PT BANK CENTRAL ASIA Tbk
C. Governance Outcome 1) BCA telah memiliki:
11. Rencana Strategis Bank A. Governance Structure
1) Rencana strategis Bank telah disusun dalam bentuk Rencana Korporasi (corporate plan) dan Rencana Bisnis (business plan) sesuai dengan visi dan misi Bank.
11. Rencana Strategis Bank A. Governance Structure
1) BCA senantiasa mengkaji strategi, baik untuk jangka pendek, menengah maupun jangka panjang yang dituangkan dalam Rencanan Bisnis Bank (RBB) dan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT).
Penyusunan RBB/RKAT didasari oleh:
Visi dan misi BCA;
Perkembangan makro ekonomi (dunia dan regional, khususnya Indonesia dan perbankan nasional) dan mikro ekonomi yang dibuat dengan memperhatikan kondisi eksternal dan internal;
Halaman94dari101 2) Rencana Strategis Bank didukung
sepenuhnya oleh pemilik, antara lain tercermin dari komitmen dan upaya pemilik untuk memperkuat permodalan Bank.
B. Governance Process
1) Bank telah menyusun Rencana Bisnis Bank secara realistis, komprehensif, terukur (achievable) dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian dan responsif terhadap perubahan internal dan eksternal.
Analisa SWOT, analisa kompetitor (Bank dan non Bank), dan lain-lain;
Performa historis BCA;
Diskusi internal yang melibatkan Dewan Komisaris/Direksi dan para pejabat senior BCA mengenai strategi bisnis.
2) Permodalan BCA telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
B. Governance Process
1) RBB senantiasa disusun secara realistis, komprehensif, terukur (achievable) dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian dan responsif terhadap perubahan internal dan eksternal, dimana:
RBB memuat target bisnis tiga tahunan dan RKAT memuat target bisnis tahunan (baik finansial maupun non finansial) yang pencapaiannya
Halaman95dari101 2) Rencana Bisnis Bank disetujui oleh Dewan
Komisaris.
3) Direksi telah mengkomunikasikan Rencana Bisnis Bank kepada:
a) Pemegang Saham Bank;
b) seluruh jenjang organisasi yang ada pada Bank.
4) Direksi telah melaksanakan Rencana Bisnis Bank (RBB) secara efektif.
senantiasa dimonitor secara berkala;
Penyusunan RBB dan RKAT mengacu kepada Peraturan Bank Indonesia No. 12/21/PBI/2010 tanggal 19 Oktober 2010 tentang Rencana Bisnis Bank dan Ketentuan Surat Edaran Bank Indonesia No. 12/27/DPNP tanggal 25 Oktober 2010 tentang Rencana Bisnis Bank Umum.
2) Rencana Bisnis Bank telah disetujui oleh Dewan Komisaris.
3) Direksi senantiasa mengomunikasikan Rencana Bisnis Bank ke seluruh jenjang organisasi melalui:
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS);
Laporan Tahunan;
Website BCA;
Buku RBB dan RKAT.
4) Direksi melaksanakan RBB secara efektif, antara lain melalui:
Pemantauan realisasi RBB dan RKAT dilakukan
Halaman96dari101 5) Dalam penyusunan dan penyampaian RBB
berpedoman pada ketentuan Bank Indonesia tentang Rencana Bisnis Bank dan Bank telah memperhatikan:
a) faktor eksternal dan internal yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha Bank;
b) prinsip kehati-hatian;
c) penerapan manajemen risiko;
d) azas perbankan yang sehat;
setiap triwulan dan dilaporkan ke Bank Indonesia;
Laporan Keuangan publikasi triwulanan;
Laporan Keuangan publikasi bulanan dalam format Laporan Bulanan Bank Umum (LBU), untuk dipublikasikan di website Bank Indonesia; dan
Analyst Meeting diadakan setiap triwulan yang memaparkan antara lain kinerja BCA.
5) Penyusunan dan Penyampaian RBB/RKAT dilakukan dengan:
Mengacu pada Peraturan Bank Indonesia No.
12/21/PBI/2010 tanggal 19 Oktober 2010 perihal Rencana Bisnis Bank dan Ketentuan SEBI No.
12/27/DPNP tanggal 25 Oktober 2010 perihal Rencana Bisnis Bank Umum.
Memperhatikan Risk Assessment System yang telah dimiliki BCA yang bertujuan untuk mengevaluasi strategi bisnis ini dengan tetap berpegang pada prinsip kehati-hatian dan
Halaman97dari101 6) Komisaris telah melaksanakan pengawasan
terhadap pelaksanaan Rencana Bisnis Bank.
7) Pemilik tidak menunjukkan keseriusan dan/atau tidak mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam rangka mendukung rencana strategis Bank antara lain tercermin dari kurangnya komitmen dan upaya pemilik untuk memperkuat permodalan Bank.
C. Governance Outcome
1) Rencana Korporasi dan Rencana Bisnis
peraturan perbankan lainnya.
6) Pelaksanaan RBB dan RKAT diawasi oleh Dewan Komisaris dengan:
Mengadakan rapat bulanan untuk mengevaluasi dan memberikan pengarahan kepada Direksi; dan
Hasil evaluasi tersebut dituangkan dalam bentuk laporan per semester dari Dewan Komisaris ke Bank Indonesia.
7) Pemilik mendukung rencana strategis dan kebutuhan permodalan BCA yang telah ditegaskan melalui RUPS tahunan. Pemilik mendukung penyesuaian dividen setiap tahunnya berdasarkan kebutuhan permodalan dalam rangka mendukung pertumbuhan portofolio kredit serta belanja modal terkait pengembangan infrastruktur dan jaringan. Pemilik telah mendukung penyesuaian dividend pay-out ratio BCA.
C. Governance Outcome
1) RBB dan RKAT telah disusun melalui serangkaian
Halaman98dari101 disusun oleh Direksi dan disetujui oleh
Komisaris.
2) Rencana Korporasi (corporate plan) dan Rencana Bisnis Bank (business plan) berserta realisasinya telah dikomunikasikan Direksi kepada Pemegang Saham Pengendali dan ke seluruh jenjang organisasi yang ada pada Bank.
3) Rencana Bisnis Bank menggambarkan pertumbuhan Bank yang berkesinambungan.
4) Pertumbuhan Bank memberikan manfaat ekonomis dan non ekonomis bagi stakeholders.
diskusi yang melibatkan Dewan Komisaris dan Direksi serta pejabat senior BCA, dan telah disetujui oleh Dewan Komisaris dan Direksi.
2) Rencana Bisnis Bank (business plan) beserta realisasinya telah dikomunikasikan oleh Direksi kepada Pemegang Saham dan ke seluruh jenjang organisasi yang ada pada BCA, melalui:
RUPS Tahunan;
Buku Laporan Tahunan;
Quarterly Analyst Meeting;
Website BCA;
Buku RBB dan RKAT beserta realisasinya telah didistribusikan kepada seluruh Divisi dan Kepala Kantor Wilayah.
3) RBB 2013-2015 memuat proyeksi pertumbuhan antara lain proyeksi neraca dan rugi laba untuk tahun 2013-2015, yang diproyeksikan dengan mempertimbangkan pada pertumbuhan tahun-tahun sebelumnya.
4) Visi BCA adalah menjadi ”Bank pilihan utama andalan masyarakat, yang berperan sebagai pilar penting perekonomian Indonesia”. Strategi bisnis BCA bertumpu
Halaman99dari101 5) Rencana strategis bank disusun atas dasar
kajian yang komprehensif dengan memperhatikan peluang bisnis dan kekuatan yang dimiliki bank serta mengidentifikasikan kelemahan dan ancaman (SWOT Analysis).
pada 3 (tiga) pilar utama, yaitu:
Memperkuat layanan payment settlement, yang antara lain mempermudah masyarakat dalam melakukan pembayaran.
Meningkatkan fungsi intermediasi, dengan menyalurkan kredit, baik nasabah korporasi, komersial, SME maupun nasabah konsumer.
Mengembangkan bisnis baru. Industri pembiayaan kendaraan roda empat telah dilayani oleh PT BCA Finance dan PT Bank BCA Syariah yang telah menunjukkan kinerja keuangan yang baik.
Selanjutnya, BCA mulai mengembangkan bisnis sekuritas, asuransi umum dan pembiayaan kendaraan roda dua.
5) RBB 2013-2015 disusun atas dasar kajian yang komprehensif dengan memperhatikan peluang bisnis dan kekuatan yang dimiliki BCA serta mengidentifikasikan kelemahan dan ancaman (SWOT Analysis).
Halaman100dari101 6) Rencana strategis bank harus didukung
dengan penyiapan infrastruktur yang memadaiantara lain SDM, IT, jaringan kantor, kebijakan dan prosedur.
7) Terdapat intervensi pemilik terhadap pembagian keuntungan Bank yang dilakukan tanpa memperhatikan upaya pemupukan modal untuk mendukung rencana strategis Bank.
8) Pemilik tidak mampu mengatasi kondisi permodalan Bank yang memburuk atau permodalan Bank kurang dari jumlah yang ditetapkan sesuai ketentuan yang berlaku.
6) RBB 2013-2015 memuat antara lain rencana pengembangan SDM, sistem informasi manajemen dan rencanan pembukaan, perubahan status, pemindahan alamat dan/atau penutupan jaringan kantor, yang akan dilakukan BCA untuk mendukung rencana pengembangan bisnis BCA.
7) Tidak ada intervensi dari pemilik terhadap pembagian keuntungan BCA yang dilakukan tanpa memperhatikan upaya pemupukan modal untuk mendukung rencana strategis BCA.
8) Permodalan BCA telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Capital Adequacy Ratio BCA berada pada tingkat yang solid sebesar 16,2% (per September 2013), jauh diatas ketentuan Bank Indonesia yang sebesar 8%.
Halaman101dari101