• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

1.2 Lingkup Unit Kerja

1.2.3 Rencana dan Penjadwalan Kerja

Berikut ini informasi mengenai tanggal mulai proses magang dan tanggal berakhir proses magang yang telah disetujui oleh pihak perusahaan, serta jadwal kerja seperti jam kerja dan hari kerja dijelaskan dalam bentuk Tabel 1.1. tentang

“Rencana dan Penjadwalan Kerja”.

Tabel 1.1

Rencana dan Penjadwalan Kerja

Tanggal Mulai 22 Mei 2017

Tanggal Berakhir 7 Juli 2017

Hari Kerja Senin – Jumat

Jam Kerja 07.00 - 16.00 WIB (Reguler) 07.30 - 16.30 WIB (Reguler) 08.00 - 17.00 WIB (Reguler) 07.30 – 16.00 (Bulan Ramadhan) 08.00 – 16.30 WIB (Bulan Ramadhan)

9

BAB II

KAJ IAN TEORITIS

2.1 Perusahaan Jasa

2.1.1 Pengertian Perusahaan Jasa

Perusahaan jasa adalah unit usaha yang kegiatan utamanya memproduksi barang tidak berwujud (jasa) dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan atau laba. Perusahaan jasa bisa diartikan juga sebagai suatu perusahaan yang menjual jasa yang diproduksinya dengan tujuan memperoleh keuntungan dari kegiatan memenuhi kebutuhan konsumennya.

Menurut Kotler dalam Lupiyoadi (2014:7) “Jasa adalah setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain, pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan perpindahan kepemilikan apapun. Produksi jasa mungkin berkaitan dengan produk fisik atau tidak.”

2.1.2 Ciri-ciri Perusahaan Jasa

1. Pendapatan berasal dari penjualan jasa.

2. Dalam proses memproduksi jasa, bisa atau tidak memerlukan bantuan dari produk fisik.

3. Jasa yang diberikan tidak sama, jadi masing-masing konsumen dapat memperoleh jenis pelayanan yang berbeda dengan konsumen lainnya.

4. Tidak memiliki persedian produk dalam bentuk fisik, karena Produk yang dijual merupakan produk yang tidak berwujud (jasa). Jadi produk yang dihasilkan tidak dapat dilihat akan tetapi manfaatnya dapat dirasakan.

5. Biasanya tingkatan harganya memiliiki sifat yang tidak mutlak, sebab murah atau mahalnya harga yang ditetapkan oleh perusahaan tergantung tingkat kebutuhan konsumen.

10

6. Jasa yang dihasilkan tidak bisa disimpan, jadi sekali dibeli maka penggunaanya akan langsung habis.

2.1.3 Karakteristik dari jasa.

Payne dalam Jasfar (2012:6) karakteristik jasa yaitu sebagai berikut:

1. Tidak berwujud. Jasa bersifat abstrak dan tidak berwujud. Artinya, jasa tidak dapat dilihat, dirasakan/dicicipi, atau disentuh, seperti yang dapat dirasakan dari suatu barang.

2. Tidak dapat dipisahkan. Jasa umumnya dihasilkan dan dikonsumsi pada saat yang bersamaan, dengan partisipasi konsumen dalam proses tersebut.

Artinya, konsumen harus berada di tempat jasa yang dimintanya sehingga konsumen melihat dan ikut “ambil bagian” dalam proses produksi tersebut.

3. Heteregonitas. Jasa merupakan variabel nonstandard dan sangat bervariasi.

Artinya, karena jasa itu berupa suatu unjuk kerja, tidak ada hasil jasa yang sama walaupun dikerjakan oleh satu orang. Hal ini dikarenakan oleh interaksi manusia (karyawan dan konsumen) dengan segala perbedaan harapan dan persepsi yang menyertai interaksi tersebut.

4. Tidak tahan lama. Jasa tidak mungkin disimpan dalam persediaan. Artinya, jasa tidak bisa disimpan, dijual kembali kepada orang lain, atau dikembalikan kepada produsen jasa, di mana konsumen membeli jasa tersebut

2.2 Perpajakan

2.2.1 Pengertian Pajak

Berdasarkan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan yang mengacu pada Pasal 1 Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009:

“Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”.

11

Menurut Prof. Dr. Rochmat Soemitro, S.H. dalam Mardiasmo (2011: 1)

“Pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan undang-undang (yang dapat dipaksakan) dengan tiada mendapat jasa timbal (kontraprestasi) yang langsung dapat ditunjukkan dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum.”

Dari definisi pajak di atas dapat disimpulkan bahwa pajak adalah kontribusi wajib rakyat kepada Negara yang bersifat memaksa yang digunakan untuk keperluan Negara dan diatur berdasarkan Undang-undang yang berlaku dimana rakyat tidak mendapatkan timbal balik secara langsung.

2.2.2 Pengelompokkan Jenis Pajak

Menurut Siti Resmi (2012:7) Pajak dikelompokan menjadi 3, diantaranya:

1. Menurut Golongan Pajak dikelompokan menjadi dua, yaitu:

a. Pajak Langsung, pajak yang harus dipikul atau ditanggung sendiri oleh Wajib Pajak dan tidak dapat dilimpahkan atau dibebankan kepada orang lain atau pihak lain. Pajak harus menjadi beban Wajib Pajak yang bersangkutan.

b. Pajak tidak langsung, pajak yang pada akhirnya dapat dibebankan atau dilimpahkan kepada orang lain atau pihak ketiga. Pajak tidak langsung terjadi jika terdapat suatu kegiatan, peristiwa, atau perbuatan yang menyebabkan terutangnya pajak, misalnya terjadi penyerahan barang atau jasa.

2. Menurut Sifat Pajak dikelompokkan menjadi dua, yaitu:

a. Subjektif, pajak yang pengenaannya memerhatikan keadaan pribadi Wajib Pajak atau pengenaan pajak yang memerhatikan keadaan subjeknya.

b. Objektif, pajak yang pengenaannya memerhatikan objeknya baik berupa benda, keadaan, perbuatan, atau perisiwa yang

12

mengakibatkan timbulnya kewajiban membayar pajak, tanpa memerhatikan keadaan pribadi Subjek Pajak (Wajib Pajak) maupun tempat tinggal. Contoh: Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), serta Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

3. Menurut Lembaga Pemungut Pajak dikelompokkan menjadi dua, yaitu:

a. Pajak Negara (Pajak Pusat), pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat dan digunakanuntuk membiayai rumah tangga negara pada umumnya

Contoh: PPh, PPN, dan PPnBM.

b. Pajak Daerah, pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah baik daerah tingkat I (pajak provinsi) maupun daerah tingkat II (pajak kabupaten/kota) dan digunakan untuk membiayai rumah tangga daerah masing-masing.

Contoh: Pajak Kendaraan Bermotor, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, Pajak Restoran, Pajak Hiburan, Pajak Reklame, dll.

2.3 Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

Berdasarkan penjelasan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009 Tentang perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah, pada bagian umum:

“Pajak Pertambahan Nilai adalah pajak konsumsi barang dan jasa di Daerah Pabean yang dikenakan secara bertingkat di setiap jalur produksi dan distribusi”

Waluyo (2012:9) menyatakan “Pajak Pertambahan Nilai merupakan pajak yang dikenakan atas konsumsi dalam negeri, baik konsumsi barang maupun konsumsi jasa.”

13

2.3.1 Pengelompokan Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

Pajak Pertambahan Nilai masukan berdasarkan Pasal 1 ayat (24) Undang Undang Pajak Pertambahan Nilai:

Pajak Pertambahan Nilai yang seharusnya sudah dibayar oleh Pengusaha Kena Pajak karena perolehan Barang Kena Pajak dan atau penerimaan Jasa Kena Pajak dan atau pemanfaatan Jasa Kena Pajak dari luar Daerah Pabean dan atau impor Barang Kena Pajak.”

Pajak Pertambahan Nilai keluaran berdasarkan pasal Pasal 1 ayat (25) Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai:

Pajak Pertambahan Nilai terutang yang wajib dipungut oleh Pengusaha Kena Pajak yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak, penyerahan Jasa Kena Pajak, ekspor Barang Kena Pajak Berwujud, ekspor Barang Kena Pajak Tidak Berwujud dan/atau ekspor Jasa Kena Pajak

2.3.2 Subjek Pajak PPN

Menurut Resmi (2011: 5) pajak pertambahan nilai (PPN) merupakan pajak tidak langsung, artinya pajak yang pada akhirnya dapat dibebankan atau dialihkan kepada orang lain atau pihak ketiga. pihak-pihak yang mempunyai kewajiban memungut, menyetor, dan melaporkan PPN terdiri atas:

a) Pengusaha kena pajak (PKP) yang melakukan penyerahan barang kena pajak/jasa kena pajak didalam daerah pabean dan melakukan ekspor barang kena pajak berwujud/barang kena pajak tidak berwujud/jasa kena pajak.

b) Pengusaha Kecil yang memilih untuk dikukuhkan sebagai pengusa kena pajak (PKP).

2.3.3 PPN Keluaran

Pajak Pertambahan Nilai keluaran berdasarkan pasal Pasal 1 ayat (25) Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai:

14

“Pajak Pertambahan Nilai terutang yang wajib dipungut oleh Pengusaha Kena Pajak yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak, penyerahan Jasa Kena Pajak, ekspor Barang Kena Pajak Berwujud, ekspor Barang Kena Pajak Tidak Berwujud dan/atau ekspor Jasa Kena Pajak”

2.3.4 Karakteristik PPN Keluaran

Sebagai salah satu jenis pajak, PPN sering disebut pajak objektif. Yang ditekankan pada PPN adalah objek pajak yang akan dikenakan dan subjek pajak misalnya, barang-barang mewah, kendaraan mewah dan sebagainya.

Yang pertama dikenakan adalah tarif pada setiap barang tersebut. Kemudian wajib pajak pengonsumsi barang tersebut yang dikenai beban pajaknya sehingga wajib pajak tersebut disebut sebagai subjek pajak.

KP melakukan transaksi jual beli barang artinya, PKP mengambil atau memungut rupiah yang dihasilkan dari penjualan barang kena pajak (BKP) miliknya yang dibeli konsumen kemudian nantinya dapat berfungsi menjadi kredit pajak.

Adapun batas waktu untuk melakukan pengkreditan pajak keluaran tersebut adalah tiga bulan setelah masa pajak berakhir sehingga PKP memiliki waktu yang cukup leluasa untuk melakukan pengkreditan pajaknya.

2.3.5 PPN Masukan

Pajak Pertambahan Nilai masukan berdasarkan Pasal 1 ayat (24) Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai.:

“Pajak Pertambahan Nilai yang seharusnya sudah dibayar oleh Pengusaha Kena Pajak karena perolehan Barang Kena Pajak dan atau penerimaan Jasa Kena Pajak dan atau pemanfaatan Jasa Kena Pajak dari luar Daerah Pabean dan atau impor Barang Kena Pajak.”

15 2.4 Pengendalian Internal

COSO (2013:3) mendefiniskan pengendalian internal sebagai berikut:

Pengendalian internal adalah proses yang dipengaruhi oleh dewan direksi, manajemen, dan personil lainnya, yang dirancang untuk memberikan keyakinan memadai mengenai pencapaian tujuan yang berkaitan dengan operasi, pelaporan, dan kepatuhan.

Struktur pengendalian internal COSO dikenal sebagai Kerangka Kerja Pengendalian Internal yang Terintegrasi (COSO-Internal Control Integrated Framework) yang terdiri dari 5 komponen yang saling berhubungan.

Komponen ini didapat dari cara manajemen menjalankan bisnisnya, dan terintegrasi dengan proses manajemen. Untuk memberikan kepastian yang layak bahwa tujuan pengendaliannya akan tercapai.

Komponen pengendalian COSO meliputi hal-hal berikut ini:

1. Lingkungan Pengendalian (Control Environtment) 2. Penilaian Resiko (Risk Assessment)

3. Kegiatan Pengendalian (Control Activities)

4. Informasi dan Komunikasi (Information and Communication) 5. Kegiatan Pemantauan (Monitoring Activities)

16

BAB III

AKTIVITAS PENUGASAN MAGANG

3.1 Realisasi Kegiatan Magang

Berikut ini merupakan mekanisme/proses kerja yang diamati ketika magang yang dijabarkan menggunakan tabel kegiatan dan paragraf yang berisi paparan kesimpulan kegiatan yang dilakukan selama 30 hari kerja.

Tabel 3.1

Tabel Aktivitas Magang Har

Tugas Yang Diberikan Pencapaian Tugas

1 Senin,

17 dokumen bukti potong sesuai dengan

Rekap Dokumen Merekap data fisik SPT Indosat se-Jawa Barat 2016 kedalam excel

Dapat

menyelesaikan rekap dokumen SPT Indosat se-Jawa Barat tahun 2016 kedalam bukti potong sesuai dengan transaksi terbaru bulan Januari – April 2017

18 5 Senin,

29 Mei 2017

Rekap Dokumen Merekap data SPT Indosat se-Jawa Barat bulan Januari – April 2017 kedalam excel

Dapat dan faktur pajak

Menyusun invoice dan faktur pajak dari vendor

Dapat menyusun invoice dan faktur pajak dari vendor 7 Rabu,

31 Mei 2017

Pengarsipan Dokumen

a. Memisahkan bukti potong PT Dokar b. Memberikan bukti

potong ke pihak PT Dokar untuk di rekap kedalam excel Potong Mei 2017

Mengurutkan bukti potong sesuai dengan transaksi yang terbaru Mei (2017)

Dapat

mengurutkan bukti potong sesuai dengan

19

Mensortir file yang akan di rekonsiliasi bulan Januari (2012)

Dapat Mensortir

Mensortir file yang akan di rekonsiliasi bulan Febuari (2012)

Dapat Mensortir

Mensortir file yang akan di rekonsiliasi bulan Maret (2012)

Dapat Mensortir

Mensortir file yang akan di rekonsiliasi bulan April (2012)

Dapat Mensortir

Mensortir file yang akan di rekonsiliasi bulan Mei (2012)

Dapat Mensortir

Mensortir file yang akan di rekonsiliasi bulan Juni (2012)

Dapat Mensortir

Mensortir file yang akan di rekonsiliasi bulan Juli (2012)

Dapat Mensortir

Mensortir file yang akan di rekonsiliasi bulan Agustus (2012)

Dapat Mensortir

Mensortir file yang akan di rekonsiliasi bulan September (2012)

Dapat Mensortir File yang

dibutuhkan

20

Mensortir file yang akan di rekonsiliasi bulan Oktober (2012)

Dapat Mensortir

Mensortir file yang akan di rekonsiliasi bulan Desember excel dengan data fisik rekening koran dan faktur pajak

Dapat

menyelesaikan rekonsiliasi data excel dengan data fisik rekening koran dan faktur pajak excel dengan data fisik rekening koran dan faktur pajak

Dapat

menyelesaikan rekonsiliasi data excel dengan data fisik rekening koran dan faktur pajak excel dengan data fisik rekening koran dan faktur pajak

Dapat

menyelesaikan rekonsiliasi data excel dengan data fisik rekening koran dan faktur pajak

21 excel dengan data fisik rekening koran dan faktur pajak

Dapat

menyelesaikan rekonsiliasi data excel dengan data fisik rekening koran dan faktur pajak excel dengan data fisik rekening koran dan faktur pajak

Dapat

menyelesaikan rekonsiliasi data excel dengan data fisik rekening koran dan faktur pajak excel dengan data fisik rekening koran dan faktur pajak

Dapat

menyelesaikan rekonsiliasi data excel dengan data fisik rekening koran dan faktur pajak excel dengan data fisik rekening koran dan faktur pajak

Dapat

menyelesaikan rekonsiliasi data excel dengan data fisik rekening koran dan faktur pajak

22 excel dengan data fisik rekening koran dan faktur pajak

Dapat

menyelesaikan rekonsiliasi data excel dengan data fisik rekening koran dan faktur pajak

29 Selasa, 11 Juli 2017

Rekap dokumen PT. Indosat, Tbk Jabar yang sudah direkonsiliasi PT. Indosat, Tbk yang sudah fisik yang sudah direkonsiliasi ke tempat

penyimpanan

a. Merekap dokumen yang sudah

direkonsiliasi

b. Menyimpan berkas dokumen bukti potong ketempat

penyimpanan c. Menyimpan data fisik yang sudah direkonsiliasi ketempat penyimpanan

a. Dapat merekap dokumen yang data fisik yang sudah

direkonsiliasi ketempat penyimpanan.

23

Selama pelaksanaan kegiatan magang di PT. Indosat, Tbk Bandung, penulis di tempatkan pada divisi Finance unit Tax. Unit ini bertanggung jawab atas ketepatan prosedur, waktu, perhitungan dan aturan pajak. Selain itu mengelola dan memproses (penyetoran dan pelaporan) PPh 21/26, PPh 23/26, PPh 4 ayat 2 dan SPT final. Mendokumentasikan dokumen pajak sesuai aturan perusahaan.

Secara umum aktivitas magang yang dilakukan adalah mempelajari dan berkontribusi secara langsung pada kegiatan-kegiatan yang ada dibagian operasional. Beberapa kegiatan yang dilakukan penulis selama melakukan aktivitas magang adalah sebagai berikut:

1) Menyusun PPh 21/26, PPh 23/26, PPh 4 ayat 2 PT. Indosat, Tbk wilayah Jawa Barat tahun 2015, 2016, 2017 sesuai dengan aturan perusahaan.

Kegiatan yang dilakukan penulis adalah dengan menyusun bukti potong berdasarkan kegiatan transaksi yang terbaru dan kemudian menyimpan bukti potong yang telah disusun ketempat penyimpanan.

2) Setelah itu melakukan rekap PPh 21, PPh 23, PPh 4 ayat 2 yang sudah disusun sebelumnya.

Melakukan rekapan bukti potong yang sudah tersusun yang kemudian hasil rekapan di berikan kepada pembimbing lapangan.

3) Memverifikasi invoice pajak dari beberapa vendor untuk keperluan pemeliharaan operasional.

Melakukan verifikasi invoice dari beberapa vendor dengan menyesuaikan no invoice, jumlah tagihan, tanggal, dan ttd yang harus di penuhi

4) Melakukan rekonsiliasi antara data faktur pajak dengan rekening koran serta mengecek kebenaran dan kesesuaian saldo, tanggal, NPWP, dan jumlah nilai yang tertera.

Melakukan rekonsiliasi antara data yang telah diinput di system dengan rekeningkoran dan faktur pajak, untuk beberapa akun, dan mengecek kebenaran dankesesuaian saldo, tanggal, NPWP, bank, dan nilai

24

atau jumlah yang ada di rekeningkoran atau faktur pajak dengan data yang ada didalam system.

5) Merekap hasil rekonsiliasi tahun 2012 untuk kebutuhan perusahaan hal ini dilakukan untuk mendukung proses audit ualang PT. Indosat, Tbk.

Kegiatan yang dilakukan penulis adalah dengan merekap dokumen yang sudah di rekonsiliasi DPP dari akun akun yang ada dilaporan keuangan guna keperluan pemeriksaan dari audit kedalam.

3.2 Relevansi Teori dan Praktek

Dalam hubungan teori dan praktik, terdapat banyak hal yang diimplementasikan PT. Indosat, Tbk yang sesuai dengan teori yang telah dipaparkan sebelumnya, diantaranya adalah:

1. Menurut Siti Resmi (2016:7) Pajak dikelompokan menjadi 3 diantaranya: Menurut Golongan Pajak, Sifat Pajak, dan Lembaga Pemungut Pajak. Pajak yang dipungut PT Indosat, Tbk termasuk dengan pengelompokkan Pajak Menurut Lembaga Pemungut Pajak yaitu pajak yang dipungut oleh pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat dan digunakan untuk membiayai rumah tangga negara pada umumnya.

2. Menurut PT. Indosat, Tbk pajak pertambahan nilai (PPN) merupakan pajak yang dikenakan atas konsumsi di dalam negeri (di dalam Daerah Pabean), baik konsumsi barang maupun konsumsi jasa sesuai dengan pengertian PPN yang dijabarkan oleh Waluyo (2011: 9).

3. PT. Indosat, Tbk merupakan Pengusaha Kena Pajak yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak, penyerahan Jasa Kena Pajak, ekspor Barang Kena Pajak Berwujud, ekspor Barang Kena Pajak Tidak Berwujud atau ekspor Jasa Kena Pajak oleh karena itu PT. Indosat, Tb memiliki kewajiban untuk memungut Pajak Keluaran.

25 3.3 Permasalahan

Proses bisnis adalah suatu kumpulan aktivitas atau pekerjaan terstruktur yang saling terkait untuk menyelesaikan suatu masalah tertentu atau yang menghasilkan produk atau layanan demi meraih tujuan tertentu. Dalam Tax Operation, di PT.

Indosat, Tbk. Setiap harinya banyak tahapan yang harus dilalui. Untuk memastikan bahwa pengelolaan tersebut sudah berjalan sesuai dengan prosedur yang berlaku sehingga sesuai dengan yang diinginkan oleh pihak manajemen.

Untuk mengetahui bagaimana prosedur atau proses yang dilakukan pada Unit Tax, di PT. Indosat, Tnk memiliki proses/alur kerja yang menunjukkan awal mula kegiatan yang dilakukan untuk memproses PPN Keluaran. Proses bisnis akan digambarkan melalui flow chart berikut ini :

1. Adanya pembayaran faktur dari vendor yang tidak dibayarkan atau dilaporkan sehingga berpotensi denda.

2. Adanya faktur pajak yang disampaikan melebihi masa berlakunya.

3. Koneksi internet yang tidak stabil

Kurang stabilnya koneksi internet yang dimiliki oleh PT. Indosat, Tbk mengakibatkan unit Tax yang kesulitan mengakses system yang membutuhkan koneksi internet yang stabil.

4. Pengarsipan dokumen yang kurang baik

Pengarsipan dokumen yang kurang baik mengakibatkan terhambatnya pengecekan ulang yang dilakukan saat pemeriksaan pajak. Seperti yang dialami oleh penulis saat mempersiapkan dokumen yang dibutuhkan untuk pemeriksaan pajak tahun 2012 dan rekonsiliasi, penulis kesulitan mencari dokumen yang dibutuhkan seperti faktur pajak dan rekening koran.

5. Kurangnya SDM yang terdapat di unit Tax

Sedikitnya SDM yang ada di unit Tax ini terkadang menghambat proses operasional yang dilakukan, sehingga berakibat dengan begitu banyaknya pekerjaan yang harus diselesaikan, hanya dikerjakan oleh tenaga SDM yang minim.

26

Namun dibaik kelemahan/permasalahan yang terjadi, terdapat pula kelebihan dari kegiatan operasional unit Tax ini, kelebihan tersebut

diantaranya, yaitu:

1. Penggunaan SAP (System Application and Product)

Bisnis telekomunikasi merupakan bisnis dengan tingkat perubahan yang cukup tinggi. Lingkungan ini menuntut perusahaan untuk dapat bergerak cepat dan responsive terhadap perubahan. Untuk bergerak dengan cepat, perusahaan memerlukan sebuah struktur yang ramping, akses dan distribusi informasi yang cepat serta integrase yang baik antar divisi dan bagian yang ada di dalam lingkungan mikro perusahaan (marketing, human resource, operation dan finance), karena tanpa integrase yang baik, perusahaan akan lamat dalam mengambil keputusan dan tidak dapat bergerak dengan cepat. PT. Indosat, Tbk menerapkan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) berbasis SAP dengan tujuan yang sama yaitu meningkatkan integrasi antar unit-unit bisnis yang ada didalamnya (HR Finance, marketing, dan finance). ERP juga memungkinkan PT. Indosat, Tbk untuk melakukan penghematan dan perampingan jumlah karyawan sehingga menghasilkan keuntungan berupa struktur yang lebih ramping, terintegrasi dan responsive terhadap perubahan.

2. Pegawai yang kompeten

PT. Indosat, Tbk sering mengadakan pelatihan-pelatihan atau trainin setiap tahunnya, guna menambah wawasan dan pengetahuan bagi setiap pegawai untuk meningkatkan kinerjanya. Jadi, dalam kegiatan sehari-hari pekerjaan yang akan dilakukan oleh pegawai yang sudah mahir sehingga setiap permasalahan dapat ditangani dengan baik.

27 Flow Chart

Aktivitas Dokumen Keterangan

1.

2.

3..

Tidak

Ya

Menerima daftar faktur pajak yang diperlukan

perusahaan tahun 2012 untuk keperluan audit ulang

Mencari sekaligus menverivikasi sesuai daftar yang sudah di berikan dari

management unit tax

Melakukan

rekonsiliasi bank antara bukti fisik

Off tax operation Menerima daftar

berkas yang diperlukan oleh perusahaan dari management unit tax

Off Tax Operation Mencari dan memverifikasi file

yang dibutuhkan

Sesuai

28

Gambar 3.2 Alur Kerja (Flow Chart) 4.

Melakukan rekap faktur pajak yang yang sudah sesuai dengan rekening koran

SAP Membuat rekapan faktur pajak keluaran

Selesai

SAP

29

BAB IV REKOMENDASI

Berdasarkan seluruh pembahasan yang telah dipaparkan, maka penulis mengajukan rekomendasi yang dipandang berguna dan semoga dapat dipertimbangkan oleh instansi terkait agar dapat memberi kekuatan (strength) yang lebih baik serta meminimalisir kelemahan (weakness) dalam sistem yang telah diterapkan diantaranya yaitu:

Berdasarkan seluruh pembahasan yang telah dipaparkan, maka penulis mengajukan rekomendasi yang dipandang berguna dan semoga dapat dipertimbangkan oleh instansi terkait agar dapat memberi kekuatan (strength) yang lebih baik serta meminimalisir kelemahan (weakness) dalam sistem yang telah diterapkan diantaranya yaitu :

1. PT. Indosat, Tbk seharusnya menambahkan bandwith koneksi internet, agar system yang digunakan oleh unit Tax maupun seluruh divisi, dapat digunakan dengan maksimal.

2. PT. Indosat, Tbk seharusnya mengarsipkan seluruh dokumen dengan baik agar dapat mempermudah dan mempersingkat waktu pencarian dokumen serta mencegah adanya dokumen yang tidak ada atau hilang. Dokumen seharusnya disimpan rapih dan tersusun di unit/bagian yang bertanggung jawab atas dokumen tersebut dan dibuat salinannya.

3. PT. Indosat, Tbk sebaiknya menabah tenaga SDM di unit Tax guna memperlancar seluruh kegiatan operasional sehinngga semua pekerjaan di unit tersebut dapat selesai tepat waktu.

30

DAFTAR PUSTAKA

Jasfar, Farida. 2012. 9 Kunci Keberhasilan Bisnis Jasa. Jakarta: Salemba Empat.

Lupiyoadi, Rambat. 2014. Manajemen Pemasaran Jasa. Edisi 3. Jakarta: Salemba Empat.

Mardiasmo. (2011). Perpajakan. (edisi revisi 2011). Yogyakarta: Penerbit ANDI.

Undang – Undang Perpajakan Pertambahan Nilai no. 42 Tahun 2009 Waluyo, (2012). Perpajakan Indonesia. Jakarta: Penerbit Salemba Empat.

www.Indosatooredoo.com (diakses tanggal 12 juli 2017)

Resmi, Siti. 2012. Perpajakan Teori dan Kasus. Jakarta: Salemba Empat

31

LAMPIRAN LAPORAN MAGANG

Lampiran 1. Balasan surat lamaran dari PT. Indosat, Tbk

32

Lampiran 2. Lembar Kegiatan Harian

33

34

Lampiran 3. Penilaian pembimbing lapangan

35

Lampiran 4. Lembar Pengesahan 1

36

Lampiran 5. Lembar Pengesahan 2

Dokumen terkait