KEPERAWATAN SP KLIEN SP KELUARGA Gangguan Persepsi Sensori Halusinasi SP 1: 1. Identifikasi halusinasi : isi, frekuensi, waktu terjadi, situasi pencetus, perasaan, respon 2. Jelaskan cara mengontrol halusinasi : hardik, obat, bercakap-cakap, melakukan kegiatan 3. Latih cara mengontrol
halusinasi dengan menghardik
4. Masukan pada jadwal kegiatan untuk latihan menghardik
SP 1:
1. Diskusikan masalah yang dirasakan dalam merawat pasien
2. Jelaskan pengertian, tanda & gejala, dan proses terjadinya
halusinasi
3. Jelaskan cara merawat halusinasi
4. Latih cara merawat halusinasi :hardik
5. Anjurkan membantu pasien sesuai jadwal
dan memberi pujian
SP 2 :
1. Evaluasi kegiatan menghardik beripujian 2. Latih cara mengontrol halusinasi dengan obat (jelaskan 6 benar : jenis, guna, dosis,
SP 2:
1. Evaluasi kegiatan
keluarga dalam
merawat/melatih klien menghardik, beri pujian 2. Jadwalkan 6 benar cara
frekuensi, cara, kontinuitas minum obat)
3. Masukan pada jadwal kegiatan untuk latihan
menghardik dan minum obat 3. Latih cara memberikan/membimbi ng minumobat 4. Anjurkan membantu klien sesuai jadwal dan memberi pujian
SP 3:
1. Evaluasi kegiatan harian menghardik & obat, beri pujian
2. Latih cara mengontrol halusinasi dengan bercakap-cakap saat
terjadi halusinasi
3. Masukan pada jadwal kegiatan untuk latihan menghardik,minum obat, dan bercakap-cakap SP 3: 1. Evaluasi kegiatan keluarga dalam merawat/melatih klien menghardik dan
memberikan obat, beri pujian
2. Jelaskan cara bercakap-cakap dan melakukan
kegiatan untuk
mengontrol halusinasi 3. Latih dan sediakan
waktu bercakap-cakap dengan klien terutama pada saat halusinasi 4. Anjurkan membantu
klien sesuai jadwal dan memberikan pujian SP 4: 1. Evaluasi kegiatan harian menghardik, minumobat & bercakap-cakap, beri pujian SP 4 : 1. Evaluasi kegiatan keluarga dalam merawat/melatih klien menghardik,
2. Latih cara mengontrol halusinasi dengan melakukan kegiatan harian (mulai 2 kegiatan)
3. Masukan pada jadwal kegiatan untuk latihan menghardik,minum obat, bercakap-cakap dan kegiatan harian
bercakap-cakap, beri pujian
2. Jelaskan follow up ke
RSJ/PKM, tanda
kambuh dan rujukan 3. Anjurkan membantu
klien sesuai jadwal dan memberikan pujian
BAB III TINJAUAN KASUS A. Pengkajian Data 1. Identitas Klien a. Identitas Klien Inisial : Tn. S
Alamat : Jl. Pangeran Antasari, No. 116
Bandar Lampung
Umur : 32 tahun
Pendidikan : SMA
Suku / bahasa : Jawa, indonesia
Agama : Islam
Informan : klien
Tanggal masuk : 08 Mei 2018
No Register : 007982
b. Identitas penangung jawab
Nama : Tn. M
Alamat : Jl. Pangeran Antasari, No. 116
Bandar Lampung
Umur : 55 tahun
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Buruh
Suku / Bahasa : Jawa, Indonesia
Agama : Islam
Hubungan dengan klien : Ayah
2. Alasan Masuk
Berdasarkan data yang didapat dari klien dibawa keluarga melalui UGD dengan keluhan sering ngelamun, bicara sendiri, mondar-mandir, ngamuk,marah – marah dengan orang tua menghancurkan barang, sulit
tidur, ,koping masalah kelurga kurang karena keluarga tidak mengingatkan minum obat yang dilakukan keluarga sebelum klien masuk rumah sakit yaitu membawa ke tempat terapi rukiyah, tidak ada hasildan lalu klien di bawa kerumah sakit.
3. Faktor Predisposisi
Klien pernah di rawat sebelumnya, pada tahun 2004 dan keluar masuk sebanyak 4 kali terakhir masuk kembali pada tahun 2018, pada tahun 2015 klien kembali lagi karena putus obat selama 2 bulan hasil pengobatan sebelumnya selama 2 bulan tidak ada perubahan, klien tidak pernah mengalami penganiayaan fisik, klien mendapatkan penolakan dari masyarakat, keluarga klien tidak ada yang mengalami gangguan seperti yang di derita oleh klien.
Masalah keperawatan :ketidakefektifan koping keluarga
Klien mengatakan di dalam keluarganya tidak ada yang mengalami seperti yang dialaminya saat ini.
Masalah keperawatan : -4. Pemeriksaan Fisik a. Tanda-tanda Vital TD : 120/80 mmHg N : 86 X/menit RR : 20 X/menit TB : 165 cm BB : 55 Kg b. Keluhan fisik
Klien mengatakan tidak ada fisiknya yang di keluhkan saat ini. Masalah kep :
-5. Psikososial Genogram
Keterangan :
: perempuan : Tinggal serumah
: laki - laki : : Pernikahan
: Klien : keturunan
: Meninggal : Meninggal
Klien mengatakan di dalam keluarganya sering
berkomunikasiPengambilan keputusan didalamkelurga yaitu ayah klien.dalam berkomunikasi dengan keluarga klien baik, pola asuh orang tuanya baik, tidak keras dan dari seluruh anggota keluarga hanya klien yang menderitagangguan jiwa
:-a. Konsep diri
1) Gambaran diri
Klien mengatakan tidak ada yang tidak disukai dari anggota tubuhnya, klien menyukai semua anggota tubuhnya.
2) Identitas diri
Klien mengatakan mengatakan sebelum dirawat dia bekerja sebagai pedagang dan klien sangat puasdengan pekerjaannya, klien juga meras puas terlahir sebagai seorang laki – laki.
Masalah Keperawatan : -1. Peran
Klien mengatakan perannya adalah sebagai seorang kepala keluarga dan mempunyai satu anak dan klien dalam kelurga yang bertanggung jawab dalam mencari nafkah.Untuk saat ini klien beradadirumah sakit jadi tidak bisa menafkahi kelurganya.
Masalah keperawatan : gangguan peran diri 2. Ideal diri
Klien mengatakan ingin menjadi orang sukses dan dapat membahagiakan orang tuanya dan memiliki kehidupan yang cukup saaat ini klien hanya mengharapkan cepat sembuh dan ingin segera pulang.Harapan dilingkungan rumah bisa diterima oleh masyarakat
Masalah keperawatan : -3) Harga diri
Klien mengatakan tidak malu untuk bergaul, klien tidak merasa malu untuk bersosialisasi dengan tetangganya, termasuk orang yang terbuka. Klien mengatakan tidak dihargai oleh lingkungan sekitar klien selalu dihina dan dicacimaki oleh lingkungannya dan klien mengatakan merasa dirinya tidak berguna dijauhi oleh keluargannya. Masalah keperawataan : harga diri rendah
b. Hubungan sosial 1) Orang terdekat
Klien mengatakan orang terdekat klien di rumah adalah ibunya. 2) Peran serta kegiatan kelompok atau masyarakat
Klien mengatakan tidak mengikuti kegiatan di masyarakat dan tidak terlibat di kelompok masyarakat.
c. Spiritual
1) Nilai dan keyakinan
Klien mengatakan beragama islam menurutnya penyakit yang diderita adalah cobaan dari Allah.Klien mengatakan tidak dihargai oleh lingkungan sekitar klien selalu dihina dan dicacimaki oleh lingkungannya.
Masalah keperawatan : 2) Kegiatan ibadah
Klien mengatakan selalu beribadah saat di RSJ. Dan dirumah juga klien melakukan ibadah. Klien mengatakan pendapatnya tentang ibadah itu wajib dan harus dilakukan oleh setiap muslim.
6. Status Mental a. Penampilan
Penampilan klien cukup rapih, rambut klien rapih, klien mengatakan ganti baju 2x sehari, dan klien mandi 2 x/sehari namun tidak menggunakan samphoo dan sabun, klien jarang menggosok gigi.
Masalah keperawatan : Defisit perawatan diri b. Pembicaraan
Cara bicara klien lantang keras dan cepat, mudah dimengerti, klien dapat menjawab pertanyaan dengan baik. Klien bila berbicara suka perpindah pindah dari satu kalimat ke kalimat yang laindan tidak berkaitan.
c. Aktivitas motorik
Klien terlihat lesu, tegang dan gelisah,tetapi klien dapat di suruh duduk dan di ajak berkomunikasi.
Masalah keperawatan :-d. Alam perasaan
Berdasarkan pengkajian klien merasa gembira dan tidak merasa sedih dan khawatir karena dirumah sakit banyak teman.
Masalah keperawatan : -e. Afek
Tumpul : hanya bereaksi bila ada stimulus emosi yang kuat. Masalah keperawatan :
-f. Fase interaksi selama wawancara
Klien kooperatif, klien tidak menunjukan curiga, klien mau berbicara dengan perawat, pandangan mata klien tajam, kontak mata positif, mata klien merah.
Masalah keperawatan : Resiko prilaku kekerasan g. Persepsi
Klien mengatakan mendengar bisikan-bisikan, yang isinya bisikan itu menyuruh klien untuk melakukan zina dan klien menolak untuk melakukannya.klien mendengar bisikan pada malam hari frekuensinya selama15 menit saat klien sendiri.tetapi klien mengatakan bisikan-bisikan atau suara-suara itu sudah tidak ada lagi.klien mengatakan tidak mendengar bisikan itu lagi selama di RS.
Masalah keperawatan : resiko gangguan presepsi sensori : halusinasi pendengaran.
h. Proses pikir
Sirkumstansial :Klien pembicaraannya berbelit – belit tapi sampai pada tujuan pembicara.
-i. Isi pikir
Obsesi :Klien mengatakan isi pikiran yang selalu muncul walaupun klien berusaha menghilangkannya.
Masalah keperawatan : - j. Tingkat kesadaran
Klien mengatakan tampak bingung dan kacau, klien tahu bahwa dirinya saat ini sedang berada di RSJ dan sekarang mengalami gangguan jiwa.klien mengatakan ingin berobat,klien mengertiwaktu dan tempat
serta perawat.
Masalah keperawatan : -k. Memori
Klien mengatakan dapat mengingat kejadian jangka panjang dari satubulanyang lalu dan jangka pendek kejadian satu minggu terakhir Masalah keperawatan :
-l. Tingkat konsentrasi dan berhitung
Klien dapat berkonsentrasi dengan baik, klien mampu berhitung dari 1-20, klien mampu melakukan penjumlahan sederhana, saat diberi pertanyaan klien dapat menjawab 2+2 = 4, Klien menjawab 4
m. Kemampuan penilaian
Klien mampu mengambil keputusan sederhana yang berhubungan dengan kebutuhan sehari-hari seperti memilih mandi terlebih dahulu sebelum makan.
Masalah keperawatan : -n. Daya tilik diri
Klien mengatakan bahwa dirinya menyalahkan hal – hal diluar dirinya yaitu menyalahkan orang lain yang menyebabkan kondisinya saat ini. Masalah keperawatan
:-7. Kebutuhan persiapan pulang a. Makan dan minum
Klien mengatakan makan dan minum 3x sehari tanpa bantuan, klien menghabiskan porsi makanan yang disediakan, klien mengatakan menyukai makanan yang diasediakan.
Masalah keperawatan :
- b. BAK / BAB
Klien mengatakan mengguanakan wc untuk BAK dan BAB, klien mandiri, klien mengatakan BAB 1x sehari dan BAK 5-6x dalam sehari, kien mampu membersihkan wc secara mandiri setelah menggunakannya. Masalah keperawatan :
-c. Mandi
Klien mengatakan mandi 2x sehari kadang 3x pagi dan sore, tidak menggunakan sabun, klien mengatakan tidak gosok gigi, gigi klien terlihat kotor.
Masalah keperawatan : Defisit perawatan diri d. Berpakaian/berhias
Klien mengatakan tidak pernah berdandan, klien mengatakan tidak menyisir rambut, klien tampak kurang rapih.
Masalah keperawatan : Defisit perawatan diri. e. Istirahat tidur
Klien mengatakan sering tidur, tidur malam kurang lebih 8 jam dan tidur siang 4-5 jam, persiapan sebelum tidur klien menyikat gigi cuci kaki dan berdoa. Kegiatan bangun tidur merapikan tempat tidurmandi cuci muka.
Masalah keperawatan : -f. Pengguanaan obat
Klien dapat minum obat sendiri, setelah minum obat klien mengatakan tenang tidurnya enak dan lebih rileks
Masalah keperawatan : -g. Pemeliharaan kesehatan
Klien mengatakan perawatan lanjut akan dilakukan secara rawat jalan di RS ini dan system pendukung yang dimiliki adalah keluraga.
Kegiatan di dalam rumah
Klien mengatakan didalam rumahnya klien mampersiapkan makan, menjaga kerapihan rumah, mencuci pakaian dan mengatur keuangannya adalah ibunya.
Masalah keperawatan :
-h. Kegiatan di luar rumah
Klien mengatakan belanja untuk keperluan sehari – hari dan dalam melakukan perjalanan mengguanakan kendaraan pribadi..
8. Mekanisme Koping a. Adaptif
Klien mau bicara dengan perawat, dan mampu menyelesaikan masalah melakukan tehnik relaksasi jika ada masalah dan klien suka berolahraga. b. Mal adaptif
Reaksi lambat dan pernah menciderai diri sendiri dan orang lain. Masalah keperawatan : koping individu tidak efektif
9. Masalah psikososial dan Lingkungan
a. Masalah berhubungan dengan dukungan kelompok
Klien mengatakan tidak mengikuti kegiatan kelompok yang ada dimasyarakat
b. Masalah berhubungan dengan lingkungan fisik Masyarakat terganggu jika klien mengamuk. Masalah keperawatan : perilaku kekerasan c. Masalah berhubungan dengan pendidikan
Klien mengatakan berpendidikan hanya SMA d. Masalah berhubungan dengan pekerjaan
Klien mengatakan pekerjaannya adalah wiraswasta e. Masalah berhubungan dengan perumahan
f. Masalah berhubungan ekonomi
Klien mengatakan ekonomi keluargannya tercukupi g. Masalah berhubungan dengan pelayanan kesehatan
Klien mengatakan jika sakit berobat kepuskesmas.
10. Kurang pengetahuan
Klien mengetahui sedang berada dirumah sakit jiwaklien mengatakan ingin berobat.klien mengatakantidak mengetahui mengenai penyakitnya saat ini.Faktor yang mempengaruhi dan obat – obatan jika berhenti mengkonsumsinya.
Masalah keperawatan :kurang pengetahuan
11. Aspek medik
Diagnosa Medis : Schizofrenia Trihexyphenidile : 2 X 2 Mg Trifluoperazine : 2 x 5 Mg Prolepsi : 2 x 150 mg Risperidone 2 x 3mg 12. Data fokus a) Data Subjektif :
- Klien mengatakan dulu pernah mendengar bisikan-bisikan saat di rumah.
- Klien mengatakan bisikan-bisikan itu menyuruhnya untuk mengamuk dan untuk melakukan hal yang negatif
- Klien mengatakan mendengar bisikan itu lagi selama di RS. - Klien mengatakan marah dengan orang tuanya.
- Klien mengatakan mengamuk - Klien mengatakan sulit tidur
- Klien mengatakan marah bila tersinggung.
- Klien mengatakan mandi terkadang hanya 1 kali. - klien mengatakan jarang mencuci rambut.
- klien mengatakan jarang menggosok gigi.
b) Data objektif :
- Klien tampak tegang - Klien tampak gelisah
- Klien suka tertawa tanpa sebab. - Nada bicara klien tinggi
- Klien tampak bicara sendiri
- Saat dating kerumah sakit klien bertengkar dengan pasien lain. - Pandangan mata tajam
- Badan klien terlihat kotor - Rambut klien kotor dan kusam - Gigi klien kuning dan kotor.
13. Analisa Data
No Data Masalah
1 Ds :
- Klien mengatakan dulu pernah mendengar bisikan bisikan saat dirumah
- Klien mengatakan bisikan itu menyuruhnya untuk mengamuk dan untuk melakukan hal negatif.
- Klien mengatakan mendengar bisikan selama di RS.
Do :
- Klien suka tertawa tanpa sebab - Klien tampak gelisah
- Klien tampak mondar mandir
Resiko gangguan persepsi sensori
halusinasi
2 Ds :
- Klien mengatakan marah dengan orang tuanya - Klien mengatakan marah bila tersinggung.
Resiko perilaku kekerasan
- Klien mengatakan saat marah-marah membanting barang
- Klien mengatakan tidak bisa tidur
Do :
- Nada bicara tinggi - Pandangan mata tajam
- Saat datang ke RS klien bertengkar dengan klien lain - Tangan mengepal
- Wajah tegang
- Klien terlihat bicara sendiri 3 Ds :
- Klien dibawa ke RSJ karena dirumah mengamuk,menghancurkan barang , melamun, bicara sendiri
- Keluarga klien tidak mengingatkan minum obat - Klien pernah dibawa ke tempat terapi r ukiyah Do
- Klien dirawat untuk yang ke 4 kalinya
Koping keluarga tidak efektif
4 Ds
- Klien mengatakan pernah melakukan penganiayaan kepada keluarganya
- Klien mengatakan putus obat 2 bulan Do
- Klien putus obat ± 2 bulan
Koping individu in efektif
5 Ds
- Klien mengatakanpernah tidak dihargai oleh lingkunganya
- Klien mengatakanpernah di hinadan diejek - Klien pernah merasa tidak berguna
Do
- Klien merasa malu dengan keluarga dan lingkungan
6 Ds :
- Klien mengatakan mandi terkadang hanya 1kali - Klien mengatakan jarang mencuci rambut
- Klien mengatakan jarang menggosok gigi dan keramas
Do :
- Badan klien terlihat kotor - Rambut klien kusam - Gigi klien terlihat kotor
Devisit perawatan Diri
7 Ds
- Klien mengatakan seorang kepala keluarga - Klien mengatakan yang mencari nafkah Do
- Klien tidak bisa mencari nafkah kareana berada di RS
Gangguan Peran Diri
8 Ds
- Reaksi lamban dank lien mengatakan pernah menciderai diri dan orang lain
- Klien mengatakan pernah berkelahi dengan kakaknya
Resiko menciderai orang lain dan lingkungan
9 Ds
- Klien mengatakan sehari – hari membantu berjualan - Klien mengatakan berbelanja untuk keperluan sehari –
hari Ds
- Klien sekarang berada di RSJ dan tidak bisa membantu atau melakukan aktivitas seperti biasanya
Gangguan
14. Daftar Masalah
a. Gangguan presepsi sensori halusinasi b. Reiko perilaku kekerasan
c. Defisit perawatan diri d. Regimen terapi inefektif e. Koping individu in efektif f. Harga Diri Rendah
g. Gangguan Peran Diri
h. Resiko menciderai orang lain dan lingkungan i. Gangguan intoleransi aktivitas
15. Pohon masalah
Defisit perawatan diri ggn.Intoleransi aktivitas Resiko Perilaku Kekerasan
Ggn pola istirahat tidur
Harga Diri Rendah
Isolasi sosial
Koping indifidu tidak efektif
Koping keluarga tidak efektif GSP : Halusinasi
B. Diagnosa keperawatan
1. Gsp : halusinasi pendengaran 2. Resiko perilaku kekerasan 3. Defisit perawatan diri
42
C. Rencana Keperawatan
No Diagnosa Tindakan Pertemuan
1 2 3 4 5
1 Halusinasi Pasien 1. Identifikasi halusinasi( isi, frekuensi, waktu terjadinya, situasi pencetus, respon) 2. Jelaskan cara mengontrol halusinasi : hardik, obat, bercakap-cakap, melakukan kegiatan. 3. Latih cara mengontrol halusinasi dengan cara menghardik. 4. Masukan pada jadual kegiatan untuk latihan menghardik 1. Evaluasi kegiatan menghardik. Beri pujian. 2. Latih cara mengontrol halusinasi dengan obat ( jelaskan 6 benar : jenis, guna, dosis, frekuensi,cara, na untuk latihan menghardik kontuinitas minum obat) 3. Masukkan pada jadwal kegiatan untuk latihan menghardik dan minum obat. 1. Evaluasi kegiatan latihan menghardik dan obat. Beri pujian 2. Latih cara
mengontrol obat dengan bercakp-cakap saat terjadi halusinasi 3. 3.Masukkan pada
jadwal kegiatan untuk latihan menghardik, minum obat, dan bercakap-cakap
1. Evaluasi kegitan latihan menghardik dan obat, serta bercakp-cakap. Beri pujian
2. Latih cara mengontrol halusinasi dengan melakukan kegiatan harian (mulai 2 kegiatan)
3. Masukkan pada jadwal kegiatan untuk latihan menghardik, minum obat, bercakp-cakap, dan kegiatan harian
1. Evaluasi kegitan latihan kegiatan meghardik, minum obat, bercakap-cakap- dan kegiatan harian. Beri pujian 2. Latih kegiatan harian 3. Nilai kemampuan yang telah mandiri 4. Nilai apakah
halusinasi terkontrol
43
2 Risiko PK Pasien 1. Identifikasi penyebab, tanda
dan gejala PK yang dilakukan akibat PK
2. Jelaskan cara mengontrol PK : fisik, obat, verbal, spiritual
3. Latihan cara mengontrol PK secara fisik : tarik napas dalam dan pukul kasur dan bantal
4. Masukan pada jadual kegiatan untuk latihan fisik
1. Evaluasi kegiatan latihan fisik, beri pujian
2. Latih cara mengontrol PK dengan obat (6 benar : jenis, guna, dosis, frekuensi, cara, kontinuitas minum obat)
3. Masukan pada jadwal kegiatan untuk latihan fisik dan minum obat
1. Evaluasi kegiatan latihan fisik dan obat, beri pujian 2. Latih cara mengontrol PK secara verbal (mengungkapka n, meminta, menolak dengan benar) 3. Memasukkan pada jadwal kegiatan untuk latihan fisik minum obat dan verbal
1. Evaluasi kegiatan latihan fisik, obat dan verbal, beri pujian 2. Latih cara
mengontrol spiritual (2 kegiatan)
3. Masukan pada jadwal kegiatan untuk latihan fisik, minum obat verbal dan spiritual
1. Evaluasi kegiatan latihan fisik 1, 2 & obat serta verbal, spiritual dan beri pujian
2. Nilai kemampuan yang telah mandiri 3. Nilai apakah PK
44 Keluarga 1. Diskusikan masalah yang dirasakan dalam merawat pasien 2. Jelaskan pengertian
tanda dan gejala serta proses terjadinya PK 3. Jelaskan cara
merawat PK 4. Latih satu cara
merawat PK dengan melakukan kegiatan fisik : tarik nafas dalam dan pukul kasur atau pukul bantal 5. Anjurkan
membantu pasien sesuai jadwal dan memberi pujian 1. Evaluasi kegiatan keluarga dalam merawat/ melatih 2. Jelaskan 6 benar cara memberikan obat 3. Latih cara memberikan/ membimbing minum obat 4. Anjurkan membantu pasien sesuai jadwal dan beri pujian
1. Evaluasi kegiatan keluarga dalam merawat/melatih pasien fisik dan
memberikan obat, beri pujian 2. Latih cara
membimbing : cara bicara yang baik 3. Latih cara membimbing kegiatan spiritual 4. Anjurkan membantu pasien sesuai dengan jadwal dan memberi pujian 1. Evaluasi kegiatan keluarga dalam merawat/melatih pasien fisik, memberikan obat, latihan bicara yang baik dan kegiatan spiritual, beri pujian 2. Jelaskan follow up ke RSJ/ PKM, tanda kambuh, rujuk 3. Anjurkan membantu pasien sesuai jadwal dan memberikan pujian 1. Evaluasi kegiatan keluarga dalam merawat/melatih pasien fisik, memberikan obat, cara bicara yang baik dan kegiatan spiritual dan follow up
2. Beri pujian nilai kemampuan keluarga merawat pasien 3. Nilai kemampuan keluarga melakukan kontrol ke RSJ/PKM
45
Keluarga 1. Diskusikan masalah yang dirasakan dalam merawat pasien
2. Jelaskan pengertian, tanda dan gejala, serta proses terjadinya halusinasi (gunakan booklet) 3. Jelaskan cara
merawat halusinasi 4. Latih cara merawat
halusinasi : hardik 5. Anjurkan membantu
pasien sesuai jadual dan memberi pujian
1. Evaluasi kegiatan keluarga dalam merawat/ melatih pasien menghardik, beri pujian 2. Jelaskan 6 benar cara memberikan/ membimbing minum obat 3. Latih cara memberikan/ membimbing minum obat 4. Anjurkan membantu pasien sesuai jadual dan memberi pujian 1. Evaluasi kegiatan keluarga dalam merawat/melatih pasien menghardik dan memberikan obat, beri pujian 2. Jelaskan cara
bercakap-cakap dan melakukan kegiatan untuk mengontrol halusinasi
3. Latih dan sediakan waktu bercakap-cakap dengan pasien terutama saat halusinasi
4. Anjurkan membantu pasien sesuai jadual dan memberikan pujian 1. Evaluasi kegiatan keluarga dalam merawat/ melatih pasien menghardik, memberikan obat dan bercakap-cakap, beri pujian 2. Jelaskan follow up ke RSK/PKM, tanda kambuh, rujukan 3. Anjurkan membantu pasien sesuai jadual dan memberikan pujian 1. Evaluasi kegiatan keluarga dalam merawat/ melatih pasien menghardik dan memberikan obat, bercakap-cakap, melakukan kegiatan harian, follow up dan beri pujian 2. Nilai kemampuan keluarga merawat pasien 3. Nilai kemampuan keluarga melakukan kontrol ke RSJ/PKM
46 perawatan diri perawatan diri; kebersihan diri, berdandan, makan/minum, BAK/BAB 2. Jelaskan pentingnya kebersihan diri 3. Jelaskan cara dan
alat kebersihan diri 4. Latih cara menjaga
kebersihan diri: mandi dan ganti pakaian, sikat gigi, cuci rambut, potong kuku
5. Masukan pada jadual kegiatan untuk latihan mandi, sikat gigi (2 kali per hari), cuci rambut (2 kali perminggu), potong kuku (1 kali per
kegiatan kebersihan diri, beri pujian 2. Jelaskan cara
dan alat untuk berdandan 3. Latih cara
berdandan setelah kebersihan diri, rias muka untuk perempuan, sisiran, cukuran untuk pria 4. Masukan pada jadual kegiatan untuk kebersihan diri dan berdandan
kebersihan diri dan berdandan, beri pujian
2. Jelaskan cara dan alat makan minum 3. Masukan pada jadual
kegiatan untuk latihan kebersihan diri, berdandan dan makan & minum yang baik
kebersihan diri, berdanda, makan, minum dan beri pujian
2. Jelaskan cara BAB dan BAK yang baik 3. Masukan pada jadual kegiatan untuk latihan kebersihan diri, berdandan, makan, minum dan BAB/ BAK
latihan perawatan diri, kebersihan diri, berdandan, makan dan minum, BAB/ BAK
2. Latih kegiatan harian 3. Nilai kemampuan
yang telah mandiri 4. Nilai apakah
keperawatan diri telah baik
47
minggu)
Keluarga 1. Diskusikan masalah yang dirasakan dalam merawat pasien
2. Jelaskan pengertian, tanda dan gejala, serta proses terjadinya defisit perawatan diri 3. Jelaskan cara merawat defisit perawatan diri 4. Latih dua cara
merawat: kebersihan diri dan berdandan 5. Anjurkan membantu
pasien sesuai jadual dan memberikan pujian 1. Evaluasi kegiatan keluarga dalam merawat/ melatih pasien kebersihan diri dan berikan pujian 2. Latih dua (yang lain) cara merawat : makan,