Umum Pasal 17
(1) Rencana pola ruang meliputi rencana kawasan lindung dan kawasan budidaya.
(2) Rencana pola ruang ruang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) digambarkan dalam peta dengan tingkat ketelitian 1 : 50.000 sebagaimana tercantum dalam lampiran III, yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.
Bagian Kedua Kawasan Lindung
Pasal 18
Kawasan lindung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (1), terdiri atas :
a. kawasan perlindungan setempat;
b. kawasan suaka alam, pelestarian alam dan cagar budaya; c. kawasan rawan bencana alam; dan
d. Kawasan lindung lainnya.
Paragraf 1
Kawasan Perlindungan Setempat Pasal 19
(1) Kawasan perlindungan setempat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 huruf a, terdiri atas :
a. kawasan sempadan pantai; b. kawasan sempadan sungai; dan
c. kawasan Ruang Terbuka Hijau Perkotaan.
(2) Kawasan sempadan pantai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, terdapat di sebagian wilayah Tabunganen seluas kurang lebih 202 (dua ratus dua) hektar, dengan ketentuan :
a.daratan sepanjang tepian laut dengan jarak minimal 100 meter dari titik pasang air laut tertinggi ke arah darat; atau
b.daratan sepanjang tepian laut yang bentuk dan kondisi fisik pantainya curam atau terjal dengan jarak proporsional terhadap bentuk dan kondisi fisik pantai.
(3) Kawasan sempadan sungai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, terdapat di sebagian DAS. Barito (Kecamatan Tabunganen, Kecamatan Tamban, Kecamatan Mekarsari, Kecamatan Anjir Pasar, Kecamatan Anjir Muara, Kecamatan Alalak, Kecamatan Mandastana, Kecamatan Belawang, Kecamatan Wanaraya, Kecamatan Rantau
Badauh, Kecamatan Barambai, Kecamatan Cerbon, Kecamatan Marabahan, Kecamatan Bakumpai, Kecamatan Kuripan, Kecamatan Jejangkit), DAS. Kapuas (Kecamatan Tabukan) seluas kurang lebih 59.939 ( Lima puluh sembilan ribu Sembilan ratus tiga puluh Sembilan ) hektar dengan ketentuan :
a.pengembangan sempadan pada kiri dan kanan aliran sungai;
b.lebar sempadan di luar kawasan permukiman adalah 100 meter di sisi kiri dan kanan sungai besar serta 50 meter di sisi kiri dan kanan anak sungai;
c. lebar sempadan di dalam kawasan permukiman cukup dibangun jalan inspeksi dengan jarak 10 – 15 meter dari sisi terluar sungai; d.daratan sepanjang tepian sungai bertanggul dengan lebar paling
sedikit 5 (lima) meter dari kaki tanggul sebelah luar;
e. daratan sepanjang tepian sungai besar tidak bertanggul di luar kawasan permukiman dengan lebar paling sedikit 100 (seratus) meter dari tepi sungai; dan
f. daratan sepanjang tepian anak sungai tidak bertanggul di luar kawasan permukiman dengan lebar paling sedikit 50 (lima puluh) meter dari tepi sungai.
(4) kawasan ruang terbuka hijau perkotaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d, sebesar kurang lebih 43.675 (Empat puluh tiga ribu enam ratus tujuh puluh lima ) hektar yang terdiri dari :
a. Kecamatan Tabunganen seluas kurang lebih 3844 (tiga ribu delapan ratus empat puluh empat) hektar;
b.Kecamatan Tamban seluas kurang lebih 2330 (dua ribu tiga ratus tiga puluh) hektar;
c. Kecamatan Mekarsari seluas kurang lebih 1914 (seribu sembilan ratus empat belas ) hektar;
d.Kecamatan Anjir Pasar seluas kurang lebih 1564 (seribu lima ratus enam puluh empat) hektar;
e. Kecamatan Anjir Muara seluas kurang lebih 1389 (seribu tiga ratus delapan puluh sembilan) hektar;
f. Kecamatan Alalak seluas kurang lebih 1181 (seribu seratus delapan puluh satu) hektar;
g. Kecamatan Mandastana seluas kurang lebih 1764 (seribu tujuh ratus enam puluh empat) hektar;
h.Kecamatan Belawang seluas kurang lebih 649 (enam ratus empat puluh sembilan) hektar;
i. Kecamatan Wanaraya seluas kurang lebih 750 (tujuh ratus lima puluh) hektar;
j. Kecamatan Rantau Badauh seluas kurang lebih 4280 (empat ribu dua ratus delapan puluh) hektar;
k.Kecamatan Cerbon seluas kurang lebih 3164 (tiga ribu seratus enam puluh empat) hektar;
l. Kecamatan Barambai seluas kurang lebih 2704 (dua ribu tujuh ratus empat) hektar;
m. Kecamatan Bakumpai seluas kurang lebih 4264 (lima ribu dua ratus dua puluh) hektar;
n.Kecamatan Marabahan seluas kurang lebih 3464 (empat ribu empat ratus dua puluh) hektar;
o. Kecamatan Tabukan seluas kurang lebih 2364 (tiga ribu tiga ratus dua puluh) hektar;
p.Kecamatan Kuripan seluas kurang lebih 5914 (lima ribu sembilan ratus empat belas ) hektar; dan
q. Kecamatan Jejangkit seluas kurang lebih 3104 (tiga ribu seratus empat) hektar.
(5)Ketentuan kawasan ruang terbuka hijau perkotaan : a.RTH privat 10% terdiri atas :
1) pekarangan rumah tinggal;
2) halaman perkantoran, pertokoan, dan tempat usaha; 3) taman; dan
4) lapangan olahraga.
b.RTH publik 20% terdiri atas :
1) RTH taman dan hutan kota terdiri atas:
a) taman RT, taman RW, taman kelurahan dan taman kecamatan;
b) taman kota; c) hutan kota; dan
d) sabuk hijau (green belt)
2) RTH jalur hijau jalan terdiri atas: a) pulau jalan dan median jalan; b) jalur pejalan kaki; dan
c) ruang di bawah jalan layang. 3) RTH fungsi tertentu terdiri atas:
a) RTH sempadan rel kereta api;
b) jalur hijau jaringan listrik tegangan tinggi; c) RTH sempadan sungai;
d) RTH sempadan pantai;
e) RTH pengamanan sumber air baku/mata air; f) lapangan olahraga; dan
g) pemakaman.
(6)ketentuan lebih lanjut mengenai RTH diatur dengan Peraturan Bupati dan/atau Keputusan Bupati.
Paragraf 2
Kawasan Suaka Alam, Pelestarian Alam dan Cagar Budaya Pasal 20
(1) Kawasan suaka alam, pelestarian alam, dan cagar budaya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 huruf b, terdiri atas :
a. kawasan suaka alam;
b. kawasan Taman Wisata Alam (TWA); c. kawasan cagar budaya; dan
(2) Kawasan suaka alam sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, terdiri atas :
a. kawasan Suaka Margasatwa Kuala Lupak terdapat di Kecamatan Tabunganen sebesar kurang lebih 3.308 (tiga ribu tiga ratus delapan) hektar;
b. kawasan Suaka Margasatwa Pulau Kaget dan perluasannya termasuk didalamnya pulau tempurung di Kecamatan Tabunganen sebesar kurang lebih 354 (tiga ratus lima puluh empat) hektar; dan
c. Kawasan Suaka Alam Pulau Anyar direncanakan sebesar kurang lebih 17 (tujuh belas) hektar.
(3) Kawasan taman wisata alam sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, terdiri atas :
a. taman wisata alam Pulau Kembang di Kecamatan Tamban sebesar kurang lebih 84 (delapan puluh empat) hektar sebagai kawasan wisata;
b. taman wisata Pulau Bakut di Kecamatan Anjir Muara sebesar kurang lebih 15 (lima belas) hektar.
(4) Kawasan Cagar Budaya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c, terdiri atas :
a. Kawasan tradisional Panglima Wangkang, terdiri atas : 1) kompleks Makam H. Abdussamad;
2) rumah bulat / joglo; dan
3) rumah adat Banjar di Kecamatan Marabahan.
b. Makam Datu Aminin dan Makam Datu Kayan di Kecamatan Alalak. c. lain – lain terdiri atas :
1) Makam Datuk Ilyas Bakul; 2) Makam Tabib Gabun; 3) Makam Syahidun; 4) Makam Habib Alwi;
5) Makam Syarifah Ratu Shella; dan 6) Makam Panglima Jaya Arja.
(5) Kawasan Pantai berhutan bakau sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d, terdapat di Kecamatan Tabunganen
Paragraf 3
Kawasan Rawan Bencana Alam Pasal 21
(1) Kawasan rawan bencana alam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 huruf c meliputi :
a. kawasan rawan gelombang pasang; b. kawasan rawan banjir; dan
c. kawasan kebakaran lahan.
(2) Kawasan rawan gelombang pasang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, terdapat di Kecamatan Tabukan, Kecamatan Marabahan, Kecamatan Cerbon, Kecamatan Rantau Badauh, Kecamatan Belawang, Kecamatan Anjir Pasar, Kecamatan Anjir Muara, Kecamatan Alalak, Kecamatan Tamban dan Kecamatan Tabunganen.
(3) Kawasan rawan banjir sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, terdapat di Kecamatan Kuripan, Kecamatan Bakumpai, Kecamatan Tabunganen, Kecamatan Mandastana, Kecamatan Jejangkit dan Kecamatan Tabukan terdiri atas :
a. Daerah pesisir/pantai, meliputi sepanjang pantai Selatan dan wilayah Kecamatan Tabunganen;
b. Daerah dataran banjir tersebar pada daerah rendah dan rawa di Kecamatan Bakumpai; dan
c. Daerah sempadan sungai meliputi Kecamatan Tabukan dan Kecamatan Kuripan.
(4) Kawasan kebakaran lahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c, tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Barito Kuala.
Paragraf 4
Kawasan Lindung lainnya Pasal 22
Kawasan lindung lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d berupa pelestarian hutan mangrove disepanjang pantai Selatan Kecamatan Tabunganen
Bagian Ketiga Kawasan Budidaya
Pasal 23
Kawasan budidaya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (1), terdiri atas :
a. kawasan peruntukan hutan produksi konversi; b. kawasan peruntukan pertanian;
c. kawasan peruntukan perikanan; d. kawasan peruntukan pertambangan; e. kawasan peruntukan industri;
f. kawasan peruntukan pariwisata;
g. kawasan peruntukan permukiman; dan h. kawasan peruntukan lainnya.
Paragraf 1
Kawasan Peruntukan Hutan Produksi Konversi Pasal 24
Kawasan peruntukan hutan produksi konversi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, terdapat Kecamatan Kuripan, Kecamatan Mekarsari dengan luas sebesar kurang lebih3.045 ( tiga ribu empat puluh lima) hektar.
Paragraf 2
Kawasan Peruntukan Pertanian Pasal 25
(1) Kawasan peruntukan pertanian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 huruf b, terdiri atas :
a.kawasan peruntukan pertanian tanaman pangan; b.kawasan peruntukan pertanian holtikultura; c.kawasan peruntukan perkebunan; dan
d.kawasan peruntukan peternakan.
(2) Kawasan peruntukan pertanian tanaman pangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, tersebar di seluruh wilayah kecamatan dengan luas sebesar kurang lebih 104.867 (seratus empat ribu delapan ratus enam puluh tujuh) hektar.
(3) Proyeksi lahan yang dicadangkan sebagai lahan pertanian pangan berkelanjutan adalah seluas kurang lebih 120.000 (seratus dua puluh ribu) hektar dan terdapat diseluruh kecamatan di Kabupaten Barito Kuala.
(5) Kawasan peruntukan pertanian holtikultura sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b meliputi :
a. kawasan pertanian hortikultura tersebar di Kecamatan Tabunganen, Kecamatan Tamban, Kecamatan Mekarsari, Kecamatan Anjir Muara, Kecamatan Anjir Pasar, Kecamatan Belawang, Kecamatan Wanaraya, Kecamatan Rantau Badauh, Kecamatan Cerbon, Kecamatan Barambai, Kecamatan Bakumpai, Kecamatan Tabukan, Kecamatan Kuripan dan Kecamatan Jejangkit dengan luas sebesar kurang lebih 15.133 (lima belas ribu seratus tiga puluh tiga) hektar; dan
b. komoditas unggulan tanaman holtikutura berupa jeruk dan kuini seluas kurang lebih 15.133 ( lima belas ribu seratus tiga puluh tiga) hektar di Kecamatan Mandasatana, Kecamatan Anjir Muara, Kecamatan anjir Pasar, Kecamatan Cerbon, Kecamatan Rantau Badauh, Kecamatan Alalak, Kecamatan Belawang, Kecamatan Marabahan dan Kecamatan Barambai
(6) Kawasan peruntukan perkebunan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c, memiliki komoditas utama kelapa sawit, karet, purun, kelapa dalam di Kecamatan Tabunganen, Kecamatan Tamban, Kecamatan Mekarsari, Kecamatan Anjir Pasar, Kecamatan Anjir Muara, Kecamatan Wanaraya, Kecamatan Rantau Badauh, Kecamatan Cerbon, Kecamatan Barambai, Kecamatan Bakumpai, Kecamatan Marabahan, Kecamatan Tabukan, Kecamatan Kuripan dan Kecamatan Jejangkit dengan luas sebesar kurang lebih 108.307 (seratus delapan ribu tiga ratus tujuh) hektar,dengan komoditas unggulan kelapa sawit, kelapa dalam dan purun.
(7) Kawasan peruntukan peternakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d, memiliki komoditas ternak besar dan ternak kecil meliputi : a. Ternak besar terdiri dari :
1) ternak sapi bali terdapat di Kecamatan Marabahan, Kecamatan Wanaraya, Kecamatan Belawang, Kecamatan Barambai,
Kecamatan Mekarsari, Kecamatan Anjir pasar, Kecamatan Mandastana, Kecamatan Rantau Badauh, Kecamatan Cerbon dan Kecamatan Bakumpai.
2) Budidaya kerbau rawa di Kecamatan Kuripan
b.Ternak Kecil : kambing di Kec Marabahan, Kecamatan Wanaraya, Kecamatan Belawang, Kecamatan Barambai, Kecamatan Mekarsari, Kecamatan Anjir pasar, Kecamatan Mandastana, Kecamatan Rantau Badauh, Kecamatan Cerbon dan Kecamatan Bakumpai.
c. Ternak Unggas terdiri atas :
1) ternak Ayam Ras terdapat di Kecamatan Tabunganen, Kecamatan Tamban, Kecamatan Mekarsari, Kecamatan Anjir Pasar, Kecamatan Anjir Muara, Kecamatan Alalak, Kecamatan Mandastana, Kecamatan Belawang, Kecamatan Wanaraya, Kecamatan Rantau Badauh, Kecamatan Barambai, Kecamatan Marabahan, Kecamatan Tabukan dan Kecamatan Jejangkit;
2) ternak Ayam Buras terdapat di Kecamatan Tabunganen, Kecamatan Tamban, Kecamatan Mekarsari, Kecamatan Anjir pasar, Kecamatan Anjir Muara, Kecamatan Alalak, Kecamatan Mandastana, Kecamatan Belawang, Kecamatan Wanaraya, Kecamatan Rantau Badauh, Kecamatan Cerbon, Kecamatan Barambai, Kecamatan Bakumpai, Kecamatan Marabahan, Kecamatan Tabukan, Kecamatan Kuripan dan Kecamatan Jejangkit; dan
3) Ternak itik terdapat di Kecamatan Tabunganen, Kecamatan Tamban, Kecamatan Mekarsari, Kecamatan Anjir Pasar, Kecamatan Anjir Muara, Kecamatan Alalak, Kecamatan Mandastana, Kecamatan Belawang, Kecamatan Wanaraya, Kecamatan Rantau Badauh, Kecamatan Cerbon, Kecamatan Barambai, Kecamatan Bakumpai, Kecamatan Marabahan, Kecamatan Tabukan, Kecamatan Kuripan dan Kecamatan Jejangkit.
Paragraf 3
Kawasan Peruntukan Perikanan
Pasal 26
(1) peruntukan perikanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 huruf c, terdiri atas :
a. kawasan peruntukan perikanan tangkap; b. kawasan peruntukan perikanan budidaya; dan c. kawasan pengolahan industri ikan;
(2) kawasan peruntukan perikanan tangkap sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a , terdiri atas :
a. potensi perairan laut di Kecamatan Tabunganen;
b. potensi perairan umum di Kecamatan Bakumpai, Kecamatan Kuripan, Kecamatan Marabahan, Kecamatan Barambai, Kecamatan Belawang, Kecamatan Cerbon, Kecamatan Tabukan dan Kecamatan
Tamban; dan
c. Sarana dan Prasarana Perikanan Tangkap : Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Sei Telan.
(3) kawasan peruntukan perikanan budidaya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, dengan luas sebesar kurang lebih 5.740 (lima ribu tujuh ratus empat puluh) hektar, terdiri atas :
a.kawasan peruntukan tambak seluas kurang lebih 3.680 (tiga ribu enam ratus delapan puluh) hektar terdapat di Kecamatan Tabunganen;
b.kawasan peruntukan perikanan kolam seluas kurang lebih 1000 (seribu) hektar, tersebar di Kecamatan Tabunganen, Kecamatan Tamban, Kecamatan Anjir Pasar, Kecamatan Anjir Muara,Kecamatan Alalak, Kecamatan Mandastana, Kecamatan Belawang, Kecamatan Barambai, Kecamatan Rantau Badauh, Kecamatan Cerbon, Kecamatan Bakumpai, Kecamatan Marabahan, Kecamatan Tabukan, Kecamatan Kuripan dan Kecamatan Jejangkit;
c.kawasan peruntukan perikanan jaring apung seluas kurang lebih 60 (enam puluh) hektar, tersebar di Kecamatan Tamban, Kecamatan Anjir Muara, Kecamatan Alalak, Kecamatan Belawang, Kecamatan Cerbon, Kecamatan Barambai, Kecamatan Bakumpai, Kecamatan Marabahan, Kecamatan Tabukan dan Kecamatan Kuripan;
d.kawasan peruntukan minapadi seluas kurang lebih 1000 (seribu) hektar, tersebar di Kecamatan Tabunganen, Kecamatan Tamban, Kecamatan Anjir Muara, Kecamatan Alalak, Kecamatan Mandastana, Kecamatan Belawang, Kecamatan Rantau Badauh, Kecamatan Cerbon, Kecamatan Barambai, Kecamatan Bakumpai, Kecamatan Marabahan, Kecamatan Tabukan, Kecamatan Kuripan dan Kecamatan Jejangkit; dan
e.perikanan budidaya air laut di sepanjang pantai Selatan Kecamatan Tabunganen.
(4) kawasan peruntukan pengolahan industri ikan, berupa komoditi kerupuk ikan, amplang, ikan kering dan abon ikan tersebar di Kec Bakumpai, Kecamatan Kuripan, Kecamatan Tabunganen dan Kecamatan Marabahan.
Paragraf 4
Kawasan Peruntukan Pertambangan Pasal 27
(1) Kawasan peruntukan pertambangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 huruf d, terdiri atas :
a. kawasan peruntukan pertambangan mineral dan batubara; b. kawasan peruntukan pertambangan minyak dan gas bumi; dan c. air tanah di kawasan pertambangan.
(2) kawasan peruntukan pertambangan mineral dan batubara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, terdiri atas :
a. pertambangan mineral berupa batuan terdapat di Kecamatan Kuripan, Kecamatan Tabukan, Kecamatan Alalak, Kecamatan
Tamban, Kecamatan Marabahan, Kecamatan Anjir Muara, Kecamatan Cerbon, Kecamatan Rantau Badauh dan Kecamatan Bakumpai (disepanjang aliran Sungai Barito, Kapuas dan Nagara);
b.pertambangan mineral berupa batuan diutamakan untuk pertambangan rakyat dengan kapasitas produksi terbatas; dan
c. sumber batubara dan gas yang terkandung didalamnya terdapat di Formasi Tanjung dan Warukin yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Barito Kuala.
(3) kawasan peruntukan pertambangan minyak dan gas bumi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, terdapat di Formasi Tanjung yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Barito Kuala.
(4) air tanah di kawasan pertambangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c, tersebar di daerah peruntukan pertambangan.
Paragraf 5
Kawasan Peruntukan Industri Pasal 28
(1) Kawasan peruntukan industri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 huruf e, terdiri atas :
a. kawasan peruntukan industri besar;
b.kawasan peruntukan industri sedang; dan
c. kawasan peruntukan industri kecil/rumah tangga.
(2) Kawasan peruntukan industri besar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, terdapat di Kecamatan Tamban sebesar kurang lebih 453 (empat ratus lima puluh tiga) hektar, Kec Tabunganen, Kecamatan Anjir Muara dan Kecamatan Alalak.
(3) Kawasan peruntukan industri sedang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, terdapat di Kecamatan Alalak sebesar kurang lebih 818 (delapan ratus delapan belas) hektar, Kecamatan Tamban, Kecamatan Anjir Muara, Kecamatan Tabunganen, Kecamatan Rantau Badauh sebesar kurang lebih 299 (dua ratus sembilan puluh sembilan) hektar, Kecamatan Cerbon sebesar kurang lebih 178 (seratus tujuh puluh delapan) hektar dan Kecamatan Bakumpai sebesar kurang lebih 248 (dua ratus empat puluh delapan) hektar.
(4) kawasan industri kecil/rumah tangga sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d, tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Barito Kuala.
Paragraf 6
Kawasan Peruntukan Pariwisata Pasal 29
(1) kawasan peruntukan pariwisata sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 huruf f, terdiri atas :
a. kawasan peruntukan pariwisata alam;
b.kawasan peruntukan pariwisata buatan; dan
(2) kawasan peruntukan pariwisata alam sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf a, terdiri dari :
a. taman wisata alam Pulau Kembang (daya tarik kera dan bekatan), berlokasi di Kecamatan Tamban sebesar kurang lebih 84 hektar; b.taman wisata pulau bakut ( daya tarik keindahan Sungai Barito )
berlokasi di Kecamatan Tamban; dan
c. peternakan kerbau kalang (daya tarik kerbau dan rawa), berlokasi di Kecamatan Kuripan.
(3) kawasan peruntukan pariwisata buatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf b, terdiri dari :
a. jembatan Barito (daya tarik pemandangan sungai dan Pulau Bakut), berlokasi di Kecamatan Alalak;
b.wisata Kota Alalak (daya tarik water boom dan perbelanjaan), berlokasi di Kecamatan Alalak;
c. jembatan Rumpiang (daya tarik pemandangan sungai), berlokasi di Kecamatan Marabahan;
d.siring Wisata Marabahan (daya tarik pemandangan sungai), berlokasi di Kecamatan Marabahan;
e. agropolitan Terantang (daya tarik tanah lapang dan danau), berlokasi di Kecamatan Mandastana; dan
f. agrowisata Sei. Kambat (daya tarik tanaman jeruk ) berlokasi di Kecamatan Cerbon.
(4) Kawasan peruntukan pariwisata budaya dan cagar budaya sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf, c terdiri dari :
a. komplek Makam H. Abdussamad (daya tarik makam ulama), berlokasi di Kecamatan Marabahan;
b.makam Datu Aminin (daya tarik makam ulama), berlokasi di Kecamatan Alalak; dan
c. makam Datu Kayan (daya tarik makam ulama), berlokasi di Kecamatan Alalak.
Paragraf 7
Kawasan Peruntukan Permukiman Pasal 30
(1) kawasan peruntukan permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 huruf g, sebesar kurang lebih 18.604 (delapan belas ribu enam ratus empat) hektar, terdiri atas :
a. kawasan peruntukan permukiman perkotaan; dan b.kawasan peruntukan permukiman perdesaan.
(2) Kawasan peruntukan permukiman perkotaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf a, yaitu :
a. kawasan yang mempunyai kegiatan utama non pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi;
b.arahan Pengembangan kawasan peruntukan kawasan permukiman kota/perkotaan di wilayah Kabupaten Barito Kuala, meliputi Kota Marabahan, perkotaan Alalak, dan Tamban.
(3) Kawasan peruntukan permukiman perdesaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf b, yaitu :
a. kawasan yang mempunyai kegiatan utama pertanian termasuk pengelolaan sumber daya alam dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perdesaan, pelayanan jasa sosial, dan kegiatan ekonomi;
b. arahan Pengembangan kawasan permukiman perdesaan di wilayah Kabupaten Barito Kuala, meliputi Kecamatan Tabunganen, Kecamatan Mekarsari, Kecamatan Anjir Pasar, Kecamatan Anjir Muara, Kecamatan Mandastana, Kecamatan Belawang, Kecamatan Wanaraya, Kecamatan Rantau Badauh, Kecamatan Cerbon, Kecamatan Barambai, Kecamatan Bakumpai, Kecamatan Tabukan, Kecamatan Kuripan, dan Kecamatan Jejangkit; dan
c. pengembangan kawasan transmigrasi yaitu Kota Terpadu Mandiri yang tersebar di Kecamatan Marabahan, Mandastana, Cerbon, Rantau Badauh dan Jejangkit.
Paragraf 8
Kawasan Peruntukan Lainnya Pasal 31
(1) Kawasan peruntukan lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 huruf h, meliputi :
a. Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau kecil; b.Kawasan peruntukan burung walet; dan
c. Kawasan peruntukan pertahanan dan keamanan.
(2) Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf a, meliputi :
a.kawasan konservasi perairan; b.kawasan pemanfaatan umum;
c.kawasan alur di wilayah perairan; dan d.kawasan strategis nasional tertentu
(3) Kawasan peruntukan burung walet sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf b, terdapat di Kecamatan yang berpotensi berdasarkan ketentuan yang ditetapkan oleh daerah.
(4) Kawasan peruntukan pertahanan dan keamanan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf c terdiri dari :
a. KODIM 1005 / Marabahan di Kecamatan Marabahan;
b. Komando Rayon Militer (Koramil) di masing-masing kecamatan di wilayah Kabupaten.
BAB V
PENETAPAN KAWASAN STRATEGIS