• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA POLA RUANG WILAYAH Bagian Kesatu

Umum Pasal 23

(1) Rencana pola ruang wilayah meliputi rencana kawasan lindung dan kawasan budidaya.

(2) Rencana pola ruang wilayah digambarkan dalam peta dengan tingkat ketelitian 1:50.000 sebagaimana tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.

Halaman 27 dari 78 Bagian Kedua Kawasan Lindung

Pasal 24

Kawasan lindung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 ayat (1), terdiri atas : a. kawasan hutan lindung;

b. kawasan yang memberikan perlindungan terhadap kawasan bawahannya; c. kawasan perlindungan setempat;

d. kawasan suaka alam, pelestarian alam dan cagar budaya; e. kawasan rawan bencana alam; dan

f. kawasan lindung geologi.

Paragraf 1

Kawasan Hutan Lindung Pasal 25

1) Kawasan hutan lindung sebagaimana dimaksudkan dalam pasal 24 huruf a terdapat pada Kecamatan Bone (148,13 ha), Bone Pantai (2.623,84 ha), Botupingge (611,93 ha), Bulango Ulu (1.219, 66 ha), Bulango Utara (6.180,29 ha), Kabila Bone (1.884, 09 ha), Suwawa Selatan (2.853,65 ha), dan Kecamatan Suwawa Timur (407,96 ha) dengan total luasan kurang lebih 15.929,55 ha.

2) Kawasan hutan lindung sebagaimana dimaksudkan pada ayat (1) memiliki pengaturan sebagai berikut :

a. Hutan lindung yang telah ada berdasarkan peraturan atau perundangan yang berlaku tetap dipertahankan.

b. Penggunaan lahan yang telah ada (pemukiman, sawah, tegalan, tanaman tahunan, dan lain-lain) dalam kawasan ini perlu adanya pembatasan pendirian bangunan baru untuk pemukiman, sehingga fungsi lindung yang diemban dapat dilaksanakan.

c. Penggunaan lahan yang akan mengurangi fungsi konservasi secara bertahap dialihkan fungsinya sebagai kawasan lindung sesuai kemampuan dana yang ada.

d. Penggunaan lahan baru tidak diperkenankan bila tidak menjamin fungsi lindung terhadap hidrologis, kecuali jenis penggunaan yang sifatnya tidak bisa dialihkan (menara televisi, jaringan listrik, telepon, air minum) hal tersebut tetap memperhatikan azas konservasi.

Halaman 28 dari 78 Paragraf 2

Kawasan Yang Memberikan Perlindungan Terhadap Kawasan Bawahannya Pasal 26

1) Kawasan yang memberikan perlindungan terhadap kawasan bawahannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 huruf b, yaitu kawasan resapan air.

2) Kawasan resapan air sebagaimana dimaksud pada ayat (1), terdapat di Kecamatan Bone, Bone Pantai, Botupingge, Bulango Ulu, Bulango Utara, Kabila Bone, Suwawa Selatan dan Kecamatan Suwawa Timur.

Paragraf 3

Kawasan Perlindungan Setempat Pasal 27

(1) Kawasan perlindungan setempat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 huruf c, terdiri atas :

a. kawasan sempadan pantai; b. kawasan sempadan sungai; c. kawasan sekitar danau/waduk; d. kawasan sekitar mata air; dan e. Kawasan ruang terbuka hijau.

(2) Kawasan sempadan pantai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dengan panjang kurang lebih 60 km yang terdapat di sepanjang Pantai Kecamatan Kabila Bone, Kecamatan Bone Pantai, Kecamatan Bulawa, Kecamatan Bone Raya, dan Kecamatan Bone dengan ketentuan :

a. daratan sepanjang tepian laut dengan jarak minimal 100 meter dari titik pasang air laut tertinggi ke arah darat; atau

b. daratan sepanjang tepian laut yang bentuk dan kondisi fisik pantainya curam atau terjal dengan jarak proporsional terhadap bentuk dan kondisi fisik pantai.

(3) Kawasan sempadan sungai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdapat di sebagian wilayah Kabupaten Bone Bolango, meliputi :

a. Kawasan sekitar Sungai Bone dan anak sungainya; b. Kawasan sekitar Sungai Bolango dan anak sungainya; c. Kawasan sekitar Sungai Polanggua dan anak sungainya; d. Kawasan sekitar Sungai Bilungala dan anak sungainya; e. Kawasan sekitar Sungai Taludaa dan anak sungainya; dan f. Kawasan sekitar Sungai Tapadaa dan anak sungainya.

(4) Kawasan sempadan sungai sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diatur dengan ketentuan sebagai berikut :

a. daratan sepanjang tepian sungai bertanggul dengan lebar paling sedikit 5 (lima) meter dari kaki tanggul sebelah luar;

Halaman 29 dari 78

b. daratan sepanjang tepian sungai besar tidak bertanggul di luar kawasan permukiman dengan lebar paling sedikit 100 (seratus) meter dari tepian sungai; dan

c. daratan sepanjang tepian anak sungai tidak bertanggul diluar kawasan permukiman dengan lebar paling sedikit 50 (lima puluh) meter dari tepian sungai.

(5) Kawasan sekitar danau/waduk sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c berada di sebagian Kecamatan Suwawa di Desa Ulantha dan Kecamatan Suwawa Timur di Desa Dumbaya Bulan, serta Kecamatan Suwawa Selatan di Desa Bondawuna.

(6) Kawasan sekitar mata air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d, terletak di :

a. mata air di sekitar SPAM Lombongo di desa Lombongo; b. mata air di sekitar SPAM Ulantha di desa Ulantha; c. mata air di sekitar SPAM Tunggulo di desa Tunggulo; d. mata air di sekitar SPAM Meranti di desa Langge; e. mata air di sekitar SPAM Uabanga di desa Uabanga; f. mata air di sekitar SPAM Taludaa di desa Taludaa; g. mata air di sekitar SPAM Bulango Ulu di desa Mongiilo; h. mata air di sekitar SPAM Tinemba di desa Tinemba; i. mata air di sekitar SPAM Pangi di desa Pangi;

j. mata air di sekitar SPAM Tulabolo di desa Tulabolo; dan k. mata air di sekitar SPAM Buata di desa Buata.

(7) Kawasan sekitar mata air sebagaimana dimaksud pada ayat (6) diatur dengan ketentuan lebar garis sempadan ditetapkan radius 200 m dari mata air.

(8) kawasan ruang terbuka hijau di Kabupaten Bone Bolango sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e, terdiri atas :

a. ruang terbuka hijau publik; dan b. ruang terbuka hijau privat.

(9) ruang terbuka hijau publik di Kabupaten Bone Bolango sebagaimana dimaksud pada ayat (8) huruf a diwujudkan melalui:

a. mempertahankan ruang terbuka hijau alami, meliputi : 1) kawasan alun-alun kecamatan; dan

2) kawasan perkebunan

b. mengembangkan ruang terbuka hijau buatan yang terdiri atas lapangan olahraga, taman kota, taman desa, taman kecamatan, median jalan dan jalur pejalan kaki yang lokasinya di setiap ibukota kecamatan yang tersebar diseluruh Kabupaten Bone Bolango dan di Kawasan Siap Bangun Kecamatan Tilongkabila.

(10) ruang terbuka hijau privat sebagaimana dimaksud pada ayat (8) huruf b meliputi pekarangan rumah tinggal dan halaman perkantoran terutama kompleks perkantoran Bone Bolango.

Halaman 30 dari 78 Paragraf 4

Kawasan Suaka Alam, Pelestarian Alam dan Cagar Budaya Pasal 28

(1) Kawasan suaka alam, pelestarian alam dan cagar budaya sebagaimana dimaksudkan dalam Pasal 24 huruf d, terdiri dari :

a. kawasan taman nasional; b. kawasan konservasi laut; dan

c. kawasan cagar budaya dan ilmu pengetahuan.

(2) Kawasan taman nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdapat di:

a. Kawasan Taman Nasional Bogani Wartabone di Kecamatan Bone dengan luas kurang lebih 8.940,91 ha;

b. Kawasan Taman Nasional Bogani Wartabone di Kecamatan Bone Raya dengan luas kurang lebih 69,14 ha;

c. Kawasan Taman Nasional Bogani Wartabone di Kecamatan Bulango Ulu dengan luas kurang lebih 20.226,04 ha;

d. Kawasan Taman Nasional Bogani Wartabone di Kecamatan Bulango Utara dengan luas kurang lebih 143,22 ha;

e. Kawasan Taman Nasional Bogani Wartabone di Kecamatan Suwawa dengan luas kurang lebih 4.511,64 ha;

f. Kawasan Taman Nasional Bogani Wartabone di Kecamatan Suwawa Tengah dengan luas kurang lebih 835,71 ha;

g. Kawasan Taman Nasional Bogani Wartabone di Kecamatan Suwawa Timur dengan luas kurang lebih 69.691,32 ha; dan

h. Kawasan Taman Nasional Bogani Wartabone di Kecamatan Tilongkabila dengan luas kurang lebih 1.346,07 ha.

(3) Kawasan konservasi laut sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdapat di pantai Olele Desa Olele Kecamatan Kabila Bone seluas kurang lebih 2.460 ha.

(4) Kawasan konservasi laut sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diusulkan untuk ditingkatkan menjadi 5000 ha secara bertahap hingga tahun 2031.

(5) Kawasan cagar budaya dan ilmu pengetahuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c yaitu berupa Makam Nani Wartabone, Makam Hubulo dan makam lainnya yang memiliki nilai historis dan budaya.

Halaman 31 dari 78 Paragraf 5

Kawasan Rawan Bencana Alam Pasal 29

1) Kawasan rawan bencana alam sebagaimana dimaksudkan dalam Pasal 24 huruf e, meliputi :

a. rawan longsor; dan b. rawan banjir.

2) Kawasan rawan longsor sebagaimana dimaksudkan pada ayat (1) huruf a, meliputi :

a. Kecamatan Bulango Timur (kerawanan rendah 619,75 ha ; kerawanan sedang 539,37 ha ; kerawanan tinggi 23,85);

b. Kecamatan Bulango Utara (kerawanan rendah 1.294,6 ha ; kerawanan sedang 6.705,34 ha ; kerawanan tinggi 2.774,54 ha);

c. Kecamatan Bulango Ulu (kerawanan rendah 1.977,14 ha ; kerawanan sedang 13.426,06 ha ; kerawanan tinggi 10.322,34);

d. Kecamatan Bulango Selatan (kerawanan rendah 568,76 ha)

e. Kecamatan Suwawa Timur (kerawanan rendah 11.368,19 ha ; kerawanan sedang 42.848 ha ; kerawanan tinggi 28.300,18);

f. Kecamatan Suwawa Tengah (kerawanan rendah 931,88 ha ; kerawanan sedang 1.352,2 ha ; kerawanan tinggi 58,79);

g. Kecamatan Suwawa Selatan (kerawanan rendah 1.163,31 ha ; kerawanan sedang 4.190,93 ha ; kerawanan tinggi 238,07);

h. Kecamatan Suwawa (kerawanan rendah 1.154,4 ha ; kerawanan sedang 3.505,54 ha ; kerawanan tinggi 1.047,31);

i. Kecamatan Tapa (kerawanan rendah 493,25 ha ; kerawanan sedang 743,32 ha ; kerawanan tinggi 29,3);

j. Kecamatan Tilongkabila (kerawanan rendah 2.336,75 ha ; kerawanan sedang 2.377,75 ha ; kerawanan tinggi 33,89);

k. Kecamatan Kabila (kerawanan rendah 1.273,84 ha);

l. Kecamatan Kabila Bone (kerawanan rendah 1.154,4 ha ; kerawanan sedang 3.505,54 ha ; kerawanan tinggi 1.047,31);

m. Kecamatan Bulawa (kerawanan rendah 339,18 ha ; kerawanan sedang 6.522,98 ha ; kerawanan tinggi 2.264,42);

n. Kecamatan Bone Pantai (kerawanan rendah 889,05 ha ; kerawanan sedang 8.494,45 ha ; kerawanan tinggi 1.165,42);

o. Kecamatan Bone Raya (kerawanan rendah 457,25 ha ; kerawanan sedang 1.797, 7 ha ; kerawanan tinggi 3.938,38);

p. Kecamatan Bone (kerawanan rendah 835,96 ha ; kerawanan sedang 8.779,52 ha ; kerawanan tinggi 5.721,7); dan

q. Kecamatan Botupingge (kerawanan rendah 455,19 ha ; kerawanan sedang 980,31 ha ; kerawanan tinggi 162,41).

3) Kawasan rawan longsor sebagaimana dimaksudkan dalam ayat (2) dapat ditangani dan dikelola melalui;

a. pengawasan dan pengendalian pembangunan perumahan baru di kawasan rawan longsor;

b. kepadatan bangunan diarahkan dengan kepadatan rendah;

Halaman 32 dari 78

aktivitas kawasan, diarahkan kurang dari 30 unit per hektar dengan luas lantai bangunan kurang dari 100 m2.

4) Kawasan rawan banjir sebagaimana dimaksudkan dalam ayat (1) huruf b, meliputi :

a. sebagian Kecamatan Bulango Timur (desa Bulotalangi, Bulotalangi Barat, Bulotalangi Timur, Popodu dan desa Toluwaya);

b. sebagian Kecamatan Bulango Utara (desa Bandungan, Boidu, Kopi, Lomaya, Sukadamai dan desa Tupa);

c. sebagian Kecamatan Tapa (desa Dunggala, Kramat, Langge, Talulobutu, Talulobutu Selatan dan desa Talumopatu);

d. sebagian Kecamatan Bulango Selatan (desa Ayula Selatan, Ayula Tilango, Ayula Timur, Ayula Utara, Huntu Selatan, Huntu Utara, Lamahu, Mekar Jaya, Sejahtera dan desa Tinelo Ayula);

e. sebagian Kecamatan suwawa (desa Boludawa, Bube, Bube Baru, Bubeya, Tinelo, Tingkohobu, Tingkohobu Timur dan desa Ulanta);

f. sebagian Kecamatan Suwawa Selatan (desa Bondawuna, Bonde Raya, Bonedaa, Bulontala, Bulontala Timur, Libungo, Molintogupo dan desa Pancuran);

g. sebagian Kecamatan Suwawa Timur (desa Dumbaya Bulan, Panggulo, Poduoma, Tilangobula, Tulabolo dan desa Tulabolo Timur);

h. sebagian Kecamatan Suwawa Tengah (desa Alale, Duano, Lombongo, Lompotoo, Tapadaa dan desa Tolomato);

i. sebagian Kecamatan Kabila Bone (desa Oluhuta);

j. sebagian Kecamatan Bulawa (desa Kaidundu Barat, Mamungaa Timur dan desa Nyiur Hijau);

k. sebagian Kecamatan Bone Pantai (desa Lembah Hijau, Tamboo dan desa Tolotio);

l. sebagian Kecamatan Bone Raya (desa Mootayu);

m. sebagian Kecamatan Bone (desa Bilolantunga, Cendana Putih, Inogaluma, Masiaga, Molamahu, Monano, Muara Bone, Sogitia, Taludaa, Tumbuh Mekar dan desa Waluhu);

n. sebagian Kecamatan Botupingge (desa Buata, Luwohu, Panggulo, Panggulo Barat, Tanah Putih, Timbuolo, Timbuolo Tengah dan desa Timbuolo Timur);

o. sebagian Kecamatan Kabila (desa Dutohe, Dutohe Barat, Oluhuta, Oluhuta Utara, Padengo, Pauwo, Poowo, Poowo Barat, Talango, Tanggilingo, Toto Selatan dan desa Tumbihe); dan

p. sebagian Kecamatan Tilongkabila (Bongopini, Mootilango, Permata, Tamboo dan desa Tunggulo Selatan).

5) Kawasan rawan banjir sebagaimana dimaksudkan dalam ayat (4) ditangani dan dikelola melalui;

a. pengupayaan tidak peruntukkan sebagai kawasan permukiman;

b. pembatasan kegiatan yang dapat merusak dan/atau mempengaruhi kelancaran sistem drainase;

c. pemantapan kawasan lindung; d. reboisasi dengan tanaman khusus;

Halaman 33 dari 78

f. penanganan dan pengelolaan kawasan rawan banjir dapat dilakukan melalui penambahan daerah resapan air.

Paragraf 6

Kawasan Lindung Geologi Pasal 30

Kawasan lindung geologi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 huruf f, yaitu kawasan rawan gempa bumi yang terdiri atas :

a. stabil, meliputi Kecamatan Bone (4.018,91 ha) ; Bone Pantai (1.256,52 ha) ; Bone Raya (487,24 ha) ; Botupingge (26,5 ha) ; Bulango Selatan (0,74 ha) ; Bulango Timur (378,8 ha) ; Bulango Ulu (1.517,88 ha) ; Bulango Utara (817,78 ha) ; Bulawa (651,24 ha) ; Kabila Bone (224,53 ha) ; Suwawa (287,5 ha) ; Suwawa Selatan (1.839,7 ha) ; Suwawa Tengah (790,53 ha) ; Suwawa Timur (18.326,72 ha) ; Tapa (326,74 ha) dan Kecamatan Tilongkabila (943,27 ha).

b. kurang stabil, meliputi Kecamatan Bone (11.317,91 ha) ; Bone Pantai (9.265,96 ha) ; Bone Raya (5.705,79 ha) ; Botupingge (1.571,2 ha) ; Bulango Selatan (567,94 ha) ; Bulango Timur (804,17 ha) ; Bulango Ulu (24.228,77 ha) ; Bulango Utara (9.956,37 ha) ; Bulawa (8.474,89 ha) ; Kabila (1.273,82 ha) ; Kabila Bone (5.574,72 ha) ; Suwawa (5.462,67 ha) ; Suwawa Selatan (3.752,24 ha) ; Suwawa Tengah (1.552,3 ha) ; Suwawa Timur (64.196,25 ha) ; Tapa (939,08 ha) dan Tilongkabila (3.805,09 ha).

c. tidak stabil, meliputi Kecamatan Bone Pantai (25,82 ha) dan Kabila Bone (45,64 ha).

Bagian Ketiga Kawasan Budidaya

Pasal 31

Kawasan budidaya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (1), terdiri atas :

a. kawasan peruntukan hutan produksi; b. kawasan peruntukan pertanian;

c. kawasan peruntukan perikanan; d. kawasan peruntukan pertambangan; e. kawasan peruntukan industri;

f. kawasan peruntukan pariwisata;

g. kawasan peruntukan permukiman; dan h. kawasan peruntukan lainnya.

Halaman 34 dari 78 Paragraf 1

Kawasan Peruntukan Hutan Produksi Pasal 32

(1) Kawasan peruntukan hutan produksi sebagaimana dimaksud dalam pasal 31 huruf a, terdiri dari :

a. hutan produksi terbatas; dan b. hutan produksi tetap.

(2) Kawasan hutan produksi terbatas sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) huruf a, dengan luas kurang lebih 18.841,67 ha terdapat pada :

a. Kecamatan Bone dengan luas kurang lebih 341,19 ha;

b. Kecamatan Bone Pantai dengan luas kurang lebih 1.349,51 ha; c. Kecamatan Bone Raya dengan luas kurang lebih 3.923,18 ha; d. Kecamatan Bulango Ulu dengan luas kurang lebih 123,44 ha; e. Kecamatan Bulango Utara dengan luas kurang lebih 26,06 ha; f. Kecamatan Bulawa dengan luas kurang lebih 5.038,27 ha;

g. Kecamatan Suwawa Selatan dengan luas kurang lebih 138,50 ha; dan h. Kecamatan Suwawa Timur dengan luas kurang lebih 7.901,52 ha; (3) Kawasan hutan produksi tetap sebagaimana dimaksud pada ayat (1)

huruf b, dengan luas kurang lebih 824,04 ha terdapat pada : a. Kecamatan Bone dengan luas kurang lebih 621,84 ha;

b. Kecamatan Bone Raya dengan luas kurang lebih 54,11 ha; dan c. Kecamatan Suwawa Selatan dengan luas kurang lebih 148,09 ha.

Paragraf 2

Kawasan Peruntukan Pertanian Pasal 33

(1) Kawasan peruntukan pertanian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 huruf b, terdiri atas :

a. kawasan peruntukan pertanian;

b. kawasan peruntukan perkebunan; dan c. kawasan peruntukan peternakan.

(2) Kawasan peruntukan pertanian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, dengan kurang lebih 11.456,54 ha terdapat di Kecamatan Bone, Bone Pantai, Bone Raya, Botupingge, Bulango Selatan, Bulango timur, Bulango Ulu, Bulango Utara, Bulawa, Kabila, Suwawa, Suwawa Selatan, Suwawa Tengah, Suwawa Timur, Tapa, Tilongkabila dan Kecamatan Pinogu.

(3) Kawasan peruntukan perkebunan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, terdapat hampir di seluruh wilayah Kabupaten dengan luas kurang lebih 32.319,46 ha dan diarahkan untuk dapat mengembangkan kopi, kakao, mete, kelapa, cengkeh, panili, kemiri, enau, nilam serta buahan-buahan.

(4) Kawasan peruntukan peternakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c, meliputi :

Halaman 35 dari 78

a. Sentra ayam kampung di Kecamatan Suwawa Desa Tingkohobu dan Kecamatan Bone Pantai Desa Tongo;

b. Sentra ayam ras petelur di Kecamatan Bulango Timur, Desa Bulotalangi Barat, Kecamatan Suwawa, Desa Huluduotamo dan kecamatan Tilongkabila, Desa Tamboo;

c. Sentra ayam ras pedaging di Kecamatan Bulango Selatan Desa Ayula, Kecamatan Tilongkabila Desa Tamboo dan Kecamatan Tapa; d. Sentra kambing di Kecamatan Bulango Utara Desa Langge,

Kecamatan Kabila Desa Dutohe dan Desa Talango, Kecamatan Bone Pantai Desa Bilungala;

e. Sentra itik di Kecamatan Tilongkabila Desa Iloheluma dan Kecamatan Kabila Desa Talango; dan

f. Sentra sapi potong di Kecamatan Bulango Ulu Desa Owata, Kecamatan Bulango Utara Desa Boidu, Kecamatan Suwawa Desa Huluduotamo, Kecamatan Suwawa Timur Desa Tilangobula, Kecamatan Kabila Desa Poowo Barat.

Paragraf 3

Kawasan Peruntukan Perikanan Pasal 34

1) Kawasan peruntukan perikanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 huruf c, terdiri atas :

a. kawasan peruntukan perikanan tangkap, budidaya laut dan konservasi terumbu karang;

b. kawasan peruntukan budidaya perikanan air tawar; dan c. kawasan pengolahan ikan.

2) Kawasan peruntukan perikanan tangkap, budidaya laut dan konservasi terumbu karang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, berada di wilayah perairan Kab. Bone Bolango di WPP (Wilayah Pengelolaan Perikanan) 715 di Teluk Tomini yaitu di kecamatan Kabila Bone, Bone Pantai, Bulawa, Bone Raya dan Bone.

3) Kawasan peruntukan budidaya perikanan air tawar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dikembangkan di Kecamatan Tapa, Bulango Timur, Kabila, Tilongkabila, Bulango Utara, Suwawa, Suwawa Tengah, Suwawa Timur, Pinogu, Bulango Selatan dan Kecamatan Botupingge.

4) Kawasan pengolahan/procesing ikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c dikembangkan di Kecamatan Kabila Bone.

Paragraf 4

Kawasan Peruntukan Pertambangan Pasal 35

1) Kawasan peruntukan pertambangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 huruf d, merupakan kawasan yang telah ada kegiatan penambangan untuk memproduksi mineral dan/atau mineral ikutannya, terdiri atas :

Halaman 36 dari 78

a. kawasan peruntukan pertambangan mineral bukan logam dan batuan; dan

b. kawasan peruntukan pertambangan mineral logam.

2) Kawasan potensi pertambangan mineral bukan logam dan batuan meliputi :

a. pasir dan batu terdapat di sungai-sungai, baik sungai besar maupun sungai kecil di wilayah Kabupaten Bone Bolango.

b. batu gamping, sebarannya meliputi Kecamatan :

1) Kecamatan Kabila Bone Desa Olele,Oluhuta,Molotabu dan desa Botutonuo;

2) Kecamatan Bone, Desa Ilohuuwa, Taludaa, Sogitia dan desa Monano;

3) Kecamatan Botupingge, Desa Tanah Putih, Luwohu, Buata, Timbuwolo dan desa Panggulo;

c. batu granit, sebarannya terdapat di Kecamatan Suwawa Timur, Desa Dumbaya Bulan;

d. batuan basal, sebarannya meliputi kecamatan :

1) Kecamatan Suwawa Timur, Desa Tilemba, Dumbaya Bulan, Tilangobula, Pangi, Poduwoma, Tulabolo dan desa Tulabolo Timur;

2) Kecamatan Bone, Desa Ilohuuwa, Taludaa, Sogitia dan desa Monano;

3) Kecamatan Bone Raya, Desa Alo,Tombulilato dan desa Pelita Jaya;

4) Kecamatan Bone Pantai, Desa Bilungala, Bilungala Utara dan desa Tamboo;

5) Kecamatan Kabila Bone, Desa Huangobotu dan desa Molotabu; 6) Kecamatan Suwawa Selatan, Desa Bulonthala Timur, Pancuran

dan desa Libungo;

7) Kecamatan Botupingge, Desa Tanah Putih, Luwohu, Buata, Timbuwolo dan desa Panggulo;

8) Kecamatan Suwawa Tengah, Desa Duano, Alale, Lombongo, Tapadaa dan desa Lompotoo;

9) Kecamatan Suwawa, Desa Boludawa, Tingkohubu dan desa Ulatha;

10) Kecamatan Kabila, Desa Dutohe, Tanggilingo, Kelurahan Padengo, Keluarahan Oluhuta, Kelurahan Tumbihe dan Kelurahan Pauwo;

11) Kecamatan Bulango Utara, Desa Kopi, Tupa, Tuloa, Bunuo, Longalo, Sukadamai, Lomaya dan desa Bandungan;

12) Kecamatan Bulango Ulu, Desa Owata, Pilolaheya, Mongiilo dan desa Mongiilo Utara;

13) Kecamatan Tapa, Desa Langge, Meranti dan desa Dunggala; dan 14) Bulango Selatan, Desa Ayula Selatan, Ayula Utara dan Desa

Ayula Tilango.

(3) Kawasan potensi pertambangan mineral logam meliputi :

1) Kecamatan Bone, Desa Bilolantunga, Cendana Putih, Ilohuuwa, Inogaluma, Moodulio, Molamahu, Monano, Muara Bone, Sogitia, Taludaa, Tumbuh Mekar dan Desa Waluhu;

Halaman 37 dari 78

2) Kecamatan Bone Raya, Desa Tombulilato, Moopiya, Mootinelo, Ilomata, Alo, Pelita Jaya dan Desa Mootayu;

3) Kecamatan Bulawa, Desa Bukit Hijau, Bunga Hijau, Kaidundu Barat, kaidundu, Mamongaa Timur, Mamongaa, Mopuya, Nyiur Hijau dan Desa Patoa;

4) Kecamatan Bone Pantai, Desa Tamboo, Tihu, Bilungala Utara, Kemiri, Pelita Hijau, Ombulo Hijau, Uabanga, Lembah Hijau dan Desa Tolotio;

5) Kecamatan Kabila Bone, Desa Oluhuta, Molotabu, Modelomo, Huangobotu, Botutonuo, Botu Barani, Bintalahe dan Desa Biluango; 6) Kecamatan Botupingge, Desa Timbuolo Timur, Timbuolo Tengah,

Timbuolo, Tanah Putih, Panggulo Barat, Panggulo, Luwohu dan Desa Buata;

7) Kecamatan Suwawa, Desa Tingkohubu, Helumo, Huluduatamo dan Desa Ulantha;

8) Kecamatan Suwawa Selatan, Desa Pancuran, Molintogupo, Libungo, Bulontala Timur, Bulontala, Bonedaa, Bonda Raya dan Desa Bondauna;

9) Kecamatan Suwawa Tengah, Desa Tapadaa, Lompotoo, Tolomato, Lombongo, Duano dan Desa Alale;

10) Kecamatan Suwawa Timur, Desa Tilangobula, Tulabolo Timur, Tulabolo, Poduoma, Panggulo dan Desa Tulabolo Barat;

11) Kecamatan Tapa, Desa Dunggala, Meranti dan Desa Langge;

12) Kecamatan Bulango Ulu, Desa Ilomata, Mongiilo, Mongiilo Utara, Owata, Pilolaheya, Suka Makmur dan Desa UPT Owata;

13) Kecamatan Bulango Utara, Desa Longalo, Tuloa, Kopi, Tupa dan Desa Bunuo;

14) Kecamatan Tilongkabila, Desa Lonuo, Tamboo dan Desa Tunggulo; dan

15) Kecamatan Pinogu, Desa Bangio.

(4) Kawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), (2) dan (3) yang telah dikelola oleh masyarakat, wajib diprioritaskan pengelolaannya kepada masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(5) Kawasan peruntukan Pertambangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dimasukkan dalam wilayah pertambangan yang dituangkan dalam lembar peta bentuk cetak maupun digital.

Paragraf 5

Kawasan Peruntukan Industri Pasal 36

(1) Kawasan peruntukan industri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 huruf e, terdiri atas :

a. kawasan peruntukan industri besar;

b. kawasan peruntukan industri sedang; dan c. kawasan peruntukan industri rumah tangga.

Halaman 38 dari 78

(2) kawasan peruntukan industri besar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, yaitu kawasan industri perikanan di wilayah Kecamatan Kabila Bone.

(3) kawasan peruntukan industri sedang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b yaitu Kawasan agroindustri di wilayah Kecamatan Suwawa dan Suwawa Tengah.

(4) Kawasan industri rumah tangga sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c, yaitu Kawasan industri budaya dan kerajinan berupa karawang, kue-kue khas daerah dan aneka kerajinan lokal lainnya di wilayah Tapa dan Bulango.

Paragraf 6

Kawasan Peruntukan Pariwisata Pasal 37

(1) Kawasan peruntukan pariwisata sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 huruf f, terdiri atas :

a. kawasan peruntukan pariwisata budaya; b. kawasan peruntukan pariwisata alam; dan c. kawasan peruntukan pariwisata buatan.

(2) Kawasan peruntukan pariwisata budaya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, meliputi wisata :

a. Makam Nani Wartabone di Desa Bube Baru Kecamatan Suwawa; b. Makam Hubulo di Desa Kramat Kecamatan Tapa;

c. Makam Raja Bulonggodu di Desa Dunggala Kecamatan Tapa;

d. Makam Manuli Sastrawan Lisan (Tanggomo) Desa Popodu, Kecamatan Tapa; dan

e. Makam Kramat di Desa Pinogu Kecamatan Pinogu.

(3) Kawasan peruntukan pariwisata alam sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, meliputi :

a. Air Panas Lombongo, di Desa Lombongo, Kecamatan Suwawa Tengah; b. Air Panas Libungo di Desa Libungo, Kecamatan Suwawa Selatan; c. Air Panas Pangi di Desa Pangi, Kecamatan Suwawa Timur;

d. Air Terjun Ilohuuwa di Desa Ilohuuwa, Kecamatan Bone; e. Air Terjun Meranti di Desa Meranti, Kecamatan Tapa; f. Danau Perintis di wilayah Kecamatan Suwawa;

g. Taman Laut Olele, Kecamatan Kabila Bone; h. Pantai Botutonuo, Kecamatan Kabila bone; i. Pantai Molotabu, Kecamatan Kabila bone; j. Pantai Huangobotu, Kecamatan Kabila Bone; k. Pantai Botubarani, Kecamatan Kabila Bone. l. Pantai Bulawa di Kecamatan Bulawa; m. Taman Nasional Bogani Nani Wartabone;

n. Air Terjun Molotabu di Desa Molotabu, Kecamatan Kabila Bone; o. Pantai Pasir Putih di Desa Nyiur Hijau, Kecamatan Bulawa; p. Pantai Pasir Putih di Desa Kaidundu Barat, Kecamatan Bulawa;

Halaman 39 dari 78

(4) Kawasan peruntukan pariwisata buatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d, meliputi :

a. riverside jasa dan pariwisata meliputi sepanjang sungai bone di Kecamatan Kabila dan Kecamatan Suwawa; dan

b. kawasan wisata kuliner di Kelurahan Oluhuta, Kecamatan Kabila. Paragraf 7

Kawasan Peruntukan Permukiman Pasal 38

(1) Kawasan peruntukan permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 huruf g, terdiri atas :

a. kawasan peruntukan permukiman perkotaan; dan b. kawasan peruntukan permukiman perdesaan.

(2) Kawasan peruntukan permukiman perkotaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdapat di kawasan perkotaan Suwawa, Kabila, Tilongkabila, Tapa dan Bulango Selatan.

(3) Kawasan peruntukan permukiman perdesaan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 huruf b terdapat di seluruh wilayah Kabupaten selain kawasan perkotaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2).

Paragraf 8

Kawasan Peruntukan Lainnya Pasal 39

(1) Kawasan peruntukan lainnya sebagaimana dimaksud dalam pasal 31 huruf h, meliputi :

a. kawasan pergudangan; b. kawasan olahraga;

c. taman pemakanan umum (TPU);

d. kawasan pengolahan pemurnian mineral logam, bukan logam dan batuan;

e. Air Minum Dalam Kemasan (AMDK); dan

f. Kawasan sarana prasarana perkantoran provinsi dan instansi vertical lainnya; dan

g. Kawasan areal transmigrasi

Dokumen terkait