BAB II PT. PERKEBUNAN SUMATERA UTARA
D. Rencana kerja
Dari hasil evaluasi penyusunan dan pelaksanaan rencana anggara kerja dan rencana anggaran pendapatan dan biaya (RAK/RAPB) perusahaan, penyusunan RAK/RAPB PT. Perkebunan Sumatera Utara tahun buku 2011 disusun oleh direktur dan staf perusahaan ( usulan dari setiap kepa;a bagian dan manajer unit kebun ) berdasarkan estimasi harga dan produksi kelapa sawit dan karet tahun 2011 serta realisasi tahun – tahun sebelumnya. Setelah konsep RAK/RAPB tahun 2011 telah disahkan sesuai berita acara rapat umum luar biasa pemegang saham tahunan PT. Perkebunan Sumatera Utara No.01 tanggal 1 Maret 2011. Dari evaluasi dapat disimpulkan bahwa penyusunan RAK/RAPB tahun 2011 cukup realistis dan mekanisme penyusunan anggaran telah sesuai dengan pedoman dan ketentuan yang berlaku.
Pelaksanaan RAK/RAPB akan dibandingkan dengan realisasi angaran tahun 2011 dan realisasi tahun 2010 yang meliputi pendapatan usaha dan biaya produksi adalah sebagai berikut:
a. Pendapatan Usaha
Perbandingan realisasi pendapatan usaha dengan anggaran tahun 2011 dengan realisasi tahun 2010 adalah sebagai berikut:
22
Tabel 2.1
Tabel Pendapatan Usaha
(dalam ribuan rupiah) Uraian Realisasi 2011 Anggaran 2011 Realisasi 2010 % Realisasi terhadap Anggaran 2011 Anggaran 2010 Pendapatan Usaha Pendapatan kelapa sawit - - 35.037.386 - - Pedapatan karet 25.104.603 10.982.668 20.652.042 228,58% 121,56% Pendapatan PMKS 468.336.959 460.917.620 228.159.007 101,61% 205,27% Jumlah pendapatan usaha 493.441.561 471.900.288 283.848.435 104,56% 173,84% Pendapatan lain – lain 16.433.792 4.970.988 8.879.037 330,59% 185,09% Jumlah pendapatan 509.875.353 476.871.275 292.727.473 106,92% 174,18%
Dari tabel diatas terlihat bahwa pendapatan perusahaan (termasuk pendapatan lain – lain) mencapai 106,92% dari anggaran dan bila dibandingkan denga tahun 2010 adamya kenikan sebesar 74,18%. Pendapatan usaha mencapai mencapai 104,56% dari anggaran dan apabila dibandingkan denga tahun 2010 mengalami kenaikan sebesar 73,84%. Kenaikan tersebut terjadi karena naiknya harga jual PMKS, yang berbanding lurus denga produksi PMKS yang mengalami kenikan.
b. Biaya produksi
Perbandinan biaya produksi / eksploitasi denga anggaran tahun 2011 dan realisasi tahun 2010 adalah sebagai berikut:
24
Tabel 2.2
Tabel Biaya Produksi
(dalam ribuan rupiah) Uraian Realisasi 2011 Anggaran
2011
Realisasi 2010 %Realisasi terhadap Anggaran 2011 Realisasi 2010 Biaya langsung 414.761.748 346.954.145 211.343.991 119,54% 196,25% Biaya tidak langsung 14.359.995 53.481.995 11.506.958 26,85% 124,79% Biaya lain – lain 7.642.659 20.687.523 6.377.792 36,94% 119,83% Jumlah Biaya 436.764.402 421.123.663 229.228.741 103,71% 190,54%
Dari tabel diatas terlihat bahwa biaya produksi/eksploitasi tahun 2011 lebih besar dari anggaran yaitu sebesar 3,71% dan apabila dibandingkan dengan tahun 2010 meningkat sebesar 90,54%. Kenikan tersebut terjadi antara lain karena peningkatan produksi yang mendorong naiknya biaya produksi.
BAB III
SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENERIMAAN DAN
PENGELUARAN KAS PADA PT. PERKEBUNAN SUMATERA UTARA
A. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi
Dalam mengemukakan pengertian Sistem Informasi Akuntansi, secara rinci penulis mengemukakan pengertian ssetiap suku kata yang terdapat dalam peristilah tersebut, yaitu sebagai berikut :
1. Sistem
Istilah sistem paling sering digunakan untuk menunjukkan pengertian
metode atau cara dan sesuatu himpunan unsur atau komponen yang saling
berhubungan satu sama lain menjadi satu kesatuan yang utuh. Jadi dengan kata lain sistem adalah sekelompok elemen - elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan organisasi. Organisasi terdiri dari sejumlah sumber daya yang bekerja menuju tercapainya suatu tujuan tertentu yang ditentukan oleh pemilik atau manajemen.
Sistem menurut Davis ( 2001 : 98 ), menyatakan bahwa : “sistem dapat abstrak dan visi. Sistem yang abstrak adalah susunan yang teratur dari gagasan - gagasan atau konsepsi - konsepsi yang saling bergantung, sedangkan sistem yang
26
bersifat visi adalah serangkaian unsur yang bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan”.
Sistem menurut Mulyadi ( 2001 : 5 ) mendefenisikan sistem sebagai berikut : “ Suatu jaringan prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan pokok perusahaan “.
Sistem menurut Hall (2007:6) sistem adalah kelompok dari dua atau lebih komponen tau subsistem yang saling berhubungan yang befungsi dengan tujan yang sama.
Dari beberapa pendapat tersebut di atas, maka dapat diikhtisarkan bahwa pada dasarnya sistem terdiri dari tiga unsur, yaitu : masukan (input), proses (procces) merupakan suatu aktivitas yang dapat mentransformasikan input menjadi output. Sedangkan output berarti yang menjadi tujuan, sasaran, atau target pengorganisasian suatu sistem.
2. Informasi
Informasi menurut Davis ( 2001:24), bahwa:
“Informasi adalah kata yang telah diubah menjadi suatu bentuk yang penting bagi si penerimanya dan mempunyai nilai nyata yang dapat dirasakan manfaatnya didalam pengambilan keputusan pada saat ini maupun pada saat yang akan datang”.
Definisi diatas dapat disimpulkan bahwa informasi merupakan sekumpulan data yang diolah sehingga menghasilkan sebuah informasi, sampai pada manfaat informasi dalam mengambil keputusan. Agar informasi itu
menjadi berguna harus disampaikan kepada seorang pada waktu yang tepat dalam bentuk yang tepat pula.
Menurut Bodnar dan Hopwood (2000:1) informasi adalah data yang berguna yang diolah sehingga dapat dijadikan dasar untuk pengambilan keputusan yang tepat.
3. Akuntansi
Akuntansi menurut Nafarin ( 2004:5 ) adalah sebagai berikut : akuntansi merupakan informasi yang relevan serta dapat dipergunakan oleh seluruh pihak – pihak yang berkepentingan yakni akuntansi adalah istilah yang menunjukan teori tertentu asumsi mengenai cara bertindak peraturan – peraturan mengenai cara dan prosedur untuk mengumpulkan dan melaporkan informasi yang berguna tentang kegiatan dan tujuan organisasi.
Akuntansi menurut soemarso (2004:3) akuntansi adalah proses mengidentifikasikan, mengukur, dan melaporkan informasi ekonomi, untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang mengunakan informasi tersebut.
Jadi, akuntansi itu merupakan suatu proses yang dimulai dari transaksi, pencatatan, pengikhtisaran laoran akuntansi. Dengan demikian informasi yang dihasilkan berguna dalam
28
penilaian dan pengambilan keutusan mengenai perusahaan yang bersangkutan.
4. Sistem Informasi Akuntansi
Sistem Informasi Akuntansi menurut bodnar dan Hopwood (2000:1) mengemukakan bahwa :
Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah kumpulan sumber daya, seperti manusia dan peralatan yang diatur tuk mengubah data menjadi informasi, informasi ini dikomunikasikan kepada bagian beragam pengambilan keputusan
Sistem Informasi Akuntansi menurut Baridwan (2004:4) menyatakan bahwa :
Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah suatu komponen yang mengumpulkan, menggolongkan, mengolah, menganalisa dan mengkominasikan informasi keuangan yang relevan untuk pengambilan keputusan pihak – pihak luar (seperti inspektorat pajak, investor, dan kreditor) pihak – pihak dalam (terutama manajemen).
B. Unsur – Unsur Sistem Informasi Akuntansi
Menurut Mulyadi (2001:4-5), bahwa Sistem Informasi Akuntansi terdiri dari : 1. Formulir 2. Jurnal 3. Buku Besar 4. Buku Pembantu 5. Laporan.
Adapun penjelasan dari kelima unsur di atas adalah sebagai berikut :
1. Formulir
Formulir merupakan dokumen yang digunakan untuk merekam terjadinya transaksi, sehingga data yang bersangkutan dengan transaksi direkam pertama kalinya sebagai dasar pencatatan dalam catatan.
2. Jurnal
Jurnal merupakan catatan akuntansi pertama yang digunakan untuk mencatat, mengklasifikasikan, dan meringkas data keuangan dan data lainnya yang sesuai dengan informasi yang akan disajikan dalam laporan keuangan.
3. Buku Besar
Buku besar (general ledger) terdiri dari akun-akun yang digunakan untuk meringkas data keuangan yang telah dicatat sebelumnya dalam jurnal. Akun-akun dalam buku besar ini disediakan sesuai dengan unsur-unsur informasi yang akan disajikan dalam laporan keuangan.
4. Buku Pembantu
Jika data keuangan yang digolongkan dalam buku besar diperlukan rinciannya lebih lanjut, dapat dibentuk buku pembantu (subsidiary ledger) . Buku pembantu ini terdiri dari akun-akun pembantu yang merinci yang merinci data keuangan yang tercantum dalam akun tertentu dalam buku besar. Buku besar dan buku pembantu disebut sebagai catatan akuntansi terakhir karena setelah data akuntansi keuangan dicatat dalam buku-buku tersebut, proses akuntansi selanjutnya adalah penyajian laporan keuangan, bukan pencatatan lagi ke dalam catatan akuntansi.
30
5. Laporan
Hasil akhir proses akuntansi adalah laporan keuangan yang dapat berupa neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan laba yang ditahan, laporan harga pokok produksi, laporan biaya pemasaran, laporan harga pokok penjualan, daftar umur piutang, daftar utang yang akan dibayar, daftar saldo persediaan yang lambat penjualannya.
Menurut Chusing yang diterjemahkan oleh Kosasih (1995;24), unsur- unsur Sistem Informasi Akuntansi terdiri dari :
1. Organisasi 2. Peralatan 3. Formulir 4. Catatan 5. Laporan 6. Prosedur
Menurut Midjan (1999:30) unsur – unsur sistem informasi akuntansi yaitu :
1. Struktur organisasi dan uraian tugas (Jod description)
2. Sistem Informasi (general accounting) atau Sistem Informasi pokok, yang terdiri dari :
A. Susunan rekening atau bagian rekening (Chart of Account) berupa :
a. Rekening-rekening neraca b. Rekening-rekening laba rugi
B. Siklus akuntansi, pendebetan, atau pengkreditan
C. Buku-buku besar dan buku-buku besar pembantu (general ledger, subsidiary ledger) berikut kartu register.
D. Dokumen-dokumen (business papers) berupa SKP, Voucher dan lain-lain.
3. Sistem Akuntansi pembelian, persediaan dan utang 4. Sistem Informasi penjualan dan piutang
5. Sistem Informasi keuangan (kas dan Bank) 6. Sistem informasi proses produksi dan biaya 7. Sistem Informasi upah dan gaji
8. Sistem Informasi aktiva tetap 9. Sistem Informasi pengawasan 10.Sistem pelaporan
C. Sistem dan Prosedur Penerimaan dan Pengeluaran Kas PT. Perkebunan Sumatera Utara
1. Sistem
1.1Kententuan Umum
1) Bagian yang menangani akuntansi pembukuan, bertangung jawab terhadap pencatatan transaksi keuangan yang terjadi pada operasi harian perusahaan.
2) Pengakuan transaksi keuangan perusahaan, dicatat dengan metode akrual, yang berarti aktiva (hak) dan kewajiban begitu pula pendapatan dan biaya diakui/dilaporkan pada periode terjadinya, walaupun penerimaan atas aktiva dan pendapatan, serta pengetuaran untuk kewajiban dan biaya dapat terjadi dalam periode yang tidak
32
sama.
3) Pencatatan transaksi sejenis yang terjadi berulang-ulang, seperti penjualan TBS, Pemaksian persediaan bahan baku dan pembantu dan sebagainya, dicatat kedalam Buku Harian/Jurnal yang terjadi :
i. Laporan Penjualan ii. Laporan Produksi iii. Jurnal Penerimaan Kas iv. Jurnal Pengeluaran Kas
v. Jurnal PeTnakuan Persediaan bahan baku dan pembantu vi. Jurnal Umum.
4) Transaksi-transaksi yang telah dicatat ke dalam buku-buku Harian/Jurnal pada akhir bulan dijumlahkan, kemudian dimasukkan (diposting) kedalam buku besar, kecuali jika diposting setiap terjadi transaksi.
5) Neraca lajur bulanan, disusun berdasarkan angka-angka penjumlahan sisi debet dan kredit dalin buku besar pada bulan yang bersangkutan.
6) Dari neraca lajur, dapat dibuat Laporan Keuangan yang terdiri dari: i. Neraca
ii. Laporan Laba-Rugi
7) Buku–buku pembantu diselenggarakan sebagai rincian dari perkiraan-perkiraan Buku Besar tertentu. Tiap jenis Buku
Pembantu, dibuatkan saldo per akhir bulan untuk dicocokan/direkonsiliasi dengan saldo buku besar yang bersangkutan.
1.2Pengertian
Secara sederhana, pembukuan dapat diartikan sebagai suatu kegiatan pengklasifikasian, pencatatan dari berbagai transaksi keuangan secara kronologis dan sistematis, yang terjadi sampai pada tersusunnya laporan keuangan dengan ikhtisar-ikhtisar yang diperlukan untuk mendukung angka-angka laporan keuangan.
Dalam pelaksanaan pembukuan dimaksud diatas, tercermin suatu kewajiban menyelenggarakan catatan kedalam buku harian dan buku besar serta buku pembantu.
Yang dimaksud dengan transaksi keuangan, adalah semua kegiatan yang dilakukan perusahaan yang mengakibatkan terjadinya perubahan pada harta, hutang dan modal serta pendapatan dan biaya.
Kronologis diartikan bahwa pencatatan tersebut dilakukan secara berurutan menurut waktu, tanggal kejadian, sedangkan sistematis mengandung makna bahwa, pencatatan dilakukan menurut suatu cara tertentu, sesuai dengan ketentuan yang digariskan.
Dari pengertian-pengertian tersebut diatas, diketahui bahwa semua kegiatan yang dilakukan perusahaan mengakibatkan terjadinya perubahan harta, hutang dang modal serta pendapatan dan biaya perusahaan yang harus dicatat di dalam pembukuan secara berurutan menurut tanggal kejadian
34
dengan cara yang telah ditetapkan sebelumnya. 1.3 Siklus Akuntansi / Pembukuan
Akuntansi merupakan suatu kegiatan jasa yang fungsinya menyajikan data kuantitatif, terutama yang bersifat keuangan. Untuk dapat menyajikan data yang dimaksud, maka setiap transaksi harus dicatat, digolongkan, diringkas dan kemudian disajikan dalam bentuk
Laporan keuangan utama terdiri dari neraca, laporan laba-rugi serta ikhtisar-ikhtisar yang diperlukan untuk mendukung angka-angka laporan keuangan.
Neraca adalah suatu laporan vang menggambarkan informasi mengenai posisi harta, hutang dan modal perusaham pada saat atau tanggal tertentu.
Laporan laba-rugi adalah suatu laporan vang mencantumkan informasi mengenai pendapatan dan biaya serta laba yang diperoleh atau rugi yang diderita perusahaan selama suatu periode tertentu.
Kegiatan mulai terjadinya transaksi sampai dengan penyajian laporan keuangan dengan siklus Akuntansi, dapat digambarkan dengan skema berikut:
Dari skema siklus akuntansi diatas, terlihat beberapa kegiatan yang harus dilakukan dalam proses akuntansi, yaitu kegiatan harian, bulanan dan kegiatan KEGIATAN TRANSAKSI DOKUMEN BUKU HARIAN/ JURNAL BUKU BESAR LAPORAN KEUANGAN BUKU PEMBANTU LAPORAN PEMBANTU
periodik dengan cara sebagai berikut :
1) Kegiatan/transaksi yang terjadi dicatat secara harian kedalam dokumen yang merupakan bukti dasar pembukuan, yang selanjutnya disebut bukti transakasi.
2) Berdasarkan dokumen yang timbul, transaksi keuangan dicatat secara harian juga kedalam buku harian/jurnal. Bila diperlukan, dokumen pendukung transakasi keuangan yang timbul, dicatat pules kedalam buku pembantu.
3) Jumlah kumulatif transaksi yang ada pada buku harian/jurnal, secara bulanan diposting kedalam buku besar.
4) Dari buku besar, secara periodik dibuat neraca lajur sebagai media perantara untuk memudahkan penyusunan Neraca dan Laba Rugi. Selanjutnya, rincian yang diperlukan untuk pos-pos yang terdapat di dalam kedua laporan tadi dapat dibuat Buku Pembantu.
2. Prosedur 2.1 Penerimaan
a. Kasir bertanggungjawab atas penerimaan penyimpanan dan pengeluaran uang kas perusahaan.
b. Semua uang yang diterima harus dibuktikan dengan pembuatan bukti masuk. Formulir ini mencakup “Bukti Masuk” atau “Bukti Penerimaan” dan “Kuitansi”. Bukti masuk yang dimaksud adalah suatu formulir yang diberi nomor tercetak dan digunakan serta dikeluarkan secara nomor urut.
36
c. Jika memberi tanda pengakuan penerimaan kas dalam bentuk check atau giro, maka nomor check atau giro harus dicantumkan dalam bukti masuk untuk memudahkan pengecekan bilamana diperlukan.
d. Semua penerimaan kas dalam bentuk apapun, harus sedapat mungkin dipostingkan ke bank pada hari kerja berikutnya.
e. Menguangkan check pihak ketiga dengan menggunakan uang tunai di kas milik PT. Perkebunan Sumatera Utara, hanya dapat dilakukan dengan persetujuan direktur.
f. Pada setiap hari berikutnya, Kasir diwalibkan membuat laporan kas harian untuk mengiktisarkan penerimaan dan pengeluaran kas hari sebelumnya, berdasarkan bukti-bukti masuk dan bukti-bukti pengeluaran kas yang dikeluarkan pada hari yang bersangkutan.
g. Formulir bukti masuk adalah formulir yang harus dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu harus disimpan dengan baik agar tidak jatuh ketangan yang tidak tidak berwenang yang dapat menggunakan bukti masuk itu untuk disalahgunakan. Auditor Intern dalam pemeriksaan mendadak dari pertanggungjawaban kasir, harus pula memeriksa bukti masuk yang telah dipakai maupun yang belum dipakai.
h. Prosedur penerimaan kas dijelaskan dalam lampiran PSA-I
2.2Pengeluaran
a. Permintaan pengeluaran kas, diajukan kepada Seksi Akuntansi yang
akan meneliti kebenaran, sah tidaknya dan kelengkapan bukti tersebut. Jika hal-hal tersebut dipenuhi, dibulatkan bukti pengularan kas dan dimintakan persetujuan Kepala Bagian Keuangan.
b. Bukti pengeluaran kas telah disetujui, akan dibayar oleh Kasir dan dibubuhi cap “TELAH DIBAYAR” disertai tanggal diatas, semua lampiran-lampiran pada saat penerima uang memberikan tanda pengakuan penerimaan uang (menandatangani bukti pengeluaran kas pada kolom yang telah tersedia).
c. Bukti pengeluaran kas yang telah diisi dan telah dibayar, setiap hari dipertanggungjawabkan oleh kasir dalam Laporan Kas Harian yang telah diuraikan sebelumnya.
d. Perusahaan perlu menentukan suatu kebijakan tentang kadwal pembayaran kepada leveransir atau pihak ketiga, dengan cara menentukan bahwa pembayaran banya akan dilakukan pada tanggal-tanggal tertentu setiap bulannya. Keuntungan adalah waktu yang cukup untuk pengolahan dokumen dan untuk membuat rencana kebutuhan uang tunai (cash flow).
e. Prosedur pengeluaran kas dijelaskan dalam Bagan Prosedur lampiran PSA - 2
38 BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan
Kesimpulan yang di peroleh berdasarkan uraian – uraian pada bab sebelumnya yang membahas tentang sistem informasi akuntansi penerimaan dan pengeluaraan kas pada PT. Perkebunan Sumatera Utara adalah sebagai berikut :
1. Sistem informasi akntansi penerimaan dan pengeluaran kas pada PT. Perkebunan Sumatera Utara sistem dan prosedur nya telah memenuhi manual akuntansi yang diterapkan oleh perusahaan,
2. PT. Perkebunan Sumatera Utara menerapkan pedoman sistem akuntansi yang resmi digunakan dan apabila ada sesuatu yang tidak diatur dalam sistem akuntansi ini, maka perusahaan menggunakan salah satu prinsip yang disajikan pada Standar Akuntansi Keuangan, yang berlaku sebagai prinsip akuntansi yang resmi dan umum diterapkan di Indonesia,
3. Prosedur penerimaan dan pengeluaran kas pada PT. Perkebunan Sumatera Utara telah berjalan baik.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas penulis mencoba mengemukakan saran yang kiranya dapat menjadi masukan kepada perusahaan antara lain :
1. Perusahaan sebaiknya melakukan rapat koordinasi antara bagian yang berhubungan dengan penerimaan dan pengeluaran kas untuk mengetahui masalah yang dihadapi dan mencari pemecahan masalahnya, serta perusahaan harus mengambil tindakan tegas dengan pemberian sanksi, 2. Sistem informasi akuntansi pengeluaran dan penerimaan
kas yang diterapkan PT. Perkebunan Sumatera Utara sudah memadai dan efektif karena perusahaan telah menerapkan sistem dan prosedur yang baik, sehingga membantu perusahaan dalam mengelola kas dan menghindari terjadinya kecurangan dalam penerimaan dan pengeluaran kas didalam perusahaan.
40
DAFTAR PUSTAKA
Hall, james A, 2004. Sistem Informasi Akuntansi, buku 1. Edisi Jakarta. Salemba empat.
Mulyadi, 2001, Sistem Akuntansi, Edisi Ketiga, Salemba Empat, Jakarta.
Bodnar, Hopwood, 2003, Sistem Informasi Akuntansi, Edisi Keenam, Salemba Empat, Jakarta.
Harahap, Sofyan Syafri, 2008. Teori Akuntansi, Edisi Revisi Rajawali Pers, Jakarta
Pernyataan Standar Akuntansi keuangan (PSAK) no. 2 tentang Laporan Arus Kas
Sumarsono Sonny, 2003, Teknik Penulisan Laporan, Edisi Pertama, Graha Ilmu, Yogyakarta.
Widjojoyanto, Nugruho, 2001, Sistem Informasi Akuntansi, Penerbitan Erlangga, Jakarta.
Penerimaan Kas Langsung di Kantor Direksi Penerimaan-penerimaan melalui bank
1. Pengambilan Penerimaan berasal dari
2. Penjualan tunai barang apkiran 1. Penjualan hasil produksi
3. Pendapatan sewa gedung 2. Hasil penjualan aktiva melalui kantor lelang negara 4. Sumber lain-lain Lampiran- Lampiran Kontrak Penjualan Nota Bank
Dari Seksi Akuntansi
Lampiran- Lampiran Faktur Penjualan Uang Tunai Cek atau Uang tunai dalam 1 Slip Penyetoran 2 BM 1 BM Lampiran-lampiran 2 BM 2 File Diikhtiarkan BM yang dikeluarkan hari hari itu dan bukukan (catatan 2) Lampiran-Lampiran 2 BM 1 LKH Bandingkan jumlah penerimaan KRBB Untuk Kredit KRBB Untuk Debet Catatan :
1. Formulir yang sama akan digunakan untuk penerimaan baik di kantor direksi maupun melalui Bank
2. Laporan kas harian menunjukkan penerimaan dan pengeluaran kas serta sisa uang tunai di kas dan di bank setelah mempersiapkan LKH, maka
Keterangan :
Arus transaksi Pencatatan persiapan
Pemeriksaan
LKH : Laporan Kas Harian
39 PSA - 2 BAGAN PROSEDUR PENGELUARAN KAS
KASIR BAGIAN KEUANGAN SEKSI AKUNTANSI
Dari kebun (yang telah diolah oleh Bag.Keuangan)
Lampiran 2 Permintaan uang tunai (remice) Lampiran-lampiran Bukti lain-lain (catatan 1)
Memeriksa kembali kebenaran perhitungan, sah tidaknya permintaan pembayaran dan
lengkapnya lampiran dan siapkan 2 1 BPK Direktur 1 BPK Lampiran BPK KRBB Untuk Debit Bandingkan jumlah-jumlah pengeluaran File KRBB untuk Kredit File File 2 1 BPK
Dari peti uang
Uang Tunai
Cap BPK lampiran 2 telah dibayar dengan tanggal pembayaran Kepada Penerima (catatan 2) Lampiran 2 1 BPK 2 BPK File 2 1 LKH
Buat ikhtisar BPK yang telah dikeluarkan pada hari itu dan bukukan
File Keterangan :
Arus transaksi Pencatatan persiapan
Pemeriksaan
LKH : Laporan Kas Harian
KRBB : Kartu Rekening Buku Besar
BM : Bukti Masuk
(Catatan 4)
Catatan :
1. Permintaan uang tunai (remice) yang melebihi batas anggaran bulanan harus disertai alasan-alasan dalam permintaan itu harus dicantumkan pula tanggal dan jumlah pengiriman dari kantor direksi.
Jenis dan nilainya harus mendapat persetujuan Kabag Keuangan dan tanaman/produksi (khussu yang berhubungan dengan tanaman)
2. Untuk uang tunai yang dikirimkan ke kebun-kebun harus dibuatkan copy tambahan (enion paper) untuk pihak yang menerima uang.
3. Pembagian uang gaji dapat dilihat pada bagan prosedur gaji 4. Laporan kas harian menunjukkan penerimaan dan pengeluaran
kas serta sisa uagn tunai di kas atas perkiraan Bank yang paling sering dipaksa/sering terjadi transaksi. Setelah LKH selesai dibuat kasir mengirimkan LKH pada Kepala Direksi