• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA PROGRAM, KEGIATAN DAN ANGGARAN TAHUN 2016

BAB III RENCANA KERJA

D. RENCANA PROGRAM, KEGIATAN DAN ANGGARAN TAHUN 2016

I. Program Penumbuhan dan Pengembangan Industri Logam,

Kimia, Tekstil dan Aneka dengan alokasi anggaran sebesar Rp

302.704.000.000,- yang dilaksanakan oleh 5 (lima) Direktorat

sebagai berikut:

1. Revitalisasi dan Penumbuhan Industri Tekstil dan Aneka pada

Direktorat Industri Tekstil dan Aneka dengan alokasi anggaran

sebesar Rp 153.156.000.000,- yang digunakan untuk :

a. Fasilitasi Pembangunan Bufferstock Bahan Baku Kapas di Jawa

Barat dan Bufferstock Kulit di Jawa Timur;

b. Penyusunan RSKKNI Industri Tekstil dan Aneka;

c. Penyusunan, Penerapan dan Pengawasan standard Industri

Tekstil dan Aneka;

d. Peningkatan Penguasaan Pasar;

2. Revitalisasi dan Penumbuhan Industri Kimia Hilir pada Direktorat

Industri Kimia Hilir, dengan alokasi anggaran sebesar

Rp 18.672.700.000,- yang digunakan untuk:

a. Fasilitasi Pengembangan Industri Kimia Hilir;

b. Peningkatan keterkaitan Industri Kimia Hilir;

c. Penyusunan RSKKNI Industri Kimia Hilir; serta

d. Penyusunan, Penerapan dan Pengawasan standard Industri

Kimia Hilir.

3. Revitalisasi dan Penumbuhan Industri Kimia Hulu pada Direktorat

Industri Kimia Dasar dengan alokasi anggaran sebesar Rp

56.822.400.000,- yang digunakan untuk :

a. Revitalisasi / Penumbuhan Industri Pupuk;

b. Revitalisasi Pabrik Pupuk Organik;

c. Fasilitasi Penumbuhan dan Pengembangan Industri Garam;

d. Penyusunan SKKNI Industri Kimia Hulu;

e. Penyusunan, Penerapan Dan Pengawasan Standard Industri

Kimia Hulu;

f. Fasilitasi Otoritas Nasional Senjata Kimia;

g. Peningkatan Kerjasama Internasional dan Iklim Usaha Industri

Kimia Hulu;

h. Fasilitasi Center of Excellence (CoE) Industri Petrokimia; serta

i. Fasilitasi Pengembangan Industri Pupuk dan Petrokimia di

Papua Barat.

4. Revitalisasi dan Penumbuhan Industri Material Dasar Logam pada

Direktorat Industri Material Dasar Logam dengan alokasi

anggaran sebesar Rp 13.408.700.000,- yang digunakan untuk :

a. Fasilitasi Pembangunan Industri Pengolahan Hasil Tambang

Menjadi Produk dan Jasa Industri;

b. Penyusunan, Penerapan dan Pengawasan Standard Industri

Material Dasar Logam;

c. Penyusunan RSKKNI Industri Material Dasar Logam Logam;

serta

d. Peningkatan Kerjasama Internasional dan Iklim Usaha Industri

Kimia Hulu.

5. Penyusunan dan Evaluasi Revitalisasi dan Penumbuhan Basis

Industri Manufaktur pada Sekretariat Direktorat Jenderal

Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka, dengan alokasi anggaran

sebesar Rp 60.644.300.000,- yang digunakan untuk :

a. Fasilitasi Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri

Melalui verifikasi dan Sertifikasi TKDN Produk Industri Kimia,

Tekstil, dan Aneka;

b. Pembangunan dan Pengembangan Sistem Informasi dan

Database Direktorat Jenderal IKTA;

c. Fasilitasi Peningkatan Iklim Usaha, Mutu Produk, dan

Kerjasama Industri;

d. Laporan Sistem Tata Kelola Keuangan Ditjen IKTA; serta

e. Pengembangan kompetensi aparatur dan administrasi

kepegawaian Ditjen IKTA;

f. Penyusunan Dokumentasi Perencanaan, Penganggaran, dan

Evaluasi Pengembangan Industri Kimia, Tekstil dan Aneka;

g. Pemenuhan Sarana dan Prasarana Perkantoran.

II. Program di Direktorat Jenderal Industri Agro adalah Program

Penumbuhan dan Pengembangan Industri Berbasis Agro, dengan

alokasi anggaran tahun 2016 sebesar Rp 245.756.000.000,-

yang dilaksanakan untuk membiayai 4 (empat) kegiatan sebagai

berikut:

1. Revitalisasi dan Penumbuhan Industri Hasil Hutan dan Perkebunan

pada Direktorat Industri Hasil Hutan dan Perkebunan dengan

alokasi anggaran sebesar Rp 51.730.400.000,- yang digunakan

untuk:

a. Pengembangan industri oleokimia dan kemurgi dengan target

sebanyak 2 komoditas;

b. Penyusunan standard produk industri hasil hutan dan

perkebunan dengan target sebanyak 15 RSNI/SNI;

c. Partisipasi Dit. IHHP dalam sidang dan pameran di dalam negeri

maupun luar negeri dengan target sebanyak 15 partisipasi; serta

d. Pengembangan industri hasil hutan dan perkebunan lainnya

dengan target sebanyak 3 komoditas.

2. Revitalisasi dan Penumbuhan Industri Minuman dan Tembakau

pada Direktorat Industri Minuman dan Tembakau, dengan

alokasi anggaran sebesar Rp 46.642.200.000,- yang digunakan

untuk :

a. Pengembangan industri pangan dengan target sebanyak 2

komoditas;

b. Pengembangan industri bahan penyegar dengan target sebanyak

3 komoditas;

c. Penyusunan standard produk industri minuman dan tembakau

dengan target sebanyak 5 RSNI/SNI;

d. Partisipasi dalam sidang dan pameran di dalam dan luar negeri

dengan target sebanyak 15 partisipasi; serta

e. Pengembangan industri minuman lainnya dengan target

sebanyak

2 komoditas.

3. Revitalisasi dan Penumbuhan Industri Makanan, Hasil Laut dan

Perikanan pada Direktorat Industri Makanan, Hasil Laut dan

Perikanan dengan alokasi anggaran sebesar Rp 42.411.300.000,-

yang digunakan untuk :

a. Pengembangan industri pangan dengan target sebanyak 4

komoditas;

b. Pengembangan industri pakan dengan target sebanyak 1

komoditas;

c. Pengembangan industri bahan penyegar dengan target sebanyak

1 komoditas;

d. Pengembangan industri oleofood dengan target sebanyak 1

komoditas;

e. Penyusunan standard produk industri makanan, hasil laut dan

perikanan dengan target sebanyak 8 RSNI/SNI; serta

f. Promosi dan kerjasama pada industri makanan, hasil laut dan

perikanan dengan target sebanyak 8 partisipasi.

4. Penyusunan dan Evaluasi Program Penumbuhan dan

Pengembangan Industri Berbasis Agro pada Sekretariat Direktorat

Jenderal Industri Agro dengan alokasi anggaran sebesar Rp

104.972.100.000,- yang digunakan untuk :

a. Penyusunan dokumen perencanaan, penganggaran, monitoring,

evaluasi dan data dengan target sebanyak 4 dokumen;

b. Rekomendasi peningkatan iklim usaha, mutu produk dan

kerjasama industri dengan target sebanyak 9 rekomendasi;

c. Penyusunan laporan keuangan dan BMN dengan target

sebanyak 3 laporan;

d. Fasilitasi kepesertaan dan pelaksanaan pembinaan aparatur

dengan target sebanyak 90 orang; serta

e. Layanan perkantoran dengan target sebanyak 12 bulan layanan.

III. Program Penumbuhan dan Pengembangan Industri Alat

Transportasi, Mesin, Elektronika dan Alat Pertahanan sebesar

Rp 231.059.000.000,- yang dilaksanakan oleh 5 (lima) unit Eselon

II sebagai berikut :

1. Penumbuhan Industri Alat Transportasi Darat pada Direktorat

Industri Alat Transportasi Darat (IATD) dengan alokasi anggaran

a. Fasilitasi Pembangunan Protype Kereta Penumpang;

b. Penyusunan 6 standardd IATD;

c. Peningkatan Kompetensi SDM IATD;

d. Fasilitasi Pengembangan Teknologi IATD; serta

e. Promosi Kemampuan IATD.

2. Penumbuhan Industri Maritim, Kedirgantaraan dan Alat

Pertahanan pada Direktorat Industri Maritim, Kedirgantaraan dan

Alat Pertahanan (IMKAP) dengan alokasi anggaran sebesar Rp

27.500.000.000,- yang digunakan untuk :

a. Revitalisasi Pusat Desain dan Rekayasa Kapal Nasional;

b. Penyusunan 5 standard IMKAP;

c. Peningkatan Kompetensi SDM IMKAP;

d. Pengembangan Teknologi IMKAP; serta

e. Promosi Kemampuan IMKAP.

3. Penumbuhan Industri Elektronika dan Telematika pada Direktorat

Industri Elektronika dan Telematika (IET) dengan alokasi anggaran

sebesar Rp56.000.000.000,- yang digunakan untuk :

a. Fasilitasi Pembangunan dan Pengembangan 5 (lima) ICT Center

dalam bentuk Incubator Business Center (IBC), RICE dan

Technopark (Bandung, Bali, Semarang, Batam, dan Makassar);

b. Penyusunan 15 standard IET;

c. Peningkatan Kompetensi SDM IET;

d. Pengembangan Teknologi IET; serta

e. Promosi Kemampuan IET.

4. Penyusunan dan Evaluasi Program Penumbuhan Industri Unggulan

Berbasis Teknologi Tinggi pada Sekretariat Direktorat Jenderal

Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi dengan alokasi

anggaran sebesar Rp 75.559.000.000,- yang digunakan untuk :

a. Fasilitasi Pembangunan Mould and Dies Center;

b. Penyusunan Dokumen Perencaaan, Evaluasi dan Pelaporan;

c. Fasilitasi Pembinaan Bidang IUBTT;

d. Penyusunan Rekomendasi Dukungan Kebijakan Teknis IUBTT;

e. Layanan Perkantoran; serta

f. Pengadaan Peralatan dan Failitas Perkantoran.

5. Penumbuhan Industri Elektronika dan Telematika pada Direktorat

Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian (IPAMP) dengan

alokasi anggaran sebesar Rp 36.000.000.000,- yang digunakan

untuk :

a. Pembangunan Pusat Pengembangan Teknologi Industri Mesin

Perkakas dan Industri Alat Kesehatan;

b. Pembangunan dan Pengembangan Alsintan Center di luar Pulau

Jawa;

c. Penyusunan 15 standardd IPAMP;

d. Peningkatan Kompetensi SDM IPAMP;

e. Pengembangan Teknologi IPAMP; serta

f. Promosi Kemampuan IPAMP.

IV. Program Revitalisasi dan Penumbuhan Industri Kecil Menengah

dengan alokasi anggaran sebesar Rp 529.668.000.000,-,- yang

dilaksanakan oleh 4 (empat) unit Eselon II dengan kegiatan utama

sebagai berikut :

a. Fasilitasi Pengembangan Produk untuk 1.105 IKM melalui

fasilitasi peningkatan kualitas dan desain produk, bahan baku

serta sarana produksi;

b. Fasilitasi peningkatan kemampuan 170 sentra IKM baik sentra

IKM Agro, sentra IKM Kimia Tekstil dan Aneka (KTA) dan IKM

Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (LMATE);

c. Fasilitasi pembangunan wirausaha industri sebanyak 2.902

wirausaha melalui peningkatan kemampuan dan pelatihan

wirausaha industri;

d. Restrukturisasi Mesin/Peralatan IKM melalui pemberian

bantuan keringanan harga untuk pembelian mesin peralatan

produksi pada 102 IKM;

e. Fasilitasi Peningkatan Pelayanan IKM Melalui 22 UPT yakni UPT

Agro, Kimia Tekstil dan Aneka (KTA) dan Logam, Mesin, Alat

Transportasi, dan Elektronika (LMATE);

f. Fasilitasi Informasi Pasar, Promosi dan Pameran untuk 147 IKM;

g. Pengembangan industri di daerah melalui mekanisme

dekonsentrasi di 34 Propinsi dan 1 BPIPI.

h. Peningkatan kualitas Desain Kemasan dan Produk bagi IKM

melalui Klinik Hak Atas Kekayaan Intelektual IKM serta Klinik

Pengembangan Desain Merek dan Kemasan;

i. Pengembangan Tenaga Penyuluh Lapangan Ikm (TPL-IKM)

Program Beasiswa;

j. Peningkatan Mutu dan Standar IKM melalui Penyusunan RSNI,

SKKNI serta pembentukan Sekretariat OVOP;

k. Pengembangan Pembinaan IKM melalui Kerjasama dengan

Lembaga Nasional dan Internasional, Pengembangan Iklim

Usaha dan Kelembagaan, Fasilitasi Pengembangan IKM Melalui

Lembaga Pendidikan Keagamaan serta Fasilitasi Peningkatan

Akses Pembiayaan IKM.

V. Program Pengembangan Perwilayahan Industri dengan alokasi

anggaran sebesar Rp 652.993.000.000.- yang dilaksanakan oleh 4

(empat) unit Eselon II sebagai berikut :

1. Pengembangan Fasilitasi Industri Wilayah Sumatera dan

Kalimantan pada Direktorat Pengembangan Fasilitasi Industri

Wilayah I, dengan alokasi anggaran sebesar Rp 226.534.000.000 ,-

a. Pembangunan infrastruktur di dalam Kawasan Industri Sei

Mangkei berupa pembangunan jalan poros, drainase, dan

gedung pengelola kawasan industri;

b. Penyusunan masterplan pengembangan WPPI di Sumatera dan

Kalimantan;

c. Penyusunan perencanaan pembangunan Sentra IKM di Kab.

Murung Raya, Kota Padang, Kota Tarakan, Tanjung Pinang, Kab.

Aceh Selatan;

d. Koordinasi Percepatan Pembangunan Kawasan Industri Prioritas

(Kuala Tanjung, Tanggamus, Batulicin, Landak, Ketapang,

Jorong).

2. Pengembangan Fasilitasi Industri Wilayah Jawa dan Bali pada

Direktorat Pengembangan Fasilitasi Industri Wilayah II dengan

alokasi anggaran sebesar Rp 41.300.000.000,- yang digunakan

untuk :

a. Penguatan Kerjasama WPPI Jawa dan Luar Jawa;

b. Fasilitasi Pembangunan Infrastruktur dalam WPPI di Banten,

Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah;

c. Penyusunan Perencanaan Pengembangan Kawasan Industri di

Jawa Barat dan Jawa Timur;

d. Penyusunan Rencana Pembangunan Sentra IKM di Majalengka,

Magetan, dan Bangkalan;

e. Fasilitasi Pengembangan Kawasan Peruntukan Industri Melalui

Penyusunan Rencana Pembangunan Industri

Provinsi/Kabupaten/Kota.

3. Pengembangan Fasilitasi Industri Wilayah Nusa Tenggara,

Sulawesi, Maluku dan Papua pada Direktorat Pengembangan

Fasilitasi Industri Wilayah III dengan alokasi anggaran sebesar Rp

347.434.000.000.- yang digunakan untuk :

a. Pembangunan Jalan Poros, Jalan Lingkungan, dan Waste Water

Treatment Plant (WWTP) dalam Kawasan Industri Bitung,

Pembangunan Jalan Poros , Jalan Lingkungan, dalam Kawasan

Industri Palu, Peningkatan Kapasitas Politeknik di Kawasan

Industri Morowali, dan Pembangunan Akademi Komunitas

(Politeknik) di Kawasan Industri Bantaeng;

b. Fasilitasi Pembangunan Infrastruktur dalam WPPI di Sulawesi,

Maluku dan Papua;

c. Penyusunan perencanaan pembangunan Sentra IKM;

d. Koordinasi Percepatan Pembangunan Kawasan Industri Prioritas

(Teluk Bintuni, Buli, Konawe, Morowali, Bitung, Palu, dan

Bantaeng);

e. Fasilitasi Pengembangan Kawasan Peruntukan Industri Melalui

Penyusunan Rencana Pembangunan Industri

Provinsi/Kabupaten/Kota.

4. Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Program pada Sekretariat

Direktorat Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri

dengan alokasi anggaran sebesar Rp 37.725.000.000.- yang

digunakan untuk :

a. Monitoring dan evaluasi serta updating data pengembangan

sektor perwilayahan industri;

b. Rekomendasi peningkatan iklim usaha dan kerjasama

pengembangan perwilayahan industri;

c. Laporan keuangan dan BMN;

d. Pengembangan SDM aparatur yang profesional;

e. Layanan perkantoran Ditjen Pengembangan Perwilayahan

Industri.

VI. Program Pengamanan Industri Dan Kerjasama Internasional

dengan alokasi anggaran sebesar Rp 50.262.000.000,- yang

1. Peningkatan Ketahanan Industri pada Direktorat Ketahanan

Industri dengan alokasi anggaran sebesar Rp8.263.300.000,- yang

digunakan untuk:

a. Pengamanan Industri Dalam Negeri (IDN) dari dampak Kebijakan

Regulasi dan Iklim Usaha (KRI) yang mengancam dan merugikan

Industri Dalam Negeri (IDN);

b. Pengamanan IDN dari dampak Persaingan Global;

c. Pendampingan atau monitoring IDN dari dampak persaingan

global;

d. Pendampingan atau Monitoring IDN dalam mempertahankan

pangsa pasar domestik akibat lonjakan impor;

e. Data dan informasi modul IRIS;

f. Kegiatan/Monev Bidang Ketahanan Industri Internasional;

g. Dukungan Manajemen Kinerja Direktorat Ketahanan Industri.

2. Pengembangan Kerja Sama Industri Internasional Wilayah I dan

Multilateral; pada Direktorat Pengembangan Akses Industri

Internasional Wilayah I dan Multilateral dengan alokasi Rp.

8.148.000.000,- yang digunakan untuk :

a. Penyusunan Program dan Kinerja Direktorat Wilayah I dan

Multilateral;

b. Pameran Produk dan jasa industri;

c. Penyusunan Posisi runding sektor industri;

d. Fasilitasi Pemanfaatan Rantai Suplai Global;

e. Penjajakan Kerjasama Teknik Inisiatif Baru;

f. Implementasi kerjasama teknik.

3. Pengembangan Kerja Sama Industri Internasional Wilayah II dan

Regional; pada Direktorat Pengembangan Akses Industri

Internasional Wilayah II dan Regional dengan alokasi Rp.

a. Penyusunan Program dan Kinerja Direktorat Wilayah II dan

Regional;

b. Pameran Produk dan jasa industri;

c. Penyusunan Posisi runding sektor industri;

d. Fasilitasi Pemanfaatan Rantai Suplai Global;

e. Penjajakan Kerjasama Teknik Inisiatif Baru;

f. Implementasi kerjasama teknik;

g. Peningkatan Minat investasi dari Perusahaan/Negara/Industri.

4. Peningkatan Dukungan Fasilitasi dan Kerjasama Industri

Internasional; pada Sekretariat Ditjen Ketahanan dan

Pengembangan Akses Industri Internasional dengan alokasi Rp.

24.688.700.000,- yang digunakan untuk :

a. Peningkatan kualitas Sistem Perencanaan, Penganggaran,

Evaluasi dan Pelaporan;

b. Pembangunan Kapasitas SDM Industri Dalam Penanganan

Kerjasama Internasional di Bidang Industri;

c. Peningkatan Sistem Tata Kelola Keuangan dan BMN yang

transparan dan akuntabel;

d. Penyediaan informasi kerjasama internasional yang terintegrasi;

e. Koordinasi dan Fasilitasi Pelaksanaan Kerjasam Teknik dan

Promosi Industri yang terintegrasi;

f. Pembayaran gaji dan tunjangan.

VII. Program Pengembangan Teknologi dan Kebijakan Industri

sebesar Rp. 777.309.300.000,-. yang dilaksanakan oleh 5 (lima)

unit eselon II, 11 unit Balai Besar Industri, 11 unit Baristand

Industri dan 1 unit Balai Sertifikasi Industri sebagai berikut :

1. Pengkajian Kebijakan Iklim dan Usaha Industri oleh Pusat

Pengkajian Kebijakan Dan Iklim Usaha Industri dengan alokasi

a. Penyusunan Rekomendasi Kebijakan Perpajakan Sektor

Industri;

b. Penyusunan Rekomendasi Kebijakan Industri di Bidang Tarif

dan Non Tarif;

c. Partisipasi Aktif Pusat PKIUI pada Fora Kerjasama Internasional;

d. Penyusunan Rancangan Keputusan Menteri Perindustrian

tentang Penetapan Pengamanan Objek Vital Nasional Sektor

Industri (OVNI);

e. Penyusunan Analisis Kebijakan Industri berbasis Sektoral dan

Kewilayahan;

f. Penyusunan kebijakan industri dalam rangka pengembangan

bentuk-bentuk fasilitas nonfiskal;

g. Konsultasi Publik Dalam Pengembangan Fasilitas Sektor

Industri;

h. Analisis Industrial terhadap Isu Aktual Sektor Industri;

i. Penyusunan Analisis Struktur Industri ;

j. Analisis Peningkatan Ekspor dan Peningkatan Investasi.

2. Perencanaan kebijakan standarddisasi industri oleh Pusat

standardisasi dengan alokasi anggaran sebesar

Rp. 17.975.400.000,- yang digunakan untuk:

a. Perumusan 150 judul RSNI;

b. Pemeliharaan sistem manajemen mutu (SMM);

c. Diseminasi standard, Regulasi Teknis dan Penilaian Kesesuaian;

d. Penyusunan rancangan peraturan pemerintah tentang

perencanaan, pemberlakuan, pembinaan dan pengawasan SNI,

spesifikasi teknis (ST) dan pedoman tata cara (PTC) barang

dan/atau jasa industri;

e. Pembinaan dan Pengawasan Lembaga Penilaian Kesesuaian

(LPK) dalam rangka SNI, ST dan PTC wajib;

g. Koordinasi penyusunan Peraturan Menteri tentang penujukkan

LPK dalam rangka pemberlakuan SNI, ST dan PTC secara wajib.

3. Pengkajian Industri Hijau dan Lingkungan Hidup oleh Pusat

Pengkajian Industri Hijau Dan Lingkungan Hidup dengan alokasi

anggaran sebesar Rp.16.100.000.000,- yang digunakan untuk:

a. Koordinasi Nasional dan Internasional Dalam Rangka

Pengembangan Industri Hijau;

b. Penyusunan kebijakan lingkungan hidup pada sektor industri;

c. Campaign industri hijau;

d. Penyusunan standard industri hijau;

e. Fasilitasi Sertifikasi Industri Hijau;

f. Penguatan Kapasitas Lembaga Setifikasi Industri Hijau;

g. Bimbingan Teknis Auditor Industri Hijau;

h. Penganugerahan penghargaan industri hijau.

5. Perencanaan, Pelaporan dan pendukung operasional BPPI oleh

Sekretariat Badan Pengkajian Kebijakan, Iklim, Dan Mutu

Industri dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 128.027.500.000,-

yang digunakan untuk :

a. Pembayaran Gaji dan tunjangan;

b. Pembayaran Remunerasi;

c. Rintisan Gelar S-3;

d. Penyelenggaraan Operasional dan Pemeliharaan Perkantoran;

e. Perencanaan, pelaksanaan dan monev program dan kerjasama;

f. Pembinaan dan tindak lanjut keuangan;

g. Publikasi Produk dan Penyuluhan Riset Industri;

h. Pembinaan SDM Fungsional dan Struktural.

5. Pengkajian Teknologi dan HKI oleh Pusat Pengkajian Teknologi

dan Hak Kekayaan Intelektual dengan alokasi anggaran sebesar

Rp. 16.175.700.000,- yang digunakan untuk :

b. Penyusunan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP)

pelaksanaan UU tentang Perindustrian terkait teknologi industri;

c. Pemasyaratan teknologi hasil litbang Balai Besar dan Baristand

Industri;

d. Penerapan Teknologi Hasil Litbang di Industri

e. Perlindungan Teknologi Hasil Litbang secara hukum (paten,

merek, desain, dll)

f. Penghargaan rintisan teknologi industri;

g. Percepatan pemanfaatan teknologi melalui DAPATI (Dana

Kemitraan Peningkatan Teknologi Industri);

h. Penelitian dan penerapan teknologi industri;

i. Perlindungan HKI hasil litbang;

j. Layanan pusat manajemen HKI.

6. Penelitian dan Pengembangan Teknologi dengan alokasi anggaran

sebesar Rp. 408.171.200.000,- yang digunakan untuk :

a. Penelitian dan pengembangan industri sebanyak 71 litbang di 11

Balai Besar;

b. Jasa pelayanan teknis berupa Sertifikasi Sistem Mutu dan

Produk, Pengujian Produk Industri, Pengujian Pencemaran

Udara, Kalibrasi Alat Inspeksi, Penerbitan SPPT – SNI.

7. Riset dan standardisasi Bidang Industri (11 Baristand Industri)

dan Balai Sertifikasi Industri dengan alokasi anggaran sebesar

Rp. 183.562.500.000,- yang digunakan untuk :

a. Penelitian dan pengembangan industri sebanyak 91 litbang di 11

Baristand Industri;

b. Jasa pelayanan teknis berupa Sertifikasi Sistem Mutu dan

Produk, Pengujian Produk Industri, Pengujian Pencemaran

Udara, Kalibrasi Alat Inspeksi, Penerbitan SPPT – SNI, Sertifikasi

Industri.

VIII. Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur

Kementerian Perindustrian dengan alokasi anggaran sebesar Rp

49.569.000.000,- yang dilaksanakan oleh 5 (lima) unit eselon II

sebagai berikut :

1. Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Pelaksanaan Program

Pengembangan Industri Inspektorat I pada Inspektorat I dengan

alokasi anggaran sebesar Rp 4.632.600.000,- yang digunakan

untuk :

a. Layanan Audit Inspektorat I dengan komponen kegiatan meliputi

Audit Kinerja Unit Pusat dan Vertikal Inspektorat I, Audit

Pelaksaan Dana Dekonsentrasi Perindustrian Inspektorat I,

Pengawasan Untuk Tujuan Tertentu/Riksus Inspektorat I, Audit

Hibah;

b. Layanan Reviu Inspektorat I dengan komponen kegiatan meliputi

Reviu Laporan Keuangan dan BMN;

c. Layanan Monitoring dan Evaluasi Inspektorat dengan komponen

kegiatan meliputi Laporan Hasil Monitoring Dan Evaluasi Sistem

Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (sakip) Inspektorat I,

Laporan Monev Efektifitas Penelitian dan Rekayasa Balai Besar

& Baristand;

d. Layanan Manajemen Kinerja Inspektorat I dengan komponen

kegiatan meliputi Layanan Manajemen Inspektorat I;

e. Dokumen Perencanaan dan Akuntabilitas Kinerja Inspektorat I

dengan komponen kegiatan meliputi Penyusunan Laporan

Kinerja.

2. Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Pelaksanaan Program

Pengembangan Industri Inspektorat II pada Inspektorat II dengan

alokasi anggaran sebesar Rp 4.352.900.000,- yang digunakan

untuk :

a. Layanan Audit Inspektorat II dengan komponen kegiatan

meliputi Audit Kinerja Unit Pusat dan Vertikal Inspektorat II,

Audit Pelaksaan Dana Dekonsentrasi Perindustrian Inspektorat

II, Pengawasan Untuk Tujuan Tertentu/Riksus Inspektorat II,

Audit Hibah;

b. Layanan Reviu Inspektorat II dengan komponen kegiatan

meliputi Reviu Laporan Keuangan dan BMN;

c. Layanan Monitoring dan Evaluasi Inspektorat II dengan

komponen kegiatan meliputi Laporan Hasil Monitoring Dan

Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah

(sakip) Inspektorat II, Laporan Monitoring dan Evaluasi

Penerapan Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP) di

lingkungan Kementerian Perindustrian;

d. Layanan Manajemen Kinerja Inspektorat dengan komponen

kegiatan meliputi Layanan Manajemen Inspektorat II;

e. Dokumen Perencanaan dan Akuntabilitas Kinerja Inspektorat II

dengan komponen kegiatan meliputi Penyusunan Laporan

Kinerja.

3. Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Pelaksanaan Program

Pengembangan Industri Inspektorat III pada Inspektorat III dengan

alokasi anggaran sebesar Rp 4.508.600.000 ,- yang digunakan

untuk :

a. Layanan Audit Inspektorat III dengan komponen kegiatan

meliputi Audit Kinerja Unit Pusat dan Vertikal Inspektorat III,

Audit Pelaksaan Dana Dekonsentrasi Perindustrian Inspektorat

III, Pengawasan Untuk Tujuan Tertentu/Riksus Inspektorat III,

Audit Hibah;

b. Layanan Reviu Inspektorat III dengan komponen kegiatan

meliputi Reviu Laporan Keuangan dan BMN;

c. Layanan Monitoring dan Evaluasi Inspektorat III dengan

komponen kegiatan meliputi Laporan Hasil Monitoring Dan

Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah

(sakip) Inspektorat III, Laporan Monitoring Dan Evaluasi

Reformasi Birokrasi;

d. Layanan Manajemen Kinerja Inspektorat III dengan komponen

kegiatan meliputi Layanan Manajemen Inspektorat III;

e. Dokumen Perencanaan dan Akuntabilitas Kinerja Inspektorat III

dengan komponen kegiatan meliputi Penyusunan Laporan

Kinerja.

4. Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Pelaksanaan Program

Pengembangan Industri Inspektorat IV pada Inspektorat IV dengan

alokasi anggaran sebesar Rp 4.569.700.000 ,- untuk kegiatan

utama meliputi :

a. Layanan Audit Inspektorat IV dengan komponen kegiatan

meliputi Audit Kinerja Unit Pusat dan Vertikal Inspektorat IV,

Audit Pelaksaan Dana Dekonsentrasi Perindustrian Inspektorat

IV, Pengawasan Untuk Tujuan Tertentu/Riksus Inspektorat IV,

Audit Hibah;

b. Layanan Reviu Inspektorat IV dengan komponen kegiatan

meliputi Reviu Laporan Keuangan dan BMN;

c. Layanan Monitoring dan Evaluasi Inspektorat IV dengan

komponen kegiatan meliputi Laporan Hasil Monitoring Dan

Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah

(sakip) Inspektorat IV, Laporan Monev Program Peningkatan

Kemampuan Sentra Ikm;

d. Layanan Manajemen Kinerja Inspektorat IV dengan komponen

kegiatan meliputi Layanan Manajemen Inspektorat IV;

e. Dokumen Perencanaan dan Akuntabilitas Kinerja Inspektorat IV

dengan komponen kegiatan meliputi Penyusunan Laporan

Kinerja.

5. Dukungan Manajemen, Pembinaan, Pemantauan Tindak Lanjut

Hasil Pengawasan Serta Dukungan Teknis Inspektorat Lainnya

Inspektorat Jenderal pada Sekretariat Inspektorat Jenderal

dengan alokasi anggaran sebesar Rp 31.502.200.000,- yang

digunakan untuk :

a. Data bahan Pengawasan dan sistem informasi pengawasan;

b. Layanan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Inspektorat Jenderal;

c. Dokumen Perencanaan dan Akuntabilitas Inspektorat Jenderal;

d. Dokumen analisa hasil pengawasan Inspektorat Jenderal;

e. Layanan Dukungan Pengawasan dan Pengembangan Sistem

Pengendalian;

f. Layanan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Pengawasan;

g. Layanan Organisasi dan Manajemen Kinerja Inspektorat

Jenderal;

h. Layanan perkantoran Inspektorat Jenderal.

IX. Program Pengembangan SDM Industri dan Dukungan

Manajemen Kementerian Perindustrian dengan alokasi

anggaran sebesar Rp 1.060.892.500.000,- yang dilaksanakan

oleh 5 (lima) biro dan 3 (tiga) pusat serta 24 satker unit pendidikan

dan Balai Diklat Industri (BDI) sebagai berikut:

1. Peningkatan Pelayanan Hukum dan Penataan organisasi pada Biro

Hukum dan organisasi dengan alokasi anggaran sebesar

Rp 20.052.000.000,- yang digunakan :

a. Fasilitasi Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Bidang

Industri dan Bidang Terkait Industri;

b. Evaluasi Produk Hukum Bidang Industri;

c. Pelayanan Informasi dan Dokumentasi;

d. Layanan Bantuan Hukum; serta

e. Layanan Organisasi dan Tata Laksana.

2. Pelayanan Administrasi dan Manajemen Perkantoran Berbasis

Teknologi pada Biro Umum dengan alokasi anggaran sebesar Rp

36.899.000.000,- yang digunakan untuk :

a. Pelayanan Pengelolaan Administrasi Kementerian dan

Ketatauasahaan Pimpinan;

b. Pelayanan Pengelolaan Kerumahtanggaan dan Perlengkapan.

3. Pengembangan SDM Aparatur pada Biro Kepegawaian dengan

alokasi anggaran sebesar Rp 14.124.000.000,- yang digunakan

untuk :

a. Pembinaan dan Pengembangan ASN Kementerian Perindustrian;

b. Layanan Administrasi ASN Kementerian Perindustrian.