2.1 Uraian Singkat Renstra
2.1.2 Rencana Strategis Direktorat Jalan Bebas Hambatan
Direktorat Jalan Bebas Hambatan secara penuh mendukung tujuan Ditjen Bina Marga dalam mewujudkan visi pembangunan nasional melalui dukungan dalam pembangunan jalan bebas hambatan dan jalan tol yang memenuhi standar pelayanan minimal demi kenyamanan pengguna jalan tol.
Sasaran program penyelenggaraan jalan untuk sasaran strategis 2 (SS2) adalah meningkatnya kinerja pelayanan jalan nasional dengan sasaran kegiatan untuk Direktorat Jalan Bebas Hambatan adalah peningkatan pelaksanaan pengaturan dan pembinaan jalan bebas hambatan dengan parameter panjang jalan tol yang beroperasi, dan output kegiatan sebagai berikut:
1. Pembinaan Teknik Penyelenggaraan Jalan Bebas Hambatan
a. Jumlah dokumen pembinaan perencanaan teknis jalan bebas hambatan b. Jumlah dokumen pembinaan pembangunan jalan bebas hambatan
c. Jumlah dokumen pembinaan operasi dan pemeliharaan jalan bebas hambatan 2. Layanan Pengadaan Tanah
a. Jumlah hektar pembebasan tanah b. Jumlah dokumen pengadaan tanah
2.1.2.1 Arah Kebijakan dan Strategi Direktorat Jalan Bebas Hambatan
Sesuai dengan renstra Kementerian PUPR tahun 2020-2024 sasaran kegiatan untuk Direktorat Jalan Bebas Hambatan adalah peningkatan pelaksanaan pengaturan dan pembinaan jalan bebas hambatan dengan parameter panjang jalan tol yag beroperasi. Panjang jalan tol yang beroperasi pada periode tahun 2020-2024 adalah sepanjang 2.500 km dengan fokus utama adalah menyelesaikan rencana pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera Koridor Aceh sampai dengan Lampung sesuai dengan arahan pada amanat presiden di RPJMN 2020-2024.
Untuk mendukung pencapaian target jalan tol tesebut, dibutuhkan dukungan Pemerintah untuk pembangunan jalan tol terutama pada Jalan Tol Trans Sumatera melalui skema Viability Gap Funding (VGF), yang dapat melalui APBN maupun pinjaman luar negeri.
Selain itu pengaturan dan pembinaan jalan bebas hambatan dilaksanakan antara lain melalui penyusunan program dan perencanaan jalan bebas hambatan dan jalan tol, pelaksanaan
24
pemantauan dan evaluasi kinerja pembangunan dan pengoperasian jalan tol, penyusunan program, inventarisasi, dan pelaksanaan pengadaan tanah jalan tol, serta pembinaan dan evaluasi perencanaan teknis jalan tol. dengan penjelasan sebagai berikut:
a) Penyusunan Program dan Perencanaan Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tol Program dan perencanaan jalan bebas hambatan dan jalan tol disusun dalam bentuk kebijakan perencanaan jalan tol dan rencana umum jaringan jalan bebas hambatan yang disusun berdasarkan rencana umum tata ruang wilayah yang mengacu pada sistem transportasi nasional dan terintegrasi dengan rencana umum jaringan jalan nasional sesuai dengan amanat pada Peraturan Presiden Nomor 5 tahun 2015.
b) Pembinaan dan Evaluasi Perencanaan Teknis Jalan Tol
Dalam mendukung rencana pembangunan jalan tol tahun 2020-2024, Direktorat Jalan Bebas Hambatan melakukan pembinaan dan evaluasi terhadap perencanaan teknis jalan tol sehingga jalan tol terbangun sesuai dengan spesifikasi yang dipersyaratkan.
c) Pelaksanaan Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Pembangunan dan Pengoperasian Jalan Tol
Selain melaksanakan pembinaan dan evaluasi terhadap perencanaan teknis jalan tol Direktorat Jalan Bebas Hambatan juga melakukan pemantauan dan evaluasi kinerja pembangunan dan pengoperasian jalan tol agar jalan tol selalu memenuhi standar pelayanan minimal (SPM) dan mengedepankan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan tol.
d) Penyusunan Program, Inventarisasi dan Pelaksanaan Pengadaan Tanah Jalan Tol Salah satu komponen penting dalam pembangunan jalan bebas hambatan dan jalan tol adalah pengadaan tanah oleh karenanya perlu dilakukan penyusunan program pengadaan tanah dan inventarisasi agar pelaksanaan pengadaan tanah jalan tol dapat berjalan dengan baik dan selesai tepat pada waktunya.
e) Penyiapan Rekomendasi Laik Fungsi dan Operasi Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tol
Direktorat Jalan Bebas Hambatan bersama dengan Badan Pengatur Jalan Tol menyiapkan rekomendasi laik fungsi dan operasi jalan tol agar jalan tol sesuai dengan spesifikasi yang dipersyaratkan, memenuhi standar pelayanan minimal (SPM).
25
2.1.2.2 Kerangka Regulasi
Tugas penyusunan regulasi bidang penyelenggaraan jalan kepada Pemerintah (c.q Ditjen Bina Marga) secara spesifik tertuang dalam pasal 18 (1) UU 38 Tahun 2004 tentang Jalan yang diperkuat juga melalui pasal 292 butir d Permen PUPR No. 03/PRT/M/2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian PUPR.
Kebutuhan penyusunan/perubahan regulasi di bidang jalan dapat didasarkan kepada 2 sifat dasar, yakni (1) mandatory, berupa pemenuhan terhadap mandat dari UU/PP tentang Jalan dalam rangka pengaturan lebih detail/lanjut pada peraturan yang lebih rendah, (2) complementary, berupa pengaturan teknis pelaksanaan suatu aktivitas dalam penyelenggaraan jalan yang membutuhkan kejelasan pengaturan sebagai dampak perkembangan kondisi lapangan maupun lingkungan strategis yang berpengaruh.
Berdasarkan fungsinya. regulasi memiliki 3 fungsi utama, yakni: (1) fungsi perubahan. untuk mendukung perubahan konsep/sistem penyelenggaraan jalan sesuai kebutuhan dan perkembangan jaman. (2) fungsi stabilisasi, untuk memberikan kepastian tentang ketentuan teknis dan prosedural/administratif untuk melaksanakan setiap item kegiatan penyelenggaraan jalan yang diatur dalam UU 38/2004, dan (3) fungsi fasilitasi, untuk memfasilitasi kebutuhan ataupun peran stakeholders dalam proses maupun hasil penyelenggaraan jalan.
Sedangkan untuk kebutuhan penguatan regulasi dalam penyelenggaraan jalan di bidang jalan bebas hambatan adalah sebagai berikut:
Kerangka Regulasi Jalan Bebas Hambatan
No
Penguatan Penyelenggaraan Jalan Bebas Hambatan (Jalan Tol)
1
26
Penguatan Penyelenggaraan Jalan Bebas Hambatan (Jalan Tol) Jalan Tol pengusahaan jalan tol
2 SPM di suatu ruas jalan tol tidak terpenuhi)
27
Penguatan Penyelenggaraan Jalan Bebas Hambatan (Jalan Tol) tentang Transaksi
Guna memastikan setiap unit kerja di bawah Direktorat Jenderal Bina Marga berkontribusi terhadap pencapaian sasaran RPJMN dan Renstra, diperlukan suatu kelembagaan yang terintegrasi dan saling mendukung tugas dan fungsi masing-masing. Direktorat Jenderal Bina Marga di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 13/PRT/M/2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyelenggaraan jalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Dalam menyelenggarakan tugas, Direktorat Jenderal Bina Marga menyelenggarakan fungsi sebagai berikut:
a. perumusan kebijakan di bidang penyelenggaraan jalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan;
b. pelaksanaan kebijakan di bidang penyelenggaraan jalan nasional sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan;
c. pelaksanaan kebijakan di bidang penguatan konektivitas yang menjadi prioritas nasional;
d. penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang penyelenggaraan jalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
e. pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang penyelenggaraan jalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
f. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan jalan;
g. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Bina Marga; dan h. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri.
28
Sedangkan untuk Direktorat Jalan Bebas Hambatan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan, pembinaan, penerapan standar dan pemantauan evaluasi kinerja jalan bebas hambatan serta pengadaan tanah.
Dalam melaksanakan tugasnya, Direktorat Jalan Bebas Hambatan menyelenggarakan fungsi:
a. pembinaan penerapan norma, standar, prosedur, dan kriteria perencanaan, pengadaan tanah, pelaksanaan operasi dan pemeliharaan serta evaluasi kinerja jalan bebas hambatan dan jalan tol;
b. pembinaan, penilaian dan pengendalian usulan anggaran, program serta kegiatan perencanaan, pengadaan tanah, pelaksanaan, operasi dan pemeliharaan serta evaluasi kinerja jalan bebas hambatan;
c. penyusunan program dan perencanaan jalan bebas hambatan dan jalan tol;
d. penyusunan program, inventarisasi dan pelaksanaan pengadaan tanah jalan bebas hambatan dan jalan tol;
e. pembinaan dan evaluasi perencanaan teknis jalan bebas hambatan dan jalan tol;
f. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi kinerja pembangunan dan pengoperasian jalan bebas hambatan dan jalan tol;
g. penyiapan rekomendasi laik fungsi dan operasi jalan bebas hambatan dan jalan tol;
h. pelaksanaan koordinasi, pendampingan dan validasi data dalam rangka penuntasan temuan hasil audit terkait penyelenggaraan jalan bebas hambatan dan jalan tol; dan
i. pelaksanaan urusan tata usaha direktorat.
Direktorat Jalan Bebas Hambatan terdiri atas:
a. Subdirektorat Perencanaan Teknis Jalan Bebas Hambatan b. Subdirektorat Pengadaan Tanah
c. Subdirektorat Pembangunan Jalan Bebas Hambatan d. Subdirektorat Operasi dan Pemeliharaan
e. Subbagian Tata Usaha