Pe m a d a ta n ha rus d ila kuka n p a d a sa a t c a m p ura n b e ra sp a l m a sih m e m p unya i visko si- ta s a sp a l d a n ke ka kua n ya ng c ukup re nd a h untuk d a p a t d ip a d a tka n. Se c a ra um um ke p a d a ta n ha rus d ic a p a i se b e lum te m p e ra tur c a m p ura n b e ra sp a l b e ra d a d i b a wa h te m p e ra tur 850C . Pa d a um um nya re nta ng wa ktu untuk p e m a d a ta n a wa l a d a la h 0 -
10 m e nit, untuk p e m a d a ta n a nta ra se kita r 5 -15 m e nit d a n untuk p e m a d a ta n a khir tid a k le b ih d a ri 45 m e nit se te la h p e ng ha m p a ra n. Re nta ng te m p e ra tur p e m a d a ta n untuk se tia p ta ha p a n p e m a d a ta n d ip e rliha tka n p a d a Ta b e l 7. Re nta ng te m p e ra tur te rse b ut d ip e ng a ruhi o le h visko sita s a sp a l. Jika c a m p ura n b e ra sp a l sta b il, m a ka
p e m a d a ta n d a p a t d ila kuka n se g e ra se te la h p e ng ha m p a ra n. Se m e nta ra jika c a m p ura n b e ra sp a l kura ng sta b il, m a ka p e m a d a ta n m e nung g u sa m p a i te m p e ra tur c a m p ura n turun. Pa d a c a m p ura n ya ng kura ng sta b il a ta u tid a k b isa sta b il ha rus d ila kuka n p e ng ka jia n te rha d a p b a ha n d a n ka ra kte ristik c a m p ura n.
Tabel 7. Rentang temperatur pemadatan dan viskositas aspal
Sesuai dengan urut an t ahapan pekerjaan yang kami uraikan pada Ruang Lingkup Pekerjaan diat as, dapat kami jelaskan met ode pelaksanaan unt uk It em-it em pekerjaan pada Divisi pekerjaan ini, sebagai berikut :
- Beton mutu sedang dengan fc’= 20 MPa (K-250)
- Baja Tulangan BJ 24 Polos
-
Pasangan Batu1. Beton mutu sedang dengan fc’= 20 MPa (K-250)
Pemborong akan memberikan/membuat kualitas beton yang baik dengan memperhatikan data-data pelaksanaan sesuai petunjuk pengawas.
Selama pelaksanaan akan dibuat benda-benda uji menurut ketentuan yang disebut pada pasal 4.7 dan 4.9 PBI 1971. Mengingat bahwa Wc factor yang sesuai disini adalah sekitar 0,52-0,555, maka pemasukan bahan adukan + kedalam cetakan benda uji dilakukan menurut pasal 4.9 ayat 3 PBI-1971 tanpa menggunakan penggetar. Pada masa-masa pembetonan pendahuluan akan dibuat minimum 1 benda uji per 1,5 m3 beton hingga diperoleh 20 benda uji yang pertama. Selanjutnya akan dibuat 2 buah benda uji untuk setiap 5 m3 beton dengan minimum 2 buah benda uji setiap hari.
Pemborong akan membuat laporan tertulis atas data-data kualitas yang dibuat. Laporan tersebut akan dilengkapi dengan nilai karakteristik beton tersebut dan akan disetujui oleh Direksi/Konsultan Pengawas. Laporan tersebut akan disertai sertifikat dari laboratorium dan akan dibuat rangkap 5 (lima).
Selama pelaksanaan akan ada pengujian slump, minimal 5 Cm dan maksimal 12 Cm. Cara pengujian slump adalah sebagai berikut : Contoh beton diambil tepat sebelum dituangkan ke dalam cetakan beton (bekisting). Cetakan beton dibawahkan dan ditempatkan di atas kayu yang rata atau pelat beton. Cetakan diisi sampai kurang lebih sepertiganya. Kemudian adukan tersebut diitusuk-tusuk 25 kali dengan besi 15 mm panjang 30 Cm dengan ujung yanng bulat (seperti peluru). Pengisian dilakukan dengan cara serupa untuk dua lapisan berikutnya. Setiap lapisan ditusuk-tusuk 25 kali dan setiap tusukan akan yang dibawahnya setelah atasnya diratakan, segera cetakan diangkat perlahan-lahan dana diukur penurunannya (nilai slumpnya).Jumlah semen minimal 336 Kg per m3 beton
Jika dianggap perlu, maka digunakan juga pembuatan kubus percobaan untuk umur 3, 7, 14, 21, 28 hari dengan ketentuan bahwa hasilnya tidak boleh kurang dari prosentase kekuatan yang diminta pada 28 hari, untuk lebih jelasnya lihat tabel 4.1.4 PBI-1971. Angka kekuatan yang diminta, maka akan dilakukan pengujian beton setempat dengan cara-cara seperti yang ditentukan dalam PBI-1971.
Pengadukan beton dalam mixer tidak boleh kurang dari 75 detik terhitung setelah seluruh adukan masuk ke dalam mixer.
Penyampaian beton (adukan) dari mixer ketempat pengecoran akan dilakukan dengan cara yang tidak berakibat terjadinya pemisahan komponen-komponen beton.
Akan digunakan vibrator untuk pemadatan beton.
Minimal 2 (dua) hari sebelum pengecoran dilakukan Pemborong akan memberitahukan kepada Direksi/Konsultan Pengawas dan pengecoran baru dapat dilakukan setelah mendapat izin tertulis dari Direksi/Konsultan Pengawas. Sebelum memberikan persetujuan pengecoran Direksi/Konsultan Pengawas akan memeriksa pembesian yag terpasang pada daerah yang akan di cor.
Diluar uraian diatas untuk pekerjaan yang memerlukan penggunaan beton bukan sebagai struktur utama (misalnya : beton rabat) dapat dipakai campuran adukan 1 PC : 3 Psr : 5 Kr yang dicetak dan dicor berdasar ketentuan PUBB (NI.3-1957) dan PBI (NI.2-1971).
Siar-siar Konstruksi dan Pembongkaran Acuan/Bekisting
Penempatan siar-siar pelaksanaan, sepanjang tidak ditentukan lain dalam Gambar Kerja, akan mengikuti pasal 6.5 PBI-1971. Siar-siar tersebut permukaannya akan dikasarkan dan akan dibasahi lebih dahulu dengan air semen tepat sebelum pengecoran lanjutan dimulai. Letak siar-siar tersebut akan mendapatkan persetujuan tertulis dari Direksi/Konsultan Pengawas. Apabila pengecoran terhenti lebih dari 1 jam maka pengecoran berikutnya untuk daerah yang terhenti pengecorannya baru dapat dilakukan kembali dalam waktu 24 jam kemudian dengan memperhatikan syarat-syarat tersebut di atas.
masih ada telah mencapai kekuatan yang cukup untuk memikul berat sendiri dan beban-beban pelaksanaan yang bekerja padanya. Kekuatan ini akan ditunjukkan dengan pemeriksaan benda uji laboratorium dan dengan perhitungan-perhitungan yang akan disetujui oleh Direksi/Konsultan Pengawas. Pembongkaran baru dapat dilaksanakan apabila telah mendapatkan persetujuan tertulis dari Direksi/Konsultan Pengawas.
Pada bagian-bagian konstruksi dimana akan bekerja beban-beban yang lebih besar dari beton rencana atau terjadi keadaan yang lebih membahayakan dari yang diperhitungkan, acuan/bekisting dari bagian konstruksi tersebut tidak dapat dibongkar selama keadaan tersebut terus berlangsung.
Acuan/ Bekist ing balok dapat dibongkar set elah dari semua kolom-kolom penunjangnya t elah dibongkar cet akannya dan dari penglihat an t ernyat a baik hasil pengecorannya.
2. Baja Tulangan BJ 24 Polos
Besi beton yang digunakan akan memenuhi kriteria mutu, besi dengan ukuran < Ø 12 mm digunakan U 24 dan besi dengan ukuran ≥Ø 8 mm digunakan U 24.
Bending Schedule dan Pergantian Besi
Pemborong akan mengusahakan supaya besi yang dipasang adalah sesuai dengan apa yang t ert era pada Gambar Kerja. Sebelum dilakukan pemot ongan besi bet on, maka Pemborong akan membuat “ Bending Schedule” (rencana pembengkokan t ulangan) unt uk diajukan dan dimint akan perset ujuan dari Direksi/ Konsult an Pengaw as.
Dalam hal dimana berdasarka pengalaman pemborongan at au pendapatnya t erdapat kekeliruan at au kekurangan at au perlu penyempurnaan pembesian yag ada, maka :
Pemborong dapat menambahkan ekst ra besi dengan t idak mengurangi pembesian yag t ert era dalam Gambar Kerja. Secepat nya hal ini diberit ahukan pada perencanaan konst ruksi unt uk informasi.
Jika hal t ersebut diat as akan dimint akan oleh Pemborong sebagai pekerjaan lebih, maka penambahan t ersebut hanya dapat dilakukan setelah ada perset ujuan t ert ulis dari perencanaan kost ruksi.
Jika diusulkan perubahan dari jalan/ arah pem besian maka perubahan t ersebut hanya dapat dilakukan degan perset ujuan t ert ulis dari perencanaan konst ruksi.
Jika pem borong t idak berhasil mendapat kan diamet er besi yanng sesuai dengan yang dit et apkan dalam Gambar Kerja, maka dapat dilakukan penukaran diamet er besi dengan diamet er yang t erdekat dengan cat at an akan ada perset ujuan t ert ulis dari Direksi/ Konsult an Pengaw as.
Jumlah besi persat uan panjang at au jumlah besi dit empat t ersebut t idak boleh kurang dari yang t ert era dalam Gambar Kerja (dalam hal ini yang dimaksudkan adalah jumlah luas).
Pergant ian t ersebut boleh mengakibat kan keruw et an pembesian dit empat t ersebut at au didaerah overlapping yang dapat menyulit kan pembet onan at au penyampaian penget ar.
3. Pasangan Batu
Pekerjaan pasangan batu kali yang kami laksanakan menggunakan peralatan Pengaduk Beton yakni Mollen yang biasa digunakan. Campuran yang di syaratkan adalah 1 : 4 yang berarti tiap M³ pasangan batu membutuhkan jumlah semen 3,26 zak dan 0,522 M³ pasir pasang. Kedua bahan tersebut diaduk dan diberi campuran air secukupnya dan diletakkan antara sisi-sisi batu kali yang satu dan yang lainnya yang merupakan sebagai perekat batu sehingga batu-batu tersebut terikat monolit satu dan lainnya menjadi kokoh yang bentuk dan tampangnya sesuai dengan gambar rencana yang dibentuk dengan mengunakan profil-profil yang telah diukur terhadap bentuk dan elevasi yang direncanakan. Batu kali yang digunakan akan kami bersihkan terlebih dahulu dengan menyiram air agar betul-betul bersih dari segala kotoran Lumpur, dengan diameter batu yang digunakan berkisar antara diameter 25 s/d 40 cm
dibentuk unit K3 yang akan membuat program seperti tersebut di atas dan akan diawasi. Dalam menanggulangi hal-hal yang mungkin akan terjadi, maka unit K-3 akan bekerja sama dengan Puskesmas, Klinik, Rumah sakit, maupun instansi-instansi lain yang terkait.
Untuk tugas-tugas dalam program K3 adalah sebagai berikut,
M encegah dan menghindari terjadinya kecelakaan kerja, kebakaran di proyek dan menyediakan obat-obat pertolongan pertama dan tabung pemadam kebakaran. M elakukan pengawasan terhadap pemakaian alat-alat keselamatan kerja, seperti topi
pengaman, sabuk pengaman, sepatu, sarung tangan dan sebagainya.