019. Selanjutnya tanggal 29 terdapat berita Walikota Medan mengikuti senam jantung sehat, senam ini digelar dalam menjaga kerukunan dan pererat kebersamaan. Kemudian tanggal 30 Dzulmi Eldin selaku Walikota Medan, menyerahkan tali asih kepada 16 kafilah asal Medan. Pemberian ini diharapkan dapat memotivasi untuk terus meningkatkan kemampuan agar meraih prestasi yang lebih baik lagi. Terakhir berita pada tanggal 31 Oktober hari pertama Ops Zebra 2018, Kapolsek Medan Area menghimbau kepada masyarakat agar tertib berkendara dan melengkapi dokumen kendaraan.
4.3.4 Hasil Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui tingkat konsistensi pengukuran, mengetahui apakah kategori yang dibuat sudah operasional dan secara umum yang bertujuan untuk mengetahui tingkat objektivitas penelitian antara pengkoding I dengan Pengkoding II. Uji reliabilitas ini juga berguna untuk melihat apakah hasil pengkodingan antara pengkoding I dengan Pengkoding II diterima atau ditolak. Perhitungan reliabilitas sesuai kategorisasi yang dibuat akan dihitung dengan menggunakan rumus R Holsty.
Untuk mengetahui hasil uji reliabilitas diterima atau ditolak dalam pengkodingan ini. Rumus R Holsty membuat kategorisasi yaitu untuk hasil yang diterima jika hasil uji realibilitas itu di atas 0,7 atau 70% dan sebaliknya jika memiliki nilai dibawah 0,7 atau 70% maka hasil uji reliabilitas tersebut ditolak dan dinyatakan tidak sah.
Berikut ini peneliti akan menampilkan hasil uji reliabilitas antara pengkoding I dan pengkoding II.
Tabel 4.4 Hasil Uji Reliabilitas
Jenis Kategori Hasil Uji Reliabilitas
Berita Negatif 0,9
Berita Netral 0,2
Beruta Positif 0,9
Sumber Hasil Pengkodingan
Sesuai dengan penyajian tabel di atas, dapat dilihat keseluruhan hasil pengkodingan pada setiap kategorisasi diterima. Di kategori berita Negatif terdapat hasil uji reliabilitas 0,9 dapat diartikan dalam hasil pengkodingan antar pengkoding I dengan pengkoding II dapat di terima. Kemudian diberita netral terdapat hasil 0,2 dapat dikatakan pengkodingan antara pengkoding I dan pengkoding II tidak dapat di terima karena hasil yang didapat di bawah 0,7 dimana jika hasil dibawah 0,7 tidak reliable. Kemudian untuk berita positif
terdapat hasil 0,9 dapat diartikan pengkodingan antara pengkoding I dan pengkoding II dapat diterima, karena memiliki hasil di atas 0.7.
Sesuai dengan penyajian tabel tersebut bahwa seluruh kategorisasi yang sudah dibuat peneliti, menjadi acuan dalam melakukan pengkodingan pada penelitian ini. Memiliki hasil uji reliabilitas yang sempurna dan dapat diterima.
Terdapat dua hasil berita yang bersifat negatif dan positif dari uji reliabilitas yang telah dikoding oleh pengkoding I dengan pengkoding II memiliki hasil di atas 0,7 atau 70%. Demikian juga dapat dilihat dari hasil pengkodingan bahwa pengkoding I dengan Pengkoding II memiliki pemikiran yang sama terhadap seluruh kategorisasi yang ada pada lembar pengkodingan. Sehingga seluruh hasil pengkodingan tersebut dapat dinyatakan memiliki hasil yang reliabel.
Namun untuk berita yang bersifat netral hasil pengkodingan yang dilakukan pengkoding I dengan pengkoding II terdapat hasil 0,2 hasil ini di bawah 0,7 atau di bawah 70% yang dimana data dari pengkoding I dengan pengkoding II tidak reliabel sehingga tidak dapat diterima.
4.4 Pembahasan
Sesuai dengan kriteria atau fokus masalah yang telah dibuat peneliti.
Peneliti melakukan pengkodingan terhadap pemberitaan Pembentukan Citra Kota Medan pada Media Cetak Harian Umum Medan Pos. Pada pengkodingan tersebut peneliti menemukan dari 31 berita periode 01 – 31 Oktober 2018 terdapat 5 berita bersifat Negatif, 2 berita bersifat netral serta 24 berita bersifat negatif.
Pers berasal dari kata pers (Belanda), press (Inggris) dan presse (Prancis), berarti ‘tekan’ atau ‘cetak’. Pers merupakan lembaga sosial atau lembaga kemasyarakatan yang merupakan subsistem dari sistem pemerintahan di negara tempat ia beroperasi, bersama-sama dengan subsistem lainnya. Pers adalah sebuah sistem yang terbuka dan probabilistik. Artinya, pers tidak bebas dari pengaruh lingkungan dan di sisi lain, pers juga memberikan pengaruh yang tidak dapat diduga kepada lingkungannya. Fungsi yang diharapkan dari pers adalah (Soyomukti, 2016: 207):
a. Fungsi menyiarkan Informasi. Informasi tersebut berupa gagasan mengenai apa yang dilakukan orang lain, apa yag dikatakan orang lain dan lain sebagainya.
b. Fungsi Mendidik. Fungsi ini dapat bersifat implisit dalam bentuk berita ataupun eksplisit dalam bentuk artikel atau tajuk rencana.
c. Fungsi Memengaruhi. Fungsi yang menyebabkan surat kabar memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat. Media yang terutama memiliki fungsi ini adalah media yang independen, bebas menyatakan pendapat, bebas melakukan kontrol sosial, dan bukan surat kabar organ pemerintah yang membawakan suara pemerintah.
Media Cetak Harian Umum Medan Pos membentuk suatu Kota Medan dengan citra positif, bagian headline pada media cetak ini banyak memberitakan Kota Medan yang bersifat positif, banyak terdapat berita yang berisi masukan kepada masyarakat, seperti pemberitan mengenai pembukaan MTQN XXVII karena Medan yang merupakan tuan rumah pemberitaan yang dimuat tidak mengarah ke negatif. Pemberitan yang diberitakan begitu apik seperti di tanggal 03 Oktober Gubernur Sumatra Utara yaitu Edy Rahmayadi menepung tawari dan melepas kafilah MTQN XXVII di Rumah Dinas Gubsu, serta juga memberitakan bagaimana pengamanan yang diberikan pemerintah. Tanggal 04 Oktober terdapat 2 berita di bagian depan yang memberitakan bagaimana pengamanan yang dilakukan dengan judul berita ‘Kapoldasu: 2.168 Personil Amankan MTQN XXVII’, dan juga ‘Eldin: Sukseskan MTQN XXVII’ berita ini memberitakan kegiatan apel untuk kegiatan MTQN XXVII yang akan berlangsung nanti.
Terdapat juga berita ‘Panitia MTQN XXVII Bagi-Bagi Al-Quran Gratis” serta berita tanggapan Ketua Dewan Pengawas kegiatan MTQN XXVII yang berjalan dengan baik dan lancar dari sisi sarana tempat, penyambutan dan pelayanan semuanya cukup baik, dengan judul berita ‘MTQN XXVII Berjalan Baik dan lancar’, ini merupakan pemberitaan yang membuat Kota Medan sangat bagus dimana Kota Medan sebagai tuan rumah dapat menjalankan kegiatan ini dengan baik.
Harian Umum Medan Pos juga memberitakan Walikota Medan Dzulmi Eldin, merupakan pemimpin yang kegiatannya pastilah jadi contoh bagi masyarakat. Berita yang diberikan bersifat positif seperti pada tanggal 10 Oktober 2018 Wali Kota Medan terjun langsung ke pusat pasar serta pasar petisah untuk menanyakan keluhan para pedagang. Kemudian pada tanggal 15 Oktober Walikota Medan apresiasi CFD diisi penggalangan dana untuk Palu, kegiatan ini dilakukan di Lapangan Merdeka Medan. Untuk mempererat kebersamaan dengan masyarakat Walikota Medan juga melakukan car free day dan senam sehat untuk Sumut, berita ini diterbitkan pada tanggal 29 Oktober serta ditempatkan pada halaman pertama surat kabar Harian Umum Medan Pos, serta juga terdapat pemberitaan Dzulmi Eldin serahkan tali asih kepada 16 kafilah asal Medan, ini merupakan wujud apresiasi dan ungkapan rasa syukur sekaligus terimakasih atas prestasi yang ditorehkan pada kafilah asal Kota Medan yang memperkuat kontingen Provinsi Sumatera Utara saat mengikuti MTQN XXVII.
Terdapat juga berita yang memperingati hari ulang tahun TNI yang ke 73 dimana dalam berita ini Polsek Medan Barat turun langsung ke kantor Koramil 01 Jalan Sekip Medan untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepada TNI yang telah berulang tahun, dengan judul berita ‘Polsek Medan Barat Bantu 10 zak semen ke Danramil 01 MB’, serta juga berita ‘Polsek Medan Baru Silaturahmi ke Ponpes Hidayatullah’. Silaturahmi ini merupakan rangkaian dalam menyambut Hari Santri Nasional ke-3, dalam pemberitaan ini terlihat bagaimana Polsek Medan ikut berpartisipasi dalam perayaan yang dapat mempererat hubungan.
Pemberitaan yang diberitakan surat kabar Harian Umum Medan Pos tidak hanya berita yang memuat berita positif. Terdapat juga berita negatif dari hasi pengkodingan yang dilakukan pengkoding I dan pengkoding II hasil yang didapat 0,9 hasil ini di atas 0,7 sehingga dapat dikatakan hasilnya diterima. Terdapat lima berita yang bersifat negatif diantaranya berita mengenai ‘DPRD Medan Sahkan LPJ Wali kota 2017’ ini merupakan berita laporan pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, dimana dalam berita menunjukkan selama tahun 2017 Pemko Medan belum melakukan langkah konkrit dan tegas terhadap penetapan prioritas kebijakan dalam upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di setiap masing-masing satuan kerja perangkat
daerah. Kemudian berita Kota Medan masuk kategori menengah rawan banjir.
Banjira dalam satu daerah merupakan penilaian yang tidak baik dimata masyarakat, dimana banjir sendiri dapat menimbulkan kemacetan serta dapat dinilai kurang bagusnya fasilitas seperti selokan atau saluran pembuangan air dikota tersebut. Surat kabar Harian Umum Medan Pos memberitakan hal seperti ini dan ditempatkan di halaman depan di mana para pembaca surat kabar pastikan menilai Kota Medan sebagai kota rawan banjir di waktu musim penghujan.
Berita yang bersifat negatif juga terdapat pada berita ‘Mahasiswa ITM Bentrok Vs Satpol PP Medan’. Bentrokan antara mahasiswa Institut Teknologi Medan dengan petugas Satpol PP terjadi didepan kampusnya Jalan Gedung Arca,
Berita yang bersifat negatif juga terdapat pada berita ‘Mahasiswa ITM Bentrok Vs Satpol PP Medan’. Bentrokan antara mahasiswa Institut Teknologi Medan dengan petugas Satpol PP terjadi didepan kampusnya Jalan Gedung Arca,