• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KERANGKA TEORI

B. Representasi Islam

Representasi merupakan kegunaan dari tanda. Marcel Danesi mendefinisikannya sebagai aktivitas pembentukan ilmu pengetahuan yang dimungkinkan kapasitas otak untuk dilakukan oleh semua manusia. Lebih jauh Danesi kemudian mencontohkan representasi dengan sebuah konstruksi X yang dapat mewakilkan atau memberikan suatu bentuk kepada suatu materiil atau konsep tentang Y.24

Representasi dapat didefinisikan lebih jelasnya sebagai penggunaan tanda (gambar, bunyi, dan lain-lain) unuk menghubungkan, menggambarkan, memotret, atau mereproduksi sesuatu yang dilihat, diindera, dibayangkan, atau dirasakan dalam bentuk fisik tertentu. Sebagai contoh misalnya konsep sex diwakili atau ditandai oleh gambar sepasang sejoli yang sedang berciuman romantis.25

Stuart Hall, sebagaimana dikutip oleh Indiwan Seto mengemukakan dua proses representasi. Pertama, representasi mental yaitu konsep tentang sesuatu yang ada di kepala kita masing-masing. Representasi mental masih merupakan sesuatu yang abstrak. Kedua, bahasa, yang berperan penting dalam proses konstruksi makna.26

24 Marcel Danesi, Pesan, Tanda, dan Makna, (Yogyakarta: Jalasutra, 2010), h. 24. 25 Marcel Danesi, Pesan, Tanda, dan Makna, (Yogyakarta: Jalasutra, 2010), h. 25. 26 Indiwan Seto, Semiotika Komunikasi: Aplikasi Praktis Bagi Penelitian dan Skripsi Komunikasi (Jakarta: Mitra Wacana Media, 2013), h. 148.

Konsep abstrak yang telah ada dalam pikiran kita haruslah diterjemahkan dalam bahasa yang lazim. Hal ini perlu dilakukan agar kita mampu menghubungkan konsep dan ide-ide kita tentang sesuatu dengan tanda dari simbol-simbol tertentu.

John Fiske, merumuskan representasi melalui tiga proses, diantaranya realitas, representasi, dan ideologi.27 Pertama, realitas, dalam proses ini peristiwa atau ide dikonstruksi sebagai realitas oleh media dalam bentuk bahasa gambar ini umumnya behubungan dengan aspek seperti pakaian, lingkungan, ucapan ekspresi dan lain-lain.28

Kedua, representasi, dalam proses ini realitas digambarkan dalam perangkat-perangkat teknis, seperti bahasa tulis, gambar, grafik, animasi, dan lain-lain. Ketiga, tahap ideologis, dalam proses ini peristiwa-peristiwa dihubungkan dan diorganisasikan ke dalam konvensi-konvensi yang diterima secara ideologis. Bagaimana kode-kode representasi dihubungkan dan diorganisasikan ke dalam koherensi sosial atau kepercayaan dominan yang ada dalam masyarakat.29

Islam merupakan agama yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW yang merupakan nabi dan rasul paling akhir, untuk menjadi petunjuk atau pedoman hidup bagi seluruh manusia hingga akhir zaman. Kata

“Islam” berasal dari bahasa Arab: “SLM” (Sin, Lam, Mim) yang artinya

antara lain: Damai, Suci, Patuh dan taat (tidak pernah membantah).30

27 John Fiske, Television Culture, (London: Routledge, 1987), h. 5.

28 Indiwan Seto, Semiotika Komunikasi: Aplikasi Praktis Bagi Penelitian dan Skripsi Komunikasi (Jakarta: Mitra Wacana Media, 2013), h. 149.

29 Indiwan Seto, Semiotika Komunikasi: Aplikasi Praktis Bagi Penelitian dan Skripsi Komunikasi (Jakarta: Mitra Wacana Media, 2013), h. 149.

Dalam pengertian agama, kata Islam berarti kepatuhan kepada kehendak dan kemauan Allah SWT serta taat kepada hukum-Nya. Hubungan antara pengertian menurut kata dasar dan pengertian menurut agama erat dan nyata sekali, yaitu: “Hanya dengan kepatuhan kepada kehendak Allah dan tunduk kepada hukum-hukum-Nya seseorang dapat mencapai kedamaian yang

sesungguhnya dan memperoleh kesucian yang abadi”.31

Nama Islam yang berasal dari kata salama yang terutama berarti ‘damai’ tertulis dalam Al Quran Surat al-Anfal ayat 61 yang berbunyi:

                       Artinya:

“Dan jika mereka condong kepada perdamaian, Maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah.Sesungguhnya Dialah yang

Maha mendengar lagi Maha mengetahui.”32

Dalam ayat diatas dapat kita lihat bahwa kata ‘salm’ berarti damai atau perdamaian. Kata Islam yang dipergunakan menjadi nama dari ajaran Allah itu justru menunjukan esensi atau inti dan isi ajaran itu. Inti pengertian dari kata islam adalah masuk ke dalam serasi, cocok, dan damai.33

Hal tersebut kemudian menjadi salah satu makna serta ciri utama dari Islam, yakni bahwa Islam merupakan agama yang senantiasa membawa umat manusia pada perdamaian. Adapun para pengikutnya ialah mereka yang membina dirinya sebagai sosok seseorang yang cinta pada kedamaian. Serta senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Islam bukanlah agama yang didasarkan pada pribadi penyebarnya, melainkan pada Tuhan. Muhammad hanyalah orang yang terpilih untuk

31 Hammudah Abdalati, Islam Suatu Kepastian (Jakarta: Media Da’wah, 1983), h.13. 32 Terjemahan diambil dari Al Quran Digital Versi 2.0

33 Akmal Hawi, Dasar-Dasar Studi Islam (Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada, 2014), h. 3.

menyampaikan petunjuknya.34 Tugas Rasulullah Muhammad SAW hanyalah untuk menyampaikan ajaran, menerangkan dan mencontohkan bagaimana caranya mempraktikkan isi ajaran Allah SWT. Adapun mereka yang mengikuti ajaran Islam dinamakan Muslim.

Islam adalah pengabdian kepada Allah SWT, hendaklah penganutnya mematuhi hukum-hukum Nya. Ini tak berarti menghilangkan kemerdekaan pribadi atau berserah diri tanpa ikhtiar. Setiap orang yang berfikir atau percaya, secara langsung tentu mengerti apa yang dimaksud dengan

pengertian ‘Islam’. Arti ketuhanan dalam Islam adalah memberikan

pengarahan untuk menjadikan manusia sebagai suatu ciptaan-Nya yang terbaik, yakni lengkap dengan akal budi sempurna.35

Manusia adalah makhluk yang terpilih dan dilengkapi dengan akal dan kekuatan untuk membuat pilihan. Karena manusia memiliki kekuatan akal dan kekuatan untuk menentukan pilihan, maka ia ditunjuk untuk patuh kepada kehendak-kehendak Allah serta patuh kepada hukum-hukum Nya. Bila ia memilih kepatuhan kepada hukum Allah SWT, maka ia akan berhasil menciptakan keharmonisan dan kesejahteraan antara dirinya sendiri dan seluruh unsur alam yang lain yang mempunyai kewajiban untuk patuh kepada Allah SWT. Tapi bila ia memilih untuk mengingkari Allah SWT ia akan terjerumus kepada jalan yang salah. Selain itu ia akan celaka dan akan mendapat hukuman dari sang pencipta hukum itu.36

Dengan melihat penjelasan tentang Islam di atas dapat kita simpulkan bahwa Islam merupakan agama yang membawa umat manusia pada

34 S.H. Nasr, Islam Dalam Cita dan Fakta (Jakarta: PT. Panca Gemilang Indah, 1983), h. 3.

35 Hammudah Abdalati, Islam Suatu Kepastian (Jakarta: Media Da’wah, 1983), h. 17.

perdamaian. Islam juga mengajarkan pada penganutnya tentang kepatuhan kepada Allah SWT. Hanya dengan kepatuhan kepada kehendak Allah dan tunduk kepada hukum-hukum-Nya seseorang dapat mencapai kedamaian yang sesungguhnya dan memperoleh kesucian yang abadi.

Berdasarkan penjabaran mengenai representasi dan Islam diatas dapat kita tarik kesimpulan bahwa yang dimaksud representasi Islam ialah bagaimana agama yang diwahyukan oleh Allah SWT dan agama yang dikenal senantiasa membawa umat manusia pada perdamaian tersebut kemudian digambarkan, diimajinasikan atau dimaknai melalui tanda-tanda tertentu dalam suatu objek.

Dokumen terkait