BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
D. Rencana Kerja
Penyusunan Rencana Kerja (RENJA) merupakan pengimplementasian konsep perencanaan. Pentingnya perencanaan dan peran yang dimainkannya di dalam keseluruhan proses manajerial organisasi, telah menempatkan perencanaan sebagai faktor penentu keberhasilan pencapaian tujuan dan sasaran dari organisasi yang bersangkutan. Perencanaan perlu dilaksanakan mengingat adanya ketidakpastian akibat pengaruh dinamika lingkungan yang dihadapi.
Perencanaan merupakan suatu proses yang terus menerus dengan melibatkan keputusan-keputusan atau pilihan-pilihan penggunaan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan tertentu dimasa yang akan datang.
Berdasarkan rencana kerja dalam Koordinasi Dinas Pertanian dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah terhadap pembukaan lahan tani bawang merah di Kabupaten Enrekang Sekertaris Dinas Pertanian mengatakan bahwa:
“…Pada dasarnya Dinas Pertanian dengan Badan Penanggulangan
Bencana Daerah pernah melakukan rencana kerja khususnya pada tahun 2020 dimana bentuk kerajasama yang dilakukan berupa pengadaan alat yang dapat digunakan petani bawang merah dalam pengelolahan pertanian. Hal ini dilakukan sehubungan dengan dampak virus corona yang terjadi di tahun 2020…” (hasil wawancara bersama “MA”, 12 Mei 2022)
Berdasarkan hasil wawancara diatas mengenai rencana kerja dinas pertanian dan badan penanggulangan bencana menjelaskan bahwa kedua dinas tersebut pernah melakukan kerjasama untuk kepentingan petani bawang merah di Kabupaten Enrekang. Lebih lanjut mengenai rencana kerja Dinas Pertanian, Sekertaris Dinas Pertanian menjelaskan bahwa:
“…Penyusunan rencana kerja yang dilakukan Dinas Pertanian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tentunya memperhatikan kebutuhan petani, seperti yang telah dilakukan pada tahun 2020 diberikan alat kebutuhan pertanian. Bantuan yang diberikan tidak hanya dalam bentuk alat pertanian tetapi tetap disesuaikan dengan kebutuhan petani…” (hasil wawancara bersama
“MA”, 12 Mei 2022)
Dari wawancara di atas Sekretaris Dinas Pertanian menjelaskan bahwa setiap Kerjasama yang dilakukan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pasti sesuai dengan kebutuhan petani, karena sebelum mengadakan bantuan, tim dinas terkait melakukan koordinasi terkait kebutuhan petani di lapangan terlebih dahulu, Adapun salah satu bentuk bantuan pada tahun 2020 berupa alat pertanian untuk menunjang hasil pertanian masyarakat setempat.
E. Komunikasi
komunikasi merupakan unsur penting dalam kehidupan manusia. Kegiatan komunikasi akan timbul jika seorang manusia mengadakan interaksi dengan manusia lain, jadi dapat dikatakan bahwa komunikasi timbul sebagai akibat dari adanya hubungan sosial. komunikasi menurut Berelson dan Starainer yang dikutip oleh Fisher dalam bukunya Teori-Teori Komunikasi adalah penyampaian informasi, ide, emosi, keterampilan, dan seterusnya melalui penggunaan simbol, kata, angka, grafik dan lain-lain.
Dalam komunikasi yang melibatkan dua orang, komunikasi berlangsung apabila adanya kesamaan makna. sesuai dengan definisi tersebut pada dasarnya seseorang melakukan komunikasi adalah untuk mencapai kesamaan makna antara manusia yang terlibat dalam komunikasi yang terjadi, dimana kesepahaman yang ada dalam benak komunikator (penyampai pesan) dengan komunikan (penerima
pesan) mengenai pesan yang disampaikan haruslah sama agar apa yang komunikator maksud juga dapat dipahami dengan baik oleh komunikan sehingga komunikasi berjalan baik dan efektif
Berdasarkan komunikasi dalam Koordinasi Dinas Pertanian dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah terhadap pembukaan lahan tani bawang merah di Kabupaten Enrekang Kabid Holtikultura Dinas Pertanian menyatakan bahwa
“…Jika terdapat program kerja yang sama tentu kami selalu berkoordinasi dengan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Sejauh ini program kerja terlaksana dengan baik…” (hasil wawancara bersama “ES”, 12 Mei 2022).
Berdasarkan uraian wawancara di atas Kabid Holtikultura yang bertugas mengkaji dan merumuskan Rancangan Rencana Strategis dan Rancangan Rencana Kerja Bidang Hortikultura melalui hasil koordinasi dengan Kepala Dinas Sekretaris dan para Kepala Bidang lingkup Dinas Pertanian dan Perkebunan, lebih lanjut menyampaikan bahwa:
“Sejauh ini lahan yang digarap oleh warga terpantau cukup aman, dan jika terdapat lahan yang telah di pantau oleh pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah, warga setempat cukup patuh terhadap larangan yang disampaikan. Apalagi penyampaian tersebut berdampak pada keselamatan dan penghasilan warga…”
(hasil wawancara bersama “ES”, 12 Mei 2022)
Berdasarkan uraian wawancara di atas adalah komunikasi antara Dinas Pertanian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah berlangsung dengan baik, sehingga program kerja yang telah disusun bisa terlaksana sebagaimana mestinya. Melalui koordinasi dalam bentuk komunikasi, dampak negative dari setiap program kerja dapat diminimalisir oleh kedua dinas terkait.
F. Pembagian Tugas
Tugas merupakan suatu kewajiban dalam pekerjaan yang telah ditentukan dalam organisasi untuk melaksanakan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam bidang masing-masing jabatan. Pekerjaan (job) terdiri dari sekelompok tugas yang harus dilaksanakan agar organisasi dapat mencapai tujuannya. Pembagian tugas terjadi karena setiap orang mempunyai kemampuan terbatas untuk melakukan segala pekerjaan.
Pembagian tugas Kerja adalah kegiatan mengenai pekerjaan yang terspesialisasi sehingga tiap orang anggota organisasi mengerjakan dan bertanggung jawab melaksanakan seperangkat tugas yang terbatas, bukan keseluruhan tugas. Lebih lanjut mengenai pembgian tugas kerja dejelaskan bahwa Pembagian kerja adalah pengelompokan tugas-tugas, pekerjaan-pekerjaan, atau kegiatan-kegiatan yang sama kedalam satu unit kerja (departemen) hendaknya didasarkan atas eratnya hubungan pekerjaan tersebut.
Untuk mengukur Pembagian Kerja menurut Sutarto dalam Arif Rahman Azhari (2012) digunakan indikator-indikator sebagai berikut diantaranya adalah : penempatan pegawai, bebna kerja dan spesialisasi pekerjaan.
Mengenai pembagian tugas dalam Koordinasi Dinas Pertanian dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah terhadap pembukaan lahan tani bawang merah di Kabupaten Enrekang, kabid holtikultura Dinas Pertenaian menjelaskan bahwa:
“…Pembagian tugas antara Dinas Pertanian dan Badan Penanggulangan Bencana Biasanya di awali dengan proposal dan kuesioner yang diberikan kepada Dinas Pertanian, Nah proposal itu nantinya yang akan kami tindak lanjuti sesuai dengan pembagian tugas masing-masing bidang. Setelah proposal disetujui dari Dinas Pertanian, kemudian di serahkan kepada pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah yang akan memproses tujuan dari
proposal tersebut. Baik berupa bantuan alat pertanian dll…” (hasil wawancara bersama “ES”, 12 Mei 2022)
Berdasarkan uraian wawancara diatas di atas dapat diketahui bahwa pembagian tugas dalam Koordinasi Dinas Pertanian dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah terhadap pembukaan lahan tani bawang merah berlangsung dengan baik untuk memenuhi kebutuhan petani bawang merah pada khususnya. Setiap elemen dalam Dinas Pertanian maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Turut andil menjalankan peran dan fungsi masing-masing demi terwujudnya suatu program kerja yang telah disusun.
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan dari hasil dan pembahasan penelitian yang telah diuraikan dan dikemukakan pada bab sebelumnya maka penelitian dapat membuat sebuah kesimpulan sebagai berikut:
1. Rencana Kerja dalam koordinasi dinas pertanian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah terhadap pembukaan lahan tani bawang merah di Kabupaten Enrekang pernah terjadi dalam bentuk mewujudkan rencana kerja yang telah disusun berupa bantuan alat pertanian sesuai dengan kebutuhan petani (bawang merah setempat)
2. Komunikasi dalam koordinasi Dinas Pertanian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah terhadap pembukaan lahan tani bawang merah di Kabupaten Enrekang berlangsung dengan baik untuk membahas setiap rencana kerja yang saling berkaitan.
3. Pembagian tugas dalam koordinasi Dinas Pertanian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah terhadap pembukaan lahan tani bawang merah di Kabupaten Enrekang dilakukan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi kerja masing-masing bidang.
55
B. Saran
1. Bagi Pemerintah agar lebih meningkatkan pelayanan berupa bantuan di bidang pertanian sehingga meningkatkan pendapatan masyarakat
2. Bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dan tetap melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat, sehingga dalam pembukaan lahan pertanian khususnya bawang merah tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
DAFTAR PUSTAKA
Aditama, Ridwan. 2011. Belajar Mudah Penelitian. Bandung. Alfabeta.
Alwi. 2018. Kolaborasi Dan Kinerja Kebijakan (Tantangan Dan Strategi Dalam Penentuan Dan Implementasi Kebijakan). Makassar: Kedai Buku Jenny.
Ainun. 2014. Pengaruh Pengetahuan Kebencanaan Terhadap Kesiapsiagaan Warga Dalam Menghadapi Bencana Tanah Longsor Di Desa Sridadi Kecamatan Sirampong Kabupaten Brebes.
Gautama,2012. Pengelolaan Air Asam Tambang. Bandung: ITB Bandung.
Heidjrachman Ranupandojo. 1996. Teori dan Konsep Manajemen Cetakan Kedua. UUP-AMP YKPN: Yogyakarta.
Herman, S.& Suryadi, H. 2011. Pelaksanaan Fungsi Koordinasi Dalam Pencegahan Dan Pengendalian Banjir Di Kota Pekanbaru Tahun 2011.
Hernanto, F. 2007. Ilmu Usahatani. Penebar Swadaya. Jakarta.
Junus, D., & Potabuga, S. 2018. Disharmoni dalam Dinamika Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Gorontalo Journal of Government and Political Studies.
Kartiwa, Irfan. 2015. Metode Penelitian Administrasi. Bandung: Pustaka Setia.
Mardalis. 2014. Metode Penelitian: Suatu Pendekatan Proposal. Jakarta: Bumi Aksara.
Nurjanah, R. 2013. Manajemen Bencana. Jakarta: Alfabeta.
Prabandary, N. W. 2017. Koordinasi Antar Institusi dalam Pengelolaan Benda Cagar Budaya Candi Borobudur. Adinegara.
Ramdhani, Ryan dkk. 2018. Koordinasi Penerapan Aerotropolis di Kecamatan Kertajati Kecamatan Majalengka. Jurnal Ilmu Administrasi Vol. XV No 2 Desember 2018. STIA LAN Bandung. ISSN 1829-8974.Saebani, Beni Ahmad. 2012. Filsafat Manajemen. Bandung: CV Pustaka Setia.
Samba, Denny. 2014. Studi Deskriptif tentang Proses Koordinasi Pelaksanaan Patroli Gabungan Terpadu dalam Pengawasan Pencemaran Air Di Kali
Surabaya. Jurnal Kebijakan Dan Manajemen Publik Universitas Airlangga.
Sentika. TB Rachmat. 2015. Koordinasi Pengelolaan Program Jaminan Sosial.
Jakarta: Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
Sandoso, Sukirno. 2010. Makro Ekonomi, Teori Pengantar. Penerbit PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Soekartawi. 2002. Ilmu Usahatani. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.
Suratiyah, Ken. 2015. Ilmu Usahatani. Edisi Revisi. Jakarta: Penebar Swadaya.
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Administrasi. Bandung: CV. Alfabeta.
Sugiyono. 2011. Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung. Alfabeta.
Sugiyono. 2017. Metode Penelitian: Kualitatif dan R&D. Bandung. Alfabeta.
Tim penyusun. 2016. Pedoman Penulisan Proposal Dan Skripsi. Makassar;
Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Makassar.
Wasadirman. 2005. Metode Penelitian Kualitatif Dan Pedoman-Pedoman Penulisan Skripsi Untuk Ilmu Sosial. Malang: UMM.
Undang-Undang
Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, UU No. 24 Tahun 2007 Pasal 3 angka 2 Prinsip Penanggulangan Bencana, UU No. 24 Tahun 2007 Pasal 4, Tujuan Penanggulangan Bencana.
UU No. 24 Tahun 2007 Pasal 21 tugas BPBD.
PP No 21/2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana.
Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2012 tentang pengelolaan kayu pada hutan hak/hutan rakyat dalam Kabupaten Enrekang.
L A M
P
I
R
A
N
PEDOMAN WAWANCARA
Ordinasi Dinas Pertanian Dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam Pembukaan Lahan Tani bawang merah
Di Kabupaten Enrekang Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terhadap pembukaan lahan tani bawang merah di Kabupaten Enrekang?
5. Bagaimana bentuk rencana kerja dalam Koordinasi Dinas Pertanian dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terhadap pembukaan lahan tani bawang merah di Kabupaten Enrekang?
6. Apakah dalam penyusunan rencana kerja Dinas Pertanian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mempertimbangkan kebutuhan petani?
7. Apakah terdapat Langkah-langkah atau strategi tertentu untuk merealisasikan rencana kerja yang telah disusun?
8. Selama masa kerja Bapak, apakah terdapat rencana kerja yang tidak terealisasikan? Jika ia apa alasannya?
B. Komunikasi
1. Bagaimana komunikasi dalam Koordinasi Dinas Pertanian dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah terhadap pembukaan lahan tani bawang merah di Kabupaten Enrekang?
2. Apakah pernah terjadi perbedaan pendapat antara Dinas Pertanian dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terhadap pembukaan lahan tani bawang merah di Kabupaten Enrekang? Jika ya, bagaimana Dinas Pertanian mengatasi hal tersebut?
3. Bagaimana Dinas Pertanian mengomunikasikan dengan petani jika terdapat lahan yang seharusnya tidak diboleh dijadikan lahan pertanian?
C. Pembagian Tugas
1. Bagaimana pembagian tugas dalam Koordinasi Dinas Pertanian dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah terhadap pembukaan lahan tani bawang merah di Kabupaten Enrekang?
2. Bagaimana struktur dan pembagian tugas Dinas Pertanian?
3. Seberapa besar peranan dinas pertanian dalam proses pembukaan lahan tani bawang merah di Kabupaten Enrekang?
4. Apakah setiap tugas yang diamanhkan pada penanggung jawab selalu terealisasi dengn baik?
DOKUMENTASI
Wawancara dengan Sekertaris Badan Penanggulanagn Bencana Daerah
Wawancara dengan Sekertaris Dinas Pertanian
Wawancara dengan Kabid Holtikultura Dinas Pertanian
Foto setelah wawancara dengan Sekertaris Dinas Pertanian
Foto setelah pengambilan data di Dinas Pertanian
Nama Lengkap Rahmat. Lahir di Enrekang, tanggal 10 Februari 1996. Alamat Jalan Gunung Bambapuang No.
55, Kelurahan Galonta, Kecamatan Enrekang,
Kabupaten Enrekang. Anak ke sembilan dari Sembilan bersaudara, dari pasangan almarhum Sultani dan Sali.
Penulis menempuh pendidikan Sekolah Dasar di SD 117 Enrekang dan selasai pada Tahun 2008, penulis melanjutkan pendidikan Sekolah Menengah Pertama di SMP Negeri 1 Enrekang dan selesai pada Tahun 2011, dan selanjutnya penulis melanjutkan Sekolah Menengah Atas di SMK Latanro Puang Buttu dan selesai pada tahun 2014 dan kemudian penulis melanjutkan pendidikan pada perguruan tinggi di Universitas Muhammadiyah Makassar pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dengan Program Studi Ilmu Adminitrasi Negara pada Tahun 2015. Penulis sangat bersyukur karena telah diberikan kesempatan untuk menimbah ilmu pengetahuan yang nantinya dapat diamalkan dan bisa
memberikan manfaat.