TINJAUAN KASUS DAN PEMBAHASAN
DATA PERKEMBANGAN III ( Kunjungan Rumah )
5. Rencana Asuhan
Rencana asuhan menurut Rukiyah (2014), yaitu : lakukan observasi terhadap keadaan umum dan vital sign, lakukan penimbangan berat
badan pada ibu, beritahu ibu bahwa mual dan muntah merupakan gejala yang normal pada kehamilan muda, anjurkan ibu untuk mengubah makan sehari – hari dengan makanan dalam jumlah kecil tetapi sering, anjurkan ibu untuk bangun pagi jangan segera turun dari tempat tidur tetapi duduk dahulu dan baru perlahan berdiri bangun dan dianjurkan makan roti kering atau biskuit dengan teh hangat, anjurkan ibu untuk menghindari makanan yang berbau lemak dan berminyak, anjurkan ibu untuk banyak minum air putih dan istirahat cukup, serta pemberian terapi sesuai kebutuhan (obat emesis yaitu mediamer B6, sedativ, anti histamin dan anti mual muntah avomin), anjurkan ibu untuk kunjungan ulang bila kondisi semakin buruk segera mungkin.
Sedangkan pada kasus Ny. D dengan Hiperemesis Gravidarum Grade I penulis dapat membuat perencanaan sebagai berikut : beritahu ibu tentang kondisinya saat ini, beri penjelasan kepada ibu tentang mual muntah ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum grade I, anjurkan ibu untuk bedrest total dan mengurangi aktifitasnya, beritahu ibu tentang asupan makanan pada ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum grade I, beritahu ibu tentang mobilisasi ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum grade I, anjurkan ibu untuk banyak minum, beri terapi obat folaxin (400 mcg) 1x1 sehari dan vesperum (10 mg) 1x1 sehari, beritahu ibu akan dilakukan kunjungan ulang 1 minggu lagi. Karena adanya kerjasama antara ibu dengan bidan sehingga tidak terjadi kesenjangan antara teori dan praktek di lapangan.
6. Pelaksanaan
Pada langkah ini telah dilaksanakan implementasi asuhan kebidanan secara efisien dan aman berdasarkan dari intervensi yang telah direncanakan pada Hiperemesis Gravidarum Grade I diberikan obat – obatan seperti vitamin B6, sedativ, anti histamin, dan anti mual muntah (Rukiyah, 2014).
Sedangkan implementasi pada kasus diberikan folaxin (400 mcg) dan vesperum (10 mg), kesenjangan pada kasus Hiperemesis Gravidarum Grade I pada Ny. D yaitu tidak diberikan vitamin B6, sedativ dan antihistamin. Akan tetapi tidak terjadi diagnosa potensial berupa Hiperemesis Gravidarum Grade II. Kesenjangan ini tidak menghambat untuk melaksanakan asuhan berikutnya.
7. Evaluasi
Adapun evaluasi dari asuhan kebidanan ibu hamil dengan Hiperemesis Gravidarum Grade I menurut Rukiyah (2014), meliputi : keadaan umum baik, kesadaran composmentis, tekanan darah dan nadi normal, berat badan sudah stabil, ibu bersedia makan dan minum sedikit tapi sering, ibu bersedia menghindari makanan yang berbau minyak dan lemak, ibu bersedia istirahat cukup, ibu bersedia melakukan kunjungan ulang bila kondisi semakin buruk segera mungkin, mual muntah berkurang tidak terjadi Hiperemesis Gravidarum Grade II.
Kasus pada ibu hamil Ny. D dengan Hiperemesis Gravidarum Grade I telah dilakukan perawatan selama 14 hari dari tanggal 08 Maret 2015 sampai 22 Maret 2015 dengan dilakukan kunjungan rumah sebanyak 3 kali kunjungan. Kunjungan pertama klien masih merasa mual muntah ± 4–5 kali sehari, nafsu makan sedikit, turgor kulit kurang, lidah kering, conjungtiva pucat, mata cekung, badan lemas dan klien merasa cemas.
Kunjungan kedua klien masih merasa mual muntah 2 – 3 kali sehari, nafsu makan sudah ada, turgor kulit sedikit kurang, lidah tidak kering, mata tidak cekung, conjungtiva merah muda, badan masih lemas dan ibu sudah tidak merasa cemas. Kunjungan ketiga keadaan klien sudah membaik, mual muntah sudah berhenti, turgor kulit baik, lidah tidak kering, mata tidak cekung, conjungtiva merah muda, badan tidak lemas, nafsu makan sudah baik, dan berat badan naik 0,5 kg, serta diagnosa potensial tidak muncul setelah dilakukan asuhan kebidanan secara baik.
Penanganan yang tepat dan observasi yang baik dari pelaksanaan asuhan kebidanan yang diberikan kepada klien maka dari hasil evaluasi tidak ditemukan antara kesenjangan antara teori dan pratek dilapangan.
81
BAB V PENUTUP
Pada bab ini penulis dapat merumuskan kesimpulan dan penyusunan karya tulis ilmiah dengan judul “Asuhan Kebidanan Ibu Hamil Pada Ny. D Umur 25 Tahun G2 P1 A0 Hamil 10+5 Minggu Dengan Hiperemesis Gravidarum Grade I di BPM Siti Lestari Grobogan serta memberikan saran terhadap asuhan yang telah diberikan.
A. Kesimpulan
Penatalaksanaan Asuhan Kebidanan Ibu Hamil Pada Ny. D Umur 25 Tahun G2 P1 A0 Hamil 10+5 Minggu Dengan Hiperemesis Gravidarum Grade I di BPM Siti Lestari Grobogan ini dapat dilaksanakan dengan baik sehingga penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Penulis mendapatkan
a. Dalam kasus ibu hamil pada Ny. D Umur 25 Tahun G2 P1 A0 Hamil 10+5 Minggu dengan Hiperemesis Gravidarum Grade I di BPM Siti Lestari Grobogan diperoleh data subyektif : ibu mengatakan mual muntah 6 – 8 kali sehari, serta hari pertama menstruasi terakhir tanggal 25 Desember 2014, sedangkan data obyektif meliputi : HPL : 02 Oktober 2015, vital sign (Tekanan darah : 110/80 mmHg, Nadi : 86 x/menit, Suhu : 36,7 0C, Respirasi : 22 x/menit), Leopold I : Teraba ballottement, BB sekarang 50 kg, turgor kulit kurang, lidah kering, mata cekung dan conjungtiva pucat.
b. Interpretasi data didapat ibu hamil pada Ny. D Umur 25 Tahun G2P1A0 Hamil 10+5 Minggu Dengan Hiperemesis Gravidarum Grade I di BPM Siti Lestari Grobogan dengan masalah yang menyertai yaitu gangguan rasa nyaman dan cemas.
c. Diagnosa potensial didapat ibu hamil pada Ny. D Umur 25 Tahun G2P1A0 Hamil 10+5 Minggu Dengan Hiperemesis Gravidarum Grade I di BPM Siti Lestari Grobogan yaitu potensial terjadi Hiperemesis Gravidarum Grade II, tetapi karena penanganan yang baik dan sudah tepat sehingga hal tersebut tidak muncul diagnosa potensial.
d. Ibu hamil pada Ny. D Umur 25 Tahun G2 P1 A0 Hamil 10+5 Minggu dengan Hiperemesis Gravidarum Grade I di BPM Siti Lestari Grobogan antisipasi yang diberikan yaitu menganjuran ibu bedrest total dan pemberian terapi folaxin (400 mcg) 1 x 1 sehari dan vesperum (10 mg) 1x 1 sehari.
e. Pada kasus ibu hamil pada Ny. D Umur 25 Tahun G2 P1 A0 Hamil 10+5 Minggu dengan Hiperemesis Gravidarum Grade I di BPM Siti Lestari Grobogan dengan perencanaan sebagai berikut : beritahu ibu tentang kondisinya saat ini, beri penjelasan kepada ibu tentang mual muntah ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum grade I, anjurkan ibu untuk bedrest total dan mengurangi aktifitasnya, beritahu ibu tentang asupan makanan pada ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum grade I, beritahu ibu tentang mobilisasi ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum grade I, anjurkan ibu untuk banyak minum, beri terapi
obat folaxin (400 mcg) 1x1 sehari dan vesperum (10 mg) 1x1 sehari, beritahu ibu akan dilakukan kunjungan ulang 1 minggu lagi.
f. Implementasi ibu hamil pada Ny. D Umur 25 Tahun G2 P1 A0 Hamil 10+5 Minggu dengan Hiperemesis Gravidarum Grade I di BPM Siti Lestari Grobogan dengan memberitahu ibu tentang keadaanya saat ini dalam kondisi lemah, memberikan penjelasan kepada ibu bahwa mual muntah pada ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum grade I merupakan gejala yang fisiologis atau normal pada kehamilan muda dan akan hilang setelah kehamilan 4 bulan, menganjurkan ibu untuk istirahat yang cukup dengan tidur siang ± 2 – 3 jam serta tidur malam tidak terlalu larut ± 8 jam dan mengurangi aktifitas rumah tangga sementara waktu agar bisa istirahat secara maksimal untuk mengurangi efek mual dan muntah, memberitahu ibu tentang asupan makanan pada ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum grade I yaitu dengan porsi sedikit tetapi sering dan makan – makanan ringan seperti biskuit, sementara waktu menghindari makanan yang berminyak dan berbau lemak (contoh : daging, keju, susu dan lain – lain) serta menyajikan makanan dalam kondisi terlalu panas atau dingin agar tidak memicu timbulnya mual dan muntah, memberitahu ibu tentang mobilisasi ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum grade I yaitu jangan tiba – tiba langsung berdiri pada saat baru bangun tidur pagi tetapi miring kemudian duduk terlebih dahulu baru perlahan berdiri untuk menghindari mual dan muntah, menganjurkan ibu
banyak minum minimal 2 – 3 liter per hari atau 7 – 8 gelas per hari supaya ibu tidak mengalami dehidrasi, memberikan terapi obat folaxin (400 mcg) 1x1 sehari dan vesperum (10 mg) 1x1 sehari, dan memberitahu ibu akan dilakukan kunjungan rumah 1 minggu lagi untuk kontrol kondisi ibu.
g. Dalam kasus ibu hamil pada Ny. D Umur 25 Tahun G2P1A0 Hamil 10+5 Minggu dengan Hiperemesis Gravidarum Grade I di BPM Siti Lestari Grobogan yang telah dilakukan perawatan selama 14 hari dari tanggal 08 Maret 2015 sampai 22 Maret 2015 dengan kunjungan rumah sebanyak 3 kali didapat hasil keadaan umum ibu membaik, mual muntah berhenti, turgor kulit baik, lidah tidak kering, mata tidak cekung, conjungtiva merah muda, badan tidak lemas, nafsu makan sudah membaik dan berat badan naik 0,5 kg.
2. Penulis menemukan kesenjangan antara teori dan praktek di lapangan yaitu :
Setelah dilakukan asuhan kebidanan ibu hamil pada Ny. D Umur 25 Tahun G2 P1 A0 Hamil 10+5 Minggu dengan Hiperemesis Gravidarum Grade I dan membandingkan dengan teori, maka penulis menemukan kesenjangan yaitu dalam pengkajian tanda dan gejala bahwa ibu mengatakan tidak nyeri epigastrium, hasil pemeriksaan nadi ibu tidak meningkat, tekanan darah tidak turun, dan dalam pemberian terapi tidak menggunakan vitamin B6, sedativ dan anti histamin.
3. Penulis memberikan pemecahan masalah terhadap kesenjangan teori dan praktek yaitu :
Dengan menganjurkan ibu untuk makan porsi sedikit tetapi sering dan makan – makanan ringan seperti biskuit, sementara waktu menghindari makanan yang berminyak dan berbau lemak (contoh : daging, keju, susu dan lain – lain) serta menyajikan makanan dalam kondisi terlalu panas atau dingin agar tidak memicu timbulnya mual dan muntah, memberitahu ibu tentang mobilisasi yaitu jangan tiba – tiba langsung berdiri pada saat baru bangun tidur pagi tetapi miring kemudian duduk terlebih dahulu baru perlahan berdiri untuk menghindari mual dan muntah, menganjurkan ibu untuk istirahat yang cukup dengan tidur siang
± 2 – 3 jam serta tidur malam tidak terlalu larut ± 8 jam dan mengurangi aktifitas rumah tangga sementara waktu agar bisa istirahat secara maksimal untuk mengurangi efek mual dan muntah, menganjurkan ibu untuk banyak minum minimal 2 – 3 liter per hari atau 7 – 8 gelas per hari supaya ibu tidak mengalami dehidrasi, memberikan terapi obat folaxin (400 mcg) 1x1 sehari dan vesperum (10 mg) 1x1 sehari. Dengan adanya penanganan yang baik dan tepat, maka klien bisa sembuh tanpa ada komplikasi meskipun terdapat sedikit kesenjangan.
B. Saran
Dari kesimpulan tersebut diatas, penulis ingin memberikan sedikit saran supaya peningkatan mutu pelayanan asuhan kebidanan ibu hamil dengan
Hiperemesis Gravidarum Grade I menjadi lebih baik, diantaranya sebagai berikut :
1. Bagi Penulis
Diharapkan dapat menambah pengetahuan dan pengalaman penulis tentang pelaksanaan asuhan kebidanan ibu hamil dengan Hiperemesis Gravidarum Grade I dan dan dapat menerapkan teori dan praktek kebidanan Hiperemesis Gravidarum Grade I.
2. Bagi Instansi / BPM
Dapat menambah dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang sudah ada serta mingkatkan mutu pelayanan kesehatan khususnya untuk asuhan kebidanan ibu hamil dengan Hiperemesis Gravidarum Grade I.
3. Bagi Institusi STIKes Kusuma Husada Surakarta
Dapat menambah referensi dan sumber bacaan di perpustakaan, untuk meningkatkan kualitas pendidikan khususnya ibu hamil dengan Hiperemesis Gravidarum Grade I.