II-1
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2013
Direktorat Jenderal Cipta Karya
BAB II
RENCANA KINERJA TAHUNAN DAN
PENETAPAN KINERJA
Dalam siklus Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), setelah ditetapkanya Renstra, secara rutin setiap tahun diterbitkanlah Rencana Kinerja Tahunan (RKT) sebagai acuan dalam penyusunan dokumen pengganggaran. Selanjutnya, keluaran dari dokumen penganggaran (DIPA/RKA-KL) kemudian dirumuskan dalam suatu perjanjian kinerja (PK) yang menjadi landasan bagi unit kerja dalam melaksanakan tugasnya di tahun yang bersangkutan. Bab ini menyampaikan ikhtisar hal-hal penting yang tertera pada dokumen rencana kinerja tahunan (RKT) dan dokumen perjanjian kinerja yang tertera dalam dokumen penetapan kinerja (PK) yang meliputi, output, outcome dan indikator kinerja utama.
2.1. RENCANA KINERJA TAHUNAN
Ditjen Cipta Karya sebagai instansi yang melaksanakan Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur Permukiman, telah menetapkan Rencana Kinerja Tahunan (RKT) yang diturunkan dari Renstra Ditjen Cipta Karya 2010-2014. Pada pelaksanaannya, RKT ini kemudian dijadikan acuan dalam proses penganggaran. Lebih rinci terkait RKT dapat dilihat pada tabel 2.1. berikut ini.
II-2
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2013
Direktorat Jenderal Cipta Karya
SATUAN TARGET
1 2 4 5
01 Peningkatan jumlah pelayanan air minum Liter/det
IKK 243 Output penting : - Kawasan 322 - IKK 243 - Desa 1.687 - Kawasan 221
Peningkatan jumlah pelayanan sanitasi Kawasan 934
Kab/Kota 137 Output penting : - Kab/Kota 8 - Kawasan 829 - Kab/Kota 55 - Kab/Kota 74 - Kawasan 105
Pembinaan kemampuan Pemda/PDAM PDAM 40
Output penting :
- PDAM 40
03 Pembangunan Rusunawa Twin Blok 67
Output penting :
- Twin Blok 67
Revitalisasi kawasan permukiman dan penataan bangunan Kawasan 459
Output penting :
- Kawasan 459
- Kab/Kota 124
04 Peningkatan infrastruktur permukiman perdesaan/kumuh/nelayan Desa 16.990
Output penting :
- Kel/Desa 10.950
- Desa 6.040
3
NO SASARAN INDIKATOR KINERJA OUTCOME/IKU URAIAN
Jumlah PDAM yang Memperoleh Pembinaan Meningkatnya kualitas layanan air
minum dan sanitasi permukiman perkotaan
Jumlah Kawasan MBR yang Terlayani Infrastruktur Air Minum Jumlah IKK yang Terlayani Infrastruktur Air Minum Jumlah Desa yang Terlayani Infrastruktur Air Minum Jumlah Kawasan Khusus yang Terlayani Infrastruktur Air Minum
Jumlah Kawasan yang Terlayani Infrastruktur Air Limbah Dengan Sistem Off-Site Jumlah Kawasan yang Terlayani Infrastruktur Air Limbah Dengan Sistem On-Site Jumlah Kawasan yang Terlayani Infrastruktur Drainase Perkotaan
Jumlah Kab/Kota yang Telayani Infrastruktur Stasiun Antara dan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah Jumlah Kawasan yang Telayani Infrastruktur Tempat Pengolah Sampah Terpadu/3R
Meningkatnya kualitas kawasan permukiman dan penataan ruang
Jumlah Satuan Unit Hunian Rumah Susun yang Terbangun Beserta Infrastruktur Pendukungnya
Jumlah Kawasan yang Tertata Bangunan dan Lingkungannya
Jumlah Kab/Kota Mendapatkan Pengembangan Bangunan Gedung Negara/Bersejarah Meningkatnya kualitas infrastruktur
permukiman perdesaan/kumuh/ nelayan dengan pola pemberdayaan
masyarakat Jumlah Kel/Desa yang Mendapatkan Pendampingan Pemberdayaan Sosial (P2KP/PNPM) Jumlah Desa Tertinggal Terbangun Infrastruktur Permukiman
Tabel 2.1. Rencana Kinerja Tahunan
Sumber: Dokumen RKT Ditjen Cipta Karya, 2013
Dalam rangka mencapai sasaran yang telah dirumuskan dalam Renstra Ditjen Cipta Karya, Direktorat Jenderal Cipta karya telah menyusun Rencana Kinerja Tahunan (RKT). Dalam Renstra Ditjen Cipta Karya 2010-2014, pembangunan bidang Cipta Karya diarahkan untuk mencapai sasaran strategis:
1. Meningkatnya kualitas layanan air minum dan sanitasi permukiman perkotaan, dengan indikator keberhasilan pencapaian sasaran berupa peningkatan jumlah pelayanan air minum, peningkatan jumlah pelayanan sanitasi dan terbinanya kemampuan Pemda melalui PDAM
2. Meningkatnya kualitas kawasan permukiman dan penataan ruang keberhasilan, dengan indikator keberhasilan pencapaian sasaran berupa terbangunnya rusunawa serta terevitalisasinya kawasan permukiman dan penataan bangunan
3. Meningkatnya kualitas infrastruktur permukiman perdesaan/kumuh/nelayan dengan indikator keberhasilan pencapaian sasaran berupa meningkatnya infrastruktur permukiman perdesaan/kumuh/nelayan
4. Meningkatnya kualitas pembangunan bidang cipta karya dengan indikator keberhasilan berupa jumlah laporan kebijakan dan strategi, program dan anggaran, kerjasama luar negeri, data dan informasi serta evaluasi kinerja bidang permukiman
Untuk sasaran ke-empat, tidak dicantumkan dalam RKT karena tidak tercantum dalam Permen PU Nomor 22/PRT/M/2010 tentang Perubahan Peraturan Menteri PU Nomor 03/PRT/M/2010 tentang Penetapan Indikator kinerja Utama di Lingkungan Kementerian PU.
II-3
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2013
Direktorat Jenderal Cipta Karya
Dalam pelaksanaannya, upaya pencapaian sasaran-sasaran ini didukung secara khusus oleh unit-unit kerja tertentu yaitu:
1) Direktorat Pengembangan Air Minum yang mendukung pencapaian sasaran I melalui penyediaan pelayanan air minum bagi 322 kawasan MBR, 243 IKK, 221 kawasan khusus dan 1.687 desa serta pembinaan terhadap 98 PDAM.
2) Direktorat Pengembangan PLP yang mendukung pencapaian sasaran 1 melalui penyediaan pelayanan sanitasi dengan infrastruktur air limbah off-site di 8 Kab/kota, infrastruktur air limbah on-site di 392 kawasan, infrastruktur drainase perkotaan di 55 Kab/kota, infrastruktur TPA di 74 Kab/kota serta infrastruktur TPST/3R di 105 kawasan 3) Direktorat Pengembangan Permukiman yang mendukung pencapaian sasaran 2 melalui
kegiatan pembangunan 67 TB rusunawa serta sasaran 3 melalui pembangunan infrastruktur permukiman desa tertinggal di 6.040 desa
4) Direktorat Penataan Bangunan dan Lingkungan yang mendukung pencapaian sasaran 2 melalui kegiatan penataan bangunan dan lingkungan di 459 kawasan serta pengembangan bangunan gedung Negara/Bersejarah di 124 Kab/kota Serta sasaran 3 melalui kegiatan pendampingan pemberdayaan sosial(P2KP/PNPM) di 10.950 kel/desa.
2.2. PENETAPAN KINERJA
Sebagaimana disebutkan dalam Peraturan Menteri PAN dan RB No 29 tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Dokumen Penetapan Kinerja adalah dokumen yang memuat pernyataan kinerja/kesepakatan kinerja/perjanjian kinerja antara atasan dan bawahan untuk mewujudkan target kinerja tertentu berdasarkan pada sumber daya yang dimiliki oleh instansi.
II-4
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2013
Direktorat Jenderal Cipta Karya
Tabel 2.2. Penetapan Kinerja
Sumber: Dokumen Penetapan Kinerja Ditjen Cipta Karya, 2013
Sesuai dengan besaran anggaran yang diterima oleh Ditjen Cipta Karya sebesar Rp. 17.041.178.098.000, pada tahun 2013, Ditjen Cipta Karya berkomitmen dalam pemenuhan pencapaian sasaran:
1. Meningkatnya Kualitas Layanan Air Minum dan Sanitasi Permukiman Perkotaan dengan target kinerja berupa peningkatan jumlah pelayanan air minum sebanyak 7.869 l/det dan 243 IKK, peningkatan jumlah pelayanan sanitasi di 497 kawasan dan 137 kab/kota, pembinaan kemampuan Pemda/PDAM di 98 PDAM
2. Meningkatnya Kualitas Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang dengan target kinerja pembangunan rusunawa sebanyak 67 TB, revitalisasi kawasan permukiman dan penataan bangunan di 403 kawasan
3. Meningkatnya Kualitas Infrastruktur Permukiman Perdesaan/Kumuh/Nelayan dengan Pola Pemberdayaan Masyarakat dengan target kinerja peningkatan infrastruktur permukiman perdesaan/kumuh/nelayan di 17.960 desa/kelurahan.
Dalam pelaksanaannya, upaya pencapaian sasaran “Meningkatnya Kualitas Layanan Air Minum dan Sanitasi Permukiman Perkotaan” didukung oleh unit kerja Direktorat Pengembangan Air Minum dan Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman melalui kegiatan sebagai berikut:
SATUAN TARGET
1 2 4 5
01 Peningkatan jumlah pelayanan air minum Liter/det 7.969 IKK 243 Output penting : - Kawasan 322 - IKK 243 - Desa 1.687 - Kawasan 221
Peningkatan jumlah pelayanan sanitasi Kawasan 497 Kab/Kota 137 Output penting : - Kab/Kota 8 - Kawasan 392 - Kab/Kota 55 - Kab/Kota 74 - Kawasan 105
Pembinaan kemampuan Pemda/PDAM PDAM 98
Output penting :
- PDAM 98
03 Pembangunan Rusunawa Twin Blok 67
Output penting :
- Twin Blok 67
Revitalisasi kawasan permukiman dan penataan bangunan Kawasan 403
Output penting :
- Kawasan 403
- Kab/Kota 155
04 Peningkatan infrastruktur permukiman perdesaan/kumuh/nelayan Desa 17.590
Output penting :
- Kel/Desa 10.950
- Desa 6.640
Jumlah Anggaran :
Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur Permukiman Rp 17.041.178.098.000
NO SASARAN INDIKATOR KINERJA OUTCOME/IKU URAIAN
3 Meningkatnya kualitas layanan air
minum dan sanitasi permukiman perkotaan
Jumlah Kawasan MBR yang Terlayani Infrastruktur Air Minum Jumlah IKK yang Terlayani Infrastruktur Air Minum Jumlah Desa yang Terlayani Infrastruktur Air Minum Jumlah Kawasan Khusus yang Terlayani Infrastruktur Air Minum
Meningkatnya kualitas infrastruktur permukiman perdesaan/kumuh/ nelayan dengan pola pemberdayaan
masyarakat Jumlah Kel/Desa yang Mendapatkan Pendampingan Pemberdayaan Sosial (P2KP/PNPM)
Jumlah Desa Tertinggal Terbangun Infrastruktur Permukiman
Jumlah Kawasan yang Terlayani Infrastruktur Air Limbah Dengan Sistem Off-Site Jumlah Kawasan yang Terlayani Infrastruktur Drainase Perkotaan
Jumlah Kab/Kota yang Telayani Infrastruktur Stasiun Antara dan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah Jumlah Kawasan yang Telayani Infrastruktur Tempat Pengolah Sampah Terpadu/3R
Jumlah PDAM yang Memperoleh Pembinaan Meningkatnya kualitas kawasan
permukiman dan penataan ruang
Jumlah Kawasan yang Terlayani Infrastruktur Air Limbah Dengan Sistem On-Site
Jumlah Satuan Unit Hunian Rumah Susun yang Terbangun Beserta Infrastruktur Pendukungnya
Jumlah Kawasan yang Tertata Bangunan dan Lingkungannya
II-5
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2013
Direktorat Jenderal Cipta Karya
- Untuk memenuhi target peningkatan jumlah pelayanan air minum sebesar 7.969 l/detik dan 243 IKK, Direktorat Pengembangan Air Minum menyelenggarakan kegiatan pokok berupa penyediaan pelayanan air minum bagi 322 kawasan MBR, 221 kawasan khusus dan 1.687 desa.
- Untuk memenuhi target peningkatan jumlah pelayanan sanitasi di 934 kawasan dan 137 kab/kota Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman menyelenggaraan kegiatan pokok berupa penyediaan pelayanan sanitasi dengan infrastruktur air limbah off site di 8 Kab/kota, infrastruktur air limbah on site di 392 kawasan, infrastruktur drainase perkotaan di 55 Kab/kota, infrastruktur TPA di 74 Kab/kota serta infrastruktur TPST/3R di 105 kawasan.
- Untuk memenuhi target pembinaan kemampuan PEMDA/PDAM Direktorat Pengembangan Air Minum menyelenggarakan kegiatan pokok berupa pembinaan kemampuan pada 98 PDAM.
Sementara, untuk keberhasilan pencapaian sasaran “Meningkatnya Kualitas Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang”, ditandai dengan indikator kinerja berupa pembangunan 67 twin blok Rusunawa serta revitalisasi permukiman dan penataan bangunan di 403 kawasan dimana dalam pelaksanaannya, upaya mencapai target tersebut didukung oleh Unit kerja Direktorat Pengembangan Permukiman melalui kegiatan pembangunan unit hunian rumah susun beserta infrastruktur pendukungnya sebanyak 67 twin blok dan Unit kerja Direktorat Penataan Bangunan dan Lingkungan melalui kegiatan penataan bangunan dan lingkungan di 403 kawasan serta pengembangan bangunan gedung Negara/Bersejarah di 155 Kab/kota. Pencapaian sasaran “Meningkatnya Kualitas Infrastruktur Permukiman Perdesaan/ Kumuh/Nelayan dengan Pola Pemberdayaan Masyarakat” ditandai dengan indikator kinerja berupa peningkatan infrastruktur permukiman perdesaan/kumuh/nelayan di 17.590 desa dimana dalam pelaksanannya, upaya mencapai target tersebut didukung oleh unit kerja Direktorat Penataan Bangunan dan Lingkungan melalui kegiatan pendampingan pemberdayaan sosial(P2KP/PNPM) di 10.950 kel/desa serta Unit kerja Direktorat Pengembangan Permukiman melalui kegiatan pembangunan infrastruktur permukiman desa tertinggal di 6.640 desa.
Diluar tiga sasaran utama tersebut, terdapat satu sasaran lain yang juga sama pentingnya yaitu “Meningkatnya kualitas Pengaturan, Pembinaan, dan Pengawasan Pada Pembangunan Infrastruktur Permukiman”. Pencapaian sasaran ini ditandai oleh indikator ketersediaan dokumen Kebijakan, Program Dan Anggaran, Kerjasama Luar Negeri, Data Informasi Serta Evaluasi Kinerja Infrastruktur Bidang Permukiman. Di tahun 2013, direncanakan target sasaran ini adalah 154 laporan. Dalam pelaksanaannya, sasaran ini dilaksanakan oleh Direktorat Bina Program.
Dari Rencana Kinerja Tahunan dan Penetapan Kinerja dapat dilihat bahwa terjadi perbedaan target pada beberapa output. Hal ini disebabkan karena RKT merupakan penjabaran tahunan dari Renstra yang perencanaannya sudah dilakukan di awal tahun 2010 dengan anggaran yang masih diprediksi. Sementara pada PK, perencanaan yang ditetapkan sudah memperhatikan isu
II-6
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2013
Direktorat Jenderal Cipta Karya
penganggaran dan isu terkini yang muncul di tahun 2013 (seperti misalnya adanya kebijakan direktif presiden).
Selain itu, pada Bulan Oktober 2013 terdapat kebijakan Kementerian Keuangan untuk melakukan penghematan anggaran terhadap belanja barang dan modal masing-masing satuan kerja. Hal tersebut ditindaklanjuti dengan perubahan alokasi pada APBN 2013 yang dilakukan melalui perubahan/revisi terhadap alokasi APBN pada masing-masing satuan kerja baik di pusat maupun di daerah. Perubahan anggaran, ini pada akhirnya merubah target output yang pada akhirnya berdampak pada perubahan capaian kinerja sasaran. Lebih lengkapnya terkait perubahan baik target maupun anggaran pada Penetapan Kinerja dapat dilihat dalam evaluasi dan analisis pada bab 3.
Gambar 2.1.