• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rencana Strategis 2015-2019

Dalam dokumen Laporan Kinerja KATA PENGANTAR (Halaman 32-37)

BAB II PERENCANAAN KINERJA

2.1. Rencana Strategis 2015-2019

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan sebagai salah satu unit kerja Eselon I Kementerian Pertanian bertindak sebagai penyelenggara kebijakan di bidang peningkatan produksi padi, jagung, kedelai dan tanaman pangan lainnya memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan pertanian dan mewujudkan ketahanan pangan nasional sesuai kewenangan, tugas dan fungsi yang diembannya. Untuk melanjutkan kontribusinya dalam pembangunan sektor pertanian tahun 2015-2019, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan telah menyusun Rencana Strategis (Renstra) tahun 2015-2019 yang menjabarkan visi, misi, tujuan, sasaran strategis, kebijakan, program dan kegiatan pembangunan tanaman pangan tahun 2015-2019 sebagai acuan dan arahan bagi seluruh jajaran unit kerja di lingkup Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan 2015-2019 secara menyeluruh, terintegrasi dan sinergis baik di dalam maupun antar sektor/sub sektor terkait.

Renstra Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 2015-2019 tersebut disusun mengacu pada Renstra Kementerian Pertanian 2015-2019 yang berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2015-2019 Bidang Pangan dan Pertanian,

yang mengamanatkan fokus pembangunan untuk lebih

memantapkan pembangunan secara menyeluruh di berbagai bidang

dengan menekankan pencapaian daya saing kompetitif

perekonomian berlandaskan keunggulan sumber daya alam dan sumber daya manusia berkualitas, serta kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sebagai upaya perbaikan dan peningkatan akuntabilitas kinerja, berlandaskan pada pencapaian, permasalahan dan tantangan yang dihadapi dalam pembangunan pertanian yang telah dilaksanakan, serta memperhatikan hasil evaluasi akuntabilitas kinerja tahun 2015 dan mengacu pada Revisi Renstra Kementerian Pertanian 2015-2019, maka pada tahun 2016 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan telah melakukan Revisi Renstra 2015-2019, sebagaimana telah ditetapkan dengan Keputusan Direktur Jenderal Tanaman Pangan Nomor 59a/HK.310/C/6/2016 tanggal 6 Juni 2016. Dalam konteks ini Direktorat Jenderal Tanaman Pangan menyempurnakan kembali visi, misi, tujuan, dan sasaran strategis Renstra 2015-2019 dengan tetap berpedoman pada pencapaian kinerja yang berorientasi

outcome.

Visi dan Misi

Sesuai revisi Renstra 2015-2019, visi Direktorat Jenderal Tanaman Pangan adalah “Terwujudnya pemenuhan kebutuhan pangan yang cukup secara berkelanjutan untuk memperkuat kedaulatan pangan”. Visi tersebut memiliki makna yang luas dan penting dalam upaya melaksanakan pembangunan pangan nasional. Dalam rangka pencapaian visi tersebut, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan juga telah memperbarui misinya agar mencerminkan mandatnya dengan lebih baik, yaitu: (1) mewujudkan ketersediaan pangan yang cukup dan berkelanjutan, (2) mengembangkan komoditas tanaman pangan

yang memiliki nilai tambah dan daya saing, dan (3)

mengembangkan komoditas tanaman pangan yang mendukung bioindustri.

Visi dan misi tersebut menjadi kerangka utama arah pengembangan komoditas tanaman pangan selama periode 2015-2019. Pada tahun 2015-2019, terdapat empat komoditas utama tanaman pangan yang menjadi prioritas dan harus ditingkatkan produksinya, yaitu: padi

dalam rangka swasembada, jagung untuk memenuhi kebutuhan keragaman pangan dan pakan lokal, kedelai diutamakan untuk mengamankan pasokan dan kebutuhan konsumsi pengrajin tahu dan tempe, dan ubi kayu sebagai penyedia bahan baku bioindustri.

Tujuan dan Sasaran Strategis

Untuk memfokuskan program dan kegiatan yang akan dilaksanakan dalam rangka mewujudkan visi dan misi tersebut, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan menetapkan tujuan dan sasaran strategis yang ingin dicapai pada periode 2015-2019. Tujuan tersebut adalah: (1) terwujudnya swasembada padi, jagung dan meningkatnya produksi kedelai, (2) berkembangnya komoditas tanaman pangan bernilai ekonomi, dan (3) mendukung penyediaan bahan baku bioindustri. Sasaran strategis untuk mencapai tujuan tersebut adalah: (1) terwujudnya peningkatan produksi dan daya saing tanaman pangan, dan (2) terwujudnya peningkatan produksi tanaman pangan mendukung penyediaan bahan baku bioindustri dan bioenergi berkelanjutan

Tabel 1. Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Strategis Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Tahun 2015-2019

VISI MISI TUJUAN SASARAN

Terwujudnya pemenuhan kebutuhan pangan yang cukup secara berkelanjutan untuk memperkuat kedaulatan pangan

1. Mewujudkan

ketersediaan pangan yang cukup dan berkelanjutan. 1. Terwujudnya swasembada padi, jagung dan meningkatnya produksi kedelai. 1. Terwujudnya peningkatan produksi dan daya saing tanaman pangan.

2. Mengembangkan

komoditas tanaman pangan yang memiliki nilai tambah dan daya saing. 2. Berkembangnya komoditas tanaman pangan bernilai ekonomi. 2. Terwujudnya peningkatan produksi tanaman pangan mendukung penyediaan bahan baku bioindustri dan bioenergi berkelanjutan. 3. Mengembangkan komoditas tanaman pangan yang mendukung bioindustri. 3. Mendukung penyediaan bahan baku bioindustri.

Untuk menjabarkan tujuan dan sasaran strategis agar terukur dan dapat dicapai secara nyata, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan juga telah menetapkan indikator kinerja dan target kinerja yang akan dicapai dalam periode 2015-2019. Secara rinci indikator kinerja dan target kinerja tujuan dan sasaran strategis Direktorat Jenderal Tanaman Pangan tahun 2015-2019 disajikan pada lampiran.

Arah Kebijakan dan Strategi

Untuk mencapai tujuan dan sasaran strategis, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan menetapkan kebijakan:

1) Pengembangan gerakan penerapan teknologi;

2) Penguatan sentra penangkaran benih dengan memantapkan hubungan penyediaan benih berdasarkan kelas benih dan tata kelembagaan yang baik;

3) Penguatan gerakan pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan dan Dampak Perubahan Iklim dengan dukungan sarana pengendalian;

4) Pengembangan penanganan pascapanen sesuai kebutuhan lapangan;

5) Penguatan dukungan program tematik dan tata kelola kepemerintahan yang baik dan reformasi birokrasi.

Strategi operasional peningkatan produksi tanaman pangan ditempuh melalui dua strategi utama:

1) Perluasan Areal Tanam

Peluasan areal tanam dilakukan melalui upaya: peningkatan indeks pertanaman (IP) pada lahan eksisting melalui optimalisasi lahan, perbaikan jaringan irigasi JITUT, JIDES, TAM dan pompanisasi, pencetakan lahan baru/cetak sawah, pemanfaatan lahan terlantar, dan konservasi lahan yang berkelanjutan, serta penanaman tumpang sari di lahan perkebunan dan kehutanan.

2) Peningkatan Produktivitas

Peningkatan produktivitas dilakukan melalui upaya: peningkatan penggunaan benih unggul bermutu, perbaikan pengelolaan tanaman terpadu (PTT), pengamanan tanaman dari gangguan OPT dan DPI (banjir dan kekeringan), serta penguatan penanganan panen dan pascapanen.

Program dan Kegiatan

Sesuai pedoman Reformasi Perencanaan dan Penganggaran (RPP), dan mengacu pada Renstra Kementerian Pertanian 2015-2019, maka dalam Renstra Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 2015-2019 telah ditetapkan Program Direktorat Jenderal Tanaman

Pangan yakni “Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan

Mutu Hasil Produksi Tanaman Pangan”. Program ini menjadi acuan dalam menterjemahkan tujuan, sasaran strategis dan target kinerja yang telah dirumuskan ke dalam kegiatan-kegiatan dan rencana aksi yang bersifat operasional.

Melalui program ini ditetapkan empat sasaran strategissebagai berikut: (1) tercapainya produktivitas tanaman pangan, (2) meningkatnya penggunaan benih varietas unggul bersertifikat, (3) terkendalinyaluas areal tanaman pangan dari gangguan OPT dan DPI, dan (4) menurunnya susut hasil/losses tanaman pangan.

Kegiatan program yang dilaksanakan meliputi: (1) Pengelolaan Produksi Tanaman Serealia, (2) Pengelolaan Produksi Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, (3) Pengembangan Sistem Penyediaan Benih Tanaman Pangan, (4) Penguatan Perlindungan Tanaman Pangan dari Gangguan Organisme Pengganggu Tumbuhan dan Dampak Perubahan Iklim, (5) Penanganan Pascapanen Tanaman Pangan, (6) Pengembangan Metode Pengujian Mutu Benih dan Penerapan Sistem Mutu Laboratorium Pengujian Benih, (7)

Pengembangan Peramalan Serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan, dan (8) Dukungan Manajemen dan Teknis Lainnya.

Dalam dokumen Laporan Kinerja KATA PENGANTAR (Halaman 32-37)

Dokumen terkait