• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 4 METODE PENELITIAN

4.10. Rencana Biaya Penelitian

• Kertas A4 2 rim x 500 lembar @ 40.000 Rp 80.000

• Fotokopi sumber-sumber tinjauan pustaka Rp 30.000

• CD Rp 10.000

• Penjilidan Rp 120.000

Rp 240.000

BAB 5

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.1 Hasil Penelitian

5.1.1 Deskripsi Lokasi Penelitian

Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM) Medan berlokasi di Jalan Bunga Lau No. 17, Kelurahan Kemenangan Tani, Kecamatan Medan Tuntungan, Kotamadya Medan, Provinsi Sumatera Utara. Rumah sakit ini merupakan rumah sakit pemerintah yang masuk dalam kategori Rumah Sakit Kelas A. Berdasarkan SK Menkes RI No. HK.02.02/MENKES/390/2014 tanggal 17 Oktober 2014 Tentang Pedoman Penetapan Rumah Sakit Rujukan Nasional, RSUP H. Adam Malik Medan merupakan salah satu rumah sakit di bagian Regional Barat yang merupakan Rumah Sakit Rujukan Nasional. Selain itu RSUP H. Adam Malik Medan ini juga merupakan jenis Rumah Sakit Pendidikan sehingga memudahkan peneliti untuk dapat melakukan penelitian di rumah sakit ini.

5.1.2 Deskripsi Hasil Penelitian

Data yang digunakan pada penelitian ini merupakan data sekunder, yaitu data yang berasal dari rekam medis RSUP H. Adam Malik Medan dari bulan Januari 2013 sampai Desember 2015.

Jumlah seluruh data yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi serta sesuai dengan variabel yang diteliti adalah 12 data rekam medis pada tahun 2013, 14 data rekam medis pada tahun 2014 dan 5 data rekam medis pada tahun 2015.

Variabel data rekam medis yang diteliti meliputi usia, jenis kelamin, etiologi, organ yang terlibat, tatalaksana, dan komplikasi.

5.1.2.1. Distribusi Pasien Trauma Urogenital Berdasarkan Usia

Distribusi data berdasarkan usia pasien trauma urogenital pada tahun 2013 - 2015 dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 5.1. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Usia Kelompok

Dalam Tabel 5.1, diketahui bahwa pasien trauma urogenital yang terbanyak berada pada kelompok usia 11-20 tahun (32,3%) dan terendah berada pada kelompok usia 51-60 tahun (3,2%).

5.1.2.2. Distribusi Pasien Trauma Urogenital Berdasarkan Jenis Kelamin Distribusi data berdasarkan jenis kelamin pasien trauma urogenital pada tahun 2013 - 2015 dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 5.2. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis

Berdasarkan Tabel 5.2, diketahui bahwa pasien trauma urogenital yang terbanyak adalah berjenis kelamin laki-laki (64,5%) sedangkan perempuan hanya (35,5%).

5.1.2.3. Distribusi Pasien Trauma Urogenital Berdasarkan Etiologi

Distribusi data berdasarkan etiologi pada pasien trauma urogenital pada tahun 2013 - 2015 dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 5.3. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Etiologi

Etiologi 2013 2014 2015 2013-2015

n % n % n % n %

Trauma

Tumpul 10 83,3 10 71,4 5 100 25 80,6

Trauma

Tajam 2 16,7 3 21,4 0 0 5 16,1

Trauma

Iatrogenik 0 0 1 7,1 0 0 1 3,2

Total 12 100% 14 100% 5 100% 31 100%

Berdasarkan Tabel 5.3, diketahui bahwa kebanyakan pasien trauma urogenital merupakan pasien dengan etiologi trauma tumpul (80,6%) dan yang paling sedikit adalah trauma iatrogenik (3,2%).

5.1.2.4. Distribusi Pasien Trauma Urogenital Berdasarkan Organ yang Terlibat

Distribusi data berdasarkan organ yang terlibat pada pasien trauma urogenital pada tahun 2013 - 2015 dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 5.4. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Organ yang Terlibat

Berdasarkan Tabel 5.4, diketahui bahwa organ yang paling sering terlibat pada pasien trauma urogenital adalah ginjal (61,3%) dan disusul dengan uretra (25,8%).

5.1.2.5. Distribusi Pasien Trauma Urogenital Berdasarkan Tatalaksana Distribusi data berdasarkan tatalaksana pada pasien trauma urogenital pada tahun 2013 - 2015 dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 5.5. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Tatalaksana

Tatalaksana 2013 2014 2015 2013-2015

n % n % n % n %

Konservatif 7 58,3 5 35,7 0 0 12 38,7

Operatif 5 41,7 9 64,3 5 100 19 61,3

Total 12 100% 14 100% 5 100% 31 100%

Berdasarkan Tabel 5.5, diketahui bahwa pasien trauma urogenital yang terbanyak adalah dengan tatalaksana operatif (61,3%) dan paling sedikit adalah tatalaksana konservatif (38,7%).

5.1.2.6. Distribusi Pasien Trauma Urogenital Berdasarkan Komplikasi

Distribusi data berdasarkan komplikasi pada pasien trauma urogenital pada tahun 2013 - 2015 dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 5.6. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Komplikasi

Komplikasi 2013 2014 2015 2013-2015

n % n % n % n %

Berdasarkan Tabel 5.6, diketahui bahwa kebanyakan trauma urogenital tidak menimbulkan komplikasi, namun pada trauma ginjal komplikasi tersering adalah perdarahan (29,0%) dan komplikasi paling sedikit yaitu meninggal dunia (3,2%).

5.2 Pembahasan 5.2.1 Usia

Berdasarkan data distribusi di atas diketahui bahwa dari total pasien pada tahun 2013-2015 yang menderita trauma urogenital di RSUP H. Adam Malik Medan sebanyak 12 orang pasien pada tahun 2013 dengan kelompok usia 11-20 tahun lebih banyak yakni sebesar 33,3%, sebanyak 14 orang pasien di tahun 2014 sebesar 28,6% pada kelompok usia 11-20, dan sebanyak 5 orang pasien di tahun 2015 sebesar 40,0% pada kelompok usia 11-20 tahun. Kemudian disusul kelompok usia 41-50 tahun sebesar 25,0% (2013), kelompok usia 21-30 tahun sebesar 16,7% (2013), kelompok usia 31-40 tahun sebesar 21,4% (2014), dan kelompok usia 1-10, 21-30 dan 41-50 sebesar 20,0% (2015). Selanjutnya kelompok usia 1-10, 31-40 dan > 60 tahun sebesar 8,3% (2013), kelompok usia 21-30, 41-50, >60 tahun sebesar 14,3% (2014).

Hal ini sejalan dengan penelitian Summerton yang menyatakan bahwa trauma urogenital terjadi pada semua kelompok usia.85 Hasil penelitian ini mendukung pendapat Annichdimana prevalensi tauma urogenital telah dilaporkan antara 10 dan 30% pada orang dewasa dan kurang dari 3% pada anak-anak.86

5.2.2 Jenis Kelamin

Pada tabel 5.2, dapat dilihat bahwa persentase pasien trauma urogenital berjenis kelamin laki-laki (66,7%) lebih tinggi daripada persentase pasien berjenis kelamin perempuan (33,3%) pada tahun 2013. Pada tahun 2014 dari jumlah 14 pasien menunjukkan persentase pasien berjenis kelamin laki-laki lebih tinggi (57,1%) daripadaperempuan (42,9%). Kemudian disusul pada tahun 2015 persentase pasien berjenis kelamin laki-laki juga lebih tinggi (80,0%) daripada perempuan (20,0%).

Data ini sesuai dengan pendapat Paparel danSalimi karakteristik pasien trauma sesuai dengan literatur dimana jumlah pasien yang berjenis kelamin laki-laki yang dirawat di rumah sakit hampir 4 kali lebih tinggi dari perempuan

.

5,87Hal ini sejalan dengan pendapat Smith & Barrs bahwa trauma urogenital yang paling umum terjadi adalah pada laki-laki dibandingkan dengan perempuan.88

5.2.3 Etiologi

Pada tabel 5.3, terlihat bahwa terdapat tiga etiologi pada trauma urogenital yaitu trauma tumpul dan trauma tajam. Trauma tumpul disebabkan oleh kecelakaan kendaraan bermotor, jatuh, dan lain-lain. Trauma tajam dapat disebabkan oleh luka tusuk. Sedangkan trauma iatrogenik dapat disebabkan oleh kelalaian medis.

Untuk distribusi berdasarkan etiologi, didapatkan bahwa kebanyakan pasien trauma urogenital merupakan pasien dengan etiologi trauma tumpul pada tahun 2013, 2014 maupun 2015, masing – masing sebanyak (83,3%), (71,4%) dan (100%).

Menurut Mattox dan Dreitlein trauma tumpul merupakan penyebab lebih dari 90% dari seluruh trauma urogenital.89,90 Hal ini sesuai dengan penelitian

Salimi et altrauma tumpul lebih sering terjadi daripada trauma tajam.91 Mekanisme yang paling umum dari trauma tumpul adalah kecelakaan lalu lintas dan pejalan kaki merupakan korban utama dari kecelakaan tersebut.91

5.2.4 Organ yang Terlibat

Pada tabel 5.4, terlihat bahwa bahwa organ yang paling sering terlibat pada pasien trauma urogenital adalah ginjal pada tahun 2013 sebanyak 9 orang (75,0%), pada tahun 2014 sebanyak 8 orang (57,1%). Sedangkan pada tahun 2015 organ yang paling sering terlibat adalah uretra sebanyak 3 orang (60,0%).

Data ini sesuai dengan data penelitian Paparel et al sekitar 65% dari trauma urogenital melibatkan ginjal.5 Trauma ginjal yang tersering disebabkan oleh trauma tumpul, biasanya karena kecelakaan kendaraan bermotor, jatuh atau perkelahian. Menurut Dandan & Farhat ginjal sebagai trauma yang paling umum terjadi dalam trauma urogenital, maka itu dokter urologi memiliki peran yang penting dalam tim.92

5.2.5 Tatalaksana

Pada tabel 5.5, terlihat bahwa sebagian besar pasien trauma urogenital melakukan tatalaksana secara konservatif yakni sebesar 58,3% pada tahun 2013.

Sedangkan pada tahun 2014 dan 2015 tatalaksana paling sering dilakukan adalah tindakan operatif sebanyak 64,3% dan 100% masing-masing.

Hal ini sesuai dengan penelitian Siemer dan Palmer bahwa tidak diperlukan eksplorasibedah pada 80% kasus dari trauma tumpul; sementara, trauma tajam sebagian besar membutuhkan tindakan operatif.93,94

5.2.6 Komplikasi

Pada tabel 5.6, terlihat bahwa sebagian besar pasien trauma urogenital termasuk dalam komplikasi perdarahandengan persentase sebesar 33,3% (2013) dan 28,6% (2014), diikuti hidronefrosis sebesar 25,0% (2013) dan hipertensi sebesar 14,3% (2014), dan komplikasi paling sedikit pada tahun 2013 adalah hipertensi dan pasien meninggal dunia masing-masing sebesar 8,3% (2013) dan

komplikasi paling sedikit pada tahun 2014 adalah komplikasi hidronefrosis yaitu sebesar 7,1%.

Menurut penelitian Santucci menyatakan bahwa 25% adalah kasus dengan komplikasi perdarahan.12Hal ini sejalan dengan penelitian Steven menyatakan bahwa perdarahanadalah salah satu komplikasi yang penting dan biasanya terjadi dalam 1-2 minggu setelah trauma.95

BAB 6

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil pembahasan dan analisis data penelitian yang berasal dari rekam medis sesuai dengan kriteria inklusi dan kriteria ekslusi pasien trauma urogenital di RSUP H. Adam Malik pada tahun 2013 - 2015 maka kesimpulan yang didapatkan adalah :

1. Karakteristik pasien terbanyak berada pada kelompok usia 11-20 tahun.

2. Mayoritas pasien trauma urogenital adalah berjenis kelamin laki-laki.

3. Trauma tumpul merupakan etiologi yang paling sering terjadi.

4. Organ yang paling sering terlibat pada pasien trauma urogenital adalah ginjal.

5. Tatalaksana yang paling banyak dilakukan adalah tindakan operatif.

6. Komplikasi tersering pada pasien trauma urogenital adalah perdarahan.

6.2. Saran

Dari pengamatan peneliti selama melakukan penelitian ini, terdapat beberapa saran sebagai berikut:

1. Perlu dilakukan penyuluhan atau program untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui Dinas Kesehatan tentang trauma urogenital.

2. Diharapkan agar data-data di rekam medis RSUP Haji Adam Malik dapat dibuat semaksimal mungkin agar tidak timbul kesulitan disaat pengambilan data yang disebabkan oleh rekam medis yang tidak lengkap.

3. Peneliti berharap penelitian ini dapat dijadikan sebagai pedoman dalam melakukan penelitian selanjutnya dengan memperluas variabel-variabel lainnya.

DAFTAR PUSTAKA

1. Soanes, C. and Stevenson, A. (eds). (2003). Oxford Dictionary of English.

Oxford: Oxford University Press.

2. Soreide K. Trauma and the acute care surgery model—should it embrace or replace surgery? Scand J Trauma Resuscitation Emerg Med. 2009;17:4 [PMC free article] [PubMed]

3. Bergen G, Peterson C, Ederer D, et al. Vital signs: health burden and medical cost of nonfatal injuries to motor vehicle occupants. United States, 2012. MMWR Morbid Mortal Wkly Rep 2014;133:966-72

4. Bent C, Iyngkaran T, Power N. Urological injuries following trauma. Clin Radiol. 2008;63(12):1361-71. [PubMed]

5. Paparel P, N’Diaye A, Laumon B, et al. The epidemiology of trauma of the genitourinary system after traffic accidents: analysis of a register of over 43,000 victims. BJU Int 2006 Feb;97(2):338-41.

6. Armenakas NA. Renal Trauma. The Merck Manual [Internet]. 2013 July

[cited 2016 Jun 1]. Available from:

http://www.merckmanuals.com/professional/injuries-poisoning/genitourinary-tract-trauma/renal-trauma

7. Dixon CM. Diagnosis and acute management of posterior urethral disruptions. In: McAninch JW, ed. Traumatic and Reconstructive Urology.

Philadelphia, Pa: WB Saunders; 1996:347-55

8. Brandes SB, Buckman RF, Chelsky MJ, Hanno PM. External genitalia gunshot wounds: a ten-year experience with fty- six cases. J Trauma 1995;39:266-72.

9. Meng MV, Brandes SB, McAninch JW. Renal trauma: indications and techniques for surgical exploration. World J Urol 1999 Apr;17(2):71-7.

10. McAninch JW. Genitourinary trauma. World J Urol 1999 Apr;17(2):65.

11. Bjurlin MA, Goble SM, Fantus RJ, et al. Outcomes in geriatric genitourinary trauma. J Am Coll Surg 2011 Sep;213(3):415-21.

12. Santucci RA, Wessells H, Bartsch G, et al. Evaluation and management of renal injuries: consensus statement of the renal trauma subcommittee. BJU Int 2004 May;93(7):937-54.

13. Bruce LM, Croce MA, Santaniello JM, et al. Blunt renal artery injury:

incidence, diagnosis, and management. Am Surg 2001 Jun;67(6):550-4;discussion 555-6.

14. Sangthong B, Demetriades D, Martin M, et al. Management and hospital outcomes of blunt renal artery injuries: analysis of 517 patients from the National Trauma Data Bank. J Am Coll Surg 2006 Nov; 203(5): 612-7.

15. Kansas BT, Eddy MJ, Mydlo JH, et al. Incidence and management of penetrating renal trauma in patients with multiorgan injury: extended experience at an inner city trauma center. J Urol 2004 Oct;172(4Pt1):1355-60.

16. Najibi S, Tannast M, Latini JM. Civilian gunshot wounds to the genitourinary tract: incidence, anatomic distribution, associated injuries, and outcomes. Urology 2010 Oct;76(4):977-81; discussion 981.

17. Moore EE, Shackford SR, Pachter HL, et al. Organ injury scaling: spleen, liver, and kidney. J Trauma 1989 Dec;29(12):1664-6.

18. Kuan JK, Kaufman R, Wright JL, et al. Renal injury mechanisms of motor vehicle collisions: analysis of the crash injury research and engineering network data set. J Urol 2007 Sep;178(3Pt1):935-40; discussion 940.

19. Cachecho R, Millham FH, Wedel SK. Management of the trauma patient with pre-existing renal disease. Crit Care Clin 1994 Jul;10(3):523-36.

20. Buchberger W, Penz T, Wicke K, et al. [Diagnosis and staging of blunt kidney trauma. A comparison of urinalysis, i.v. urography, sonography and computed tomography]. Rofo 1993 Jun;158(6):507-12. [Article in German]

21. Mee SL, McAninch JW. Indications for radiographic assessment in suspected renal trauma. Urol Clin North Am 1989 May;16(2):187-92.

22. Ikatan Ahli Urologi Indonesia. Clinical Pathway 10 Penyakit Urologi

Tersering [Internet]. 2015. Available

from: http://www.iaui.or.id/ast/file/CLINICAL_PATHWAY_(CP%20IAU I).pdf

23. Heyns CF, van Vollenhoven P. Increasing role of angiography and segmental artery embolisation in the management of renal stab wounds. J Urol 1992 May;147(5):1231-4.

24. Pereira BM, Ogilvie MP, Gomez-Rodriguez JC, et al. A review of ureteral injuries after external trauma. Scand J Trauma Resusc Emerg Med 2010 Feb;18:6.

25. Elliott SP, McAninch JW. Ureteral injuries: external and iatrogenic. Urol Clin North Am 2006 Feb;33(1):55-66.

26. McGeady JB, Breyer BN. Current epidemiology of genitourinary trauma.

Urol Clin North Am 2013 Aug;40(3):323-34.

27. Siram SM, Gerald SZ, Greene WR, et al. Ureteral trauma: patterns and mechanisms of injury of anuncommon condition. Am J Surg 2010 Apr;199(4):566-70.

28. Brandes S, Coburn M, Armenakas N, et al. Diagnosis and management of ureteric injury: an evidence based analysis. BJU Int 2004 Aug;94(3):277-89.

29. Chou MT, Wang CJ, Lien RC. Prophylactic ureteral catheterization in gynecologic surgery: a 12-year randomized trial in a community hospital.

Int Urogynecol J Pelvic Floor Dysfunct 2009 Jun;20(6):689-93.

30. Delacroix SE Jr, Winters JC. Urinary tract injures: recognition and management. Clin Colon Rectal Surg 2010 Jun;23(2):104-12.

31. Halabi WJ, Jafari MD, Nguyen VQ, et al. Ureteral injuries in colorectal surgery: an analysis of trends, outcomes, and risk factors over a 10-year period in the United States. Dis Colon Rectum 2014 Feb;57(2):179-86.

32. Medina D, Lavery R, Ross SE, et al. Ureteral trauma: preoperative studies neither predict injury nor prevent missed injuries. J Am Coll Surg 1998 Jun;186(6):641-4.

33. Bjurlin MA, Fantus RJ, Mellett MM, et al. Genitourinary injuries in pelvic fracture morbidity and mortality using the National Trauma Data Bank. J Trauma 2009 Nov;67(5):1033-9.

34. Gomez RG, Ceballos L, Coburn M, et al. Consensus statement on bladder injuries. BJU Int 2004 Jul;94(1):27-32.

35. Wirth GJ, Peter R, Poletti PA, et al. Advances in the management of blunt traumatic bladder rupture: experience with 36 cases. BJU Int 2010 Nov;106(9):1344-9.

36. Deibert CM, Spencer BA. The association between operative repair of bladder injury and improved survival: results from the National Trauma Data Bank. J Urol 2011 Jul;186(1):151-5.

37. Ramchandani P, Buckler PM. Imaging of genitourinary trauma. AJR Am J Roentgenol 2009 Jun;192(6):1514-23.

38. Cordon BH, Fracchia JA, Armenakas NA. Iatrogenic nonendoscopic bladder injuries over 24 years: 127 cases at a single institution. Urology 2014 Jul;84(1):222-6.

39. Gungorduk K, Asicioglu O, Celikkol O,et al. Iatrogenic bladder injuries during caesarean delivery: a case control study. J Obstet Gynaecol 2010;30(7):667-70.

40. Rahman MS, Gasem T, Al Suleiman SA, et al. Bladder injuries during cesarean section in a University Hospital: a 25-year review. Arch Gynecol Obstet 2009 Mar;279(3):349-52.

41. Balbay MD, Cimentepe E, Unsal A, et al. The actual incidence of bladder perforation following transurethral bladder surgery. J Urol 2005 Dec;174(6):2260-2, discussion 2262-3.

42. Frenkl TL, Rackley RR, Vasavada SP, et al. Management of iatrogenic foreign bodies of the bladderand urethra following pelvic floor surgery.

Neurourol Urodyn 2008;27(6):491-5.

43. Rafique M. Intravesical foreign bodies: review and current management strategies. Urol J 2008 Fall;5(4):223-31.

44. Morey AF, Iverson AJ, Swan A, et al. Bladder rupture after blunt trauma:

guidelines for diagnostic imaging. J Trauma 2001 Oct;51(4):683-6.

45. Foley C, Patki P, Boustead G. Unrecognized bladder perforation with mid-urethral slings. BJU Int 2010 Nov;106(10):1514-8.

46. Mundy A, Andrich D. Urethral trauma. Part I: introduction, history, anatomy, pathology, assessment and emergency management. BJUI 2011 Aug;108(3):310-27

47. Kashefi C, Messer K, Barden R, et al. Incidence and prevention of iatrogenic urethral injuries: J Urol 2008 Jun;179(6):2254-7.

48. Fenton AS, Morey AF, Aviles R, et al. Anterior urethral stricture: etiology and characteristics. Urology 2005 Jun;65(6):1055-8.

49. Buddha S. Complication of urethral catheterisation. Lancet 2005 Mar;365(9462):909.

50. Vicente J, Rosales A, Montlleó M, et al. Value of electrical dispersion as a cause of urethral stenosis after endoscopic surgery. Eur Urol 1992;21(4):280-3.

51. Chrouser KL, Leibovich BC, Sweat SD, et al. Urinary fistulas following external radiation or permanent brachytherapy for the treatment of prostate cancer. J Urol 2005 Jun;173(6):1953-7.

52. Marguet C, Raj GV, Brashears JH, et al. Rectourethral fistula after combination radiotherapy for prostate cancer. Urology 2007 May;69(5):898-901.

53. Polat O, Gü l O, Aksoy Y, et al. Iatrogenic injuries to ureter, bladder and urethra during abdominal and pelvic operations. Int Urol Nephrol 1997;29(1):13-8.

54. Chapple C, Barbagli G, Jordan G, et al. Consensus statement on urethral trauma. BJU Int 2004 Jun;93(9):1195-202.

55. Park S, McAninch JW. Straddle injuries to the bulbar urethra:

management and outcomes in 78 patients. J Urol 2004 Feb;171(2 Pt 1):722-5.

56. Elgammal MA. Straddle injuries to the bulbar urethra: management and outcome in 53 patients. Int Braz J Urol 2009 Jul-Aug;35(4):450-8.

57. Kommu SS, Illahi I, Mumtaz F. Patterns of urethral injury and immediate management. Curr Opin Urol 2007 Nov;17(6):383-9.

58. Lumen N, Hoebeke P, Willemsen P, et al. Etiology of urethral stricture disease in the 21st century. J Urol 2009 Sep;182(3):983-7.

59. Palminteri E, Berdondini E, Verze P, et al. Contemporary urethral stricture characteristics in the developed world. Urology 2013 Jan;81(1):191-6.

60. Koraitim MM. Predictors of erectile dysfunction post pelvic fracture urethral injuries: a multivariate analysis. Urology 2013 May;81(5):1081-5.

61. Feng C, Xu YM, Yu JJ, et al. Risk factors for erectile dysfunction in patients with urethral strictures secondary to blunt trauma. J Sex Med 2008 Nov;5(11):2656-61.

62. Brandes S. Initial management of anterior and posterior urethral injuries.

Urol Clin North Am 2006 Feb;33(1):87-95, vii.

63. Kommu SS, Illahi I, Mumtaz F. Patterns of urethral injury and immediate management. Curr Opin Urol 2007 Nov;17(6):383-9.

64. Rosenstein DI, Alsikafi NF. Diagnosis and classification of urethral injuries. Urol Clin North Am 2006 33(1):73-85, vi-vii.

65. Figler B, Hoffler CE, Reisman W, et al. Multi-disciplinary update on pelvic fracture associated bladderand urethral injuries. Injury 2012 Aug;43(8):1242-9.

66. Koraitim MM. Pelvic fracture urethral injuries: the unresolved controversy. J Urol 1999 May; 161(5):1433-41.

67. Goldman HB, Idom CB Jr, Dmochowski RR. Traumatic injuries of the female external genitalia and their association with urological injuries. J Urol 1998 Mar;159(3):956-9.

68. Husmann DA. Editorial Comment. J Urol 1998;159:959

69. Zargooshi J. Penile fracture in Kermanshah, Iran: report of 172 cases. J Urol 2000 Aug;164(2):364-6.

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/10893586

70. Karadeniz T, Topsakal M, Ariman A, et al. Penile fracture: differential diagnosis, management and outcome. Br J Urol 1996 Feb;77(2):279-81.

71. Fedel M, Venz S, Andreessen R, et al. The value of magnetic resonance imaging in the diagnosis of suspected penile fracture with atypical clinical findings. J Urol 1996 Jun;155(6):1924-7.

72. Pretorius ES, Siegelman ES, Ramchandani P, et al. MR imaging of the penis. Radiographics 2001 Oct;21 Spec No:S283-98, discussion S298-9.

73. Uder M, Gohl D, Takahashi M, et al. MRI of penile fracture: diagnosis and therapeutic follow-up. Eur Radiol 2002 Jan;12(1):113-20.

74. Haas CA, Brown SL, Spirnak JP. Penile fracture and testicular rupture.

World J Urol 1999 Apr;17(2):101-6.

75. Orvis BR, McAninch JW. Penile rupture. Urol Clin North Am 1989 May;16(2):369-75.

76. Lee JY, Cass AS, Streitz JM. Traumatic dislocation of testes and bladder rupture. Urology 1992 Dec; 40(6):506-8.

77. Nagarajan VP, Pranikoff K, Imahori SC, et al. Traumatic dislocation of testis. Urology 1983 Nov;22(5):521-4.

78. Pollen JJ, Funckes C. Traumatic dislocation of the testes. J Trauma 1982 Mar;22(3):247-9.

79. Shefi S, Mor Y, Dotan ZA, et al. Traumatic testicular dislocation: a case report and review of published reports. Urology 1999 Oct;54(4):744.

80. Tiguert R, Harb JF, Hurley PM, et al. Management of shotgun injuries to the pelvis and lower genitourinary system. Urology 2000 Feb;55(2):193-7.

81. Cass AS, Luxenberg M. Testicular injuries. Urology 1991 Jun;37(6):528-30.

82. Altarac S. A case of testicle replantation. J Urol 1993 Nov;150(5 Pt 1):1507-8.

83. Okur H , Kü çïkaydin M, Kazez A, et al. Genitourinary tract injuries in girls. Br J Urol 1996 Sep;78(3):446-9.

84. Sotto LS, Collins RJ. Perigenital Hematomas; analysis of forty-seven consecutive cases. Obstet Gynecol 1958 Sep;13:259-63.

85. Summerton DJ, Djakovic N, Kitrey ND, et al. Guidelines on urological trauma. Arnhem: European Association of Urology, 2014

86. MC Aninch JW. Genitourinary trauma. World Urol 1999 17: 95-96. 


87. Salimi J, Nikoobakht MR, Zareei MR. Epidemiologic study of 284 patients with urogenital trauma in three trauma center in Tehran. Urol J.

2004;1(2):117–20.

88. Smith GS, Barss P. Unintentional injuries in developing coun- tries: the epidemiology of a neglected problem. Epidemiol Rev. 1991;13:228–66.

89. Peterson NE. Genitourinary trauma. In: Feliciano DV, Moore EE, Mattox KL, eds. Trauma, 3rd ed. Stamford, CT: Appleton & Lange; 1996:661-93.

90. Dreitlein DA, Suner S, Basler J. Genitourinary trauma. Emerg Med Clin N Am. 2001;19:569-90.

91. Salimi J, Nikoobakht MR, Khaji A. Epidemiology of Urogenital Trauma in Iran: Results of the Iranian National Trauma Project. Urol J (Tehran).

2006; 3:171–4.

92. Dandan IS, Farhat W. Trauma, upper Urogenital. eMedicine [update 2005 December7]. Available from: http://emedicine. com/emerg/topic608. htm 93. Siemer S, Russ F, Mutschler W, Zwergel T. Injuries of the urinary System

and management in multiple trauma cases. Urology 1997 36(6): 513-22.

94. Palmer LS, Rosenbaum RR, Gershbaum MD, Kreutzer ER. Penetrating ureteral trauma at an urban trauma center: 10-year experience. Urology.

1999;54: 34-6.

95. Brandes, S.B. and McAninch, J.W. (2004) Renal trauma: a practical guide to evaluation and management. TheScientificWorldJOURNAL 4 (S1), 31–

40.

Dokumen terkait