• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN TEORI

2) Remaja dan Perkembangannya

Ada banyak definisi yang dapat diambil untuk memperoleh pengertian tentang remaja, diantaranya:

1) Save M. Dagun, menerangkan bahwa remaja merupakan tahap pertumbuhan anak menuju dewasa, yang terjadi mulai saat puber sampai usia 17-18 tahun.25

2) WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) sebagaimana yang dikutip oleh Sarlito Wirawan Sarwono, mendefinisikan bahwa remaja adalah suatu masa di mana:

2) Individu berkembang dari saat pertama kali ia menunjukan tanda-tanda seksual sekundernya sampai saat ia mencapai kematangan seksualnya.

3) Individu mengalami perkembangan psikologis dan identifikasi dari kanak-kanak menjadi dewasa.

4) Terjadi peralihan dari ketergantungan social ekonomi yang penuh kepada keadaan yang relative lebih mandiri.26

3) Sarlito Wirawan Sarwono, menerangkan bahwa masa remaja adalah masa peralihan dari anak-anak menjadi dewasa, bukan hanya dalam artian psikologis tetapi juga fisik. Bahkan perubahan fisik yang terjadi itulah yang merupakan gejala primer sebagai akibat dari perubahan-perubahan fisik itu.27

a. Sopyan S. Willis, mengemukakan bahwa masa remaja merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak ke masa dewasa dan pada masa remaja ini terdapat guncangan pada individu remaja itu terutama dalam melepaskan nilai-nilai lama dan memperoleh nilai-nilai yang baru untuk mencapai kedewasaan.28

25

Save M. Dagun, Kamus Besar Ilmu Pengetahuan, (Jakarta:LPKN, 1997), hlm. 956.

26

Sarlito Wirawan Sarsono, Psikologis Remaja, (Jakarta: Rajawali Press, 2000), hlm. 6.

27

Ibid. hlm. 51.

28

b. M. Alisuf Sabri, menerangkan bahwa masa remaja merupakan masa yang penting dalam rentang kehidupan. Masa ini dikenel sebagai suatu periode peralihan, suatu masa perubahan usia bermasalah saat dimana individu mencari identitas usia yang menakutkan, masa tidak realistis dan masa amabang dewasa.29

Dari beberapa definisi di atas, dapat di garis besarkan bahwa remaja adalah suatu masa transisi, yaitu masa peralihan dari kanak-kanak ke masa dewasa yang di dalamnya mengalami semua perkembangan vsebagai persiapan memasuki masa dewasa. Remaja adalah masa yang penuh dengan perubahan-perubahan yang amat cepat menyangkut segi pertumbuhan dan kejiwaan maupun yang bersifat sosial. Sehingga nampak adanya perubahan-perubahan itu yang menyebabkan gejolak-gejolak kejiwaan yang terefleksikan dalam perilaku sehari-hari yang kadang terlihat normal dan kadang bernilai menyimpang.

b. Batas Usia Remaja dan Ciri-cirinya

1) Batas usia remaja

Sehubungan dengan adanya pembagian tahap-tahap kehidupan kedalam masa kanak-kanak remaja dan dewasa, maka otomatis secara langsung pasti ada pembagian batas usia untuk seseorang dapat memasuki criteria tahap-tahapan masa kehidupan tersebut. Kapan seseorang diokatakan memasuki masa remaja?

29

M. Alisuf Sabri, Pengantar Psikologi Umum dan Perkembangan anak dan Remaja, (Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya, 1997), cet. Ke-2, hlm. 160.

Zakiah Drajat berpendapat bahwa:

“Pada umumnya permulaan masa remaja itu dapat diketahui dengan mudah dan hampir sama pada setiap anak, yaitu kira-kira pada usia 13 tahun (misalnya mimpi pada anak lakij-laki dan haid bagi anak perempuan) akan tetapi kapan berakhirnya masa remaja itu agak sukar menentukannya, kaerena berbagai factor ikut mempengaruhi, namun pada umumnya para ahli jiwa cenderung untuk mengatakan bahwa pada masyarakat maju, berakhirnya masa remaja adalah pada usia 251 tahun, dimana segala macam pertumbuhan atau perubahan cepat dapat dikatakan berakhir”.30

Sedangkan menurut Aris Toteles sebagaimana yang ditulis dalam buku Sarlito Wirawan Sarwono, yang membagi jiwa manusia dikaitkan dengan tahap perekembangan jiwa terbagi menjadi :

1. Usia 0-7 tahun adalah masa kanak-kanak (infancy).

2. Usia 7-14 tahun adalah masa kanak-kanak (Boy hood).

3. Usia 14-21 tahun adalah masa dewasa muda (Young Man Hood).31

Pandangan Aries Toteles ini sampai sekarang masih berpengaruh pada dunia modern kita, antara lain dengan tetap dipakainya batas usia 21 tahun dalam kitab-kitab hokum diberbagai Negara sebagai batas akhir usia remaja.

Dari pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa remaja adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak sampai sebelum menginjak dewasa atau ketika aseseorang berumur antara 13-21 tahun.

30

Zakiah Drajat, Kesehatan Mental, (Jakarta: Bulan Bintang, 1983), hlm. 122.

31

b. Ciri-ciri Remaja

Setiap tahap atau masa pertumbuhan dalam kehidupan manusia masing-masing mempunyai keadaan psikologis tersendiri. Masa remaja dengan batasan usia seperti yang disebutkan di atas, juga mempunyai keadaan fisik tersendiri.

Ciri-ciri fisik remaja secara umum adalah, tubuh bertambah kekar, kumis dan jenggot mulai tumbuh (bagi Pria) dan pada remaja wanita mempunyai ciri-ciri, payudara mulai tumbuh, tambah ramping dan pinggul mulai padat dengan jaringan lemak.32

Ciri-ciri fisik ini sama halnya dengan cirri-ciri yang digambarkan oleh Fuad Kauma dalam bukunya yang berjudul Sensasi Remaja Dimasa Puber, yaitu :

a. pertumbuhan badan yang sangat pesat.

b. kelenjar kelamin berfungsi dan matang.

c. Pada laki-laki suaranya membesar dan tumbuh bulu pada bagian tertentu (kelamin) pada tubuhnya.

d. Pada anak wanita, pinggulnya nampak membesar serta buah dadanya mengembang dan tumbuh bulu pada kelaminnya.

Drs. H. Salimun A. Nasir membagi cirri-ciri remaja menjadi dua, yaitu :

a. Remaja awal, dengan cirri-ciri :

1. Kemampuan perasaan dan emosi tidak stabil.

32

A.W. Widjaya Kusuma, Masalah Kenakalan Remaja dan Penyalahgunaan Narkoba, (Bandung: Armico, 1985), hlm. 2.

2. Mental dan daya pikir mulai agak sempurna.

3. Hal sikap dan moral, menonjol pada menjelang akhir masa remaja awal.

4. Remaja awala adalah masa kritis.

5. Banyak masalah yang dihadapinya.

6. Timbul dorongan-dorongan seks.

b. Remaja akhir dengan ciri-ciri :

a. Stabilitas mulai timbul dan meningkat.

b. Citra diri dan sikap pandangan lebih realistis.

c. Perasaan lebih tenang.

d. Matang dalam menghadapi masalah.33

Sebenarnya, masalah-masalah wajar yang dihadapi remaja akhir relative sama dengan masalah yang dihadapi remaja awal, perbedaannya hanya terletak pada cara menghadapi dan memecahkan masalah tersebut saja.

Jika dalam masa remaja awal umumnya masalah tersebut dihadapi dengan sikap bingung, maka pada masa remaja akhir, mereka menghadapi masalah tersebut secara lewbih tenang dan matang.

Adapun mengenai cirri-ciri psikis yang terdapat dari remaja adalah adanya beberapa kecenderungan-kecenderungan untuk meniru, kecenderungan tertarik

33

pada lawan jenis, kecenderungan mencari idola, kecenderungan mencoba pada hal-hal baru dan emosinya mulai mudah meletup.

c. Perkembangan Keberagaman Remaja

Quraish Shihab mendefinisikan keberagaman yakni :

“Tidak hanya berorientasi pada bentuk-bentuk peribadatan yang bersifat superficial atau menekankan aspek-aspek “Luaran” semata, melainkan lebih pada terjadinya keseimbangan antara aspek-aspek “luaran” dengan sikap bathin atau aspek “dalam” .34

Kata keberagaman berasal dari kata agama, yang mendapat awalan ke- dan akhiran –an. Dalam kamus besar Bahasa Indonesia agama berasal dari bahasa Sanksekerta yang artinya tidak kacau, diambil dari dua kata, a berarti tidak dan gama berarti kacau.35

Secara lengkapnya agama adalah peraturan yang mengatur manusia agar tidak kacau. Menurut maknanya, kata agama dapat disamakan dengan kata Religion

(Inggris), Religie (Belanda) atau berasal dari bahasa latin Religio, yaitu dari akar kata Religare yang berarti mengikat.36

Agama dalam bahasa arab dikenal dengan kata “ad-dien”, yang mengandung berbagai arti, yaitu al-ihsan (kebajikan), al-ibadat (pengabdian), ah-tha’at (taat), dan Ial-islam at-tauhid (penyerahan dan pengesaan tuhan).37

34

Quraish Shihab, Membumikan Al-qur’an, (Bandung: Mizan, 1992), cet. Ke-1, hlm.210.

35

H. Dadang Kahmad, Metodologi Penelitian Agama: Perspektif Ilmu Perbandingan Agama, (Bandung: Pustaka Setia, 1999), cet. ke-1, hlm.47.

36

Ibid., hlm. 22.

37

Remaja dan pemuda merupakan kelompok usia yang sangat potensial. Itu sebabnya generasi muda seringkali disebut sebagai generasi harapan; harapan dirinya sendiri, keluarga, masyarakat, agama, bangsa dan Negara. Dalam konteks kemasjidan generasi muda juga menjadi tulang punggung dan harapan besar bagi pemakmuran masjid pada masa kini dan masa mendatang.

Karena itu, islam juga memandang generasi muda sebagai harapan. Ini nampak pada perhatian Allah SWT dan Rasul-Nya yang begitu besar terhadap generasi muda. Bahkan Allah dan Rasul-Nya mengisaratkan bahwa, meskipun seseorang berada dalam usia yang muda, dia bias hidup dengan baik sebagaimana ketentuan ajaran Islam, tidak sebagaimana pandangan sebagian masyarakat kita yang menganggap usia mukda adalah usia untuk santai, hura-hura dan bebas melakukan maksiat sehingga bila generasi muda melakukan hal-hal yang tidak benar, maka hal itu sering kali mudah dimaklumi, “yah namanya juga anak muda”, begitu kata mereka.

Diantara isyarat Allah akan pentingnya generasi muda adalah diceritakan-Nya kisah sekelompok pemuda yang istiqomah dalam mempertahankan akidah Islamiah meskipun harus berhadapan dengan pengusa yang dzalim dan akhirnya mereka bersembunyi didalam goa. Kisah ini diabadikan Allah didalam surat Al-Kahfi. Sementara, Rasulallah SAW disamping banyak sekali sahabatnya yang lebih muda bahkan jauh lebih muda dari beliau, menyebutkan dalam satu hadits yang artinya :

Ada tujuh golongan orang yang akan dinaungi Allah pada hari yang tidak ada naungan selain dari naungan-Nya yaitu… pemuda yang perkembangan hidupnya senantiasa ibadah (taat) pada Allah dan seseorang yang hatinya selalu

tertpaut pada masjid, sejak ia keluar sampai nantinya ia kembali…(HR. Syaikhani, Ahmad dan Nasa’i)”

Agar pemuda betul-betul dapat menjadi harapan keluarga, agama, bangsa dan negara maka mereka harus mendapatkan bimbingan dan arahan yang sebaik-baiknya. Dalam kaitan masjid, perlu dibentuk, dibina, dan dikembangkan apa yang disebut dengan remaja masjid.

4. Pengertian Remaja Masjid

Remaja dan pemuda merupakan kelompok usia yang sangat potensial. Itu sebabnya generasi muda seringkali disebut sebagai generasi harapan; harapan dirinya sendiri, keluarga, masyarakat, agama, bangsa dan Negara. Dalam konteks kemasjidan, generasi muda juga menjadi tulang punggung dan harapan besar bagi pemakmuran masjid pada masa kini dan masa mendatang.

a. Pengurusan

Remaja masjid merupakan wadah utama dalam pengkaderan bidang kemasjidan terhadap generasi muda. Oleh karena itu, kepengurusan remaja masjid harus terwujud dan harus berjalan dengan baik dan solid. Untuk itu, pengurusan remaja masjid dapat disusun sesuai dengan tingakat kebutuhannya, diuraikan tugas dan tanggung jawabnya dan ditempatkan sumber daya manusianya yang cocok. Sekurang-kurangnya struktur yang dibutuhkannya adalah ketua, wakil ketua, sekertaris, wakil sekertaris, bendahara, wakil bendahara, dan seksi-seksi yang terdiri dari seksi pendidikan, da’wah, humas, olah raga, dan seni, social dan keputrian.

Ada banyak program yang bias dicanangkan oleh pengurus remaja masjid dalam mengemangkan aktivitas yang menarik dan bermanfaat bagi remaja dilingkungan masjid.

1. Penerimaan Anggota

Penerimaan anggota baru merupakan salah satu program penting bagi remaja masjid agar jelas siapa yang menjadi anggotanya untuk selanjutnya dibina dengan sebaik-baikknya.

2. Majilis Ta’lim

Memahami ajaran Islam secara syamil atau menyeluruh dan kamil atau sempurna serta memiliki kepribadian yang islami merupakan suatu keharusan bagi setiap muslim, apalagi bagi remaja masjid yang merupakanm generasi harapan. Karena itu program amjlis ta’lim bagi remaja masjid harus dilaksanakan.

3. Bimbingan Belajar

Mempersiapkan dan menghasilkan remaja masjid yang berprestasi dalam studi di sekolah merupakan salah satu beban yang harus dipikul remaja masjid. Karena itu perlu diprogram bimbingan belajar bagi remaja masjid, baik untuk remaja masjid yang masih duduk di SLTP maupun di SLTA. Bahkan sangat memungkinkan bagi adik-adik yang masih duduk di SD.

Memiliki kader-kader pemimpin untuk masa mendatang merupakan kebutuhan yang mutlak, minimal untuk skala masjid dan kepengurusan masjid itu sendiri. Oleh karena itu perlu diselenggarakan program latihan kepemimpinan bagi remaja masjid agar dengan demikian tumbuh jiwa kepemimpinan dan membekali remaja untuk menjadi pemimpin yang baik. Ini merupakan salah satu proses kaderisasi dikalangan remaja masjid hingga kaderisasi tidak hanya berlangsung secara ilmiah tapi juga memang betul-betul dipersiapkan dengan proses pendidikan.

5. Pesantren kilat

Kegiatan ini sudah menjamur sejak era 1980-an dan menjadi program nasional setelah diselenggarakan pesantren kilat nasional. Namun, masih banyak yang harus dibenahi dan disempurnakan dari penyelenggaraan pesantren kilat ini. Bagi remaja masjid, pesantren kilat merupakan kegiatan yang dimaksudkan untuk menumbuhkan dan memantapkan jiwa keislaman melalui pembekalan ilmu tentang islam dengan metode ceramah, Tanya jawab, study kasus, diskusi, simulasi dan sebagainya. Diselenggarakan pada saat liburan semester atau libur ramadhan.

6. Pelatihan Jurnalistik

Melahirkan kader-kader penulis muslim yang handal merupakan suatu kebutuhan bagi umat islam. Hal ini karena, da’wah juga harus dilaksanakan dan dikembangkan melalui media massa, khususnya media cetak. Salah satu upaya yang praktis umtuk melahirkan kader-kader penulis adalah melalui pelatihan jurnalistik. Karenanya remaja masjid melaksanakan program ini.

Kegiatan ini bias dilaksanakan satu hari sebagai tahap awal dan sekitar satu pecan untuk memperoleh hasil yang lebih maksimal.

7. Diskusi dan Seminar

Menumbuhkan semangat dan kemampuan mengkaji berbagai persoalan keislaman, atau masalah actual yang ditinjau dari sudut ajaran Islam merupakan sesuatu yang penting bagi remaja masjid. Untuk itu, diskusi dan seminar, baik berkala maupun incidental merupakan program yang perlu dilaksanakan. Program ini bias dilaksanakan secara bersama-sama dalam arti internal remaja masjid atau mendatangkan pakar dalam masalah yang didiskusikan.

8. Pengajian Anak-anak

Anak-anak yang berada dilingkungan masjid merupakan kader utama di masa mendatang. Karena itu, mereka harus disiapkan sejak dini. Salah satunya adalah melalui pngajian anak-anak agar tumbuh jiwa keislamannya dan memahami ajaran Isalam dengan baik. Nama programnya bias TPA (Taman Pendidikan Al-qur’an) atau Madrasah Diniah.

9. Kepanitiaan

Kegiatan ini biasanya dimaksudkan untuk membantu pengurus masjid dalam suatu aktifitas atau kegiatan remaja masjid itu sendiri dalam melaksanakan programnya. Kepanitian yang biasa dilaksanakan di masjid antara lain : panitia kegiatan Ramadhan, Zakat, Qurban, Maulid, Isra Mi’raj, Tahun Baru Islam, Santunan Anak Yatim, dan sebagainya. Kegiatan ini tentu saja tidak mesti hanya berbentuk tabligh akbar atau ceramah umum,

tapi bias juga dikembangkan kegiatan-kegiatan lainnya yang lebih terasa manfaatnya seperti santunan sosial, khitanan masal, musabaqoh hafalan Qur’an dan sebaginya.

10.Olah Raga dan Seni

Kegiatan olah raga biasanya dilaksanakan di masjid manakala fasilitasnya memadai. Olah raga bela diri misalnya bias dilaksanakan di halaman, bahkan kalau tidak mengganggu kegiatan ibadah, kegiatan ini bias juga dilaksanakan didalam masjid, seni untuk ibadah kepada Allah SWT, bahkan seni yang bebas nilainya.

11.Perpustakaan Masjid

Semangat membaca dikalangan jamaah masjid amat perlu untuk ditumbuhkan dan dimantapkan. Salah satu caranya adalah dengan menyediakan sarana membaca, yakni perpustakaan masjid. Remaja masjid dapat memprogram dan menglola per[ustakaan masjid mulai dari meminta kepada pengurus masjid akan mengadakan ruangan khusus perpustakaan, menyediakan lemari, buku, dan meja baca, pengadaan buku hingga pelayanan dan pemulangan buku.

12.Bakti Sosial

Dalam rangka menumbuhkan dan memantapkan jiwa sosial remaja amat penting bagi remaja masjid untuk mencanangkan program bakti sosial, baik terhadap masyarakat dilingkungan masjidtersebut maupun pada masyarakat jamaah masjid lain yang sangat memerlukan bantuan. Namun

kegiatan bakti sosial itu tidak hanya bias kita lakukan dalam bentuk memberikan santunan kepada masyarakat, ada bentuk-bentuk lain yang bias dilakukan, misalnya membersihkan masjid dan mushola, membersihkan lingkungan pemukiman/kampung, gerakan penghijauan, dan sebagainya.

13.Forum Komunikasi

Menggalang persatuan dan kesatuan diklangan remaja masjid merupakan salah satu keharusan. Diantara cara-cara yang bias dilakukan adalah dengan membentuk forum komunikasi remaja masjid, paling tidak pada wilayah-wilayah tertentu. Misalnya forum komunikasi remaja masjid Pasar Mingu, forum kerjasama remaja masjid Pulo Gadung, forum koordinasi remaja masjid Ciputat dan sebagainya.

BAB III

GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN

Dokumen terkait