• Tidak ada hasil yang ditemukan

REN8ANA TINDAKAN

Dalam dokumen Laporan Pendahuluan CA Serviks (Halaman 27-47)

# + Kekurangan volume &airan b/d kehilangan volume &airan tubuh se&ara aktif akibat pendarahan

an + 1etelah diberikan asuhan keperawatan selama ... 0 : !am, diharapkan keseimbangan volume &airan adekuat

Kriteria asil + #. "" pasien dalam batas normal, meliputi +

%adi normal ' P $ - #$$ 0 / menit)

ernapasan normal 'P # - : 0 / menit)

"ekanan darah normal ' P #$$ - #:$ mmg / $ - ;$ mmg)

1uhu normal 'P 3,5o - 3,5o) . 7embran mukosa lembab

3. "urgor kulit baik 'elastis)

:. engisian kapiler &epat ' kembali dalam P -3 detik setelah ditekan ) 5. Fkspresi wa!ah pasien tidak pu&at

NO INTERVENSI RASIONALISASI # Awasi masukan dan haluaran. Ekur 

volume darah yang keluar melalui pendarahan

7emberikan pedoman untuk penggantian &airan yang perlu diberikan sehingga dapat mempertahankan volume sirkulasi yang adekuat untuk transport oksigen pada ibu dan  !anin.

 atat kehilangan darah ibu dan kemungkinan adanya kontraksi uterus

Bila kontraksi uterus disertai dilatasi serviks, tirah baring dan medikasi mungkin tidak efektif di dalam mempertahankan kehamilan. Kehilangan darah ibu se&ara berlebihan menurunkan perfusi plasenta 3 indari trauma dan pemberian

tekanan berlebihan pada daerah yang mengalami pendarahan

7engurangi potensial ter!adinya peningkatan pendarahan dan trauma mekanis pada !anin

: antau status sirkulasi dan volume darah ibu

Ke!adian perdarahan potensial merusak hasil kehamilan, kemungkinan menyebabkan hipovolemia atau hipoksia uteroplasenta

5 antau "". Fvaluasi nadi perifer, dan pengisian kapiler 

7enun!ukkan keadekuatan volume sirkulasi

 atat respon fisiologis individual pasien terhadap pendarahan, misalnya kelemahan, gelisah, ansietas, pu&at, berkeringat / penurunan kesadaran

1imtomatologi dapat berguna untuk mengukur berat / lamanya episode pendarahan. 7emburuknya ge!ala dapat menun!ukkan berlan!utnya pendarahan / tidak adekuatnya penggantian &airan

 Ka!i turgor kulit, kelembaban membran mukosa, dan perhatikan keluhan haus pada pasien

7erupakan indikator dari status hidrasi / dera!at kekurangan &airan

Berikan &airan ( sesuai indikasi pada dera!at hipovolemia dan lamanya pendarahan 'akut / kronis). airan ( !uga digunakan untuk mengen&erkan obat antineoplastik pada penderita kanker.

; Kolaborasi +

Berikan transfusi darah 'b, &t) dan trombosit sesuai indikasi

"ransfusi darah diperlukan untuk memperbaiki !umlah darah dalm tubuh ibu dan men&egah manifestasi anemia yang sering ter!adi pada penderita kanker.

"ransfusi trombosit penting untuk memaksimalkan mekanisme pembekuan darah sehingga pendarahan lan!utan dapat diminimalisir.

#$ Kolaborasi +

 Awasi pemeriksaan laboratorium, misalnya + b, &t, sel darah merah

erlu dilakukan untuk menentukan kebutuhan resusitasi &airan dan mengawasi keefektifan terapi

+ 9angguan perfusi !aringan b/d penurunan suplai ke !aringan

an + 1etelah diberikan asuhan keperawatan selama ... 0 : !am, diharapkan perfusi !aringan kembali adekuat

Kriteria asil + #. "" pasien dalam batas normal, meliputi +

%adi normal ' P $ - #$$ 0 / menit)

ernapasan normal 'P # - : 0 / menit)

"ekanan darah normal ' P #$$ - #:$ mmg / $ - ;$ mmg)

1uhu normal 'P 3,5o - 3,5o) . asien tidak tampak lemas

3. engisian kapiler &epat ' kembali dalam P -3 detik setelah ditekan) :. *enyut nadi teraba

5. "idak tampak kebiruan pada permukaan kulit

. "idak terdapat perubahan karakteristik kulit 'rambut, kuku, kelembaban)

# Awasi tanda vital, ka!i pengisian kapiler dan warna dasar kuku

(dentifikasi ketidakadekuatan dera!at perfusi !aringan dan membantu dalam menentukan intervensi

 erhatikan status fisiologis ibu, status sirkulasi, dan volume darah

ada ibu hamil yang menderita kanker serviks rentan mengalami perdarahan yang potensial merusak hasil kehamilan, dan kemungkinan menyebabkan hipovolemia hingga hipoksia pada uteroplasenta

3 Auskultasi dan laporkan *66, &atat bradikardi atau takikardi. atat perubahan pada aktivitas  !anin 'hipoaktif atau hiperaktif).

(dentifikasi berlan!utnya hipoksia  !anin. ada awalnya !anin berespon terhadap penurunan kadar oksigen dengan takikardia dan peningkatan gerakan. Bila tetap defisit, bradikardia dan penurunan aktivitas ter!adi.

: 2njurkan tirah baring pada posisi miring kiri

4enurunkan tekanan vena cava inferior dan superior   sertameningkatkan sirkulasi  plasenta(janin+ dan pertukaran

oksigen!

5 Kolaborasi +

 Awasi pemeriksaan laboratorium '&t, b, 1*7)

8eduksi pada kadar b, &t atau volume sirkulasi darah mengurangi persediaan oksigen untuk !aringan ibu yang akan berdampak pada  !anin yang dikandungnya

 Kolaborasi +

Berikan transfusi sel darah merah lengkap sesuai indikasi. Awasi adanya komplikasi transfusi

7eningkatkan !umlah mediator  transport oksigen ke sel-sel tubuh

 Kolaborasi +

Berikan terapi oksigen tambahan sesuai indikasi

7eningkatkan ketersediaan oksigen untuk ambilan !anin, sehingga kapasitas oksigen untuk  !anin meningkat

+ 8isiko &edera pada !anin berhubungan dengan penurunan perfusi plasenta

an + 1etelah diberikan asuhan keperawatan selama ... 0 : !am, diharapkan risiko &edera terhadap !anin dapat di&egah sehingga tidak men!adi aktual

Kriteria asil + #. "idak ter!adi &edera pada !anin

. %ilai profil biofisik !anin normal sesuai dengan usia kehamilan 3. *66 berada dalam batas normal P #$ - #2$ 0 / menit

:. 9erakan !anin aktif seperti biasanya

3. Bayi lahir tanpa gangguan

NO INTERVENSI RASIONALISASI

# erhatikan kondisi ibu yang berdampak pada sirkulasi !anin

@aktor yang mempengaruhi atau menurunkan sirkulasi / oksigenasi ibu mempunyai dampak yang sama pada kadar oksigen !anin melalui plasenta. 6anin yang tidak mendapatkan &ukup oksigen

untuk kebutuhan

metabolismenya, akan

mengalihkan men!adi

metabolisme anaerob yang menghasilkan asam laktat yang dapat menimbulkan kondisi asidosis

 Awasi dan pantau *66 dan keaktifan gerakan !anin

"er!adinya hipoksia pada ibu dapat mengakibatkan kelainan 11 !anin. Krisis berulang dapat meningkatkan prevalensi ibu dan  !anin pada peningkatan mortalitas dan la!u morbiditas. engka!ian yang &ermat dan konsisten pada  !anin dapat mengidentifikasi perubahan status !anin se&ara dini sehingga dapat segera menentukan intervensi yang tepat untuk dilakukan.

 potensial terjadi akibat kelainan genetik 

intrauterus/ pas&anatal, malformasi dan retardasi mental dapat ter!adi.

: Kolaborasi +

>akukan s&reening, pemeriksaan ultrasonografi 'E19) sesuai indikasi

Identifikasi dan evaluasipertumbuhan janin

+ %yeri kronis b/d nekrosis !aringan pada serviks akibat penyakit kanker serviks

an + 1etelah diberikan asuhan keperawatan selama ... 0 : !am, diharapkan nyeri pasien berkurang atau terkontrol

ria hasil + #. asien mengatakan skala nyeri yang dialaminya menurun

. asien melaporkan nyeri yang sudah terkontrol maksimal dengan pengaruh / efek samping minimal

3. "" pasien dalam batas normal, meliputi +

%adi normal 'P $ - #$$ 0 / menit)

ernapasan normal ' P # - : 0 / menit)

"ekanan darah normal ' P #$$ - #:$ mmg / $ - ;$ mmg)

1uhu normal '3,5o - 3,5o)

:. Fkspresi wa!ah pasien tidak meringis 5. asien tampak tenang 'tidak gelisah)

. asien dapat melakukan teknik relaksasi dan distraksi dengan tepat sesuai indikasi untuk mengontrol nyeri

NO INTERVENSI RASIONALISASI

# >akukan pengka!ian nyeri se&ara komprehensif Q&atat keluhan, lokasinyeri, frekuensi, durasi, dan intensitas 'skala $-#$) dan tindakan penghilangan nyeri yang dilakukanR

7embantu membedakan penyebab nyeri dan memberikan informasi tentang kema!uan atau perbaikan penyakit, ter!adinya komplikasi dan keefektifan intervensi.

 antau tanda - tanda vital eningkatan nyeri akan mempengaruhi perubahan pada tanda - tanda vital

3 *orong penggunaan keterampilan mana!emen nyeri seperti teknik relaksasi dan teknik distraksi, misalnya dengan mendengarkan musik, memba&a buku, dan sentuhan terapeutik.

7emungkinkan pasien untuk berpartisipasi se&ara aktif  untuk mengontrol rasa nyeri yang dialami, serta dapatmeningkatkan

koping pasien

: Berikan posisi yang nyaman sesuai kebutuhan pasien

7emberikan rasa nyaman pada pasien, meningkatkan relaksasi, dan membantu pasien untuk memfokuskan kembali perhatiannya.

5 *orong pengungkapan

perasaanpasien

*apat mengurangi ansietas dan rasa takut, sehingga mengurangi

persepsi pasienakan intensitas rasa sakit.  Fvaluasi upaya penghilangan nyeri /

kontrol pada pasien

"u!uan yang ingin di&apai melalui upaya kontrol adalah kontrol nyeri yang

maksimum dengan

pengaruh / efek samping yang minimum pada pasien.  "ingkatkan tirah baring, bantulah

kebutuhan perawatan diri yang penting

7enurunkan gerakan yang dapat meningkatkan nyeri

2 Kolaborasi pemberian analgetik sesuai indikasi

%yeri adalah komplikasi tersering dari kanker, meskipun respon individual terhadap nyeri berbeda-beda. emberian analgetik dapat mengurangi nyeri yang dialami pasien

; Kolaborasi untuk pengembangan ren&ana mana!emen nyeri dengan pasien, keluarga, dan tim kesehatan

8en&ana mana!emen nyeri yang terorganisasi dapat mengembangkan

yang terlibat kesempatan pada pasien untuk mengontrol nyeri yang dialami. "erutama dengan nyeri kronis, pasien dan orang terdekat harus aktif  men!adi partisipan dalam mana!emen nyeri di rumah. #$ Kolaborasi untuk pelaksanaan

prosedur tambahan, misalnya pemblokan pada saraf 

7ungkin diperlukan untuk mengontrol nyeri berat 'kronis) yang tidak berespon pada tindakan lain

+ ipertermi b/d penyakit kanker serviks dan peningkatan aktivitas metabolik

an + 1etelah diberikan asuhan keperawatan selama ... 0 : !am, diharapkan keseimbangan suhu tubuh pasien kembali normal

Kriteria asil + #. 1uhu tubuh dalam batas normal 'P 3,5o - 3,5o) . *enyut nadi dalam batas normal 'P $ - #$$0 / menit) 3. @rekuensi pernapasan dalam batas normal 'P#- :0/ menit)

:. Kulit tidak tampak memerah 5. asien tidak mengalami ke!ang

NO INTERVENSI RASIONALISASI

# antau dera!at dan pola perubahan suhu pasien

eningkatan suhu hingga 32,;o-:#,# o menun!ukkan adanya proses penyakit infeksius. ola peningkatan suhu dapat membantu dalam identifikasi diagnosis dini  antau suhu lingkungan, atur !umlah

linen tempat tidur sesuai indikasi

1uhu ruangan dan !umlah selimut harus diatur untuk mempertahankan suhu tubuh pasien agar mendekati suhu normal

3 Berikan kompres hangat 7embantu mengurangi

peningkatan suhu tubuh pasien

: Kolaborasi +

Berikan antipiretik

*apat digunakan untuk mengurangi demam dengan bereaksi pada termoregulasi sentral tubuh di hipotalamus.

*0  + 8isiko infeksi b/d proses penyakit kronis 'metastase sel kanker)

an + 1etelah diberikan asuhan keperawatan selama ... 0 : !am, pasien tidak mengalami infeksi

asil + #. "idak tampak tanda - tanda infeksi 'kalor, rubor, dolor, tumor, fungsio laesia) . "" pasien dalam batas normal, meliputi +

%adi normal ' P $ - #$$ 0 / menit)

ernapasan normal 'P # - : 0 / menit)

"ekanan darah normal ' P #$$ - #:$ mmg / $ - ;$ mmg)

1uhu normal 'P 3,5o - 3,5o)

3. %ilai CB 'sel darah putih) dari pemeriksaan laboratorium berada dalam batas normal ': -; #$3/H>)

NO INTERVENSI RASIONALISASI

# Ka!i tanda / ge!ala infeksi se&ara kontinyu pada semua sistem tubuh 'misalnya + pernafasan, pen&ernaan, genitourinaria)

engenalan dini dan intervensi segera dapat men&egah perkembangan infeksi lebih lan!ut

 antau perubahan suhu pasien eningkatan suhu pada ibu hamil dengan kanker serviks dapat ter!adi karena proses penyakitnya, infeksi, dan efek samping kemoterapi yang di!alaninya. (dentifikasi dini proses infeksi memungkinkan terapi yang tepat untuk dimulai segera

3 Ka!i !anin untuk melihat adanya tanda infeksi seperti takikardi dan penurunan keaktifan gerakan !anin

*eteksi dini terhadap reaksi infeksi yang bisa berdampak pada !anin dan menghambat pertumbuhan !anin.

aseptik. indari / batasi prosedur  invasif 

agen infeksius

5 Etamakan personal hygiene 7embantu mengurangi pa!anan potensial sumber  infeksi dan menimalisir  paparan pertumbuhan sekunder patogen

 Kolaborasi +

 Awasi hasil laboratorium untuk melihat adanya diferensial atau peningkatan CB

*iferensial dan peningkatan CB merupakan salah satu respon tubuh untuk mengatasi infeksi yang timbul oleh antigen

 Kolaborasi +

*apatkan kultur sesuai indikasi

7engidentifikasi organisme penyebab dan terapi yang tepat

2 Kolaborasi +

Berikan antibiotik sesuai indikasi

*igunakan untuk menghambat perkembangan agen infeksius

+ Kerusakan eliminasi urine b/d infiltrasi kanker pada traktus urinarius

an + 1etelah diberikan asuhan keperawatan selama ... 0 : !am, pola eliminasi urine pasien kembali normal 'adekuat)

Kriteria asil + #. "idak ter!adi hematuria

. "idak ter!adi inkontinensia urine 3. "idak ter!adi disuria

:. 6umlah output urine dalam batas normal ' P $,5 - # && / kgBB / !am)

NO INTERVENSI RASIONALISASI

# atat keluaran urine, selidiki penurunan / penghentian aliran urine tiba-tiba

enurunan aliran urine tiba-tiba dapat mengindikasikan adanya obstruksi / disfungsi pada traktus urinarius

 Ka!i pola berkemih 'frekuensi dan  !umlahnya). Bandingkan haluaran urine dan masukan &airan serta &atat berat !enis urine

(dentifikasi kerusakan fungsi vesika urinaria akibat metastase sel-sel kanker pada bagian tersebut

3 bservasi dan &atat warna urine. erhatikan ada / tidaknya hematuria

enyebaran kanker pada traktus urinarius 'salah satunya di vesika urinaria) dapat menyebabkan !aringan di vesika urinaria mengalami nekrosis sehingga urine yang keluar  berwarna merah karena ber&ampur dengan darah

: bservasi adanya bau yang tidak enak pada urine 'bau abnormal)

(dentifikasi tanda - tanda infeksi pada !aringan traktus urinarius 5 *orong peningkatan &airan dan

pertahankan pemasukan akurat

7empertahankan hidrasi dan aliran urine baik

 Awasi tanda vital. Ka!i nadi perifer, turgor kulit, pengisian kapiler, dan membran mukosa

(ndikator keseimbangan &airan dan menun!ukkan tingkat hidrasi

 Kolaborasi +

1iapkan untuk tes diagnostik, prosedur penun!ang sesuai indikasi

emeriksaan diagnostik dan

penun!ang misalnya

pemeriksaan retrograd dapat digunakan untuk mengevaluasi tingkat infiltrasi kanker pada traktus urinarius sehingga dapat men!adi dasar untuk intervensi selan!utnya

2 Kolaborasi +

antau nilai BE% dan kreatinin

Kadar BE% dan kreatinin yang abnormal dapat men!adi indikator kegagalan fungsi gin!al sebagai akibat komplikasi metastase sel-sel kanker pada traktus urinarius hingga ke organ gin!al.

2 + Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d peningkatan aktivitas metabolik terhadap kanker 

an + 1etelah diberikan asuhan keperawatan selama ... 0 : !am, kebutuhan nutrisi pasien terpenuhi se&ara optimal dan seimbang

. asien menun!ukkan adanya peningkatan nafsu makan 3. "idak ter!adi mual ataupun muntah

:. asien tidak tampak pu&at / lemas

NO INTERVENSI RASIONALISASI

# antau masukan makanan setiap hari

7engidentifikasi defisiensi nutrisi

 Ekur tinggi, berat badan. astikan  !umlah penurunan berat badan saat ini. "imbang berat badan setiap hari

7embantu dalam identifikasi malnutrisi protein dan kalori khususnya bila berat badan dan pengukuran antropometrik kurang dari normal

3 *orong pasien untuk makan diet tinggi kalori dan nutrien dengan masukan &airan yang adekuat. *orong penggunaan suplemen

Kebutuhan !aringan metabolik ditingkatkan begitu !uga &airan 'untuk menghilangkan produk sisa). 1uplemen dapat

membantu untuk

mempertahankan masukan kalori dan protein yang adekuat untuk pertumbuhan ibu serta perkembangan !anin : Kontrol faktor lingkungan 'misalnya +

bau makanan yang terlalu kuat, kebisingan lingkungan, makanan yang terlalu pedas, terlalu manis, dan berlemak)

Entuk menurunkan potensial ter!adinya respon mual dan muntah

5 >akukan oral hygiene pada pasien Kebersihan mulut yang ter!aga dapat meningkatkan sensasi penge&apan dan nafsu makan  Kolaborasi +

"in!au ulang pemeriksaan laboratorium sesuai indikasi, misalnya transferin serum dan albumin

7embantu dalam

mengidentifikasi dera!at ketidakseimbangan biokimia dan malnutrisi yang ter!adi akibat pertumbuhan sel-sel kanker, dapat mempengaruhi dalam penentuan intervensi

diet selan!utnya.  Kolaborasi +

emberian vitamin A, B,, *, F.

*efisiensi vitamin A, , *, F dapat menghambat proses absorbsi at-at nutrisi pada vili intestinum, menghambat proliferasi sel-sel epitel normal,

dan menghambat

pembentukan antioksidan tubuh. *efisiensi vitamin Bdapat memperberat perasaan depresi yang dirasakan pasien

2 Kolaborasi +

8u!uk pada ahli gii / tim pendukung nutrisi

7emberikan ren&ana diet khusus untuk memenuhi kebutuhan ibu dan !anin yang dikandungnya, serta menurunkan potensial komplikasi yang ter!adi berkenaan dengan malnutrisi protein / kalori dan defisiensi mikronutrien

+ *isfungsi seksual b/d perubahan fungsi tubuh akibat proses penyakit kanker serviks

an + 1etelah diberikan asuhan keperawatan selama ... 0 : !am, diharapkan aktivitas seksual pasien tetap adekuat pada tingkat yang sesuai dengan kondisi fisiologis tubuhnya

asil + #. asien mampu mengungkapkan pemahamannya tentang efek kanker serviks yang dialaminya terhadap fungsi seksualitasnya

. asien mau mendiskusikan masalah tentang gambaran diri, perubahan fungsi seksual dan hasrat seksual dengan orang terdekat yang dialaminya

NO INTERVENSI RASIONALISASI

# *engarkan pernyataan pasien / orang terdekat

7asalah seksualitas seringkali men!adi masalah yang tersembunyi, yang seringkali diungkapkan sebagai humor / melalui pernyataan yang tidak

gamblang  (nformasikan pada pasien tentang

efek dari proses penyakit kanker  serviks yang dialaminya terhadap fungsi seksualitasnya 'termasuk di dalamnya efek samping dari pengobatan kanker yang akan di!alani)

edoman antisipasi dapat membantu pasien dan orang terdekat untuk memulai proses adaptasi pada keadaan yang baru

3 Bantu pasien untuk menyadari / menerima tahap kehilangan tersebut

7engakui proses kehilangan / perubahan pada fungsi seksual se&ara nyata dapat meningkatkan koping pasien

: *orong pasien untuk berbagi pikiran dengan orang terdekat

Komunikasi terbuka dapat membantu dalam identifikasi masalah dan meningkatkan diskusi untuk menemukan peme&ahan masalah

$ + (ntoleransi aktivitas b/d produksi energi tubuh menurun

an + 1etelah diberikan asuhan keperawatan selama ... 0 : !am, aktivitas pasien dapat meningkat se&ara optimum / fungsi ter&apai

asil + #. asien mampu melakukan aktivitas biasa dengan normal tanpa bantuan perawat / orang terdekat

. asien mengatakan lebih bertenaga dan tidak lemas

NO INTERVENSI RASIONALISASI

# antau respon fisiologis terhadap aktivitas, misalnya perubahan tekanan darah dan frekuensi !antung serta pernafasan

"oleransi sangat bervariasi tergantung pada tahap proses penyakit, status nutrisi, keseimbangan &airan, serta oksigenasi.

 6elaskan alasan perlunya tirah baring, penggunaan posisi rekumben lateral kiri/miring, dan penurunan aktivitas.

"indakan ini ditu!ukan untuk mempertahankan !anin !auh dari serviks dan meningkatkan perfusi uterus."irah baring dapat menurunkan peka

rangsang uterus. 3 Berikan tindakan kenyamanan

seperti gosokan punggung, perubahan posisi, atau penurunan stimulus dalam ruangan 'misalnya lampu redup)

7enurunkan tegangan otot dan kelelahan serta meningkatkan rasa nyaman

: Fvaluasi laporan kelelahan. erhatikan kemampuan tidur / istirahat dengan tepat

7enentukan dera!at dari ketidakmampuan pasien

5 Ka!i kemampuan untuk berpartisipasi pada aktivitas yang diinginkan / dibutuhkan

7engidentifikasi kebutuhan individual dan membantu dalam pemilihan intervensi  (dentifikasi faktor stres / psikologis

yang dapat memperberat

7ungkin mempunyai efek kumulatif terhadap kondisi fisik yang dapat terus berlangsung bila masalah tersebut belum diatasi

 Buat tu!uan aktivitas realistis dengan pasien

7emberikan rasa kontrol dan

perasaan mampu

menyelesaikan 2 *orong pasien untuk melakukan

aktivitas ringan, bila mungkin. "ingkatkan tingkat partisipasi pasien sesuai toleransi pasien

7eningkatkan rasa membaik dan men&egah ter!adinya frustasi pada pasien

; 8en&anakan periode istirahat adekuat

7en&egah kelelahan berlebihan dan menghemat energi untuk proses penyembuhan

#$ Berikan bantuan dalam aktivitas sehari-hari sesuai dengan dera!at ketidakmampuan pasien

7emungkinkan berlan!utnya aktivitas yang dibutuhkan pasien

## *orong masukan nutrisi 7asukan nutrisi adekuat perlu untuk memenuhi kebutuhan energi ibu untuk beraktivitas dan pertumbuhan serta

perkembangan !anin # Kolaborasi +

Berikan suplemen $ sesuai indikasi

 Adanya hipoksemia dapat menurunkan ketersediaan $untuk ambilan seluler ibu dan plasenta !anin dan dapat memperberat ter!adinya intoleransi pada aktivitas

3 da+n2sa >an+ *er-!*!n+an den+an ,sk202+s ,asen ?

5 + Kurang pengetahuan b/d kurangnya informasi mengenai proses penyakit kanker serviks, terapi, dan prognosisnya

an + 1etelah diberikan asuhan keperawatan selama ... 0 3$ menit, diharapkan pengetahuan pasien tentang penyakitnya meningkat

asil + #. asien mengangguk sebagai respon bahwa ia mengerti dengan pen!elasan yang diberikan oleh perawat

. Fkspresi wa!ah pasien tidak tampak bingung

3. asien mampu men!elaskan pengertian dan penyebab penyakitnya :. asien mampu menyebutkan tanda dan ge!ala penyakitnya 5. asien mampu men!elaskan tentang terapi penyakitnya serta manfaat terapi tersebut

. asien menyatakan persetu!uan dan kemauannya untuk mengikuti prosedur pengobatan terhadap penyakitnya

NO INTERVENSI RASIONALISASI

# Ka!i tingkat pengetahuan pasien (nformasi mengenai tingkat pengetahuan pasien dapat membantu dalam menentukan metoda yang efektif untuk memberikan pendidikan kepada pasien.

 Berikan informasi mengenai kanker  serviks + pengertian, penyebab, proses, serta penanganannya dengan !elas. (nformasikan !uga kemungkinan pengaruhnya terhadap kondisi !anin

emberian informasi yang  !elas membuat pasien dan keluarga &epat memahami sehingga

pengetahuannya terhadap penyakit kanker serviks

meningkat 3 Berikan informasi dalam bentuk tertulis

dan verbal

Kelemahan dan depresi dapat mempengaruhi kemampuan untuk 

menerima informasi "mengikuti  program medik 

: Berikan penguatan bila pasien mampu menyebutkan kembali apa yang sudah di!elaskan.

asien akan lebih mudah mengingat !ika diberi reinfor&ement oleh perawat mengenai pemahamannya. 5 An!urkan pasien untuk menanyakan

kepada pasien di samping, untuk berbagi pengalaman

Fksplorasi pengalaman dengan pasien lain dapat membantu meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga.

 + Ansietas b/d krisis situasional

an + 1etelah diberikan asuhan keperawatan selama ... 0 : !am, ansietas pasien dapat berkurang / teratasi

Kriteria asil + #. "" dalam batas normal

%adi normal ' P $ - #$$ 0 / menit)

ernapasan normal 'P # - : 0 / menit)

"ekanan darah normal ' P #$$ - #:$ mmg / $ - ;$ mmg)

1uhu normal 'P 3,5o - 3,5o)

. asien melaporkan bahwa ansietas /ketakutan yang dirasakannya menurunsampai tingkat yang dapat ditangani / dikontrol

3. asien tampak lebih tenang

NO INTERVENSI RASIONALISASI

# bservasi perubahan "", misalnya denyut nadi, frekuensi pernafasan

erubahan pada "" dapat menun!ukkan tingkat ansietas / gangguan psikologis yang dialami pasien

 %bervasi respon verbal dan nonverbalpasien ang menunjukkan adanakecemasan

Ke&emasan dapat ditutupi oleh pasien dengan komentar/ kemarahan yang ditun!ukkan pasien kepada

pemberi perawatan 3 5injau ulang pengalaman pasien "

orang terdekat sebelumna dengan kanker 

7embantu dalam identifikasi rasa takut dan kesalahan interpretasi konsep pada pengalaman kanker  sebelumnya

: /orong pasien untuk   mengungkapkan pikiran dan  perasaanna

7emberikan kesempatan untuk mengidentifikasi rasa takut yang dialami serta kesalahan konsep

Dalam dokumen Laporan Pendahuluan CA Serviks (Halaman 27-47)

Dokumen terkait