• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

D. Remaja

1. Pengertian Remaja

Istilah remaja atau adolesence berasal dari kata lain adolescere, (kata bendanya adolescentia, yang berarti remaja), yang berarti “tumbuh” atau tumbuh menjadi dewasa. Istilah ini adelescence seperti yang dipergunakan saat ini mempunyai arti yang luas mencangkup kematangan mental, emosional, sosial, dan fisik.47

Menurut kamus besar bahasa indonesia remaja memiliki arti mulai dewasa.48 Masa remaja adalah suatu periode dari masa anak-anak menjadi dewasa ketika manusia menguji berbagai peran yang mereka mainkan dan mengintegrasikan peran-peran itu kedalam suatu persepsi diri, suatu identitas.49

Menurut world Health Organization (WHO), remaja adalah suatu masa dimana individu berkembang dari saat pertama kali ia menunjukan tanda-tanda seksual sekundernya sampai saat ia mencapai kematangan seksual. Individu mengalami perkembangan psikologi dan pola identifikasi dari

46

Pusat penelitian permasalahan kesejahteraan sosial badan pelatihan dan pengembangan sosial Depeartemen Sosial RI, Perilaku Remaja di Daerah Pinggiran Kota, (Jakarta: BPPS Depsos RI, 2004), h. 122.

47

Singgih Gunarsa dan Ny. Gunarsa, S,D, Psikologi Remaja. (Jakarta: PT. BPK Gunung Mulia, 1995), h. 45.

48

Tim Penyusun, Kamus Besar Bahasa Indonesia, h. 739.

49

Tim Penyusun, intervensi Psikososial (Intervensi Pekerja Sosial Profesional), (Jakarta: Departemen Sosial direktorat

41

kanak-kanak menjadi dewasa. Terjadilah perahlihan dari ketergantungan sosial-ekonomi yang penuh kepada keadaan yang relatif lebih mandiri.50

Menurut Papalia dan Olds, masa remaja adalah masa transisi perkembangan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa yang pada umumnya dimulai pada usia 12 atau 13 tahun dan berakhir pada usia akhir belasan tahun atau awal dua puluhan tahun.51 Sedangkan Hurlock membagi masa remaja menjadi masa remaja awal (13 -16 tahun atau 17 tahun) dan masa remaja akhir (16-17 tahun hingga 18 tahun), masa remaja awal dan akhir dibedakan oleh Hurlock karena pada masa remaja akhir individu telah mencapai transisi perkembangan yang lebih mendekati masa dewasa.52

Masa remaja, menurut Tanley Hall, seorang bapak pelopor psikologi perkembangan remaja dianggap sebagai masa topan badai dan stres (storm and stress), karena mereka telah memiliki keinginan bebas untuk menentukan nasib diri sendiri. Kalau terarah dengan baik, maka ia akan menjadi seorang individu yang memiliki rasa tanggung jawab, tetapi kalau tidak terbimbing, maka bisa menjadi seorang yang tak memiliki masa depan dengan baik.53

Dari beberapa pengertian diatas dapat penulis simpulkan bahwa remaja adalah masa peralihan antara masa kanak-kanak menjadi dewasa yang berjalan antara umur 12 tahun sampai 21 tahun.

50

Sarlito Wirawan. S, Psikologi Remaja, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1994), h. 9.

51

Papalia, D E.., Olds, S. W..& Feldman, Ruth D.., Human devolment (8th ed), (Bostom: Mc Graw-Hill, 2001), h. 122.

52

Elizabeth B. Hurlock, psikologi perkembangan, (Jakarta: Erlangga, 1980), Edisi ke-5, h. 207.

53

Agoes Dariyo, psikologi perkembangan remaja, (Bogor: Ghalia Indonesia, 2004), h. 13.

42

2. Ciri-ciri masa remaja.

Masa remaja adalah suatu masa perubahan. Pada masa remaja terjadi perubahan yang cepat baik secara fisik maupun psikologis. Ada beberapa perubahan yang terjadi selama masa remaja.54

a. Peningkatan emosional yang terjadi secara cepat pada masa remaja awal yang dikenal sebagai storm and stress. Peningkatan emosional ini merupakan hasil dari perubahan fisik terutama hormon yang terjadi pada masa remaja. Dari segi kondisi sosial, peningkatan emosi ini merupakan tanda bahwa remaja berada dalam kondisi baru yang berbeda dari masa sebelumnya. Pada masa ini banyak tuntutan dan tekanan ditujukan pada remaja, misalnya mereka diharapkan tidak lagi bertingkah seperti anak-anak, mereka harus lebih mandiri dan bertanggung jawab. Kemandirian dan tanggung jawab ini akan terbentuk seiring berjalanya waktu dan akan nampak jelas pada remaja akhir yang duduk di awal-awal masa kuliah. b. Perubahan yang cepat secara fisik yang juga disertai kematangan

seksual. Terkadang perubahan ini membuat remaja merasa tidak yakin akan diri dan kemampuan mereka sendiri. Perubahan fisik terjadi secara cepat, baik perubahan internal seperti sistem sirkulasi, pencernaan, dan sistem respirasi maupun perubahan eksternal seperti tinggi badan, berat badan, dan proporsi tubuh sangat berpengaruh terhadap konsep diri remaja.

54Mr. Da O’ Do ell, perlindungan Anak, sebuah Panduan Bagi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat,(UNICEF, 2006), h. 128.

43

c. Perubahan dalam hal yang menarik bagi dirinya dan hubungan dengan orang lain. Selama masa remaja banyak hal-hal yang menarik bagi dirinya dibawa dari masa kanak-kanak digantikan dengan hal menarik yang baru dan lebih matang. Hal ini juga dikarenakan adanya tanggung jawab yang lebih besar pada masa remaja, masa remaja diharapkan untuk dapat mengarahkan ketertarikan mereka pada hal-hal yang lebih penting. Perubahan juga terjadi dalam hubungan dengan orang lain. Remaja tidak lagi berhubungan hanya dengan individu dari jenis kelamin yang sama, tetapi juga dengan lawan jenis, dan dengan orang dewasa.

d. Perubahan nilai, dimana apa yang mereka anggap penting pada masa kanak-kanak menjadi kurang penting karena sudah mendekati dewasa.

e. Kebanyakan remaja bersikap ambivalen dalam menghadapi perubahan yang terjadi, di satu sisi mereka menginginkan kebebasan, tetapi disisi lain takut akan tanggung jawab yang menyertai kebebasan tersebut, serta meragukan kemampuan mereka sendiri untuk memikul tanggung jawab tersebut.

3. Tugas-tugas perkembangan remaja a. Pengertian tugas perkembangan

Tugas-tugas perkembangan (devolment task) yakni tugas-tugas atau kewajiban yang harus dilalui oleh setiap individu sesuai dengan tahap perkembangan individu itu sendiri. Dari sejak

44

kandungan, bayi, anak-anak, remaja, dewasa akhir, setiap individu harus melakukan tugas itu.55

Keberhasilan atau kegagalan dalam melaksanakan tugas perkembangan pada periode usia tertentu akan mempengaruhi berhasil atau tidaknya individu dalam menjalankan tugas perkembangan pada periode selanjutnya.

b. Jenis-jenis tugas perkembangan remaja

Tugas perkembangan masa remaja difokuskan pada upaya meninggalkan sikap dan perilaku kekanak-kanakan serta berusaha untuk mencapai kemampuan bersikap dan berperilaku secara dewasa. Adapun tugas-tugas perkembangan masa remaja menurut Hurlock adalah sebagai berikut:56

1). Berusaha mampu menerima keadaan fisiknya

2). Berusaha mampu menerima dan memahami keadaan seks usia dewasa.

3). Berusaha mencapai kemandirian emosional. 4). Berusaha mencapai kemandirian ekonomi.

5). Berusaha mengembangkan konsep dan keterampilan intelektual yang sangat diperlukan untuk melakukan peran sebagi anggota masyarakat.

55

Agoes Dariyo, psikologi perkembangan remaja, (Bogor: Ghalia Indonesia, 2004), h. 77.

56

Mohammad Ali dan Mohammad Asrori, Psikologi Remaja Perkembangan Peserta Didik, (Jakarta: Bumi Aksara, 2000), h.10

45

6). Berusaha memahami dan menginternalisasikan nilai-nilai orang dewasa dan orang tua.

7). Berusaha mengembangkan perilaku tanggung jawab sosial yang diperlukan untuk memasuki dunia dewasa.

8). Berusaha mempersiapkan diri untuk memasuki perkawinan.

9). Berusaha memahami dan mempersiapkan berbagai tanggung jawab kehidupan keluarga.

Dokumen terkait